Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Barat Kompol Mujiono, S.H., M.H. memberikan pembekalan kepada para pelajar SMK Negeri 1 Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. Selasa-11-Nov-2025 Mengusung tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah”, sebagai bentuk kepedulian Brimob terhadap generasi muda agar terhindar dari perilaku menyimpang dan tindak kekerasan, baik fisik maupun verbal, di lingkungan pendidikan.   Dalam penyampaiannya, Danyon C Pelopor menjelaskan pentingnya menumbuhkan rasa saling menghargai, empati, dan kebersamaan antar siswa. Kekerasan dalam bentuk apapun, termasuk perundungan (bullying), dapat merusak karakter, menurunkan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang tidak sehat. “Semangat kepahlawanan di masa kini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang berani berbuat benar, melindungi teman, dan menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Kompol Mujiono dalam arahannya Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif seputar penerimaan Polri dan tahapan seleksi tes. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai motivasi, persiapan fisik, serta nilai-nilai integritas yang harus dimiliki seorang calon anggota Polri. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dengan menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalbar atas kegiatan pembinaan ini. Sinergi antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan diharapkan terus terjalin guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Wartawan Si Juli

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Di bawah terik matahari siang yang menyengat, semangat gotong royong justru membara di lahan persawahan Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung. Babinsa Koramil 410-04/TKT, Serma Agus Raharjo, bersama para petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bahu-membahu menanam padi dalam kegiatan bertajuk “Giat Tanam Padi” sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan yang digelar di lahan seluas satu hektare ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menggerakkan perekonomian di sektor pertanian. Lahan yang sebelumnya tidak tergarap kini mulai menghijau kembali dengan bibit padi unggulan. Dengan baju loreng yang berlumur lumpur, Serma Agus terlihat sigap memimpin jalannya penanaman, membagi tugas kepada warga, serta memastikan setiap bibit tertanam dengan baik. “Tugas kami tidak hanya menjaga pertahanan negara. Di masa sulit seperti sekarang, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan adalah bentuk pengabdian kami. Turun ke sawah adalah cara kami membangun ketahanan nasional dari desa,” ujar Serma Agus Raharjo di sela-sela kegiatan. Kolaborasi antara Babinsa dan PPL menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan ini. PPL memberikan pendampingan teknis terkait pemilihan bibit, jarak tanam, dan pemupukan, sementara Babinsa berperan menggerakkan semangat gotong royong masyarakat agar program berjalan lancar. “Ini adalah bentuk sinergi yang nyata. Ilmu dari PPL, tenaga dan semangat dari Babinsa, serta dukungan warga menjadi kekuatan bersama. Kami optimis hasil panen nanti bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Way Kandis,” tambah Serma Agus. Antusiasme warga terlihat jelas. Mereka menyambut kehadiran para prajurit dengan sukacita, bahkan menjuluki mereka sebagai “tentara sawah” yang siap turun tangan membantu rakyat. “Alhamdulillah, dengan bantuan Babinsa dan PPL, pekerjaan kami lebih ringan dan bersemangat. Biasanya kami hanya bertani sendiri, sekarang ada tentara yang ikut turun ke sawah. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Parjo, salah seorang petani setempat. Kegiatan “Giat Tanam Padi” ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi TNI dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah yang diinisiasi Koramil 410-04/TKT tersebut menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat, bukan hanya di medan pertempuran, tetapi juga dalam perjuangan mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan bangsa. (Agus)

Temanggung -Bidik-KasusNews.Com – Para Tenaga Kesehatan unjuk Gigi pada Resepsi Hari Kesehatan Nasional ( HKN)ke 61. Digedung Graha Bumipala. Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna menyebut tenaga kesehatan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Pasalnya, mereka bekerja tanpa lelah dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan dalam resepsi Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Graha Bumi Phala Temanggung, Rabu (12/11/2025). Nadia menegaskan, HKN bukan hanya milik para tenaga medis. Tetapi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama membangun budaya hidup sehat. “Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tenaga medis. HKN ini menjadi semangat untuk melayani dan memberdayakan masyarakat agar mandiri menjaga kesehatannya,” tuturnya. Tema HKN ke-61 tahun ini, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Hal itu menggambarkan pentingnya membentuk generasi tangguh, sehat jasmani dan rohani, sejak usia dini. Dalam resepsi HKN ini, menampilkan bakat sejumlah tenaga kesehatan maupun medis di Kabupaten Temanggung. Ada yang unjuk kebolehan bernyanyi, drama, hingga menari. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan enam pilar transformasi sistem kesehatan nasional. Dimulai dari layanan primer hingga peningkatan SDM kesehatan. “Kami sudah melatih lebih dari 8.600 kader dari total 9.645 yang ada di Temanggung. Ini bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan sampai tingkat desa,” pungkasnya. Jurnalis ( trm )

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kota Sukabumi kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat, kota ini berhasil menurunkan angka stunting dari 26,4 persen menjadi 19,2 persen, dan memperoleh insentif fiskal sebesar Rp5,5 miliar dari pemerintah pusat. ‎ ‎Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (12/11/2025). ‎ ‎Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras tenaga kesehatan, kader PKK, dan Posyandu yang selama ini aktif di lapangan. ‎ ‎“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kami akan terus berupaya menekan angka stunting agar bisa di bawah 14 persen pada 2029,” ujarnya. ‎ ‎Ayep menambahkan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Pemkot terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak serta edukasi gizi di tingkat keluarga agar pencegahan stunting berjalan berkelanjutan. ‎ ‎Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya sejak 2013, angka stunting nasional berhasil turun di bawah 20 persen. ‎ ‎“Tahun 2024, prevalensi stunting nasional mencapai 19 persen. Ini hasil nyata kerja sama pusat dan daerah,” katanya. ‎ ‎Kepala BKKBN, Wihaji, juga memberikan apresiasi kepada Kota Sukabumi yang dinilai konsisten dan menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain. Ia menegaskan bahwa penurunan stunting kini menjadi agenda strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029. ‎ ‎Dalam arahannya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya menjaga sinergi lintas sektor. ‎ ‎“Penurunan stunting tidak bisa dicapai oleh satu lembaga. Ini hasil gotong royong semua pihak yang peduli pada masa depan anak Indonesia,” ucapnya. ‎ ‎Keberhasilan Kota Sukabumi menekan angka stunting sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. (Usep)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa mental bertanding yang kuat dan disiplin tinggi merupakan faktor penentu kemenangan dalam setiap ajang kompetisi, termasuk dalam kejuaraan bergengsi ASEAN Army Rifle Meet (AARM) ke-33 Tahun 2025 yang akan digelar di Singapura. Pesan tersebut disampaikan Kasad saat meninjau kesiapan sekaligus melepas Tim Tembak TNI Angkatan Darat di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Acara pelepasan dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta para pejabat utama TNI AD. Dalam arahannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa mental bertanding menjadi pondasi utama bagi seorang prajurit, terlebih ketika berhadapan dengan kompetisi tingkat internasional. “Dalam bertanding itu yang paling penting adalah mental. Kalau mental sudah terbentuk, kamu hanya perlu mengendalikan diri agar bisa tampil maksimal. Seperti motto kita, berlatih seperti bertempur, bertempur seperti berlatih,” ujar Kasad tegas. Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat dan profesionalisme para prajurit terbaik TNI AD yang dipercaya mewakili Indonesia. Menurutnya, keikutsertaan dalam AARM bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk kehormatan dan kebanggaan bangsa di mata dunia. Lebih lanjut, Kasad menyoroti pentingnya latihan berkesinambungan, disiplin tinggi, dan fokus dalam setiap tahapan lomba. Ia mengingatkan agar para prajurit tidak terlena oleh kondisi di lapangan dan tetap menjaga konsentrasi hingga akhir pertandingan. “Disiplin adalah kunci utama. Jangan pernah lengah dalam situasi apa pun. Fokus sampai akhir karena kemenangan tidak hanya soal kemampuan, tapi juga ketenangan dan kendali diri,” tambah Jenderal Maruli. Adapun Kontingen TNI AD yang diberangkatkan ke AARM ke-33 di Singapura berjumlah 44 personel, terdiri atas 25 atlet petembak (20 putra dan 5 putri) serta 19 orang official, dengan Komandan Kontingen Letkol Inf Indra Widiyanto. Tim Tembak TNI AD akan berlaga dalam berbagai kategori, seperti pistol putra dan putri, karaben, senapan, serta senapan otomatis (SO). Kompetisi bergengsi antarangkatan darat se-Asia Tenggara ini akan berlangsung pada 21–27 November 2025. Melalui ajang ini, Kasad berharap para prajurit dapat menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, sekaligus menunjukkan bahwa TNI AD bukan hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga unggul dalam profesionalisme dan sportivitas. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 12 November 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan dukungannya terhadap upaya peningkatan citra Pemasyarakatan di Indonesia. Kali ini, Rutan Jepara turut serta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara daring, Rabu (12/11/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini menjadi ruang kolaborasi penting antara jajaran Pemasyarakatan dengan para pakar komunikasi nasional. Tujuannya adalah merancang strategi komunikasi terpadu yang dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga Pemasyarakatan di seluruh tanah air. FGD ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang komunikasi publik dan media, di antaranya Chacha Annisa dari Kantor Komunikasi Kepresidenan, Aiman Wicaksono dari iNews, Bahrul Wijaksana selaku Senior Advisor ADB-FMNJP, serta ahli komunikasi dari Indonesian Indikator. Mereka memberikan beragam masukan terkait pentingnya peran branding dalam membangun persepsi publik yang positif terhadap instansi pemerintah. Dari Rutan Jepara, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, serta staf yang terlibat aktif mengikuti jalannya diskusi dari ruang rapat utama Rutan. Kepala KPR Rutan Jepara menilai kegiatan ini sebagai langkah maju dalam memperkuat arah komunikasi kelembagaan. > “Melalui FGD ini, kami dapat memahami bagaimana strategi komunikasi dan citra positif menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Pemasyarakatan tidak hanya soal pembinaan warga binaan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan keterbukaan kepada masyarakat,” ungkapnya. FGD ini diharapkan mampu melahirkan pedoman strategis yang dapat menjadi acuan bersama bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Dengan demikian, setiap lembaga, termasuk Rutan Jepara, memiliki panduan yang seragam dalam memperkuat identitas Pemasyarakatan sebagai institusi yang profesional, modern, dan berintegritas tinggi. Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Rutan Jepara berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memperkuat citra Pemasyarakatan sebagai garda terdepan dalam pembinaan dan pelayanan publik yang humanis. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan Jepara

HULU SUNGAI UTARA, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular di lingkungan kerja, Polsek Banjang Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Pospindu) Khusus Rutin 4 Bulanan yang digelar di Mapolsek Banjang, Rabu (12/11/2025) pukul 09.00 Wita. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Banjang yang dipimpin oleh Ibu Rahmida, S.KM, bersama tiga tenaga medis lainnya. Sebanyak 11 personel Polsek Banjang, dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., turut mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pospindu di tempat kerja merupakan program rutin empat bulanan hasil kerja sama antara Puskesmas Banjang dan Polsek Banjang sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan pegawai, anggota Polri, serta ASN yang bertugas di lingkungan Polsek. Dalam kegiatan ini, para personel menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan berkala, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit tidak menular (PTM) serta memastikan kondisi kesehatan para anggota tetap prima dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak Puskesmas Banjang yang telah melaksanakan pemeriksaan rutin ini. Kesehatan personel merupakan faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari Puskesmas Banjang, Rahmida, S.KM, menjelaskan bahwa kegiatan Pospindu ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat produktif, termasuk di lingkungan kerja. “Dengan pemeriksaan berkala, kita bisa mendeteksi lebih awal risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi. Langkah ini juga sebagai bentuk pencegahan agar petugas tetap sehat dan bugar saat bertugas,” ungkapnya. Kegiatan Pospindu di Mapolsek Banjang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban antara tenaga kesehatan dan peserta. Selain pemeriksaan, petugas medis juga memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat, pentingnya olahraga, serta pola makan seimbang. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan tenaga kesehatan terus terjalin, serta semakin menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para aparat dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polsek Banjang. (Agus)

HULU SUNGAI UTARA, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam upaya meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi internal, Polsek Banjang Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Sitkamtibmas sekaligus silaturahmi antara personel Polri, ASN, dan PHL di lingkungan Polsek Banjang. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolsek Banjang mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kanit Turjawali Aiptu Soeyatmin, S.H., Kanit Reskrim Aipda Slamet Rianto, Kanit Binmas Aipda H. Sukadi, Panit Intelkam Aipda Marjuni, Kanit Provost Aipda Deddy Susanto, serta seluruh anggota Polsek Banjang. Dalam rapat Anev tersebut, dibahas secara komprehensif situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) periode September–Oktober 2025, meliputi empat aspek utama: kegiatan operasional Polsek, tindak pidana menonjol, potensi kerawanan wilayah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kapolsek AKP Robby Ansharie Bahasuan dalam arahannya menyampaikan pentingnya kegiatan Anev sebagai instrumen evaluasi dan pembenahan kinerja agar pelaksanaan tugas kepolisian berjalan lebih efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat. “Anev ini menjadi sarana refleksi bagi seluruh personel untuk melihat kembali apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Kami ingin memastikan setiap fungsi kepolisian, mulai dari pelayanan publik hingga penegakan hukum, dapat berjalan sesuai standar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolsek Banjang. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama Bhayangkari dan staf PHL Polsek Banjang sebagai bentuk mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja. Dalam suasana keakraban, Kapolsek menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi antar personel untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang solid dan harmonis. “Kinerja yang baik lahir dari tim yang kompak dan saling mendukung. Silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya. Melalui kegiatan Anev Sitkamtibmas ini, Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme, mengontrol kinerja personel sesuai SOP, serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan soliditas dan kesiapan jajaran Polsek Banjang dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Agus)

HULU SUNGAI UTARA, BIDIK-KASUSNEWS.COM Jajaran Polsek Amuntai Utara Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Polda Kalimantan Selatan, kembali menorehkan prestasi dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial S (34) alias Udin, warga Desa Pakacangan, Kecamatan Amuntai Utara, berhasil diamankan karena diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan berlangsung pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 13.30 Wita, di rumah tersangka yang berlokasi di Jalan Keramat RT 005, Desa Pakacangan. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan tersangka dalam kepemilikan dan penyimpanan narkotika golongan I tersebut. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba AKP Sutargo, S.H., membenarkan adanya pengungkapan kasus ini. Ia menyebutkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal pelaku. “Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Amuntai Utara langsung melakukan penyelidikan. Setelah memastikan kebenaran laporan, petugas segera melakukan penindakan dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti,” ujar AKP Sutargo. Dalam penggeledahan yang disaksikan Kepala Desa Pakacangan, polisi menemukan tiga paket kecil sabu yang disimpan di saku depan celana pendek warna abu-abu milik tersangka. Total berat sabu mencapai 0,76 gram (berat bersih 0,25 gram) yang dikemas dalam plastik klip transparan dan dibungkus aluminium foil warna kuning. Selain itu, polisi turut mengamankan uang tunai Rp161.000,-, dua unit handphone (Redmi Note 6 Pro dan Samsung J5 Pro), sendok takar dari sedotan plastik, serta beberapa perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aktivitas transaksi maupun konsumsi narkoba. “Tersangka S alias Udin kami amankan di rumahnya setelah kedapatan menyimpan dan menguasai narkotika jenis sabu. Saat ini, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Polsek Amuntai Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang AKP Sutargo. Ia menambahkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli melaporkan aktivitas mencurigakan. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” tegasnya. Atas perbuatannya, tersangka S dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun. Sementara itu, Kapolres HSU melalui IPTU Asep Hudzainur mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. “Perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, tetapi memerlukan dukungan semua elemen masyarakat. Laporkan segera bila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika di sekitar lingkungan,” ujarnya. Dengan pengungkapan ini, Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika dan mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, serta bebas dari pengaruh obat terlarang. (Agus)

HULU SUNGAI UTARA, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga, Kasat Intelkam Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Kapolsek Babirik beserta anggota melakukan kunjungan ke kediaman Hartono alias Busra, warga Desa Sungai Durait Hulu, Gang Keramat RT 01, Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU, baru-baru ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan keadaan kesehatan Hartono, yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebelumnya, Hartono sempat menjalani perawatan selama 17 hari di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kota Banjarbaru. Selain meninjau kondisi fisik dan mental Hartono, pihak kepolisian juga memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kesehatannya pasca perawatan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan humanis Polri dalam memperhatikan warga yang memiliki kebutuhan khusus di wilayah hukumnya. “Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa warga seperti Saudara Hartono mendapat perhatian dan penanganan yang layak, termasuk dalam hal ketersediaan obat-obatannya,” ujar salah satu anggota yang turut hadir di lokasi. Kegiatan ini mendapat respon positif dari keluarga dan masyarakat sekitar, yang merasa senang dengan perhatian aparat kepolisian terhadap warganya. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar. (Agus)