JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara –25-November-2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memberikan penjelasan resmi terkait kekhawatiran ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terancam menerima gaji di bawah standar kehidupan layak akibat terbatasnya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bupati Jepara menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami sepenuhnya keresahan tersebut, sekaligus memastikan berbagai langkah telah dan sedang diambil untuk menjaga kesejahteraan PPPK. Kondisi Fiskal Tertekan, PPPK Minta Kepastian Penghasilan Bupati Jepara mengakui bahwa tekanan fiskal menjadi penyebab utama belum terpenuhinya harapan PPPK terkait peningkatan penghasilan. Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) serta meningkatnya belanja wajib dan belanja pegawai membuat ruang fiskal semakin sempit. “Kami memahami dan menghargai kekhawatiran teman-teman PPPK. Pemerintah daerah ingin PPPK mendapat penghasilan layak, namun saat ini kondisi fiskal belum memungkinkan. Jika situasi membaik, penyesuaian penghasilan tentu akan dipertimbangkan,” jelas Bupati kepada Bidik-kasusnews saat di konfirmasi via WhatsApp 25/11/2025. Kajian Keuangan Daerah Sudah Dilakukan Pemkab Jepara menegaskan bahwa kajian kemampuan keuangan daerah telah dilakukan secara menyeluruh. Kajian tersebut mempertimbangkan proyeksi pendapatan, komposisi belanja wajib, serta batas maksimal belanja pegawai sesuai regulasi dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah PPPK di Jepara cukup besar—4.702 PPPK dan 1.816 PPPK paruh waktu—sehingga memerlukan analisis fiskal jangka panjang agar hak mereka tetap terjamin tanpa mengganggu keberlanjutan APBD. Langkah Konkret: Efisiensi Anggaran hingga Program ASN Berdaya Untuk mencegah penurunan kesejahteraan PPPK, pemerintah daerah menjalankan beberapa langkah strategis, di antaranya: Efisiensi belanja nonprioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial. Pengalihan anggaran dari kegiatan tidak mendesak untuk memperkuat belanja wajib. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi menambah ruang fiskal. Moratorium rekrutmen ASN agar jumlah pegawai sesuai kemampuan keuangan daerah. Kajian program ASN Berdaya, termasuk konsep ASN Menanam bekerja sama dengan Perumda Aneka Usaha, sebagai upaya tambahan peningkatan pendapatan ASN. Efisiensi APBD Tidak Ganggu Pelayanan Publik Bupati menegaskan bahwa efisiensi dan pergeseran anggaran dilakukan secara terukur, tanpa mengganggu pelayanan dasar dan target pembangunan daerah sesuai RPJMD. Fokus utama tetap pada pemenuhan belanja wajib dan kebutuhan masyarakat. Pemkab Intens Komunikasi dengan Pemerintah Pusat Tingginya beban belanja pegawai bukan hanya dialami Jepara, tetapi juga daerah lain dengan kemampuan fiskal rendah. Melalui forum APKASI, Pemkab Jepara secara aktif menyampaikan kondisi ini kepada Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, dan Kemendagri. Bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab Jepara terus mengusulkan penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dukungan fiskal tambahan. Namun, kebijakan pembatasan belanja pegawai membuat penambahan alokasi dana belum dapat langsung meningkatkan komponen penghasilan PPPK. Pesan Bupati: Tetap Profesional dan Fokus Melayani Di akhir penjelasannya, Bupati Jepara menyampaikan pesan untuk seluruh PPPK agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meski situasi fiskal belum ideal. “Kami memahami betul kekhawatiran yang dirasakan. Namun kami berharap seluruh PPPK tetap profesional dan fokus menjalankan tugas. Dedikasi Anda adalah bagian penting dari kemajuan Kabupaten Jepara,” tambahnya.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 25 November 2025 — Pimpinan Redaksi Bidik-kasusnews.com, Guswanto, menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Indonesia dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ucapan tersebut disampaikan langsung dari kantor redaksi yang beralamat di Jl. Percetakan Negara IX RT 005/RW 004, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam keterangannya, Guswanto menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan baru. Perubahan zaman yang cepat membuat tugas guru semakin luas, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan pendamping perkembangan siswa. > “Guru adalah pondasi bangsa. Mereka bekerja dengan ketulusan dan penuh dedikasi di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Di Hari Guru Nasional ini, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua guru di Indonesia,” ujar Guswanto. Ia juga menekankan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan panjang para pendidik serta organisasi guru dalam memperjuangkan mutu dan kesejahteraan pendidikan. Selain itu, Guswanto menyerukan agar seluruh pihak — mulai dari pemerintah, masyarakat hingga lembaga pendidikan — semakin memperhatikan kebutuhan guru dan memberikan ruang bagi mereka untuk terus berkembang. > “Apresiasi kepada guru tidak boleh hanya saat peringatan Hari Guru. Kita semua wajib ikut serta mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas mereka. Tanpa guru, cita-cita memajukan bangsa tidak mungkin terwujud,” tegasnya. Pimpinan Redaksi Bidik-kasusnews.com itu menutup pesannya dengan harapan agar momentum peringatan ini menjadi penyemangat bagi para guru dalam mengemban tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.(Wely)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat wilayah kembali ditunjukkan Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT). Melalui Babinsa Kelurahan Tanjung Baru, Sertu Abdurrahman, kegiatan monitoring dan pendampingan penanaman padi pada Musim Tanam I (MT I) Tahun 2025 dilaksanakan secara berkelanjutan. Agenda terbaru berlangsung pada Senin (24/11/2025) di area persawahan Jalan P. Sebuku, Gang Bintara, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian. Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan nyata TNI AD, khususnya Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani diharapkan dapat memastikan proses budidaya berjalan optimal sekaligus memotivasi para petani dalam meningkatkan hasil produksi. Progres Penanaman Capai 3,23 Hektare Berdasarkan data lapangan, total luas area sawah di wilayah binaan tersebut mencapai 16 hektare (Ha). Seluruh lahan telah selesai digarap dan dibajak secara bertahap hingga 1 November 2025. Hingga hari pelaksanaan monitoring, progres penanaman padi telah mencapai 3,23 Ha. Beberapa petani yang telah menanam antara lain: Yatiman Marjuni Samirin M. Sidik Ujang Parwoto, yang pada hari tersebut melakukan penanaman seluas 0,5 Ha Para petani menggunakan benih unggul varietas Ciherang dan Mutiara, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap sejumlah hama penyakit. Kolaborasi TNI dan Penyuluh Pertanian Kegiatan pendampingan tidak hanya dilakukan Babinsa, tetapi turut didampingi oleh Riawan, S.Pt, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kedamaian. Melalui sinergi ini, petani mendapatkan arahan teknis mengenai pola tanam, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman. Kolaborasi antara Babinsa, penyuluh pertanian, dan masyarakat petani menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung swasembada beras di wilayah Bandar Lampung. Babinsa Siap Kawal Hingga Masa Panen Sertu Abdurrahman menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lapangan sebagai motivator sekaligus problem solver bagi para petani. “Dengan semangat pantang menyerah dan selalu gembira dalam tugas, kami siap mendampingi petani dari pengolahan lahan hingga masa panen,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berjalan di tingkat pusat, tetapi juga diperkuat hingga akar rumput melalui keterlibatan TNI AD bersama instansi pertanian dan masyarakat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 November 2025 — Program Magang Nasional 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara resmi dimulai. Sebanyak 40 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tiba di Rutan Jepara dan mendapatkan sambutan resmi dari Kepala Rutan, Renza Maisetyo, dalam kegiatan pembekalan awal pada Senin pagi (24/11). Sejak pagi, para peserta telah berkumpul di aula Rutan Jepara. Kegiatan dimulai dengan perkenalan singkat sebelum masuk ke sesi pengarahan. Dalam pembekalannya, Karutan menegaskan bahwa magang di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar pengalaman kerja, tetapi juga proses pembentukan karakter. “Kami ingin adik-adik bukan hanya belajar tentang administrasi pemasyarakatan, tetapi juga memahami bahwa tugas pelayanan publik memerlukan komitmen moral, integritas pribadi, serta sikap profesional dalam setiap tindakan,” tutur Renza. Renza menjelaskan bahwa peserta magang akan diperkenalkan pada berbagai bidang kerja, mulai dari pengamanan, registrasi, pelayanan tahanan, hingga bagian pembinaan. Ia meminta agar seluruh peserta mampu menjaga kedisiplinan, menghormati aturan yang berlaku, serta menunjukkan semangat belajar selama berada di Rutan Jepara. Setelah sesi sambutan, tim pengelola magang memberikan paparan lebih detail mengenai tata tertib, mekanisme pelaporan, teknis pendampingan, hingga pembagian kelompok sesuai bidang penempatan. Penjelasan mengenai struktur organisasi serta budaya kerja di Rutan juga menjadi bagian penting dari orientasi awal. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, menandai awal perjalanan mereka dalam program magang yang akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan. Banyak dari mereka berharap dapat memperluas wawasan, memperoleh pengalaman praktis, sekaligus memahami dinamika lembaga pemasyarakatan secara langsung. Dengan dimulainya program ini, Rutan Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM nasional melalui penyediaan ruang belajar yang nyata, terarah, dan bermanfaat bagi generasi muda.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan Jepara
HSU-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya meningkatkan kedisiplinan dan keselamatan berkendara di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus digencarkan. Senin (24/11/2025) pukul 13.00 WITA, Satuan Lalu Lintas Polres HSU menyapa masyarakat melalui program siaran langsung di Radio Nirwana FM 103.3 Amuntai sebagai bagian dari rangkaian Operasi Zebra Intan 2025. Program yang berlangsung di Studio Nirwana FM, Jalan Muhajirin, Kelurahan Murung Sari ini menghadirkan Kasat Lantas Polres HSU AKP Yuwono bersama anggota Satgas Preemtif Ops Zebra Intan 2025. Melalui dialog interaktif, petugas memberikan imbauan, edukasi, serta serangkaian tips keselamatan berkendara kepada para pendengar dari berbagai wilayah HSU. Edukasi Komunikatif dan Mudah Dipahami Dalam sosialisasinya, AKP Yuwono menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar pesan keselamatan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pelosok wilayah. Sejumlah topik penting disampaikan, di antaranya: kewajiban menggunakan helm SNI, larangan melawan arus, bahaya memakai ponsel saat berkendara, pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan, serta etika berlalu lintas yang baik dan benar. Pemanfaatan media radio dipilih karena memiliki jangkauan pendengar yang luas dan mampu menembus wilayah yang tidak selalu bisa dijangkau lewat kegiatan tatap muka. Diharapkan, edukasi ini dapat menekan angka pelanggaran sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di Kabupaten HSU. Polres HSU Ajak Masyarakat Berperan Aktif AKP Yuwono menjelaskan bahwa pendekatan edukatif melalui media merupakan strategi preemtif dalam Operasi Zebra Intan 2025. “Melalui siaran radio, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk mengingatkan kembali pentingnya tertib berlalu lintas. Keselamatan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat. “Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak agar lebih disiplin. Dengan kepatuhan bersama, angka kecelakaan dapat ditekan dan keamanan berlalu lintas bisa tercipta,” katanya. Mendapat Respons Positif Pendengar Siaran berjalan lancar dan mendapat respons antusias dari pendengar yang mengirimkan pertanyaan serta tanggapan melalui fitur interaktif radio. Polres HSU memastikan komitmennya untuk terus meningkatkan edukasi publik dan memberikan pelayanan terbaik dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kesigapan Babinsa Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT), Sertu Abdurrahman, kembali terlihat saat menerima laporan warga terkait penemuan jenazah seorang tuna wisma di Kelurahan Tanjung Baru, Minggu (23/11/2025) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang warga, Neneng Najibah (57), menemukan seorang pria tanpa identitas dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah warung pinggir Jalan Arif Rahman Hakim, RT 01 Lingkungan II. Temuan itu kemudian diteruskan kepada Arwanto (54) yang segera menghubungi Babinsa melalui telepon. Mendapat laporan tersebut, Sertu Abdurrahman langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi dan mengamankan area. Dalam waktu bersamaan, laporan juga diteruskan ke piket Koramil 410-04/TKT guna mempercepat penanganan. Sesampainya di lokasi, petugas mengidentifikasi jenazah sebagai seorang laki-laki tuna wisma berusia sekitar 65 tahun. Babinsa kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, aparat kelurahan, dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. Tim Inafis Turun Tangan Tidak lama berselang, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung tiba dan melakukan pemeriksaan TKP. Setelah proses identifikasi awal dilakukan, jenazah dibawa ke RSUD Abdul Muluk menggunakan ambulans Pemkot Bandar Lampung untuk visum dan pendalaman identitas. Penanganan berjalan tertib dan cepat berkat sinergi berbagai pihak, di antaranya: Fitri Yani, SE – Lurah Tanjung Baru Iptu Perdinan – Panit Binmas Polsek TKT Tim Inafis Polresta Bandar Lampung Babinsa dan Bhabinkamtibmas Anggota Polsek Tanjung Karang Timur Seluruh rangkaian penanganan selesai sekitar pukul 12.30 WIB, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif. Peran Babinsa Tetap Vital di Tengah Masyarakat Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya keberadaan Babinsa sebagai garda terdepan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan. Respons cepat Sertu Abdurrahman dalam merespons laporan warga memperlihatkan bagaimana kolaborasi TNI, Polri, dan Pemda mampu memastikan penanganan insiden berjalan profesional dan manusiawi. (Agus)
Tegal, Bidik-kasusnews.com — Kancah musik rock Indonesia kembali mendapat amunisi segar dengan diluncurkannya album kedua Lawang Pitu bertajuk “Lahir Untuk Jadi Pemenang”. Peluncuran album tersebut dikemas dalam intimate concert yang digelar di Pangkalan TNI AL Kota Tegal, menandai langkah baru band ini dengan karakter musikal yang semakin matang. Lawang Pitu, yang resmi berdiri pada 1 Februari 2022 di Co Studio Bekasi, dikenal sebagai band rock yang konsisten menjaga idealisme tanpa meninggalkan unsur komersial yang mudah diterima pendengar. Setelah mengalami dinamika perubahan personel, band ini kini hadir dengan formasi solid yakni Jibonez (Lead Guitar), Sadtriyo Atmojo (Rhythm Guitar), Arif Rahman (Drum), dan ACC (Bass). Album Baru dengan Tema Lebih Dalam Album “Lahir Untuk Jadi Pemenang” memperkenalkan warna musik yang lebih segar dengan sentuhan rock kuat, lirik lugas, dan pesan yang mudah dicerna. Lawang Pitu mengangkat tema persatuan, perjuangan hidup, refleksi diri, kritik sosial, hingga syukur atas perjalanan hidup—tema-tema yang lekat dengan realitas para pendengar. Album ini berisi 10 lagu, yaitu: Kuwa Kuwi, Intoleransi, Ilusi, Jaya Indonesia Ku, Instink, Nurani, Debat Kusir, Lahir Untuk Jadi Pemenang, Terang Yang Abadi, dan Serpihan Surga. Setiap nomor menyajikan identitas musik yang berbeda, mempertegas posisi Lawang Pitu sebagai band rock yang mengutamakan kekuatan pesan tanpa mengesampingkan kualitas musikal. Harapan untuk Rock Indonesia Dalam sesi peluncuran, perwakilan Lawang Pitu menyampaikan harapannya agar album ini mampu menjadi motivasi bagi para pendengar. “Kami ingin karya ini menjadi inspirasi untuk tetap berjuang untuk diri sendiri, cinta, dan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar mereka. Peluncuran album ini juga menjadi bukti bahwa semangat musik rock Tanah Air masih menyala, dan Lawang Pitu menjadi salah satu energi pendorong kebangkitan generasi baru musik rock Indonesia. Akses Karya dan Aktivitas Lawang Pitu Penggemar dapat mengikuti perjalanan dan karya terbaru Lawang Pitu melalui platform digital berikut: YouTube: @lawangpituofficial Facebook: Lawang Pitu 2025 Instagram: @lawangpitu_official TikTok: @lawangpituofficial24 Spotify: Lawang Pitu Dengan hadirnya album “Lahir Untuk Jadi Pemenang”, Lawang Pitu menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, menghadirkan energi rock yang inspiratif, dan memberi warna baru di industri musik Indonesia. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Acara Pengukuhan Pengurus Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung Masa Bakti 2024–2030 berlangsung tertib dan meriah di Lapangan Saburai, Enggal, pada Minggu (23/11/2025). Babinsa Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat, Sertu Heri Hermawan, turut melakukan pemantauan dan pengamanan demi memastikan kegiatan berjalan aman dari pagi hingga siang hari. Kegiatan yang digelar secara khidmat ini dihadiri sejumlah pejabat penting dari unsur militer dan pemerintah daerah. Gubernur Lampung diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Dr. Senen Mustakim, S.Sos., M.Si., sementara Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M. hadir langsung memberikan dukungan. Turut hadir pula perwakilan Korem 043/Gatam yang diwakili Mayor Inf Agus Waluyo, Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono, serta unsur Dinas Koperasi dan UKM. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya di Lampung. “Keberhasilan acara ini adalah bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat. Kami dari Koramil TKP berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar setiap agenda masyarakat dapat berlangsung aman,” ujar Sertu Heri Hermawan dalam laporannya. Rangkaian acara dikemas dengan sentuhan budaya. Setelah pembukaan, doa, dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, lapangan Saburai semakin semarak dengan penampilan Tari Sembah dan tarian khas Jawa Timur, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi identitas paguyuban tersebut. Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan pengurus baru Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung untuk periode 2024–2030. Prosesi pengukuhan dipimpin Kolonel Inf (Purn) Sutomo, S.I.P., selaku penasehat organisasi. Setelah itu, Ketua Umum H. Bambang Joko DS, S.H., M.H. menyampaikan sambutan dan memaparkan arah gerak organisasi di periode baru. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua Paguyuban Puja Kesuma Provinsi Lampung Hi. Nuryono, perwakilan partai politik, dan tamu undangan lainnya. Dengan resmi dikukuhkannya pengurus baru, Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung memulai masa pengabdian 2024–2030 dengan dukungan penuh dari TNI dan Pemerintah Daerah. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah kebersamaan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan di Provinsi Lampung. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 November 2025 – Sebuah kasus dugaan perundungan (bullying) menimpa seorang santri berusia 13 tahun berinisial RAFD, siswa Wustho Kelas II Pondok Pesantren Bukhoiriyyah Jepara, Raguklampitan. Peristiwa ini menimbulkan trauma mendalam bagi korban dan membuat keluarga mempertimbangkan langkah hukum setelah mediasi dengan pihak pondok dinyatakan gagal. Kronologi Kejadian Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa dugaan bullying terjadi pada Rabu, 12 November 2025, di ruang kelas Madrasah Wustho saat jam istirahat. Korban diduga dikeroyok oleh 4 hingga 5 teman sekelasnya, sehingga mengalami sejumlah luka memar pada kepala, bibir, punggung, dan dada. Korban kemudian menjalani visum di Puskesmas Pakisaji sebagai bukti medis. Menurut informasi, setelah kejadian tersebut korban mendapat ancaman dari teman-temannya agar tidak melapor kepada pengurus pondok maupun orang tuanya. Dalam kondisi ketakutan dan tidak mampu menahan tekanan, korban memilih kabur dari pondok pada Kamis dini hari (13/11/2025). Korban berjalan kaki dari Raguklampitan menuju rumahnya di Lebak dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Saat tiba di rumah, korban tampak ketakutan dan hanya terdiam, hingga akhirnya orang tua memaksanya bercerita mengenai apa yang dialaminya. Upaya Klarifikasi dan Mediasi Berujung Gagal Pada Kamis siang, orang tua korban mendatangi pihak pondok untuk meminta klarifikasi. Namun, menurut keluarga, mereka hanya menerima janji bahwa pihak pondok akan mempertemukan mereka dengan orang tua para terduga pelaku. Malam harinya, mediasi diadakan di lingkungan pondok pesantren. Sayangnya, proses tersebut dinyatakan gagal setelah salah satu orang tua terduga pelaku yang berasal dari Mindahan justru menantang keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke polisi, sebagaimana disampaikan keluarga korban kepada Bidik-Kasusnews pada 19- November 2025. Sorotan Terhadap Pengawasan Pondok Keluarga menilai pihak pondok dan yayasan kurang memberikan pengawasan terhadap perilaku santri, terutama terkait kekerasan dan budaya bullying. Mereka menilai kondisi ini tidak layak bagi lembaga pendidikan yang ingin memperoleh atau mempertahankan akreditasi. “Yayasan tidak pantas mendapat akreditasi jika membiarkan budaya bullying dan lemahnya pengawasan terhadap perilaku menyimpang berupa kekerasan di lingkungan pondok,” ungkap pihak keluarga. Respons Ketua Yayasan Ketua Yayasan Ponpes Bukhoiriyyah, Gus Dimas, saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews pada 20 November 2025, hanya menyampaikan singkat: “Njih mas, ada yang bisa saya bantu?” Pihak yayasan hingga kini belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai dugaan perundungan maupun langkah penanganannya. Keluarga Pertimbangkan Aksi Hukum Melihat anak mereka mengalami trauma, luka fisik, serta gagalnya mediasi, keluarga tengah mempertimbangkan membawa permasalahan ini ke pihak kepolisian. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan terhadap santri di lembaga pendidikan berbasis pesantren. Publik berharap agar pondok pesantren dapat memperbaiki pengawasan internal serta memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh santri.(Wely-jateng)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) 2025 bertema “Meningkatkan Profesionalisme Wartawan Melalui Pemahaman Hukum dan Etika Jurnalistik di Era Digital.” Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini menghadirkan pemateri dari PWI Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan integritas wartawan, Selasa (—/—/2025). Hadir sebagai narasumber, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo, anggota Dewan Penasehat PWI Jaya Penglihatan Simatupang, serta Sekretaris PWI DKI Arman Suparman. Bimtek turut mendapat dukungan Yayasan Rumah Penasihat, lembaga yang selama ini aktif mendukung berbagai pelatihan jurnalisme di Indonesia. Dalam sesi pembukaan, Kesit Budi Handoyo menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme wartawan di tengah dinamika arus informasi digital. Menurutnya, wartawan PWI harus mampu menyajikan karya jurnalistik yang akuntabel, berimbang, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan regulasi yang berlaku. “Teman-teman wartawan perlu meningkatkan kualitas pemberitaan agar mudah dipahami publik dan tetap menjaga akuntabilitas. Kita wajib mengedepankan etika, mematuhi UU Keterbukaan Informasi Publik, serta memastikan media tempat bekerja berbadan hukum,” ujar Kesit. Ia juga menyoroti peran Pokja sebagai wadah penting dalam menjaga soliditas organisasi. “Pokja berfungsi mengatur dan menyelesaikan persoalan internal di kelompok kerjanya. Jika diperlukan, PWI akan memperkuat struktur Pokja agar organisasi semakin kokoh,” tambahnya. Pada sesi diskusi, para narasumber mengingatkan pentingnya verifikasi dan keberimbangan informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks. Publikasi yang berkualitas, kata mereka, harus mendukung pelayanan publik, pembangunan daerah, dan memberikan informasi yang akurat serta bermanfaat bagi masyarakat. Para pemateri juga menegaskan bahwa Pokja PWI di berbagai instansi—termasuk yang bermitra dengan Polres—harus menjadi mitra strategis pemerintah. “Wartawan PWI harus disegani karena profesionalismenya, bukan ditakuti. Kita harus menjaga marwah organisasi,” tegas salah satu narasumber. Bimtek PWI 2025 ini diikuti peserta dari lima wilayah DKI Jakarta dan berlangsung interaktif. Melalui kegiatan ini, Pokja PWI Jakarta Pusat berharap kapasitas wartawan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara PWI, pemerintah, dan lembaga publik dalam menghadirkan jurnalisme yang kredibel dan bertanggung jawab. ( Heri. W)