JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kamis, 27 Agustus 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan pengajian rutin bagi warga binaan yang bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Jepara. Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Pengajian rutin menjadi salah satu bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengambil waktu untuk melakukan refleksi dan muhasabah diri. Dengan menyimak nasihat dan materi keagamaan yang disampaikan, warga binaan diajak untuk melihat kembali perjalanan diri, menyadari kesalahan yang pernah dilakukan, serta menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan karakter warga binaan. > “Muhasabah menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat kembali diri kita, dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Renza. Rutan Jepara terus mendorong pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai bagian dari proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Pengajian berlangsung aman, tertib, dan khidmat, dengan warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Agustus 2026 — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Jepara terus dievaluasi. Salah satunya melalui Rapat Evaluasi Seksi Upacara yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan dan instansi terkait, Rabu (26/8/2026). Rutan Kelas IIB Jepara turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Jepara, Moh. Riza Aliyafi, hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara untuk mengikuti pembahasan evaluasi pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan. Dalam rapat tersebut, peserta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan upacara sekaligus membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan teknis kegiatan dan koordinasi antarinstansi. Berbagai masukan menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan kenegaraan pada kesempatan berikutnya. Bagi Rutan Jepara, keikutsertaan dalam rapat evaluasi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari koordinasi kelembagaan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk ikut mendukung agenda pemerintah daerah. Moh. Riza Aliyafi menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi diperlukan agar setiap kegiatan dapat terlaksana secara lebih terarah dan optimal. “Evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Kami siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda,” ungkapnya. Melalui forum tersebut, hubungan koordinasi antara Rutan Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara, dan berbagai instansi diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran berbagai agenda pemerintahan serta kegiatan kenegaraan di Kabupaten Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara untuk meningkatkan kegiatan pembinaan rohani. Kegiatan tersebut digelar di Masjid At-Taubah Rutan Jepara dengan suasana penuh kekhusyukan. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan membaca shalawat, berdzikir, serta memanjatkan doa bersama. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti secara antusias. Kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu warga binaan melakukan refleksi dan memperbaiki diri. “Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap warga binaan semakin memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan memiliki semangat untuk menjalani kehidupan dengan nilai-nilai kebaikan,” ujar Renza. Menurutnya, lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan berbagai pembinaan agar warga binaan memiliki bekal positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Dengan lantunan shalawat dan doa bersama, kegiatan Maulid Nabi di Masjid At-Taubah Rutan Jepara berlangsung aman, lancar, dan penuh nuansa kebersamaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Blora – Rapat pleno Squad Nusantara Muria Raya Plat K digelar di Hotel Cepu, Kabupaten Blora, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan anggota dan perwakilan wilayah Squad Nusantara se-Muria Raya.   Rapat pleno diikuti enam DPC yang berada di wilayah Muria Raya Plat K, yakni Ketua DPC Kudus Roni, Ketua DPC Rembang Hartono, Ketua DPC Jepara Eko Basuki, sementara DPC Grobogan diwakili Rulli, DPC Pati diwakili Doni, serta DPC Blora diwakili Oni selaku tuan rumah kegiatan.   Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi, kekompakan, solidaritas, serta menjaga korsa antaranggota Squad Nusantara di wilayah se-Karesidenan Pati.   Dalam rapat, disepakati bahwa kegiatan pertemuan Squad Nusantara Muria Raya Plat K akan dilaksanakan secara bergantian di masing-masing daerah. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di DPC Rembang pada Desember 2026.   Selain memperkuat organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi anggota Squad Nusantara di wilayah Plat K untuk saling mengenal dan terus membangun hubungan baik antarpengurus maupun anggota.   Salah satu keputusan penting dalam rapat pleno adalah pemberian amanah kepada Ketua DPC Jepara, Eko Basuki, untuk menjadi Ketua Squad Nusantara Muria Raya Plat K. Keputusan tersebut disepakati bersama oleh para ketua DPC yang hadir maupun yang diwakili.   Usai menerima amanah tersebut, Eko Basuki menegaskan komitmennya untuk menjaga Squad Nusantara Muria Raya tetap solid, kompak dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan. “Ke depan, kami ingin Squad Nusantara Muria Raya Plat K selalu menjaga seduluran, kekompakan, soliditas dan korsa. Yang paling utama adalah bagaimana keberadaan kita bisa memberikan manfaat dan berbuat baik untuk masyarakat di wilayah Plat K se-Karesidenan Pati,” ujar Eko Basuki.   Eko juga mengajak seluruh ketua DPC se-Muria Raya untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dan membangun organisasi agar semakin solid.   Ia berharap semangat persaudaraan yang telah terbangun tidak hanya berhenti dalam kegiatan organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Mari kita bersama-sama mewujudkan Muria Raya yang semakin solid dan berjaya. Semua DPC harus tetap bersama, saling mendukung dan menjaga silaturahmi,” pungkasnya.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 24 Agustus 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar warga binaan. Salah satunya dilakukan melalui pembagian perlengkapan mandi kepada seluruh warga binaan. Pembagian perlengkapan mandi dilakukan secara tertib oleh petugas kepada warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan pemasyarakatan, sekaligus mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat selama warga binaan menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan kebersihan diri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan serta menciptakan lingkungan hunian yang nyaman. «“Kebersihan diri merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Melalui pembagian perlengkapan mandi ini, kami memastikan kebutuhan dasar warga binaan dapat terpenuhi dengan baik sekaligus mendorong mereka untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Renza.» Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan rutan yang sehat, tertib, dan kondusif. Dengan tersedianya perlengkapan kebersihan pribadi, warga binaan diharapkan semakin terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran program pembinaan di dalam Rutan Jepara. Kegiatan pembagian perlengkapan mandi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Seluruh warga binaan mendapatkan perlengkapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

PEMALANG, Bidik-kasusnews.com            Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Dukuh Celebak, RT 60 RW 06, Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Berbagai kegiatan dan perlombaan tradisional digelar warga untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung penuh keceriaan. Warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, turut ambil bagian maupun menyaksikan jalannya perlombaan. Sejumlah permainan khas perayaan HUT Kemerdekaan, seperti lomba makan kerupuk dan balap karung, menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Sorak-sorai dan tepuk tangan warga mengiringi setiap perlombaan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kegembiraan. Bagi warga Dukuh Celebak, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang hiburan. Perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong serta menjaga kekompakan antarwarga. Ketua Panitia Pelaksana, Mulyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, peringatan kemerdekaan tahun ini berjalan sangat lancar dan penuh kegembiraan. Saya sangat berterima kasih kepada semua warga yang telah turut mendukung acara ini,” ujar Mulyono. Ia berharap kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan suasana yang semakin meriah. “Harapan saya, semoga di tahun-tahun mendatang kegiatan lomba-lomba positif seperti ini dapat terus terlaksana dengan lebih baik, semakin meriah, dan menjadi kebanggaan serta kebahagiaan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya. Semarak HUT ke-81 RI di Dukuh Celebak menunjukkan bahwa nilai persatuan dan gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, warga turut menjaga semangat kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah lingkungan tempat tinggal. Perayaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, kepedulian dan kerukunan warga Desa Randudongkal. Reporter: Penji Pribana

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Kepercayaan seorang warga Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, kepada seorang perempuan yang baru dikenalnya melalui Facebook berujung masalah. Perempuan yang baru sehari bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu diduga membawa kabur uang milik majikannya hingga Rp15 juta. Kasus tersebut terungkap setelah korban berinisial MAF (29) menemukan uang yang disimpan di dalam laci kamar rumahnya telah hilang. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/8/2026). Kasatreskrim Polres Jepara AKP Andika Oktavian Saputra mengatakan, perempuan yang diduga sebagai pelaku sebelumnya berkenalan dengan istri korban melalui media sosial Facebook. Pada hari kejadian, perempuan tersebut datang ke rumah korban setelah sebelumnya terjadi kesepakatan untuk bekerja sebagai ART. Tanpa menunggu lama, ia langsung mulai bekerja pada hari yang sama. “Baru kenal dari Facebook. Hari itu juga langsung kerja di rumah korban,” kata Andika, Sabtu (22/8/2026). Perempuan tersebut bekerja hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama setelah itu, korban menyadari uang yang disimpan di dalam laci kamar berkurang. Pasangan suami istri tersebut kemudian mencoba mencari tahu penyebab hilangnya uang dengan memeriksa rekaman kamera CCTV yang terpasang di rumah. Dari rekaman tersebut, terlihat perempuan yang baru bekerja itu masuk ke kamar dan melakukan aktivitas di sekitar laci tempat uang disimpan. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, perempuan tersebut diduga mengambil uang dalam dua kesempatan. Uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu itu diduga kemudian disembunyikan di balik pakaian yang dikenakannya. “TKP-nya di rumah korban di Desa Mayong Kidul. Kejadiannya pada Rabu, 19 Agustus 2026,” ujar Andika. Total kerugian yang dilaporkan korban diperkirakan mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Setelah mengetahui uangnya hilang, korban berusaha menghubungi perempuan tersebut. Namun, nomor telepon yang sebelumnya digunakan sudah tidak aktif. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas perempuan tersebut sekaligus mencari keberadaannya. Andika mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan kepercayaan kepada orang yang baru dikenal, terutama melalui jejaring media sosial. “Apalagi kenal di media sosial. Harus ekstra berhati-hati dan waspada,” tegasnya. Kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Jepara. Polisi terus mengumpulkan informasi dan bukti untuk mengungkap dugaan pencurian tersebut.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 21 Agustus 2026 Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Setelah rangkaian perlombaan yang digelar untuk warga binaan, Rutan Jepara melaksanakan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Pembagian hadiah berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. Para warga binaan yang berhasil meraih juara menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat mereka dalam memeriahkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan. Kegiatan perlombaan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa nasionalisme di kalangan warga binaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan kemerdekaan di lingkungan rutan diharapkan dapat memberikan suasana positif bagi warga binaan. «”Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana seluruh warga binaan dapat menikmati kegiatan dengan semangat kebersamaan, sportivitas, dan rasa cinta tanah air,” ujar Renza.» Dengan pembagian hadiah tersebut, rangkaian perlombaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rutan Jepara berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan positif bagi warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

BATAM, BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis melalui jalur laut berhasil digagalkan aparat gabungan di wilayah perairan Kepulauan Riau. Sebanyak sekitar 2,6 ton sabu cair ditemukan dari kapal MV Ocean Porter, sekaligus 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai. Penindakan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Polda Kepulauan Riau pada 17–18 Agustus 2026. Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 10 anak buah kapal (ABK) MV Ocean Porter yang seluruhnya merupakan warga negara Myanmar. Pengungkapan kasus bermula dari analisis intelijen gabungan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Bea Cukai Batam, dan Direktorat Intelijen BNN RI pada awal Agustus 2026. Dari hasil analisis tersebut, petugas menemukan pergerakan tidak biasa kapal MV Ocean Porter yang berbendera Tanzania. Kapal itu kemudian diprofiling karena diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan narkotika. Hasil profiling menunjukkan kapal diduga melakukan aktivitas ship-to-ship narkotika di wilayah perairan Andaman-Selat Malaka sebelum melanjutkan perjalanan menuju Selat Singapura. Informasi intelijen tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memperketat pemantauan terhadap pergerakan kapal hingga memasuki wilayah perairan Indonesia. Dikejar hingga Perairan Tanjung Parit Pada 17 Agustus 2026, tim gabungan Bea Cukai dan BNN melakukan operasi pengejaran terhadap MV Ocean Porter. Operasi tersebut melibatkan Satgas Patroli Laut Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dan PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, dengan dukungan sejumlah kapal patroli Bea Cukai serta Tim Onboard BNN RI. Pada malam harinya, petugas yang berada di kapal patroli Bea Cukai BC20011, BC 30005, BC1410, dan BC 1305 berhasil mengamankan MV Ocean Porter di perairan utara Tanjung Parit. Kapal tersebut kemudian ditarik menuju Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan mendalam dilaksanakan pada 18 Agustus 2026. Proses tersebut melibatkan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam, PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Satgas Patroli Laut Bea Cukai, BNN RI, serta Polda Kepulauan Riau. Petugas juga menggunakan unit anjing pelacak K-9 Bea Cukai Batam serta sejumlah peralatan pendeteksi dan identifikasi narkotika, antara lain backscatter x-ray, Rigaku, NIK (Narcotics Identification Kit), dan Defender Omega milik BNN. 8 Drum dan 1 Tangki Berisi Sabu Cair Kecurigaan petugas akhirnya terbukti setelah ditemukan 8 drum dan 1 tangki berisi cairan beraroma menyengat yang disembunyikan di dalam palka kapal. Pengujian awal menggunakan Defender Omega, Rigaku, dan NIK menunjukkan cairan tersebut positif mengandung methamphetamine atau sabu. Total berat bruto sabu cair diperkirakan mencapai sekitar 2,6 ton. Besarnya barang bukti tersebut membuat penindakan ini menjadi salah satu pengungkapan narkotika dalam jumlah sangat besar. Bea Cukai memperkirakan keberhasilan operasi tersebut dapat menyelamatkan sekitar 14,15 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan, temuan tersebut menunjukkan adanya upaya serius untuk memasukkan narkotika ke Indonesia melalui jalur laut. “Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti pentingnya pengawasan berbasis intelijen terhadap pergerakan kapal yang memiliki indikasi terkait jaringan perdagangan narkotika lintas negara,” tegas Djaka dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026). Tak Hanya Sabu, 1,57 Juta Rokok Ilegal Ikut Ditemukan Pemeriksaan terhadap MV Ocean Porter tidak berhenti pada temuan sabu cair. Petugas juga menemukan 157 boks rokok polos atau tanpa pita cukai merek GD yang diduga berasal dari Tiongkok. Rokok tersebut ditemukan dalam kontainer bernomor DRYU9201919. Setiap boks berisi 50 slop. Masing-masing slop terdiri atas 10 bungkus, sementara setiap bungkus berisi 20 batang rokok. Dengan perhitungan tersebut, jumlah keseluruhan barang bukti mencapai 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai. “Jadi selain sabu cair, kami juga menemukan 157 boks rokok polos atau tanpa pita cukai merek GD dalam kontainer yang diangkut MV Ocean Porter,” kata Djaka. Nilai barang dari 1.570.000 batang rokok tersebut diperkirakan mencapai Rp3.917.150.000. Sementara itu, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp4.463.478.600. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa satu kapal yang menjadi sasaran pengawasan aparat diduga membawa lebih dari satu jenis barang ilegal. Selain narkotika dalam jumlah besar, petugas juga menemukan jutaan batang rokok yang tidak memenuhi ketentuan di bidang cukai. 10 ABK Myanmar Masih Diperiksa Bea Cukai, BNN RI, dan Polda Kepulauan Riau kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh kasus tersebut. Pendalaman diarahkan untuk mengetahui asal barang, tujuan pengiriman, pihak yang terlibat, hingga kemungkinan keterkaitan dengan jaringan narkotika lintas negara. Sebanyak 10 ABK MV Ocean Porter yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar telah diamankan dan dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman. Sementara terhadap 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai, petugas akan melakukan proses penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai. Djaka menegaskan, pengungkapan sabu cair dan rokok tanpa pita cukai dari MV Ocean Porter menjadi bukti pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi penyelundupan lintas negara. “Pengungkapan NPP dan rokok tanpa pita cukai di MV Ocean Porter menjadi bukti bahwa sinergi antara Bea Cukai, BNN dan Polri mampu menggagalkan upaya peredaran barang ilegal,” pungkasnya. Ia menambahkan, aparat berkomitmen terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat kerja sama untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika serta peredaran barang ilegal, sekaligus menjaga wilayah Indonesia dari aktivitas penyelundupan lintas negara. (Heri)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 21 Agustus 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara memperkenalkan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) yang baru, Ilham Saputra Halilintar, kepada seluruh warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari awal pelaksanaan tugas sekaligus momentum untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Ilham Saputra Halilintar memperkenalkan diri di hadapan seluruh warga binaan serta menyampaikan sejumlah arahan terkait kehidupan di lingkungan rutan. Ia mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, menaati tata tertib, serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di Rutan Jepara. Perkenalan secara langsung tersebut diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya komunikasi yang baik antara Ka.KPR dengan warga binaan. Komunikasi yang terbuka dan humanis menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa setiap pejabat yang mendapat amanah baru perlu membangun komunikasi dengan seluruh unsur di lingkungan kerja, termasuk warga binaan. «”Kami berharap Ka.KPR yang baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan Rutan Jepara dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga binaan. Dengan komunikasi yang baik, pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Renza.» Ilham Saputra Halilintar selanjutnya akan menjalankan tugas sebagai Ka.KPR Rutan Jepara dengan mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kegiatan perkenalan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi langkah awal bagi Ka.KPR yang baru dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab di Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara