JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 9 Juli 2025 – Reformasi layanan pemasyarakatan terus digelorakan. Rutan Kelas IIB Jepara mengambil langkah konkret dengan menggandeng Polres Jepara dalam kegiatan Pembinaan Koordinasi Polisi Khusus (Binkorpolsus) kepada seluruh pegawai. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan membina warga binaan. Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Joko Suhaji, Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Jepara, yang memberikan pengarahan langsung mengenai pentingnya menjalankan tugas sesuai SOP dan menanamkan integritas tinggi dalam setiap tindakan. Ia mengingatkan bahwa petugas rutan memiliki peran vital dalam proses pembinaan narapidana. > “Tugas pengamanan bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari tanggung jawab sosial. Petugas rutan adalah bagian dari sistem yang memulihkan dan membentuk kembali individu agar siap kembali ke masyarakat,” ujar IPDA Joko. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Jepara menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Polres Jepara, dan berharap kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin dalam memperkuat kapasitas internal. Selain pelatihan, kedua institusi juga merancang program lanjutan seperti penyuluhan bahaya narkotika dan edukasi reintegrasi sosial kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya menekankan pada disiplin, tetapi juga pembekalan mental dan wawasan. Kolaborasi antara Rutan dan Polres Jepara ini mencerminkan semangat transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis dan terarah. Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan kualitas pelayanan publik di lingkungan rutan semakin meningkat, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan makin kokoh. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Yogyakarta, 9 Juli 2025 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pencairan kredit usaha fiktif di PT BPR Bank Jepara Artha. Pada Selasa (8/7), penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi di Polda D.I. Yogyakarta, namun satu di antaranya harus dijadwalkan ulang. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo,saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp pada Rabu (9/7/2025) menyampaikan bahwa dua dari tiga saksi memenuhi panggilan dan memberikan keterangan terkait kepemilikan tanah yang diduga berkaitan dengan aset tersangka. “Dua saksi hadir yakni Joko Setyadi dan Satria Eri Wibowo, keduanya pejabat dari Kantor Pertanahan di wilayah Yogyakarta dan Klaten,” ujar Budi. Kedua saksi yang hadir: 1. Joko Setyadi – Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten 2. Satria Eri Wibowo – Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta Keduanya diminta keterangan seputar riwayat kepemilikan lahan milik tersangka yang diduga menjadi bagian dari aset dalam proses pencairan kredit fiktif. Sementara itu, satu saksi lainnya, Ahmad Miska Al-Wafda, seorang wirausaha sekaligus pemilik barbershop BARBERCOF, tidak dapat menghadiri pemeriksaan dan akan dijadwalkan ulang. KPK menegaskan bahwa pemanggilan saksi dilakukan untuk memperkuat bukti-bukti dalam penyidikan, khususnya dalam menelusuri aliran dana dan aset yang terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan BPR milik Pemkab Jepara tersebut. Proses penyidikan masih terus berjalan dan KPK membuka kemungkinan adanya saksi-saksi tambahan dalam waktu dekat. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, – Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Jepara memanas saat digelar sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana di bidang lingkungan hidup terkait aktivitas Galian C di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Dalam persidangan yang digelar Di raung cakra pada Selasa (8/7/2025), salah satu saksi yang dihadirkan, Kepala Desa Pancur Muh. Arif Asaruddin, mendapat teguran keras dari Majelis Hakim. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jepara menghadirkan lima orang saksi dalam sidang yang menyidangkan dua terdakwa, Agus Wibowo (60) dan Martin Arie Prasetya (43). Namun, hanya tiga saksi yang hadir, yakni: Helmi Ferdian, S.Si., M.Si. (Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, DLH Jepara) Widodo, S.T. (Kabid Tata Ruang DPUTR Jepara) Muh. Arif Asaruddin, S.M. (Kepala Desa Pancur) Dua saksi lainnya, yaitu Aris Muranto (Kepala Desa Gemiring Lor) dan Kresnanto Wibowo, tidak hadir dalam sidang tersebut. Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Erven Langgeng Kaseh, S.H., M.H., menyoroti kesaksian Muh. Arif Asaruddin karena beberapa pernyataan yang dianggap tidak konsisten. Saat ditanya mengenai aktivitas tambang di wilayahnya dan kontribusi kepada desa, saksi menyatakan tidak mengetahui keberadaan tambang serta menyebutkan bahwa desa tidak menerima kontribusi apapun dari aktivitas tersebut. Pernyataan itu membuat Majelis Hakim meragukan kesaksian saksi, apalagi diketahui bahwa dua perangkat desa sempat berada di lokasi tambang. Hakim pun mempertanyakan bagaimana seorang kepala desa tidak mengetahui kegiatan pertambangan yang terjadi di wilayahnya sendiri. > “Bagaimana saksi bisa tidak tahu soal tambang, padahal Anda memerintahkan dua perangkat desa ke lokasi? Gakkum KLHK saja tahu. Mengapa Anda membiarkannya beroperasi padahal tidak ada kontribusi untuk desa?” tegas Ketua Majelis Hakim. Karena jawaban yang dianggap tidak logis dan berbelit-belit, Majelis Hakim beberapa kali memperingatkan saksi agar tidak memberikan keterangan palsu. Bahkan, saksi sempat dikoreksi setelah meralat pendidikan terakhirnya dari SMA menjadi Sarjana Manajemen. > “Saya peringatkan saudara saksi untuk tidak terus memberikan jawaban berbelit-belit. Ingat, saudara telah disumpah. Memberikan kesaksian palsu bisa dikenakan pidana,” ujar hakim dengan nada tegas. Menanggapi situasi tersebut, Majelis Hakim memerintahkan JPU untuk kembali menghadirkan saksi Muh. Arif Asaruddin pada persidangan berikutnya, bersama dua saksi yang sebelumnya mangkir. > “Hadirkan dia kembali, Pak Jaksa, pada sidang selanjutnya. Saksi ini harus dihadirkan bersama dua saksi lain yang tidak hadir hari ini,” perintah Ketua Majelis Hakim. Sidang lanjutan dijadwalkan pada Kamis, 10 Juli 2025, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Jepara dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi-saksi. Sementara itu, Ketua Ajicakra Indonesia, Tri Hutomo, turut menanggapi dinamika persidangan. Ia menekankan pentingnya menghormati proses hukum dengan memberikan keterangan yang jujur. > “Kami berharap semua pihak dapat menghormati persidangan. Apalagi kesaksian diberikan di bawah sumpah. Jika ditemukan adanya keterangan palsu yang merugikan terdakwa, sesuai Pasal 242 Ayat 2 KUHP, pelakunya bisa dipidana hingga sembilan tahun,” jelasnya. Kasus ini menjadi sorotan publik Jepara, terutama karena menyangkut pengelolaan sumber daya alam di tingkat desa yang dinilai kurang transparan dan minim pengawasan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas pasar ekspor produk unggulan daerah. Bertempat di Pringgitan Pendopo Kartini, Pemkab Jepara menggelar audiensi bersama Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, dengan agenda utama penguatan ekspor mebel ukir dan kain tenun ikat Troso ke pasar global. Audiensi ini menjadi tindak lanjut dari diskusi yang telah dilakukan sebelumnya dan bertujuan untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jepara menginisiasi langkah konkret dengan menyiapkan 300 pelaku usaha lokal untuk menjajaki pasar ekspor ke berbagai negara potensial. Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Trisari Dyah Paramita, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjembatani pelaku usaha Jepara dengan calon pembeli internasional. Negara-negara tujuan ekspor yang tengah disasar antara lain Filipina, Korea Selatan, Malaysia, Uni Emirat Arab, India, hingga Afrika Selatan. “Dubai menjadi titik strategis karena merupakan hub bagi negara-negara Timur Tengah. Di sana ada pameran besar bernama INDEX yang dihadiri buyer dari ratusan negara. Ini peluang besar bagi Jepara,” ujar Trisari. Ia juga menyoroti potensi besar kain tenun Troso yang telah digunakan oleh desainer-desainer ternama. “Kami akan memperluas peluang ekspor tenun Troso, sekaligus memperkuat identitas Jepara di pasar internasional,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, yang akrab disapa Mas Wiwit, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia mengajak para pelaku usaha untuk segera berbenah dan memanfaatkan peluang pasar global. “Saya minta asosiasi dan pengusaha di Jepara menyiapkan 300 entitas usaha. Kita bantu dorong agar bisa ekspor ke seluruh dunia,” tegasnya. Mas Wiwit juga menyebut bahwa kerja sama akan dimulai dengan Filipina, dan diperluas ke negara-negara lainnya melalui jaringan Kemlu yang tersebar di 114 negara dengan 76 perwakilan diplomatik. Selain furnitur ukiran seperti kursi dan lemari, produk-produk kreatif berbasis kain Troso juga akan menjadi prioritas ekspor. Bupati mengungkapkan bahwa akan ada peluang kolaborasi dengan perancang busana internasional, termasuk kemungkinan partisipasi dalam peragaan busana di Amerika Serikat. “Ini kesempatan besar untuk membawa nama Jepara lebih dikenal dunia, baik melalui produk kerajinan maupun karya tekstilnya,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Juli 2025 — Upaya menjaga keamanan dan meningkatkan kualitas layanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus digelorakan. Hal ini terlihat saat Kepala Rutan, Renza Maisetyo, memimpin apel pagi yang diikuti oleh regu pengamanan malam dan pagi serta jajaran staf pada Selasa pagi. Apel pagi tersebut tidak hanya menjadi rutinitas, melainkan momen penting untuk membangun semangat dan tanggung jawab bersama. Dalam arahannya, Kepala Rutan menekankan bahwa keamanan dan pelayanan prima harus menjadi fokus utama seluruh petugas dalam menjalankan tugas. “Kita berada di garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, maka diperlukan kewaspadaan tinggi dan kesiapsiagaan setiap saat. Selain itu, kita juga dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya kepada WBP, tetapi juga kepada masyarakat luas,” ujarnya. Renza juga mengingatkan pentingnya bekerja sesuai prosedur, menjunjung tinggi etika profesi, serta mengedepankan integritas dan loyalitas. Ia menegaskan bahwa tantangan di lapangan menuntut profesionalisme yang konsisten. Menurutnya, apel pagi merupakan salah satu sarana efektif untuk menyampaikan evaluasi dan memperkuat komitmen kerja di semua lini. Ia berharap semangat kebersamaan dan kedisiplinan yang dibangun melalui kegiatan seperti ini mampu menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan humanis. Dengan tekad yang sama, seluruh jajaran Rutan Jepara diharapkan dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan amanah negara dalam tugas pemasyarakatan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 Juli 2025 – Dalam upaya memperkuat garda terdepan lembaga pemasyarakatan, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, memberikan pengarahan strategis kepada tujuh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru bergabung. Pengarahan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme CPNS dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di Rutan Jepara, khususnya dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Dalam pengarahan tersebut, Renza Maisetyo menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai aparatur sipil negara. Beliau juga memberikan motivasi kepada CPNS untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri dalam rangka memberikan kontribusi yang positif bagi Rutan Jepara dan masyarakat. “Sebagai garda terdepan Rutan Jepara, kalian memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap kalian dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan integritas,” ujar Renza Maisetyo. Pengarahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi CPNS dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di Rutan Jepara. Dengan demikian, Rutan Jepara dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi masyarakat, serta menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Melalui pengarahan ini, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juli 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Bola Voli Jatema di bawah binaan SQUAD NUSANTARA DPC Jepara. Pada ajang Kejurkab Bola Voli Indoor Kapolres Cup 2025 yang digelar di Gedung Wanita Jepara, tim Jatema berhasil meraih juara 1 pada kelompok usia 12 tahun. Kemenangan ini menjadi bukti nyata komitmen Bidang Pemuda dan Olahraga SQUAD NUSANTARA DPC Jepara dalam membina generasi muda, khususnya di bidang olahraga bola voli. Berkat kerja keras, semangat juang, dan dukungan penuh dari pelatih serta seluruh tim, Jatema mampu tampil gemilang sepanjang pertandingan dan menumbangkan lawan-lawan tangguh. “Ini adalah hasil dari latihan rutin dan kekompakan tim. Semoga ke depan mereka bisa terus berkembang dan mengharumkan nama Jepara di tingkat yang lebih tinggi,” ungkap pelatih Susilo wahyudi anggota Squad Nusantara kepada Bidik-kasusnews. Kegiatan ini juga menjadi ajang penting untuk menggali potensi atlet muda Kabupaten Jepara serta mempererat tali silaturahmi antar tim bola voli se-Kabupaten Jepara. Selamat kepada Tim Bola Voli Jatema atas prestasi gemilang ini! (Wely-jateng)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com Kab. Semarang | Dalam semangat memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Jawa Tengah hari ini menggelar *Street Boxing Event Tahun 2025* di GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang. Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah inisiatif untuk membina dan menemukan potensi atlet tinju dari kalangan muda, khususnya pelajar, sekaligus menjadi sarana preventif untuk menekan angka perkelahian dan tindak kekerasan di jalanan. Acara yang berlangsung hari Minggu 6 Juli 2025 berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo beserta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, serta sejumlah tamu undangan dari forkopimda Kab. Semarang dan berbagai instansi terkait. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen serius dari aparat kepolisian dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga. Sebanyak 130 petinju dari 25 sasana yang tersebar di seluruh Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, atlet pemula, hingga atlet senior, mencerminkan inklusivitas acara yang terbuka bagi masyarakat umum dan atlet dari berbagai tingkatan. Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen Polda Jateng dalam membangun ruang ekspresi yang positif dan kompetitif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga bela diri. “Tema yang diusung sangat baik, yaitu ‘Bersama Polda Jateng, Pemuda Terdidik, Terlatih, dan Teruji’. Ini mencerminkan semangat kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya pemuda-pemuda tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Kapolda. Minggu (06/7) Ia menambahkan, melalui pertandingan ini Polda Jateng ingin membantu membentuk karakter generasi muda. Street boxing tidak hanya menjadi ajang adu fisik, namun juga melatih mental, sportivitas, disiplin, dan pengendalian diri. Nilai-nilai penting ini diharapkan dapat tertanam kuat, baik pada peserta maupun para penonton, terutama remaja. “Saya percaya olahraga adalah sarana yang efektif untuk membangun solidaritas dan menjauhkan pemuda dari hal-hal negatif. Polda Jateng akan terus mendorong kegiatan pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan kolaboratif,” tegasnya. Total 65 pertandingan disajikan dalam event ini, terbagi dalam tiga kelas utama yaitu : Kelas Pra-Yunior, diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, Kelas Umum, diperuntukkan bagi atlet pemula dan masyarakat umum dan Kelas Senior yang diikuti oleh atlet-atlet berpengalaman. Sebelum naik ring, seluruh peserta telah melalui tahapan timbang badan yang ketat untuk memastikan pertandingan berjalan adil dan sesuai dengan kelasnya. Dengan sistem pertandingan satu kali (single elimination), setiap peserta akan berhadapan dengan lawan sepadan yang ditentukan oleh penata pertandingan profesional, menjamin kualitas dan daya saing setiap laga. Para pemenang di setiap kelas memperebutkan Piala Kapolda Jawa Tengah (Kapolda Cup), medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang diharapkan dapat memicu semangat mereka untuk terus berprestasi. Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang bertanding juga mendapatkan hadiah hiburan dari penyelenggara. “Kepada seluruh peserta saya ucapkan selamat bertanding, junjung tinggi sportifitas, hormati wasit dan lawan serta buktikan bahwa kalian adalah petarung yang tidak hanya kuat di ring, tapi juga mulia di luar ring,” tandas Kapolda. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan kehadiran penonton yang memadati GOR Wujil. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis, menjadikan event ini sebagai tontonan edukatif dan menghibur bagi seluruh lapisan masyarakat. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan event yang menyatukan semangat olahraga dan pembinaa.(Kasnadi) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juli 2025 – Komitmen dalam menebar kebaikan dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh DPC Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara melalui kegiatan bakti sosial (bansos) yang digelar pada hari Minggu, 6 Juli 2025. Kegiatan yang penuh makna ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Sosial dan Wakil Kepala Bidang Sosial, Bapak Wahyudi dan Bu dian. Turut hadir Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang didampingi oleh jajaran anggota Srikandi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bantuan sosial kali ini diberikan kepada Ibu Surinah, warga RT 01 RW 04 Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung sebagai bentuk kepedulian Srikandi Squad Nusantara kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. “Kami hadir di sini sebagai wujud kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi Ibu Surinah dalam menjalani keseharian,” ungkap Ibu Riana Shofa dalam sambutannya. Bapak Wahyudi, selaku Kabid Sosial, juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Srikandi Squad Nusantara yang secara rutin dilakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan bansos ini juga mempererat tali silaturahmi antar anggota Srikandi Squad Nusantara dengan masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk saling membantu dan memperkuat rasa solidaritas sosial. Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan sosial lainnya demi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juli 2025 – PAC Squad Nusantara Tahunan kembali menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan donasi kepada ananda Dafa yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Kartini Jepara. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda donasi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh PAC Squad Nusantara sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. Penyerahan donasi dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua PAC Squad Nusantara Tahunan, Bapak Abdul Hadi, kepada ibunda Dafa pada Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 16.00 WIB di RS Kartini Jepara. Donasi ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam proses pengobatan yang tengah dijalani oleh Dafa. Bapak Abdul Hadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar penyerahan bantuan, melainkan sebagai bentuk empati dan dukungan moral dari PAC Squad Nusantara untuk keluarga Dafa agar tetap kuat dan semangat dalam menghadapi ujian. “Kami berharap donasi yang kami berikan dapat sedikit membantu keluarga Dafa dalam menjalani masa-masa sulit ini. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama bagi mereka yang tengah membutuhkan,” ujar Bapak Abdul Hadi. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak keluarga dan pihak rumah sakit. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PAC Squad Nusantara Tahunan. Dengan kegiatan seperti ini, PAC Squad Nusantara Tahunan membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi pelopor dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.(Wely-jateng)