Banyuasin, Bidik-kasusnews.com Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama Kapolda Sumsel dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, mengikuti rangkaian kegiatan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi melalui Zoom Meeting, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jl. Lalang No. Desa, Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan merupakan bagian dari agenda peresmian Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel bersama para PJU Polda Sumsel dan Dansat Brimob Polda Sumsel mengikuti seluruh rangkaian acara secara virtual dengan penuh khidmat. Peresmian ini menjadi momentum penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan akses antarwilayah. Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah sekitar. Kehadiran infrastruktur tersebut juga menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dan Polri dalam mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol menyampaikan bahwa jajaran Satbrimob Polda Sumsel siap mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi oleh Presiden RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat Polri Presisi dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian peresmian selesai dilaksanakan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada pangan melalui monitoring lahan jagung di Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kamis (13/8/2026). Monitoring tersebut berlangsung selama satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 Wita. Kegiatan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan. Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung di lahan tersebut diketahui belum merata. Sejumlah tanaman mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan tanaman lainnya. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga sebagian tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Polisi Pantau Perkembangan Tanaman Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sungai Pandan turut mengamati kondisi tanaman secara langsung sebagai bagian dari monitoring program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Personel yang melaksanakan kegiatan yakni Aipda Ridwan dan Bripka Aribowo, S. Untuk menuju lokasi, petugas menggunakan satu unit kendaraan roda dua Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Pandan. Monitoring secara berkala dinilai penting untuk mengetahui perkembangan tanaman sejak masa pertumbuhan. Dengan pemantauan langsung, kondisi lahan dan berbagai kendala yang muncul dapat segera diketahui serta dilaporkan kepada pimpinan. Program swasembada jagung tersebut diharapkan tetap berjalan meski terdapat tantangan berupa kondisi cuaca yang memengaruhi pertumbuhan sebagian tanaman. Polsek Sungai Pandan juga terus mendorong komunikasi dan sinergi dengan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian serta ketahanan pangan di wilayah Kabupaten HSU. Kegiatan monitoring berlangsung aman, lancar dan terkendali. Perkembangan tanaman jagung di Desa Tambalang Kecil akan terus dipantau secara berkala. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Personel kembali turun ke lapangan untuk memantau perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kamis (13/8/2026). Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita tersebut menyasar lahan seluas 4 hektare atau 40.000 meter persegi milik Sadikin. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan menjadi salah satu lahan binaan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung kini telah memasuki usia 95 hari setelah tanam (HST). Pertumbuhan tanaman terpantau cukup tinggi, dengan ketinggian berkisar 2 hingga 2,1 meter. Lahan tersebut mulai ditanami pada 12 Mei 2026 menggunakan benih jagung pakan jenis Hibrida Bisi 18. Untuk lahan seluas 4 hektare, benih yang digunakan mencapai sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus. Dalam perawatannya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses pengolahan dan perawatan tanaman masih mengandalkan peralatan secara manual. Jika perkembangan tanaman berjalan sesuai perkiraan, lahan jagung di Pulau Damar tersebut ditargetkan memasuki masa panen sekitar 10 Oktober 2026. Polisi Kawal Perkembangan hingga Panen Monitoring secara berkala dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau sekaligus mengetahui kondisi lahan menjelang masa panen. Kehadiran personel Polsek Banjang di tengah petani juga menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten HSU. Personel yang melaksanakan monitoring yakni Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Melalui pemantauan rutin, kepolisian dapat memperoleh gambaran perkembangan lahan sekaligus membangun komunikasi dengan petani terkait berbagai kebutuhan maupun kendala yang mungkin muncul selama proses budidaya. Budidaya jagung pakan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan hasil bagi petani, tetapi juga ikut mendukung ketersediaan bahan baku pakan dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Polsek Banjang memastikan pemantauan terhadap lahan jagung binaan akan terus dilakukan hingga memasuki tahapan panen. Hasil monitoring selanjutnya menjadi bagian dari laporan perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang dilaporkan aman, lancar dan terkendali. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Setelah berlangsung selama 30 hari dengan penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026), Upacara penutupan tersebut menjadi momentum penting sekaligus penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang selama satu bulan menghadirkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, berbagai instansi, mahasiswa, organisasi masyarakat serta warga untuk bekerja bersama membangun wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr.(Han), Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Turut hadir perwakilan Wali Kota Bandar Lampung, jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Denpom, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Dalam pelaksanaan upacara, sebanyak 446 personel dari berbagai unsur turut ambil bagian. Mereka terdiri dari Yonif TP, Kodim 0410/KBL, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Polresta Bandar Lampung, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Mitra Kodim, Hipakad, FKPPI, PPM, Banser, Hansip/Linmas, mahasiswa UIN, SMAN 7 Bandar Lampung dan masyarakat. TMMD Ke-129 bukan semata-mata tentang pembangunan fisik. Di balik setiap pembangunan jalan, rumah, sarana air bersih, MCK dan fasilitas umum, terdapat semangat pengabdian untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selama pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama masyarakat bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Keringat prajurit bercampur dengan semangat warga dalam suasana gotong royong yang menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dengan rakyat. Berbagai sasaran fisik yang dilaksanakan diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan akses dan konektivitas wilayah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sarana air bersih, MCK hingga fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, melalui sasaran nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kesehatan, pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, mitigasi bencana hingga ketahanan pangan. Dengan demikian, TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan baru, tetapi juga berupaya meninggalkan pengetahuan, kesadaran, semangat kemandirian dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral sebagai wujud pengabdian TNI kepada masyarakat. TMMD menjadi sarana untuk mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selama 30 hari pelaksanaan TMMD Ke-129, seluruh personel Satgas bersama pemerintah daerah dan masyarakat dinilai telah menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa. Dengan penuh ketulusan, seluruh unsur bekerja keras dan bergotong royong menyelesaikan program yang telah direncanakan. “Ketika TNI, pemerintah dan rakyat bergerak dalam satu tekad dan tujuan yang sama, berbagai tantangan dapat dihadapi, serta pembangunan dapat diwujudkan dengan lebih cepat, efektif dan tepat sasaran,” demikian inti pesan dalam amanat tersebut. Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Ke-129, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat Kelurahan Pinang Jaya. Hal yang menjadi perhatian utama dalam penutupan TMMD Ke-129 adalah keberlanjutan hasil pembangunan. Penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. Sebaliknya, hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama harus dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat dalam jangka panjang. Masyarakat diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun sehingga tetap dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya. Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tidak berhenti setelah Satgas meninggalkan lokasi. Karena sesungguhnya, TMMD bukan hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan. Bagi Kodim 0410/KBL selaku pelaksana TMMD Ke-129, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129 Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Satgas dan Babinsa telah menjadi bagian dari proses panjang dalam menggerakkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga membangun komunikasi, kepedulian dan rasa persaudaraan. Dari proses tersebut lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya akan semakin luas. Dengan ditutupnya TMMD Ke-129 TA 2026, seluruh hasil kegiatan secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dimanfaatkan dan dipelihara bersama. Upacara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta TMMD, pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara. Pada pukul 09.45 WIB, rangkaian upacara penutupan selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah lokasi sasaran TMMD untuk melihat secara langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program berlangsung. TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL akhirnya sampai pada penghujung kegiatan. Namun, semangat yang dibawanya diharapkan tetap tumbuh di tengah masyarakat. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kota Sukabumi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp148 miliar menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong agar potensi tersebut dapat dikelola lebih optimal sehingga tidak hanya menjadi sumber penghimpunan dana sosial, tetapi turut memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Ayep Zaki seusai pelantikan pengurus Baznas Kota Sukabumi periode 2026–2031, Rabu (13/8/2026). Ia menilai diperlukan target yang jelas agar peningkatan penghimpunan zakat dapat dilakukan secara bertahap. “Targetnya dalam satu tahun ini zakat kita Rp8 miliar total. Kemudian target kedua Rp12 miliar dan target ketiganya Rp16 miliar,” ujar Ayep Zaki. Menurutnya, Baznas ke depan harus ditempatkan sebagai bagian dari instrumen pembangunan daerah. Pengelolaan zakat dan wakaf diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai sumber pembiayaan pemerintah, termasuk APBD, bantuan keuangan provinsi dan PAD. “Baznas dijadikan satu instrumen pembangunan. Mulai dari APBD kita, bantuan keuangan dari provinsi, termasuk PAD kita, Baznas dan wakaf,” jelasnya. Ayep Zaki juga menilai sektor wakaf masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Saat ini, pengelolaan wakaf di Kota Sukabumi disebut menghasilkan sekitar Rp125 juta per tahun. Untuk memastikan program Baznas berjalan berdasarkan kebutuhan masyarakat, Pemkot Sukabumi akan mengintegrasikan data Baznas ke dalam Sukasai atau Sukabumi Smart Artificial Intelligence. Melalui sistem tersebut, penyusunan strategi, program hingga rencana aksi Baznas dapat dilakukan berdasarkan data. Realisasi program juga nantinya dapat dipantau secara digital. “Kita akan menyusun satu strategi kerja, program kerja dan action plan Baznas. Realisasi kerjanya akan dimonitor oleh Sukasai. Jadi semua data Baznas akan kita masukkan ke Sukasai,” kata Ayep Zaki. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Sukabumi Aceng Najmudin Nawawi menyebut realisasi penghimpunan ZIS saat ini masih berada di kisaran Rp5 miliar. Angka tersebut masih jauh dibandingkan potensi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp148 miliar. Menurut Aceng, kesenjangan antara potensi dan realisasi tersebut menjadi tantangan yang harus segera dijawab melalui strategi penghimpunan yang lebih kuat. “Ke depan barangkali penguatan regulasi dulu dan pemutakhiran digitalisasi. Sehingga kita bisa menganalisis seperti apa dan harus bagaimana untuk mengoptimalisasikan zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi,” ujarnya. Baznas Kota Sukabumi pun akan mendorong penguatan regulasi sekaligus memperbarui sistem digitalisasi. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk memetakan potensi muzaki sekaligus meningkatkan penghimpunan ZIS secara bertahap. Dengan dukungan pemerintah dan pemanfaatan teknologi, potensi ZIS yang selama ini belum tergarap maksimal diharapkan dapat dioptimalkan menjadi kekuatan sosial-ekonomi baru bagi masyarakat Kota Sukabumi. Kegiatan diakhiri dengan serah terima jabatan dari Miftah Amir kepada Aceng Aceng Najmudin Nawawi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026, muncul dugaan adanya pemotongan dana bantuan yang diterima kelompok penerima di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Program yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citarum tersebut diketahui memberikan bantuan sekitar Rp195 juta untuk setiap kelompok. Sejumlah wilayah di Pajampangan menjadi sasaran program, di antaranya Kecamatan Jampangkulon, Cibitung, Cimanggu, Kalibunder, Waluran dan Tegalbuleud. Namun, di balik pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi itu, muncul informasi mengenai dugaan pungutan atau pemotongan dana dalam jumlah cukup besar. Seorang pengurus kelompok yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan, pihaknya diduga diminta menyerahkan uang tunai sekitar Rp80 juta hingga Rp90 juta. Besaran tersebut bahkan disebut dapat berbeda di sejumlah kelompok. Menurut sumber tersebut, uang yang disetorkan disebut sebagai jasa atau biaya perantara dalam proses pengajuan dan pengakomodasian kelompok penerima program. Ia mengaku kelompoknya berada dalam posisi sulit karena harus memenuhi permintaan tersebut setelah dana bantuan dicairkan. “Kami terpaksa berutang untuk membeli pasir dan batu pecah. Untuk upah tenaga kerja juga dijanjikan dibayarkan setelah pencairan tahap kedua,” kata sumber yang sama, Rabu (13/8). Ia menegaskan, kewajiban menyetorkan uang tersebut tidak tercantum dalam petunjuk teknis maupun pakta integritas yang ditandatangani kelompok penerima. “Hal itu sama sekali tidak ada tertulis dalam aturan maupun pernyataan integritas yang kami tandatangani,” ujarnya. Jika dugaan tersebut benar, praktik pemotongan dana dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi kualitas pekerjaan. Sebab, dana yang semestinya digunakan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur irigasi menjadi berkurang sebelum seluruh kegiatan fisik dilaksanakan. Seorang pengamat dari unsur lembaga swadaya masyarakat menilai dugaan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran program pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pihak yang meminta maupun yang memberikan sama-sama tidak dibenarkan apabila praktik tersebut memang terjadi. Karena itu, perlu ada pemeriksaan agar persoalannya menjadi terang,” tegasnya. Masyarakat pun berharap aparat pengawas serta penegak hukum dapat melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan bantuan P3TGAI benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, sekaligus menjaga kualitas pembangunan irigasi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara. (Dicky)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Kepedulian terhadap keluarga anggota kembali ditunjukkan Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, jajaran Srikandi menyambangi kediaman Bapak Bagong, anggota aktif Squad Nusantara PAC Mlonggo, di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya putri Bapak Bagong, Adiba Yuniar Ramadhani binti Bapak Arif Zaenal Abidin. Ketua Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Riana Shofa, hadir langsung bersama sejumlah anggota. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menggelar tahlilan dan doa bersama untuk almarhumah. Selain doa bersama, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara juga menyerahkan santunan kepada pihak keluarga. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Riana Shofa sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada keluarga anggota yang sedang berduka. Riana Shofa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Srikandi Squad Nusantara untuk terus menjaga rasa kebersamaan dan kekeluargaan antaranggota. “Kami datang untuk mendoakan almarhumah sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Riana. Kehadiran jajaran Srikandi di tengah keluarga yang sedang berduka mendapat sambutan hangat. Suasana tahlilan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Keluarga Bapak Bagong diketahui berdomisili di RT 25/RW 05, Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat Squad Nusantara tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama anggota. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara berharap santunan dan kunjungan tersebut dapat menjadi penguat bagi keluarga Bapak Bagong dalam menghadapi musibah yang tengah dialami.(Wely)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mendampingi tumbuh kembang anak, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan membangun kebiasaan positif di rumah. Pesan tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri Sosialisasi “Ibu Cerdas, Pola Asuh Hebat, Anak Bahagia” se-Kelurahan Kebonjati yang berlangsung di Aula Keluarga Kebonjati, Kamis (13/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Ayep hadir bersama Ketua TP PKK Kota Sukabumi. Turut hadir Camat Cikole, Lurah Kebonjati Yunan Ananda, serta kader PKK dan Posyandu yang mengikuti kegiatan. Ayep menilai perhatian terhadap kebutuhan anak harus dilakukan sejak dini. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemenuhan asupan makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Ia menyebut telur sebagai salah satu bahan pangan yang dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Selain itu, susu dan makanan bergizi lainnya juga perlu diberikan sesuai kebutuhan anak. “Berikan anak nutrisi yang lengkap, salah satunya telur karena telur memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Termasuk susu dan lainnya,” kata Ayep. Di sisi lain, Ayep mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak terlalu lama terpaku pada layar televisi maupun telepon seluler. Menurutnya, penggunaan gawai perlu mendapatkan pengawasan agar tidak mengurangi kesempatan anak melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Ayep pun mendorong keluarga untuk mengajak anak kembali melakukan berbagai kegiatan sederhana yang dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir, seperti menggambar, menulis serta membaca buku. “Jangan biarkan anak terus-menerus menonton televisi ataupun bermain handphone. Lebih baik diarahkan untuk menggambar, menulis hingga membaca buku,” ujarnya. Menurut Ayep, pola pendampingan tersebut penting untuk membentuk kebiasaan anak sejak usia dini. Ia meyakini anak akan memiliki ruang tumbuh dan berkembang yang lebih baik ketika orang tua memberikan perhatian sekaligus membatasi aktivitas yang kurang produktif. Sementara itu, Lurah Kebonjati Yunan Ananda mengatakan kegiatan sosialisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader PKK dan Posyandu dalam memberikan edukasi kepada keluarga. Yunan menjelaskan, kader Posyandu memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pemahaman terkait tumbuh kembang dan kebutuhan nutrisi anak. Karena itu, materi mengenai pola asuh dinilai penting untuk terus disampaikan secara berkelanjutan. “Temanya ibu cerdas, pola asuh hebat, anak bahagia. Artinya, kader Posyandu setiap hari ikut memberikan edukasi tentang pola asuh anak sekaligus memberikan perhatian terhadap nutrisi,” ungkapnya. Ia menambahkan, pesan mengenai pentingnya makanan bergizi seperti telur, susu dan sumber nutrisi lainnya akan terus diteruskan kepada masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yunan berharap kolaborasi PKK dan Posyandu semakin mampu mendorong terciptanya pola asuh yang baik di tingkat keluarga. Para kader juga diminta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi aktif menyampaikan kembali edukasi kepada masyarakat. “Harapannya, PKK dan Posyandu di Kelurahan Kebonjati bisa mengedukasikan kembali kepada masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang baik dan pemenuhan nutrisi bagi anak,” pungkas Yunan. (Usep)
Bandung, Bidik-kasusnews.com Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin Tradisi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danrindam III/Siliwangi dan sejumlah pejabat Kodam III/Siliwangi di Ruang Sudirman Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.20–10.25 WIB dan dihadiri sekitar 150 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan tongkat komando, tanda jabatan dan pangkat, penyerahan Sempana Rindam III/Siliwangi, penandatanganan BAST dan Pakta Integritas, serta tradisi penerimaan dan pelepasan pejabat. Pejabat yang melaksanakan Sertijab yaitu Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto, S.E., M.Si., M.Tr. (Han.) sebagai Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Nurul Yakin, S.E., M.M., M.A., M.Han. sebagai Danrindam III/Siliwangi, Brigjen TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M. sebagai Irdam III/Siliwangi, Kolonel Inf Hendra Cipta, S.Sos., M.Si. sebagai Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Ckm dr. Haikal Mufid Hamid, Sp.PD. sebagai Kakesdam III/Siliwangi, Kolonel Ctp Rujito, S.Si., M.Sc. sebagai Katopdam III/Siliwangi, Kolonel Kav Ivan Alfa, S.Sos. sebagai Kajasdam III/Siliwangi, dan Letkol Inf Dudu Badrusalam, S.Ag. sebagai Kasetumdam III/Siliwangi. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memberikan penyegaran dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Pangdam meminta pejabat baru segera beradaptasi, membangun sinergi, dan menghadirkan inovasi guna mendukung keberhasilan tugas satuan. Menghadapi tantangan lingkungan strategis, kemajuan teknologi informasi dan ancaman multidimensi, seluruh prajurit dituntut meningkatkan profesionalisme, kemampuan beradaptasi dan kecepatan bertindak. “Setiap pejabat harus membangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, responsif, dan menjadi teladan melalui integritas, disiplin, serta loyalitas,” tegas Pangdam. Pangdam juga menegaskan Kodam III/Siliwangi harus mampu menjaga stabilitas keamanan Jawa Barat dan Banten serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prajurit Siliwangi diminta memegang teguh nilai Wangsit Siliwangi berupa kejujuran, kesatria, keberanian, kecintaan kepada rakyat dan kewibawaan. Pangdam mengajak seluruh keluarga besar Kodam III/Siliwangi menjaga soliditas, kebersamaan, integritas, disiplin dan semangat pengabdian agar Kodam III/Siliwangi semakin profesional, modern, adaptif, dicintai rakyat dan menjadi kebanggaan bangsa. Kegiatan berlangsung aman dan lancar, dilanjutkan dengan acara lepas sambut dan ramah tamah. (Agus) Sumber : Pendam III/Siliwangi
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), meningkatkan kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas pada pagi hari sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (13/8/2026) mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai, dengan menyasar kawasan Sekolah Ukhuwah di Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Patroli dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Banjang, Aiptu Soeyatmin, S.H., menggunakan kendaraan patroli roda dua. Kehadiran personel di kawasan sekolah dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib, terutama pada waktu aktivitas masyarakat dan pelajar mulai meningkat. Selain melaksanakan patroli, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi serta menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk tawuran, balap liar, pelanggaran lalu lintas maupun aksi kejahatan jalanan (street crime). Polisi Utamakan Pencegahan Kegiatan patroli rutin di kawasan sekolah dinilai penting sebagai langkah pencegahan sebelum gangguan keamanan terjadi. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada pelajar, tenaga pendidik, orang tua maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan tersebut. Personel juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Patroli dan pengaturan lalu lintas tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepolisian yang mengedepankan tindakan preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Dengan kegiatan tersebut, Polsek Banjang berharap situasi kamtibmas di wilayah hukumnya tetap aman, tertib dan kondusif, khususnya di lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi pada pagi hari. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan situasi di sekitar lokasi patroli berjalan aman dan kondusif. Polsek Banjang juga menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)