JAKARTA | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin upacara penerimaan Perwira Remaja (Paja) TNI Angkatan Darat Abituren Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Perwira Karier (PK) Reguler, Program Khusus, dan _Cyber_ Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (13/3/2026). Upacara penerimaan ini merupakan tradisi yang menandai bergabungnya para perwira muda hasil pendidikan Dikmapa PK ke dalam keluarga besar Angkatan Darat sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai pemimpin masa depan di lingkungan TNI AD. Sebanyak 584 Paja mengikuti upacara tersebut, terdiri dari 327 Paja PK TNI Reguler, 125 Paja PK Program Khusus (Abituren UNHAN, STIN, dan PSSN), 25 Paja PK Program Khusus _Cyber_, serta 107 Paja PK Program Khusus lainnya. Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak yang dibacakan Wakasad, disampaikan bahwa para perwira remaja merupakan generasi penerus yang akan memegang peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara serta mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kasad menegaskan bahwa dinamika global saat ini bergerak semakin cepat dan sulit diprediksi, sehingga menuntut TNI AD untuk terus adaptif terhadap perkembangan ancaman maupun kemajuan teknologi pertahanan. Pertahanan negara tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan tempur yang bersifat simetris, tetapi juga menghadapi berbagai dimensi ancaman asimetris yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, kecermatan strategi, serta penguasaan teknologi modern. “Kompleksitas ancaman global dan regional yang semakin tidak menentu, mulai dari perang yang sulit diprediksi, disrupsi siber, hingga dinamika geopolitik yang penuh ketidakpastian, menempatkan TNI AD pada spektrum penugasan yang jauh lebih luas dan multidimensional,” kutip Wakasad. Pada akhir amanatnya, Kasad berpesan kepada para Paja agar mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di satuan, menumbuhkan budaya inovasi, serta terus berkarya dalam menjalankan tugas pengabdian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari dampak positif yang dapat diberikan bagi anggota, satuan, dan masyarakat. Dalam rangkaian upacara tersebut juga dilaksanakan pembacaan sumpah perwira yang diwakili oleh dua orang Perwira Remaja, masing-masing dari Paja pria dan Paja Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). (Agus/Red) Sumber : Dispenad
JAKARTA | Bidik-kasusnews.com – Kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta melalui kegiatan PWI Jaya Berbagi 2026. Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan warakawuri menerima santunan serta bingkisan Ramadan pada Jumat (13/3) di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan itu juga dirangkai dengan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran pengurus PWI, anggota, serta berbagai mitra dan donatur yang selama ini mendukung program sosial organisasi wartawan tersebut. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir atau yang akrab disapa Cak Munir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus PWI DKI Jakarta dan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi di bulan Ramadan tersebut. Ia menilai kegiatan sosial semacam ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan peran wartawan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. “Alhamdulillah pada sore hari ini kita dapat bersilaturahmi dalam rangka buka puasa bersama dengan pengurus PWI DKI Jakarta. Pada kesempatan ini juga diberikan santunan kepada adik-adik yatim piatu, kaum dhuafa, serta warakawuri. Semoga apa yang kita lakukan membawa berkah dan barokah bagi kita semua,” ujar Munir. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi insan pers untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi jurnalistik. Ia menegaskan, tradisi berbagi yang dilakukan PWI setiap Ramadan merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menumbuhkan empati sosial di kalangan wartawan. “Ramadan bukan hanya bulan suci untuk menata hati, tetapi juga saat yang tepat untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi yang memperkuat kepedulian sosial di kalangan insan pers,” katanya. Munir juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk para mitra lembaga dan perusahaan serta institusi yang selama ini menjalin kerja sama dengan PWI. “Terima kasih kepada seluruh mitra pendukung, termasuk Polda Metro Jaya dan berbagai lembaga yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara wartawan dan para mitra sangat penting dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan kegiatan PWI Jaya Berbagi merupakan wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan. Menurutnya, wartawan tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui karya jurnalistik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir secara langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. “PWI Jaya Berbagi menjadi momentum bagi insan pers untuk hadir tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kesit. Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus, anggota PWI, serta para mitra yang selama ini mendukung berbagai program organisasi. Ketua Panitia PWI Jaya Berbagi 2026, Tb. Adhi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh donatur, baik dari institusi maupun perorangan, yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Dukungan tersebut sangat berarti bagi para penerima manfaat,” kata Adhi. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan katering Nendia Primarasa memberikan santunan kepada 75 anak yatim piatu, dhuafa, dan warakawuri. Sementara itu, perusahaan perjalanan ibadah Tannur Muthmainnah, bersama Artha Graha Peduli dan Bakrie Amanah, masing-masing menyalurkan 150 paket bingkisan Ramadan. Dukungan juga datang dari sejumlah lembaga dan perusahaan lainnya. PAM Jaya memberikan 100 paket bingkisan Ramadan, Pelindo menyumbangkan 50 paket bingkisan, dan Sudut Pandang menyerahkan 30 paket bingkisan kepada para penerima manfaat. Sejumlah institusi lain turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut, di antaranya Djarum Foundation, Polda Metro Jaya, Bank Jakarta, PLN UID Jakarta Raya, Federasi Mini Soccer Indonesia, klub sepak bola Persija Jakarta, serta Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jakarta. Selain itu, dukungan juga datang dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melalui Presidennya Andi Gani Nena Wea, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, PT Nusa Halmahera Minerals, Cakra Inti Indonesia, JAPFA, BAZNAS Bazis Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Antam, Jakarta Experience Board, serta PT Ela Diberkati Selalu dan berbagai mitra lainnya. Melalui kegiatan PWI Jaya Berbagi, organisasi wartawan di ibu kota berharap nilai kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan insan pers dan masyarakat luas. Momentum Ramadan diharapkan menjadi pengingat bahwa solidaritas dan semangat berbagi merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. (Heri)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung, – Memasuki puncak arus mudik Lebaran, jajaran Kodim 0410/KBL bersama unsur gabungan dari aparat terkait, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, BPBD, hingga Dinas Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah pos pelayanan (Pos Yan) dan pos pengamanan (Pos Pam) di titik-titik strategis Kota Bandar Lampung disiagakan untuk menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas pemudik, Jumat (13/3/2026). Sinergitas antarinstansi ini terlihat di beberapa lokasi. Para Babinsa turun langsung bahu-membahu dengan petugas lainnya, menunjukkan soliditas tinggi dalam melayani masyarakat yang tengah dalam perjalanan mudik. Pos Yos Sudarso: Arus Lalin Normal Di Kecamatan Bumi Waras, personel gabungan dari Koramil 410-02/TBS bersiaga di Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026 Jl. Yos Sudarso. Berkolaborasi dengan aparat terkait, 4 personel Dishub, dan 4 personel Satpol PP, pantauan sejak pukul 11.50 WIB menunjukkan arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Kangkung masih terpantau normal. Situasi keamanan pun terpantau kondusif atau nihil gangguan (Haljol). Pos Al-Bakrie: Siaga Sore Hari Memasuki sore hari, personel Koramil 410-05/TKP mengambil alih tugas di Pos Yan Masjid Al Bakrie, Jl. Sudirman, Kecamatan Enggal. Sebanyak 4 orang Babinsa bersinergi dengan aparat terkait, 4 personel Dishub, 4 personel Satpol PP, dan 3 tenaga kesehatan (Nakes). Hingga pukul 17.00 WIB, arus kendaraan di pusat kota tersebut masih terpantau normal dan belum terjadi pelonjakan signifikan. Pos Tugu Radin Inten: Fokus di Jalan Arteri Pos pelayanan di kawasan Tugu Radin Inten, Jl. Pagar Alam, Kecamatan Rajabasa, yang merupakan salah satu jalur arteri menuju luar kota, juga menjadi pusat perhatian. Sejak pukul 14.00 WIB, personel Kodim 0410/KBL bersama aparat terkait, 3 Nakes, 2 personel Satpol PP, 2 personel BPBD, dan 2 personel Dishub bersiaga penuh. Meski cuaca mendung, arus lalu lintas di kawasan Rajabasa terpantau lancar dan situasi tetap aman terkendali. Pimpinan Kodim 0410/KBL mengapresiasi kinerja seluruh personel di lapangan. Sinergitas yang solid antara TNI, aparat terkait, dan Pemerintah Daerah ini dinilai sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalani masa mudik. Seluruh rangkaian kegiatan Pos Pam dan Pos Yan di jajaran Kodim 0410/KBL pada hari Jumat itu dilaporkan berlangsung dalam keadaan tertib dan aman. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM SURABAYA – Hardjuno Wiwoho telah menjalani Ujian Kelayakan Disertasi Program Doktor Hukum dan Pembangunan di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Dalam ujian tersebut, Hardjuno mempresentasikan disertasi berjudul “Prinsip Kepastian Hukum pada Akselerasi Reformasi Hukum terhadap Perampasan Aset Tanpa Tuntutan Pidana (Non-Conviction Based Asset Forfeiture)”. Dalam paparannya, Hardjuno menekankan bahwa persoalan besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia bukan hanya pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga pada kemampuan negara untuk memulihkan kerugian negara yang sangat besar akibat tindak pidana korupsi. Ia menilai bahwa pendekatan hukum yang selama ini lebih berfokus pada penghukuman pelaku belum sepenuhnya efektif dalam mengembalikan aset yang telah hilang. Hardjuno menjelaskan bahwa dalam banyak kasus kejahatan ekonomi, khususnya korupsi dan pencucian uang, aset hasil kejahatan sering kali telah dipindahkan, disembunyikan, atau dialihkan melalui berbagai mekanisme keuangan yang kompleks. Kondisi ini menyebabkan proses pemulihan aset menjadi sangat panjang karena negara harus terlebih dahulu menunggu putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap terhadap pelaku. Dalam disertasinya, ia mengkaji pendekatan non-conviction based asset forfeiture (NCB), yakni mekanisme hukum yang memungkinkan negara melakukan perampasan aset yang diduga berasal dari tindak pidana tanpa harus menunggu putusan pidana terhadap pelaku. Pendekatan ini memindahkan fokus penegakan hukum dari semata-mata mengejar pelaku menuju pengejaran terhadap hasil kejahatan atau “follow the money”. Menurut Hardjuno, konsep tersebut telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai instrumen penting dalam pemulihan aset negara, terutama dalam kasus korupsi, pencucian uang, maupun kejahatan ekonomi lintas negara. Dalam konteks Indonesia, ia menilai pendekatan ini menjadi relevan mengingat besarnya kesenjangan antara kerugian negara akibat korupsi dengan aset yang berhasil dipulihkan. Ia juga mengungkap bahwa hingga saat ini Indonesia belum memiliki regulasi komprehensif yang secara khusus mengatur perampasan aset tanpa tuntutan pidana, meskipun konsep tersebut telah menjadi bagian dari kerangka internasional pemberantasan korupsi melalui United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang telah diratifikasi Indonesia sejak 2006. Dalam penelitiannya, Hardjuno berupaya merumuskan model reformasi hukum yang tidak hanya memperkuat efektivitas pemulihan aset negara, tetapi juga tetap menjamin prinsip kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kepemilikan masyarakat. Ia menekankan bahwa mekanisme perampasan aset harus dirancang dengan prosedur yang jelas, transparan, serta melalui proses peradilan yang dapat diuji secara hukum. Promotor disertasi, Prof. Dr. Mas Rahmah, menyampaikan bahwa dengan rangkaian proses akademik yang telah dijalani, Hardjuno berpeluang menyelesaikan studi doktornya dalam waktu relatif singkat. “Dengan rangkaian ini, insyaallah Hardjuno bisa lulus pada bulan Juli tahun ini. Artinya sekitar 2,5 tahun saja atau tepatnya 32 bulan untuk menyelesaikan program doktor,” ujar Prof. Mas Rahmah. Ujian kelayakan tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Mas Rahmah, S.H., M.H., LL.M. sebagai promotor dan Dr. Faizal Kurniawan, S.H., M.H., LL.M. sebagai ko-promotor. Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum.; Prof. Dr. Cholichul Hadi, Drs., M.Si., Psikolog; Prof. Dr. M. Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si.; Maradona, S.H., LL.M., Ph.D; serta Dr. Hijrah Saputra, S.T., M.Sc. Tim penguji memberikan sejumlah masukan akademik terhadap penelitian tersebut, khususnya terkait penguatan aspek kepastian hukum dalam mekanisme perampasan aset tanpa tuntutan pidana. (Agus/Red)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Menyambut pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dan perayaan Idul Fitri, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan bakti sosial dengan membersihkan tempat ibadah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Al Huda yang berada di Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (13/3/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita itu dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres HSU IPTU Tri Widodo Setiawan, S.Pd., bersama seluruh personel Satlantas Polres HSU. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, para personel kepolisian bersama-sama melakukan pembersihan di area mushola, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan halaman, merapikan perlengkapan ibadah, hingga memastikan lingkungan sekitar mushola tetap bersih dan nyaman digunakan oleh masyarakat. Kasat Lantas Polres HSU IPTU Tri Widodo Setiawan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026, sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah bagi masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami untuk menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih dan nyaman, khususnya menjelang Idul Fitri. Kami berharap masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya. Selain menjaga kebersihan tempat ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat sinergi antara Polri dan warga. Satlantas Polres HSU juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran personel kepolisian dalam menjaga kebersihan tempat ibadah. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Kota Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota menggelar apel gabungan Operasi Ketupat Jaya 2026, dan menghadapi dimulainya musim arus mudik lebaran 2026. Apel gabungan di laksanakan di Pendopo Walikota Bekasi pada Kamis (12/03/26). Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu mengatakan bahwa sebanyak 964 personil gabungan dilibatkan dalam apel tersebut. “Lalu kaitan juga dengan pospam dan posyan, kita juga ada 5 pos yaitu 2 pos pelayanan dan 3 pos pengamanan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada media. Personil gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Lebaran serta unsur terkait lainnya. Skema pengamanan akan dilakukan secara dinamis dengan TNI. “Kita melihat bagaimana perkembangan situasi kita juga yang jelas kalau di pospam, pos yan itu personil selalu ada, sementara juga personil-personil cadangan yang baik dengan di Polres dan di Kodim ini sewaktu-waktu juga bisa kita terapkan,” ungkap Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Seperti tahun-tahun sebelumnya pada musim mudik lebaran, Polres Metro Bekasi Kota juga akan membuka penitipan kendaraan bagi para pemudik yang tidak ingin membawa kendaraan. “Kalau di Polres nanti kita di satpas. di satpas itu nanti akan ada penitipan motor kita nanti akan melihat secara fluktuatif,” katanya. Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang dilintasi para pemudik baik dari Jakarta dan sekitarnya yang akan melintasi Kota Bekasi melewati Kalimalang. “Tadi udah disampaikan oleh bapak Walikota terutama di tempat-tempat yang perbaikan-perbaikan jalan di sepanjang Kalimalang itu termasuk rawan juga terhadap kepadatan terutama kita antisipasi adalah saat hari-hari Jumat, Sabtu, Minggu,” katanya kepada media. Kapolres menambahkan bahwa pada hari-hari tersebut, diperkirakan sepanjang Jalan Kalimalang dan juga ruas-ruas yang lain dimungkinkan akan banyak pemudik dengan sepeda motor yang akan melewati jalanan tersebut. Sedangkan untuk Pospam dan Posyan akan segera dibangun di depan Mega Bekasi Jl. Ahmad Yani, Bulan-bulan jalan Ir Juanda, Pasar Sumber Artha yang berbatasan dengan Jakarta Timur, dan juga di Jl. Chairil Anwar Kalimalang Bekasi Timur. Selian itu, pengaman wilayah terutama saat ditinggal mudik lebaran, pihaknya juga berkoordinasi dengan Koramil setempat melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendata warga yang mudik di lingkungannya. “Kita semua sudah mendata lewat bhabinkamtibmas dan Babinsa itu siapa-siapa yang masyarakat yang kembali, kemudian juga kita juga sudah komunikasi dengan RT RW supaya kira-kira apabila ada yang meninggalkan rumah ini supaya melaporkan nanti sudah rencana kapan kembali, tanggal berapa, kita sama-sama kegiatan sat kamling, pos kamling untuk kegiatan untuk pengamanan rumah-rumah kosong,” pungkasnya. (Agung) Sumber : Humas Polres Metro Bekasi Kota
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung, 13 Maret 2026 – Di tengah derai hujan dan duka yang menyelimuti warga, seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) kembali membuktikan bahwa tugasnya adalah tentang kemanusiaan, bukan sekadar seragam. Sertu Toto Susilo, Babinsa setempat, terpantau langsung turun ke lokasi tanah longsor untuk memonitor situasi serta memberikan bantuan moril dan materil kepada warganya yang tertimpa musibah. Peristiwa tanah longsor yang terjadi [Sebutkan waktu kejadian, misalnya: pada Senin dini hari] itu merusak sejumlah rumah dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di tengah kepanikan dan kesedihan, kehadiran Sertu Toto menjadi oase penyejuk bagi para penyintas. Tak menunggu perintah dari atasan, Sertu Toto langsung melesat menuju lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga. Kedatangannya bukan sebagai aparat yang kaku, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat desa. “Babinsa adalah saya, dan warga adalah keluarga saya sendiri. Ketika keluarga tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir,” ujar Sertu Toto Susilo saat ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (12/3). Kehadirannya disambut haru oleh warga. Dengan sigap, ia langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan tim gabungan dari BPBD untuk proses evakuasi dan pendataan kerusakan. Monitoring yang dilakukan Sertu Toto bukan hanya sekadar mencatat kerusakan. Ia turun langsung membantu membersihkan material lumpur dari rumah warga, menenangkan anak-anak yang ketakutan, hingga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Saya melihat langsung Pak Toto ini luar biasa. Beliau ikut angkut-angkut lumpur, bahkan sampai tangannya lecet. Yang paling membuat kami terharu, beliau juga ikut memimpin doa ketika salah satu warga kami dimakamkan. Beliau benar-benar hadir di tengah kami,” ungkap Kepala Desa [Nama Desa], [Nama Kepala Desa], dengan mata berkaca-kaca. Dalam kesempatan tersebut, Sertu Toto juga memberikan bantuan sembako dan logistik lainnya yang dihimpun dari donasi pribadi serta rekan-rekan sesama prajurit. “Ini bukan apa-apa, hanya sedikit rezeki untuk meringankan beban saudara kita,” tambahn Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Sertu Toto juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan tinggi. Ia pun berjanji akan terus mendampingi warga dalam proses pemulihan pascabencana. “Jangan patah semangat. Musibah ini adalah ujian. Mari kita bangkit bersama, kita gotong royong. TNI akan selalu ada untuk rakyat,” tegasnya di hadapan warga yang mengungsi. Kisah Sertu Toto Susilo adalah potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di saat duka dan bencana melanda, seorang Babinsa menjelma menjadi pelindung, pengayom, dan sahabat terbaik bagi masyarakat. Kehadirannya adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi segenap bangsa, bahkan di sudut-sudut desa yang paling terpencil sekalipun. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Jakarta – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2026 pada Kamis (12/3/2026) di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan personel serta sarana prasarana dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai Inspektur Apel. Kegiatan tersebut diikuti oleh 165 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta sejumlah instansi terkait. Dalam amanatnya, Kapolres membacakan pesan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh personel dalam mengamankan momentum mudik Lebaran. Ia menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian dari pengecekan kesiapan personel sekaligus wujud sinergitas lintas sektor dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri. “Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus menunjukkan komitmen dan sinergitas lintas sektor agar pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Aris Wibowo saat membacakan amanat. Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini mengalami dinamika yang cukup kompleks, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak terhadap stabilitas ekonomi global. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi serta kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas nasional. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan, karena berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Meski demikian, seluruh aparat tetap diminta untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat. Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia. Dalam operasi tersebut, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pengamanan akan difokuskan pada berbagai objek vital dan lokasi keramaian, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara. Kapolres juga menekankan pentingnya strategi komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait layanan kepolisian, termasuk rekayasa lalu lintas dan layanan darurat 110. Di akhir amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Jaya 2026, termasuk TNI, kementerian dan lembaga terkait, BNPB, BMKG, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, serta berbagai mitra kamtibmas lainnya. Adapun peserta apel terdiri dari 165 personel gabungan, dengan rincian 121 personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok beserta jajaran Polsek, 10 personel Kodim 0502/JU, 10 personel Syahbandar Utama Tanjung Priok, 14 personel PFSO dan security, serta 10 personel dari KKP. Melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan ini, diharapkan seluruh personel pengamanan dapat menjalankan tugas secara profesional dan humanis, sehingga masyarakat dapat merasakan keamanan serta kenyamanan selama melaksanakan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2026 di halaman Mapolres HSU, Kamis (12/3/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya kesiapan pengamanan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Apel yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Hulu Sungai Utara, di antaranya Bupati HSU H. Sahrujani, Kapolres HSU, Dandim 1001 Amuntai-Balangan, Wakapolres HSU, Ketua Pengadilan Negeri Amuntai, serta perwakilan dari Kejaksaan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Senkom Kabupaten HSU. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh para pejabat utama Polres HSU, personel Polres dan Polsek jajaran, serta unsur gabungan dari berbagai instansi terkait yang dilibatkan dalam pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026. Dalam apel tersebut, sejumlah satuan pasukan turut ambil bagian, di antaranya satu pleton TNI, pleton Samapta, pleton Sat Polair, pleton gabungan staf Polres, pleton gabungan Polsek dan Bhabinkamtibmas, pleton Satlantas, serta pleton gabungan dari Satreskrim, Satresnarkoba dan Sat Intelkam. Selain itu, hadir pula pasukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten HSU. Rangkaian kegiatan apel meliputi penghormatan pasukan, pengecekan kesiapan personel, pemasangan tanda pita operasi kepada perwakilan petugas, penyampaian amanat pimpinan apel, serta doa bersama. Operasi Ketupat Intan merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun menjelang Idul Fitri dengan tujuan memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari arus mudik, kegiatan ibadah, hingga perayaan hari raya. Melalui apel gelar pasukan ini, seluruh personel yang terlibat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode pengamanan Idul Fitri. Kegiatan apel berakhir sekitar pukul 09.00 Wita dan berlangsung dalam keadaan tertib, aman, serta kondusif. Aparat gabungan akan terus melakukan koordinasi guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap terjaga selama pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria bersama puluhan paket sabu yang diduga siap diedarkan. Kasus ini terungkap pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 16.45 Wita di Jalan H. Saberan Effendi, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tersangka yang diamankan berinisial R.E. (55), warga Amuntai yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta. Ia ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor di kawasan tersebut setelah petugas menerima informasi terkait aktivitas peredaran narkotika. Kasat Resnarkoba Polres HSU menjelaskan bahwa saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah paket sabu yang disimpan di dalam sebuah wadah kecil berwarna hitam yang berada di kantong celana tersangka. “Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan 23 paket sabu yang disimpan dalam wadah kecil. Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, kembali ditemukan beberapa paket sabu lainnya,” jelasnya. Secara keseluruhan, petugas berhasil menyita 27 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 10,53 gram dan berat bersih sekitar 7,75 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya uang tunai sebesar Rp2.800.000, satu unit telepon genggam, plastik klip transparan, serta satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka. Penggeledahan di rumah tersangka yang berlokasi di Komplek CPS Blok I, Kelurahan Sungai Malang, turut disaksikan oleh Ketua RT setempat. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan tambahan empat paket sabu yang disembunyikan di bawah karpet ruang tengah. Saat ini tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. (Agus)