JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 29 Juni 2026 Sebanyak 9 tahanan baru di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan pengarahan mengenai hak dan kewajiban warga binaan sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal agar para tahanan dapat beradaptasi dengan baik serta mematuhi tata tertib yang berlaku selama berada di lingkungan rutan. Pengarahan disampaikan langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Bachtiar Oktaffiandi, yang menjelaskan berbagai ketentuan mengenai hak-hak warga binaan, kewajiban yang harus dipatuhi, tata tertib kehidupan di dalam rutan, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam kesempatan tersebut, para tahanan baru juga diberikan pemahaman mengenai layanan yang tersedia di Rutan Jepara, mekanisme penyampaian keluhan, serta pentingnya mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan merupakan tahapan penting untuk membantu warga binaan memahami sistem pemasyarakatan sejak hari pertama. “Mapenaling menjadi bekal awal bagi setiap tahanan baru agar memahami hak dan kewajibannya, mampu beradaptasi dengan lingkungan rutan, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalani proses pembinaan,” ujar Renza. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tahanan baru dapat menjalani masa pembinaan dengan baik, mematuhi peraturan yang berlaku, serta berpartisipasi aktif dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan oleh Rutan Jepara. Kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan kondusif sebagai wujud komitmen Rutan Jepara dalam memberikan pelayanan serta pembinaan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 di halaman kantor Rutan, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.   Upacara dipimpin oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, serta diikuti pejabat struktural dan seluruh pegawai. Suasana berlangsung tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati hari yang memiliki makna penting bagi pembangunan keluarga di Indonesia. Peringatan Harganas tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa kehadiran seorang ayah bukan sekadar sebagai pencari nafkah, melainkan juga sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, dan teladan bagi anak-anaknya. Peran tersebut dinilai sangat berpengaruh dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa nilai-nilai keluarga harus terus dijaga di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga merupakan salah satu kunci terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. “Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, kami berharap seluruh pegawai semakin menyadari pentingnya membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Kehadiran ayah secara emosional maupun moral akan menjadi fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak,” ungkap Renza. Ia juga menambahkan bahwa semangat Harganas sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni membangun insan yang berintegritas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama, dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui pelaksanaan upacara ini, Rutan Jepara berharap pesan tentang pentingnya keluarga dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga yang harmonis diyakini menjadi pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat, sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional.   Peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari prestasi dalam pekerjaan, tetapi juga dari kemampuannya menjalankan peran dan tanggung jawab di tengah keluarga. Dengan semangat “Ayah Wajib Hadir”, Rutan Jepara berkomitmen mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan penuh kasih sayang.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Bandung, Bidik-kasusnews.com – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (29/6/2026). Sidang kali ini diwarnai keterangan dari Kartika Sari, istri H.M. Kunang sekaligus ibunda terdakwa, mengenai asal-usul perhiasan yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di hadapan majelis hakim, Kartika Sari menegaskan bahwa seluruh perhiasan yang disita penyidik KPK merupakan hasil pembelian dari keuntungan usaha limbah yang telah lama dijalankan suaminya, H.M. Kunang. Saat menjawab pertanyaan tim kuasa hukum, Kartika menyebut penghasilan usaha keluarga mencapai kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar setiap bulan. “Untuk per bulan, kira-kira Rp3 sampai Rp4 miliar,” ujar Kartika di ruang sidang. Ketika kembali ditanya mengenai asal-usul perhiasan yang disita, ia menjawab bahwa seluruhnya dibeli menggunakan hasil usaha tersebut. “Abah beli dari hasil usaha limbah itu,” katanya. Kuasa Hukum Minta Perhiasan Dikembalikan Menanggapi keterangan saksi, kuasa hukum Ade Kuswara Kunang, Andriansyah, menyatakan fakta yang terungkap di persidangan memperkuat keyakinan pihaknya bahwa perhiasan tersebut bukan berasal dari tindak pidana korupsi maupun gratifikasi. Menurutnya, H.M. Kunang bahkan sempat menyampaikan keberatan dan meminta agar barang-barang yang disita dapat dikembalikan. “Perhiasan tersebut merupakan hasil kerja keras Haji Muhammad Kunang sebagai pengusaha limbah. Beliau juga meminta agar barang-barang itu dikembalikan karena menurutnya tidak berkaitan dengan dugaan korupsi maupun gratifikasi,” ujar Andriansyah usai sidang. Tim Kuasa Hukum Soroti Proses OTT KPK Selain membahas barang sitaan, tim kuasa hukum juga kembali menyoroti proses Operasi Tangkap Tangan (OTT) atau penjemputan terhadap Ade Kuswara Kunang oleh KPK. Andriansyah meminta agar penyidik atau saksi verbalisan yang terlibat dalam proses tersebut dihadirkan di persidangan sehingga mekanisme penindakan dapat diuji secara terbuka. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek prosedural, termasuk administrasi dan waktu pelaksanaan OTT, yang perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan saksi dari pihak KPK. Ia menambahkan bahwa majelis hakim tidak menolak permohonan tersebut, namun menyerahkan keputusan kepada Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menghadirkan saksi yang dimaksud. Jaksa Nilai Pembuktian Sudah Memadai Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum KPK, Ade Azharie, menyatakan pihaknya menilai alat bukti yang telah diajukan sudah mencukupi untuk mendukung dakwaan. Ia menjelaskan bahwa agenda persidangan selanjutnya merupakan kesempatan bagi tim kuasa hukum terdakwa untuk menghadirkan saksi-saksi yang dianggap dapat memperkuat pembelaan, termasuk apabila ingin menghadirkan pihak yang berkaitan dengan proses penjemputan Ade Kuswara Kunang. Sejumlah Saksi Diperiksa Dalam persidangan tersebut, jaksa menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Kartika Sari, Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas SDA BMBK Tenny Intania, perwakilan Lippo Cikarang, sopir H.M. Kunang, Budi Utomo selaku kakak Ade Kuswara Kunang, anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi Romli Romliandi, serta seorang staf perusahaan kontraktor milik Sarjan. Persidangan akan dilanjutkan pada agenda berikutnya dengan pemeriksaan saksi yang diajukan oleh pihak terdakwa. Keterangan para saksi tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses pembuktian sebelum majelis hakim mengambil putusan atas perkara yang sedang disidangkan. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli, semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terus digaungkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Olahraga Bersama di kawasan Car Free Day (CFD) Patung Kuda, Monumen Nasional (Monas), yang dilanjutkan dengan Pembukaan Pekan Olahraga Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Sejak pagi, kawasan CFD di sekitar Patung Kuda dipenuhi ribuan peserta yang mengikuti senam bersama, jalan santai, serta berbagai aktivitas olahraga. Kehadiran personel Polri yang berbaur dengan masyarakat menciptakan suasana hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, para pejabat utama Mabes Polri, serta Bhayangkari sebagai bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat sinergi Polri dengan TNI, kementerian/lembaga, serta masyarakat melalui semangat hidup sehat, sportivitas, dan kebersamaan. Ribuan peserta dari unsur Polri, TNI, kementerian/lembaga, serta masyarakat tampak antusias mengikuti olahraga bersama yang berlangsung di kawasan Car Free Day. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang sehat, solid, dan harmonis. Dalam keterangannya, Kapolri menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama sengaja dirancang agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif melalui berbagai aktivitas olahraga yang telah disiapkan. “Kegiatan hari ini membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta. Ada berbagai macam aktivitas olahraga yang bisa diikuti bersama sebagai bagian dari semangat kebersamaan menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Kapolri. Selain olahraga bersama, Polri juga menghadirkan berbagai layanan bakti kesehatan dan bakti sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Sementara itu, Pekan Olahraga Polri mempertandingkan sembilan cabang olahraga sebagai ajang pembinaan prestasi sekaligus mempererat soliditas antarpersonel. Sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Polri meliputi bola basket, bola voli, bulutangkis, tenis lapangan, menembak, sky diving (terjun payung), taekwondo, judo, dan karate. Kapolri berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar perhelatan olahraga, seluruh rangkaian kegiatan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bagian dari komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Berbagai program seperti bakti kesehatan, bakti sosial, perlombaan olahraga, e-sport, seni budaya, hingga pelayanan publik terus digelar di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kapolri juga menegaskan bahwa Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kritik sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat pada kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Korps Brimob Polri dalam mendukung setiap program transformasi Polri yang berorientasi pada pelayanan, pengabdian, dan penguatan sinergi dengan masyarakat. Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, Korps Brimob Polri siap terus mengawal terwujudnya Polri yang semakin profesional, humanis, serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat Indonesia. (Agus)

JATENGBidik-kasusnews.com Jepara – Warga Desa Bringin kecamatan Batealit kabupaten jepara dibuat geger dengan peristiwa penggerebekan yang terjadi pada Minggu malam, 28 Juni 2026, sekitar pukul 23.31 WIB. Seorang perempuan berinisial K, yang merupakan istri sah dari pria berinisial S, mendatangi sebuah rumah di Desa Bringin yang diduga menjadi tempat tinggal perempuan lain. Penggerebekan tersebut dilakukan karena K menduga suaminya menjalin hubungan dengan perempuan tersebut.   saat penggerebekan berlangsung,S diketahui berada di dalam rumah dan kemudian keluar dari salah satu kamar ketika rombongan yang dipimpin oleh istri sah tiba di lokasi. Kejadian itu langsung menjadi perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.   Dalam penggerebekan tersebut, K tidak datang seorang diri. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya serta perwakilan dari Ajicakra. Selain itu, proses penggerebekan juga disaksikan oleh aparat dari Polsek setempat, Ketua RT, dan Kepala Desa Bringin guna menjaga situasi tetap kondusif serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.   Di lokasi kejadian, kuasa hukum pihak istri mempertanyakan status hubungan S dengan perempuan yang berada di rumah tersebut. Menjawab pertanyaan tersebut,S mengaku bahwa dirinya telah menikah siri dengan perempuan tersebut dan menyebut pernikahan itu telah berlangsung cukup lama.   Mendengar pengakuan tersebut, kuasa hukum istri meminta agar S dapat menunjukkan bukti yang mendukung klaim adanya pernikahan siri. Namun, menurut pihak istri, saat itu S belum dapat menunjukkan dokumen atau bukti lain yang diminta sebagai dasar atas pengakuannya.   Karena pembicaraan di lokasi tidak menghasilkan kesepakatan, Kepala Desa Bringin kemudian mengarahkan seluruh pihak untuk melanjutkan penyelesaian melalui mediasi di Balai Desa Bringin.   Harapannya, persoalan tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.   Mediasi di balai desa berlangsung cukup alot. Masing-masing pihak menyampaikan pendapat dan argumentasinya. Namun hingga mediasi berakhir, tidak tercapai kesepakatan ataupun jalan keluar yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Situasi akhirnya dinyatakan buntu.   Usai mediasi, istri sah berinisial K menegaskan bahwa dirinya akan menempuh jalur hukum. Menurutnya, karena mediasi tidak menghasilkan penyelesaian, langkah hukum menjadi pilihan yang akan ditempuh untuk memperjuangkan hak-haknya. “Karena mediasi tidak menemukan titik temu, saya akan melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum,” ujar K usai mediasi.   Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan dugaan perselingkuhan yang berujung pada proses mediasi di tingkat desa. Warga yang berada di sekitar Balai Desa Bringin tampak mengikuti perkembangan penyelesaian perkara hingga larut malam.   Hingga berita ini di turun kan belum ada keterangan resmi dari pihak S maupun aparat kepolisian mengenai tindak lanjut perkara tersebut. Oleh karena itu, informasi mengenai dugaan perselingkuhan maupun pengakuan adanya pernikahan siri masih merupakan klaim dari pihak-pihak yang terlibat dan belum ditetapkan melalui proses hukum. Selanjutnya, penyelesaian kasus ini akan bergantung pada langkah hukum yang ditempuh serta hasil pemeriksaan oleh pihak berwenang.(Wely)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Turnamen Bola Voli Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) Cup 2026 resmi berakhir dengan sukses. Penutupan turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung di Stadion Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (28/6/2026), ditandai dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para juara. Kegiatan penutupan dipimpin oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan, selaku Ketua KONI Kabupaten Hulu Sungai Utara, bersama Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Hulu Sungai Utara. Acara tersebut turut dihadiri Dandim 1001 Amuntai-Balangan, Ketua Pengadilan Negeri Amuntai, Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, para pejabat utama Polres HSU, serta ratusan peserta dan masyarakat yang memadati arena pertandingan. Ketua pelaksana turnamen, Kasat Lantas Polres HSU Iptu Tri Widodo Setiawan, S.Pd., bersama personel Satlantas Polres HSU memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga penutupan. Pada partai final, Club PVC berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang piala serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Posisi runner-up diraih Club Koja yang menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Sementara juara ketiga bersama ditempati POP HSU (Polres HSU) dan STIA Amuntai, yang masing-masing memperoleh piala dan uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta. Kapolres HSU menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri, pemerintah daerah, atlet, dan masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres HSU ingin terus menghadirkan sosok Polri yang humanis, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat. Selain menjadi wadah pembinaan atlet bola voli daerah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghilangkan stigma bahwa kepolisian merupakan institusi yang kaku. Dengan membangun komunikasi melalui kegiatan olahraga, masyarakat diharapkan semakin nyaman berinteraksi, menyampaikan aspirasi, maupun melaporkan berbagai permasalahan kepada aparat kepolisian. Seluruh rangkaian penutupan Turnamen Bola Voli Kapolres HSU Cup 2026 berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menutup rangkaian kompetisi yang menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Ribuan warga memadati kawasan Tugu Adipura, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandar Lampung, Minggu (28/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung. Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Komandan Kodim (Dandim) 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut hadir bersama jajaran Danramil sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan dan mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Acara tersebut juga dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta diikuti lebih dari 25.000 peserta dari berbagai kalangan. Selain menjadi agenda olahraga, jalan sehat ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran aparat bersama masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dijaga dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan harmonis. Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung siap mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Kami akan terus mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Bandar Lampung,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan kota. Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan optimal apabila seluruh elemen masyarakat bersinergi. Kegiatan jalan sehat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Keberhasilan penyelenggaraan acara menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung, TNI, Polri, serta masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk mewujudkan kota yang semakin maju dan sejahtera. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Babirik menggelar Lomba Domino yang diikuti ratusan warga di depan Kantor Polsek Babirik, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (27/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Babirik, Iptu Fajar Hendratmo, S.H., bersama personel Polsek Babirik. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan kehadiran sekitar 150 orang, terdiri dari 128 peserta lomba dan warga yang turut menyaksikan jalannya pertandingan. Lomba domino digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui suasana yang penuh keakraban dan sportivitas. Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, Tami berhasil meraih juara pertama dan membawa pulang trofi serta hadiah pembinaan sebesar Rp500 ribu. Posisi kedua diraih Syahdi, disusul Unan di peringkat ketiga dan Imis sebagai juara keempat. Kapolsek Babirik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, diharapkan terjalin komunikasi yang baik, sehingga sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan dapat terus ditingkatkan. Suasana keakraban tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta dan masyarakat menikmati jalannya perlombaan dengan penuh semangat hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Polsek Babirik berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. (Agus)

Hawaii, Bidik-kasusnews.com –  Di sela padatnya agenda Latihan Multilateral RIMPAC 2026, terjalin momen hangat yang mempererat persahabatan antara prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat. Saat waktu makan siang di MCTAB Hawaii, Jumat (26/06/2026), kedua pasukan saling memperkenalkan makanan siap saji andalan dari negara masing-masing. Prajurit Marinir Amerika memperkenalkan Meal, Ready-to-Eat (MRE), yaitu paket makanan siap santap yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi prajurit selama bertugas di medan operasi. Sementara itu, prajurit Korps Marinir memperkenalkan Naraga, ransum siap santap produksi dalam negeri yang dikembangkan sebagai bekal tempur prajurit TNI dengan kandungan gizi seimbang, praktis, dan tahan lama. Dengan penuh rasa ingin tahu, kedua belah pihak saling mencicipi makanan tersebut. Beragam menu, cita rasa, hingga cara penyajiannya menjadi topik perbincangan yang mencairkan suasana. Tak sedikit prajurit yang memberikan pujian karena menikmati pengalaman baru mencicipi makanan khas militer dari negara sahabat. Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa hubungan antarprajurit tidak hanya dibangun melalui latihan dan kerja sama taktis, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari yang penuh kehangatan. Tawa, cerita, dan saling berbagi pengalaman di meja makan semakin mempererat rasa persaudaraan serta menumbuhkan saling pengertian di antara kedua pasukan. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama yang menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Latihan Multilateral RIMPAC 2026, sekaligus memperkuat interoperabilitas serta hubungan baik antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung kepada masyarakat di Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 Wita tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Aiptu Noryadi, Brigadir Fahmi Rachman, dan Bripda M. Alfito Gusna. Mereka memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pentingnya budidaya jagung sebagai salah satu komoditas strategis yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi petani. Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat juga diajak untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal serta menerapkan pola tanam yang baik agar hasil panen dapat meningkat. Selain itu, personel Polsek Banjang membuka ruang komunikasi dengan para petani untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Melalui pendekatan yang humanis, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah pedesaan. Program penyuluhan ini juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya jagung yang lebih efektif, sehingga mampu mendorong peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Kaludan Kecil terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Banjang berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai program yang mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan petani, serta pembangunan ekonomi berbasis pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)