Bandung Lampung, Bidik-kasusnews.com Pembangunan fasilitas sanitasi umum MCK-5 di kawasan Jalan Nangka 1, Kota Bandar Lampung, terus dikebut. Memasuki tahap finishing, pembangunan fasilitas berukuran 3 x 2,5 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/KBL itu kini telah mencapai progres sekitar 80 persen, Rabu (5/8/2026). Sejumlah personel Satgas TMMD bersama masyarakat terlihat bergotong royong menyelesaikan bagian-bagian akhir bangunan. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pengecatan dinding bagian luar serta penyempurnaan plesteran pada bagian dalam. Tahap tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan MCK-5 telah memasuki bagian akhir. Setelah seluruh pekerjaan rampung, fasilitas sanitasi tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan warga untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Pembangunan MCK-5 juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas umum yang mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan. Keberadaan sarana sanitasi yang memadai diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pola hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan program TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lingkungan, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, fasilitas sanitasi merupakan salah satu kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup warga. “TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga memprioritaskan penyediaan fasilitas dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan MCK ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan sasaran TMMD menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Kolaborasi antara personel Satgas dan warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama. Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, MCK-5 kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum dapat digunakan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar Jalan Nangka 1. Pembangunan MCK-5 sekaligus memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL tidak semata mengejar capaian pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung melalui penyediaan fasilitas dasar yang menunjang kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnees.com Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Siswanto di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki Rabu, 5 Agustus 2026, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/KBL mempercepat sejumlah pekerjaan pada rumah berukuran 6 x 6 meter tersebut. Di bawah kendali Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, personel Satgas bersama masyarakat setempat mengerjakan sejumlah tahapan pembangunan, mulai dari pengacian kamar mandi, pemasangan rangka plafon hingga pemasangan plafon PVC. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman dan nyaman. Sejak pagi, prajurit TNI bersama warga terlihat bekerja secara bergotong royong. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pembangunan. Pengacian kamar mandi dilakukan untuk merapikan permukaan dinding sekaligus mempersiapkan bagian tersebut menuju tahap penyelesaian. Sementara pemasangan rangka plafon menjadi tahapan penting sebelum lembaran plafon PVC dipasang. Penggunaan plafon PVC juga membuat tampilan bagian dalam rumah menjadi lebih bersih dan rapi. Material tersebut relatif mudah dirawat sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan, pelaksanaan pembangunan RTLH tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat. “Program TMMD merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap sasaran yang telah direncanakan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Kebersamaan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara prajurit TNI dan warga. “Yang kita bangun bukan hanya rumah, tetapi juga semangat kebersamaan, kepedulian dan harapan baru bagi masyarakat,” lanjutnya. Bagi Siswanto dan keluarganya, pembangunan rumah melalui program TMMD menjadi harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman. Seiring berjalannya pekerjaan, perubahan kondisi rumah mulai terlihat dari berbagai bagian yang sebelumnya membutuhkan pembenahan. Selain sasaran RTLH, pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL di wilayah Kelurahan Pinang Jaya juga mencakup berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran fisik dikerjakan beriringan dengan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pembinaan masyarakat. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Dengan progres pekerjaan yang terus dikebut, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL berupaya menyelesaikan seluruh sasaran sesuai target. Bagi warga penerima manfaat, setiap tahap pembangunan yang selesai bukan sekadar perubahan pada bangunan, melainkan menjadi bagian dari hadirnya harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Program TMMD pun kembali memperlihatkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat sekaligus mendorong pembangunan di tingkat wilayah. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Warga Desa Keramat, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Kali Negara, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Penemuan tersebut pertama kali diketahui sejumlah warga yang sedang mencari ikan di sekitar aliran sungai. Setelah melihat benda yang diduga jasad bayi, warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala desa sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Amuntai Selatan bersama Unit Identifikasi dan piket Reskrim Polres HSU mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jasad bayi ditemukan dalam kondisi mengapung dan kemudian ditepikan warga ke sisi lanting atau fasilitas terapung agar tidak terbawa arus. Jasad tersebut ditemukan dalam keadaan telah mengalami perubahan fisik dan terbungkus kain sarung berwarna oranye. Selanjutnya, jasad bayi dievakuasi ke RS Pembalah Batung Amuntai untuk menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter bersama Unit Identifikasi dan didampingi penyidik Polsek Amuntai Selatan. Dari pemeriksaan luar, dokter mengidentifikasi jasad tersebut sebagai bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 53 sentimeter. Tali pusat atau plasenta masih ditemukan menempel pada tubuh bayi. Dokter memperkirakan bayi telah meninggal dalam rentang sekitar dua hingga lima hari sebelum ditemukan. Namun, penyebab kematian belum dapat dipastikan berdasarkan pemeriksaan luar karena kondisi jasad dan sejumlah faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi jenazah. Demikian pula mengenai waktu pasti kematian, apakah terjadi setelah bayi dilahirkan atau sebelum kelahiran, belum dapat ditentukan dari pemeriksaan yang dilakukan. Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain membuat laporan, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Dari lokasi, petugas mengamankan satu lembar kain sarung berwarna oranye yang ditemukan membungkus jasad bayi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Setelah proses penanganan dan pemeriksaan selesai, jasad bayi kemudian dimakamkan di tempat pemakaman milik Pemerintah Kabupaten HSU di Desa Tayur, Kecamatan Amuntai Utara. Polsek Amuntai Selatan bersama Unit Identifikasi Polres HSU masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa serta asal-usul bayi tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dan keterangan yang diperlukan guna mengungkap fakta di balik penemuan jasad bayi tersebut. Hingga proses penyelidikan berjalan, masyarakat diimbau tidak membuat atau menyebarkan spekulasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum terdapat hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com Dansat Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., mengikuti kegiatan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Berkala Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) di Mapolda Sumsel Kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala ini merupakan bagian dari upaya Polda Sumatera Selatan dalam memastikan kondisi kesehatan seluruh Pejabat Utama tetap prima sehingga mampu menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawab secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Pemeriksaan kesehatan meliputi berbagai tahapan, di antaranya pemeriksaan fisik umum, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, rekam jantung (EKG), pemeriksaan kesehatan mata, gigi, serta serangkaian pemeriksaan penunjang lainnya yang dilaksanakan oleh tim medis secara profesional sesuai standar pelayanan kesehatan. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dengan tertib sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kebugaran dan kesiapan fisik sebagai pimpinan satuan. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis. Kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala ini juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan sehingga dapat segera dilakukan penanganan yang tepat. Dengan demikian, seluruh Pejabat Utama Polda Sumsel diharapkan senantiasa berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional, modern, dan terpercaya, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Semangat membangun ketahanan pangan berbasis pesantren terus dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui program One Pesantren One Product (OPOP), Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus menggelar Panen Raya ke-2 bersama Dinas Pertanian Kabupaten HSU dan unsur Ketahanan Pangan Polri, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut turut dihadiri Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Pengasuh Ponpes Darussalam KH. Mahlani, Penjabat Harian Ponpes Darussalam Ustaz Busiri, para ustaz, peserta KKN, sejumlah santri, serta unsur TNI dan Polri. Kapolsek Amuntai Tengah turut mendukung kegiatan tersebut melalui kehadiran Bhabinkamtibmas AIPTU Rofik P.N. Selain itu, Koramil 07 Amuntai Tengah-Banjang diwakili Kopda Solihin H. Kehadiran lintas sektor tersebut memperlihatkan adanya dukungan bersama terhadap pengembangan ketahanan pangan berbasis pesantren. Dalam kegiatan panen bersama, komoditas yang dipanen berupa cabai hasil budidaya yang dikembangkan oleh lingkungan pesantren. Budidaya tersebut dilakukan di lahan seluas sekitar 100 meter persegi. Program OPOP di Ponpes Darussalam Muara Tapus tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan santri dan masyarakat pesantren. Hasil budidaya diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pesantren. Panen Raya ke-2 tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, pesantren, dan unsur masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga kegiatan produktif berbasis pesantren mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan panen bersama serta foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui pengembangan komoditas pertanian dalam program OPOP, Ponpes Darussalam Muara Tapus diharapkan dapat terus menjadi salah satu contoh pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren di Kabupaten HSU. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi santri untuk belajar mengelola potensi pertanian secara produktif dan berkelanjutan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Sungai Pandan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Kali ini, personel Bhabinkamtibmas memonitor kondisi lahan jagung di Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (4/8/2026). Monitoring dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WITA dengan melibatkan Bripka Aribowo dan Brigadir Ismail, S.H. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan perkembangan lahan pertanian sekaligus upaya memperoleh gambaran kondisi tanaman di lapangan. Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung di lahan tersebut belum berlangsung secara merata. Sejumlah tanaman tumbuh lebih lambat dibandingkan tanaman lainnya. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor cuaca yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Temuan di lapangan menjadi bagian penting dalam pemantauan program swasembada jagung. Dengan monitoring secara berkala, perkembangan tanaman dapat diketahui lebih dini sehingga kondisi lahan dapat menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Personel Polsek Sungai Pandan juga terus mendorong perhatian terhadap kondisi lahan pertanian di wilayah hukum setempat. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mendukung keberlangsungan program ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan monitoring berlangsung menggunakan satu unit sepeda motor Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Pandan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman dan kondusif. Pemantauan lahan jagung akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. Kondisi pertumbuhan tanaman, termasuk faktor cuaca yang berpengaruh terhadap produktivitas, menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keberlanjutan program swasembada jagung di Kabupaten HSU. (Agus)
AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mencatatkan capaian positif dalam bidang pelayanan publik. Satuan kewilayahan di bawah Polda Kalimantan Selatan tersebut meraih predikat Pelayanan Prima (A) dalam kegiatan pemberian penghargaan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Mandiri Instansional (PEKPPP-MI) Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Rupatama Polda Kalimantan Selatan. Capaian ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya Polres HSU dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Penilaian PEKPPP-MI mencakup sejumlah aspek penyelenggaraan pelayanan publik, antara lain standar pelayanan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi petugas, inovasi, hingga pengalaman dan kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Predikat Pelayanan Prima (A) menunjukkan bahwa upaya pembenahan pelayanan yang dilakukan Polres HSU mendapat penilaian positif. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan agar peningkatan kualitas layanan tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat. “Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Predikat Pelayanan Prima (A) merupakan amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan, humanis dan profesional,” ujar IPTU Asep Hudzainur menyampaikan pesan Kapolres HSU. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pelayanan publik. Karena itu, setiap masukan dan evaluasi akan menjadi bahan bagi Polres HSU untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi yang menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Polres HSU berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus mendorong inovasi pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, informatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Predikat Pelayanan Prima (A) diharapkan tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel Polres HSU untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan sikap humanis dalam setiap pelayanan. Dengan capaian tersebut, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel. (Agus)
Hulu Sungai Tengah, Bidik-kasusnews.com Tim Penelitian dan Supervisi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melaksanakan kegiatan penelitian dan supervisi di Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengumpulan data lapangan untuk mendukung pengembangan manajemen kepolisian sekaligus evaluasi pelaksanaan tugas di tingkat kewilayahan. Turut Hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Hulu Sungai Utara Kompol Sony F.L Gaol. S.E., M.M di dampingi PJU Polres Hulu Sungai Utara dalam Penelitian dan supervisi dilakukan dengan pendekatan akademis untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi serta kebutuhan kepolisian di daerah. Data yang dihimpun nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan kepolisian yang lebih adaptif terhadap persoalan masyarakat. Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, mulai dari manajemen penanganan bencana, pengendalian konflik sosial, ketahanan pangan, hingga kualitas pelayanan publik. Kajian tersebut dinilai relevan dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin beragam di tengah dinamika masyarakat. Selain pengumpulan data internal, tim juga menggunakan pendekatan diskusi dan audiensi untuk memperoleh perspektif dari berbagai pihak. Forum diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) menjadi salah satu metode untuk menghimpun masukan dari personel kepolisian maupun unsur masyarakat. Dalam aspek manajemen kebencanaan, penelitian diarahkan untuk melihat kesiapan dan pola layanan kepolisian dalam menghadapi bencana alam. Sementara pada isu konflik sosial, kajian mencakup pemetaan potensi konflik yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah parameter kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai profesionalisme serta kualitas pelayanan Polri di tingkat kewilayahan. Pengumpulan data internal mencakup berbagai aspek, antara lain struktur organisasi, kesiapan logistik, serta administrasi satuan fungsi di lingkungan Polres HST. Sementara dari sisi eksternal, tim menggali masukan melalui audiensi dengan unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, lembaga swadaya masyarakat, serta instansi terkait. Kegiatan penelitian dan supervisi STIK Lemdiklat Polri di Polres HST diharapkan dapat menghasilkan data yang faktual dan komprehensif. Hasil kajian tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus memperkuat pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan akademis berbasis data lapangan, penelitian dan supervisi ini menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola kepolisian, profesionalisme personel, serta penguatan kemitraan antara Polri dan masyarakat. (Agus)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com Keberadaan Posko Terpadu di kawasan Jembatan Serong, Penas Kalimalang, menjadi salah satu langkah preventif Polsek Jatinegara dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di jalur penghubung Jakarta-Bekasi. Kawasan Penas Kalimalang dikenal sebagai salah satu akses menuju jalur Kalimalang dari arah Jakarta. Mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di kawasan tersebut membuat aspek keamanan menjadi perhatian, terutama pada malam hingga dini hari. Pada Selasa (4/8/2026), personel Polsek Jatinegara melaksanakan penjagaan dan pemantauan di Posko Terpadu yang berada di sekitar Jembatan Serong, dekat lampu merah Penas Kalimalang arah Bekasi. Kehadiran personel menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi tawuran, aksi begal, maupun gangguan keamanan lainnya. IPTU Agung Raharjo selaku Kepala Posko mengatakan bahwa personel yang bertugas akan terus bersiaga dan melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi. “Kami bersama personel akan terus siap siaga melakukan penjagaan dan pemantauan. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi tawuran maupun gangguan keamanan lainnya agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman,” ujar IPTU Agung Raharjo. Menurutnya, keberadaan Posko Terpadu juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh bantuan apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan di sekitar kawasan Penas Kalimalang. Masyarakat yang melintas maupun warga sekitar turut diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. Polsek Jatinegara menempatkan kehadiran personel di Posko Terpadu sebagai bagian dari strategi pencegahan dengan mengedepankan patroli, pemantauan, dan komunikasi bersama masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi peluang terjadinya gangguan keamanan di kawasan akses Jakarta menuju Bekasi maupun sebaliknya. Dengan adanya Posko Terpadu Jembatan Serong Penas Kalimalang, masyarakat diharapkan tetap merasa nyaman saat melintas. Sinergi antara kepolisian dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan tersebut tetap aman, tertib, dan kondusif. (Agung)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com Upaya menjaga keamanan di kawasan Jalan D.I. Panjaitan dan underpass D.I. Panjaitan, Jatinegara, terus diperkuat Polsek Jatinegara. Salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah menempatkan personel di Posko Terpadu Rumah Pompa untuk melakukan pemantauan wilayah, khususnya pada malam hingga dini hari. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi potensi tawuran dan gangguan keamanan di kawasan yang sebelumnya kerap menjadi perhatian masyarakat. Kehadiran personel di lokasi diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas pada waktu rawan. Pada Selasa (4/8/2026) dini hari, personel Polsek Jatinegara melaksanakan penjagaan di Posko Terpadu Rumah Pompa. Pengamanan dipimpin oleh IPTU Sugeng selaku Kepala Posko bersama personel yang bertugas pada malam tersebut. IPTU Sugeng mengatakan bahwa personel yang berada di posko siap melakukan pemantauan dan mengambil langkah cepat apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan di sekitar kawasan. “Kami bersama personel akan terus siaga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran posko ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar IPTU Sugeng. Selain melakukan penjagaan, personel juga mengimbau masyarakat agar turut berperan menjaga situasi keamanan lingkungan. Warga yang melihat adanya aktivitas mencurigakan atau mengetahui potensi tawuran di sekitar lokasi diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas. Keberadaan Posko Terpadu Rumah Pompa juga menjadi bagian dari strategi pengamanan preventif dengan mengedepankan kehadiran polisi di titik yang dinilai membutuhkan pemantauan. Dengan adanya personel yang berjaga, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas maupun melintas dengan lebih tenang. Polsek Jatinegara menegaskan bahwa pengamanan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan keamanan serta menjaga Jalan D.I. Panjaitan dan kawasan underpass tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel di Posko Terpadu Rumah Pompa diharapkan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan keamanan di wilayah Jatinegara. (Agus)