Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti kegiatan Zoom Meeting Analisis dan Evaluasi (Anev) Quick Win yang diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program prioritas Polri yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) pukul 10.00 WITA tersebut digelar di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) II Polres HSU dan diikuti jajaran Polres Hulu Sungai Utara secara virtual. Zoom Meeting Anev Quick Win dipimpin langsung oleh Karorena Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Dolly Gumara, S.I.K., M.H., yang memberikan arahan terkait evaluasi capaian program Quick Win serta langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di seluruh satuan kewilayahan. Dari Polres HSU, kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Hulu Sungai Utara, Kabagren Polres HSU, para operator Quick Win, serta personel Bagren Polres HSU yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaporan program. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program unggulan Polri, sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan arahan terkait peningkatan kualitas pelaporan, penguatan indikator kinerja, serta optimalisasi program Quick Win sebagai bagian dari transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, diharapkan setiap satuan kerja mampu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus menyusun langkah perbaikan yang efektif guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program strategis Polri dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan Zoom Meeting Anev Quick Win, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres HSU dalam mewujudkan institusi Polri yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat melalui implementasi program-program yang terukur dan berorientasi pada hasil. (Agus)      

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tabur, Desa Tayur, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., sebagai Pimpinan Ziarah. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara. Ziarah rombongan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polres HSU dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Peserta upacara terdiri dari satu pleton perwira Polres HSU, satu pleton staf Polres HSU, satu pleton bersenjata, satu pleton Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres HSU, serta satu pleton Pengurus Cabang Bhayangkari Hulu Sungai Utara. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara ziarah di area Taman Makam Pahlawan yang berlangsung penuh khidmat. Seluruh peserta memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan mereka dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas jasa-jasa para pejuang yang telah mewariskan semangat patriotisme kepada generasi penerus bangsa. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto mengatakan, ziarah rombongan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri agar terus menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres HSU berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Seluruh rangkaian kegiatan ziarah dan tabur bunga berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan situasi yang tetap kondusif. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Agus)      

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Di tengah teriknya matahari yang menyelimuti kawasan Sungai Way Betung, sosok Babinsa tampak tak hanya mengawasi jalannya pekerjaan, tetapi juga turut mengangkat material bangunan bersama warga. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Adalah Serka Nofriadi, Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), yang terus aktif mendampingi pembangunan Jembatan Beton Sungai Way Betung di Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digagas untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki hari ke-16 pelaksanaan pekerjaan atau H+16, Senin (22/6/2026), progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 2 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital antara Kelurahan Sukarame 2 dan Kelurahan Batu Putuk. Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga karena akan mempermudah mobilitas sekitar 150 kepala keluarga atau lebih dari 360 jiwa yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah oleh aliran Sungai Way Betung. Serka Nofriadi mengatakan, keterlibatannya dalam proyek tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Jembatan ini dibangun untuk kepentingan warga. Kehadiran kami bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan semangat agar budaya gotong royong tetap terjaga dan pekerjaan berjalan dengan aman serta lancar,” ujarnya di lokasi kegiatan. Sejak tahap survei lokasi pada 4 Juni 2026, peletakan batu pertama (ground breaking) pada 5 Juni 2026, hingga saat ini memasuki tahap mobilisasi material, Babinsa terus mendampingi warga dan tim teknis pelaksana pembangunan. Berdasarkan laporan lapangan, kegiatan hari itu melibatkan enam personel TNI dari Kodim 0410/KBL dan enam warga masyarakat yang bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan. Saat ini progres fisik jembatan telah mencapai sekitar enam persen dengan fokus pekerjaan pada distribusi dan penataan material konstruksi. Pembangunan jembatan tersebut berada di kawasan Kampung Pancasila, wilayah binaan Koramil 410-03/Teluk Betung Utara yang sejak tahun 2022 ditetapkan sebagai percontohan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat toleransi, persatuan, dan gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat menjadi salah satu alasan Kelurahan Sukarame 2 dipilih sebagai Kampung Pancasila. Nilai-nilai tersebut terlihat nyata dari tingginya partisipasi warga yang secara sukarela terlibat dalam proses pembangunan jembatan. Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu hadir membantu dan menjadi penggerak kebersamaan warga. “Babinsa sudah seperti bagian dari keluarga masyarakat di sini. Beliau aktif mengajak warga bergotong royong, memberikan pemahaman terkait pembangunan, bahkan ikut bekerja bersama masyarakat,” ungkapnya. Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI sendiri menargetkan pembangunan 30 titik jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan daerah, membuka akses wilayah yang terisolasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam, Kolonel Kav Roli Dewanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masa depan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Didukung cuaca yang cerah dan kondisi keamanan yang kondusif, proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Way Betung dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam membangun Indonesia dari wilayah-wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur yang lebih baik. (Agus)      

Majalengka, Bidik-kasusnews.com, Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mematangkan berbagai persiapan melalui latihan intensif yang melibatkan personel terbaik dari berbagai satuan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah latihan terjun payung yang digelar di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Senin (22/6/2026). Latihan yang telah berlangsung sejak pekan lalu dan dijadwalkan hingga 25 Juni 2026 tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta perlengkapan dalam mendukung rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. Sejak pukul 07.00 WIB, Tim Penerjun Polri menjalani serangkaian latihan udara dengan pendampingan dan pengawasan ketat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kemampuan operasional sekaligus memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pada acara puncak yang akan dihadiri berbagai unsur penting negara. Dalam latihan tersebut, personel diterjunkan menggunakan pesawat Polisi Udara jenis CN-295 dengan berbagai skenario operasi udara. Para peserta mengasah kemampuan teknis melalui latihan pada ketinggian yang bervariasi, mulai dari 5.000 hingga 14.000 kaki. Variasi ketinggian tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan penerjunan, kesiapan fisik, ketahanan mental, serta profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai kondisi operasi di lapangan. Sebanyak 118 personel dari berbagai satuan jajaran Polri ambil bagian dalam latihan ini. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan penerbangan dan prosedur penerjunan yang berlaku guna meminimalkan risiko selama pelaksanaan latihan. Kegiatan ini turut mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan Korps Brimob Polri. Hadir meninjau latihan antara lain Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, Irjen Pol. Rudy Harianto, serta Plt. Dansatlat Brimob Korbrimob Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh personel agar tetap mengutamakan disiplin, profesionalisme, dan keselamatan dalam setiap tahapan latihan maupun saat pelaksanaan tugas nantinya. Melalui latihan yang terencana dan berkelanjutan ini, Polri berharap seluruh personel memiliki kesiapan maksimal untuk mendukung suksesnya peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menampilkan kemampuan terbaik, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan persiapan yang matang, seluruh rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus mencerminkan dedikasi serta profesionalisme Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 22 Juni 2026 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melaksanakan kontrol langsung ke area brandgang dan blok hunian sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik. Kegiatan kontrol dilakukan dengan menyusuri area brandgang dan kamar hunian untuk memantau kondisi lingkungan, sarana pengamanan, serta situasi dan kondisi warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan juga berdialog dengan warga binaan guna menyerap informasi secara langsung terkait pelaksanaan pembinaan maupun pemenuhan hak-hak mereka selama menjalani masa pidana.   Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi prinsip deteksi dini yang terus diperkuat di lingkungan Rutan Jepara guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa keamanan dan pemenuhan hak warga binaan harus berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.   “Kontrol rutin ke area brandgang dan blok hunian penting dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Di sisi lain, kami juga ingin memastikan hak-hak warga binaan, baik terkait pelayanan, kesehatan, pembinaan, maupun kebutuhan dasar lainnya, dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Renza.   Melalui kegiatan kontrol langsung ini, Rutan Jepara terus berupaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan.   Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 22 Juni 2026 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, bersama jajaran pejabat struktural melaksanakan pemeriksaan kerapian dan kelengkapan atribut petugas sebagai bentuk penguatan disiplin dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan. Pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap seluruh petugas yang akan melaksanakan tugas, meliputi penggunaan seragam dinas, kelengkapan atribut, identitas pegawai, serta kerapian penampilan sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin untuk memastikan setiap petugas siap menjalankan tugas dengan baik.   Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Jepara menegaskan bahwa kedisiplinan dimulai dari hal-hal mendasar, termasuk kerapian dan kepatuhan terhadap penggunaan atribut kedinasan. “Kerapian dan kelengkapan atribut mencerminkan kedisiplinan, kesiapan, serta profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas. Hal-hal kecil seperti ini harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga,” ujar Renza.   Selain pemeriksaan atribut, pejabat struktural juga memberikan penguatan kepada petugas agar senantiasa menjaga integritas, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.   Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas guna mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang optimal. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

BANDUNG, Bidik-kasusnews.com – Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan pengaturan proyek atau yang dikenal sebagai kasus “ijon proyek” di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (22/6/2026) pagi. Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi untuk memberikan keterangan terkait aliran uang yang dipersoalkan serta dugaan adanya pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Kuasa hukum Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, Dr. I Wayan Suka Wirawan, SH, MH, menilai keterangan para saksi justru menguatkan dalil pihaknya bahwa uang yang dipermasalahkan merupakan pinjaman dan bukan suap ataupun gratifikasi. “Terkait saksi, semuanya tadi membenarkan bahwa selama ini uang yang dipersoalkan merupakan pinjaman yang tidak ada hubungannya dengan proyek-proyek yang dimenangkan Sarjan. Hasil persidangan hari ini sudah sangat jelas,” kata Wayan usai sidang. Menurutnya, tema persidangan hari ini berfokus pada dua hal utama, yakni status hukum uang yang dipersoalkan oleh JPU dan dugaan adanya pengaturan proyek yang dikaitkan dengan Ade Kuswara Kunang. Ia menjelaskan, para saksi, mulai dari Sarjan, Riki Yuda Bahtiar, dan Sugiharto, telah mengakui bahwa uang tersebut merupakan pinjaman serta didukung oleh alat bukti tertulis yang sah seperti kuitansi. “Sudah tidak terbantahkan bahwa uang itu adalah pinjaman. Status hukum uang itu yang penting, karena dari sanalah nantinya dapat ditarik konstruksi hukum apakah peristiwa tersebut masuk kategori suap atau gratifikasi. Sekali lagi, status uang itu adalah pinjaman,” ujarnya. Selain itu, Wayan juga menyoroti keterangan Reza, ajudan Bupati Bekasi nonaktif, yang dihadirkan untuk mengklarifikasi dugaan adanya perintah dari Ade Kuswara Kunang terkait pengaturan proyek dan penentuan pemenang tender. Menurut Wayan, Reza dalam kesaksiannya menegaskan tidak pernah ada perintah dari Ade untuk menemui kepala dinas maupun mengarahkan pihak tertentu agar memenangkan perusahaan tertentu dalam proses tender. “Tadi Reza juga sudah memberikan kesaksian bahwa tidak pernah ada perintah dari Pak Bupati untuk menemui kadis-kadis, memerintahkan melalui yang bersangkutan untuk memenangkan pemenang tender tertentu,” katanya. Terkait daftar atau list proyek yang selama ini disebut-sebut dalam perkara tersebut, Wayan mengatakan pihaknya sempat meminta jaksa menunjukkan dokumen asli. Namun, menurut dia, dokumen yang dimaksud tidak dapat ditunjukkan dalam persidangan. Ia menegaskan, berdasarkan keterangan Reza, daftar tersebut bukan berisi nama-nama calon pemenang tender, melainkan aspirasi masyarakat yang diusulkan agar mendapatkan prioritas dalam penganggaran daerah. “Tidak ada yang namanya list itu berhubungan dengan pemenang tender, apalagi perintah dari Pak Bupati. List itu murni merupakan aspirasi warga yang kemudian direkomendasikan agar mendapatkan prioritas untuk dianggarkan,” tutup Wayan. “Isu hukum utama kasus ini adalah status hukum uang yang dipersoalkan, bukan soal aliran atau sumber uang itu sendiri, yang dalam kasus ini juga tidak terbukti tidak sah itu”. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Ade Azharie, memberikan penilaian berbeda terhadap kesaksian yang disampaikan Sarjan. Menurut jaksa, keterangan tersebut memperjelas sumber dana yang diserahkan kepada Ade Kuswara Kunang. “Kalau ada uang atau keuntungan dari proyek diserahkan, kejelasan dari Sarjan seperti itu. Artinya, uang yang diberikan Sarjan kepada Ade Kuswara Kunang adalah uang hasil dari keuntungan-keuntungan proyek yang diperoleh dari ujarnya. Sidang perkara dugaan suap dan pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya guna mengungkap fakta-fakta hukum dalam perkara tersebut. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kontingen Pencak Silat Garuda TNI Angkatan Darat kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum I pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Kasau Championship 2026 Tingkat Nasional yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jakarta, 19–21 Juni 2026. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan kontingen Yonif 201/Jaya Yudha Kodam Jaya/Jayakarta yang meraih Juara Umum III di kategori TNI/Polri. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 1.000 atlet dari berbagai daerah dan instansi tersebut resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026) oleh Kapuskesau Marsekal Muda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes. Pada kategori TNI/Polri, Tim Pencak Silat Garuda TNI AD yang diperkuat 18 atlet, terdiri atas 14 atlet putra dan 4 atlet putri, tampil dominan sepanjang pertandingan. Berkat penampilan yang impresif, tim berhasil mengoleksi 16 medali emas dan mengantarkan TNI AD meraih gelar Juara Umum I. Sementara itu, Juara Umum II diraih oleh Tim Pencak Silat TNI Angkatan Udara dengan perolehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu. Sedangkan Juara Umum III diraih oleh Tim Pencak Silat Yonif 201/Jaya Yudha Kodam Jaya/Jayakarta dengan raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu. Kasau Championship 2026 diikuti oleh 1.050 atlet yang terbagi dalam tiga kategori, yakni kategori TNI/Polri sebanyak 136 atlet, kategori umum dewasa sebanyak 117 atlet, serta kategori pemassalan yang terdiri atas pelajar dan usia dini sebanyak 797 atlet. Keberhasilan Kontingen Garuda TNI AD yang dipimpin Kolonel Inf M. Arief Gumelar, S.I.P., M.M., meraih Juara Umum I menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga prestasi di lingkungan TNI AD. Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding yang unggul, tetapi juga mencerminkan hasil pembinaan yang berkesinambungan terhadap para atlet pencak silat TNI AD. Penanggung Jawab Kontingen Pencak Silat Garuda TNI AD, Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.H., M.H., M.Han., menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan pendukung yang telah memberikan penampilan terbaik selama kejuaraan berlangsung. “Kejurnas Pencak Silat Kasau Cup 2026 merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan pencak silat di jajaran TNI AD. Kami bangga atas prestasi yang diraih para atlet dan berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi pada berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Selain berorientasi pada prestasi, TNI AD secara konsisten mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan berjiwa ksatria. Prestasi yang diraih pada Kasau Championship 2026 semakin mempertegas komitmen TNI AD dalam membina olahraga prestasi sekaligus mengharumkan nama institusi dan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi. (Agus)

KUNINGAN,-Bidik-kssusnews.com,. 22 Juni 2026 Program swasembada pangan yang digalakkan Polri terus berjalan masif di Kabupaten Kuningan, Demi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang optimal, Polres Kuningan siap siaga mengawal ketahanan pangan melalui jajaran Satreskrim, Polsek, hingga Bhabinkamtibmas yang aktif mendampingi petani, mulai dari proses penanaman jagung hingga tahap panen dan pendistribusian ke pabrik. Pantauan di lapangan, jajaran Polres Kuningan turun langsung ke ladang saat masa panen. Dari ladang, hasil panen warga kini memasuki tahap penimbangan dan penggudangan, Karung-karung berisi pipilan jagung kering ditimbang ulang sebelum dikirim ke pabrik pengolahan. Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis bersama anggota Polres lainnya terlihat memantau langsung proses tersebut guna memastikan seluruh alur berjalan lancar, aman, dan transparan. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri hadir mendukung ketahanan pangan nasional. Kami mendampingi petani sejak pembibitan, perawatan, panen, sampai jagung siap didistribusikan ke pabrik, Tujuannya agar hasil petani terserap maksimal dan harga tetap stabil. Polres Kuningan siap siaga mengawal ketahanan pangan dari hulu hingga hilir,” ujar AKP Abdul Azis saat meninjau gudang penyimpanan. Program ini juga melibatkan kelompok tani binaan Polri. Mulai dari penyediaan lahan, bimbingan teknis cara tanam jagung yang baik, hingga fasilitasi kerja sama dengan pihak pabrik, Dengan keterlibatan aktif Satreskrim Polres Kuningan dalam mengawal rantai distribusi, diharapkan para petani di Kuningan tidak lagi dirugikan oleh praktik tengkulak yang mempermainkan harga. Setelah ditimbang, jagung hasil panen petani Kuningan langsung dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi pakan ternak dan bahan baku industri lainnya, Langkah konkret ini diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan petani lokal sekaligus memperkuat stok pangan daerah. Polres Kuningan berkomitmen akan terus mengawal program swasembada pangan ini secara berkelanjutan, Ke depan, lahan pertanian jagung binaan Polri rencananya akan terus diperluas agar kontribusi Kabupaten Kuningan untuk ketahanan pangan nasional semakin besar dan berdampak langsung bagi masyarakat. ( Asep Rusliman)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Upaya mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung yang dilaksanakan di Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para petani mengenai teknik budidaya jagung yang baik, sehingga dapat meningkatkan hasil panen serta mendukung program swasembada pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Banjang yang terlibat yakni Kanit Provost Polsek Banjang Aipda Robbi Utama, Brigadir Fahmi Rachman, dan Bripda M. Alfito Gusna. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, pemilihan bibit unggul, hingga langkah-langkah perawatan tanaman jagung agar tumbuh maksimal. Kapolsek Banjang melalui personelnya menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan budidaya jagung sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung ketersediaan pangan,” ujar salah satu petugas di lokasi kegiatan. Selain memberikan penyuluhan, personel Polsek Banjang juga menjalin komunikasi dengan warga untuk menyerap berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan. Langkah ini dilakukan agar program pertanian yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau kondusif. Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian jagung di Kecamatan Banjang semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta terwujudnya ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)