HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                            Dua titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2026). Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Hulu Sungai Utara bersama Polsek Banjang bergerak melakukan pemadaman dan pembasahan untuk mencegah api meluas. Kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WITA. Pemadaman dipimpin langsung Kasat Samapta Polres HSU AKP Sutopo bersama Kapolsek Banjang Fajar Hendratmo, S.H., serta sejumlah personel Samapta dan Polsek Banjang. Petugas terlebih dahulu mendatangi lokasi yang terindikasi terdapat titik panas, kemudian berkoordinasi dengan BPBD HSU, aparatur desa, serta masyarakat setempat. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama menggunakan pompa portable milik Samapta Polres HSU. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat dua titik hotspot di kawasan tersebut dengan perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Lokasi merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, bondong, dan purun. Data hotspot yang menjadi dasar penanganan berasal dari pemantauan NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP pada 16 September 2026. Kedua titik tersebut berada di wilayah Desa Beringin, Kecamatan Banjang, dengan tingkat kepercayaan kategori medium. Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi. Meski demikian, upaya pemadaman dan pembasahan tetap dilakukan untuk memutus penyebaran api serta mencegah perluasan area yang terbakar. Dari keterangan masyarakat setempat, api disebut mulai terlihat sejak Selasa (15/9/2026). Namun, penyebab pasti terjadinya kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas memastikan kegiatan penanganan karhutla berjalan aman dan kondusif. Upaya pemadaman juga dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla kepada petugas terkait. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com      Kejadian kebakaran lahan kosong kembali terjadi di wilayah Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Berkat kesigapan Babinsa Kelurahan Rajabasa, Pelda Merwansyah, dari Koramil 410-06/KDT, api yang mulai menjalar di lahan kosong tepat di pintu masuk Terminal Rajabasa berhasil dijinakkan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar. Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 15 September 2026, sekira pukul 19.40 WIB. Lokasi kebakaran berada di Jalan ZA Pagar Alam, tepat di pintu masuk Terminal Rajabasa, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Menurut laporan yang diterima dari saksi mata, Adam (Wiraswasta) dan Sonani (Pedagang), awalnya warga melihat adanya api yang menjalar di lahan kosong tersebut. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat terkait di wilayah Terminal Rajabasa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Rajabasa, Pelda Merwansyah, bersama aparatur pamong setempat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Tanpa menunda waktu, Babinsa langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung untuk meminta bantuan. “Begitu mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi dan segera berkoordinasi dengan Damkar agar api tidak semakin meluas,” ujar Pelda Merwansyah di lokasi kejadian. Sekira pukul 19.50 WIB, tim Damkar tiba di lokasi bersama Babinsa, aparat terkait, dan aparatur kelurahan. Berkat kerja sama yang cepat antara aparat keamanan dan petugas pemadam, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Lahan kosong yang terbakar diduga berisi dedaunan dan ranting kering yang mudah terbakar. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kebakaran ini diduga dipicu akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan ke lahan tersebut. Api kemudian menjalar dengan cepat membakar rumput dan ranting kering di sekitar area pintu masuk terminal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Rajabasa, Bpk. Racmatsyah, S.Pi., Lurah Rajabasa, Bpk. Candra Lela Utama, SH., MM., serta unsur Kaling, RT, Linmas, dan Tim Siaga Damkar Kecamatan Rajabasa. Kehadiran lintas sektoral ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan darurat di wilayah tersebut. Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan sudah kondusif dan aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area lahan kering yang rawan terjadi kebakaran. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sungai Turak Dalam, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (14/9/2026) siang. Kobaran api yang muncul di sejumlah titik sempat berada sekitar 100 meter dari permukiman warga. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah penduduk. Informasi mengenai kebakaran diterima petugas dari warga dan masyarakat peduli api (MPA). Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Amuntai Utara Ipda Alamsyah, S.H., bersama personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan. Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Polsek Amuntai Utara, Tim Satgas Karhutla Polres HSU, BPBD Kabupaten HSU, Satpol PP dan Damkar HSU, Koramil 1001-06 Amuntai Utara, para relawan BPK dari Kecamatan Amuntai Utara dan Banua Lawas, aparatur desa, serta warga setempat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, api telah menyala dan menyebar di beberapa titik dengan kobaran yang cukup besar. Kepala Desa Sungai Turak Dalam menyebutkan, api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas menghadapi kondisi medan yang cukup sulit. Area terbakar berada di lahan persawahan warga dengan karakteristik tanah gambut. Akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari jalan raya dengan jarak sekitar 100 meter. Keterbatasan sumber air di lokasi juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Petugas memanfaatkan air dari kolam ikan patin milik warga untuk membantu memadamkan kobaran api. Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, petugas juga melakukan pembasahan pada area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api dan mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas ke arah permukiman warga. Luas lahan yang terdampak karhutla diperkirakan sekitar satu hektare. Hingga penanganan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA, api berhasil dipadamkan dan kondisi di sekitar lokasi dinyatakan terkendali. Sementara itu, hasil pemantauan menunjukkan titik panas (hotspot) tidak terdeteksi melalui aplikasi SIPONGI. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas gabungan juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada lahan gambut yang relatif mudah terbakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Tangkawang, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (14/9/2026) sore. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat bergerak melakukan pemadaman setelah menerima informasi mengenai adanya titik api. Kegiatan monitoring sekaligus pemadaman tersebut berlangsung sekitar pukul 17.30 hingga 19.00 WITA. Informasi awal mengenai kebakaran diterima dari warga dan masyarakat peduli api (MPA). Kapolsek Amuntai Utara Ipda Alamsyah, S.H., bersama personel Polsek Amuntai Utara kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Penanganan dilakukan bersama Tim Satgas Karhutla Polres HSU, personel Kodim 1001 HSU-BLG, Koramil 1001-06 Amuntai Utara, Kepala Desa Tangkawang, serta warga setempat. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, api ditemukan menyebar di beberapa titik dengan nyala relatif kecil. Api terlihat membakar daun-daun kering di area perkebunan karet milik warga. Kepala Desa Tangkawang menyampaikan bahwa api diketahui mulai menyala sekitar pukul 14.30 WITA. Lokasi kebakaran berada kurang lebih 500 meter dari permukiman penduduk dengan luas lahan terdampak diperkirakan sekitar satu hektare. Akses menuju titik kebakaran berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan mobil tangki dengan sumber air yang berada sekitar 250 meter dari lokasi titik api. Petugas gabungan selanjutnya melakukan pemadaman sekaligus pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, aparatur desa, dan masyarakat setempat untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali. Hasil pemantauan menunjukkan titik panas atau hotspot tidak terdeteksi melalui aplikasi SIPONGI. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berkat penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 WITA. Petugas tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di lokasi tersebut. Polsek Amuntai Utara mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                          Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan melalui edukasi dan penyuluhan. Di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kegiatan penyuluhan karhutla digelar dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, aparatur desa, pemadam kebakaran, hingga kalangan pelajar. Penyuluhan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Danau Panggang, Selasa (15/9/2026), mulai pukul 09.30 Wita hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan oleh Mabes TNI AD dan dipimpin Kolonel Laut KH Najib S.Pd., M.M. Mayor Inf Sanusi S.IP. bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kegiatan turut dihadiri Camat Danau Panggang Muhammad Arya Yuwana, S.Sos., M.IP., Kasat Polairud Polres HSU Iptu Marwan Susandy Ahmad, S.H., Danramil 1001-11 Danau Panggang Serma Sani Mustofa, serta perwakilan Polsek Danau Panggang, yakni Kasium Aiptu Rofik. Selain unsur TNI dan Polri, seluruh kepala desa di Kecamatan Danau Panggang, personel Koramil 1001-11, personel Polsek Danau Panggang, anggota Badan Pemadam Kebakaran Kecamatan Danau Panggang, serta guru dan siswa SMAN 1 Danau Panggang juga turut mengikuti kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Danau Panggang dan Kolonel Laut KH Najib. Setelah itu, peserta mendapatkan materi penyuluhan karhutla yang disampaikan Mayor Inf Sanusi S.IP. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Forum tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dan memperdalam pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Keterlibatan berbagai unsur dalam penyuluhan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla. Pemerintah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, perangkat desa, serta masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kalangan pelajar juga dilibatkan sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat membentuk kepedulian terhadap pencegahan kebakaran dan kelestarian lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Danau Panggang selama kegiatan terpantau aman dan terkendali. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Danau Panggang. (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik terus meningkatkan kegiatan preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya. Salah satunya melalui patroli dialogis dan sambang sekaligus memberikan imbauan terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Polsek Babirik pada Selasa (15/9/2026), dengan menyasar masyarakat di Desa Babirik Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Patroli dilaksanakan oleh Aiptu Denny F dan Briptu M. Ilham Nugraha dengan menggunakan satu unit kendaraan roda dua Bhabinkamtibmas Polsek Babirik. Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan, tetapi juga menyambangi warga untuk membangun komunikasi secara langsung. Masyarakat diberikan imbauan agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas serta turut mencegah terjadinya karhutla. Pendekatan dialogis dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui komunikasi langsung, personel dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mendengarkan informasi maupun kondisi yang berkembang di lingkungan warga. Kapolsek Babirik menyampaikan bahwa kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Babirik. Selain mengantisipasi potensi tindak kejahatan, kehadiran personel di tengah masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta membangun kepercayaan publik terhadap kepolisian. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Babirik terpantau aman dan kondusif. Patroli dialogis dan sambang berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang menonjol. Polsek Babirik pun mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga lingkungan, termasuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kebakaran. (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                          Empat titik yang terindikasi sebagai hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Desa Rintisan, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam. Informasi mengenai titik panas tersebut terpantau melalui aplikasi Sistem Monitoring Karhutla (SIPONGI) dengan menggunakan satelit NOAA-20. Keempat titik tersebut tercatat memiliki tingkat kepercayaan kategori medium. Pemantauan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Polsek Danau Panggang dengan melakukan pengecekan langsung atau ground check di wilayah hukum Polsek Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara. Berdasarkan laporan kegiatan, empat titik yang terdeteksi berada di kawasan Desa Rintisan. Titik pertama berada pada koordinat -2.45997, titik kedua -2.46123, titik ketiga -2.45703, dan titik keempat -2.45009. Pengecekan lapangan dilakukan mulai sekitar pukul 21.30 WITA hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Danau Panggang, yakni Aipda Syaipul Hadi, S.Sos., dan Bripda Putra Fajar Alam, diterjunkan untuk melakukan pemantauan kondisi lokasi. Namun, tim belum dapat menjangkau secara langsung titik lahan yang terindikasi terbakar. Kendala utama yang dihadapi adalah tidak tersedianya akses jalan menuju lokasi. Kondisi geografis wilayah membuat akses menuju titik tersebut harus ditempuh melalui jalur sungai menggunakan perahu berukuran kecil. Situasi itu menjadi kendala bagi tim untuk melakukan pengecekan hingga ke titik koordinat yang terdeteksi. Selain akses yang terbatas, lokasi yang terindikasi sebagai titik panas juga dilaporkan berada cukup jauh dari permukiman warga Desa Rintisan. Dalam kegiatan tersebut, personel membawa sejumlah perlengkapan pendukung, antara lain dua unit sepeda motor, satu unit GPS, peralatan tangan, kamera, serta alat tulis kantor. Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah tersebut. Informasi lanjutan mengenai kondisi titik yang terdeteksi akan dilaporkan sesuai perkembangan di lapangan. Deteksi hotspot melalui sistem pemantauan satelit menjadi salah satu langkah awal dalam mengidentifikasi potensi karhutla. Pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi, termasuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar berkaitan dengan kebakaran lahan. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COMUpaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui patroli dialogis dan sambang warga sekaligus menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan pembakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Patroli menyasar masyarakat di Desa Tayur dan Desa Kamayahan, Kecamatan Amuntai Utara. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga berdialog langsung dengan warga. Petugas menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Dua personel Bhabinkamtibmas, Aiptu Khairil Safari dan Aipda Hendra Pranata, terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka menggunakan dua unit sepeda motor dinas untuk menjangkau wilayah sasaran patroli. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi karhutla. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi lingkungan berpotensi memicu kebakaran. Selain menyampaikan imbauan secara langsung, petugas turut membagikan Maklumat Kapolda Kalsel tentang karhutla kepada warga. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan serta mendorong kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Polsek Amuntai Utara menyebut kegiatan patroli dialogis dan sambang merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dengan warga. Hasil pemantauan selama kegiatan menunjukkan situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara berlangsung aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian karhutla selama pelaksanaan patroli. Kepolisian mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Pencegahan sejak dini dinilai penting agar api tidak berkembang dan meluas hingga mengganggu lingkungan serta aktivitas masyarakat. Dengan patroli dan edukasi secara langsung, kepolisian berharap kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla semakin meningkat, sehingga kondisi wilayah Amuntai Utara tetap aman dan bebas dari kebakaran hutan dan lahan. (Agus)

Cirebon Kota – Bidik-kasusnews.com      Kebakaran terjadi di area kosong bekas bangunan PMI Kabupaten Cirebon yang berada di Jalan Widarasari RT 06 RW 03, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/09/2026) sekitar pukul 20.35 WIB. Area kosong tersebut banyak terdapat tumpukan sampah yang terbakar hingga api sempat meluas di sekitar lokasi. Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. bersama Kanit Reskrim, piket Reskrim, piket QR Polsek Kedawung dan Babinsa Sutawinangun langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi titik api sekaligus memastikan proses pemadaman dapat segera dilakukan dengan berkoordinasi bersama Damkar Kabupaten Cirebon. Berdasarkan keterangan saksi Kabil, 66 tahun, seorang pedagang yang berdomisili di Desa Sutawinangun, pada Sabtu (12/09/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dirinya melintas di sekitar lokasi dan melihat seorang warga membuang sampah kemudian membakar tumpukan sampah tersebut. Api kemudian membesar sehingga Kabil bersama Ketua RT setempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Menurut keterangan Kabil, api memang sempat berhasil dipadamkan, namun bara api masih menyala di bagian bawah tumpukan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan api kembali menyala dan kemudian berkembang hingga membakar area kosong di sekitar lokasi. Sementara itu, saksi Riki Uman Nugraha, 37 tahun, seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Sutawinangun, menerangkan bahwa dirinya mengetahui kejadian kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB setelah memperoleh informasi mengenai kebakaran di area bekas kantor PMI Kabupaten Cirebon. Menurut keterangannya, lokasi tersebut selama ini digunakan warga sekitar sebagai tempat pembuangan sampah dan diduga terdapat warga yang membakar sampah tanpa melakukan pengawasan terhadap api hingga akhirnya api meluas. Setelah mengetahui kejadian tersebut, Riki kemudian menghubungi Polsek Kedawung dan Damkar Kabupaten Cirebon untuk meminta penanganan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi untuk mempercepat proses pemadaman. Kebakaran diperkirakan menghanguskan area kosong seluas sekitar 150 meter persegi. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan satu unit Damkar Kabupaten Cirebon dengan nomor polisi E 9984 H, dan setelah proses pemadaman dilakukan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB. Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. mengatakan, kecepatan penanganan menjadi hal penting dalam kejadian kebakaran, terlebih lokasi yang terbakar terdapat banyak tumpukan sampah yang dapat mempercepat penyebaran api. “Begitu menerima informasi, kami langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil,” ujarnya. Kompol Ahmad Nasori juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di area terbuka, terlebih pada lokasi yang terdapat banyak tumpukan sampah dan material mudah terbakar. Apabila masyarakat melakukan pembakaran sampah, api tidak boleh ditinggalkan sebelum benar-benar padam karena bara yang tersisa dapat kembali menyala dan menyebabkan kebakaran meluas. “Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah sembarangan dan selalu memperhatikan potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Apabila melihat kebakaran atau mengetahui adanya kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar petugas dapat melakukan penanganan dengan cepat,” tegas Kompol Ahmad Nasori. (Asep Rusliman)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                  Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Utara terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan patroli dialogis serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Polsek Amuntai Utara pada Jumat (11/9/2026) pukul 10.00 hingga 12.00 Wita di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan patroli dialogis dan patroli sambang sekaligus menyampaikan imbauan terkait pencegahan karhutla. Polisi juga membagikan dan menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Kegiatan menyasar warga di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara. Melalui pendekatan dialogis, personel mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Empat personel Polsek Amuntai Utara terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Ferry, Aiptu A.M. Ansari, Aipda Sri Sugiarto, dan Brigadir Erry Dian Saputra. Patroli menggunakan dua unit sepeda motor Bhabinkamtibmas. Selain memberikan pemahaman mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan, patroli tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla. Kapolsek Amuntai Utara melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat. Kesadaran warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dari hasil kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, tidak ditemukan adanya kejadian karhutla atau nihil karhutla. Polsek Amuntai Utara juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Upaya patroli dan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)