BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Respons cepat aparat kewilayahan bersama petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kebakaran lahan kosong di kawasan Pantai Puri Gading, Jalan RE Martadinata, RT 04 LK I, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Kebakaran tersebut diketahui setelah muncul asap dari lahan kosong dengan luas sekitar 400 meter persegi pada Kamis (27/8/2025). Mendapat laporan dari masyarakat, Pelda Ari S., Babinsa Kelurahan Sukamaju Koramil 410-03/TBU, langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Pos Teluk Betung Timur (TBT). Koordinasi cepat dilakukan untuk memastikan api segera ditangani sehingga tidak merambat ke area lain, terutama mengingat kondisi lahan yang berpotensi membuat api mudah meluas. Petugas Damkar Kota Bandar Lampung kemudian tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam serta enam personel. Bersama Babinsa dan unsur kewilayahan, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran pada pukul 16.44 WIB. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pemantauan awal di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Namun, pihak yang melakukan pembakaran maupun penyebab pasti kejadian masih belum diketahui dan memerlukan penelusuran lebih lanjut. Selain membantu proses pemadaman, Babinsa turut memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tetap aman. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi yang dapat meningkatkan risiko api menyebar. Penanganan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Camat Teluk Betung Timur, Lurah Sukamaju, Babinsa, Kaling/RT, Linmas, serta petugas Damkar Kota Bandar Lampung. Kehadiran cepat Babinsa bersama Damkar dan aparat kewilayahan menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam merespons laporan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kejadian sekaligus mencegah kebakaran lahan berkembang dan mengancam permukiman maupun fasilitas di sekitarnya. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, Kamis (27/8/2026). Penanganan tersebut dilakukan setelah pemantauan melalui aplikasi Sipongi mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di wilayah Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Ketiga titik tersebut terpantau satelit SNPP-NASA dengan tingkat kepercayaan (confidence level) kategori medium. Berdasarkan data pemantauan, titik panas pertama terakuisisi sekitar pukul 13.00 Wita, disusul titik kedua pukul 13.12 Wita dan titik ketiga sekitar pukul 13.21 Wita. Seluruh titik berada di wilayah Desa Pinangkara. Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polres HSU bersama unsur TNI dan tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan (ground check), sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa, serta masyarakat setempat. Di lokasi, tim gabungan menemukan area yang terbakar berupa lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, bondong, dan purun. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Kondisi lahan yang merupakan kawasan APL (Areal Penggunaan Lain) turut menjadi perhatian dalam proses penanganan. Pemadaman dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, termasuk Alkon milik BPBD, karena sumber air di sekitar lokasi relatif terbatas. Kapolres HSU bersama jajaran dan unsur terkait juga memantau langsung proses pemadaman guna memastikan api tidak kembali meluas. Sinergi antara aparat, BPBD, relawan, MPA, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Sekitar pukul 17.00 Wita, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Meski demikian, tim masih menemukan kepulan asap tipis sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama mengingat karakteristik lahan yang berupa gambut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat terus melakukan pendalaman guna mengetahui sumber awal munculnya api. Kegiatan tersebut melibatkan Kapolres HSU, Dandim 1001/Amuntai-Balangan, unsur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kapolsek Amuntai Tengah, Danramil Amuntai Tengah/Banjang, personel Polres HSU dan Koramil, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat setempat. Langkah cepat dan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau terjadi di wilayah Desa Pasar Senin, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (26/8/2026). Kegiatan monitoring sekaligus pemadaman dipimpin Wakapolres HSU Kompol Sony Fratago L.G., SE., MM. bersama personel Polres HSU dan Polsek Amuntai Tengah. Penanganan dilakukan setelah sistem pemantauan titik panas atau hotspot melalui aplikasi Sipongi menunjukkan adanya dua titik panas di wilayah Desa Pasar Senin. Kedua titik tersebut terdeteksi oleh satelit SNPP-NASA dan NOAA-20-NASA dengan tingkat kepercayaan kategori medium. Setelah menerima informasi tersebut, personel langsung mendatangi lokasi sesuai koordinat untuk memastikan kondisi di lapangan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa, serta masyarakat setempat guna mempercepat proses pemadaman. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, bondong, dan purun. Menurut keterangan aparatur Desa Pasar Senin, api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 Wita. Berdasarkan hasil ground check, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Minimnya sumber air serta tidak tersedianya akses bagi kendaraan bermotor dan mesin penyedot air membuat petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan sederhana. Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 Wita, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan, meski sejumlah bagian lahan masih mengeluarkan asap sehingga tetap dilakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Setelah lokasi dinyatakan padam secara menyeluruh, tim Inafis Polres HSU akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk membantu mengungkap penyebab kebakaran. Polres HSU juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada lahan gambut dan kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Sinergi antara kepolisian, BPBD, aparatur desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten HSU. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Respons cepat Babinsa bersama aparat pemadam kebakaran dan masyarakat kembali terlihat dalam penanganan kebakaran lahan kosong di Jalan M. Ali 1, RT 02, LK I, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (25/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.24 WIB tersebut melanda lahan milik Cindra Viktor/PTSL dengan luas kurang lebih 2,2 hektare. Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan informasi awal di lapangan. Mengetahui adanya laporan warga terkait kobaran api, Serka Agus Supriyanto selaku Babinsa Kelurahan Kedaung segera menuju lokasi. Ia kemudian berkoordinasi dengan petugas Damkar Kemiling untuk mempercepat proses penanganan sekaligus mencegah api merambat ke wilayah sekitar. Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran, Tim S3B Kodim 0410/KBL, empat personel Babinsa serta masyarakat setempat. Mereka bekerja bersama melakukan penyekatan, pemadaman, dan pengendalian terhadap titik-titik api. Berkat koordinasi dan kerja sama berbagai pihak, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB. Petugas juga memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyebar ke area lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan lahan seluas sekitar 2,2 hektare terdampak dan mengalami kerusakan. Kehadiran Babinsa dalam penanganan kejadian tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD melalui jajaran Kodim 0410/KBL untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan dan lingkungan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Pembakaran lahan secara sembarangan dapat menyebabkan api sulit dikendalikan dan berisiko merambat ke permukiman maupun kawasan lainnya. Peristiwa di Kedaung tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat dan sinergi antara aparat, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam menangani kebakaran sejak dini agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (Agus)
BANYUASIN, BIDIK-KASUSNEWS.COM Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumsel yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II Pos Banyu Urip bersama BPBD Tanjung Lago dan Polsek Tanjung Lago bergerak cepat menangani kebakaran lahan di Desa Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, di lahan milik warga bernama Bakian. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Penanganan kebakaran dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Lago Iptu Miswadi Saputra, S.H., M.Si., bersama Dantim Gas Iptu Wuryadi. Personel gabungan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api menjalar dan memperluas area terdampak. Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, petugas menyisir sejumlah titik yang masih terbakar. Pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik api yang berpotensi menyebar ke area lainnya. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling down). Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bara maupun titik panas yang masih tersisa benar-benar padam sehingga tidak kembali memicu kebakaran. Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi lahan yang berpotensi mudah terbakar. Sinergi antara Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumsel, BPBD Tanjung Lago dan Polsek Tanjung Lago juga menunjukkan pentingnya respons cepat dalam menghadapi kejadian kebakaran lahan. Langkah pemadaman diharapkan dapat mencegah meluasnya area terbakar, mengurangi potensi kerugian bagi masyarakat, sekaligus melindungi lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Aparat gabungan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan sulit dikendalikan. Upaya penanggulangan tersebut sekaligus memperkuat komitmen jajaran kepolisian bersama instansi terkait dalam mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah hukum Polsek Tanjung Lago. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Palembang, tepatnya di Jalan Sukarno-Hatta, Kampung Sukosari, Perumahan Permata 1, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar. Kota Palembang. Kebakaran yang melanda kawasan lahan tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, personel Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Sumatera Selatan turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Salah satu personel yang terlihat aktif di lapangan adalah Brigadir Polisi (Brigpol) Tri Yudiansyah. Dengan sigap, Brigpol Tri Yudiansyah bersama rekan-rekannya bahu-membahu memadamkan api yang terus menjalar melahap lahan kosong di sekitar permukiman warga. Kehadiran personel Brimob ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan respons cepat aparat kepolisian. Kesigapan tersebut dinilai penting mengingat lokasi kebakaran berdekatan dengan area permukiman padat penduduk. Aksi kepedulian dan kesigapan personel Sat Brimob Polda Sumsel ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat, tidak hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam penanganan bencana seperti kebakaran lahan. (Agus)