Bidik-kasusnews.com Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditandatangani pada 19 September 2025. “Penetapan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama,” demikian tertulis dalam SKB yang dikutip dari Tribunnews, Minggu (21/9/2025). SKB tersebut tercatat dengan nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, dan Menteri PANRB Rini Widyantini. Dengan penetapan ini, masyarakat bisa lebih leluasa merencanakan agenda liburan maupun kegiatan keluarga. Pasalnya, sejumlah tanggal akan menghadirkan akhir pekan panjang (long weekend) di tahun 2026. Daftar Long Weekend 2026 Beberapa tanggal yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk liburan panjang antara lain: 16–18 Januari (Jumat–Minggu): Isra Mikraj dan akhir pekan. 17–22 Februari (Selasa–Minggu): Tahun Baru Imlek dan akhir pekan. 19–22 Maret (Kamis–Minggu): Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H. 3–5 April (Jumat–Minggu): Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah). 14–17 Mei (Kamis–Minggu): Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama. 27–28 Mei (Rabu–Kamis): Iduladha 1447 H dan cuti bersama. 16–17 Juni (Selasa–Rabu): 1 Muharam 1448 H. 17–20 Agustus (Senin–Kamis): Proklamasi Kemerdekaan RI. 24–25 Desember (Kamis–Jumat): Natal dan cuti bersama. Hari Libur Nasional 2026 Pemerintah menetapkan 16 hari libur nasional, di antaranya: 1. 1 Januari: Tahun Baru 2026 Masehi 2. 16 Januari: Isra Mikraj 3. 17 Februari: Tahun Baru Imlek 4. 19 Maret: Hari Suci Nyepi 5. 21–22 Maret: Idulfitri 1447 H 6. 3 April: Wafat Yesus Kristus 7. 5 April: Paskah 8. 1 Mei: Hari Buruh 9. 14 Mei: Kenaikan Yesus Kristus 10. 27 Mei: Iduladha 1447 H 11. 31 Mei: Hari Raya Waisak 12. 1 Juni: Hari Lahir Pancasila 13. 16 Juni: Tahun Baru Islam 1448 H 14. 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan RI 15. 25 Agustus: Maulid Nabi Muhammad saw. 16. 25 Desember: Natal Cuti Bersama 2026 Selain itu, ada enam hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah: 16 Februari: Tahun Baru Imlek 18 Maret: Hari Suci Nyepi 20, 23, dan 24 Maret: Idulfitri 1447 H 15 Mei: Kenaikan Yesus Kristus 28 Mei: Iduladha 1447 H 24 Desember: Natal Dengan kombinasi libur nasional dan cuti bersama ini, tahun 2026 diperkirakan akan penuh dengan momentum long weekend yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mudik, liburan, maupun berkumpul bersama keluarga. (Wely)
Kalimantan Barat | Bidik-kasusnews.com – Sebanyak 34 wartawan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat antusias mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat–Sabtu (19–20/9/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuannya adalah untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi insan pers di Bumi Khatulistiwa. Salah satu peserta, Basori, jurnalis asal Sintang, menempuh perjalanan 400 kilometer selama 9 jam menggunakan mobil demi bisa ikut serta. “Saya menemukan orang-orang dan wawasan baru di sini,” ujarnya penuh semangat. Mengangkat tema “Turut Menguatkan PWI dengan Uji Kompetensi dan Profesionalitas,” kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh pers nasional, di antaranya Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, serta perwakilan Polda Kalbar AKBP Prinanto. Aat Surya Safaat menegaskan bahwa UKW merupakan program berkelanjutan yang penting bagi kualitas pers Indonesia. “UKW ini akan kita selenggarakan rutin setiap tahun sebagai upaya mengukur dan meningkatkan kompetensi wartawan,” jelasnya. Plt Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi, menyebut suksesnya acara ini berkat kolaborasi berbagai pihak. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang mencerminkan komitmen wartawan Kalbar terhadap profesionalisme. Dukungan juga datang dari Polda Kalbar. AKBP Prinanto berharap para jurnalis yang ikut UKW bisa lulus dengan baik. “Dengan jurnalis yang kompeten, pemberitaan aktual, faktual, dan terpercaya akan tercapai. Peran media dalam mencerdaskan masyarakat sangat bergantung pada kualitas jurnalis,” tegasnya. Kegiatan UKW di Pontianak ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga marwah profesi wartawan sebagai pilar penting demokrasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap media di Kalimantan Barat. ( Mulyawan)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak kalimantan barat Jumat-19-sept-2025 Sebanyak 34 jurnalis dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat antusias mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat dan Sabtu 19-20 September 2025. Tujuannya, tak lain, untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi jurnalis di Bumi Borneo. Jauh Bukan Halangan Basori, jurnalis dari Sintang, menjadi salah satu contoh semangat juang peserta. Ia menempuh perjalanan sejauh 400 kilometer menggunakan Mobil selama 9 jam dalam perjalanan. “Saya menemukan orang-orang dan wawasan baru di sini,” ungkapnya dengan senyum, menunjukkan semangatnya dalam belajar. Acara yang mengangkat tema “Turut Menguatkan PWI dengan Uji Kompetensi dan Profesionalitas” ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di dunia pers, termasuk Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, serta perwakilan Polda Kalbar yang diwakili oleh Kasubbidpenmas AKBP Prinanto. Peningkatan Tiap Tahun Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat menegaskan pentingnya UKW sebagai program berkelanjutan. “Kegiatan UKW ini merupakan salah satu program untuk mengukur dan meningkatkan kompetensi wartawan, maka acara ini akan kita selenggarakan secara rutin setiap tahun,” jelasnya. Kolaborasi Dukungan Berbagai Pihak Plt Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi, menambahkan bahwa suksesnya acara ini merupakan buah dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak. Ia pun bangga melihat partisipasi peserta yang begitu besar, mencerminkan komitmen insan pers Kalbar terhadap profesionalisme. Dukungan Berita Akurat AKBP Prinanto dari Polda Kalbar turut menyambut baik kegiatan ini. “Saya menyambut dengan baik acara UKW ini dan saya ucapkan selamat mengikuti UKW kepada rekan-rekan jurnalis. Semoga lancar dan semua bisa lulus, karena dengan jurnalis yang kompeten maka pemberitaan yang aktual, faktual dan terpercaya akan tercapai,” ujarnya. Ia menambahkan, peran media dalam mencerdaskan masyarakat akan terwujud melalui jurnalis yang kompeten. UKW ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga marwah profesi wartawan sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Wartawan Mulyawan
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) ikut memeriahkan gelaran TNI Fair 2025 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI, yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). Komandan Pusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno bersama Pejabat Utama (PJU) Pusterad hadir langsung meninjau stan Pusterad sekaligus berkeliling ke stan satuan TNI lainnya. Kehadiran mereka disambut antusias pengunjung yang memadati area pameran sejak pagi. Stan Pusterad menampilkan beragam produk UMKM berupa aneka makanan dan minuman khas daerah, kerajinan tangan seperti tas ransel, hingga kain batik Cirebon. Tidak hanya itu, Pusterad juga memperkenalkan inovasi teknologi seperti mesin pembuat pupuk cair MPC-37, sepeda motor listrik berbagai tipe, serta rumah modular ramah lingkungan. Partisipasi ini menjadi bukti nyata peran Pusterad dalam mendukung pemberdayaan UMKM, menggali potensi daerah, serta menghadirkan teknologi inovatif yang sejalan dengan tema HUT ke-80 TNI: “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju.” Stan Pusterad pun menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat. Banyak pengunjung terlihat antusias mencicipi produk kuliner UMKM, mencoba inovasi teknologi yang ditampilkan, sekaligus berinteraksi langsung dengan prajurit TNI AD. Dengan keikutsertaannya, Pusterad tidak hanya menegaskan kontribusinya dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda tentang pentingnya kemandirian bangsa di bidang ekonomi, sosial, dan teknologi. ( Agus)
Bogor | Bidik-kasusnews.com– Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan pengarahan kepada peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Daerah Latihan Kopassus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2025). Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menekankan pentingnya semangat juang, keteguhan hati, dan kepercayaan diri bagi para kadet. “Sebagai penerus generasi bangsa, jangan memandang status dan jangan patah semangat. Ini pondasi awal sekaligus contoh bagi KKRI gelombang berikutnya. Tidak ada yang tahu masa depan, tapi selalu semangat dan lakukan yang terbaik,” pesan Jenderal Agus. Program KKRI merupakan implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) serta UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda, terinspirasi dari berbagai negara yang memiliki cadet corps, seperti India, Inggris, Australia, Kanada, Bangladesh, hingga Singapura. Gelombang pertama KKRI berlangsung 19–21 September 2025, diikuti oleh pelajar SMK dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Subang. Gelombang kedua akan digelar 26–28 September 2025 dengan dukungan penuh dari Kopassus, Kostrad, Kodam Jaya, Pasmar I, Kolinlamil, Lanud Halim Perdanakusuma, dan Lanud Kalijati. Selama kegiatan, para kadet dibekali materi kebangsaan, nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, kepemimpinan bela negara, kedisiplinan, hingga keterampilan praktis. Mereka juga mendapat pembinaan tentang bahaya narkoba, kerjasama tim, kepekaan lingkungan, serta penguatan mental rohani melalui ibadah dan konseling. Setelah Jabodetabek, program KKRI akan diperluas ke sejumlah kota besar seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Bali, Makassar, Palembang, Ambon, Medan, Yogyakarta, hingga Jayapura. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang TNI dalam membentuk generasi muda yang disiplin, patriotik, dan visioner. Dengan hadirnya KKRI, TNI berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan yang kuat, serta kesiapan untuk menjadi garda terdepan pertahanan negara. Hal ini sejalan dengan semangat Sishankamrata yang menempatkan seluruh rakyat Indonesia sebagai kekuatan utama pertahanan nasional. ( Agus)
Makassar | Bidik-kasusnews.com – Lanud Sultan Hasanuddin hari ini dipadati ratusan siswa dari berbagai sekolah di wilayah Sulawesi Selatan dalam kegiatan Kunjungan Kedirgantaraan. Agenda ini digelar sebagai upaya mengenalkan dunia dirgantara sekaligus menumbuhkan semangat cinta kedirgantaraan di kalangan generasi muda. Sebanyak 650 siswa dari 12 Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di Provinsi Sulawesi Selatan memadati Apron Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, dan disambut langsung oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pom I Nyoman Swardita, S.H., M.I. Pol., Jumat (19/9/2025). Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto., M.Han, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi dan pembinaan potensi dirgantara. “Melalui kunjungan ini kami berharap generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai dunia kedirgantaraan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekuatan udara yang dimiliki bangsa Indonesia,” Jelas Marsma Arifaini. Dalam kesempatan tersebut, para siswa disuguhi static show berbagai pesawat kebanggaan TNI Angkatan Udara yang bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin dan sesi interaktif bersama para penerbang pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 dari Skadron Udara 11, Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 dan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin. Selain itu ada juga Pesawat Helikopter Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Antang Sanjaya Bogor. Kegiatan kunjungan kedirgantaraan di Lanud Sultan Hasanuddin tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wahana inspirasi bagi lahirnya calon-calon generasi emas bangsa yang kelak dapat berkiprah di dunia dirgantara maupun pertahanan negara. (Agus)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Ribuan masyarakat tumpah ruah di kawasan Pintu Timur Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025), pada hari pertama gelaran TNI AD Fair 2025. Acara yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI ini langsung menyedot perhatian publik sejak pagi, dengan pengunjung memadati area pameran hingga malam hari. Event besar ini menghadirkan 22 stand satuan jajaran TNI AD yang menawarkan perpaduan edukasi, rekreasi, dan hiburan. Bahkan, sejumlah media nasional menayangkan langsung suasana meriah TNI AD Fair sehingga gaungnya menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Berbagai alutsista modern TNI AD ditampilkan, mulai dari Tank Harimau, Panser Anoa, Meriam Caesar 155 mm, MLRS Astros II, Radar CM200, Starstreak LML, hingga helikopter Apache AH-64, Bell 412, Fennec AS 550, dan Mi-17V5. Selain itu, tersedia layanan kesehatan gratis di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) serta Dapur Lapangan yang membagikan makanan hangat untuk pengunjung. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan bahwa pameran ini tidak hanya untuk memperlihatkan kekuatan pertahanan, tetapi juga menjadi ruang hiburan dan edukasi bagi masyarakat. “TNI AD Fair adalah sarana mendekatkan Angkatan Darat dengan rakyat, sekaligus memberi inspirasi kepada generasi muda sebagai calon penerus bangsa,” ujar Kasad. Dari sekian banyak stand, stand rekrutmen prajurit TNI AD menjadi magnet utama. Generasi muda tampak antusias mendapatkan informasi mengenai jalur masuk dan persyaratan menjadi prajurit. Kasad menegaskan bahwa proses rekrutmen kini dilakukan lebih terbuka dan transparan. “Sekarang siapapun bisa mendaftar tanpa harus keluar biaya. Tidak perlu kenalan atau jalur khusus, semua punya kesempatan yang sama,” tegasnya. Asisten Logistik Kasad Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan menambahkan, setiap perlengkapan yang dipamerkan punya keunikan tersendiri di mata masyarakat. “Semuanya istimewa, karena bukan hal yang biasa mereka lihat sehari-hari,” ujarnya. Suasana semakin meriah dengan hiburan rakyat di panggung utama, seperti Kartika Orchestra Ditajenad dan penampilan band dari berbagai satuan TNI AD. Beragam fun games interaktif juga menambah keceriaan keluarga yang hadir. Sebagai bentuk apresiasi, TNI AD menyiapkan 6.600 souvenir menarik berupa mug dan gantungan kunci bagi pengunjung pertama. Banyak warga bahkan rela datang lebih awal demi mendapatkan hadiah tersebut. Hari pertama TNI AD Fair 2025 membuktikan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang pertahanan, melainkan juga wadah interaksi, edukasi, dan hiburan yang mempererat kebersamaan TNI AD dengan masyarakat. ( Agus)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memimpin Tim Perwira Tinggi (Pati) TNI AD yang sukses meraih Juara Pertama Kategori Pistol Eksekutif Pati 20 Meter Optic Beregu dalam Lomba Tembak Eksekutif HUT ke-80 TNI tahun 2025. Tim Pati TNI AD yang terdiri dari Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Fadjar, serta Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi tampil gemilang di arena Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025). Dengan prestasi tersebut, Tim Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) menorehkan kebanggaan tersendiri, sekaligus memperkuat posisi TNI AD sebagai bagian penting dalam menjaga profesionalisme prajurit. Bahkan, tim ini juga berhasil menyabet Juara Pertama Kategori Eksebisi Duel Plat Kelompok Pati. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. dalam sambutannya menegaskan, peringatan HUT ke-80 TNI bukan hanya momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian TNI kepada bangsa, tetapi juga sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan seluruh komponen masyarakat. Selain lomba untuk eksekutif, kegiatan ini juga mempertandingkan kategori Perwira Menengah (Pamen) hingga kelompok umum. Ajang tahunan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan soliditas, jiwa korsa, serta kebersamaan antar matra TNI, Polri, dan mitra strategis TNI lainnya. Rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI tahun ini semakin meriah dengan digelarnya bakti sosial, pameran alutsista modern, serta atraksi prajurit yang menampilkan profesionalisme sekaligus kedekatan TNI dengan rakyat. ( Agus)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau Stand Zeni Angkatan Darat dalam gelaran TNI AD FAIR 2025 di Jakarta. Kehadiran Kasad disambut jajaran Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) yang dipimpin Direktur Penelitian dan Pengembangan Pusziad, Kolonel Czi Basuki Sabdono, S.E. Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Maruli mendapat penjelasan mengenai berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista), teknologi, dan inovasi terbaru yang ditampilkan Zeni AD. Pameran mencakup peralatan mobilisasi, konstruksi, hingga teknologi pendukung operasi militer maupun operasi selain perang. Kasad menegaskan, peran Zeni AD tidak hanya berada di garis depan dalam mendukung operasi militer, tetapi juga berkontribusi besar dalam pembangunan nasional. “TNI AD FAIR ini adalah etalase kemampuan Angkatan Darat. Saya bangga melihat Zeni AD terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang bermanfaat, baik untuk pertahanan maupun masyarakat,” ujar Jenderal Maruli. Selain meninjau pameran, Kasad juga menyoroti kontribusi Zeni AD dalam pembangunan infrastruktur, penanggulangan bencana, hingga peningkatan kualitas prajurit melalui pendidikan dan latihan. Menurutnya, hal ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara. Kapusziad melalui Kolonel Czi Basuki Sabdono menambahkan, keikutsertaan Zeni AD dalam TNI AD FAIR 2025 merupakan bentuk transparansi dan komitmen untuk mendukung visi TNI AD yang profesional, modern, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Kunjungan Kasad ke Stand Zeni AD menjadi momentum penting yang menegaskan kesiapan korps Zeni dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan. Pameran ini juga diharapkan semakin memperkuat kedekatan antara TNI AD dan masyarakat. ( Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 September 2025 – Upaya membangun ketahanan pangan kini merambah ke balik jeruji besi. Rutan Kelas IIB Jepara bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jepara memulai langkah nyata dengan mengembangkan budidaya cabai di lingkungan rutan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjawab tantangan nasional mengenai kedaulatan pangan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menuturkan bahwa program ini bukan hanya soal menanam cabai, melainkan juga membuka ruang pembinaan bagi warga binaan. > “Kami ingin warga binaan merasakan bahwa kerja mereka punya arti. Dengan bercocok tanam, mereka belajar keterampilan baru sekaligus berkontribusi pada kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Renza. Bibit cabai yang diberikan Perumda akan dikelola bersama-sama oleh warga binaan. Lahan kosong di sekitar rutan akan diubah menjadi kebun produktif. Jika panen berhasil, hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa ikut menopang pasar lokal. Direktur Perumda Jepara menambahkan bahwa program ini mencerminkan komitmen perusahaan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. > “Cabai adalah komoditas penting di Jepara, bahkan sering memengaruhi stabilitas harga pangan. Melalui kerja sama ini, kami ingin menunjukkan bahwa kedaulatan pangan bisa dimulai dari level daerah, dengan melibatkan siapa saja, termasuk warga binaan,” ungkapnya. Bagi warga binaan, keterlibatan dalam program ini juga membuka peluang baru. Mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyiapkan masa depan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti. Dengan demikian, program budidaya cabai ini bukan hanya simbol sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan, melainkan juga bukti bahwa kedaulatan pangan dapat dibangun dari akar rumput, dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.(Wely-jateng)