Jakarta – Bidik-kasusnews.com, Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, melalui Upacara yang di pimpin oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos, dan diikuti oleh seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusterad. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Mapusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026). Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid, yang di bacakan oleh Wadan Pusterad, disampaikan bahwa tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah ” Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut sejalan dengan filosofi identitas peringatan tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM. Di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh. Selain itu, upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar. Dalam bidang perlindungan generasi muda di ruang digital, Pemerintah juga telah memberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan tersebut, menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia. Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. (Agus)

Amuntai | Bidik-kasusnews.com, Subdirektorat Pembinaan Polisi Masyarakat (Subdit Binpolmas) Direktorat Binmas Polda Kalimantan Selatan memberikan pembekalan kepada personel Polisi RW dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Aula Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel dan mitra kamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut diikuti oleh jajaran Sat Binmas, Polisi RW, serta perwakilan FKPM dari berbagai wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Tim Subdit Binpolmas Dit Binmas Polda Kalimantan Selatan dipimpin oleh KOMPOL Winarno, S.Sos., M.A., bersama AKP Sulis Kuncoro, S.Sos., BRIPKA Jhona Armando, S.H., dan BRIPDA Muhammad Noor Zainal Asyikin, S.P. Mereka menyampaikan materi mengenai penguatan tugas, evaluasi pelaksanaan fungsi Polisi RW, serta optimalisasi peran FKPM sebagai ujung tombak pemeliharaan keamanan di lingkungan masyarakat. Kegiatan dibuka oleh Wakapolres Hulu Sungai Utara Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan Polisi RW dan FKPM sebagai mitra strategis Polri dalam membangun komunikasi yang humanis, menyelesaikan persoalan sosial, serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Selain pembekalan, peserta juga mendapatkan sosialisasi layanan darurat Polri 110 sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat apabila terjadi gangguan keamanan maupun situasi darurat lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H., anggota Sat Binmas, personel Polisi RW, dan perwakilan FKPM. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dari kegiatan, di mana peserta menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Dalam materi yang disampaikan, tim pemateri menegaskan bahwa Polisi RW dan FKPM memiliki peran vital sebagai penghubung antara Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang efektif serta kehadiran aktif di tengah warga, berbagai persoalan sosial dan potensi konflik diharapkan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Kapolres Hulu Sungai Utara Agus Nuryanto melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas pembinaan masyarakat. “Polisi RW dan FKPM adalah mitra penting Polri dalam menjaga keamanan lingkungan serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Dengan pembekalan ini, diharapkan mereka semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai problem solver di tengah masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Melalui kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara bersama Dit Binmas Polda Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di lapangan Mapolres HSU, Rabu (20/5/2026) pagi. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh personel sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang membangkitkan semangat persatuan dan nasionalisme bangsa Indonesia. Kapolres Hulu Sungai Utara Agus Nuryanto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, AKP Agus Murti Widodo dipercaya sebagai Perwira Upacara dan IPDA Purbo Caroko HD sebagai Komandan Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, disiplin, dan penuh makna kebangsaan. Upacara turut didukung oleh sejumlah petugas yang menjalankan tugas sesuai perannya masing-masing, mulai dari pembawa acara, ajudan inspektur upacara, perwira keamanan, petugas kesehatan, hingga pembaca doa. Pasukan pengibar bendera juga tampil sigap dan sukses melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Peserta upacara terdiri dari unsur perwira, personel satuan fungsi, gabungan polsek jajaran, staf Polres HSU, hingga pegawai negeri sipil. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan sikap disiplin dan semangat nasionalisme yang tinggi. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi jajaran Polres HSU untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, Kapolres HSU menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus mengobarkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi momentum untuk meningkatkan dedikasi, menjaga kekompakan, serta memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Palembang, Bidik-kasusnews.com, Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Selasa (20/5/2026). Upacara yang digelar secara khidmat tersebut diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Sumsel, personel kepolisian, serta unsur aparatur terkait. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan dedikasi dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kehadiran Kombes Pol. Susnadi bersama para pejabat utama lainnya mencerminkan komitmen kuat Satuan Brimob Polda Sumsel dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendukung upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era modern. Melalui upacara tersebut, seluruh peserta diajak untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Momentum Harkitnas juga menjadi pengingat akan pentingnya semangat perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar persatuan nasional. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas dengan integritas, loyalitas, dan tanggung jawab. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan serta tekad seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar seminar laporan inovasi bagi peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch II. Kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta magang yang terbagi dalam 15 kelompok, yang mempresentasikan hasil inovasi mereka selama menjalani program di lingkungan Rutan Jepara. Seminar yang dilaksanakan di aula Rutan Jepara ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menyampaikan gagasan, ide kreatif, serta solusi inovatif yang telah mereka rancang dan implementasikan selama masa magang. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, serta dihadiri oleh jajaran pegawai dan pementor dari Rutan Jepara.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kontribusi para peserta magang. Ia menilai bahwa kehadiran peserta magang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membawa perspektif baru dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan di Rutan. “Seminar ini menunjukkan bahwa para peserta mampu berpikir kreatif dan solutif. Kami berharap inovasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan berharga bagi kemajuan organisasi,” ujar Renza.   Beragam inovasi dipaparkan oleh masing-masing kelompok, mulai dari pengembangan layanan berbasis digital, peningkatan efisiensi administrasi, hingga inovasi dalam program pembinaan warga binaan. Setiap presentasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dan pegawai.   Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir program magang Kemenaker Batch II di Rutan Jepara. Selain mengasah kemampuan teknis, seminar ini juga mendorong peserta untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, analisis, dan kerja sama tim.   Di akhir kegiatan, seluruh peserta magang mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Rutan Jepara berharap kerja sama dengan Kemenaker dapat terus terjalin dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, serta diikuti oleh jajaran pejabat manajerial dan petugas pemasyarakatan Rutan Jepara. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Selanjutnya, dilaksanakan doa bersama untuk arwah para pahlawan dan silanjutkan dengan tabur bunga yang berlangsung dengan penuh khidmat.   Doa bersama dipimpin oleh Moh Riza Aliyafi. Dalam suasana yang hening dan penuh penghayatan, seluruh peserta memanjatkan doa agar para pahlawan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta memohon kekuatan untuk meneladani semangat juang mereka dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga oleh para pejabat manajerial dan petugas pemasyarakatan Rutan Jepara di pusara para pahlawan. Tabur bunga tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan besarnya pengorbanan para pahlawan bagi bangsa dan negara.   Dalam keterangannya, Kepala Rutan Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pengabdian, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan. “Melalui ziarah dan tabur bunga ini, kita tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka melalui kinerja yang profesional, responsif, dan berintegritas,” ujar Renza.   Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Jepara semakin memperkuat semangat kebangsaan serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lapangan upacara Rutan Jepara, Rabu (20/5/2026) pagi. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pejabat manajerial dan petugas pemasyarakatan serta warga binaan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dengan menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk menghadapi tantangan transformasi digital dan dinamika global saat ini.   Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun ini mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut mengandung makna pentingnya membangun generasi yang tangguh, adaptif, dan memiliki semangat persatuan dalam menghadapi perubahan zaman.   Dalam sambutannya, Renza Maisetyo mengajak seluruh jajaran untuk meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa dengan terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa semangat kebangkitan tidak boleh berhenti, tetapi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman demi kemajuan bangsa,” ujarnya.   Upacara berlangsung tertib dengan rangkaian kegiatan berupa pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat nasionalisme. Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Rutan Jepara berharap nilai persatuan, semangat perubahan, dan pengabdian kepada bangsa dapat terus tumbuh dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan sehari-hari.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Bidik-kasusnews.com Jakarta -20-mei-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan dua berkas perkara dugaan korupsi yang menjerat Sudewo kepada jaksa penuntut umum (JPU). Pelimpahan tersebut menandai proses hukum kasus Sudewo segera memasuki tahap persidangan.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo,Saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp,20-mei-2026 Menyapaikan,mengatakan jaksa akan menyusun surat dakwaan dalam waktu maksimal 14 hari ke depan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan. Menurut Budi, jaksa juga berpeluang menggabungkan dakwaan dari beberapa perkara agar proses penanganan hukum berjalan lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan KUHAP.   Dua perkara yang menyeret Sudewo meliputi dugaan pemerasan dalam pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, serta dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.   Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Sudewo menyebut persidangan perkara tersebut akan digelar di Semarang, Jawa Tengah. Ia juga membantah memiliki kewenangan maupun ikut campur dalam proses seleksi perangkat desa di wilayahnya.   Sudewo bahkan menyinggung kepemimpinan mantan Bupati Pati, Haryanto, yang menurutnya pernah mengambil alih kewenangan desa terkait pengangkatan perangkat desa.   Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Pati pada 19 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan Sudewo bersama sejumlah pihak lainnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta.   KPK kemudian menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa, yakni Sudewo, Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono, Kepala Desa Arumanis Sumarjiono, dan Kepala Desa Sukorukun Karjan.   Selain kasus pemerasan perangkat desa, Sudewo juga tersandung perkara dugaan suap proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang kini turut diproses KPK.(Wely)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan, yang membahas perkembangan geopolitik global dan kesiapan pertahanan nasional di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto dan dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, juga Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta pejabat utama TNI dan Kementerian Pertahanan. Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyampaikan bahwa TNI AD terus meningkatkan kesiapan operasional satuan dan kemampuan prajurit guna menghadapi dinamika ancaman yang berkembang semakin kompleks dan multidimensional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan ialah pengembangan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai wilayah. “Program ini sangat baik direncanakan. Harapannya tiap kabupaten nantinya memiliki satu batalyon, ditambah batalyon-batalyon kecabangan seperti pertahanan udara, Armed, Zeni, dan sebagainya. Hampir seluruh daerah menanyakan kapan pembangunan satuan tersebut dilaksanakan di wilayah mereka,” ujar Kasad kepada awak media usai rapat. Kasad juga menegaskan bahwa TNI AD terus mendukung berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya membantu percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait berbagai peristiwa yang melibatkan oknum prajurit, Kasad menegaskan komitmen TNI AD dalam menegakkan disiplin dan memproses setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Terkait pelanggaran-pelanggaran, kami berkomitmen untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas Jenderal Maruli. Selain membahas perkembangan situasi global, rapat kerja juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan wilayah perbatasan, keamanan siber, serta kerja sama pertahanan dengan negara sahabat sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia. Komisi I DPR RI turut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, dan seluruh elemen bangsa dalam memperkuat sistem pertahanan negara. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA, 19 Mei 2026 – Upaya meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Salah satunya diwujudkan lewat inovasi budidaya sederhana bertajuk G-Ponik (Galon Akuaponik) yang digagas bersama peserta magang dan warga binaan, Selasa (19/05/2026). Program tersebut memanfaatkan galon bekas sebagai media budidaya terpadu antara ikan dan tanaman sayur. Dalam penerapannya, bagian bawah galon digunakan untuk memelihara ikan lele, sementara bagian atas dijadikan tempat menanam kangkung dengan sistem akuaponik sederhana.   Kegiatan dilaksanakan di area branggang Rutan Jepara dengan melibatkan warga binaan secara langsung. Mereka dibimbing mulai dari proses perakitan wadah, pemasangan media tanam, hingga teknik penebaran bibit ikan dan penyemaian sayuran.   Peserta magang Pembina Kemandirian menjelaskan bahwa inovasi G-Ponik dibuat sebagai sarana edukasi keterampilan yang mudah diterapkan dan memiliki nilai ekonomis. Selain memanfaatkan barang bekas, metode ini juga dinilai efektif untuk memperkenalkan konsep budidaya hemat lahan kepada warga binaan.   Antusiasme warga binaan terlihat selama proses pembuatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai teknik budidaya, tetapi juga memahami pentingnya kreativitas dalam mengolah barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bermanfaat.   Melalui kegiatan tersebut, Rutan Jepara berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan baru yang nantinya bisa dikembangkan sebagai peluang usaha setelah selesai menjalani masa pidana.   Program ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan yang menanamkan semangat produktif, mandiri, dan peduli lingkungan.(Wely) Sumber:humas Rutan jepara