SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong penguatan pengelolaan keuangan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi belanja aparatur. Langkah tersebut disiapkan untuk menjaga kemampuan fiskal pemerintah daerah sekaligus memastikan program pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Ayep Zaki mengatakan, peningkatan PAD menjadi salah satu kunci dalam memperluas kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan. “Potensi pendapatan yang dimiliki Kota Sukabumi perlu terus dioptimalkan melalui pengelolaan yang lebih efektif,” kata Ayep, lewat akun instagramnya, Jumat (14/8). Selain menggenjot pendapatan lanjut dia, Pemkot Sukabumi juga mengambil langkah pengendalian dari sisi belanja. Salah satunya dengan menerapkan moratorium terbatas penerimaan pegawai agar kebutuhan belanja aparatur tetap terkendali. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan produktivitas kerja. Keterbatasan penambahan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi yang mampu membantu pekerjaan aparatur. Dalam konteks tersebut ujarnya, pengembangan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SAI) menjadi salah satu instrumen yang dipersiapkan Pemkot Sukabumi. “Pada akhirnya, teknologi berbasis kecerdasan buatan itu diarahkan untuk mendukung pekerjaan pemerintahan sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan publik,” tandasnya. Ayep Zaki menilai transformasi digital dapat menjadi solusi untuk menciptakan pola kerja yang lebih sederhana dan efisien. Dengan dukungan sistem digital, aparatur diharapkan mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal tanpa harus selalu bergantung pada penambahan jumlah pegawai. Langkah tersebut juga mencerminkan upaya pemerintah daerah menyesuaikan tata kelola pemerintahan dengan perkembangan teknologi. Efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penghematan anggaran, tetapi juga melalui pembaruan cara kerja. Pemkot Sukabumi pun berupaya menjaga agar kebijakan pengendalian belanja tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan. “Justru, efisiensi diarahkan untuk menghasilkan pemerintahan yang lebih responsif dan mampu memberikan pelayanan secara cepat,” kata dia. Dia kembali menegaskan bahwa penguatan fiskal membutuhkan keseimbangan antara peningkatan pendapatan dan pengelolaan belanja. “Keduanya harus berjalan bersama agar keuangan daerah tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pembangunan,” tuturnya. Dengan strategi tersebut, Pemkot Sukabumi menargetkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin produktif, efisien, dan adaptif. Optimalisasi PAD dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi tantangan fiskal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026, Jumat (14/8/2026). Pidato Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Ayep Zaki mengatakan, arah kebijakan nasional tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena ketahanan pangan dan kemandirian energi memiliki kaitan langsung dengan stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Ayep berdalih kemandirian nasional harus dibangun melalui kerja bersama dan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Ketahanan pangan dan energi adalah bagian penting dari kemandirian bangsa. Pemerintah harus memastikan pembangunan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Ia menilai penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal. Begitu pula dengan sektor energi yang membutuhkan perencanaan jangka panjang agar Indonesia memiliki ketahanan dalam menghadapi perubahan kondisi global. Selain kedua sektor tersebut, Ayep Zaki menyebut pesan Presiden mengenai pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja. Selain ini dia berpesan untuk terus meningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta pembenahan birokrasi merupakan agenda yang saling berkaitan. “Seluruhnya harus diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang semakin mandiri dan sejahtera,” terang dia. Menurut Ayep, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar agenda strategis nasional dapat diterapkan secara efektif. Pemerintah daerah akan terus menjalankan perannya sesuai kewenangan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan DPRD dan seluruh elemen masyarakat. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi H. Wawan Juanda mengatakan, pidato kenegaraan memberikan gambaran mengenai arah pembangunan Indonesia. “Ketahanan pangan dan energi merupakan isu strategis. DPRD akan terus mengawal kebijakan pembangunan melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wawan. Wawan menambahkan, penguatan kedua sektor tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, DPRD, dunia usaha dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama untuk membangun ketahanan daerah yang pada akhirnya turut memperkuat ketahanan nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam menjalankan pembangunan. Perbedaan pendapat maupun kepentingan politik hendaknya tidak menghilangkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah. Rapat paripurna yang dipimpin H. Wawan Juanda tersebut diikuti sekitar 120 peserta. Selain Wali Kota dan Ketua DPRD, hadir Wakil Wali Kota Bobby Maulana, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah H. Andang Tjahjadi, jajaran perangkat daerah, camat, lurah serta unsur BUMN, BUMD dan BLUD Kota Sukabumi. Rangkaian kegiatan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pengesahan kuorum dan agenda rapat, penyampaian pidato Ketua MPR RI dan Ketua DPD RI. Disamping itu di ruang sidang juga dilakukan pemutaran video capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kemudian dilanjutkan Pidato Kenegaraan Presiden RI. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo turut menyoroti upaya pemerintah memperkuat kemandirian nasional melalui swasembada pangan dan energi. Hal lain yang disampaikan kepala negara yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan desa dan infrastruktur. Pidato tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa kemandirian pangan dan energi bukan hanya agenda pemerintah pusat, melainkan membutuhkan dukungan seluruh daerah. Sinergi kebijakan nasional dan pembangunan daerah menjadi salah satu kunci untuk menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (Usep)

Pandeglang, Bidik-kasusnews.com          Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0601/Pandeglang yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/8/2026). TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan TMMD dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan tepat waktu. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud pengabdian TNI melalui kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan TMMD Ke-129 juga mendukung lima program unggulan TNI AD, yaitu Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta program Bersatu dengan Alam. Rangkaian penutupan ditandai dengan pembacaan laporan hasil TMMD, penandatanganan naskah hasil program, penyerahan hasil kegiatan dari Dandim 0601/Pandeglang kepada Bupati Pandeglang, penanggalan tanda peserta, serta pernyataan resmi penutupan TMMD. Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., Bupati Pandeglang Hj. RD. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta perwakilan instansi dan organisasi kemasyarakatan. Dengan berakhirnya TMMD Ke-129, keberlanjutan serta pemeliharaan hasil program menjadi tanggung jawab bersama sebagai upaya mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang. ( Agus ) Sumber: Pendam III/Siliwangi

PALEMBANG, Bidik-kasusnews.com            Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, personel Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sumatera Selatan melaksanakan geladi upacara di Mapolda Sumsel, Jumat (14/8/2026). Kegiatan geladi dipimpin oleh Plt. Kasubagrenmin Satbrimob Polda Sumsel Kompol. Mokhlis, S.H., selaku Koordinator Upacara. Geladi tersebut dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh personel sekaligus memantapkan setiap rangkaian dan tahapan upacara agar dapat berjalan dengan tertib, disiplin, khidmat, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, personel mengikuti berbagai tahapan geladi dengan penuh kesungguhan. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kesiapan petugas, kekompakan, ketepatan gerakan, serta koordinasi antarpersonel yang terlibat dalam pelaksanaan upacara. Kompol. Mokhlis menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesiapsiagaan seluruh personel sehingga pada pelaksanaan upacara nantinya setiap petugas dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Geladi upacara juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat rasa cinta tanah air di lingkungan personel Satbrimob Polda Sumsel. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan kesiapan yang telah dilakukan melalui geladi secara maksimal, personel Satbrimob Polda Sumsel berkomitmen memberikan yang terbaik dalam mendukung kelancaran Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 kepada seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka. Ucapan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, Jumat (14/8) didampingi Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, dan Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusup. Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian, gotong royong, serta kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional. DPRD Kabupaten Sukabumi menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, terampil, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu kontribusi yang dinilai penting adalah dukungan terhadap terwujudnya swasembada pangan. Semangat kemandirian, kerja sama, dan kepedulian yang menjadi bagian dari nilai-nilai kepramukaan dinilai selaras dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. DPRD Kabupaten Sukabumi berharap anggota Pramuka dapat terus berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian, pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan, serta kemandirian pangan di tengah masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui momentum Hari Pramuka ke-65, DPRD Kabupaten Sukabumi juga mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk mempertahankan semangat persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial sebagai kekuatan dalam membangun bangsa. “Selamat Hari Pramuka ke-65. Semoga Gerakan Pramuka semakin maju, terus berkarya dan berbakti, serta mampu memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” demikian pesan DPRD Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), kembali melakukan monitoring perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan di wilayah Kecamatan Banjang. Pemantauan dilakukan pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 11.15 Wita di lahan pertanian Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Lahan seluas 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi tersebut merupakan lahan milik Sadikin yang dikelola secara perorangan dan menjadi bagian dari lahan binaan Polri. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah memasuki usia 96 hari setelah tanam (HST). Pertumbuhan tanaman terpantau mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 2,14 meter. Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih hibrida Bisi 18. Untuk lahan seluas 4 hektare tersebut, petani menggunakan sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus benih. Dalam proses pemeliharaan, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan dengan herbisida Basmilang. Pengolahan serta perawatan lahan masih dilakukan secara manual. Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, lahan jagung tersebut ditargetkan memasuki masa panen sekitar 10 Oktober 2026. Polisi Kawal Perkembangan Lahan hingga Panen Monitoring rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang terus berjalan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pendampingan kepolisian terhadap masyarakat petani. Dengan pemantauan langsung, kondisi tanaman dan lahan dapat diketahui secara berkala sehingga setiap perkembangan maupun kendala yang muncul dapat segera dilaporkan. Empat personel Polsek Banjang yang melaksanakan monitoring yakni Aiptu Soeyatmin, Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto dan Aiptu Sukadi. Budidaya jagung pakan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi petani sekaligus berkontribusi terhadap ketersediaan bahan baku pakan serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten HSU. Polsek Banjang akan terus melakukan pemantauan terhadap lahan tersebut hingga memasuki masa panen. Hasil monitoring menjadi bagian dari evaluasi perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat bantuan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Program tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada jaringan irigasi untuk menunjang aktivitas pertanian. Paket bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok P3A Tani Muda yang berada di Daerah Irigasi Cigangsa dengan ketua Saepul Samsudin, serta Kelompok P3A Garda Muda yang juga berada di daerah irigasi yang sama dan diketuai Gusti Persada. Program peningkatan tata guna air irigasi ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi yang menjadi salah satu penunjang produktivitas lahan pertanian. Perwakilan kelompok penerima bantuan, Hadi dan Gusti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program. Keduanya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. “Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung semuanya berjalan dengan baik. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Hadi dan Gusti, Jumat (14/8/2026). Menurut mereka, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas para petani. Selain mendukung kelancaran pengairan, pemeliharaan infrastruktur irigasi juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat. Kepala Desa Pasiripis, Nandang Saepul Mikdar, turut memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. “Pemerintah Desa Pasiripis mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian serta membantu pembangunan dan pengembangan desa, termasuk melalui program peningkatan jaringan irigasi ini,” ungkap Nandang. Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pasiripis, Sobirin, menilai bantuan tersebut menjadi kabar baik bagi para petani. Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Para petani tentu bersyukur dengan adanya bantuan ini. Mudah-mudahan perbaikan irigasi dapat mendukung pertanian dan meningkatkan hasil produksi masyarakat,” tutur Sobirin. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin baik, masyarakat Desa Pasiripis berharap sektor pertanian dapat berkembang lebih optimal. Bantuan P3-TGAI pun diharapkan tidak hanya memperbaiki jaringan pengairan, tetapi turut memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat bantuan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Program tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada jaringan irigasi untuk menunjang aktivitas pertanian. Paket bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok P3A Tani Muda yang berada di Daerah Irigasi Cigangsa dengan ketua Saepul Samsudin, serta Kelompok P3A Garda Muda yang juga berada di daerah irigasi yang sama dan diketuai Gusti Persada. Program peningkatan tata guna air irigasi ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi yang menjadi salah satu penunjang produktivitas lahan pertanian. Perwakilan kelompok penerima bantuan, Hadi dan Gusti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program. Keduanya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. “Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung semuanya berjalan dengan baik. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Hadi dan Gusti, Jumat (14/8/2026). Menurut mereka, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas para petani. Selain mendukung kelancaran pengairan, pemeliharaan infrastruktur irigasi juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat. Kepala Desa Pasiripis, Nandang Saepul Mikdar, turut memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. “Pemerintah Desa Pasiripis mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian serta membantu pembangunan dan pengembangan desa, termasuk melalui program peningkatan jaringan irigasi ini,” ungkap Nandang. Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pasiripis, Sobirin, menilai bantuan tersebut menjadi kabar baik bagi para petani. Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Para petani tentu bersyukur dengan adanya bantuan ini. Mudah-mudahan perbaikan irigasi dapat mendukung pertanian dan meningkatkan hasil produksi masyarakat,” tutur Sobirin. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin baik, masyarakat Desa Pasiripis berharap sektor pertanian dapat berkembang lebih optimal. Bantuan P3-TGAI pun diharapkan tidak hanya memperbaiki jaringan pengairan, tetapi turut memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan dengan melepasliarkan sebanyak 59.980 ekor Benih Bening Lobster (BBL) jenis pasir ke habitat alaminya di perairan Pantai Sangrawayang, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026). Pelepasliaran tersebut dilakukan Unit Tipidum Subnit Jatanras Sat Reskrim Polres Sukabumi sebagai bagian dari penanganan barang bukti dalam perkara tindak pidana yang berkaitan dengan BBL. Prosesnya melibatkan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, S.H., M.H., menjelaskan bahwa sebelum dilepas, seluruh BBL terlebih dahulu dipastikan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk dikembalikan ke habitat alaminya. “Pelepasan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga kelestarian sumber daya perikanan. Barang bukti yang telah memenuhi ketentuan untuk dilepasliarkan kami kembalikan ke habitat alaminya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Iptu Dudi. Dalam pelaksanaannya, puluhan ribu BBL tersebut dikemas menggunakan sejumlah box, kemudian dibawa menggunakan perahu menuju lokasi pelepasliaran. Setelah sampai di perairan yang telah ditentukan, seluruh BBL dilepaskan ke laut. Menurut Iptu Dudi, penanganan perkara BBL tidak semata-mata berorientasi pada aspek penegakan hukum. Faktor kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya perikanan juga menjadi perhatian dalam setiap proses penanganannya. “Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem. Kami ingin memastikan bahwa proses hukum yang dilakukan tetap memberikan manfaat bagi kelestarian sumber daya laut dan masyarakat nelayan,” katanya. Dari jumlah keseluruhan barang bukti, sebanyak 20 ekor BBL jenis pasir disisihkan untuk kepentingan penyidikan dan pembuktian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pelepasliaran tersebut turut dihadiri Dudi Yana dari Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, H. Dede Ola selaku Ketua HNSI, serta Ipda Majelis Pakpahan, S.H., M.H., C.P.H.R., Kanit Tipidum Polres Sukabumi, bersama jajaran personel Sat Reskrim. Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak pidana yang berkaitan dengan sumber daya perikanan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut. Langkah tersebut diharapkan turut mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan serta kehidupan masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengikuti secara virtual peresmian 3.395 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti Sekda dari kawasan Jembatan Garuda Ariadipa, Kampung Bobojong, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes. Peresmian serentak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan pembangunan infrastruktur dasar. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan jembatan dan penyediaan titik air bersih merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Infrastruktur tersebut ditujukan terutama bagi wilayah yang masih membutuhkan akses dasar untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga. Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan ribuan jembatan Garuda di berbagai daerah diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkawasan. Keberadaan jembatan juga menjadi sarana penting dalam membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun aktivitas sosial lainnya. Sementara itu, penyediaan ribuan titik air bersih diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang merata. Peresmian secara serentak ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke berbagai wilayah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memastikan pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Di Kabupaten Sukabumi, kegiatan tersebut turut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan unsur TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Turut hadir mendampingi Sekda, Dandim 0607/Kota Sukabumi beserta jajaran, perwakilan Polres Sukabumi Kota, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, perangkat daerah, Camat Kebonpedes, serta Kepala Desa Jambenenggang. (Dicky)