JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya percepatan penanganan bencana di Sumatera kembali mendapat dukungan besar dari TNI Angkatan Darat. Kapal ADRI XCII-BM diberangkatkan dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/12/2025), membawa ribuan koli bantuan logistik untuk tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pemberangkatan kapal dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung, didampingi Komandan Satangair Pusbekangad Kolonel Cba Putra Bungsu Usman Tanjung. Pengiriman bantuan ini merupakan respons cepat atas bencana banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Sehari sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjutak, M.Sc., meninjau langsung kesiapan Kapal ADRI XCII-BM, termasuk proses pemuatan logistik. Pada keberangkatan kali ini, jumlah bantuan kembali diperbesar guna memenuhi kebutuhan mendesak bagi warga yang masih terdampak atau terisolasi. Kapal ADRI XCII-BM mengangkut 8.690 koli bantuan dengan total berat 88.457 kilogram, berisi antara lain makanan siap saji, mie instan, air mineral, beras, pakaian dewasa dan anak-anak, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi dan sanitasi, selimut, kantong jenazah, kendaraan roda empat, hingga perangkat komunikasi. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat di pengungsian serta warga yang wilayahnya belum mudah dijangkau jalur darat. Selain itu, TNI AD juga mengerahkan personel pendamping untuk memastikan distribusi dilakukan dengan cepat, tertib, dan tepat sasaran. Gerak cepat ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Sumatera dilakukan secara terkoordinasi. TNI AD terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur TNI–Polri di lapangan untuk mendukung upaya pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur setempat. Dengan berangkatnya Kapal ADRI XCII-BM, TNI AD berharap bantuan logistik dapat segera menjangkau warga di daerah terdalam dan mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat pascabencana. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Suasana Kelurahan Perumnas Wayhalim mendadak geger setelah seorang warga menemukan sesosok mayat pria di dalam sebuah gubuk di Jalan Terusan Minak Bawang, Selasa (2/12/2025) sore. Temuan tersebut segera memicu respons cepat dari Babinsa setempat, Peltu Andi Wahyu, yang langsung menggerakkan koordinasi lintas instansi. Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh Bahrudin Agani (63). Saat melintas di sekitar lokasi, Agani melihat seorang pria dalam kondisi terbujur kaku di dalam gubuk. Ia kemudian memanggil tetangganya, Sadan Husen Puteh (52), untuk memastikan kondisi tersebut sebelum melaporkan kepada Ketua RT. Atas arahan Ketua RT, informasi itu langsung diteruskan kepada Babinsa dan pihak kelurahan. Tidak menunggu lama, Peltu Andi Wahyu tiba di lokasi dan memulai langkah cepat pengamanan serta koordinasi resmi. “Sesuai prosedur, kami segera menghubungi Lurah, Camat Wayhalim, dan memanggil Tim Inafis Polresta Bandar Lampung serta ambulans untuk penanganan lanjutan,” ujar Peltu Andi Wahyu dalam laporannya. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian dipadati aparat gabungan. Hadir di antaranya Camat Wayhalim, Kapolsek Sukarame, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung, Lurah Perumnas Wayhalim, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, dan Linmas. Tim Inafis kemudian mengidentifikasi mayat tersebut sebagai Supriyantoro (67), warga Jalan Krakatau 1, Kelurahan Perumnas Wayhalim. Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas. Setelah proses olah TKP dan dokumentasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi. “Penanganan dan penyelidikan kini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian. Kami dari TNI AD, khususnya Babinsa, tetap berkoordinasi dan siap mendukung proses hukum yang berlangsung,” tegas Peltu Andi. Kejadian ini kembali menegaskan peran vital Babinsa sebagai penggerak koordinasi di tingkat kelurahan, tidak hanya dalam pembinaan wilayah, tetapi juga dalam merespons cepat situasi darurat yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. (Agus)
JEPARA:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rumah Tahanan (Rutan) Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas mental dan spiritual para warga binaan melalui program pembinaan kerohanian lintas agama, yang digelar secara rutin setiap pekan. Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan baik Muslim maupun non-Muslim, dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Dalam pembinaan kerohanian bagi warga binaan Muslim, kegiatan diisi dengan kajian keagamaan, pembacaan Al-Qur’an, ceramah motivasi, serta pembekalan akhlak yang dibawakan oleh ustaz dari Kantor Kementerian Agama Jepara. Para warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan, yang tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga membangun mental positif untuk menghadapi masa depan. Sementara itu, pembinaan bagi warga binaan non-Muslim dilakukan dalam bentuk bimbingan rohani, diskusi nilai-nilai moral, pembacaan kitab suci, hingga pelayanan pastoral dari pendamping rohani yang bekerja sama dengan lembaga keagamaan setempat. Pendekatan ini dilakukan agar semua warga binaan mendapatkan dukungan spiritual tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian ini merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial. “Pembinaan ini bukan hanya untuk memperdalam pemahaman agama, tetapi juga untuk membentuk karakter, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta membantu warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat,” ujarnya. Program ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antar-warga binaan, karena materi yang diberikan banyak menekankan nilai toleransi, kedamaian, dan saling menghormati. Dengan atmosfer yang kondusif, kegiatan keagamaan di Rutan Jepara diharapkan mampu menjadi pondasi bagi perubahan perilaku yang lebih baik. Melalui pembinaan kerohanian yang inklusif ini, Rutan Jepara terus berupaya membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan baru.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM— Setelah bertahun-tahun dalam pelarian, buronan internasional kasus penyelundupan narkoba, Dewi Astutik, akhirnya berhasil ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Penangkapan dilakukan di Kamboja melalui operasi terpadu yang melibatkan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI). Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi kunci utama dalam menelusuri dan mengamankan pelaku dari persembunyiannya. Menurut keterangan resmi BNN, operasi penangkapan ini berlangsung setelah serangkaian penyelidikan intensif yang mengarah pada keberadaan Dewi Astutik di salah satu wilayah di Kamboja. Begitu identitasnya terverifikasi, tim gabungan segera melakukan penindakan cepat untuk memastikan buronan tidak kembali melarikan diri. Saat ini, BNN bersama pihak terkait tengah menyelesaikan proses pemulangan Dewi Astutik ke Indonesia. Tahapan tersebut mencakup verifikasi identitas lanjutan, penyusunan dokumen administratif, serta pengawalan ketat berdasarkan standar keamanan internasional. Prosedur yang diterapkan memastikan bahwa proses ekstradisi berjalan sesuai hukum kedua negara. BNN menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata pemerintah Indonesia dalam memerangi jaringan narkotika transnasional. Kerja sama antarnegara dan antarinstansi disebut akan terus diperkuat untuk menekan ruang gerak sindikat narkoba serta meningkatkan efek jera bagi para pelaku. Dengan tertangkapnya Dewi Astutik, BNN berharap langkah ini dapat membuka jalan bagi pengungkapan jaringan lebih luas serta memutus mata rantai peredaran narkotika yang telah meresahkan masyarakat. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Sat Lantas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Pada Selasa (2/12/2025), jajaran Sat Lantas melaksanakan pengaturan dan pengawasan intensif di sejumlah titik padat kendaraan yang dipimpin langsung KBO Sat Lantas Polres HSU, IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.H. Pengaturan Sejak Pagi di Titik Rawan Kepadatan Kegiatan dimulai sejak pagi hari, menyasar kawasan sekolah, perkantoran, area pasar, hingga persimpangan yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan. Kehadiran personel Sat Lantas di lapangan bertujuan memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar, khususnya pada jam sibuk. IPDA Amin Mulyadi Jaya nampak memberikan arahan langsung kepada anggota serta turut membantu mengatur arus kendaraan. Pengawasan ini menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus meminimalisasi pelanggaran lalu lintas di wilayah Amuntai dan sekitarnya. Edukasi Humanis untuk Tingkatkan Kesadaran Pengendara Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara terkait pentingnya penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, tidak bermain ponsel saat berkendara, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Edukasi dilakukan secara humanis agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan. Respon masyarakat pun positif. Para pengguna jalan merasa terbantu dengan kehadiran polisi yang membuat perjalanan lebih nyaman dan tertib, terutama di pagi hari yang rawan penumpukan kendaraan. Polres HSU Tegaskan Komitmen Berikan Pelayanan Prima Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas yang dipimpin KBO Sat Lantas merupakan wujud pelayanan prima kepada masyarakat. “Pengaturan langsung ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman dan lancar. Polres HSU akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya Kamseltibcarlantas,” ujarnya. IPTU Asep menambahkan bahwa kegiatan preventif seperti penjagaan dan pengaturan di titik rawan akan terus ditingkatkan. “Tidak hanya penindakan, edukasi humanis juga kami kedepankan agar kesadaran masyarakat meningkat. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman,” tegasnya. Sat Lantas Konsisten Jaga Kondusivitas Lalu Lintas Dengan terlaksananya kegiatan pengaturan hari ini, Sat Lantas Polres HSU menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan maksimal, dan menjaga situasi lalu lintas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
KBL- BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan keamanan dan kesejahteraan warga kembali dilakukan jajaran Koramil 410-06/Kedaton. Tiga Babinsa melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) secara serentak di wilayah binaan masing-masing, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini menunjukkan pendekatan TNI yang responsif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tiga kelurahan berbeda. Sukamenanti Baru: Babinsa Tekankan Pentingnya Kamtibmas Di Kelurahan Sukamenanti Baru, Serka Hadori memimpin giat Komsos di Jalan Harimau, Gang Harimau 4, RT 05. Dalam interaksi bersama warga, ia menekankan pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta mengaktifkan kembali budaya siskamling. Warga diajak meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan, terutama di lingkungan padat penduduk. Kampung Baru, Labuhan Ratu: Edukasi Kesehatan Hadapi Musim Penghujan Sementara itu, Serma Sugeng DP, Babinsa Kelurahan Kampung Baru, mengangkat tema kesehatan masyarakat dalam Komsos yang digelar di Jalan Sukarno Hatta, RT 02. Menghadapi musim penghujan, ia mengajak warga menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi mencegah berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Edukasi ini disambut baik warga sebagai langkah preventif meningkatkan kualitas hidup bersama. Rajabasa Jaya: Warga Sepakat Perkuat Kerja Sama Demi Lingkungan Kondusif Di Rajabasa Jaya, Serda Ripian melaksanakan Komsos di Jalan Karya Bakti, RT 02. Fokus pembahasan kembali pada penguatan Kamtibmas. Melalui dialog yang akrab, Babinsa dan warga mencapai kesepahaman untuk memperkokoh kerja sama antarwarga guna mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari potensi gangguan. TNI Hadir Sebagai Sahabat dan Mitra Masyarakat Seluruh rangkaian kegiatan Komsos berjalan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kehadiran Babinsa bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan teritorial, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya keamanan, kesehatan, dan solidaritas. Koramil 410-06/Kedaton di bawah jajaran Kodim 0410/KBL terus memperkuat komitmen pengabdian di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat “Radin Inten” yang mencerminkan ketulusan, kecerdasan, dan keteguhan dalam melayani rakyat. (Agus)
Cianjur, Bidik-kasusnews.com — Sengketa tanah warisan di Kampung Bojongsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, kembali mengemuka setelah ahli waris dari almarhum Karta bin Emod melaporkan dugaan penyerobotan dan pengalihan aset tanpa hak oleh pihak yang masih memiliki hubungan keluarga jauh. Laporan tersebut kini resmi diproses aparat penegak hukum. Kronologi: Klaim Sepihak Atas Tanah Turun-Temurun Menurut keterangan pelapor, persoalan bermula ketika pihak terlapor diduga melakukan aktivitas di atas tanah keluarga tanpa izin. Aktivitas itu meliputi pengukuran lahan, pemasangan patok, serta klaim kepemilikan tanpa dasar yang jelas. Situasi memanas sejak tahun 2008, ketika saudara pelapor, Biah (alm.), mencoba menanyakan status tanah tersebut. Namun ia justru dibawa ke Polsek Sukaluyu oleh pihak terlapor. Polisi kemudian memastikan bahwa Biah hanya menanyakan hak waris keluarga dan memulangkannya tanpa proses hukum. Indikasi Penjualan Tanpa Hak Keluarga juga menerima informasi bahwa terlapor diduga pernah mencoba menawarkan tanah warisan tersebut kepada pihak lain. Pelapor, yang saat itu berdinas sebagai anggota TNI di Cirebon, menyatakan tidak pernah menandatangani dokumen apa pun terkait jual beli maupun pengalihan aset. Minimnya komunikasi keluarga pada masa sebelum penggunaan ponsel diduga ikut dimanfaatkan untuk melakukan langkah sepihak. Mediasi Desa Buntu: Muncul Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Upaya penyelesaian melalui mediasi di Kantor Desa Sukaluyu sempat ditempuh. Pertemuan yang dihadiri perangkat desa, Babinmas, Babinsa, dan Ketua BPD itu menghasilkan penyerahan beberapa dokumen oleh terlapor, seperti surat gadai, perjanjian jual beli, hingga kwitansi pembayaran. Namun setelah diteliti, pelapor menegaskan bahwa tanda tangan dalam dokumen tersebut tidak identik dengan tanda tangannya yang tertera pada KTP. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya tindak pemalsuan dokumen. Jalan Hukum Ditempuh: Cegah Penjualan Ilegal Karena mediasi tidak memberikan hasil, pelapor akhirnya melapor ke kepolisian untuk mencegah kemungkinan penjualan ilegal dan untuk memastikan hak keluarga atas tanah warisan dapat dipulihkan. Hingga kini, tanah tersebut masih dikuasai terlapor tanpa persetujuan ahli waris, sehingga pihak keluarga menilai hal ini sebagai tindakan merugikan serta berpotensi menghilangkan hak turun-temurun. Harapan Ahli Waris: Proses Hukum Transparan dan Profesional Dengan laporan resmi yang telah diajukan, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuan dokumen tersebut secara profesional, guna memberikan kepastian hukum dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi ahli waris yang sah. (Tim)
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengumumkan perkembangan signifikan dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengaturan pemenang proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di wilayah Medan. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prastyo, kepada Bidik-kasusnews via watsap pada Selasa (2/12/2025). Menurut Budi, pada Senin (1/12/2025), KPK resmi menahan dua orang tersangka setelah rangkaian penyelidikan dan penyidikan menunjukkan adanya kecukupan alat bukti. Keduanya ditahan terkait dugaan praktik korupsi berupa pengaturan pemenang pelaksana proyek strategis pada DJKA. Dua Tersangka Ditahan 20 Hari Pertama Tersangka yang ditahan adalah: 1. MHC (Muhlis Hanggani Capah) — ASN pada Direktorat Keselamatan Perkeretaapian DJKA Kemenhub RI, yang dipercaya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian Medan periode 2021–Mei 2024. 2. EKW (Eddy Kurniawan Winarto) — seorang wiraswasta. Keduanya ditahan di Cabang Rumah Tahanan Negara dari Rutan Klas I Jakarta Timur, terhitung sejak 1 hingga 20 Desember 2025. Modus Dugaan Korupsi KPK menjelaskan bahwa peran MHC dalam perkara ini diduga sangat strategis. Ia diduga mengatur dan mengondisikan paket proyek Pembangunan Emplasemen dan Bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB) agar dimenangkan oleh pihak-pihak tertentu. Beberapa poin penting dari konstruksi perkara antara lain: MHC bersama timnya melakukan pengaturan proses lelang dengan berkoordinasi dengan Pokja serta menggelar kegiatan “asistensi” untuk memastikan calon pemenang siap secara administrasi sebelum atau saat proses lelang berlangsung. MHC juga diduga bertindak sebagai perpanjangan tangan dari HT (Harno Trimadi), Direktur Prasarana, untuk menyampaikan daftar penyedia jasa yang harus dimenangkan dalam lelang. Pada akhir 2021, digelar pertemuan “asistensi” di sebuah hotel di Bandung yang dihadiri pihak DJKA dan calon pemenang lelang untuk menyiapkan dokumen prakualifikasi. Dalam pertemuan lain di Bandung, pihak rekanan dari beberapa perusahaan besar seperti PT WK, PT IPA, dan PT AK membahas dokumen metode kerja yang akan digunakan sebagai bagian dari penawaran, dipandu oleh staf DRS bernama WSN (Wisnu Argo Megantoro). Sejumlah pertemuan dan komunikasi dilakukan intensif terkait penyusunan dokumen metode pekerjaan, termasuk antara WSN dan perwakilan PT WK yaitu AFG (Afong)ungkap Budi. Aliran Fee Mengalir ke Pihak PPK dan Rekanan Berdasarkan hasil rekapan keuangan perusahaan yang dikendalikan DRS, KPK menemukan adanya aliran uang untuk memperlancar proses pemenangan proyek, antara lain: Rp 1,1 miliar yang diberikan kepada MHC pada 2022–2023, baik melalui transfer maupun tunai. Rp 11,23 miliar yang diterima EKW pada September–Oktober 2022 melalui rekening yang telah ditentukan. KPK menjelaskan bahwa pemberian fee dilakukan karena para penyedia jasa khawatir tidak dapat memenangkan tender apabila tidak mengikuti arahan pihak-pihak yang memiliki pengaruh, termasuk MHC dan EKW. Jeratan Hukum Atas dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka disangkakan melanggar: Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tambahnya. Pasal tersebut mengatur sanksi terhadap penyalahgunaan kewenangan dan penerimaan suap oleh penyelenggara negara.(Wely)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., secara resmi melepas keberangkatan Kapal ADRI XVII BM yang membawa gelombang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prosesi pemberangkatan berlangsung di Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (1/12/2025). Dalam keterangannya, Kasad menyebut penggunaan Kapal ADRI sebagai langkah strategis untuk memastikan distribusi bantuan dalam jumlah besar dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat. Sebelumnya, bantuan prioritas telah dikirimkan menggunakan dua KRI milik TNI AL serta pesawat Hercules. “Hari ini kami memberangkatkan Kapal ADRI untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, maupun Padang. Kemarin, barang-barang yang mendesak sudah kami kirim melalui KRI dan Hercules,” ujar Kasad. Bantuan Besar-besaran: Dari Logistik Dasar Hingga Alat Berat TNI AD mengerahkan dukungan komprehensif untuk mempercepat penanganan darurat. Di antaranya: Empat unit jembatan Bailey (tiga untuk Aceh, satu untuk Sumut) Lima helikopter dan pesawat Cassa untuk mobilisasi udara Ribuan paket logistik, meliputi sembako, air bersih, obat-obatan, perlengkapan balita dan ibu hamil, selimut, tenda, hingga perlengkapan sanitasi Genset dan peralatan operasional di lapangan Alat berat seperti excavator dan buldozer guna membuka akses yang tertutup material bencana Kasad menegaskan bahwa persepsi terkait keterlambatan bantuan tidak berdasar. Menurutnya, TNI bergerak cepat setelah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Perhatian Presiden sangat besar. Bahkan ada rencana pengerahan sekitar 20 helikopter untuk mempercepat operasi kemanusiaan,” tegasnya. Koordinasi Matang dan Keterlibatan Satuan di Lapangan Sebelum kapal diberangkatkan, Kasad beserta Pejabat Utama Mabesad menerima paparan dari Asops Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung terkait mekanisme pengiriman dan manifest bantuan. Selain logistik, TNI AD juga menurunkan kekuatan personel lintas satuan, meliputi Zeni, Kesehatan, Bekang, serta bantuan dari Kodam I/BB, Kodam IM, dan Kodam XVIII/Tuanku Imam Bonjol. Pasukan ini bertugas membuka akses yang terputus, membantu evakuasi, menyiapkan dapur lapangan, hingga memberikan layanan medis untuk para penyintas. Kasad turut menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan kerusakan luas yang terjadi akibat bencana di tiga provinsi tersebut. Ia memastikan TNI AD terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat. Prioritas Distribusi untuk Wilayah Paling Terdampak Seluruh bantuan dari Kapal ADRI akan disalurkan ke posko gabungan di masing-masing daerah, kemudian didistribusikan sesuai tingkat urgensi kebutuhan masyarakat. Dengan keberangkatan Kapal ADRI XVII BM, TNI AD kembali menegaskan komitmennya hadir secara cepat, profesional, dan humanis dalam setiap situasi darurat yang menimpa rakyat. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menerima Laporan Kenaikan Pangkat 80 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi TNI AD dalam memperkuat kepemimpinan, sekaligus menegaskan amanah dan tanggung jawab baru yang diemban para Pati. Dalam kesempatan tersebut, Kasad mengucapkan selamat kepada para perwira yang memperoleh kenaikan pangkat dan menegaskan bahwa setiap kenaikan pangkat bukan sekadar bentuk penghargaan dari negara, tetapi merupakan amanah sekaligus tantangan untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas kepemimpinan, dan kontribusi nyata kepada organisasi. Jenderal Maruli menyampaikan bahwa para Pati TNI AD memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam mengawal program pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan program makan bergizi, serta meningkatkan kesejahteraan prajurit melalui penguatan program perumahan non-dinas TWP. “Banyak kesempatan kita dalam mendukung program-program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan program makan bergizi. Kita harus kompak. Kami pejabat utama di Mabesad selalu berdiskusi bagaimana meningkatkan kesejahteraan prajurit terutama perumahan non dinas melalui program TWP,” tegas Kasad. Sebanyak 80 Pati TNI AD yang naik pangkat terdiri atas 20 perwira berpangkat Mayor Jenderal dan 60 perwira berpangkat Brigadir Jenderal, yang mengemban berbagai jabatan baik di dalam maupun di luar struktur TNI AD. Kenaikan pangkat ini diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pembinaan satuan dan kinerja organisasi. Kasad menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga TNI AD membutuhkan pemimpin yang adaptif, visioner, serta mampu menggerakkan organisasi secara responsif dan efektif. Ia juga berpesan agar para Pati yang naik pangkat mampu menjadi teladan dalam disiplin, loyalitas, serta memajukan satuan yang dipimpinnya. (Agus)