JATENG – Bidik-Kasusnews.com Kab. Semarang | Dalam semangat memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Jawa Tengah hari ini menggelar *Street Boxing Event Tahun 2025* di GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang. Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah inisiatif untuk membina dan menemukan potensi atlet tinju dari kalangan muda, khususnya pelajar, sekaligus menjadi sarana preventif untuk menekan angka perkelahian dan tindak kekerasan di jalanan. Acara yang berlangsung hari Minggu 6 Juli 2025 berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo beserta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, serta sejumlah tamu undangan dari forkopimda Kab. Semarang dan berbagai instansi terkait. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen serius dari aparat kepolisian dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga. Sebanyak 130 petinju dari 25 sasana yang tersebar di seluruh Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, atlet pemula, hingga atlet senior, mencerminkan inklusivitas acara yang terbuka bagi masyarakat umum dan atlet dari berbagai tingkatan. Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen Polda Jateng dalam membangun ruang ekspresi yang positif dan kompetitif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga bela diri. “Tema yang diusung sangat baik, yaitu ‘Bersama Polda Jateng, Pemuda Terdidik, Terlatih, dan Teruji’. Ini mencerminkan semangat kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya pemuda-pemuda tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Kapolda. Minggu (06/7) Ia menambahkan, melalui pertandingan ini Polda Jateng ingin membantu membentuk karakter generasi muda. Street boxing tidak hanya menjadi ajang adu fisik, namun juga melatih mental, sportivitas, disiplin, dan pengendalian diri. Nilai-nilai penting ini diharapkan dapat tertanam kuat, baik pada peserta maupun para penonton, terutama remaja. “Saya percaya olahraga adalah sarana yang efektif untuk membangun solidaritas dan menjauhkan pemuda dari hal-hal negatif. Polda Jateng akan terus mendorong kegiatan pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan kolaboratif,” tegasnya. Total 65 pertandingan disajikan dalam event ini, terbagi dalam tiga kelas utama yaitu : Kelas Pra-Yunior, diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, Kelas Umum, diperuntukkan bagi atlet pemula dan masyarakat umum dan Kelas Senior yang diikuti oleh atlet-atlet berpengalaman. Sebelum naik ring, seluruh peserta telah melalui tahapan timbang badan yang ketat untuk memastikan pertandingan berjalan adil dan sesuai dengan kelasnya. Dengan sistem pertandingan satu kali (single elimination), setiap peserta akan berhadapan dengan lawan sepadan yang ditentukan oleh penata pertandingan profesional, menjamin kualitas dan daya saing setiap laga. Para pemenang di setiap kelas memperebutkan Piala Kapolda Jawa Tengah (Kapolda Cup), medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang diharapkan dapat memicu semangat mereka untuk terus berprestasi. Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang bertanding juga mendapatkan hadiah hiburan dari penyelenggara. “Kepada seluruh peserta saya ucapkan selamat bertanding, junjung tinggi sportifitas, hormati wasit dan lawan serta buktikan bahwa kalian adalah petarung yang tidak hanya kuat di ring, tapi juga mulia di luar ring,” tandas Kapolda. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan kehadiran penonton yang memadati GOR Wujil. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis, menjadikan event ini sebagai tontonan edukatif dan menghibur bagi seluruh lapisan masyarakat. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan event yang menyatukan semangat olahraga dan pembinaa.(Kasnadi) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juli 2025 – Komitmen dalam menebar kebaikan dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh DPC Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara melalui kegiatan bakti sosial (bansos) yang digelar pada hari Minggu, 6 Juli 2025. Kegiatan yang penuh makna ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Sosial dan Wakil Kepala Bidang Sosial, Bapak Wahyudi dan Bu dian. Turut hadir Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang didampingi oleh jajaran anggota Srikandi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bantuan sosial kali ini diberikan kepada Ibu Surinah, warga RT 01 RW 04 Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung sebagai bentuk kepedulian Srikandi Squad Nusantara kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. “Kami hadir di sini sebagai wujud kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi Ibu Surinah dalam menjalani keseharian,” ungkap Ibu Riana Shofa dalam sambutannya. Bapak Wahyudi, selaku Kabid Sosial, juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Srikandi Squad Nusantara yang secara rutin dilakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan bansos ini juga mempererat tali silaturahmi antar anggota Srikandi Squad Nusantara dengan masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk saling membantu dan memperkuat rasa solidaritas sosial. Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan sosial lainnya demi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juli 2025 – PAC Squad Nusantara Tahunan kembali menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan donasi kepada ananda Dafa yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Kartini Jepara. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda donasi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh PAC Squad Nusantara sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. Penyerahan donasi dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua PAC Squad Nusantara Tahunan, Bapak Abdul Hadi, kepada ibunda Dafa pada Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 16.00 WIB di RS Kartini Jepara. Donasi ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam proses pengobatan yang tengah dijalani oleh Dafa. Bapak Abdul Hadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar penyerahan bantuan, melainkan sebagai bentuk empati dan dukungan moral dari PAC Squad Nusantara untuk keluarga Dafa agar tetap kuat dan semangat dalam menghadapi ujian. “Kami berharap donasi yang kami berikan dapat sedikit membantu keluarga Dafa dalam menjalani masa-masa sulit ini. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama bagi mereka yang tengah membutuhkan,” ujar Bapak Abdul Hadi. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak keluarga dan pihak rumah sakit. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PAC Squad Nusantara Tahunan. Dengan kegiatan seperti ini, PAC Squad Nusantara Tahunan membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi pelopor dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juli 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Keling, yang merupakan bagian dari Ormas Squad Nusantara, terus menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Salah satu aksi nyata yang baru saja dilaksanakan adalah pendampingan pasien penyakit langka di RS Kartini Jepara oleh anggota Srikandi PAC Keling, B. Halimah. Dalam kegiatan tersebut, B. Halimah memberikan pendampingan kepada Dafa, seorang pasien yang tengah berjuang melawan penyakit genetik langka yang jarang ditemukan di dunia. Kondisi yang dialami Dafa semakin berat karena kedua orang tuanya, baik ayah maupun ibu, adalah penyandang disabilitas tuna netra. Kehadiran PAC Keling melalui Srikandi Squad Nusantara menjadi harapan bagi keluarga Dafa yang tengah menghadapi ujian berat. Tidak hanya memberikan dukungan moril, PAC Keling juga membantu memfasilitasi kebutuhan administrasi dan komunikasi keluarga dengan pihak rumah sakit. “PAC Keling tidak hanya menjadi organisasi yang solid dalam struktur, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang siap hadir di saat dibutuhkan. Kami ingin menjadi garda terdepan dalam membantu sesama,” ujar B. Halimah kepada Bidik-kasusnews sabtu 5/7/2025 Kegiatan kemanusiaan ini menjadi salah satu bukti bahwa PAC Keling tidak hanya fokus pada pembangunan internal organisasi, tetapi juga aktif dalam membangun empati sosial dan solidaritas di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat dan organisasi lain untuk ikut bergerak bersama, bahu membahu membantu mereka yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juli 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menyambut kehadiran tujuh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 yang siap bergabung dan memperkuat lini pelayanan pemasyarakatan. Kehadiran mereka menjadi angin segar bagi Rutan Jepara dalam upaya peningkatan kinerja dan pelayanan kepada warga binaan. Acara penyambutan berlangsung sederhana namun penuh makna, dipimpin oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Yusril Arinaldy Asdira. Dalam sambutannya, Yusril menekankan pentingnya adaptasi cepat dan penanaman nilai-nilai integritas bagi para CPNS. “Kalian adalah bagian dari garda terdepan pengayoman. Tugas di sini tidak hanya sekadar rutinitas, tapi juga sebuah pengabdian yang membutuhkan hati dan tanggung jawab penuh. Mari kita jalankan amanah ini bersama dengan semangat yang sama,” pesan Yusril. Setelah penyambutan, para CPNS menjalani sesi pengenalan lingkungan kerja yang difasilitasi oleh petugas Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR). Mereka diajak mengenali area-area penting di dalam rutan, memahami mekanisme pengamanan, serta mempelajari alur tugas harian sebagai petugas pemasyarakatan. Sebagai bagian dari rangkaian orientasi, para CPNS juga mendapatkan pembekalan awal dari subseksi Pengelolaan terkait struktur organisasi, administrasi, serta penguatan nilai dasar ASN kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kehadiran CPNS ini menjadi bagian dari strategi Rutan Jepara dalam meningkatkan kapasitas pelayanan serta memperkuat pengawasan di lingkungan rutan. Para CPNS diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan penerus semangat pengayoman yang profesional, humanis, serta berintegritas tinggi. Dengan semangat baru, Rutan Jepara terus berkomitmen untuk membina warga binaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 5 Juli 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi terkait pengadaan Mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dalam perkembangan terbaru, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp pada Sabtu (5/7/2025), mengungkapkan bahwa penggeledahan dilakukan pada Selasa dan Rabu pekan ini. Sebanyak tujuh lokasi disisir oleh tim penyidik, yang terdiri dari lima rumah dan dua perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan kasus tersebut. “Tim KPK menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti penting seperti dokumen, catatan keuangan, serta alat bukti elektronik,” ujar Budi. Selain itu, dari penggeledahan tersebut, KPK juga berhasil mengamankan uang tunai dalam rekening sejumlah Rp5,3 miliar dan bilyet deposito senilai Rp28 miliar. Menurut Budi, barang bukti yang telah disita akan menjadi bagian penting dalam proses pendalaman untuk membongkar aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. “Kami akan terus melakukan analisis dan pengembangan atas bukti-bukti yang telah kami amankan. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur,” tegas Budi. KPK menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di sektor perbankan akan terus menjadi perhatian serius. Publik diimbau untuk bersabar dan menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, – Rutan Kelas IIB Jepara semakin memperketat pengamanan di seluruh lini. Langkah ini diambil sebagai respon cepat terhadap maraknya modus baru penyelundupan barang terlarang ke dalam lembaga pemasyarakatan yang saat ini mulai merambah berbagai cara, termasuk melalui makanan titipan.3/7/2025 Dalam kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi yang dipimpin oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, Kamis (3/7), seluruh pejabat struktural, staf, dan Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) mendapat arahan khusus untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kita tidak boleh lengah. Penyelundupan tidak hanya melalui pengunjung, tetapi bisa juga dari jalur internal, pihak ketiga, bahkan metode yang tidak terduga seperti penggunaan drone atau melalui hewan,” tegas Renza dalam arahannya. Kepala Rutan juga menyoroti beberapa potensi celah penyelundupan yang harus diwaspadai, seperti: Barang bawaan pengunjung. Titipan makanan dan barang dari pihak luar. Petugas internal dan pihak ketiga seperti koperasi, pengacara, dan pembina rohani. Narapidana yang bekerja di luar rutan. Tahanan yang baru kembali dari persidangan. Renza menekankan pentingnya penggeledahan yang ketat dan menyeluruh terhadap semua orang dan barang yang masuk ke dalam lingkungan rutan. “Jangan pernah kompromi. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari permasalahan,” tegasnya. Sebagai bagian dari pengamanan, beberapa langkah yang harus diterapkan oleh petugas antara lain: Pemeriksaan total terhadap semua barang dan pengunjung di P2U. Pemeriksaan cermat terhadap makanan titipan, terutama yang berasal dari selain keluarga inti. Pencatatan dan pemeriksaan obat-obatan oleh petugas klinik. Pemanfaatan peralatan pendukung seperti metal detector secara maksimal. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) menambahkan, narapidana yang bekerja di luar area rutan dan tahanan yang kembali dari sidang harus mendapat pengawasan ekstra. Prosedur penggeledahan harus dilaksanakan secara ketat untuk mencegah celah penyelundupan. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana disiplin dan penuh tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam menjaga integritas lembaga dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, serta bebas dari barang-barang terlarang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Juli 2025 – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Rutan Kelas IIB Jepara untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Kali ini, Rutan Jepara menyalurkan bantuan sosial untuk anak-anak di Panti Asuhan LKSA Tarbiyatul Aitam yang terletak di Pecangaan, Jepara. Dalam kegiatan penuh kehangatan ini, bantuan berupa sembako dan uang tunai diserahkan langsung kepada pengurus panti. Harapannya, bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari-hari dan menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang berada di panti asuhan tersebut. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Rutan Jepara untuk hadir di tengah masyarakat. “Jumat Berkah ini bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi juga tentang berbagi perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan untuk adik-adik kita di panti asuhan,” ungkap Renza. Keceriaan tampak jelas dari wajah anak-anak yang menerima kunjungan dan bantuan tersebut. Mereka menyambut dengan hangat kedatangan rombongan dari Rutan Jepara dan dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengurus Panti Asuhan LKSA Tarbiyatul Aitam, Akhmad Haifan, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Terima kasih atas kepedulian dari Rutan Jepara yang telah meluangkan waktu untuk datang dan berbagi bersama kami,” ujarnya. Kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan sosial serupa guna membantu masyarakat dan mempererat tali persaudaraan. Melalui Jumat Berkah, Rutan Jepara membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Dalam mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan industri serta mendukung penguatan perekonomian daerah, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melakukan kunjungan sekaligus menggelar kegiatan ‘Jumat Curhat’ ke PT. Hwa Seung Indonesia (HWI Jepara) yang terletak di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, pada Jumat (4/7/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara AKBP Erick Budi Santoso dengan didampingi pejabat utama dan personel Polres Jepara. Rombongan Kapolres Jepara pun disambut hangat oleh County COO PT. Hwa Seung Indonesia Mr. YT Shon beserta jajaran staf perusahaan tersebut. Pada pertemuan ini, pembahasan utama difokuskan pada penguatan sinergi antara Polres Jepara dan PT Hwa Seung Indonesia dalam menjaga keamanan industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, mendukung kelancaran dunia usaha di Kabupaten Jepara. “Kerja sama antara kepolisian dan sektor industri sangat penting, terutama untuk menjaga stabilitas keamanan yang menjadi fondasi utama bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kapolres Jepara. AKBP Erick juga menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Jepara dalam mendukung ekosistem bisnis yang aman dan kondusif. Sementara itu, County COO PT. Hwa Seung Indonesia Mr. YT Shon menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan Polres Jepara. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keamanan, yang secara langsung mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan ekonomi lokal,” katanya. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dikemas dalam ‘Jumat Curhat’ dengan jajaran PT. Hwa Seung Indonesia yang membahas berbagai aspek keamanan, kendala yang dihadapi perusahaan hingga imbauan akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, lingkungan, serta hukum terkait investasi. Kegiatan ini pun mencerminkan upaya Polres Jepara dalam mendukung kemajuan dunia usaha di Kabupaten Jepara, khususnya melalui penguatan sektor keamanan industri.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Jepara kembali menegaskan posisinya sebagai kota mebel dan ukir dunia. Kali ini, keindahan produk khas Jepara dipamerkan secara terbuka melalui hibah kursi kayu jati berkualitas ekspor dari Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis oleh Ketua HIMKI, Hendra Sasmita, kepada Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo di Pendopo R.A Kartini, Jumat (4/7/2025). Dalam program ini, HIMKI memberikan total 65 unit bangku jati berkualitas ekspor yang akan dipasang di sepanjang jalan protokol Kota Jepara. Menurut Hendra, kursi-kursi tersebut dibuat dari kayu jati pilihan dan dirancang dengan sentuhan ukiran khas Jepara. Lebih dari sekadar bangku taman, furniture ini menjadi etalase terbuka yang menampilkan kekuatan dan keindahan produk mebel Jepara langsung di ruang publik. “Ini adalah cara kami memperkenalkan Jepara kepada wisatawan dan buyer dunia. Sebelum masuk showroom, mereka sudah bisa menikmati kualitas dan keunikan mebel Jepara hanya dengan berjalan di trotoar,” ujar Hendra. HIMKI juga akan mendorong promosi digital melalui lomba foto dan video bertema ‘Bangku Jati Jepara’ di media sosial. Diharapkan, masyarakat ikut aktif dalam mempromosikan keindahan kota dan produk lokal. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata dari HIMKI. Menurutnya, program ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat identitas Jepara sebagai pusat industri mebel berkelas dunia. “Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa membangun Jepara adalah semangat bersama, bukan hanya tugas pemerintah. HIMKI sudah memberi contoh bagaimana pelaku industri bisa ikut membangun kota dengan cara kreatif dan bermanfaat,” tutur Bupati. Ke depan, Pemkab Jepara bersama HIMKI juga akan mengembangkan program One Village One Product (OVOP) yang diarahkan untuk mengintegrasikan produk unggulan desa dengan konsep wisata berbasis bisnis. Program ini diharapkan semakin memperkuat daya saing Jepara di kancah nasional dan internasional. “Pemerintah siap mendukung penuh kebutuhan pelaku industri demi menggerakkan ekonomi kreatif di Jepara,” tegas Bupati. Dengan hadirnya kursi-kursi jati di jalanan, Jepara tak hanya memperindah kota, tapi juga menyampaikan pesan kuat: inilah Jepara, kota ukir dan mebel dunia yang terbuka untuk semua.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara