Palembang, Bidik-kasusnews.com – Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran senjata api ilegal dengan memusnahkan sejumlah senjata api rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., itu berlangsung di Lapangan Tembak Mako Sat Brimob Polda Sumsel, Jumat (3/7/2026). Pemusnahan senjata api rakitan tersebut menjadi bagian dari langkah tegas kepolisian dalam menekan peredaran senjata ilegal yang berpotensi digunakan untuk tindak kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel mengapresiasi seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran Polres yang telah bekerja secara maksimal selama pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026. Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran dalam melakukan penegakan hukum terhadap kepemilikan maupun peredaran senjata api tanpa izin. “Keberhasilan Operasi Senpi Musi 2026 merupakan bukti keseriusan Polri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Upaya pemberantasan senjata api ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolda. Proses pemusnahan dilakukan dengan merusak bagian utama setiap senjata api sehingga tidak lagi dapat difungsikan. Langkah tersebut menjadi simbol komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menutup ruang bagi penyalahgunaan senjata api ilegal yang dapat memicu tindak pidana maupun aksi kekerasan. Selain penegakan hukum, Polda Sumsel juga terus mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kepemilikan senjata api tanpa izin. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menyimpan, memiliki, maupun memperjualbelikan senjata api ilegal. Kapolda Sumsel turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kepemilikan atau peredaran senjata api ilegal. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui pemusnahan senjata api rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum, mencegah peredaran senjata ilegal, serta menjaga stabilitas keamanan demi memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Monitoring kali ini dilaksanakan di Desa Sungai Pinang dan Desa Sungai Sandung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tersebut dipimpin oleh personel Polsek Sungai Pandan, yakni Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Tim menggunakan satu unit kendaraan dinas roda empat untuk menjangkau lokasi pemantauan. Dalam monitoring di lapangan, personel mengecek langsung kondisi tanaman jagung sekaligus berkoordinasi dengan petani mengenai perkembangan budidaya. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman jagung di kedua desa belum merata. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang menyebabkan sebagian tanaman mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan area lainnya. Kapolsek Sungai Pandan menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala sebagai bentuk pendampingan kepada petani sekaligus untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Selain memantau kondisi tanaman, personel Polsek juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap melakukan perawatan tanaman secara optimal serta terus berkoordinasi apabila menghadapi kendala selama proses budidaya. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung keberhasilan program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian merupakan bagian dari komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama masyarakat dan kelompok tani. Langkah ini juga menjadi wujud nyata peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turut berkontribusi dalam mendukung sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung akan terus dilakukan sebagai upaya memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Monitoring dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA oleh Aiptu Ferry A.P. dan Bripda Dio. Kegiatan tersebut difokuskan pada lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di wilayah Desa Panangkalaan. Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung memiliki tinggi antara 50 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian tanaman mengalami gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan daun menguning akibat kondisi lahan yang tergenang air dan memiliki tingkat kelembapan tanah yang tinggi. Personel Polsek Amuntai Utara tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, tetapi juga berdialog dengan kelompok tani untuk mengetahui perkembangan budidaya serta kendala yang dihadapi di lapangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan bahwa monitoring dilakukan secara berkala agar perkembangan tanaman dapat terus dipantau, termasuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi produktivitas, seperti kondisi cuaca dan genangan air yang terjadi di lahan pertanian. Melalui kegiatan ini, Polsek Amuntai Utara menunjukkan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. Sinergi antara Polri dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring terhadap lahan pertanian akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polres Hulu Sungai Utara dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus mengintensifkan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Personel yang terlibat, yakni Aiptu Soeyatmin, S.H., Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir, turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan kondisi tanaman serta berdialog dengan petani binaan. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola bersama Kelompok Tani Mandiri, yang menjadi kelompok tani binaan Polri. Lahan seluas 4 hektare tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 sejak 12 Mei 2026 dengan menggunakan 100 kilogram benih. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang kini memasuki usia sekitar 52 hari menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tinggi tanaman berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter dengan estimasi masa panen pada 10 Oktober 2026. Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman masih memanfaatkan peralatan pertanian secara manual. Plh. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala sebagai bentuk pendampingan Polri kepada petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai harapan. Selain memantau perkembangan tanaman, personel Polsek Banjang juga berdiskusi dengan petani mengenai kondisi tanaman, metode perawatan, hingga potensi kendala yang dapat memengaruhi hasil panen. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Program pendampingan terhadap kelompok tani binaan menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus rasa aman bagi para petani. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com – Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polda Sumatera Selatan berlangsung khidmat di Lapangan Mapolda Sumsel, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja dalam menjalankan tugas kepolisian. Hadir dalam upacara tersebut Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., bersama para pejabat utama Polda Sumsel sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada personel yang menerima kenaikan pangkat. Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar. Oleh karena itu, setiap personel diharapkan terus menjaga integritas, meningkatkan disiplin, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. “Kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme. Jadikan amanah ini sebagai dorongan untuk terus memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang maksimal kepada masyarakat,” pesan Kapolda Sumsel. Upacara kenaikan pangkat juga menjadi simbol penghargaan institusi kepada anggota Polri yang dinilai mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Momentum tersebut diharapkan dapat memacu semangat seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik. Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumsel dalam kegiatan tersebut mencerminkan soliditas antar satuan di lingkungan Polda Sumatera Selatan. Kebersamaan para pimpinan dan personel menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi Polri yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat. Dengan kenaikan pangkat yang diterima, para personel diharapkan mampu mengemban tanggung jawab baru secara profesional serta terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Melalui momentum ini, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin Presisi dan dipercaya masyarakat. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Hulu Sungai Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam sebuah operasi yang dilakukan di Jalan Desa Tigarun, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial RW (32) dan RH (36). Keduanya merupakan warga Desa Padang Tanggul dan diduga berperan sebagai pengedar narkotika. Penangkapan bermula dari informasi yang diterima petugas mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menemukan dan menghentikan kedua terduga saat melintas menggunakan sepeda motor. Saat proses penangkapan berlangsung, salah satu terduga diketahui sempat membuang sebuah bungkusan yang diduga berisi narkotika. Petugas kemudian melakukan pengamanan terhadap kedua terduga dan dilanjutkan dengan penggeledahan yang disaksikan oleh seorang warga setempat. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip transparan dan dibalut menggunakan tisu berwarna putih. Dari tangan kedua terduga, petugas mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu dengan berat bersih 5,12 gram, satu lembar plastik klip transparan, satu lembar tisu putih, satu unit telepon genggam Android, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut. Seluruh barang bukti bersama kedua terduga kemudian dibawa ke Mapolres Hulu Sungai Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras personel Satresnarkoba yang terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan serta informasi yang diberikan masyarakat kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Asep Hudzainur menyampaikan pesan Kapolres. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bahaya narkoba. Saat ini kedua terduga beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Hulu Sungai Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terkait dengan kasus tersebut. Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika demi melindungi generasi muda dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Polda Kalimantan Selatan mulai mematangkan arah kebijakan dan strategi organisasi untuk Tahun Anggaran 2027 melalui Rapat Penyusunan Rencana Kerja (Renja) yang digelar di Auditorium Mapolda Kalimantan Selatan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan setiap program kepolisian tersusun secara terukur, efektif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta agenda pembangunan nasional. Rapat dipimpin oleh Karorena Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol. Dolly Gumara, S.I.K., dan diikuti para Kabagren beserta operator Bagren dari seluruh satuan kerja jajaran Polda Kalimantan Selatan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan perencanaan organisasi dengan sasaran pembangunan daerah dan prioritas Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam arahannya, Karorena Polda Kalimantan Selatan menekankan pentingnya penyusunan rencana kerja yang didasarkan pada analisis kebutuhan, data yang akurat, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Menurutnya, perencanaan yang matang akan menjadi fondasi dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan pemaparan dari sejumlah narasumber. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah, disusul paparan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mengenai kondisi dan proyeksi statistik sebagai dasar penyusunan program. Selain itu, Irwasda Polda Kalimantan Selatan memaparkan penguatan tata kelola dan sistem pengawasan internal, sementara Dirintelkam Polda Kalimantan Selatan menyampaikan perkembangan situasi strategis yang menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan organisasi. Setelah sesi istirahat, seluruh peserta mengikuti penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027 secara berkelompok berdasarkan sasaran prioritas yang telah ditetapkan. Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa penyusunan rencana kerja merupakan tahapan strategis dalam mendukung transformasi Polri yang semakin profesional, modern, dan adaptif terhadap dinamika perkembangan lingkungan. “Rencana kerja yang disusun secara komprehensif akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas kepolisian ke depan. Karena itu, setiap satuan kerja perlu menyusun program yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat agar pelayanan Polri semakin optimal serta mendukung terwujudnya Polri Presisi,” ujar IPTU Asep Hudzainur menyampaikan pesan Kapolres. Ia menambahkan, Polres Hulu Sungai Utara siap mendukung seluruh arah kebijakan yang telah dirumuskan Polda Kalimantan Selatan melalui penyusunan program kerja yang inovatif, responsif, dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027, seluruh jajaran Polda Kalimantan Selatan diharapkan memiliki arah dan persepsi yang sama dalam merancang program yang tepat sasaran, mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa mendatang, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan 500 paket beras kepada pengemudi ojek online (ojol), tukang becak, dan warga kurang mampu. Kegiatan bakti sosial yang digelar di halaman Mapolres Hulu Sungai Utara, Rabu (1/7/2026), menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta personel Satbinmas Polres HSU. Para personel turun langsung menyerahkan paket beras kepada para penerima dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Sebanyak 500 paket beras disalurkan kepada kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan, mulai dari pengemudi ojek online, tukang becak, hingga warga di sekitar Mapolres Hulu Sungai Utara. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung. Mewakili Kapolres Hulu Sungai Utara, Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur mengatakan bahwa pembagian bantuan beras merupakan bentuk rasa syukur atas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus implementasi pengabdian Polri kepada masyarakat. “Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momen bagi Polri untuk memperingati perjalanan pengabdian, tetapi juga kesempatan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, Polres Hulu Sungai Utara akan terus menghadirkan berbagai program sosial sebagai bagian dari implementasi Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama dalam mendukung keberhasilan tugas kepolisian, sehingga harus terus dibangun melalui pelayanan yang profesional, komunikasi yang baik, serta kegiatan sosial yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Raut bahagia para penerima bantuan menjadi cerminan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi penguat komitmen Polres Hulu Sungai Utara untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis, mempererat sinergi dengan masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan terhadap program swasembada pangan sekaligus memantau kondisi tanaman yang terdampak genangan air. Monitoring dilakukan oleh Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eri Dian dengan meninjau langsung lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan. Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung memiliki tinggi berkisar antara 50 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian tanaman menunjukkan daun menguning akibat kondisi lahan yang tergenang dan memiliki tingkat kelembapan tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman apabila tidak segera ditangani. Kapolsek Amuntai Utara mengatakan kegiatan monitoring dilakukan secara rutin sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain memantau perkembangan tanaman, personel juga berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengetahui kondisi lahan serta kendala yang dihadapi selama masa budidaya. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil panen, termasuk dampak cuaca dan genangan air yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman jagung. Polres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan dengan hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan kepada petani, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan tanaman serta memberikan dukungan kepada para petani dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pendampingan terhadap kelompok tani binaan Polri guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga memasuki masa panen. Monitoring dipimpin personel Polsek Banjang yang terdiri dari Aiptu Noryadi, Aipda Robbi Utama, Brigadir Fahmi Rachman, dan Briptu M. Alfito Gusna. Mereka meninjau langsung kondisi lahan milik Sadikin yang dikelola Kelompok Tani Mandiri, salah satu kelompok tani binaan Polri di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung seluas 4 hektare tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 sejak 12 Mei 2026. Memasuki usia tanam sekitar 35 hari, tanaman telah mencapai tinggi rata-rata 40 hingga 50 sentimeter dengan kondisi pertumbuhan yang dinilai cukup baik. Dalam pengelolaannya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses budidaya masih mengandalkan peralatan manual, dengan estimasi panen dijadwalkan pada 10 Oktober 2026. Plh Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk pendampingan Polri terhadap sektor pertanian sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas lahan. Selain memantau perkembangan tanaman, personel Polsek juga berdialog dengan petani mengenai kondisi lahan, kebutuhan sarana produksi, hingga kendala yang dihadapi selama masa tanam. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)