PALEMBANG, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meminta agar Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) tidak sekadar berkembang secara organisasi, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat dikukuhkan sebagai Ketua Pembina ASLINMAS se-Indonesia oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus dalam rangkaian Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (28/8/2026). “Jangan besar di struktur, tapi minim manfaat. Satlinmas harus dekat dengan masyarakat karena Satlinmas adalah warga setempat yang direkrut, dibentuk, dan langsung terjun di tingkat desa atau kelurahan. Peran utama Satlinmas adalah menjaga keamanan lingkungan, aktif membantu warga, gotong royong, dan menjadi pihak pertama yang siaga saat terjadi bencana alam di lingkungan,” tegas Kasad. Selain menyoroti tentang kontribusi Aslinmas, Kasad juga menegaskan bahwa kedekatan Satlinmas dengan masyarakat menempatkan unsur tersebut pada posisi strategis dalam membantu pemerintah dan institusi terkait menangani berbagai persoalan di daerah. Karena itu, ASLINMAS perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, serta berbagai unsur lainnya. “Sekarang TNI sudah berperan dengan Polri di depan, ada juga BNPB, mungkin nanti ASLINMAS bisa masuk. Dengan nanti ada kekompakannya dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan ASLINMAS, mungkin akan jauh lebih efektif,” ujar Kasad. Menurut Kasad, berbagai persoalan sosial dan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengelolaan sampah, tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan pembagian peran yang jelas dan tetap menghormati tugas serta kewenangan masing-masing. Dalam membangun kolaborasi tersebut, Kasad mengingatkan agar ASLINMAS tidak menjadikan kepentingan organisasi sebagai tujuan utama. Keberadaannya harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. “Jangan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan bangsa dan negara,” tegas Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pengukuhan Kasad sebagai Ketua Pembina ASLINMAS sekaligus menjadi momentum memperkuat peran Satlinmas sebagai unsur yang berada paling dekat dengan masyarakat. Melalui sinergi dan gotong royong, ASLINMAS diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan tangguh. Dengan demikian, penguatan ASLINMAS tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. (Red)
Bidik-kasusnews.com JOMBANG – Pelaksanaan Sidang Tata Tertib (Tatib) Komisi Organisasi dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026), menjadi perhatian sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sidang yang membahas aturan serta mekanisme penting dalam pelaksanaan Muktamar tersebut berlangsung secara tertutup. Akses menuju lokasi persidangan diperketat, sementara peserta dan warga Nahdliyin yang berada di luar ruangan tidak dapat memantau jalannya pembahasan secara langsung. Tidak tersedianya monitor streaming maupun pengeras suara di sekitar lokasi sidang semakin memunculkan pertanyaan di kalangan sejumlah pengurus NU daerah. Mereka menilai, pembahasan Tata Tertib merupakan tahapan penting karena hasilnya akan menjadi dasar bagi pelaksanaan agenda-agenda Muktamar berikutnya, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejumlah peserta yang berada di luar gedung mengaku hanya dapat memperoleh informasi mengenai jalannya sidang dari pihak lain. Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai alasan pembahasan Tata Tertib, yang dinilai sangat menentukan jalannya Muktamar, tidak dapat dipantau secara lebih terbuka. Salah seorang pengurus NU asal Riau yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekecewaannya terhadap pola pelaksanaan sidang tersebut. “Ini sengaja di-setting demikian agar sidang Tatib tidak bisa dipantau oleh pengurus lain,” ujarnya. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap proses pengambilan keputusan dalam forum tertinggi organisasi NU. Ia menilai, ketika peserta tidak memperoleh akses informasi secara langsung, ruang spekulasi justru akan semakin terbuka. Isu Pengkondisian AHWA Bermunculan Di tengah pelaksanaan Sidang Tatib yang berlangsung tertutup, isu mengenai mekanisme penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) juga mulai berkembang di kalangan sejumlah peserta Muktamar. AHWA memiliki peran penting dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU. Karena itu, proses penetapan ulama yang nantinya masuk dalam forum tersebut menjadi perhatian serius sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sejumlah pengurus daerah menyampaikan adanya dugaan pengkondisian terhadap komposisi ulama yang akan masuk dalam jajaran AHWA. Nama KH Miftakhul Akhyar disebut-sebut dalam pembicaraan sejumlah peserta sebagai salah satu figur yang dinilai tengah didorong untuk masuk dalam komposisi AHWA. Di sisi lain, sejumlah peserta juga menyampaikan kekhawatiran mengenai peluang ulama sepuh lainnya, seperti KH Nurul Huda Jazuli dan KH Anwar Mansur, yang menurut mereka harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam proses tersebut. Namun demikian, informasi mengenai dugaan pengkondisian AHWA itu hingga kini masih berupa pernyataan dan spekulasi dari sejumlah pengurus NU daerah. Belum ada konfirmasi resmi dari panitia Muktamar, pimpinan Komisi Organisasi, maupun pihak terkait yang membenarkan atau membantah adanya upaya pengkondisian terhadap komposisi AHWA. Salah seorang pengurus NU daerah bahkan mempertanyakan proses demokrasi yang berjalan dalam Muktamar kali ini. “Ini keterlaluan cara berdemokrasi NU yang sudah ditanamkan oleh para Mu’assis NU dan KH Abdurrahman Wahid,” ujarnya. Menurutnya, Muktamar seharusnya menjadi ruang musyawarah yang terbuka dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak untuk mengikuti serta memahami proses pengambilan keputusan. Transparansi Jadi Perhatian Peserta Sejumlah pengurus NU daerah berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, demokrasi, dan musyawarah. Mereka menilai transparansi tidak hanya berkaitan dengan apakah sebuah sidang disiarkan secara langsung, tetapi juga menyangkut akses peserta terhadap informasi dan kepastian bahwa seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan organisasi. (Hery: jakarta)
Muara Enim, Bidik-kasusnews.com Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Kepolisian melaksanakan kegiatan pemadaman lahan yang terdapat titik api di seputaran Dusun 1, Desa Lembak Sumur, LKT-01 milik PT Pertamina, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Jumat (28/8/2026). Kegiatan penanganan titik api tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran lahan serta meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah Pejabat Utama (PJU), di antaranya Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, serta Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra. Kehadiran para PJU di lokasi menjadi bentuk keseriusan Polri dalam melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel dan masyarakat. Personel di lapangan bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang terdampak guna memastikan titik api dapat dikendalikan serta tidak kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi antarpersonel serta pihak terkait. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menegaskan bahwa personel Brimob siap mendukung setiap upaya penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan. “Personel akan terus bergerak cepat dalam menangani setiap titik api. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat, personel, serta berupaya agar api tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya. Penanganan karhutla ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap kejadian kebakaran lahan di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan pemadaman titik api di wilayah Desa Lembak Sumur berlangsung dengan aman dan terkendali. Personel terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com Penyuluhan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertujuan untuk membangun kesadaran, mengubah perilaku masyarakat, serta memperkuat kesiapsiagaan bersama dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, S.E., M.Han. selaku Ketua Tim Penyuluhan Karhutla di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jum’at (28/8/2027) Dikatakannya terdapat sebelas perwira menengah dari perwakilan tiga matra yakni TNI AD, AL dan AU yang turut serta dalam kegiatan tersebut. “Mereka mulai hari ini sudah turun ke empat Koramil di wilayah Kodim 0402/OKI untuk mengetahui kondisi terkini dan menemukan kendala – kendala yang dihadapi masyarakat”, terangnya. Lebih lanjut dikatakannya selain memberikan penyuluhan, tim juga akan menyampaikan materi yang aplikatif dan mudah dicerna, mencakup pemetaan titik panas (hotspot), pengenalan karakter lahan gambut, serta respons cepat penanganan dini. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi komunikasi publik untuk mengubah kebiasaan tradisional membakar lahan menjadi kepedulian kolektif dalam menjaga kelestarian ruang hidup. “Selain itu, diharapkan kedepannya masyarakat akan memiliki kemandirian dalam memantau, mendeteksi dini, dan melaporkan potensi karhutla di wilayahnya”, tegasnya. “Menjaga hutan dari ancaman karhutla adalah tanggung jawab kolektif. Tanpa sinergi solid antara pemerintah, daerah, aparat keamanan baik TNI dan Polri serta masyarakat luas, pencegahan tidak akan optimal”, tandasnya. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.co. Jepara -28-Agustus-2026 Kabar menggembirakan datang dari Rutan Kelas IIB Jepara. Salah satu domba jenis Merino yang dipelihara melalui program pembinaan kemandirian berhasil melahirkan anakan dalam kondisi sehat. Kelahiran ini menjadi tanda perkembangan positif dari kegiatan budidaya ternak yang dikelola secara terbatas di lingkungan Rutan Jepara. Kondisi induk dan anakan saat ini dalam keadaan sehat dan terus dipantau oleh petugas dan Warga Binaan yang bertugas di bidang perawatan ternak, untuk memastikan kebutuhan pakan dan perawatan harian terpenuhi. Kegiatan pemeliharaan domba ini merupakan bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan di dalam Rutan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan aktivitas produktif bagi Warga Binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ternak merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. “Kelahiran anakan domba ini tentu menjadi kabar baik bagi kami. Saat ini kami baru memulai dengan sepasang indukan Merino, dan kelahiran ini menjadi awal yang baik. Kami akan terus menjaga dan mengembangkan kegiatan ini secara bertahap agar dapat memberikan manfaat, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan produktif yang mendukung proses pembinaan Warga Binaan,” ujar Renza. Dengan bertambahnya anakan domba Merino tersebut, Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan dan ketahanan pangan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
BATURAJA, Bidik-kasusnews.com TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) menuntaskan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 setelah 15 hari melaksanakan berbagai materi latihan. Latihan tersebut menjadi sarana menguji kemampuan bekerja bersama, memperkuat interoperabilitas, serta membangun komunikasi dan kepercayaan antarprajurit kedua negara. Latma yang melibatkan sekitar 1.000 prajurit TNI AD dan US Army tersebut resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). Upacara dipimpin Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo, M.M.S.C., Paban VIII/Kermalat Non Asia Sopsad, selaku Inspektur Upacara, bersama Perwira Penanggung Jawab Operasi USARPAC, Kolonel Richard King. Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan seluruh rangkaian latihan berlangsung aman, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, latihan memberikan kesempatan bagi kedua Angkatan Darat untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memahami prosedur dan mekanisme kerja masing-masing dalam berbagai skenario operasi. “Selama pelaksanaan latihan, kita telah saling belajar, bertukar pengalaman, memahami prosedur dan mekanisme kerja masing-masing pihak, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa semangat _mutual respect_, _mutual benefit_, dan _mutual trust_ bukan hanya menjadi semboyan, namun telah diwujudkan dalam setiap tahapan pelaksanaan latihan,” ujarnya. Senada dengan itu, Kolonel Richard King mengapresiasi kesiapan, disiplin, dan profesionalisme prajurit TNI AD selama latihan. Ia menilai kemampuan kedua pihak untuk berkoordinasi dan bekerja sebagai satu tim menunjukkan semakin kuatnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Kerja sama yang terjalin selama latihan ini sangat berharga. Kemampuan kita untuk berkoordinasi dan bertindak sebagai satu tim menunjukkan kekuatan hubungan kedua negara yang semakin kokoh,” ungkapnya. Selama 15 hari, Latma Ksatria Warrior 2026 yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kemampuan tempur bersama, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan regional dan internasional ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain _Academic Day_, _Engineer Capabilities_ (ENCAP) melalui renovasi SDN 04 Peracak, _Staff Exercise_ (Staffex), _Field Training Exercise_ (FTX), serta _Live Fire Exercise_ (LFX). Materi tersebut menguji kemampuan prajurit dalam aspek teknis, taktis, staf, hingga koordinasi operasi. Selain kemampuan militer, latihan juga memperkuat hubungan antarprajurit melalui interaksi sosial dan pertukaran budaya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung semangat persaudaraan, saling menghormati perbedaan budaya, serta menghargai kedaulatan masing-masing negara. Tuntasnya Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi bagian dari kesinambungan kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat. Berbagai pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama latihan diharapkan dapat memperkuat profesionalisme dan interoperabilitas prajurit, sekaligus semakin memperkokoh kepercayaan serta persahabatan TNI AD dan US Army. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Proses hukum terhadap mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim masih berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Silmy selama 30 hari dalam perkara dugaan pemerasan yang berkaitan dengan pengurusan izin tinggal warga negara asing. Perpanjangan tersebut berlaku mulai 2 September sampai 1 Oktober 2026. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut perpanjangan ini merupakan penahanan tahap ketiga terhadap tersangka berinisial SK. Menurut Budi, penyidik belum menyelesaikan seluruh rangkaian penyidikan. Tim masih mengumpulkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi yang dinilai mempunyai keterkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik masih melakukan serangkaian tindakan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara,” kata Budi, kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp Jum,at (28/8/2026). Keterangan para saksi dinilai penting untuk memperkuat konstruksi perkara sebelum berkas penyidikan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. KPK ingin memastikan setiap fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan dapat tersusun secara lengkap. Budi menjelaskan, penyelesaian berkas perkara tidak hanya menyangkut kelengkapan alat bukti, tetapi juga memastikan seluruh aspek formil dan materiil dalam perkara telah terpenuhi. Dengan perpanjangan tersebut, Silmy Karim akan tetap menjalani penahanan hingga batas waktu yang ditetapkan penyidik KPK. KPK menegaskan proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas serta objektivitas. Lembaga antikorupsi itu juga menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan kasus kepada publik sesuai dengan tahapan penanganan perkara. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penahanan, KPK tetap menekankan bahwa prinsip praduga tak bersalah harus tetap dihormati hingga perkara memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 28 Agustus 2026 — Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas IIB Jepara, Ilham Saputra Halilintar, memberikan pengarahan langsung kepada warga binaan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Dalam arahannya, Ilham menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib yang telah ditetapkan. Warga binaan diminta menjaga perilaku, menghormati sesama serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Menurut Ilham, situasi rutan yang aman dan kondusif dapat terwujud apabila seluruh warga binaan memiliki kesadaran untuk menaati aturan dan ikut menjaga lingkungan bersama. Selain memberikan arahan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara jajaran pengamanan dengan warga binaan. Petugas membuka ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan berbagai persoalan maupun informasi yang berkaitan dengan kondisi di dalam rutan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengapresiasi kegiatan pengarahan yang dilakukan jajaran pengamanan. Ia menilai komunikasi secara langsung menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan. “Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui kondisi warga binaan sekaligus memberikan arahan secara tepat. Kami berharap seluruh warga binaan terus menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Renza. Pengarahan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus melakukan penguatan keamanan melalui pengawasan, komunikasi serta pendekatan pembinaan kepada seluruh warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Respons cepat aparat kewilayahan bersama petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kebakaran lahan kosong di kawasan Pantai Puri Gading, Jalan RE Martadinata, RT 04 LK I, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Kebakaran tersebut diketahui setelah muncul asap dari lahan kosong dengan luas sekitar 400 meter persegi pada Kamis (27/8/2025). Mendapat laporan dari masyarakat, Pelda Ari S., Babinsa Kelurahan Sukamaju Koramil 410-03/TBU, langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Pos Teluk Betung Timur (TBT). Koordinasi cepat dilakukan untuk memastikan api segera ditangani sehingga tidak merambat ke area lain, terutama mengingat kondisi lahan yang berpotensi membuat api mudah meluas. Petugas Damkar Kota Bandar Lampung kemudian tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam serta enam personel. Bersama Babinsa dan unsur kewilayahan, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran pada pukul 16.44 WIB. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pemantauan awal di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Namun, pihak yang melakukan pembakaran maupun penyebab pasti kejadian masih belum diketahui dan memerlukan penelusuran lebih lanjut. Selain membantu proses pemadaman, Babinsa turut memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tetap aman. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi yang dapat meningkatkan risiko api menyebar. Penanganan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Camat Teluk Betung Timur, Lurah Sukamaju, Babinsa, Kaling/RT, Linmas, serta petugas Damkar Kota Bandar Lampung. Kehadiran cepat Babinsa bersama Damkar dan aparat kewilayahan menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam merespons laporan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kejadian sekaligus mencegah kebakaran lahan berkembang dan mengancam permukiman maupun fasilitas di sekitarnya. (Agus)
Kalbar, Bidik-kasusnews.com Tim Penyuluh Karhutla Wilayah Sintang yang dipimpin Brigjen TNI Zamroni meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Balai Agung, Kecamatan Tebelian, Kabupaten Sintang, Kamis (27/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi pascakebakaran sekaligus mengevaluasi penanganan Karhutla yang terjadi pada Selasa malam. Area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 8 kilometer persegi. Berkat respons cepat dan sinergi personel Kodim 1205/Sintang, instansi terkait, serta masyarakat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Brigjen TNI Zamroni menekankan pentingnya pemantauan pascakebakaran untuk memastikan tidak ada bara maupun potensi munculnya kembali titik api. Ia juga mengapresiasi gotong royong seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. “Sinergitas antara TNI, instansi terkait, dan masyarakat sangatlah penting dalam penanganan Karhutla. Kecepatan bertindak dan kebersamaan membuktikan bahwa kita mampu melindungi lingkungan kita bersama-sama,” ujar Brigjen TNI Zamroni. Selain penanganan, kesiapsiagaan dan pencegahan harus terus diperkuat melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, edukasi, serta komunikasi dengan masyarakat. Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Brigjen TNI Zamroni berharap sinergi TNI, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat terus terjaga sehingga setiap potensi Karhutla dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. Dirinya juga sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga bersama dengan aparat TNI – Polri serta petugas lainnya dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sintang. “Semangat gotong royong diharapkan terus dipertahankan sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar, ” pungkasnya. (Agus)