JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman dan perawatan bibit padi yang dilaksanakan di lahan pertanian Rutan Jepara, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan petugas rutan bersama warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Penanaman bibit padi dilakukan dengan memperhatikan teknik pertanian yang baik, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul, hingga proses tanam dilahan terbatas. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan. “Melalui kegiatan penanaman dan perawatan padi ini, warga binaan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di bidang pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah selesai menjalani masa pembinaan,” ujarnya. Selain penanaman, petugas bersama warga binaan juga melakukan perawatan bibit padi secara rutin, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama agar tanaman tumbuh optimal hingga masa panen. Program pertanian ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil panen padi nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan rutan serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2025 yang digelar Polda Metro Jaya bersama Forum Wartawan Polri (FWP), bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Jaya, resmi ditutup pada Selasa (16/12/2025). Penutupan berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. UKW yang dilaksanakan selama dua hari, sejak 15 hingga 16 Desember 2025, diikuti oleh 86 wartawan dari berbagai media. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya insan pers, khususnya dalam aspek profesionalisme, kompetensi, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pelaksanaan UKW memiliki nilai strategis dalam memperkuat kemitraan antara Polri dan media massa, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks di ruang publik. Menurutnya, wartawan yang profesional dan kompeten memiliki peran vital dalam menyajikan informasi yang faktual, berimbang, serta dapat dipercaya masyarakat. Ia menekankan bahwa pers merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas informasi dan menangkal disinformasi. “Pers yang berintegritas dan kompeten sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi yang akurat serta membantu masyarakat memilah fakta di tengah maraknya hoaks. Polri terbuka terhadap kritik yang objektif dan konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi,” ujar Budi Hermanto. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWI Pusat, Dewan Pers, PWI Jaya, Forum Wartawan Polri, para penguji, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan UKW 2025. Kabid Humas berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti pada sertifikat, tetapi diwujudkan dalam karya jurnalistik yang mencerdaskan dan memperkuat kepercayaan publik. Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengapresiasi dukungan penuh Polda Metro Jaya dalam penyelenggaraan UKW. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga marwah profesi wartawan di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks. “Uji kompetensi wartawan merupakan instrumen penting untuk memastikan insan pers bekerja sesuai standar profesional, beretika, dan bertanggung jawab. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga martabat pers Indonesia,” kata Munir. Ia berharap sinergi antara Polri dan insan pers dapat terus diperkuat demi menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Semangat pengabdian dan gotong royong mewarnai peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 di Kota Bandar Lampung. Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL menggelar karya bakti dan bakti sosial terpadu di Pantai Payangan, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Selasa pagi (16/12/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., dan dibuka secara resmi oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), didampingi jajaran pejabat Kodam, Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, serta unsur masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini Danrem 043/Garuda Hitam, perwakilan Kapolresta Bandar Lampung, unsur Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkot Bandar Lampung, serta pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan. Sekitar 700 peserta terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI, Banser, Linmas, Mitra Kodim, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinir langsung oleh Dandim 0410/KBL bersama jajarannya. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembersihan kawasan Pantai Payangan dari sampah, khususnya plastik, guna menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung potensi wisata pesisir. Selain itu, dilakukan pembersihan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir serta meminimalisir potensi penyakit akibat genangan air. Tak hanya itu, Kodim 0410/KBL juga melaksanakan rehabilitasi dan pembersihan musholla, sebagai upaya menjaga kenyamanan dan kesucian tempat ibadah warga. Dalam bidang kesehatan, digelar pengobatan massal gratis bekerja sama dengan Puskesmas setempat, disertai pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam jangka panjang, kegiatan diakhiri dengan pembagian bibit pohon secara simbolis kepada warga, guna mendorong penghijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan cerminan nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. “Karya bakti dan bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bukti komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi dan gotong royong seperti inilah yang harus terus kita rawat demi lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata,” ujarnya. Pangdam juga mengungkapkan langkah proaktif TNI dalam penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan, di antaranya melalui pembentukan satgas khusus dan patroli berjalan kaki untuk memantau kawasan hutan, mencegah illegal logging, serta memastikan program reboisasi berjalan optimal. Sementara itu, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi pembinaan teritorial Kodim 0410/KBL dalam memperkuat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat. “Melalui kegiatan karya bakti ini, kami ingin menegaskan bahwa kebersihan dan kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan dan sinergi lintas sektor, kita bisa mewujudkan Bandar Lampung yang lebih asri, sehat, dan nyaman,” tuturnya. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan ini berakhir pada pukul 09.05 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan acara tersebut mencerminkan kuatnya implementasi nilai Dharma Laksana TNI AD, khususnya Kodim 0410/KBL, dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus merefleksikan makna sejati Hari Juang TNI AD sebagai momentum pengabdian tanpa pamrih. (Agus)

Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Harga eceran Gas Elpiji 3 Kg di Kota Sintang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan masyarakat setelah harganya dilaporkan mencapai Rp.45.000, per tabung. Kenaikan harga yang dinilai memberatkan ini memicu keluhan keras dari warga, terutama bagi golongan ekonomi lemah. Keluhan tersebut disampaikan secara terbuka oleh seorang pengguna media sosial melalui grup Facebook Sintang Informasi. Pengguna dengan akun @Zakaria mengungkapkan kekecewaannya karena tingginya harga gas melon tersebut. “Harga gas di Sintang kota 45.000, belum ada tindakan pemerintah terkait,” tulisnya, sekaligus mendesak pejabat setempat untuk turun ke lapangan dan memastikan harga kebutuhan pokok stabil. Pemerintah Pusat Kaji Skema Satu Harga Diberitakan sebelumnya, lonjakan harga yang tidak wajar seperti bukan hanya sekali terjadi di berbagai daerah, hal ini mendorong Pemerintah Pusat untuk mempertimbangkan rumusan kebijakan baru terkait penetapan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg menjadi satu harga. Kebijakan ini dirancang agar mulai tahun 2026 harga tabung LPG subsidi menjadi lebih terjangkau, merata, dan berkeadilan, sekaligus menutup celah distribusi yang memicu lonjakan harga di lapangan. Seperti mengutip dari pers release Kementerian ESDM, sebelumnya usulan kebijakan ini dilontarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu (2/7). Bahlil menjelaskan bahwa regulasi yang tengah disusun adalah revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2007 dan Perpres Nomor 38 Tahun 2019. Tujuan utama revisi ini adalah mewujudkan energi berkeadilan, memperbaiki tata kelola, serta memastikan ketersediaan dan distribusi LPG tertentu tepat sasaran untuk rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani. Meniru Program BBM Satu Harga Bahlil menegaskan bahwa regulasi baru ini akan mengatur mekanisme penetapan satu harga berdasarkan biaya logistik. “Kami akan mengubah beberapa metode agar kebocoran ini tidak terjadi, termasuk harga yang selama ini diberikan kepada daerah. Kita dalam pembahasan Perpres, kita tentukan saja satu harga supaya jangan ada gerakan tambahan di bawah,” ungkap Bahlil. Aturan ini diharapkan mampu menyederhanakan rantai pasok dan memastikan subsidi tepat sasaran. Hal ini penting mengingat temuan di lapangan menunjukkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berkisar Rp16.000-Rp19.000 per tabung, seringkali bisa mencapai Rp50.000, jauh di atas harga yang dilaporkan di Sintang. Senada dengan Bahlil, sebelumnya Wakil Menteri ESDM Yuliot menambahkan, model penyeragaman LPG 3 Kg satu harga ini akan mereplikasi implementasi program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. “Itu nanti untuk setiap provinsi, jadi ditetapkan itu satu harganya. Jadi nanti akan kita evaluasi untuk setiap provinsi,” tutur Yuliot. Selain itu, transformasi subsidi LPG 3 Kg menjadi berbasis penerima manfaat turut menjadi fokus utama pemerintah. Metadata SEO Kutipan Ringkasan Singkat: Harga Gas Elpiji 3 Kg di Sintang tembus Rp.45.000, Masyarakat resah, Bahlil Lahadalia kaji kebijakan LPG Satu Harga tahun 2026 untuk meratakan harga dan menekan kebocoran. Meta Deskripsi: Warga Sintang keluhkan harga Gas Melon mencapai Rp.45.000,/tabung. Menteri ESDM Bahlil kaji revisi Perpres untuk terapkan LPG Satu Harga mulai tahun 2026. Editor Basori

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Hujan disertai angin puting beliung yang melanda Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Senin (15/12/2025) sore sekitar pukul 16.15 WIB, mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Menyikapi kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 0410/Kabupaten Bandar Lampung (KBL) bergerak cepat turun ke lokasi untuk membantu warga terdampak. Berdasarkan data sementara, bencana alam ini berdampak pada dua kelurahan. Di Kelurahan Gunung Sari, sebanyak sembilan unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian dua rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Sementara itu, di Kelurahan Pelita terdapat dua unit rumah yang mengalami kerusakan kategori sedang. Beruntung, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut. Babinsa setempat langsung melakukan koordinasi dengan aparat kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung. Upaya awal difokuskan pada penanganan darurat, termasuk membantu warga membersihkan puing serta memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan ringan agar tetap dapat ditempati. Selain itu, Babinsa bersama unsur terkait juga melaksanakan pendataan dan asesmen terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat. Langkah ini dilakukan sebagai dasar perencanaan penanganan lanjutan dan pengajuan bantuan, sehingga proses pemulihan dapat berjalan secara terarah dan tepat sasaran. Perwira Kodim 0410/KBL yang mewakili menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah. “Kami hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pengabdian TNI kepada rakyat. Bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, kami berupaya mempercepat pemulihan pascabencana agar aktivitas warga kembali normal,” ujarnya. Aksi cepat Babinsa Kodim 0410/KBL ini menegaskan komitmen TNI AD, khususnya jajaran Korem 043/Garuda Hitam, untuk selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci utama dalam memperkuat ketangguhan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/Kabupaten Bandar Lampung (KBL) menggelar Upacara Korp Raport Perpisahan dan Serah Terima Jabatan Kasdim, Senin (15/12/2025). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya masa tugas Letkol Inf Sofreanes Salam, S.Ag., M.Han., yang selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Kasi Ter Kasrem 043/Garuda Hitam. Upacara yang berlangsung khidmat di Aula Palapa Kodim 0410/KBL ini dipimpin langsung oleh Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., serta dihadiri seluruh jajaran keluarga besar Kodim, mulai dari para Danramil, Wadanramil, perwira staf, hingga prajurit. Turut hadir Ketua Persit Cabang XXX Kodim 0410/KBL, Ny. Fertika Roni, beserta pengurus sebagai wujud soliditas dan kebersamaan satuan. Dalam sambutannya, Dandim 0410/KBL menegaskan bahwa tradisi Korp Raport merupakan bentuk penghormatan satuan kepada prajurit yang melaksanakan alih tugas. Menurutnya, rotasi jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka pembinaan personel dan peningkatan profesionalisme. “Korp raport bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian prajurit kepada satuan. Terima kasih atas loyalitas dan kinerja Letkol Inf Sofreanes Salam selama bertugas di Kodim 0410/KBL,” ujar Kolonel Roni. Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar pejabat yang dilepas dapat sukses dan terus memberikan kontribusi terbaik di satuan yang baru. Sementara itu, Letkol Inf Sofreanes Salam dalam penyampaian kesan dan pesannya mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar Kodim 0410/KBL. Ia menilai kebersamaan, kerja sama, dan soliditas yang terbangun selama ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan tugasnya sebagai prajurit TNI AD. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, kebersamaan, dan kerja sama seluruh personel. Mohon maaf apabila selama bertugas terdapat kekhilafan. Semoga Kodim 0410/KBL semakin solid dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan,” tuturnya. Rangkaian kegiatan upacara berjalan tertib sesuai protokol militer, diawali dengan laporan perwira acara, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, sambutan pimpinan, penyampaian kesan dan pesan, penyerahan cinderamata, serta ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.25 WIB dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Korp Raport perpisahan ini menjadi cerminan budaya satuan Kodim 0410/KBL yang menjunjung tinggi nilai penghargaan, silaturahmi, dan kebersamaan. Tradisi tersebut diharapkan terus memperkuat kohesi internal serta semangat pengabdian prajurit dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah teritorial. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-15-Desember-2025-Perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara Fiyan Andikan melawan BNI Multi Finance Semarang selaku perusahaan pembiayaan (leasing) dan PT Satya Mulya Mandiri selaku perusahaan debt collector, dalam Perkara Nomor 39/Pdt.G/2025/PN.Jpa, telah memasuki babak akhir. Pengadilan Negeri Jepara menjadwalkan agenda pembacaan putusan pada Kamis, 18 Desember 2025. Dengan masuknya tahap akhir ini, perhatian publik tertuju pada hasil putusan yang akan dibacakan majelis hakim. Kuasa hukum penggugat, Sofyan Hadi, S.Hl., C.LSc., C.Me, saat ditemui Bidik-Kasus di Pengadilan Negeri Jepara, Senin (15/12/2025), menyampaikan bahwa perkara ini bukan hanya menyangkut kepentingan kliennya, tetapi juga menyentuh rasa keadilan masyarakat luas. Menurutnya, Pengadilan Negeri Jepara yang selama ini dipercaya menjaga marwah dan kepercayaan para pencari keadilan kini berada pada posisi penting untuk menunjukkan keberpihakan pada hukum dan keadilan yang substantif. “Persoalan arogansi perusahaan leasing yang bekerja sama dengan debt collector belakangan ini benar-benar meresahkan masyarakat Jepara,” ungkap Sofyan Hadi. Ia menambahkan, praktik penagihan yang dinilai tidak beretika dan cenderung intimidatif telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, dampak dari persoalan tersebut sudah memicu konflik di lapangan. Sofyan juga menyinggung peristiwa yang menimpa ORMAS GRIB Jaya Jepara, yang disebut berupaya membantu melindungi masyarakat dari dugaan arogansi oknum debt collector. Dalam insiden tersebut, anggota ormas dilaporkan menjadi korban penganiayaan, hingga akhirnya mendorong pengerahan massa untuk mencari keadilan ke Mapolres Jepara, dengan tuntutan agar oknum debt collector yang terlibat diproses secara hukum.Desakan GRIB JAYA akhirnya pelaku penganiayaan diamankan pihak kepolisian. Perkara PMH ini diharapkan dapat menjadi preseden hukum dalam menertibkan praktik penagihan oleh perusahaan pembiayaan dan debt collector, sekaligus memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi masyarakat. Pembacaan putusan pada 18 Desember 2025 mendatang dinilai akan menjadi momentum penting, tidak hanya bagi para pihak yang berperkara, tetapi juga bagi penegakan hukum dan keadilan di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Semangat heroik Pertempuran Ambarawa 1945 kembali bergema di Bumi Radin Inten. Lapangan Saburai Enggal, Senin pagi, menjadi lokasi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dengan mengusung tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju.” Upacara dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dan diikuti sekitar 700 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para veteran. Turut hadir Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam amanatnya, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Kartika tidak sekadar mengenang sejarah kemenangan Tentara Keamanan Rakyat bersama rakyat dalam Pertempuran Ambarawa pada 15 Desember 1945, namun menjadi pengingat jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional. Kekuatan TNI AD, kata Pangdam, bersumber dari kemanunggalan dengan rakyat. Kolonel Arm Roni Hermawan tampak menyimak amanat tersebut bersama para pejabat utama, di antaranya Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantama dan Kapolresta Bandar Lampung. Kehadirannya mencerminkan peran strategis Kodim 0410/KBL sebagai ujung tombak satuan teritorial dalam membangun sinergi lintas sektor demi stabilitas dan kemajuan daerah. Bagi Kodim 0410/KBL, Hari Juang TNI AD bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menerjemahkan nilai perjuangan ke dalam aksi nyata. Hal itu telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang digelar secara berkelanjutan. Pada peringatan Hari Juang tahun 2022, Kodim 0410/KBL menginisiasi donor darah bekerja sama dengan PMI dan RS DKT, santunan anak yatim, serta sunatan massal bagi warga kurang mampu. Sementara menjelang peringatan ke-78 tahun 2023, personel Kodim bersama Polri, Pemda, dan masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan saluran air di Kelurahan Sukamaju sebagai langkah antisipasi banjir. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Aksi-aksi tersebut menjadi cerminan tema kemanunggalan TNI AD dengan rakyat, di mana kehadiran prajurit tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat. Sebagai pimpinan Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan menilai sinergi dan kedekatan dengan rakyat merupakan kunci menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era globalisasi. Melalui koordinasi yang kuat dengan Forkopimda dan peningkatan kualitas sumber daya prajurit, ia berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkokoh stabilitas wilayah Kota Bandar Lampung. Upacara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2025 ditutup pada pukul 09.40 WIB. Seluruh peserta kemudian kembali ke satuan masing-masing dengan membawa semangat perjuangan para pendahulu untuk terus diwujudkan dalam pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat jajaran TNI AD di wilayah Kota Bandar Lampung. Sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) di bawah Komando Rayon Militer (Koramil) 410-01/Panjang Jaya, Kodim 0410/KBL, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) secara intensif bersama elemen masyarakat dan perangkat kelurahan, Minggu (14/12/2025). Kegiatan Komsos yang digelar secara serentak di tiga kecamatan tersebut bertujuan membangun sinergi, meningkatkan kewaspadaan kolektif, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Pendekatan dialogis ini menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial Babinsa dalam merespons dinamika keamanan di wilayah binaan. Di Kecamatan Panjang, Komsos dipimpin oleh Sertu Sepri Mulyadi selaku Babinsa Kelurahan Pidada. Ia berdialog bersama lurah, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat dengan fokus pembahasan pada pencegahan tindak kriminalitas, khususnya kasus pencurian, guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Sementara itu, di Kecamatan Sukabumi, Peltu Jajang selaku Babinsa Kelurahan Nusantara Permai menggelar komunikasi bersama ketua RT, anggota Linmas, serta warga. Dalam pertemuan tersebut ditekankan pentingnya memperkuat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga sebagai pondasi utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Adapun di Kecamatan Sukarame, Serka Riyatno selaku Babinsa Kelurahan Waydadi Baru melakukan koordinasi dengan lurah, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat. Diskusi difokuskan pada pentingnya koordinasi dan komunikasi berkelanjutan antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal. Seluruh rangkaian kegiatan Komsos berlangsung tertib, aman, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan adaptif ini, Babinsa Koramil 410-01/Panjang Jaya tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya Koramil Panjang Jaya, dalam mengimplementasikan nilai-nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Adaptif) sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat serta wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat. (Agus)

Bekasi, Bidik-kasusnews.com – Alih-alih menunjukkan tanggung jawab moral dan profesional, krisis yang membelit RS Karunia Kasih Jatiwaringin justru kian menampakkan wajah buramnya. Di tengah sorotan publik atas dugaan penolakan pasien wartawan Yusup Bahtiar, muncul seorang oknum yang mengaku dari FJR dan mengklaim sebagai utusan manajemen rumah sakit. Klaimnya mencengangkan: ia mengutus seorang dengan pesan ajakan “ngopi bareng”. Manuver ini dinilai bukan sekadar keliru, melainkan menghina akal sehat publik. Persoalan yang menyangkut nyawa manusia, etika pelayanan kesehatan, serta martabat profesi wartawan direduksi menjadi obrolan santai tanpa dasar kewenangan, tanpa dokumen resmi, dan tanpa keberanian manajemen tampil terbuka. Pertanyaan keras pun mengemuka: Siapa oknum ini sebenarnya? Atas mandat siapa ia berbicara? Apakah manajemen RS Karunia Kasih benar-benar bersembunyi di balik pihak ketiga untuk meredam badai kritik? Hingga berita ini diturunkan, manajemen RS Karunia Kasih belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi ataupun membantah klaim oknum FJR tersebut. Tidak ada klarifikasi tertulis, tidak ada konferensi pers, dan tidak ada transparansi data terkait kondisi ketersediaan kamar saat insiden terjadi. Yang tersisa hanyalah klaim sepihak dan pendekatan informal yang sarat aroma pengaburan masalah. Jika klaim oknum tersebut tidak benar, maka publik dihadapkan pada dugaan pencatutan nama manajemen rumah sakit—sebuah persoalan serius yang tak kalah memalukan. Namun jika klaim itu benar, maka yang lebih mengkhawatirkan adalah cara berpikir manajemen RS Karunia Kasih sendiri, yang memilih jalur ngopi-ngopi ketimbang pertanggungjawaban institusional. “Ini bukan konflik pribadi yang bisa selesai dengan kopi. Ini soal hak pasien dan kebebasan pers. Cara seperti ini justru memperlihatkan krisis etika yang akut,” tegas salah satu insan pers yang mengikuti perkembangan kasus ini. Kasus RS Karunia Kasih kini telah melampaui dugaan penolakan pasien. Ia berubah menjadi potret kegagalan manajemen krisis, arogansi kekuasaan, dan ketidakmampuan menghadapi publik secara jujur dan terbuka. Desakan agar Dinas Kesehatan, organisasi profesi medis, dan aparat penegak hukum turun tangan secara tegas semakin menguat. Publik kini menunggu dengan nada murka: Apakah manajemen RS Karunia Kasih akan berani muncul ke hadapan publik dengan sikap ksatria, atau terus bersembunyi di balik oknum, klaim “mengaku”, dan ajakan “ngopi bareng” yang justru memperdalam luka dan kemarahan? Heri Ubay