CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di bibir laut pada Kamis pagi (16/04/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Penanganan cepat langsung dilakukan aparat kepolisian setempat untuk memastikan proses evakuasi dan identifikasi berjalan optimal. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kadina, seorang petambak asal Blok Muara Wetan. Saat tengah beraktivitas di area tambak, ia mencium bau tidak sedap yang kemudian ditelusuri hingga menemukan jasad pria dalam kondisi terlentang tanpa identitas. Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana menjelaskan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa. Langkah awal yang dilakukan meliputi pengamanan area penemuan, pengumpulan keterangan saksi, serta koordinasi dengan tim identifikasi. “Begitu laporan masuk, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus mengamankan tempat kejadian,” ujarnya, Jumat (17/4/2026). Sekitar pukul 11.30 WIB, Tim Inafis dari Polres Cirebon Kota tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses ini bertujuan mengidentifikasi kondisi jenazah serta mencari petunjuk awal terkait identitas korban maupun dugaan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 45 tahun. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju dan belum dapat dipastikan identitasnya. Selanjutnya, pada pukul 12.30 WIB, jenazah dievakuasi ke RSUD Gunung Jati untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan dan proses autopsi guna memastikan identitas serta penyebab kematian secara lebih akurat. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110. Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan membuka ruang bagi informasi dari masyarakat. “Kami berharap adanya informasi dari masyarakat untuk membantu mengungkap identitas korban,” kata Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen pemberantasan peredaran gelap narkotika terus diperlihatkan jajaran Polres Majalengka. Sepanjang Maret hingga April 2026, aparat berhasil mengungkap enam kasus narkoba dan meringkus tujuh tersangka yang diduga sebagai pengedar. Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi dalam konferensi pers yang digelar di Aula Sindangkasih Mapolres, Kamis (16/4/2026). Ia didampingi Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo dan Kasi Humas AKP Yayan Suripna. “Dalam dua bulan terakhir, kami berhasil mengungkap enam kasus yang tersebar di sejumlah wilayah,” ujar Rita. Enam kasus itu masing-masing terjadi di dua titik di Kecamatan Cigasong, satu di Talaga, dua di Rajagaluh, dan satu di Cikijing. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tujuh pria dengan latar belakang beragam, mulai dari pengangguran, buruh, wiraswasta, hingga mahasiswa. Lima tersangka terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu, yakni A.H. (25) asal Cirebon, R.H. (27) dan M.T.J. (25) asal Rajagaluh, G.A. (31) asal Leuwimunding, serta E.R. (52) asal Cibinong. Sementara dua tersangka lainnya, D.K. (39) asal Bireuen dan G.F. (28) asal Talaga, diamankan terkait peredaran obat keras. Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 23,17 gram serta 1.670 butir obat keras. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka menggunakan modus “tempel” dengan panduan titik koordinat serta transaksi langsung atau COD. Atas perbuatannya, para tersangka pengedar sabu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun hingga maksimal 12 tahun penjara. Sedangkan pengedar obat keras dikenakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Majalengka. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110. “Peran masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Kami pastikan akan tindak tegas tanpa kompromi,” tegasnya. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah hukum Polsek Cigasong. Dua pelaku berhasil diringkus hanya dalam waktu satu pekan setelah laporan diterima. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Sindangkasih Mapolres Majalengka, Kamis (16/4/2026). Ia didampingi Kasat Reskrim AKP Udiyanto dan Kasi Humas Yayan Suripna. Peristiwa ini menimpa dua perempuan, Resa Amelia Syahrani dan Ai Arifah, saat melintas di Jalan Lingkar Baribis–Panyingkiran pada Jumat subuh, akhir Maret lalu. Dalam aksinya, tiga pelaku menghadang korban, menarik pakaian hingga korban terjatuh, bahkan menyeret salah satu korban yang pingsan demi menguasai sepeda motor. Pelaku juga mengancam menggunakan obeng untuk merampas telepon genggam korban. Hasil penyelidikan intensif membuahkan hasil cepat. Polisi mengamankan dua tersangka berinisial DAF (19) dan GDR (20), sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya sepeda motor Honda ADV milik korban, dokumen kendaraan, serta pakaian dan helm yang digunakan saat beraksi. Kapolres menegaskan, tindakan para pelaku tergolong brutal dan sangat meresahkan masyarakat. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang terlibat serta memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga di wilayah Majalengka. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas mendampingi penasihat khusus presiden Dudung Abdurachman dalam peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kamis (16/4/2026). Peresmian huntap ini menjadi langkah nyata pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, serta jajaran Forkopimcam Cisolok dan berbagai pihak terkait. Dalam kesempatan itu, Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang sempat mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut. Meski demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk membantu percepatan pemulihan, termasuk dukungan pembangunan hunian bagi warga terdampak. Bahkan, tambahan unit rumah direncanakan akan dibangun di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. “Hunian ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Asep Japar mengingatkan warga agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di kawasan rawan seperti lereng perbukitan. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melengkapi kebutuhan infrastruktur pendukung di lokasi relokasi, mulai dari akses jalan hingga sistem distribusi air bersih agar warga dapat hidup lebih nyaman dan layak. Di sisi lain, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, KH. Encep Hadiana, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan huntap tersebut. Ia menyebut, terbangunnya hunian ini merupakan hasil gotong royong lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, TNI, legislatif, hingga pemerintah daerah. “Ini bukti bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga tentang menjaga martabat diri, keluarga, dan daerah. Pesan menyentuh itu disampaikannya saat melepas 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sukabumi yang akan berangkat ke Turki dan Kuwait, Kamis (16/4/2026). Dalam suasana yang hangat dan penuh haru di Balai Kota Sukabumi, pelepasan berlangsung sederhana namun sarat makna. Penyerahan simbolis paspor dan tiket menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para CPMI menuju harapan yang lebih luas. Ayep Zaki menekankan bahwa kesempatan ini harus dimaknai sebagai amanah. Ia mengajak para pekerja migran untuk menempatkan kejujuran, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai pegangan utama selama berada di negeri orang. “Ini bukan hanya tentang bekerja, tetapi tentang bagaimana kita membawa nilai dan karakter sebagai orang Indonesia,” pesannya, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di luar negeri tidak ringan. Perbedaan budaya, bahasa, hingga lingkungan kerja membutuhkan kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, para CPMI diminta untuk tetap rendah hati, disiplin, serta menjaga sikap dalam setiap situasi. Menurutnya, keberangkatan ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam membuka jalan bagi masyarakat untuk berkembang. Namun lebih dari itu, keberhasilan para pekerja migran nantinya akan menjadi cermin kualitas sumber daya manusia Sukabumi. “Ketika kalian pulang, bawalah lebih dari sekadar hasil materi. Bawalah pengalaman, keterampilan, dan cara pandang baru yang bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Di sisi lain, momen pelepasan juga diwarnai rasa haru dari keluarga yang mengantar. Doa dan harapan mengiringi langkah para CPMI yang akan menempuh perjalanan jauh demi masa depan yang lebih baik. Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Ia berharap dapat bekerja dengan baik serta kembali dengan membawa hasil yang membanggakan bagi keluarga. Pelepasan ini bukan hanya seremoni, melainkan titik awal perjalanan hidup yang sarat makna. Dengan bekal pesan bijak dari pemimpin daerah, para CPMI diharapkan mampu melangkah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan menorehkan kisah keberhasilan di tanah rantau. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba melalui apel deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama, Kamis (16/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel ini diikuti seluruh jajaran, mulai dari pejabat manajerial, pegawai, regu pengamanan, CPNS hingga peserta magang. Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar Zero HALINAR serta penandatanganan komitmen sebagai simbol keseriusan dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa Zero HALINAR bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang wajib dijalankan dalam tugas sehari-hari. Ia menekankan tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, maupun praktik pungutan liar di dalam lapas. Seluruh petugas diminta menjaga komitmen dan memperketat pengawasan guna menutup celah pelanggaran. Untuk mendukung kebutuhan komunikasi warga binaan, pihak lapas telah menyediakan fasilitas resmi berupa Wartel Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas). Dengan demikian, seluruh aktivitas komunikasi wajib melalui jalur legal yang telah disediakan. “Deklarasi ini bukan seremonial, tetapi bentuk komitmen nyata seluruh jajaran untuk memastikan lapas bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan pungutan liar,” tegas Budi. Langkah ini juga sejalan dengan program penguatan pemasyarakatan nasional, termasuk implementasi arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi yang menekankan pemberantasan HALINAR melalui pengawasan ketat dan razia rutin. Selain itu, penguatan pengawasan juga terus didorong oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, melalui pelaksanaan razia berkala guna memastikan kondisi lapas tetap aman dan tertib. Dengan deklarasi ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan langkah konkret dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas, sekaligus memastikan penerapan Zero HALINAR berjalan konsisten dan berkelanjutan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah strategis dengan menunda pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum dan mengalihkan anggaran sebesar Rp12,6 miliar ke sektor infrastruktur dasar. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya mempercepat perbaikan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama pada jalan lingkungan, sistem drainase, dan penanganan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga. Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, menilai keputusan tersebut sebagai langkah realistis dalam menyesuaikan prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang efektif bukan ditentukan oleh besarnya proyek, melainkan sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ketika anggaran difokuskan ke kebutuhan dasar, dampaknya akan lebih cepat terlihat. Ini menyangkut kualitas hidup warga sehari-hari,” ujarnya, Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan, kondisi jalan lingkungan yang rusak, drainase tersumbat, hingga persoalan sampah menjadi isu yang tidak bisa ditunda penanganannya. Karena itu, pengalihan anggaran dinilai sebagai bentuk respons terhadap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat di tingkat bawah. Di sisi lain, Inggu menyebut proyek jembatan di Cibeureum tetap memiliki nilai penting untuk pengembangan kawasan. Namun, menurutnya, pelaksanaan proyek tersebut perlu menunggu kesiapan yang lebih matang, terutama setelah kebutuhan dasar terpenuhi. “Pembangunan harus bertahap. Dahulukan yang paling dibutuhkan masyarakat, baru kemudian masuk ke proyek yang sifatnya pengembangan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar anggaran yang dialihkan benar-benar terealisasi sesuai rencana dan tepat sasaran. DPRD, kata dia, akan terus mengawal kebijakan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dengan langkah ini, arah pembangunan di Kota Sukabumi diharapkan semakin terukur, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata warga di lingkungan tempat tinggal mereka. (Usep)
MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, melaksanakan kunjungan kerja ke jajaran Polres Majalengka yang digelar di kawasan wisata Situ Cipanten, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Majalengka Rita Suwadi bersama Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Majalengka, sekaligus menjadi ajang memperkuat kebersamaan di lingkungan kepolisian. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Ia menilai, kekompakan internal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam suasana santai di alam terbuka ini bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan juga sarana membangun komunikasi yang lebih erat antarjajaran. “Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat sinergi dan membangun semangat kerja yang solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolda. Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Polres Majalengka yang dinilai mampu menjaga kondusivitas wilayah. Seluruh personel pun didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara Polda Jawa Barat dan Polres Majalengka semakin kokoh, sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat yang ditunjukkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam memperjuangkan program strategis daerah patut diacungi jempol. Hal ini ditunjukkan saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026). Datang bersama Kepala Bappeda, Hasan Asari, Ayep membawa “amunisi” usulan prioritas yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik di Kota Sukabumi. Bagi Ayep, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi arena strategis untuk memastikan suara daerah benar-benar masuk dalam kebijakan provinsi. “Kami datang dengan agenda jelas, memastikan program prioritas Sukabumi tidak hanya didengar, tapi juga diakomodasi,” tegasnya. Ia menilai, sinkronisasi pusat–provinsi–daerah harus bergerak cepat dan konkret, agar pembangunan tidak jalan di tempat. Di forum yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, memberi sinyal keras soal disiplin anggaran. Ia meminta kepala daerah tidak sekadar hemat, tetapi cerdas dalam membelanjakan anggaran. “Efisiensi jangan jadi alasan turunnya pelayanan. Anggaran harus tepat guna, tepat sasaran, dan transparan,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong arah pembangunan yang lebih berkarakter—tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam dan budaya lokal. “Jabar harus maju tanpa kehilangan jati diri,” singkatnya. Forum ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pembangunan lintas daerah se-Jawa Barat, sebagai sinyal kuat penguatan kolaborasi. Menanggapi hal itu, Ayep Zaki optimistis peluang realisasi program Sukabumi semakin terbuka lebar. “Ini bukan sekadar wacana. Kita kawal sampai realisasi, supaya dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan yang akrab disapa Kades “Hurung”, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciletuh sebagai aset penting bagi kehidupan warga. Ajakan tersebut disampaikan di Kantor Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2026). Dia mengingatkan bahwa pembangunan Sungai Ciletuh pada tahun 1980 memiliki tujuan besar untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pengairan, pengendalian banjir, hingga menunjang aktivitas ekonomi warga. “Sungai Ciletuh ini dibangun untuk pengairan, mencegah banjir, dan mendukung kehidupan masyarakat. Ini warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya. Menurutnya, Sungai Ciletuh memiliki peran vital, tidak hanya sebagai sumber irigasi pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kawasan wisata Geopark Ciletuh yang terus berkembang. Namun demikian, kondisi sungai saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pendangkalan, pencemaran sampah, serta alih fungsi lahan di sekitar bantaran sungai. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, pemerintah, hingga komunitas, untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai. “Jangan buang sampah ke sungai, lakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin, dan tanam pohon di bantaran. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegasnya. Pemerintah Desa Cibenda, lanjut Hurung, akan menggandeng berbagai pihak seperti kelompok tani, karang taruna, serta pegiat lingkungan untuk menjalankan program pelestarian Sungai Ciletuh secara berkelanjutan, termasuk melalui edukasi ke sekolah-sekolah. Ia juga mengingatkan dampak nyata kerusakan lingkungan yang sudah dirasakan masyarakat. Saat musim hujan, banjir dan longsor kerap terjadi hingga merendam lahan pertanian dan membawa lumpur yang menyebabkan gagal panen. Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan melanda dan mengakibatkan kerugian serta terputusnya akses warga. “Segera hentikan aktivitas yang merusak alam, khususnya di bantaran Sungai Ciletuh. Jangan sampai kerusakan ini terus berulang dan merugikan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (Dicky)