Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung pada Selasa sore (14/4/2026) menyebabkan sejumlah titik di Kelurahan Sukarame tergenang air. Merespon kondisi tersebut, Babinsa setempat, Pelda Putu dari Koramil 410-01/Panjang, segera turun ke lapangan untuk memantau langsung genangan air dan memastikan keselamatan warga. Berdasarkan pantauan di Jalan Pulau Sebesi dan Jalan Pulau Sangiang, tepatnya di lingkungan Gang Masjid, Gang Darma, dan Gang Budaya, Babinsa menemukan bahwa air mulai merendam badan jalan hingga masuk ke pekarangan rumah warga. Ketinggian air tercatat sekitar 20 sentimeter dengan luas genangan mencapai 200 meter. Pelda Putu menjelaskan bahwa genangan terjadi akibat curah hujan yang sangat deras, sementara kapasitas saluran irigasi atau parit di lokasi tersebut dinilai terlalu kecil untuk menampung debit air. “Alhamdulillah, tidak ada warga yang terdampak signifikan hingga perlu mengungsi. Saat hujan mulai reda, genangan air juga terlihat berangsur surut,” ujar Pelda Putu saat ditemui di lokasi kejadian. Kehadiran Babinsa di tengah warga mendapat apresiasi dari Ketua RT setempat. Menurutnya, aksi cepat Babinsa dalam memonitor situasi memberikan rasa aman dan informasi yang akurat bagi warga, terutama bagi mereka yang rumahnya berada di titik terendah. “Kami tidak hanya memantau, tetapi juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan jika hujan kembali turun dengan deras. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk hadir dan melindungi masyarakat,” tambah Pelda Putu. Hingga pukul 17.30 WIB, kondisi genangan air di lokasi mulai berangsur surut dan situasi dinyatakan aman. Koramil 410-01/Panjang bersama jajaran Kodim 0410/KBL akan terus berkoordinasi dengan aparat kelurahan untuk memetakan titik-titik rawan genangan guna antisipasi ke depannya. (Agus)

Bidik-kasusnews.com Cilacap-14-April-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap di Polresta Cilacap. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan yang dikaitkan dengan pemberian tunjangan hari raya (THR). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa ada tujuh saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Mereka terdiri dari enam kepala dinas dan satu kepala badan di lingkungan Pemkab Cilacap. “Pemeriksaan dilakukan di Polresta Cilacap guna mempermudah proses penyidikan terhadap para saksi yang berada di daerah,” ungkapnya kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp 14/4/2026.   Kasus ini turut menyeret nama Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman, yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan dengan dalih pengumpulan dana THR di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).   Adapun para saksi yang diperiksa berasal dari sejumlah instansi strategis, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.   Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pejabat tersebut yakni Annisa Fabriana, Arida Puji Hastuti, Achmad Nurlaeli, Buddy Haryanto, Budi Narimo, Moch. Ichlas Riyanto, dan Bayu Prahara. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik KPK mendalami sejauh mana keterlibatan serta pengetahuan para saksi terkait dugaan praktik pengumpulan dana THR yang diduga dilakukan secara tidak sah.   KPK menegaskan akan terus mengembangkan perkara ini dan membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut dimintai keterangan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen lembaga antirasuah dalam menindak tegas praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA, 14 April 2025 — Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya diwujudkan lewat pengelolaan lahan pertanian di area branggang yang kini semakin produktif. Pada kegiatan yang berlangsung Selasa pagi, para WBP tampak antusias mengikuti rangkaian aktivitas perawatan tanaman. Kegiatan meliputi penanaman bibit terong, penyiraman tanaman secara rutin, hingga pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar area tanam.   Penanaman bibit dilakukan sebagai langkah peremajaan tanaman agar hasil panen tetap berkelanjutan. Sementara itu, penyiraman dilakukan dengan metode yang tepat, yakni memastikan air terserap hingga ke bagian akar tanaman, sehingga pertumbuhan dapat berlangsung optimal.   Selain itu, pembersihan gulma menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lahan. Tanaman liar yang tidak dikendalikan dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama karena menyerap nutrisi dan air dalam tanah. Oleh karena itu, kebersihan area tanam terus dijaga secara berkala.   Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari peserta magang yang turut berbagi pengetahuan seputar teknik budidaya tanaman yang baik dan benar. Kehadiran mereka membantu meningkatkan pemahaman WBP terhadap praktik pertanian yang efektif.   Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Jepara tidak hanya berfokus pada pembinaan secara administratif, tetapi juga memberikan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan oleh WBP setelah kembali ke masyarakat. Program pertanian ini diharapkan menjadi salah satu bekal penting dalam membuka peluang usaha serta mendukung kemandirian ekonomi di masa depan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program kesehatan nasional dengan menghadiri kegiatan kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Semergou, Jl. Dr. Susilo No. 2 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara, pada Selasa (14/4/2026), berjalan tertib dan aman berkat sinergi seluruh aparat terkait. Kehadiran Dandim 0410/KBL tidak sekadar seremonial. Kolonel Arm Roni Hermawan turut memantau langsung jalannya acara yang diawali dengan tarian tradisional Tapis Berseri, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga penayangan video penanggulangan TB di Bandar Lampung. Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si., melaporkan capaian dan tantangan penanganan TB di wilayahnya, yang kemudian mendapat arahan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. Puncak perhatian tertuju pada arahan dari Wakil Menteri Dalam Negeri Irjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., dan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran TNI dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan pun mengapresiasi kebijakan tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk turun langsung ke lapangan. Momen penting lainnya adalah penyerahan Piagam Penghargaan Penanggulangan Tuberkulosis oleh Wamendagri dan Wamenkes didampingi Gubernur dan Walikota Bandar Lampung. Dandim juga turut memberikan dukungan penuh kepada para penerima penghargaan, yang terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, rumah sakit, kader posyandu, serta pengurus PKK se-Kota Bandar Lampung. Dalam sesi dialog interaktif bersama kader penyintas TB, Kolonel Arm Roni Hermawan terlihat aktif menyimak aspirasi dan memberikan motivasi agar mantan pasien TB dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya. Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 peserta ini juga dimeriahkan oleh para camat, lurah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparat terkait lainnya yang turut mengamankan jalannya acara. Sinergi antara Kodim 0410/KBL, pemerintah daerah, dan aparat terkait berhasil menciptakan suasana kondusif hingga acara usai pukul 12.00 WIB. Dengan aksi nyata ini, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan kembali membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam urusan pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Komitmen kuat beliau diharapkan menjadi contoh bagi aparat lainnya dalam mendukung program prioritas nasional. (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Divisi Profesi dan Pengamanan (DivPropam) Mabes Polri menggelar Penegakan dan Penertipan Disiplin (Gaktiplin) dengan sasaran Senjata Api (Senpi) dan amunisi di Polres HSU, Selasa (14/4/2026). Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K, M.Si mengatakan ini bagian dari pengawasan internal untuk mencegah penyalahgunaan Senpi dan amunisi. Lanjut, ia menjelaskan pemeriksaan ini tak hanya menyasar ke senpi dan amunisi yang dipegang oleh personel. Namun senpi dan amunisi yang tersimpan di gudang logistik juga diperiksa. “Secara keseluruhan dicek tim Divpropam Mabes Polri dan Seslog Polri mulai dari kondisi fisik hingga pencocokan nomor senjata yang disesuaikan dengan data administrasi logistik,” jelas Kapolres HSU. Ia juga menyebut dari hasil pemeriksaan di Polres HSU tidak ditemukan adanya pelanggaran ataupun penyalahgunaan senpi dan amunisi. “Tidak ada pelanggaran ataupun penyalahgunaan. Semua sesuai dengan data administrasi logistik dan fisik senjata api. Baik itu yang dipegang personel maupun yang tersimpan di gudang logistik,” terang Kapolres HSU. Kemudian ia juga menuturkan sangat menyambut baik kegiatan yang digelar Divpropam Mabes Polri di Polres HSU ini. “Kami sangat berterima kasih atas periksaan ini. Tentunya hal ini membuat kami semua selalu disiplin. Baik itu soal penggunaan senjata api maupun hal lainnya,” tutur Kapolres HSU. Dikesempatan itu tim Divpropam Mabes Polri yang dipimpin Kombes Pol Agus Halimudin, S.H., S.I.K., M.H. memberikan penekanan terkait pentingnya penggunaan senjata api secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur. Menurutnya senjata api merupakan alat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, sehingga setiap anggota wajib mematuhi aturan yang berlaku. Selain tim Divpropam Mabes Polri. Kegiatan tersebut juga diikuti Slog Mabes Polri. Kemudian juga ada tim Bid Propam Polda Kalsel yang dipimpin Kasubbid Provos Bid Propam Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien S.H., M.Ag dan personel jajaran Bid Propam Polda Kalsel. Kemudian juga tampak diikuti Wakapolres HSU beserta pejabat utama, Kapolsek jajaran hingga seluruh personel Polres HSU yang memegang senjata api dinas. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 14 April 2026 — Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap praktik ilegal pembuatan dan distribusi cheat pada game Mobile Legends: Bang Bang yang telah merugikan pengembang hingga miliaran rupiah. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan resmi dari pihak pengembang melalui kuasa hukum sejak akhir 2024.   Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan celah sistem dengan membuat aplikasi ilegal berbentuk file APK. Aplikasi tersebut memungkinkan pemain memperoleh keuntungan tidak sah, seperti mengetahui posisi lawan secara langsung saat permainan berlangsung. “Praktik ini tidak hanya merusak keadilan dalam permainan, tetapi juga mengganggu ekosistem digital serta melanggar hak kekayaan intelektual,” jelasnya, Selasa (14/4).   Dari hasil penyelidikan yang melibatkan patroli siber dan analisis digital forensik, polisi berhasil mengidentifikasi seorang pelaku berinisial DAR (22). Pelaku diketahui memasarkan cheat melalui platform Telegram dengan sistem penjualan berjenjang, termasuk kepada reseller.   Pengembangan kasus membawa tim penyidik hingga ke wilayah Lampung, di mana satu terduga pelaku berhasil diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.   Dalam operasinya, pelaku menawarkan berbagai paket cheat dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp270 ribu, tergantung masa penggunaan. Setelah transaksi dilakukan, pembeli akan menerima file APK beserta akses ke server tertentu yang memungkinkan cheat digunakan secara langsung dalam game.   Hasil investigasi menunjukkan bahwa aktivitas ilegal ini telah berlangsung sejak 2021 hingga Agustus 2025, dengan total keuntungan yang diraup pelaku mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, pihak pengembang game mengalami kerugian yang diperkirakan melebihi Rp2,5 miliar akibat maraknya penggunaan cheat. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal di dunia digital. “Penggunaan maupun distribusi cheat merupakan pelanggaran hukum. Kami mengajak masyarakat untuk bermain secara fair dan menjaga ekosistem digital tetap sehat,” ujarnya.   Polda Jateng menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak lain yang terlibat dalam produksi dan distribusi cheat game ilegal. (Wely) Sumber:Humas Polda Jateng

Balangan, Bidik-kasusnews.com – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Banjang pada Senin (13/4/2026) sore sekitar pukul 18.00 WITA, mengakibatkan kerusakan pada salah satu rumah warga. Berdasarkan hasil pengecekan dan pemantauan yang dilakukan jajaran Polsek Banjang pada Selasa (14/4/2026) pukul 11.00 WITA, dampak kejadian tersebut tercatat terjadi di Desa Beringin. Sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa bagian jendela rumah milik Rabiatul Adawiyah yang berlokasi di RT 04. Akibat insiden tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 ribu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat mengganggu aktivitas warga sekitar dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya lanjutan. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang disertai hembusan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi menyebabkan pohon tumbang serta membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi kejadian. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, serta siap memberikan respons cepat terhadap potensi bencana di wilayah hukumnya. (Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM Balangan – Jajaran Polsek Banjang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Balangan guna mengantisipasi potensi banjir di wilayah hukumnya. Monitoring dilakukan pada Selasa (14/4/2026) pagi, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Berdasarkan hasil pemantauan di pintu air Desa Beringin, ketinggian air tercatat berada di angka 1,80 meter. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 20 sentimeter dari sebelumnya yang mencapai 2,00 meter dengan status siaga. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan adanya dampak banjir di wilayah hukum Polsek Banjang. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, jalan umum, hingga permukiman warga dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak terdampak genangan. Kapolsek Banjang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Warga diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap potensi banjir bandang yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika curah hujan kembali meningkat. Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah desa setempat guna memastikan penyampaian informasi secara cepat dan akurat apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan. “Apabila dalam beberapa waktu ke depan curah hujan di wilayah Kabupaten Balangan masih tinggi, maka debit air Sungai Balangan berpotensi kembali mengalami peningkatan,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut. Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi serta memberikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana alam. (Agus)

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 13 April 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025. Dalam pengembangan terbaru, KPK menetapkan seorang ajudan gubernur berinisial MJN sebagai tersangka.   Penetapan ini melengkapi daftar pihak yang sebelumnya telah lebih dulu dijerat, yakni Gubernur Riau berinisial AW, Kepala Dinas PUPR PKPP berinisial MAS, serta tenaga ahli gubernur berinisial DAN. KPK menduga adanya praktik pemerasan dan penerimaan uang yang melibatkan sejumlah pejabat daerah.   Sebagai bagian dari proses hukum, MJN langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 13 April hingga 2 Mei 2026. Ia menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung ACLC KPK di Jakarta.   Dalam konstruksi perkara yang diungkap penyidik, dugaan korupsi ini bermula dari permintaan sejumlah dana oleh gubernur kepada perangkat daerah di Pemprov Riau. Permintaan tersebut dilakukan dalam tiga tahap sepanjang Juni hingga November 2025.   KPK menemukan bahwa MJN diduga memiliki peran penting sebagai perantara aliran dana. Pada tahap pertama, ia disebut menyalurkan uang sebesar Rp950 juta kepada gubernur. Kemudian, pada tahap kedua, kembali menyalurkan Rp450 juta.   Sementara pada tahap ketiga, terkumpul dana sebesar Rp750 juta dari sejumlah perangkat daerah yang kemudian diamankan sebagai barang bukti oleh tim KPK saat operasi penyelidikan tertutup pada 3 November 2025.   Atas perbuatannya, MJN dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, termasuk dugaan penerimaan gratifikasi dan pemerasan secara bersama-sama dengan tersangka lainnya.   KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana serta peran pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di tingkat daerah.(Wely) Sumber:kpk,go,id

Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com – Dugaan kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah Jl. Sejahtera Kampung Sawah Indah RT 01/05 langsung ditindaklanjuti cepat oleh tim kesehatan dari Puskesmas Cakung, Senin (13/04/2026). Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya pencegahan penyebaran penyakit. Tim kesehatan yang turun ke lokasi terdiri dari Dodi Rudiansyah dan Dewi Sabria, didampingi kader Jumantik, Dasa Wisma, serta unsur masyarakat setempat. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap seorang anak berinisial M yang diduga mengalami gejala DBD dan meninjau kondisi lingkungan sekitar rumah pasien. Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan beberapa titik yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Menyikapi hal tersebut, tim langsung memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan. Kepala Puskesmas Cakung, Melda Gloria Manullang, juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terdapat indikasi kasus DBD di lingkungan masing-masing sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Di sela kunjungan, tim turut menyampaikan imbauan agar warga aktif menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan DBD, menurut petugas, memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar penyebaran dapat ditekan secara maksimal. Sementara itu, keluarga pasien melalui ayah pasien, Sukaya, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan quick respon berbagai pihak. Apresiasi disampaikan kepada Walikota Jakarta Timur Munjirin serta anggota DPRD Jakarta dari fraksi PAN Syahroni yang dinilai cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kami dari keluarga pasien mengucapkan terima kasih atas respon cepat yang diberikan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan kami mendapat pendampingan,” ungkap Sukaya. Dengan adanya langkah cepat ini, diharapkan potensi penyebaran DBD dapat dicegah serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. (Heri)