HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM, 26 Desember 2025 – Upaya pencarian terhadap seorang balita yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Desa Kaludan Besar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat pagi (26/12/2025) sekitar pukul 09.30 Wita. Korban diketahui bernama Syaidatul Rahmah (1,5 tahun), warga Desa Kaludan Besar RT 02, Kecamatan Banjang. Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada Kamis sore (25/12/2025) sekitar pukul 16.10 Wita di kawasan sungai setempat. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan terdiri dari Polsek Banjang, Sat Polairud Polres HSU, Koramil, Basarnas, BPBD HSU, relawan, serta masyarakat setempat. “Pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dengan penyisiran menggunakan dua perahu karet dan sejumlah perahu masyarakat, menyusuri area sekitar lokasi awal korban dilaporkan jatuh hingga radius dua kilometer ke arah Sungai Terate,” ujar Kapolsek. Sekitar satu setengah jam kemudian, korban ditemukan di kawasan Pancung Murung, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik awal kejadian. Proses evakuasi dilakukan oleh warga yang pertama kali melihat korban, kemudian dibantu tim gabungan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan perairan. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Kaludan Besar RT 02. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diperkirakan berada di dalam air selama kurang lebih 16 jam sejak dinyatakan tenggelam. Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah prosedural, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membuat laporan resmi, berkoordinasi dengan Inafis Polres HSU, hingga meminta pernyataan dari keluarga korban terkait penolakan dilakukan otopsi. Kapolsek Banjang menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan sungai dan perairan terbuka. “Kejadian ini menjadi pengingat bersama agar lebih waspada demi mencegah musibah serupa terulang kembali,” pungkasnya. (Agus)
Deli Serdang – Bidik-kasusnews.com – Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan melaksanakan pengerjaan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/12/2025). Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Bandar Kuala, Kabupaten Deli Serdang, dengan Desa Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabencana untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Pengerjaan jembatan dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal Kodam I/BB bersama Yonzipur 11/Durhaka Wira Yudha, Kodim 0204/Deli Serdang, didukung Tim Vertical Rescue, serta dibantu masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi penggalian, pengecoran dan penambahan pondasi, serta pemasangan struktur penyangga jembatan guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 64,5 persen. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat segera rampung sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta -Nasional Corruption Watch (NCW) memberikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, yang langsung memberhentikan sejumlah oknum jaksa yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua NCW Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, S.Pd, menilai tindakan tersebut sebagai langkah tepat untuk menjaga marwah dan kredibilitas Kejaksaan Agung (Kejagung), sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam pemberantasan korupsi, khususnya di internal penegak hukum. Menurut Herman, pencopotan jabatan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara (HSU), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), serta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari HSU, usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan, merupakan langkah yang patut diapresiasi publik. “Kita mengapresiasi pemberhentian tiga oknum jaksa tersebut terkait kasus pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan. Ini menunjukkan ketegasan Jaksa Agung dalam membersihkan institusi dari oknum nakal,” ujar Herman, dikutip dari PostKeadilan, Selasa (23/12/2025). Lebih lanjut, Herman juga menyinggung kasus OTT Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang sempat menyeret nama Kajari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman. Ia berharap Eddy tidak terlibat dalam perkara tersebut. “Harapan kami tentu beliau tidak terlibat. Ke depan, Kejari Kabupaten Bekasi diharapkan mampu mengungkap berbagai kasus korupsi dan praktik suap menyuap yang selama ini banyak terjadi di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya. Sementara itu, PostKeadilan juga mengutip pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, yang menegaskan bahwa Kejaksaan Agung tidak akan melindungi jaksa yang terbukti melanggar hukum. “Ini menjadi peringatan dari Jaksa Agung kepada seluruh jaksa agar tidak main-main dalam penanganan perkara. Kejaksaan Agung tidak akan memberi ampun, jika terbukti langsung diberhentikan,” tegas Anang. Langkah tegas ini diharapkan menjadi momentum perbaikan internal Kejaksaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (Wely)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandar Lampung pada malam perayaan Natal, Kamis (25/12/2025), tidak menyurutkan kesiapsiagaan aparat teritorial. Koramil 410-01/Panjang di bawah jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) bergerak cepat merespons laporan genangan air di sejumlah wilayah dengan menerjunkan Babinsa secara serentak ke lokasi terdampak. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan warga akibat luapan drainase, meskipun bertepatan dengan hari libur nasional. Dua personel Babinsa diterjunkan secara simultan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali. Di Kelurahan Karang Maritim, Babinsa Kopda Ridwan melakukan pemantauan langsung di Jalan Selat Malaka 7 RT 02 sejak pukul 21.30 WIB. Genangan air setinggi sekitar 15 sentimeter akibat meluapnya saluran drainase terpantau tidak mengganggu aktivitas warga maupun akses jalan, berkat pengawasan yang dilakukan secara intensif. Sementara itu, di wilayah Kelurahan Panjang Utara, Babinsa Sertu Ismanto telah lebih dahulu melaksanakan pemantauan sejak pukul 21.00 WIB di sepanjang Jalan Yos Sudarso RT 07 hingga RT 10. Genangan dengan ketinggian serupa dipantau secara berkelanjutan guna mencegah eskalasi dan memastikan tidak ada dampak lanjutan bagi masyarakat. Berdasarkan laporan resmi Pos Jaga Koramil 410-01/Panjang kepada Pos Jaga Kodim 0410/KBL, situasi di kedua lokasi terpantau aman dan terkendali. Tidak terdapat rumah warga yang terdampak kerusakan maupun warga yang harus mengungsi. Hingga laporan terakhir, pemantauan di Panjang Utara masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar stabil. Perwakilan Koramil 410-01/Panjang menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di titik rawan bencana merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat. “Dalam kondisi apa pun, termasuk hari libur, Babinsa tetap siap hadir di tengah masyarakat. Ini adalah langkah pencegahan agar warga merasa aman dan potensi risiko dapat diminimalkan,” ujarnya. Aksi cepat Babinsa pada malam Natal ini mencerminkan efektivitas sistem kewaspadaan dini satuan teritorial TNI AD. Sinergi antara Koramil dan Kodim memungkinkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem. Kodim 0410/KBL mengapresiasi dedikasi dan kewaspadaan para Babinsa di wilayah Panjang. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengamalan nilai RADIN INTEN, sebagai pedoman prajurit dalam mengabdi dan melindungi masyarakat dari berbagai potensi gangguan, kapan pun dan di mana pun. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen TNI dalam menjaga keamanan sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama kembali ditunjukkan jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung. Pada perayaan Hari Raya Natal 2025, Babinsa Koramil 410-06/Kedaton bersinergi dengan aparat kepolisian dan unsur masyarakat melaksanakan pengamanan ibadah umat Kristiani di wilayah Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (25/12/2025). Pengamanan terpusat di Gereja HKBP yang berlokasi di Jalan Cemara Nomor 26, Kelurahan Labuhan Ratu. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat, tanpa gangguan keamanan. Babinsa setempat, Serka Dedy, bertindak sebagai penanggung jawab lapangan dengan memimpin langsung koordinasi lintas sektor. Pengamanan dilakukan pada Kebaktian Malam Natal Sesi I yang dimulai pukul 10.00 WIB dan diikuti sekitar 750 jemaat. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Titian Raja Guguk, M.Th., dengan tema “Peringatan Hari Kelahiran Tuhan Yesus.” Dalam pelaksanaan pengamanan, aparat gabungan diterjunkan secara proporsional. Tercatat 6 personel TNI dari Koramil 410-06/Kedaton, 10 personel Polsek Kedaton, 10 personel Pam Obvit Polda Lampung, serta 10 anggota Linmas setempat turut mengawal jalannya kegiatan. Sinergi ini menjadi kunci terciptanya suasana ibadah yang aman dan kondusif. Serka Dedy menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. “Kami hadir untuk memastikan seluruh warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk komitmen TNI dalam menjaga toleransi, kebhinekaan, dan persatuan bangsa,” ujarnya. Hingga kebaktian berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya insiden menonjol. Keberhasilan pengamanan ini sekaligus mencerminkan kuatnya kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada momentum keagamaan yang sarat nilai persaudaraan dan toleransi. (Agus)
Asahan Sumut | Bidik-kasusnews.com – Keluarga besar Almarhum Syah Budin Siregar menggelar acara adat tradisi leluhur Manggual sebagai wujud pelestarian adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, (23 Desember 2025), pukul 11.00 WIB, hingga Rabu, (24 Desember 2025), pukul 11.00 WIB, bertempat di Rumah Godang, Desa Urung Pane, Dusun I Buluh Cina, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pelaksanaan adat Manggual ini dihadiri oleh seluruh anak, cucu, cicit, serta keluarga besar Almarhum Syah Budin Siregar. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan mempererat ikatan kekeluargaan antar generasi yang selama ini tersebar dan menetap di berbagai daerah. Tradisi Manggual merupakan adat leluhur yang telah dijalankan sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan hingga saat ini. Bagi keluarga besar Almarhum Syah Budin Siregar, tradisi ini merupakan amanah adat yang wajib dijalankan oleh setiap generasi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang tidak boleh ditinggalkan. Almarhum Syah Budin Siregar diketahui memiliki sembilan orang anak, terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan, serta 28 orang cucu dan tiga orang cicit. Seluruh anak beliau telah berkeluarga dan menetap di berbagai daerah. Adapun anak-anak Almarhum Syah Budin Siregar adalah: Almarhumah Maruliana Br. Siregar, Arwin Siregar, S.E, Kompol Roma Tua Luter Siregar, S.H, Mendra Siregar, S.E, Hariani Br. Siregar, S.H, Ade Hariyanto Siregar, Leli Hartuti Br. Siregar, Muhammad Sopiyan Romauli Siregar, serta Kiki Andreas Br. Siregar, A.Mkeb. Salah satu anak Almarhum Syah Budin Siregar, Kompol Roma Tua Luter Siregar, S.H, menyampaikan bahwa pelaksanaan adat Manggual memiliki makna penting bagi keluarga besar. > “Tradisi adat Manggual ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan amanah leluhur yang harus kami jaga bersama. Melalui acara ini, kami ingin menanamkan kepada anak cucu agar tetap menghormati adat, menjaga persaudaraan, dan tidak melupakan jati diri keluarga,” ujar Kompol Roma Tua Luter Siregar. S.H Ia menambahkan bahwa adat juga mengajarkan kesetaraan, kebersamaan dan kebinekaragaman budaya tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun status sosial. > “Di dalam adat, semua sama. Yang utama adalah saling menghormati, saling menyayangi, dan menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap harmonis,” Ujar Paur Subag Humas Bagops Rorenminops Korbrimob Polri Selain anak dan cucu, acara adat ini turut dihadiri oleh keturunan dari enam saudara kandung Almarhum Syah Budin Siregar yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan, antara lain Unde Midah br Regar, Wak Butet br Regar, keturunan dari almarhum Kulong Siregar, selaku orang tua Syah Budin Siregar, serta keturunan dari Kalang Siregar adik kandung Kulong Siregar, antara lain Unde Elvi br Regar, Arifin Siregar, yang bersama-sama mengikuti rangkaian acara adat dengan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam terselenggaranya acara adat tradisi leluhur Manggual ini. Secara khusus, ucapan terima kasih disampaikan kepada penanggung jawab dan pelaksana acara, yakni Arifin Siregar, Maruliansyah Manurung, Mendra Siregar, Ade Hariyanto, Devy Andria Br. Siregar, Aldy Pratama Siregar, serta Anggriani Br. Harahap, Verdianto Harahap, Fitria Br Harahap, Nurida br Harahap, Dohot Manurung, Brigadir Agus Tiar Sitorus, yang telah bekerja keras dan penuh tanggung jawab demi kelancaran acara. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur dan pihak pendukung, antara lain Kompol Roma Tua Luter Siregar, S.H, (Paur Subag Humas Bagops Rorenminops Korbrimob Polri) Nauli Manurung (Kepala Desa Terusan Tengah), Arwin Siregar, S.E, (Direktur PT Amaris Tirta Pratama), serta keluarga besar Kulong dan Kalang, dan seluruh pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Berkat kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar serta dukungan tokoh adat dan masyarakat setempat, rangkaian acara adat Manggual dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Melalui pelaksanaan adat tradisi leluhur ini, keluarga besar Almarhum Syah Budin Siregar berharap nilai-nilai adat, budaya, dan persaudaraan tetap terjaga serta terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Red)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Ribuan personel gabungan dari Kodam Jaya/Jayakarta dan Polda Metro Jaya mengikuti Apel Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Apel pengamanan tersebut dipimpin oleh Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso S.E, M.M, selaku Inspektur Upacara, Rabu (24/12/2025). Apel ini diselenggarakan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat TNI-Polri bersama unsur terkait dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru agar dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Dalam amanatnya, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si yang dibacakan Danrem 051/Wijayakarta mengharapkan agar pengamanan ini dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, profesionalisme, dan keikhlasan. Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan yang kita laksanakan dapat berjalan aman, lancar, serta menjadi amal ibadah bagi kita masing-masing. Selanjutnya, Danrem 051 Wijayakarta menambahkan bahwa, “Apel Siaga ini adalah untuk menjaga kondisifitas dalam rangka warga Jakarta melaksanakan Ibadah Natal mulai malam ini, “Ungkapnya. Ribuan personel yang terlibat dalam apel ini terdiri dari unsur TNI AD Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, serta instansi terkait lainnya yang nantinya akan disebar di sejumlah titik strategis, tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur lalu lintas guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Desember 2025 – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Hari Raya Natal 2025, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pati mengerahkan bantuan pengamanan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Rabu (25/12). Bantuan pengamanan tersebut merupakan bentuk sinergi antarunit pelaksana teknis pemasyarakatan dalam memastikan situasi Rutan Jepara tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya pada momentum hari besar keagamaan yang memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ekstra. Petugas Bapas Pati bersama jajaran pengamanan Rutan Jepara melaksanakan penguatan pengawasan pada area-area strategis, termasuk pintu utama, area layanan, serta lingkungan hunian warga binaan. Seluruh rangkaian pengamanan dilaksanakan sesuai prosedur, dengan mengedepankan sikap humanis serta profesional. Kepala Rutan Jepara menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Bapas Pati. “Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan dukungan pengamanan ini. Kolaborasi antar-UPT pemasyarakatan menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya di momen Hari Raya Natal,” ujarnya. Dengan adanya penguatan pengamanan ini, pelaksanaan ibadah Natal, penyerahan remisi, serta kegiatan pembinaan lainnya di Rutan Jepara dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Melalui kerja sama lintas satuan kerja ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan pemasyarakatan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan dan masyarakat. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,– Suasana khidmat menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara saat warga binaan beragama Kristen dan Katolik mengikuti Ibadah Malam Natal Nasional yang diselenggarakan secara daring, Rabu malam (24/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan serentak dan terhubung langsung dengan satuan kerja pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Pelaksanaan ibadah secara virtual tersebut menjadi solusi efektif dalam menjangkau seluruh warga binaan agar tetap dapat merayakan Natal dengan aman dan tertib. Meski berada dalam keterbatasan ruang gerak, warga binaan tetap menunjukkan antusiasme dan kekhusyukan selama rangkaian ibadah berlangsung. Petugas Rutan Jepara hadir mendampingi jalannya kegiatan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman dan nyaman. Pendampingan ini sekaligus mencerminkan dukungan penuh jajaran Rutan terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan bahwa kegiatan ibadah nasional ini merupakan wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam menghormati hak beragama. Ia menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian warga binaan agar lebih baik, sabar, dan memiliki harapan baru selama menjalani masa pidana. Melalui keikutsertaan dalam Ibadah Malam Natal Nasional, Rutan Jepara terus menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan kemanusiaan, serta memastikan bahwa setiap warga binaan tetap memperoleh pelayanan keagamaan secara layak dan bermartabat.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Desember 2025 – Peringatan Hari Raya Natal Tahun 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dimaknai sebagai momentum penguatan nilai kemanusiaan dan pembinaan. Salah satunya melalui penyerahan Remisi Khusus Natal kepada warga binaan pemasyarakatan yang beragama Nasrani, Rabu (25/12). Pemberian remisi ini merupakan bentuk komitmen Rutan Jepara dalam menjalankan amanat sistem pemasyarakatan, khususnya dalam menjamin hak warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Penyerahan dilakukan secara tertib di lingkungan rutan dengan melibatkan pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan. Remisi Natal diberikan kepada warga binaan yang dinilai layak setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, di antaranya menunjukkan perilaku baik, disiplin, serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan oleh Rutan Jepara. Proses ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan sikap dan kepribadian warga binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pemberian remisi memiliki makna strategis dalam proses pembinaan. Selain sebagai hak yang dijamin negara, remisi juga menjadi instrumen untuk menumbuhkan semangat perubahan dan tanggung jawab pada diri warga binaan selama menjalani masa pidana. Suasana penyerahan remisi berlangsung aman dan penuh kekhusyukan. Bagi warga binaan penerima, Hari Raya Natal menjadi momen refleksi diri, penguatan iman, serta peneguhan tekad untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik dan bermakna. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara menegaskan perannya sebagai institusi pembinaan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan reintegrasi sosial, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan agar siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.(Wely-jateng)