BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kecepatan dan sinergi antara TNI, Polri, serta elemen masyarakat berhasil meredam aksi tawuran antar pelajar yang hampir pecah di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Campang Raya, Kota Bandar Lampung, pada Rabu malam (26/11/2025). Aksi yang semula berpotensi menjadi kericuhan besar ini dapat digagalkan berkat laporan warga dan kewaspadaan aparat setempat. Kejadian tersebut bermula dari laporan warga yang melaporkan adanya rencana perkelahian massal antar kelompok pelajar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Babinsa Kelurahan Campang Raya, Sertu Andreswan, bersama Bhabinkamtibmas, Ketua RT, dan Linmas segera terjun ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka mendapati situasi yang sudah mulai ricuh. Aparat pun berhasil mengamankan tiga orang pelajar yang terlambat melarikan diri dari kerumunan. Ketiga remaja yang diamankan, yaitu Rehan (16), Akhtar Nabel (15), dan Rizki Khoirul Rizal (17), mengaku tidak berniat untuk terlibat dalam tawuran. Mereka menyatakan hanya ikut “nonton seru-seruan” dan terperangkap dalam situasi ketika kelompok lawan, yang diduga berasal dari SMP di Jati Mulyo, datang dengan membawa senjata tajam serta menyalakan kembang api ke arah mereka. “Kami mendapatkan informasi dan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kerja sama yang solid antara TNI, Polri, perangkat desa, serta kewaspadaan warga menjadi faktor utama dalam mencegah hal-hal yang lebih buruk,” ujar Sertu Andreswan, yang terlibat langsung dalam upaya pengendalian situasi tersebut. Aksi tawuran ini dipicu oleh sindiran dan tantangan antara dua kelompok pelajar, yakni rombongan dari SMPN 37 dan kelompok dari Jati Mulyo, yang telah berlangsung sebelumnya. Tawuran tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Kampung Lebak Haur, namun berhasil digagalkan saat kedua kelompok bertemu di depan Solidaritas Mic (Solid Mix). Kondisi semakin memanas ketika kelompok dari Jati Mulyo membawa senjata tajam dan menyalakan kembang api, memicu kepanikan di antara para pelajar. Dalam kekacauan tersebut, tiga remaja yang diamankan terpisah dari kelompok mereka, jatuh dari motor, dan berlari menyelamatkan diri hingga akhirnya ditemukan oleh warga dan aparat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, ketiga remaja tersebut dibawa ke Polsek Sukarame untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun mereka terlibat dalam kericuhan, proses hukum yang akan dijalani difokuskan pada pembinaan untuk memberikan efek jera dan pendidikan. Upaya pencegahan tawuran ini mencerminkan pentingnya peran keamanan lingkungan yang proaktif. Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari. Mereka juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intens dengan remaja untuk menghindari pengaruh negatif dan mencegah terjadinya kekerasan. “Kami mengapresiasi kewaspadaan warga. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tutup Sertu Andreswan. (Agus)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya dalam merespons cepat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa satuan-satuan komando kewilayahan telah dikerahkan sejak menerima laporan banjir di Aceh dan tanah longsor di Sumatera Barat. Apa yang Terjadi? Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem memicu naiknya debit air sungai dan pergerakan tanah di sejumlah daerah. Kondisi ini menyebabkan banjir di Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Aceh, serta longsor di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Sumatera Barat. Siapa yang Terlibat? Menurut Kadispenad, aparat teritorial dari berbagai Kodam langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat sesaat setelah laporan diterima. “Seluruh jajaran Kodam telah disiagakan dan responsif terhadap setiap kejadian bencana. Begitu informasi mengenai banjir dan longsor diterima, satuan terdekat langsung bergerak melakukan evakuasi, layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pembukaan akses yang tertutup material,” ujar Kolonel Donny. Penanganan di Aceh Kodam Iskandar Muda, melalui satuan Kodim, menurunkan puluhan personel untuk mengevakuasi warga ke tempat aman. Prajurit turut membantu pembersihan rumah, fasilitas umum, serta mendirikan dapur lapangan dan posko kesehatan yang dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah. Respons di Sumatera Barat Di wilayah Sumbar, prajurit Kodam I/Bukit Barisan dari Kodim dan Yonzipur dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimbun material longsor. Selain itu, tim turut mendukung proses pencarian warga terdampak dan menyalurkan bantuan logistik ke daerah yang sulit dijangkau. Peralatan dan Metode Penanganan TNI AD juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan jalur vital masyarakat. Upaya ini ditujukan agar bantuan dapat segera masuk dan mobilitas warga pulih lebih cepat. Mengapa TNI AD Turun Langsung? Kadispenad menegaskan bahwa keberadaan aparat TNI AD dalam penanganan bencana merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang berorientasi pada kemanusiaan. “Dalam situasi bencana, kami bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, Polri, dan para relawan. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan,” tegasnya. Imbauan dan Langkah ke Depan TNI AD mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. Satuan teritorial di berbagai wilayah terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana lanjutan. Dengan koordinasi terpadu lintas instansi, TNI AD memastikan seluruh proses penanganan darurat dapat berlangsung efektif untuk membantu masyarakat yang terdampak. (Agus)

TAPANULI TENGAH, BIDIK-KASUSNEWS.COM Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam (25/11/2025). Peristiwa ini tidak hanya merendam pemukiman dan memutus akses jalan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta merusak berbagai fasilitas umum. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kodim 0211/Tapanuli Tengah langsung mengerahkan seluruh personel untuk membantu proses evakuasi warga. Bersama BPBD, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah, prajurit TNI bergerak menuju titik-titik terdampak dengan perahu karet dan kendaraan taktis. Proses penyelamatan difokuskan pada anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah berpotensi longsor. Tim kesehatan Kodim juga memberikan layanan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami luka maupun kondisi gawat darurat. Sementara itu, petugas gabungan terus menyisir pemukiman yang terisolasi akibat tingginya genangan air dan material longsor. Berdasarkan data awal, Kota Sibolga mencatat lima korban meninggal dunia, tiga warga mengalami luka-luka, dan enam lainnya masih dalam pencarian. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat warga dilaporkan meninggal dunia, meski tidak ada laporan warga hilang. Kerusakan bangunan juga cukup luas, di antaranya 72 rumah rusak, sebagian ruas jalan terputus, serta tiga kendaraan mengalami kerusakan. Di wilayah Tapteng, satu unit rumah juga terdampak. Upaya penanganan bencana menghadapi sejumlah kendala. Akses jalan menuju beberapa lokasi tertutup material longsor, sementara pasokan listrik, jaringan telepon, dan internet di beberapa kawasan dilaporkan padam. Operasional Bandara FL. Tobing Pinang Sori juga belum dapat dipastikan karena terganggunya komunikasi. Meski demikian, Kodim 0211/Tapteng terus memperluas penyisiran dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi, pendistribusian logistik, serta operasi pencarian warga yang belum ditemukan. Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan komitmen Kodam I/BB dalam percepatan penanganan bencana di wilayah Sibolga dan Tapteng. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh satuan jajaran Kodam I/BB disiagakan untuk mendukung evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, personel TNI bersama BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, dan para relawan masih terus melakukan evakuasi, pembersihan puing, serta membuka jalur yang tertutup material longsor. (Agus)  

Bidik-kasusnews.com,Jayawijaya Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 di Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini merupakan wujud konsistensi Kemendagri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rabu,26 November 2025 “Rapat monev APBD ini diselenggarakan dalam rangka penguatan pembinaan, pengawasan, dan penyamaan persepsi di bidang tata kelola keuangan daerah, serta evaluasi pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” ujar Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri Rikie dalam Rapat Monev dan Asistensi Percepatan Realisasi APBD secara hybrid dari Baliem Pilamo Hotel, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (24/11/2025). Rikie menegaskan, pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian integral dari penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah. Karena itu, pengawasan keuangan daerah harus dilakukan secara tertib, taat regulasi, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan menjunjung keadilan serta kemanfaatan bagi masyarakat. Ia menjelaskan, monev dilakukan baik pada daerah yang realisasinya rendah maupun tinggi. Daerah dengan realisasi rendah perlu diidentifikasi hambatannya, sementara daerah dengan realisasi tinggi dapat menjadi rujukan praktik baik. Rikie kemudian memaparkan capaian realisasi APBD Provinsi Papua Pegunungan per 24 November 2025. Pada tingkat provinsi, realisasi pendapatan mencapai 78,20 persen dan realisasi belanja 72,00 persen. Pemerintah provinsi menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 93,00 persen hingga akhir tahun. Di tingkat kabupaten, capaian realisasi menunjukkan variasi signifikan. Kabupaten Jayawijaya melaporkan realisasi pendapatan 74,77 persen dan belanja 57,56 persen, dengan target 93,00 persen untuk keduanya pada 31 Desember 2025. Kabupaten Lanny Jaya mencatat realisasi pendapatan 75,00 persen dan belanja 74,00 persen, serta menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 90,00 persen hingga akhir tahun. Kabupaten Mamberamo Tengah menunjukkan capaian yang lebih tinggi dengan realisasi pendapatan 80,73 persen dan belanja 70,92 persen, serta menargetkan 95,00 persen untuk keduanya. Adapun Kabupaten Nduga mencatat realisasi pendapatan 72,05 persen dan belanja 76,48 persen, dengan target akhir tahun masing-masing 95,00 persen dan 91,00 persen. Selanjutnya, Kabupaten Pegunungan Bintang merealisasikan pendapatan 77,71 persen dan belanja 67,99 persen, dengan target pendapatan 98,00 persen dan belanja 95,00 persen. Kabupaten Tolikara melaporkan realisasi pendapatan 74,91 persen dan belanja 59,26 persen, dengan komitmen mencapai pendapatan 99,65 persen dan belanja 96,22 persen pada akhir tahun. Pada bagian akhir paparannya, Rikie menjelaskan bahwa Kabupaten Yalimo mencatat realisasi pendapatan 74,00 persen dan belanja 75,00 persen, dengan target masing-masing 95,00 persen dan 90,00 persen. Sementara itu, Kabupaten Yahukimo menunjukkan capaian pendapatan 81,04 persen dan belanja 76,06 persen, serta menargetkan realisasi 95,00 persen untuk pendapatan dan belanja hingga 31 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah IV, PPUPD Ahli Madya Inspektorat Jenderal, pejabat dari Ditjen Bina Bangda dan Ditjen Bina Keuda, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten se-Papua Pegunungan, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Inspektur Daerah, serta pejabat terkait lainnya. Sumber: Puspen Kemendagri Wartawan Basori

Bidik-kasusnews.com,Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima penghargaan Tokoh Pendorong Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Daerah dari detikcom. Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap konsistensi Mendagri dalam membina dan mendorong pemerintah daerah (Pemda) menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, Kemendagri dinilai mampu menjadi motor koordinasi kebijakan ekonomi di tingkat daerah. Selasa,25 November 2025 Penilaian tersebut tercermin dari sejumlah capaian, di antaranya inflasi yang stabil di kisaran 2 persen, serta penerapan monitoring inflasi mingguan berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga level kabupaten/kota. Selain itu, Mendagri dinilai berperan aktif memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan optimal, pendapatan daerah meningkat tanpa membebani masyarakat, serta ekosistem kemudahan berusaha semakin baik melalui perizinan yang lebih cepat dan efisien. Upaya tersebut membuat perputaran uang dan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga. Pada sambutannya, Mendagri memaparkan berbagai langkah yang ditempuh Kemendagri dalam menangani pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara simultan. Ia menjelaskan bahwa Kemendagri telah menjalankan sejumlah inisiatif, salah satunya melalui penyelenggaraan rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi yang rutin digelar sejak September 2022. Pada awal pelaksanaan rakor, tingkat inflasi masih berada di angka 5,9 persen. Namun, berkat konsistensi dan kolaborasi lintas sektor, inflasi berhasil ditekan hingga stabil di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Bahkan, inflasi Oktober 2025 secara year-on-year (YoY) tercatat sebesar 2,86 persen. Kondisi tersebut menjadi kabar baik karena mampu menjaga keseimbangan bagi produsen dan konsumen sekaligus memastikan keterjangkauan harga. Selain pengendalian inflasi, Kemendagri juga memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkala. Melalui pertemuan rutin, Mendagri dan jajaran menelaah data yang disampaikan BPS guna melihat tren ekonomi di setiap daerah. “Yang tinggi pertumbuhan ekonominya kita minta untuk dijaga, yang rendah kita dorong melalui peran dari teman-teman kementerian/lembaga lain dan juga daerah,” jelasnya. Untuk menjaga perputaran ekonomi di daerah, Kemendagri juga melakukan evaluasi pendapatan dan belanja APBD setiap bulan. Menurut Mendagri, pendapatan daerah yang tinggi idealnya diiringi dengan realisasi belanja yang juga tinggi, sehingga peredaran uang dapat berlangsung optimal di masyarakat. Dengan demikian, daya beli tetap terjaga dan aktivitas ekonomi swasta turut meningkat. Langkah strategis lainnya adalah dorongan agar seluruh daerah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). Kehadiran MPP dinilai menjadi instrumen penting dalam memudahkan proses berusaha karena mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi, mulai dari Dukcapil, perizinan, paspor, hingga sertifikat tanah. “Dengan adanya kemudahan berusaha maka akan lebih mudah bagi masyarakat yang ingin berusaha, memudahkan membuka lapangan kerja,” ujar Mendagri. Mendagri menyampaikan apresiasi kepada detikcom atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai pengakuan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, peran media menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk terus memberikan hasil nyata bagi masyarakat. “Penghargaan ini tentu akan membesarkan hati kami dan membuat kami bekerja lebih keras lagi,” tandasnya. Sumber:Puspen Kemendagri Wartawan Basori

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi cepat Babinsa bersama petugas Pemadam Kebakaran dan warga berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam kebakaran rumah di Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Rabu siang (26/11/2025). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kediaman Jumarni (60), warga yang tinggal di Jalan Am Mangun Diprojo, Gang Damai. Menurut laporan resmi Koramil 410-04/TKT kepada Kodim 0410/KBL, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit setelah tim gabungan bergerak cepat ke lokasi. Kronologi Kejadian Kebakaran bermula ketika Jumarni sedang berbincang dengan cucunya, Fatih (15), di dalam rumah. Keduanya mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat mencari sumber suara, mereka melihat asap tebal muncul dari bagian atap, sebelum Fatih melihat kobaran api dari kamar belakang. Sadar rumah mulai terbakar, Jumarni dan keluarganya langsung meminta bantuan tetangga untuk menghubungi Damkar dan Babinsa. Tidak lama kemudian, Babinsa dari pos terdekat tiba dan melakukan pemadaman awal sambil menenangkan warga agar situasi tetap terkendali. Upaya Pemadaman Empat unit mobil Damkar Kota Bandar Lampung dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja sama cepat antara Babinsa, petugas Damkar, dan warga, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.00 WIB. Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran diduga akibat konsleting listrik dari salah satu ruangan di bagian belakang rumah. Kerugian dan Dampak Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, rumah mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian mencapai Rp 40 juta, mencakup kerusakan struktur bangunan dan barang-barang milik korban. Penegasan Aparat Dalam laporan tertulis, Koramil 410-04/TKT menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bukti kesiapsiagaan prajurit TNI di wilayah teritorial dalam memberikan perlindungan dan pertolongan cepat kepada masyarakat. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 November 2025 – Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan perbaikan fasilitas TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Desa Bulu, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat Pengabdian IMIPAS untuk Negeri, yang menekankan kehadiran institusi pemasyarakatan dalam memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Perbaikan yang dilakukan meliputi pengecatan dinding, pembersihan ruang belajar, dan penataan kembali area TPQ agar lebih nyaman digunakan para santri. Seluruh rangkaian kerja bakti dilaksanakan secara gotong royong oleh pegawai Rutan Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menjelaskan bahwa dukungan terhadap fasilitas pendidikan keagamaan merupakan bentuk tanggung jawab moral institusi kepada masyarakat. > “TPQ adalah tempat anak-anak menanamkan nilai akhlak dan keagamaan. Kami ingin memastikan ruang belajar mereka tetap bersih, rapi, dan layak. Ini adalah cara kami menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekitar,” ujar Renza. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi sosial Rutan Jepara sejalan dengan arah kebijakan dan semangat pelayanan publik humanis yang diusung Kemenimipas. Melalui kegiatan perbaikan ini, Rutan Jepara berharap TPQ Desa Bulu dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih nyaman dan produktif, sekaligus mempererat hubungan baik antara Rutan Jepara dan masyarakat sekitar.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 November 2025 — Rutan Kelas IIB Jepara kembali melakukan inovasi dalam program pembinaan dengan menggelar layanan konseling terarah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (26/11/2025). Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat aspek psikologis warga binaan agar lebih siap menghadapi proses pemulihan diri dan masa depan setelah selesai menjalani hukuman. Berbeda dengan sesi sebelumnya, layanan konseling kali ini melibatkan peserta Magang Nasional sebagai pendamping. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terjun langsung membantu proses identifikasi kebutuhan warga binaan, pendampingan asesmen, serta memfasilitasi dialog bersama petugas konselor. Keterlibatan ini diharapkan mampu menambah kapasitas peserta magang sekaligus meningkatkan kualitas layanan di Rutan Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menilai bahwa pendekatan psikologis menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi warga binaan, terutama untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan emosional dan membangun cara berpikir positif. > “Konseling ini bukan hanya ruang curhat, tetapi sarana untuk membentuk ketahanan mental. Peserta magang memberikan bantuan signifikan, terutama dalam memperluas jangkauan layanan sehingga setiap warga binaan mendapatkan perhatian yang layak,” ungkapnya. Sepanjang kegiatan, suasana konseling berlangsung dengan tertib dan hangat. Warga binaan tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, termasuk latihan pengelolaan emosi dan diskusi kelompok. Rutan Jepara memastikan akan terus mengembangkan layanan pembinaan melalui kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan pendekatan yang lebih humanis. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi proses reintegrasi sosial para warga binaan.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

Pondok Gede, Bidik-kasusnews.com — Aksi pencurian yang menyasar Klinik Kecantikan Evorieheal Tcare akhirnya berhasil diungkap dengan cepat oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede. Dua pelaku berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah laporan diterima, 26 November 2025. Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiarto, SH., MH, bersama Kanit Reskrim AKP Slamet Hariyadi, SH, memastikan kasus ini ditangani serius karena meresahkan masyarakat, terlebih lokasi kejadian berada di area pelayanan publik. Kronologi Kejadian Pada pukul 09.00 WIB, pelapor tiba di Klinik Evorieheal Tcare dan mendapati rolling door depan sudah dalam keadaan terbuka. Saat memeriksa bagian dalam, ia terkejut melihat sejumlah barang elektronik hilang, di antaranya: 1 unit handphone Reno 5 1 unit laptop Axio 1 unit TV 32 inch Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Pondok Gede. Penangkapan Para Pelaku Menindaklanjuti laporan, tim opsnal yang dipimpin AKP Slamet Hariyadi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasil pengembangan mengarah ke kawasan Kampung Melayu, diduga sebagai tempat persembunyian pelaku. Tidak lama berselang, tim berhasil menangkap dua tersangka: 1. TEKAD, 48 tahun, buruh, warga Desa Tulung Rejo, Pare, Kediri – Jawa Timur. 2. KASTONO, pedagang, warga Rusun Cibesit Blok D, Cipinang Besar Utara, Jatinegara – Jakarta Timur. Keduanya langsung diamankan beserta barang bukti yang digunakan saat melakukan aksi pencurian. Barang Bukti yang Diamankan 2 buah linggis 2 buah obeng 3 buah kunci L 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 8.000.000. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap laporan warga guna menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Pondok Gede. (Heri)

MEDAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kodam I/Bukit Barisan kembali memperkuat operasi penanganan bencana di Tapanuli Tengah dengan memberangkatkan 204 personel gelombang kedua pada Rabu (26/11/2025). Pengiriman pasukan tambahan ini dipimpin langsung oleh Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya melalui apel pemberangkatan di Lapangan Hijau Makodam I/BB, Medan. Penguatan Pasukan dan Logistik Darurat Menurut Brigjen TNI Deki, total 555 personel kini dikerahkan ke wilayah terdampak, termasuk 341 prajurit yang lebih dahulu berada di lokasi sejak awal kejadian. Penambahan kekuatan ini bertujuan mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan pemulihan di berbagai titik yang masih sulit dijangkau. “Kodam I/BB akan terus membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Jaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan, serta jaga nama baik satuan,” kata Kasdam saat menyampaikan amanat Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto. Selain personel, Kodam I/BB juga mengirimkan peralatan berat dan perlengkapan penanggulangan darurat, seperti excavator, dump truck, dan ambulans. Mobilitas tim penyelamat turut diperkuat dengan 7 unit LCR, 80 life jacket, serta 25 dayung. Untuk mendukung kebutuhan prajurit di lapangan, Kodam I/BB memberangkatkan 10 tenda serbaguna, dua tenda dapur, 200 veldbed, kompor lapangan, serta logistik seperti beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, dan sarung. Dramatis: Dua Prajurit Terseret Arus Di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, personel Koramil 01/Batangtoru Kodim 0212/Tapsel terus membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Situasi sempat berubah dramatis ketika empat personel turun ke area banjir, dan dua di antaranya terseret arus deras akibat peningkatan debit air pada Selasa (25/11/2025). Kedua prajurit tersebut, Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting, langsung dicari oleh tim gabungan. Sertu Nelwan ditemukan selamat pada pukul 16.35 WIB. Serda Dame Ginting baru ditemukan pada 19.30 WIB di Desa Batu Horing setelah terbawa arus cukup jauh dan berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi sebelum ditolong warga. Korban dan Kerusakan Masih Terus Didata Hingga kini, TNI bersama BPBD, Pemerintah Daerah, Polri, dan Basarnas masih melakukan pencarian korban serta evakuasi warga di titik-titik rawan. Laporan sementara mencatat: 5 warga meninggal dunia, 4 lainnya masih dalam pencarian, puluhan rumah rusak akibat banjir dan longsor. Operasi terpadu ini masih terus diperkuat seiring kondisi cuaca yang belum stabil dan medan yang sulit diakses. (Agus)