BANJANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali diperkuat dengan penyerahan bantuan pangan bergizi kepada para Orang Tua Asuh Genting dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di Kecamatan Banjang. Penyaluran bantuan berupa telur itik tersebut berlangsung pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 Wita di halaman Kantor Kecamatan Banjang. (4/12/2025) Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten HSU dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pada tahap ketiga minggu kedua ini, setiap kepala keluarga menerima 7 butir telur itik untuk memenuhi kebutuhan protein hewani selama satu minggu. Pejabat yang Hadir Acara penyerahan bantuan dilakukan dengan dihadiri oleh: Camat Banjang Rully Lesmana, S.ST.P., M.AP Perwakilan Polsek Banjang, Aiptu Soeyatmin, SH (Kanit Sabhara) dan Aipda Dedi Susanto (Kanit Provost) Perwakilan Koramil Amuntai Tengah – Banjang, Sertu Nanang M.P Staf Koordinator Balai Penyuluhan KB Banjang, Rusda Olfah Rincian Penerima Bantuan Total penerima bantuan di seluruh desa di Kecamatan Banjang mencapai 277 kepala keluarga, termasuk ibu hamil dengan kondisi KEK. Beberapa desa dengan jumlah penerima terbesar antara lain: Desa Kaludan Kecil: 40 orang Desa Kaludan Besar: 21 orang Desa Pulau Damar: 18 orang Desa Karias Dalam: 17 orang Desa Patarikan: 17 orang Setiap desa mendapatkan distribusi sesuai jumlah keluarga sasaran program Orang Tua Asuh Genting. Polsek Banjang Turut Berkontribusi Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Polsek Banjang juga mengambil peran aktif. Pada tahap ketiga ini, Kapolsek Banjang menyalurkan tambahan 100 butir telur itik khusus bagi anak-anak stunting yang termasuk dalam kategori prioritas. Langkah tersebut diapresiasi sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di Kecamatan Banjang. Komitmen Cegah Stunting Lewat Kolaborasi Pihak kecamatan menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penurunan stunting. Melalui bantuan pangan bergizi, edukasi kesehatan, serta kepedulian aparat pemerintahan dan keamanan, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih maksimal. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob dan bencana alam lainnya, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menggelar Apel Gabungan dan Patroli pada Rabu malam (3/12/2025). Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB di Lapangan BPBD, Jl. dr. Warsito, Teluk Betung Timur. Apel tersebut melibatkan unsur TNI, Pemerintah Daerah, serta instansi pendukung lainnya. Kehadirannya mencerminkan sinergi lintas sektor dalam memperkuat langkah preventif menghadapi ancaman bencana, khususnya di wilayah pesisir yang berisiko tinggi. Perwakilan Kodim 0410/KBL yang memimpin apel menegaskan pentingnya kesiapan bersama. “Kami proaktif mengambil langkah preventif. Dengan koordinasi yang solid antarlembaga, kami berharap dampak bencana dapat diminimalisir, terutama potensi banjir rob di kawasan pesisir,” ujarnya. Sebanyak 34 personel gabungan terlibat dalam apel dan patroli malam tersebut, terdiri dari: 10 personel BPBD Kota Bandar Lampung 10 personel Kodim 0410/KBL 10 personel Satpol PP Kota Bandar Lampung 4 personel dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Usai apel berlangsung aman dan tertib, seluruh personel melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan patroli keliling ke sejumlah titik rawan banjir rob di sepanjang pesisir Kota Bandar Lampung. Patroli ini dilakukan untuk memantau kondisi terkini, memberikan sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat setempat, sekaligus memastikan kesiapan jalur evakuasi dan perangkat mitigasi. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Kehadiran pasukan gabungan di wilayah pesisir diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga keselamatan warga dari potensi bencana. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Kodim 0410/Kota Bandar Lampung mengirimkan bantuan pangan untuk korban bencana alam di tiga provinsi di Sumatera pada Rabu (3/12/2025). Bantuan tersebut ditujukan untuk warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari dukungan TNI dalam penanganan darurat nasional. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Sumatera mengalami bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Tropis Senyar. Dampaknya, ribuan warga terdampak oleh banjir dan longsor, sementara sejumlah ruas jalan terputus, menyulitkan distribusi bantuan. Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan status keadaan darurat dan mengoordinasikan percepatan penanganan. Melihat kondisi tersebut, Kodim 0410/KBL yang selama ini aktif dalam operasi kemanusiaan di wilayah Lampung, langsung bergerak menyiapkan dan mendistribusikan bantuan pangan pokok. Pengiriman pada 3 Desember 2025 ini menjadi bentuk kepedulian prajurit TNI di Lampung kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah utara Sumatera. Bantuan yang dikirim difokuskan pada komoditas pangan utama yang dibutuhkan para pengungsi. Informasi yang diterima dari lapangan menyebutkan bahwa banyak warga kehilangan perlengkapan dasar dan sangat membutuhkan makanan siap konsumsi. Bantuan dari Kodim 0410/KBL ini sekaligus memperkuat suplai logistik nasional yang telah digerakkan pemerintah. Aksi cepat Kodim 0410/KBL sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan agar seluruh jajaran mempercepat pendistribusian bantuan tanpa penundaan. Pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan pangan dalam jumlah besar, sementara peran TNI menjadi krusial agar bantuan tersebut dapat menjangkau desa-desa terpencil melalui operasi darat dan udara. Dalam penanganan bencana skala regional ini, Kodim 0410/KBL bekerja dalam koordinasi intensif dengan berbagai instansi, di antaranya: Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog, sebagai sektor utama distribusi pangan nasional. Pemerintah daerah, untuk memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran. Instansi kemanusiaan dan keamanan, termasuk PMI yang aktif mengirim air bersih serta kebutuhan medis. Seorang perwira Kodim 0410/KBL menegaskan bahwa semangat solidaritas menjadi alasan utama percepatan pengiriman bantuan. “Meski berjarak, prajurit Kodim 0410/KBL turut merasakan duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan ini adalah wujud kepedulian TNI agar mereka bisa segera bangkit dari bencana. Kami berharap situasi cepat pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal,” ujarnya. Pengiriman bantuan dari Lampung ini menjadi bukti bahwa kolaborasi nasional tetap menjadi kekuatan terbesar Indonesia dalam menghadapi bencana. (Agus)
Tapanuli Tengah, Bidik-kasusnews.com Prajurit Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/BB kembali menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menembus wilayah yang sepenuhnya terisolir akibat bencana alam di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada Selasa (2/12/2025), personel Satgas berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer untuk mengantarkan bantuan logistik ke Desa Naga Timbul, Desa Mompang, dan Desa Mardame setelah akses jalan menuju tiga desa tersebut terputus total. Bantuan berupa 196 sak beras, 84 dus mi instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, serta tiga goni pakaian layak pakai dipikul langsung oleh prajurit menuju lokasi pengungsian. Bantuan itu disalurkan kepada 120 kepala keluarga di Desa Naga Timbul serta 20 kepala keluarga masing-masing di Desa Mompang dan Desa Mardame. Seluruh warga sebelumnya belum menerima pasokan logistik sejak bencana melanda wilayah tersebut. Kepala Desa Naga Timbul, Bakhtiar Lumban Tobing, menyampaikan bahwa lebih dari 1.300 warga masih bertahan di pengungsian tanpa suplai sembako. Ia menegaskan bahwa bantuan yang dibawa Satgas Yonif 122/TS merupakan bantuan pertama yang berhasil mencapai desanya. Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang hingga kini masih menunggu distribusi logistik. Menurut pihak Satgas, proses pendistribusian dilakukan secara bertahap karena titik terakhir yang dapat dijangkau kendaraan masih jauh dari permukiman warga. Kondisi medan yang licin, berlumpur, dan dipenuhi titik longsor memaksa prajurit menempuh perjalanan ekstrem untuk memastikan logistik tiba di tangan masyarakat. Melihat situasi di lapangan, Satgas meminta tambahan pasokan bantuan segera dikirim ke Adiankoting sebagai titik dorong berikutnya untuk menembus desa-desa yang belum tersentuh bantuan. Distribusi juga diprioritaskan untuk kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu-ibu yang berada di lokasi pengungsian. Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengapresiasi perjuangan prajurit Satgas yang terus bergerak tanpa kenal lelah. “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya. Upaya prajurit dalam memikul logistik secara manual ini mencerminkan kesungguhan TNI AD dalam memastikan setiap warga yang terdampak bencana memperoleh bantuan, meski harus menghadapi medan berat dan akses yang sangat terbatas. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui optimalisasi perawatan tanaman di lahan pertanian binaan. Kali ini, fokus diarahkan pada tiga komoditas utama yang sedang dibudidayakan, yakni cabai, kemangi, dan jahe, yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sebagai salah satu satuan kerja yang aktif mengembangkan sektor pertanian internal, Rutan Jepara terus melakukan pemantauan intensif terhadap proses pemupukan dan pengendalian hama. Pemberian pupuk secara terukur dan penggunaan insektisida yang tepat sasaran menjadi strategi utama untuk memastikan tanaman tumbuh optimal, sehat, dan produktif. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga memberikan pelatihan praktik pertanian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti. “Pemupukan yang teratur dan pengendalian hama yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman. Cabai, kemangi, dan jahe adalah tanaman yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan melibatkan warga binaan secara langsung, kami ingin memberikan keterampilan nyata sekaligus meningkatkan kemandirian pangan rutan,” ujarnya. Proses pemupukan dilakukan menggunakan kombinasi pupuk organik dan kimia dengan dosis yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tiap tanaman. Tanaman cabai mendapatkan pemupukan lanjutan untuk merangsang pertumbuhan buah, sementara kemangi diberikan pupuk nitrogen untuk menjaga kesegaran daun. Adapun tanaman jahe difokuskan pada penambahan nutrisi tanah guna mempercepat pembentukan rimpang. Selain itu, petugas pembina kemandirian bersama warga binaan juga melakukan penyemprotan insektisida secara berkala untuk mencegah serangan hama seperti kutu daun, ulat, dan jamur yang berpotensi menghambat produktivitas tanaman. Semua proses dilakukan dengan pengawasan ketat agar tetap aman dan sesuai standar pertanian ramah lingkungan. Warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Mereka dibimbing untuk memahami waktu pemupukan, jenis pupuk yang tepat, cara meramu larutan insektisida, hingga teknik penyemprotan yang efektif. Kegiatan pertanian ini sekaligus menjadi wadah rehabilitasi yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dengan langkah-langkah ini, Rutan Jepara berharap dapat menjaga pasokan pangan internal, mengurangi ketergantungan terhadap pembelian dari luar, sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Budidaya cabai, kemangi, dan jahe diproyeksikan menjadi salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan lebih luas ke depannya. Program ketahanan pangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Rutan Jepara tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang melalui kegiatan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG | bidik- kasusnews.com,Pati – Aksi pencurian yang menyasar Toko Emas Kelapa di Komplek Pasar Ngablak, Kecamatan Cluwak, Rabu (3/12/2025), langsung ditangani cepat oleh Tim Pamapta Polresta Pati setelah laporan masuk melalui Polsek Cluwak. Respons sigap itu membuat proses penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara dapat dilakukan tanpa hambatan. Pemilik toko, Thomas Maradona Arsianto, pertama kali menemukan kejanggalan sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak membuka toko. Ia mendapati plafon ruko sudah jebol dan kondisi brankas rusak. Thomas segera menuju Polsek Cluwak untuk melapor. “Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi,” tegas KA SPKT Polresta Pati IPDA Sismiyarto mewakili Kapolresta Pati. Setibanya di lokasi, Polsek Cluwak berkoordinasi dengan Pamapta Polresta Pati untuk melakukan pengamanan awal. Tim segera memasang garis polisi dan menutup area TKP guna menjaga status quo. “Pengamanan awal ini krusial agar tidak ada jejak yang hilang,” jelasnya. Tidak berselang lama, Pamapta melakukan koordinasi lanjutan dengan Unit Reskrim dan Tim Inafis Polresta Pati untuk melakukan pemeriksaan mendetail di area ruko. “Setiap elemen bergerak cepat sesuai fungsi masing-masing, sehingga olah TKP dapat dilakukan secara komprehensif,” katanya. Hasil penelusuran Inafis menunjukkan bahwa pelaku masuk melalui toko baju milik Lasono yang berada tepat di samping toko emas. Gembok dirusak, plafon dijebol, lalu pelaku masuk dengan cara memanjat rak baju. Pelaku gagal membobol brankas, tetapi membawa kabur timbangan emas serta uang koin Rp100 ribu. “Metode masuknya cukup rapi, namun tetap meninggalkan jejak penting yang kini kami analisis,” ujar IPDA Sismiyarto. Meski nilai kerugian relatif kecil, perbuatan pelaku tetap menjadi perhatian jajaran kepolisian karena membahayakan keamanan toko-toko di area pasar. Oleh sebab itu, Pamapta menekankan bahwa masyarakat harus segera menghubungi layanan darurat setiap kali menemukan potensi kejahatan. “Segera telepon Call Center 110 bila melihat aktivitas mencurigakan. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan,” imbuhnya. Ia juga memastikan bahwa penyelidikan terus berjalan dan polisi memburu pelaku yang hingga kini masih dalam tahap lidik. “Kami pastikan penanganan kasus ini maksimal. Kolaborasi antara Pamapta, Polsek, Reskrim, dan Inafis menjadi kunci pengungkapan,” pungkasnya.(Kasnadi) sumber(Humas Resta Pati)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terbaru, Rutan Jepara menghadirkan mini aviari di area layanan kunjungan sebagai sarana hiburan dan penyejuk suasana bagi keluarga warga binaan. Mini aviari yang berisi berbagai jenis burung hias tersebut menjadi sentuhan baru dalam konsep layanan kunjungan yang lebih humanis. Kicauan burung yang terdengar merdu, ditambah ayam hias dengan warna-warni bulu yang memanjakan mata, serta domba merino yang sangat lucu dan menggemaskan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang tengah menunggu giliran bertemu dengan anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, melalui keterangan resminya, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Jepara untuk menciptakan ruang layanan yang ramah, nyaman, dan lebih berorientasi pada pendekatan psikologis. Menurutnya, suasana yang positif sangat penting agar proses kunjungan berjalan tertib, lancar, dan penuh makna. “Mini aviari ini kami hadirkan sebagai bentuk upaya menciptakan suasana yang lebih tenang dan menyenangkan bagi pengunjung. Selain untuk mempercantik area layanan, kehadiran burung-burung ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi ketegangan dan memberikan efek relaksasi,” ungkapnya. Para pengunjung merespons positif hadirnya aviari ini. Banyak dari mereka mengaku bahwa suasana ruang tunggu kini terasa lebih hidup, asri, dan tidak menegangkan seperti yang sering dibayangkan ketika memasuki lingkungan rutan. Beberapa anak pengunjung pun tampak antusias melihat burung-burung yang beterbangan di dalam kandang khusus tersebut, serta anak-anak dapat memeberikan pakan pada domba merino tersebut. Tak hanya memberikan hiburan, mini aviari ini juga menjadi simbol bahwa proses pembinaan di rutan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan. Rutan Jepara terus mendorong terciptanya hubungan yang baik antara warga binaan, keluarga, dan petugas, sehingga tercipta lingkungan pembinaan yang lebih sehat dan harmonis. Dengan hadirnya inovasi ini, Rutan Jepara berharap layanan kunjungan dapat memberikan pengalaman yang lebih positif bagi masyarakat. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan fasilitas-fasilitas lain yang mendukung suasana ramah dan humanis di lingkungan rutan. Mini aviari ini kini resmi menjadi bagian dari wajah baru pelayanan publik di Rutan Jepara — sebuah langkah kecil namun berarti dalam menghadirkan layanan yang lebih menyentuh hati.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
Cianjur, Bidik-kasusnews.com — Dugaan pungutan liar kembali mencuat di tingkat desa. Sekretaris Desa (Sekdes) Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, diduga menerima uang sebesar Rp10 juta dari seorang warga bernama Wiwin untuk mengurus proses pengukuran tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ironisnya, tanah tersebut masih berstatus sengketa dan menurut ketentuan tidak dapat diproses oleh BPN, Selasa (3/12/2025). Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa uang tersebut diminta dengan dalih “biaya operasional pengukuran” oleh BPN. Padahal, secara aturan, perangkat desa tidak memiliki kewenangan untuk menarik biaya maupun mengurus langsung proses pengukuran tanah. Regulasi yang Dilanggar Dugaan tindakan Sekdes ini tidak hanya bertentangan dengan etika pelayanan publik, tetapi juga berpotensi melanggar berbagai aturan pertanahan dan pidana, di antaranya: Permen ATR/BPN No. 21/2020 tentang Penanganan Kasus Pertanahan → Tanah yang berstatus sengketa tidak dapat diproses sebelum ada putusan hukum tetap. PP No. 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah → Proses pengukuran adalah wewenang resmi BPN, bukan pejabat desa. Permen ATR/BPN No. 3/1997 → Seluruh biaya pendaftaran dan pengukuran dibayar melalui kanal resmi bank, bukan melalui aparat desa. UU No. 20/2001 (Tipikor) Pasal 12 huruf e → Pegawai negeri yang meminta sesuatu di luar ketentuan dapat dipidana 4–20 tahun. Pasal 421 KUHP → Penyalahgunaan kekuasaan untuk meminta sesuatu kepada warga merupakan tindak pidana. Berdasarkan regulasi tersebut, tindakan Sekdes Sukaluyu bukan sekadar salah prosedur, tetapi diduga kuat memenuhi unsur pungli dan penyalahgunaan kewenangan. Skema Dugaan Pungli Berbungkus “Biaya Administrasi” Modus pengambilan uang Rp10 juta tersebut diduga dikemas sebagai “biaya administrasi” pengukuran tanah. Namun menurut aturan, perangkat desa tidak berhak menerima dana apa pun terkait pengukuran tanah. Fakta bahwa tanah yang hendak diukur masih bersengketa semakin menguatkan dugaan bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menunjukkan adanya niat mengeksploitasi ketidaktahuan warga. Desakan Warga dan Tuntutan Penindakan Sejumlah warga Sukaluyu menilai praktik pungutan liar seperti ini bukan hal baru dan telah menjadi masalah laten di beberapa desa. Mereka meminta: Inspektorat Kabupaten Cianjur, Camat Sukaluyu, dan Aparat Kepolisian, untuk melakukan pemeriksaan dan menindak tegas dugaan pungli tersebut agar tidak menjadi preseden buruk. Warga menegaskan bahwa praktik mengomersialisasikan layanan publik yang seharusnya transparan dan memiliki mekanisme resmi hanya akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Pelanggaran yang Menggerus Kepercayaan Publik Dugaan tindakan Sekdes Sukaluyu ini dipandang sebagai bentuk penyalahgunaan jabatan yang merugikan warga. Memungut Rp10 juta untuk pengukuran tanah yang bahkan tidak boleh diproses karena status sengketa menunjukkan bahwa jabatan publik telah diperlakukan sebagai komoditas, bukan amanah. Kasus ini menjadi peringatan bahwa praktik pungli tidak boleh dibiarkan, dan penegakan hukum harus berjalan agar pemerintahan desa kembali bersih, transparan, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. (Tim)
Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Proyek peningkatan jalan di ruas Jalan Sayan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2024 kembali menuai sorotan publik. Meski baru selesai dikerjakan, kondisi jalan dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, sehingga memicu keluhan dari warga setempat. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, melalui Bidang Bina Marga, dengan durasi kontrak 140 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Berdasarkan data dari portal LPSE Provinsi Kalimantan Barat, pekerjaan dengan kode lelang 9503097 ini memiliki nilai pagu Rp50.865.220.000,00 dan HPS Rp50.864.987.000,00, dengan pelaksana pekerjaan tercatat PT Arony Duta Indotama. Warga Keluhkan Kerusakan Dini Di lapangan, sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya. Mereka menilai kualitas jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut jauh dari harapan. Beberapa kerusakan yang terlihat antara lain: Retakan pada beberapa titik Pengelupasan permukaan aspal Lubang kecil yang mulai muncul Batas aspal dengan bahu jalan dipenuhi kerikil Struktur bahu jalan tampak tidak padat Material mudah tergerus air saat hujan “Kami ingin pekerjaan ini benar-benar dikerjakan dengan kualitas yang baik. Jangan sampai baru beberapa bulan selesai, jalannya sudah rusak lagi,” ujar salah seorang warga. Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada musim hujan. “Ini jalan umum yang dipakai masyarakat. Apalagi nilainya mencapai puluhan miliar. Seharusnya hasilnya sepadan,” tegasnya. Diduga Lemahnya Pengawasan Kerusakan pada proyek yang masih berada dalam masa pemeliharaan memunculkan dugaan bahwa pengawasan dari pihak terkait tidak berjalan optimal. Seorang pemerhati pembangunan lokal menyebutkan bahwa proyek dengan nilai besar seharusnya menerapkan standar konstruksi jalan nasional secara ketat, mulai dari pemadatan lapisan dasar hingga kualitas material yang digunakan. “Kalau kualitas pekerjaan benar, jalan tidak mungkin rusak secepat ini. Pihak Dinas PUPR Provinsi Kalbar harus turun mengecek fisik, jangan hanya menerima laporan administrasi,” ujarnya. Desakan Evaluasi Menyeluruh Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera: Melakukan pengecekan lapangan Melaksanakan audit mutu pekerjaan Mengevaluasi pengawasan internal Mewajibkan kontraktor memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan masa pemeliharaan Mengusut jika terdapat dugaan pelanggaran spesifikasi atau praktik yang merugikan keuangan negara “Proyek ini menggunakan uang rakyat. Kami berharap hasilnya sesuai anggaran dan bisa bermanfaat dalam jangka panjang,” kata salah satu warga. Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp 50 miliar, warga berharap ruas Jalan Sayan dapat menjadi akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak, bukan sebaliknya memunculkan kekhawatiran akibat kerusakan dini. Belum Ada Keterangan Resmi Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga dan kondisi kerusakan yang terjadi di lapangan. (Team/read)
Bireuen, Bidik-kasusNews.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bireuen dalam beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Dampaknya cukup besar: jembatan putus, akses desa tertutup material kayu dan lumpur, serta beberapa warga yang terjebak dan membutuhkan evakuasi segera, Selasa (2/12/2025). Di tengah kondisi darurat itu, sebuah momen kemanusiaan terjadi di Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Babinsa Kodim 0111/Bireuen, Serma Ilham, menjadi sorotan setelah dengan sigap menggendong seorang lansia yang terisolasi akibat jalur menuju permukiman tertimbun material banjir. Dengan melewati tumpukan kayu besar, lumpur pekat, dan aliran air yang deras, ia memastikan warga tersebut dapat dievakuasi dengan aman. Tindakan heroik itu mencerminkan komitmen TNI AD dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang kesulitan menyelamatkan diri di tengah bencana. Meski medan yang dilalui berbahaya, Serma Ilham tetap menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Sementara itu, masyarakat bersama aparatur desa serta personel Kodim 0111/Bireuen terus melakukan pembersihan material banjir yang menutup jalur utama dan menghambat aliran air. Upaya gotong royong ini dilakukan untuk membuka kembali akses desa dan memperlancar distribusi bantuan bagi warga terdampak. Prajurit TNI AD juga melakukan patroli dan pemantauan ke titik-titik yang berpotensi masih menyisakan warga terjebak. Kondisi tanah yang labil dan hujan yang masih turun membuat proses penanganan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Aksi evakuasi lansia ini menjadi simbol hadirnya TNI AD di tengah masyarakat, bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi warga yang kehilangan akses maupun tempat tinggal. Ketulusan dalam membantu sesama menegaskan kembali komitmen TNI AD untuk selalu berada di garis depan dalam penanganan bencana. Semangat kebersamaan antara aparat desa, masyarakat, dan prajurit Kodam Iskandar Muda di Bireuen menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa. Di tengah kesulitan, solidaritas menjadi energi bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan. TNI AD bersama berbagai instansi terkait akan terus melanjutkan penanganan pascabencana, mulai dari pemulihan akses, pembersihan material, hingga pendampingan bagi warga yang membutuhkan bantuan cepat. Diharapkan upaya ini mampu mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak banjir dan longsor. (Agus)