JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya percepatan penanganan bencana di Sumatera terus digencarkan. TNI Angkatan Darat melalui Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) kembali mengerahkan kekuatan udara untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terisolasi di wilayah Sibolga, Sabtu (29/11/2025). Dua helikopter milik TNI AD, masing-masing Mi-17 dan Bell 412, menjalankan misi distribusi darurat setelah sebelumnya diberangkatkan menuju Pekanbaru. Akses darat yang masih terputus akibat bencana membuat proses penyaluran bantuan hanya memungkinkan dilakukan dari udara. Tim penerbang melaksanakan air dropping bantuan berupa makanan siap saji, beras, mie instan, biskuit, dan kebutuhan pokok lainnya. Seluruh paket bantuan dijatuhkan secara terukur di titik koordinat yang telah disurvei sebelumnya, mengingat kondisi medan dan cuaca tidak memungkinkan helikopter untuk melakukan pendaratan. Misi dimulai dari pergerakan helikopter dari Silangit menuju Sibolga. Setibanya di atas area terdampak, kedua heli melakukan beberapa putaran orbiting untuk memastikan titik penurunan bantuan aman, dapat dijangkau warga, dan tidak membahayakan masyarakat di bawah. Koordinasi antara awak udara, prajurit TNI AD di darat, pemerintah daerah, dan aparat lain menjadi faktor kunci keberhasilan distribusi tersebut. Selain menyalurkan logistik, tim Puspenerbad juga melakukan peninjauan udara untuk memetakan kondisi geografis sekaligus mengidentifikasi wilayah yang masih terisolasi. Data visual dari aerial survey ini akan menjadi dasar penentuan dukungan tahap berikutnya, terutama bagi daerah yang belum dapat ditembus jalur darat. TNI AD menegaskan bahwa dukungan udara ini akan dilanjutkan secara berkala untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 November 2025 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesehatan para anggotanya melalui kegiatan pembinaan rutin. Pada Jumat (29/11), DWP Rutan Jepara menggelar sosialisasi kesehatan mengenai saraf kejepit, yang dipandu oleh Bidang Sosial Budaya. Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini membahas berbagai aspek penting terkait saraf kejepit, mulai dari penyebab umum, gejala yang sering diabaikan, langkah pencegahan, hingga penanganan awal yang bisa dilakukan sebelum mendapatkan perawatan medis profesional. Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai gaya hidup sehat, posisi tubuh yang benar saat beraktivitas, serta latihan peregangan sederhana yang aman dilakukan di rumah. Ketua DWP Rutan Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengetahuan yang bermanfaat. “Kami ingin para anggota DWP tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki pemahaman kesehatan yang baik. Sosialisasi seperti ini penting agar para ibu lebih sadar terhadap tanda-tanda gangguan saraf dan mampu menjaga kesehatan diri maupun keluarga,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota DWP Rutan Jepara dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen edukasi kesehatan bagi lingkungan sekitar.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

Jakarta, Bidik-kasusNews.com  — Polri memastikan kesiapan penuh dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman bantuan kemanusiaan dijadwalkan berlangsung besok, Sabtu (29/11/2025), setelah rangkaian koordinasi lintas satuan dan penyelarasan kebutuhan logistik rampung dilakukan. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa Polri menempatkan ketepatan sasaran dan kecepatan distribusi sebagai prioritas utama. Komunikasi intensif dengan jajaran Polda di wilayah terdampak terus dilakukan untuk memastikan setiap bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. “Polri telah menyiapkan langkah percepatan penyaluran bantuan. Saat ini proses penyempurnaan kebutuhan dari wilayah terdampak terus berjalan, termasuk penyusunan manifest barang yang akan diberangkatkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo di Jakarta. Dari sektor transportasi udara, Ditpoludara Polri menyatakan bahwa beberapa pesawat telah disiagakan di Mako Ditpoludara Pondok Cabe. Armada tersebut siap diberangkatkan sesuai instruksi pimpinan, dengan titik pendaratan menyesuaikan situasi terkini di daerah bencana guna memastikan distribusi berjalan efektif dan aman. Selain kesiapan armada, sejumlah crew penerbangan Polri juga telah disiapkan untuk mendukung misi kemanusiaan ini. Mereka akan memastikan proses pengangkutan logistik berlangsung lancar, mulai dari keberangkatan hingga penyaluran ke lokasi paling membutuhkan. Dengan kesiapan personel serta sarana pendukung, Polri menegaskan komitmennya untuk hadir cepat dan responsif membantu pemulihan masyarakat di tiga provinsi yang sedang menghadapi dampak bencana. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 November 2025 — Rutan Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan langkah penataan hunian melalui proses pemindahan narapidana ke Lapas Kelas IIA Kendal, Sabtu (29/11). Empat orang narapidana dipindahkan dalam kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan pemasyarakatan. Pemindahan dilakukan sejak pagi dengan pengawalan khusus oleh regu pengamanan Rutan Jepara. Petugas memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar, mulai dari pemeriksaan kesehatan, verifikasi dokumen administrasi, hingga pengamanan saat perjalanan menuju Kendal. Kepala Rutan Jepara menyebut bahwa langkah pemindahan ini menjadi bagian dari strategi penataan hunian, sekaligus memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak pembinaan secara optimal. > “Pemindahan ini adalah bagian dari evaluasi rutin kami dalam menjaga keamanan dan efektivitas program pembinaan. Dengan pemerataan hunian, proses pembinaan dapat lebih fokus dan terukur,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat. Menurutnya, kualitas pengamanan dan kerja sama tim menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Setelah pemindahan empat narapidana tersebut, jumlah penghuni Rutan Jepara tercatat menjadi 284 orang. Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung prinsip pemasyarakatan yang humanis, aman, dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan. (Wely-jateng) Sumber:Rutan jepara

PADANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — Bantuan logistik dari Mabes Polri untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat resmi tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (29/11/2025) pukul 10.21 WIB. Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada jajaran Polda Sumbar di Hangar BIM dan diterima oleh Kepala Biro Logistik Polda Sumbar, Direktur Polisi Perairan Polda Sumbar, serta Kabid Humas Polda Sumbar. Setibanya di Padang, seluruh bantuan kemudian dibawa ke Polda Sumbar untuk proses pendataan, pengecekan, dan konsolidasi sebelum didistribusikan ke daerah-daerah terdampak. Total bantuan yang diterima untuk wilayah Padang mencapai 2.507,5 kilogram, yang akan dikelola sesuai mekanisme penanganan bencana Polda Sumbar. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri bergerak cepat memastikan bantuan dari Mabes Polri tersalurkan secara tepat dan efektif. “Begitu bantuan tiba, seluruh rangkaian pengecekan dan konsolidasi langsung dilakukan agar proses distribusi berjalan optimal. Polri berkomitmen memastikan bantuan ini segera diterima masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya. Wilayah Prioritas Distribusi Brigjen Trunoyudo menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan akan dipusatkan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah. “Prioritas utama diarahkan ke Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang. Daerah-daerah ini mengalami kerusakan signifikan, jumlah pengungsi tinggi, dan medan yang tidak mudah dijangkau,” terangnya. Penetapan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan laporan jajaran Polres serta pemetaan terbaru kondisi di lapangan. “Kami memastikan bantuan menjangkau wilayah yang sulit sekalipun. Kebutuhan para pengungsi tetap menjadi fokus utama kami,” tambahnya. Wilayah Dampak Menengah Tetap Menjadi Perhatian Selain daerah prioritas, Polri juga menyiapkan distribusi ke wilayah terdampak menengah, di antaranya Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, dan Kota Pariaman. “Meski tingkat pengungsian tidak sebesar wilayah prioritas utama, kebutuhan masyarakat di daerah ini tetap harus dipenuhi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” kata Brigjen Trunoyudo. Di akhir keterangannya, ia menegaskan bahwa Polri akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan pola distribusi sesuai dinamika kebutuhan di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan meringankan beban warga terdampak,” pungkasnya. (Agus)

Padang Panjang, Bidik-kasusnews.com Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menyampaikan perkembangan terbaru terkait operasi pencarian dua personel TNI AD dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang yang hilang kontak pada Kamis lalu saat melaksanakan tugas kemanusiaan dalam evakuasi masyarakat terdampak longsor di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang. Pada Jumat, (28/11/2025) sekitar pukul 14.05 WIB, satu dari dua personel yang hilang tersebut berhasil ditemukan di sekitar aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Korban adalah Prada Zeni Marpaung, yang ditemukan dalam kondisi gugur. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polda Sumatera Barat sebelum dinyatakan resmi sebagai Prada Zeni Marpaung dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang. Prada Zeni Marpaung bersama rekannya, Pelda Yudi Gusnadi, sebelumnya hilang kontak saat tengah membantu evakuasi warga terdampak longsor. Sejak kejadian berlangsung, upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan unsur pemerintah daerah. Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M., mewakili Panglima dan keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI AD dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Musibah ini tidak hanya meninggalkan duka bagi masyarakat Sumbar, tetapi juga bagi keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi Almarhum Prada Zeni Marpaung,” ujarnya. Saat ini, jenazah Almarhum Prada Zeni Sukma Marpaung telah berada di RST Dr. Reksodiwiryo untuk proses penyerahan kepada keluarga, sebelum dimakamkan secara militer di kampung halaman di Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, pencarian terhadap satu personel lainnya, Pelda Yudi Gusnadi, masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat kondisi medan yang masih labil. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Semangat kolaborasi dan kepedulian warga kembali terlihat dalam kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Kelurahan Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Jumat (28/11/2025) malam. Babinsa setempat, Serka Supriyadi, memimpin langsung patroli rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan keamanan wilayah tetap kondusif. Patroli dimulai pukul 21.00 WIB dari Pos Siskamling Perumnas Way Kandis. Meski kegiatan ini rutin dilaksanakan, kehadiran langsung Babinsa dalam mengoordinasikan jalannya patroli menegaskan komitmen TNI AD dalam memperkuat stabilitas keamanan di tingkat paling bawah. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Siskamling adalah benteng pertama kita. Dengan kebersamaan ini, potensi gangguan kamtibmas seperti pencurian bisa dicegah sejak dini,” ujar Serka Supriyadi kepada Harian Umum Nusantara usai memimpin apel persiapan sebelum patroli dimulai. Ia juga menekankan pentingnya rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi kewajiban seluruh warga agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman. Kegiatan Siskamling kali ini semakin kuat dengan hadirnya berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), seperti FKPPI dan Pemuda Pancasila, yang turut berjalan bersama Babinsa dan warga. Kepala Lingkungan, Ketua RT 02, Linmas, serta masyarakat setempat juga berada dalam barisan yang mengikuti jalannya patroli. “Keamanan adalah tugas bersama. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan Ormas, perangkat lingkungan, dan warga adalah kekuatan utama,” ujar salah satu perwakilan FKPPI yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT) melaporkan bahwa seluruh rangkaian patroli malam itu berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan. Selain memperkuat keamanan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif untuk mempererat komunikasi antara warga dan aparat. Melalui gerakan bersama seperti Siskamling ini, masyarakat Perumnas Way Kandis menunjukkan bahwa persatuan dapat menjadi modal penting dalam menjaga ketertiban lingkungan. Keberhasilan patroli malam tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk terus menghidupkan budaya gotong royong demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan. (Agus)

PADANG PANJANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Tanah longsor melanda kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, sekitar pukul 10.00 WIB. Pergerakan material tanah dari tebing menyebabkan badan jalan tertimbun serta sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Pada saat proses penanganan dan evakuasi masyarakat berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa para petugas yang berada di lokasi. Tiga personel TNI AD yang saat itu tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor. Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, dua personel Subdenpom XX/5 Padang Panjang dinyatakan hilang kontak, yakni Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung. Sementara itu, satu personel lainnya, Serda Robi, Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar, telah ditemukan dalam kondisi gugur dan jenazahnya telah berhasil dievakuasi. “Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di wilayah Sumbar yang kita cintai. Mari kita berdoa bersama agar bencana ini segera berakhir,” ujar Kapendam. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah terus melanjutkan pencarian terhadap dua personel TNI yang masih hilang, serta melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses yang tertutup. Upaya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat kondisi tanah yang masih labil. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – kepala Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, mengaku kecewa dan marah atas pelayanan di salah satu kantor BNI Jepara pada Jumat siang (28/11/2025). Keluhan muncul setelah warga harus menunggu berjam-jam meskipun antrean yang tersisa hanya beberapa nomor saja. Menurut keterangan warga, mereka mulai mengambil antrean sekitar pukul 12.30 WIB. Namun hingga pukul 15.10 WIB, pelayanan tak kunjung berjalan lancar. Sembelum nomor saya kurang satu nomer saya Srodop,Padahal nomor antrean yang tersisa hanya lima nomor, tetapi proses layanan dinilai sangat lambat dan tidak memberikan kepastian kepada nasabah. kepala Desa Daren mengatakan bahwa pihak bank seharusnya memberikan pelayanan cepat dan profesional, terlebih antrean tidak sedang padat. > “Saya datang jam setengah satu. Nomor antreannya cuma sisa lima, tapi nunggu sampai lewat jam tiga. Ini jelas mengecewakan,” ujarnya dengan nada kesal. Warga lain juga menambahkan bahwa tidak ada penjelasan yang memadai dari petugas terkait keterlambatan layanan tersebut. Kondisi ini membuat banyak nasabah merasa terbengkalai dan tidak dihargai. Masyarakat berharap pihak BNI Jepara dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan informasi yang jelas terkait keterlambatan, serta memastikan kenyamanan seluruh nasabah yang datang. Hingga berita ini diturunkan, pihak BNI Jepara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.(Wely-jateng)

CIREBON, BIDIK-KASUSNEWS.COM Sidang sengketa konsumen antara Ariyanto dan PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon kembali digelar di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Cirebon, Jumat (28/11). Namun, seperti sidang sebelumnya, pihak PDAM kembali tidak hadir, memicu sorotan serius dari Majelis BPSK. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis, Dr. H. Rodiya, ST., MM., mengagendakan pembacaan posisi perkara. Ketidakhadiran PDAM kian memperkuat dugaan publik bahwa perusahaan daerah tersebut tidak menunjukkan itikad baik dalam menghadapi keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan air. “Kami akan melayangkan pemanggilan kembali kepada PDAM Tirta Jati. Majelis butuh mendengar langsung alasan dan penjelasan resmi mereka agar putusan nantinya adil dan tidak merugikan pihak mana pun,” tegas Rodiya saat membuka sidang. BPSK: Lonjakan Tagihan Bukan Kasus Tunggal, Diduga Fenomena Gunung Es Dalam persidangan, Majelis mengungkapkan bahwa kasus Ariyanto bukan satu-satunya laporan terkait tagihan air melonjak drastis. BPSK menyebut persoalan ini sebagai indikasi masalah yang jauh lebih besar. “Lonjakan signifikan tagihan air ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dibebani akibat kesalahan sistem atau kelalaian teknis, sementara pelaku usaha justru memilih bungkam,” kata Rodiya. Untuk memastikan penyelesaian cepat dan akurat, Majelis menetapkan bahwa BPSK akan membuka waktu sidang khusus setiap hari Jumat bagi perkara-perkara serupa. Ancaman Tegas: Tiga Kali Dipanggil, PDAM Bisa Diajukan ke Pengadilan Ketua Majelis menegaskan bahwa BPSK hanya dapat memaksimalkan penyelesaian sengketa jika pelaku usaha hadir. Bila PDAM tetap mangkir hingga tiga kali pemanggilan resmi, BPSK akan menyerahkan jalur penyelesaian ke ranah peradilan. “Jika setelah tiga kali pemanggilan PDAM tetap tidak hadir, kami sarankan konsumen menempuh gugatan perdata di Pengadilan Negeri. Kewenangan kami terbatas apabila pelaku usaha tidak kooperatif,” ujarnya. Ketidakhadiran berulang dari PDAM Tirta Jati menambah daftar panjang keresahan masyarakat mengenai transparansi tagihan, akurasi pencatatan meteran, hingga dugaan kesalahan sistem distribusi air. Publik Mendesak: Transparansi dan Tanggung Jawab Kasus yang diajukan Ariyanto kini menjadi simbol perlawanan warga terhadap tagihan air yang melonjak tanpa penjelasan memadai. Publik menuntut PDAM Tirta Jati bersikap terbuka, menjelaskan data secara jujur, dan bertanggung jawab atas keluhan pelanggan. PDAM kini berada pada titik krusial: Hadir dan memberikan klarifikasi, atau bersiap menghadapi gugatan di meja hijau. Hingga saat ini, masyarakat masih menanti langkah konkret PDAM. Apakah perusahaan akan membuka data, menghadiri sidang, dan memberikan jawaban? Atau tetap memilih diam di tengah meningkatnya ketidakpercayaan publik? (Amin)