Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Kasus hukum yang menjerat Komang Ani (69), seorang perempuan lanjut usia yang kini ditahan terkait dugaan pemalsuan surat keterangan dari kelurahan, kembali menjadi sorotan publik. Melalui tim kuasa hukumnya, keluarga Komang Ani resmi mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Polda Metro Jaya. Permohonan tersebut diajukan dengan pertimbangan usia lanjut serta kondisi kesehatan Komang Ani yang disebut mengalami gangguan glaukoma dan kelainan irama jantung jenis Right Bundle Branch Block (RBBB). Kuasa hukum Komang Ani, Rizal Nusi, menegaskan bahwa perkara pidana yang kini berjalan tidak dapat dipisahkan dari sengketa perdata pertanahan yang telah berlangsung bertahun-tahun antara kliennya dengan PT. Paramount. Menurutnya, dalam perkara perdata tersebut, Komang Ani telah memenangkan gugatan hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK). “Kasus ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari sengketa pertanahan yang sudah bergulir lama. Klien kami sudah menang sampai PK untuk dua perkara, yakni perkara Nomor 306/Pdt.G/2022/PN.Tng dan Nomor 713/Pdt.G/2021/PN.Tng,” ujar Rizal kepada wartawan. Ia menjelaskan, perkara pidana yang kini menjerat Komang Ani berkaitan dengan dugaan penggunaan surat keterangan yang diterbitkan pihak kelurahan. Dalam kasus tersebut, Komang Ani ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang lurah dan pihak lain terkait dugaan pelanggaran Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat. Namun demikian, Rizal menilai objek perkara pidana itu sejatinya telah diuji dalam proses perdata dan menjadi bagian dari alat bukti yang telah diperiksa hingga Mahkamah Agung. “Surat yang dipersoalkan itu adalah surat keterangan dari lurah. Sementara objek tanahnya sendiri sudah diuji di pengadilan sampai kasasi dan PK. Putusan pengadilan bahkan menyatakan SHGB milik PT. Paramount dibatalkan dan ada putusan yang menyebut adanya perbuatan melawan hukum,” katanya. Ditahan Sejak 29 April 2026 Komang Ani diketahui telah ditahan sejak 29 April 2026. Tim kuasa hukum baru menerima surat kuasa pada 19 Mei 2026 dan langsung mengambil langkah hukum dengan mengajukan penangguhan penahanan. Menurut Rizal, kliennya bersikap kooperatif selama proses hukum dan tidak memiliki riwayat tindak pidana sebelumnya. “Kami fokus dulu pada penangguhan penahanan karena klien kami sudah lansia dan memiliki masalah kesehatan serius. Ibu Komang juga sangat kooperatif dan bukan residivis,” ujarnya. Ia mengaku percaya penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menangani perkara tersebut secara objektif dan mendalami seluruh alat bukti, termasuk putusan-putusan perdata yang telah berkekuatan hukum tetap. “Kami yakin penyidik akan melihat perkara ini secara objektif. Kami siap menyerahkan semua dokumen tambahan, termasuk AJB dan putusan pengadilan yang sudah inkrah,” lanjutnya. Kuasa Hukum Singgung Hasil Pemeriksaan Irwasum Dalam keterangannya, Rizal juga menyinggung adanya surat hasil penelitian dari Irwasum Polri tertanggal 27 Februari 2026 terkait laporan polisi terhadap Komang Ani dan pihak lainnya. Menurutnya, dalam surat tersebut disebutkan bahwa penetapan tersangka terhadap Komang Ani disebut belum memiliki cukup bukti terkait dugaan penggunaan surat palsu sebagaimana Pasal 263 KUHP. “Dari hasil penelitian Irwasum disebutkan bahwa penetapan tersangka terhadap Ibu Komang belum terdapat cukup bukti melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu. Karena itu kami berharap penyidik juga mempertimbangkan hasil tersebut,” kata Rizal. Ia menambahkan, sejauh yang dipelajari tim kuasa hukum, barang bukti utama dalam perkara pidana itu hanya berupa satu lembar surat keterangan dari lurah. “Kalau secara keseluruhan, ini sebenarnya sengketa kepemilikan tanah. Jadi kami berharap proses pemeriksaan juga mempertimbangkan keseluruhan fakta perdata yang sudah diputus pengadilan,” ujarnya. Keluarga Mengaku Kaget Sementara itu, Sandhy Prayudhana, anak Komang Ani, mengaku keluarganya terkejut atas penetapan tersangka dan penahanan terhadap ibunya. Ia menyebut keluarganya telah membeli tanah tersebut sejak tahun 1990 dan mulai mengetahui adanya persoalan pada 2012 ketika lahan disebut berubah lokasi. “Kami sudah mencari keadilan sejak lama. Dari BPN, Komnas HAM, sampai ke pengadilan. Dan kami menang sampai PK. Tapi setelah menang perdata, mama saya justru dilaporkan pidana,” kata Sandhy. Menurutnya, tanah milik keluarganya kini telah berubah menjadi bangunan ruko, akses jalan, hingga gerbang masuk kawasan Cluster Alicante yang dibangun pihak pengembang. “Tanah itu sekarang sudah dibangun menjadi ruko, jalan, dan gerbang cluster. Kami justru bingung kenapa setelah putusan inkrah, mama saya malah jadi tersangka dan ditahan,” tuturnya. Sandhy juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI terkait perkara tersebut. Namun hingga kini, ia mengaku belum melihat perkembangan yang berpihak kepada keluarganya. “Kami hanya ingin mencari keadilan. Sekarang kami serahkan langkah hukum sepenuhnya kepada kuasa hukum,” katanya. PT. Paramount Belum Berikan Pernyataan Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Paramount terkait pernyataan kuasa hukum maupun keluarga Komang Ani mengenai sengketa lahan dan proses pidana yang sedang berjalan. Kasus ini kini menjadi perhatian karena mempertemukan dua ranah hukum sekaligus, yakni sengketa perdata pertanahan yang telah inkrah dan proses pidana dugaan pemalsuan surat yang masih berjalan di tingkat penyidikan. (Agus)

Jakarta – Bidik-kasusnews.com, Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, melalui Upacara yang di pimpin oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos, dan diikuti oleh seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusterad. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Mapusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026). Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid, yang di bacakan oleh Wadan Pusterad, disampaikan bahwa tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah ” Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut sejalan dengan filosofi identitas peringatan tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM. Di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh. Selain itu, upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar. Dalam bidang perlindungan generasi muda di ruang digital, Pemerintah juga telah memberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan tersebut, menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia. Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. (Agus)

Amuntai | Bidik-kasusnews.com, Subdirektorat Pembinaan Polisi Masyarakat (Subdit Binpolmas) Direktorat Binmas Polda Kalimantan Selatan memberikan pembekalan kepada personel Polisi RW dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Aula Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel dan mitra kamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut diikuti oleh jajaran Sat Binmas, Polisi RW, serta perwakilan FKPM dari berbagai wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Tim Subdit Binpolmas Dit Binmas Polda Kalimantan Selatan dipimpin oleh KOMPOL Winarno, S.Sos., M.A., bersama AKP Sulis Kuncoro, S.Sos., BRIPKA Jhona Armando, S.H., dan BRIPDA Muhammad Noor Zainal Asyikin, S.P. Mereka menyampaikan materi mengenai penguatan tugas, evaluasi pelaksanaan fungsi Polisi RW, serta optimalisasi peran FKPM sebagai ujung tombak pemeliharaan keamanan di lingkungan masyarakat. Kegiatan dibuka oleh Wakapolres Hulu Sungai Utara Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan Polisi RW dan FKPM sebagai mitra strategis Polri dalam membangun komunikasi yang humanis, menyelesaikan persoalan sosial, serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Selain pembekalan, peserta juga mendapatkan sosialisasi layanan darurat Polri 110 sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat apabila terjadi gangguan keamanan maupun situasi darurat lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H., anggota Sat Binmas, personel Polisi RW, dan perwakilan FKPM. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dari kegiatan, di mana peserta menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Dalam materi yang disampaikan, tim pemateri menegaskan bahwa Polisi RW dan FKPM memiliki peran vital sebagai penghubung antara Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang efektif serta kehadiran aktif di tengah warga, berbagai persoalan sosial dan potensi konflik diharapkan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Kapolres Hulu Sungai Utara Agus Nuryanto melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas pembinaan masyarakat. “Polisi RW dan FKPM adalah mitra penting Polri dalam menjaga keamanan lingkungan serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Dengan pembekalan ini, diharapkan mereka semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai problem solver di tengah masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Melalui kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara bersama Dit Binmas Polda Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di lapangan Mapolres HSU, Rabu (20/5/2026) pagi. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh personel sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang membangkitkan semangat persatuan dan nasionalisme bangsa Indonesia. Kapolres Hulu Sungai Utara Agus Nuryanto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, AKP Agus Murti Widodo dipercaya sebagai Perwira Upacara dan IPDA Purbo Caroko HD sebagai Komandan Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, disiplin, dan penuh makna kebangsaan. Upacara turut didukung oleh sejumlah petugas yang menjalankan tugas sesuai perannya masing-masing, mulai dari pembawa acara, ajudan inspektur upacara, perwira keamanan, petugas kesehatan, hingga pembaca doa. Pasukan pengibar bendera juga tampil sigap dan sukses melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Peserta upacara terdiri dari unsur perwira, personel satuan fungsi, gabungan polsek jajaran, staf Polres HSU, hingga pegawai negeri sipil. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan sikap disiplin dan semangat nasionalisme yang tinggi. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi jajaran Polres HSU untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, Kapolres HSU menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus mengobarkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi momentum untuk meningkatkan dedikasi, menjaga kekompakan, serta memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Palembang, Bidik-kasusnews.com, Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Selasa (20/5/2026). Upacara yang digelar secara khidmat tersebut diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Sumsel, personel kepolisian, serta unsur aparatur terkait. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan dedikasi dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kehadiran Kombes Pol. Susnadi bersama para pejabat utama lainnya mencerminkan komitmen kuat Satuan Brimob Polda Sumsel dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendukung upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era modern. Melalui upacara tersebut, seluruh peserta diajak untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Momentum Harkitnas juga menjadi pengingat akan pentingnya semangat perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar persatuan nasional. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas dengan integritas, loyalitas, dan tanggung jawab. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan serta tekad seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan, yang membahas perkembangan geopolitik global dan kesiapan pertahanan nasional di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto dan dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, juga Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta pejabat utama TNI dan Kementerian Pertahanan. Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyampaikan bahwa TNI AD terus meningkatkan kesiapan operasional satuan dan kemampuan prajurit guna menghadapi dinamika ancaman yang berkembang semakin kompleks dan multidimensional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan ialah pengembangan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai wilayah. “Program ini sangat baik direncanakan. Harapannya tiap kabupaten nantinya memiliki satu batalyon, ditambah batalyon-batalyon kecabangan seperti pertahanan udara, Armed, Zeni, dan sebagainya. Hampir seluruh daerah menanyakan kapan pembangunan satuan tersebut dilaksanakan di wilayah mereka,” ujar Kasad kepada awak media usai rapat. Kasad juga menegaskan bahwa TNI AD terus mendukung berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya membantu percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait berbagai peristiwa yang melibatkan oknum prajurit, Kasad menegaskan komitmen TNI AD dalam menegakkan disiplin dan memproses setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Terkait pelanggaran-pelanggaran, kami berkomitmen untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas Jenderal Maruli. Selain membahas perkembangan situasi global, rapat kerja juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan wilayah perbatasan, keamanan siber, serta kerja sama pertahanan dengan negara sahabat sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia. Komisi I DPR RI turut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, dan seluruh elemen bangsa dalam memperkuat sistem pertahanan negara. (Agus)

Palembang, Bidik-kasusnews.com – Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri pembukaan Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Teknis Intelijen Keamanan (Intelkam) Polri yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen Keamanan Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Polda Sumatera Selatan, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini diikuti personel fungsi Intelkam dari berbagai satuan kerja dan kewilayahan di lingkungan Polda Sumsel. Latkatpuan digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknis, ketajaman analisis, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang. Kehadiran Kombes Pol. Susnadi mencerminkan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia Polri, khususnya dalam bidang intelijen keamanan yang memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan menganalisis potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Selama pelatihan, peserta menerima materi mengenai teknik pengumpulan informasi, deteksi dini, analisis situasi keamanan, serta strategi penanganan potensi ancaman yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel Intelkam sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Pembukaan Latkatpuan berlangsung tertib, aman, dan lancar, serta ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta dan para pejabat yang hadir. Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas personel guna menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, dan terpercaya kepada masyarakat. (Agus)

Amuntai – Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Hulu Sungai Utara menerima kunjungan Tim Asistensi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) dan Inovasi Pelayanan Publik Polri Tahun 2026, Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dilaksanakan di Rupatama I Polres Hulu Sungai Utara. Asistensi ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, evaluasi, sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Polres HSU agar semakin profesional, transparan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Tim asistensi dipimpin oleh KBP Dolly Gumara bersama rombongan yang terdiri dari KOMPOL Andriyan Noya, KOMPOL Pujie Firmansyah, serta personel pendamping lainnya dari Mabes Polri. Kehadiran tim disambut langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara beserta jajaran. Turut hadir dalam kegiatan tersebut AKBP Agus Nuryanto, Wakapolres HSU, para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, para perwira Polres HSU, serta operator pelayanan publik Polres HSU. Selama kegiatan berlangsung, tim asistensi melakukan pengecekan administrasi, pemaparan inovasi pelayanan publik, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan standar pelayanan di masing-masing fungsi pelayanan. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan asistensi ini merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang presisi dan berintegritas di lingkungan Polri. “Melalui kegiatan asistensi dan evaluasi ini diharapkan seluruh personel dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara profesional, humanis, cepat, transparan dan akuntabel sesuai program Polri Presisi,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Ia juga menambahkan bahwa Polres HSU terus berkomitmen melakukan berbagai inovasi pelayanan publik guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kepolisian. Evaluasi dari tim asistensi diharapkan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan pelayanan ke depan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya asistensi PEKPPP dan inovasi pelayanan publik tersebut, diharapkan Polres HSU mampu terus meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang semakin prima, modern dan responsif terhadap kebutuhan publik. (Agus)

KOTABARU, Bidik-kasusnews.com – Kejaksaan Negeri Kotabaru mengembalikan kerugian keuangan negara senilai Rp6.513.082.500 dalam perkara tindak pidana korupsi dengan terpidana Selvie Metty. Pengembalian dana tersebut dilakukan oleh Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kotabaru kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk saat kegiatan press release di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kotabaru, Selasa (19/5) pukul 10.00 WITA. Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Taruli Phalti Patuan mengatakan, pengembalian kerugian negara menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi. Dalam perkara tersebut, Kejari Kotabaru berhasil memulihkan total kerugian negara sebesar Rp6,5 miliar atau tepatnya Rp6.513.082.500. “Pengembalian kerugian negara ini menjadi bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Kotabaru dalam penegakan hukum sekaligus pemulihan keuangan negara,” kata Taruli. Ia menegaskan, Kejaksaan Negeri Kotabaru akan terus memaksimalkan penanganan perkara korupsi melalui upaya penyelamatan aset dan pengembalian kerugian negara agar dapat memberikan manfaat kembali kepada masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik korupsi sekaligus menjaga keuangan negara dari kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pidana. (Heri)

Bidik-kasusnews.com | Lampung, Komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Palapa, Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat (TKP), Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Serma Aswan, yang melaksanakan monitoring penanaman dan perkembangan tanaman padi varietas Ciherang pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Palapa yang berlokasi di Jalan Cut Nyak Dhien Gang Surya, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan tersebut, Serma Aswan meninjau secara langsung kondisi tanaman padi yang baru berusia kurang lebih lima hari setelah tanam. Lahan pertanian seluas 1,06 hektare tersebut dikelola oleh Poktan Palapa yang diketuai oleh Bapak Najim. Menurut hasil pemantauan, seluruh lahan seluas 1,06 hektare telah ditanami padi varietas Ciherang. Jika pertumbuhan tanaman berjalan optimal, panen diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan September 2026 dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 5 hingga 6 ton gabah. Hasil panen tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan anggota kelompok tani. Serma Aswan menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap para petani guna meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. “Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya mendampingi petani mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen. Dengan sinergi yang baik antara TNI dan petani, diharapkan ketahanan pangan di wilayah dapat terus terjaga,” ujar Serma Aswan. Sementara itu, Ketua Poktan Palapa, Bapak Najim, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi dan semangat bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian secara maksimal. Kegiatan monitoring ini menjadi bukti nyata bahwa TNI melalui jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung tidak hanya menjalankan tugas pertahanan wilayah, tetapi juga aktif membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Agus)