Bidik-kasusnews.com,Jayawijaya Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 di Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini merupakan wujud konsistensi Kemendagri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rabu,26 November 2025 “Rapat monev APBD ini diselenggarakan dalam rangka penguatan pembinaan, pengawasan, dan penyamaan persepsi di bidang tata kelola keuangan daerah, serta evaluasi pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” ujar Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri Rikie dalam Rapat Monev dan Asistensi Percepatan Realisasi APBD secara hybrid dari Baliem Pilamo Hotel, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (24/11/2025). Rikie menegaskan, pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian integral dari penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah. Karena itu, pengawasan keuangan daerah harus dilakukan secara tertib, taat regulasi, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan menjunjung keadilan serta kemanfaatan bagi masyarakat. Ia menjelaskan, monev dilakukan baik pada daerah yang realisasinya rendah maupun tinggi. Daerah dengan realisasi rendah perlu diidentifikasi hambatannya, sementara daerah dengan realisasi tinggi dapat menjadi rujukan praktik baik. Rikie kemudian memaparkan capaian realisasi APBD Provinsi Papua Pegunungan per 24 November 2025. Pada tingkat provinsi, realisasi pendapatan mencapai 78,20 persen dan realisasi belanja 72,00 persen. Pemerintah provinsi menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 93,00 persen hingga akhir tahun. Di tingkat kabupaten, capaian realisasi menunjukkan variasi signifikan. Kabupaten Jayawijaya melaporkan realisasi pendapatan 74,77 persen dan belanja 57,56 persen, dengan target 93,00 persen untuk keduanya pada 31 Desember 2025. Kabupaten Lanny Jaya mencatat realisasi pendapatan 75,00 persen dan belanja 74,00 persen, serta menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 90,00 persen hingga akhir tahun. Kabupaten Mamberamo Tengah menunjukkan capaian yang lebih tinggi dengan realisasi pendapatan 80,73 persen dan belanja 70,92 persen, serta menargetkan 95,00 persen untuk keduanya. Adapun Kabupaten Nduga mencatat realisasi pendapatan 72,05 persen dan belanja 76,48 persen, dengan target akhir tahun masing-masing 95,00 persen dan 91,00 persen. Selanjutnya, Kabupaten Pegunungan Bintang merealisasikan pendapatan 77,71 persen dan belanja 67,99 persen, dengan target pendapatan 98,00 persen dan belanja 95,00 persen. Kabupaten Tolikara melaporkan realisasi pendapatan 74,91 persen dan belanja 59,26 persen, dengan komitmen mencapai pendapatan 99,65 persen dan belanja 96,22 persen pada akhir tahun. Pada bagian akhir paparannya, Rikie menjelaskan bahwa Kabupaten Yalimo mencatat realisasi pendapatan 74,00 persen dan belanja 75,00 persen, dengan target masing-masing 95,00 persen dan 90,00 persen. Sementara itu, Kabupaten Yahukimo menunjukkan capaian pendapatan 81,04 persen dan belanja 76,06 persen, serta menargetkan realisasi 95,00 persen untuk pendapatan dan belanja hingga 31 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah IV, PPUPD Ahli Madya Inspektorat Jenderal, pejabat dari Ditjen Bina Bangda dan Ditjen Bina Keuda, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten se-Papua Pegunungan, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Inspektur Daerah, serta pejabat terkait lainnya. Sumber: Puspen Kemendagri Wartawan Basori
Bidik-kasusnews.com,Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima penghargaan Tokoh Pendorong Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Daerah dari detikcom. Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap konsistensi Mendagri dalam membina dan mendorong pemerintah daerah (Pemda) menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, Kemendagri dinilai mampu menjadi motor koordinasi kebijakan ekonomi di tingkat daerah. Selasa,25 November 2025 Penilaian tersebut tercermin dari sejumlah capaian, di antaranya inflasi yang stabil di kisaran 2 persen, serta penerapan monitoring inflasi mingguan berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga level kabupaten/kota. Selain itu, Mendagri dinilai berperan aktif memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan optimal, pendapatan daerah meningkat tanpa membebani masyarakat, serta ekosistem kemudahan berusaha semakin baik melalui perizinan yang lebih cepat dan efisien. Upaya tersebut membuat perputaran uang dan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga. Pada sambutannya, Mendagri memaparkan berbagai langkah yang ditempuh Kemendagri dalam menangani pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara simultan. Ia menjelaskan bahwa Kemendagri telah menjalankan sejumlah inisiatif, salah satunya melalui penyelenggaraan rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi yang rutin digelar sejak September 2022. Pada awal pelaksanaan rakor, tingkat inflasi masih berada di angka 5,9 persen. Namun, berkat konsistensi dan kolaborasi lintas sektor, inflasi berhasil ditekan hingga stabil di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Bahkan, inflasi Oktober 2025 secara year-on-year (YoY) tercatat sebesar 2,86 persen. Kondisi tersebut menjadi kabar baik karena mampu menjaga keseimbangan bagi produsen dan konsumen sekaligus memastikan keterjangkauan harga. Selain pengendalian inflasi, Kemendagri juga memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkala. Melalui pertemuan rutin, Mendagri dan jajaran menelaah data yang disampaikan BPS guna melihat tren ekonomi di setiap daerah. “Yang tinggi pertumbuhan ekonominya kita minta untuk dijaga, yang rendah kita dorong melalui peran dari teman-teman kementerian/lembaga lain dan juga daerah,” jelasnya. Untuk menjaga perputaran ekonomi di daerah, Kemendagri juga melakukan evaluasi pendapatan dan belanja APBD setiap bulan. Menurut Mendagri, pendapatan daerah yang tinggi idealnya diiringi dengan realisasi belanja yang juga tinggi, sehingga peredaran uang dapat berlangsung optimal di masyarakat. Dengan demikian, daya beli tetap terjaga dan aktivitas ekonomi swasta turut meningkat. Langkah strategis lainnya adalah dorongan agar seluruh daerah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). Kehadiran MPP dinilai menjadi instrumen penting dalam memudahkan proses berusaha karena mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi, mulai dari Dukcapil, perizinan, paspor, hingga sertifikat tanah. “Dengan adanya kemudahan berusaha maka akan lebih mudah bagi masyarakat yang ingin berusaha, memudahkan membuka lapangan kerja,” ujar Mendagri. Mendagri menyampaikan apresiasi kepada detikcom atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai pengakuan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, peran media menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk terus memberikan hasil nyata bagi masyarakat. “Penghargaan ini tentu akan membesarkan hati kami dan membuat kami bekerja lebih keras lagi,” tandasnya. Sumber:Puspen Kemendagri Wartawan Basori
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi cepat Babinsa bersama petugas Pemadam Kebakaran dan warga berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam kebakaran rumah di Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Rabu siang (26/11/2025). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kediaman Jumarni (60), warga yang tinggal di Jalan Am Mangun Diprojo, Gang Damai. Menurut laporan resmi Koramil 410-04/TKT kepada Kodim 0410/KBL, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit setelah tim gabungan bergerak cepat ke lokasi. Kronologi Kejadian Kebakaran bermula ketika Jumarni sedang berbincang dengan cucunya, Fatih (15), di dalam rumah. Keduanya mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat mencari sumber suara, mereka melihat asap tebal muncul dari bagian atap, sebelum Fatih melihat kobaran api dari kamar belakang. Sadar rumah mulai terbakar, Jumarni dan keluarganya langsung meminta bantuan tetangga untuk menghubungi Damkar dan Babinsa. Tidak lama kemudian, Babinsa dari pos terdekat tiba dan melakukan pemadaman awal sambil menenangkan warga agar situasi tetap terkendali. Upaya Pemadaman Empat unit mobil Damkar Kota Bandar Lampung dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja sama cepat antara Babinsa, petugas Damkar, dan warga, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.00 WIB. Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran diduga akibat konsleting listrik dari salah satu ruangan di bagian belakang rumah. Kerugian dan Dampak Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, rumah mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian mencapai Rp 40 juta, mencakup kerusakan struktur bangunan dan barang-barang milik korban. Penegasan Aparat Dalam laporan tertulis, Koramil 410-04/TKT menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bukti kesiapsiagaan prajurit TNI di wilayah teritorial dalam memberikan perlindungan dan pertolongan cepat kepada masyarakat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 November 2025 – Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan perbaikan fasilitas TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Desa Bulu, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat Pengabdian IMIPAS untuk Negeri, yang menekankan kehadiran institusi pemasyarakatan dalam memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Perbaikan yang dilakukan meliputi pengecatan dinding, pembersihan ruang belajar, dan penataan kembali area TPQ agar lebih nyaman digunakan para santri. Seluruh rangkaian kerja bakti dilaksanakan secara gotong royong oleh pegawai Rutan Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menjelaskan bahwa dukungan terhadap fasilitas pendidikan keagamaan merupakan bentuk tanggung jawab moral institusi kepada masyarakat. > “TPQ adalah tempat anak-anak menanamkan nilai akhlak dan keagamaan. Kami ingin memastikan ruang belajar mereka tetap bersih, rapi, dan layak. Ini adalah cara kami menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekitar,” ujar Renza. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi sosial Rutan Jepara sejalan dengan arah kebijakan dan semangat pelayanan publik humanis yang diusung Kemenimipas. Melalui kegiatan perbaikan ini, Rutan Jepara berharap TPQ Desa Bulu dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih nyaman dan produktif, sekaligus mempererat hubungan baik antara Rutan Jepara dan masyarakat sekitar.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 November 2025 — Rutan Kelas IIB Jepara kembali melakukan inovasi dalam program pembinaan dengan menggelar layanan konseling terarah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (26/11/2025). Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat aspek psikologis warga binaan agar lebih siap menghadapi proses pemulihan diri dan masa depan setelah selesai menjalani hukuman. Berbeda dengan sesi sebelumnya, layanan konseling kali ini melibatkan peserta Magang Nasional sebagai pendamping. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terjun langsung membantu proses identifikasi kebutuhan warga binaan, pendampingan asesmen, serta memfasilitasi dialog bersama petugas konselor. Keterlibatan ini diharapkan mampu menambah kapasitas peserta magang sekaligus meningkatkan kualitas layanan di Rutan Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menilai bahwa pendekatan psikologis menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi warga binaan, terutama untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan emosional dan membangun cara berpikir positif. > “Konseling ini bukan hanya ruang curhat, tetapi sarana untuk membentuk ketahanan mental. Peserta magang memberikan bantuan signifikan, terutama dalam memperluas jangkauan layanan sehingga setiap warga binaan mendapatkan perhatian yang layak,” ungkapnya. Sepanjang kegiatan, suasana konseling berlangsung dengan tertib dan hangat. Warga binaan tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, termasuk latihan pengelolaan emosi dan diskusi kelompok. Rutan Jepara memastikan akan terus mengembangkan layanan pembinaan melalui kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan pendekatan yang lebih humanis. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi proses reintegrasi sosial para warga binaan.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara
Pondok Gede, Bidik-kasusnews.com — Aksi pencurian yang menyasar Klinik Kecantikan Evorieheal Tcare akhirnya berhasil diungkap dengan cepat oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede. Dua pelaku berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah laporan diterima, 26 November 2025. Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiarto, SH., MH, bersama Kanit Reskrim AKP Slamet Hariyadi, SH, memastikan kasus ini ditangani serius karena meresahkan masyarakat, terlebih lokasi kejadian berada di area pelayanan publik. Kronologi Kejadian Pada pukul 09.00 WIB, pelapor tiba di Klinik Evorieheal Tcare dan mendapati rolling door depan sudah dalam keadaan terbuka. Saat memeriksa bagian dalam, ia terkejut melihat sejumlah barang elektronik hilang, di antaranya: 1 unit handphone Reno 5 1 unit laptop Axio 1 unit TV 32 inch Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Pondok Gede. Penangkapan Para Pelaku Menindaklanjuti laporan, tim opsnal yang dipimpin AKP Slamet Hariyadi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasil pengembangan mengarah ke kawasan Kampung Melayu, diduga sebagai tempat persembunyian pelaku. Tidak lama berselang, tim berhasil menangkap dua tersangka: 1. TEKAD, 48 tahun, buruh, warga Desa Tulung Rejo, Pare, Kediri – Jawa Timur. 2. KASTONO, pedagang, warga Rusun Cibesit Blok D, Cipinang Besar Utara, Jatinegara – Jakarta Timur. Keduanya langsung diamankan beserta barang bukti yang digunakan saat melakukan aksi pencurian. Barang Bukti yang Diamankan 2 buah linggis 2 buah obeng 3 buah kunci L 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 8.000.000. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap laporan warga guna menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Pondok Gede. (Heri)
MEDAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kodam I/Bukit Barisan kembali memperkuat operasi penanganan bencana di Tapanuli Tengah dengan memberangkatkan 204 personel gelombang kedua pada Rabu (26/11/2025). Pengiriman pasukan tambahan ini dipimpin langsung oleh Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya melalui apel pemberangkatan di Lapangan Hijau Makodam I/BB, Medan. Penguatan Pasukan dan Logistik Darurat Menurut Brigjen TNI Deki, total 555 personel kini dikerahkan ke wilayah terdampak, termasuk 341 prajurit yang lebih dahulu berada di lokasi sejak awal kejadian. Penambahan kekuatan ini bertujuan mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan pemulihan di berbagai titik yang masih sulit dijangkau. “Kodam I/BB akan terus membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Jaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan, serta jaga nama baik satuan,” kata Kasdam saat menyampaikan amanat Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto. Selain personel, Kodam I/BB juga mengirimkan peralatan berat dan perlengkapan penanggulangan darurat, seperti excavator, dump truck, dan ambulans. Mobilitas tim penyelamat turut diperkuat dengan 7 unit LCR, 80 life jacket, serta 25 dayung. Untuk mendukung kebutuhan prajurit di lapangan, Kodam I/BB memberangkatkan 10 tenda serbaguna, dua tenda dapur, 200 veldbed, kompor lapangan, serta logistik seperti beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, dan sarung. Dramatis: Dua Prajurit Terseret Arus Di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, personel Koramil 01/Batangtoru Kodim 0212/Tapsel terus membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Situasi sempat berubah dramatis ketika empat personel turun ke area banjir, dan dua di antaranya terseret arus deras akibat peningkatan debit air pada Selasa (25/11/2025). Kedua prajurit tersebut, Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting, langsung dicari oleh tim gabungan. Sertu Nelwan ditemukan selamat pada pukul 16.35 WIB. Serda Dame Ginting baru ditemukan pada 19.30 WIB di Desa Batu Horing setelah terbawa arus cukup jauh dan berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi sebelum ditolong warga. Korban dan Kerusakan Masih Terus Didata Hingga kini, TNI bersama BPBD, Pemerintah Daerah, Polri, dan Basarnas masih melakukan pencarian korban serta evakuasi warga di titik-titik rawan. Laporan sementara mencatat: 5 warga meninggal dunia, 4 lainnya masih dalam pencarian, puluhan rumah rusak akibat banjir dan longsor. Operasi terpadu ini masih terus diperkuat seiring kondisi cuaca yang belum stabil dan medan yang sulit diakses. (Agus)
LUMAJANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru terus diperkuat oleh TNI Angkatan Darat. Hingga Selasa (25/11/2025), sebanyak 651 personel dari jajaran Kodam V/Brawijaya masih berada di lapangan untuk membantu warga terdampak melalui berbagai tugas kemanusiaan. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Kolonel Inf Donny Pramono, menegaskan komitmen TNI AD untuk tetap berada di garis terdepan dalam penanganan bencana. “Prajurit TNI AD masih terus berada di lapangan untuk melakukan evakuasi, pendistribusian logistik, hingga pembangunan fasilitas darurat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu rakyat kapan pun dibutuhkan,” ujarnya. Evakuasi, Layanan Kesehatan, dan Logistik Jadi Prioritas Sejak fase awal bencana, prajurit TNI AD telah bergerak cepat membantu masyarakat, terutama di wilayah yang terisolasi material vulkanik. Tugas-tugas utama yang terus berjalan antara lain: Evakuasi warga dan pencarian korban di titik-titik rawan. Pendirian posko pengungsian, tenda darurat, dapur lapangan, dan layanan kesehatan. Distribusi logistik, seperti makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, serta air bersih. Di sektor infrastruktur, personel Zeni TNI AD mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalur yang tertutup material vulkanik serta memperbaiki sarana vital seperti jembatan darurat dan akses jalan, guna mempercepat distribusi bantuan. Layanan Kesehatan Diprioritaskan TNI AD juga meningkatkan layanan kesehatan untuk warga yang berada di posko pengungsian. Tenaga medis di lapangan melakukan pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka ringan, hingga pemantauan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Kami tidak ingin ada warga yang terlambat mendapatkan pertolongan kesehatan. Seluruh tenaga medis TNI AD kami kerahkan untuk memastikan pelayanan optimal,” tambah Kolonel Donny. Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 2 Desember 2025 Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga 2 Desember 2025. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebagai langkah memastikan perlindungan maksimal bagi warga serta kelancaran distribusi bantuan. “Saya menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana alam akibat erupsi Gunung Semeru hingga 2 Desember 2025,” ujarnya. Sinergi Lintas Instansi Dalam penanganan bencana kali ini, TNI AD bekerja secara terpadu bersama BNPB, Basarnas, Polri, serta pemerintah daerah. Penambahan personel, alat berat, dan tenaga kesehatan telah disiapkan untuk digerakkan sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi di lapangan. Kolonel Donny memastikan, prajurit TNI AD akan terus berada di Lumajang hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 November 2025 — Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara menerima audiensi dari warga Komunitas Bagong Gugat Desa Ujungpandan, Kecamatan Welahan, terkait laporan dugaan korupsi dana desa. Audiensi digelar di Aula Kejari Jepara dan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Kade Bagus Kusimantra, S.H, didampingi Kasi Intel Junaidi serta Kasi Pidsus Ahmad Z’aim. Komunitas Bagong Gugat hadir bersama kuasa hukum dari LBH Garuda Kencana Indonesia Cabang Jepara, Sofyan Hadi, S.Hl., C.LSc..C. Me, yang telah menerima mandat sebagai kuasa hukum pada 17 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Hadi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kejari Jepara menerima aspirasi warga Ujungpandan. Warga Ujungpandan Ungkap Serangkaian Dugaan Penyimpangan Perwakilan warga, Mohammad Safi’i Umam, memaparkan berbagai dugaan penyimpangan anggaran desa dari tahun 2020 hingga 2025. Umam menuturkan bahwa sejak 2024 ia telah menyampaikan keluhan kepada LBH terkait banyaknya temuan yang mengarah pada indikasi korupsi. 1. LPJ Dana Desa Diduga Fiktif Warga menemukan adanya laporan pertanggungjawaban kegiatan yang tidak dibarengi bukti fisik di lapangan. 2. Dana Puso BNPB Rp1,6 Miliar Diduga Tidak Tersalur dengan Benar Pada Februari 2024, bantuan puso dari BNPB yang seharusnya diberikan kepada warga terdampak gagal panen diduga terganggu oleh permintaan fee oleh oknum tertentu. Hal ini menyebabkan keterlambatan penyaluran dan keresahan masyarakat. Bahkan, warga yang berhak menerima justru mengalami pemotongan hingga terkumpul Rp66 juta oleh oknum perangkat desa. 3. Dugaan Penyimpangan Dana Banprov 2022 Rp550 Juta Ditemukan adanya dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban yang diduga fiktif. Salah satu warga yang dicantumkan sebagai pekerja proyek mengaku tidak pernah bekerja atau menerima upah. 4. Pengelolaan BUMDes Diduga Tidak Transparan Warga juga menyoroti tidak adanya laporan transparan terkait pengelolaan BUMDes. Mereka hanya disodori informasi adanya “uang diselamatkan” tanpa penjelasan resmi ujarnya umam di aula kejaksaan negeri jepara. Kajari Jepara Tegaskan Langkah Pulbaket dan Proses Transparan Kajari Jepara Agung Kade Bagus Kusimantra menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) untuk mencocokkan data serta menilai indikasi penyimpangan yang dilaporkan. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang telah melaporkan dugaan penyimpangan ini. Semua laporan akan kami pelajari, kami lakukan pulbaket, dan jika terbukti ada kerugian negara, akan kami hitung bersama inspektorat untuk naik ke tahap penyelidikan,” ujar Kajari. Ia menegaskan kejaksaan akan bekerja profesional, transparan, dan meminta masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis. “Bapak-bapak sudah menempuh langkah yang benar. Silakan jika ada tambahan data, sampaikan kepada kami. Kasipidsus dan Kasiintel kami libatkan bersama agar proses berjalan cepat dan tidak tumpang tindih,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, warga Ujungpandang juga menyerahkan bukti tambahan secara langsung kepada Kajari Jepara untuk memperkuat laporan dugaan penyimpangan dana desa. Audiensi diakhiri dengan harapan agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat Desa Ujungpandang.(Wely-jateng)
Bandung Barat, Bidik-kasusnews.com – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Pembekalan Ketahanan Pangan TA 2025 bagi 220 prajurit perwakilan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Senin (24/11/2025) di Pusdikter Pusterad, Jl. Raya Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat, dipimpin oleh Wakil Komandan Pusterad Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos. Pembekalan Strategis untuk Perkuat Peran TNI AD di Sektor Pangan (What & Why) Dalam sambutan yang dibacakan Wadanpusterad, Komandan Pusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan sektor vital yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas nasional. Melalui pembinaan teritorial, TNI AD berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung program nasional tersebut. Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menyampaikan, kegagalan menyiapkan ketahanan pangan dapat berdampak luas pada keamanan negara. Oleh sebab itu, banyak negara—termasuk Indonesia—terus memperkuat sistem pangan melalui perlindungan produksi, penguatan pasar, dan peningkatan kesejahteraan petani. “Pembekalan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta penguasaan teknologi pertanian dan peternakan bagi prajurit Yonif TP. Mereka diharapkan mampu menularkan ilmu tersebut kepada masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya. Siapa yang Terlibat (Who) Kegiatan ini diikuti oleh: 220 Prajurit Yonif Teritorial Pembangunan dari berbagai daerah Dipimpin langsung oleh Wadanpusterad Mayjen TNI Agus Prangarso Mengusung arahan resmi dari Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno Bagaimana Pembekalan Dilaksanakan (How) Selama kegiatan, para peserta menerima materi meliputi: Pengenalan teknologi dan teknik pertanian modern Pengelolaan peternakan berkelanjutan Strategi pendampingan petani di wilayah binaan Pemetaan potensi lahan dan optimalisasi produksi pangan lokal Implementasi kebijakan teritorial dalam mendukung ketahanan pangan Materi diberikan secara terstruktur agar dapat diserap dan diaplikasikan langsung di satuan serta ditularkan kepada masyarakat. Harapan dan Pesan untuk Para Prajurit (What’s Next) Danpusterad berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif bertanya, dan tidak ragu mendalami materi teknis. Pembekalan ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga mendorong prajurit berperan sebagai motivator dan fasilitator peningkatan kesejahteraan petani dan peternak. “Melalui pembekalan ini diharapkan terwujud pertanian dan peternakan yang lebih efisien, modern, serta berkelanjutan demi kemandirian pangan bangsa,” tutup Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno. (Agus)