JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, Selasa, 1 September 2026 — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Srikandi Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara. Pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, jajaran Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara melakukan kunjungan sosial ke dua rumah keluarga anggota yang sedang mengalami sakit. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara, Riana Shofa, bersama sejumlah anggotanya. Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Zahra Ayu Faradila, warga Desa Kunir, Dukuh Njean RT 02/RW 03. Zahra merupakan putri dari anggota Squad Nusantara PAC Keling, Eko Kodok. Usai menjenguk Zahra, rombongan Srikandi melanjutkan kunjungan ke kediaman Bapak Sukur di Desa Kunir untuk melihat kondisi putrinya, Mbak Anisa, yang juga sedang sakit. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril dari keluarga besar Squad Nusantara kepada anggota dan keluarganya. Kehadiran Srikandi di tengah keluarga yang sedang menghadapi kondisi kurang sehat diharapkan dapat memberikan semangat serta mempererat tali persaudaraan antaranggota. Bapak Sukur dan Bapak Eko Kodok menyampaikan rasa bangga dan terharu atas kebersamaan serta kepedulian yang ditunjukkan Srikandi Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara. “Kami sangat bangga dengan kebersamaan Srikandi Squad Nusantara dan kepeduliannya terhadap anggota serta keluarga. Semoga Srikandi Squad Nusantara semakin berkembang dan selalu eksis di tengah masyarakat,” ujar Bapak Sukur dan Bapak Eko Kodok. Mereka juga menegaskan semangat organisasi untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat. “Siap perintah, tiga kali!” menjadi ungkapan semangat yang disampaikan sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga solidaritas dan kekompakan keluarga besar Squad Nusantara. Kegiatan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan organisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan internal, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan rasa kekeluargaan terhadap anggota maupun masyarakat.(Wely)
JATENG;Bidik-kasusnews.com JEPARA, 1 September 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara berlangsung penuh khidmat. Pengajian Akbar yang digelar bersama warga binaan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian sekaligus membangun karakter religius. Mengangkat tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah untuk Membangun Karakter WBP yang Religius”, kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan jajaran Rutan Jepara. Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Majid Ghufron memberikan tausiyah keagamaan kepada para peserta. Ia mengajak warga binaan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun sikap dan perilaku sehari-hari. Sejumlah nilai yang ditekankan antara lain kejujuran, kesabaran, amanah, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi yang lebih baik, terlebih bagi warga binaan yang tengah menjalani proses perubahan dan persiapan kembali ke masyarakat. Antusiasme terlihat dari para WBP yang mengikuti kegiatan dengan tertib hingga selesai. Pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenungkan kesalahan masa lalu dan menumbuhkan semangat memperbaiki diri. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. “Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kami berharap nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab dan kepedulian dapat benar-benar diterapkan oleh warga binaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Ia menambahkan, proses pembinaan warga binaan membutuhkan pendekatan yang menyentuh aspek perilaku sekaligus mental dan spiritual. Karena itu, kegiatan keagamaan terus didorong sebagai bagian dari pembentukan karakter positif. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Rutan Jepara berharap para warga binaan memperoleh motivasi untuk terus memperbaiki diri. Bekal keagamaan dan nilai moral yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi modal penting ketika mereka kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran, memperkuat keimanan, dan mendorong perubahan positif dalam diri warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Squad Nusantara Ranting Pecangaan. Ketua Squad Nusantara Ranting Pecangaan, Amir Yahya, bersama jajaran Srikandi dan anggota, menjenguk seorang anak yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kartini, Jepara, Sabtu (29/8/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada Akhmad Rasya Ardiansyah, putra dari Srikandi Dena Arista, anggota Squad Nusantara Pecangaan yang berdomisili di Desa Pecangaan Wetan, RT 01/RW 04, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Akhmad Rasya Ardiansyah diketahui mulai menjalani perawatan di Rumah Sakit Kartini sejak Kamis, 27 Agustus 2026. Ia tengah mendapatkan penanganan medis karena mengalami gejala penyakit tipes yang disertai demam berdarah (DB). Dalam kunjungan tersebut, Amir Yahya bersama Srikandi dan anggota Squad Nusantara memberikan semangat serta doa agar kondisi Rasya segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Amir Yahya mengatakan, kegiatan menjenguk anggota maupun keluarga anggota yang sedang mengalami musibah atau sakit merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan di lingkungan Squad Nusantara Ranting Pecangaan. “Kami datang untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga. Semoga Rasya segera diberikan kesembuhan, kondisi kesehatannya membaik dan bisa segera pulang ke rumah,” ujar Amir Yahya. Ia menambahkan, kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan organisasi, tetapi juga dengan hadir ketika anggota maupun keluarganya membutuhkan dukungan. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Jajaran Squad Nusantara Ranting Pecangaan juga berharap proses pengobatan Rasya berjalan lancar hingga dinyatakan pulih oleh tim medis.
Bidik-kasusnews.com JOMBANG – Pelaksanaan Sidang Tata Tertib (Tatib) Komisi Organisasi dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026), menjadi perhatian sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sidang yang membahas aturan serta mekanisme penting dalam pelaksanaan Muktamar tersebut berlangsung secara tertutup. Akses menuju lokasi persidangan diperketat, sementara peserta dan warga Nahdliyin yang berada di luar ruangan tidak dapat memantau jalannya pembahasan secara langsung. Tidak tersedianya monitor streaming maupun pengeras suara di sekitar lokasi sidang semakin memunculkan pertanyaan di kalangan sejumlah pengurus NU daerah. Mereka menilai, pembahasan Tata Tertib merupakan tahapan penting karena hasilnya akan menjadi dasar bagi pelaksanaan agenda-agenda Muktamar berikutnya, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejumlah peserta yang berada di luar gedung mengaku hanya dapat memperoleh informasi mengenai jalannya sidang dari pihak lain. Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai alasan pembahasan Tata Tertib, yang dinilai sangat menentukan jalannya Muktamar, tidak dapat dipantau secara lebih terbuka. Salah seorang pengurus NU asal Riau yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekecewaannya terhadap pola pelaksanaan sidang tersebut. “Ini sengaja di-setting demikian agar sidang Tatib tidak bisa dipantau oleh pengurus lain,” ujarnya. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap proses pengambilan keputusan dalam forum tertinggi organisasi NU. Ia menilai, ketika peserta tidak memperoleh akses informasi secara langsung, ruang spekulasi justru akan semakin terbuka. Isu Pengkondisian AHWA Bermunculan Di tengah pelaksanaan Sidang Tatib yang berlangsung tertutup, isu mengenai mekanisme penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) juga mulai berkembang di kalangan sejumlah peserta Muktamar. AHWA memiliki peran penting dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU. Karena itu, proses penetapan ulama yang nantinya masuk dalam forum tersebut menjadi perhatian serius sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sejumlah pengurus daerah menyampaikan adanya dugaan pengkondisian terhadap komposisi ulama yang akan masuk dalam jajaran AHWA. Nama KH Miftakhul Akhyar disebut-sebut dalam pembicaraan sejumlah peserta sebagai salah satu figur yang dinilai tengah didorong untuk masuk dalam komposisi AHWA. Di sisi lain, sejumlah peserta juga menyampaikan kekhawatiran mengenai peluang ulama sepuh lainnya, seperti KH Nurul Huda Jazuli dan KH Anwar Mansur, yang menurut mereka harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam proses tersebut. Namun demikian, informasi mengenai dugaan pengkondisian AHWA itu hingga kini masih berupa pernyataan dan spekulasi dari sejumlah pengurus NU daerah. Belum ada konfirmasi resmi dari panitia Muktamar, pimpinan Komisi Organisasi, maupun pihak terkait yang membenarkan atau membantah adanya upaya pengkondisian terhadap komposisi AHWA. Salah seorang pengurus NU daerah bahkan mempertanyakan proses demokrasi yang berjalan dalam Muktamar kali ini. “Ini keterlaluan cara berdemokrasi NU yang sudah ditanamkan oleh para Mu’assis NU dan KH Abdurrahman Wahid,” ujarnya. Menurutnya, Muktamar seharusnya menjadi ruang musyawarah yang terbuka dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak untuk mengikuti serta memahami proses pengambilan keputusan. Transparansi Jadi Perhatian Peserta Sejumlah pengurus NU daerah berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, demokrasi, dan musyawarah. Mereka menilai transparansi tidak hanya berkaitan dengan apakah sebuah sidang disiarkan secara langsung, tetapi juga menyangkut akses peserta terhadap informasi dan kepastian bahwa seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan organisasi. (Hery: jakarta)
JATENG:Bidik-kasusnews.co. Jepara -28-Agustus-2026 Kabar menggembirakan datang dari Rutan Kelas IIB Jepara. Salah satu domba jenis Merino yang dipelihara melalui program pembinaan kemandirian berhasil melahirkan anakan dalam kondisi sehat. Kelahiran ini menjadi tanda perkembangan positif dari kegiatan budidaya ternak yang dikelola secara terbatas di lingkungan Rutan Jepara. Kondisi induk dan anakan saat ini dalam keadaan sehat dan terus dipantau oleh petugas dan Warga Binaan yang bertugas di bidang perawatan ternak, untuk memastikan kebutuhan pakan dan perawatan harian terpenuhi. Kegiatan pemeliharaan domba ini merupakan bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan di dalam Rutan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan aktivitas produktif bagi Warga Binaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ternak merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. “Kelahiran anakan domba ini tentu menjadi kabar baik bagi kami. Saat ini kami baru memulai dengan sepasang indukan Merino, dan kelahiran ini menjadi awal yang baik. Kami akan terus menjaga dan mengembangkan kegiatan ini secara bertahap agar dapat memberikan manfaat, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan produktif yang mendukung proses pembinaan Warga Binaan,” ujar Renza. Dengan bertambahnya anakan domba Merino tersebut, Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan dan ketahanan pangan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Squad Nusantara PAC Kedung, Kabupaten Jepara, menggelar peringatan anniversary ke-2 sekaligus kegiatan santunan yatama, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut digelar di kediaman Ketua PAC Kedung, Junaedi. Acara berlangsung meriah dan penuh keakraban. Sekitar 300 anggota Squad Nusantara turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain anggota PAC Kedung, acara juga dihadiri Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Eko Basuki atau Mbah So, serta para ketua PAC Squad Nusantara dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Momentum anniversary tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota, tetapi juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan sesama melalui kegiatan santunan yatama. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sembako dibagikan kepada yatama. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Eko Basuki (Mbah So). Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari para anggota yang hadir. Semangat kebersamaan terlihat sepanjang acara, sekaligus menunjukkan kepedulian organisasi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Ketua PAC Kedung, Junaedi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran serta anggota Squad Nusantara yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan anniversary sekaligus santunan yatama dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Terima kasih banyak kepada seluruh anggota dan jajaran yang sudah hadir serta ikut menyukseskan acara ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Junaedi. Peringatan anniversary ke-2 PAC Kedung tersebut ditutup dengan kebersamaan seluruh anggota. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas, kekompakan, serta kepedulian sosial keluarga besar Squad Nusantara di Kabupaten Jepara. Semangat kebersamaan pun kembali ditegaskan dengan slogan organisasi, “Siap Perintah X3.” (Wely)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Proses hukum terhadap mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim masih berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Silmy selama 30 hari dalam perkara dugaan pemerasan yang berkaitan dengan pengurusan izin tinggal warga negara asing. Perpanjangan tersebut berlaku mulai 2 September sampai 1 Oktober 2026. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut perpanjangan ini merupakan penahanan tahap ketiga terhadap tersangka berinisial SK. Menurut Budi, penyidik belum menyelesaikan seluruh rangkaian penyidikan. Tim masih mengumpulkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi yang dinilai mempunyai keterkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik masih melakukan serangkaian tindakan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara,” kata Budi, kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp Jum,at (28/8/2026). Keterangan para saksi dinilai penting untuk memperkuat konstruksi perkara sebelum berkas penyidikan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. KPK ingin memastikan setiap fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan dapat tersusun secara lengkap. Budi menjelaskan, penyelesaian berkas perkara tidak hanya menyangkut kelengkapan alat bukti, tetapi juga memastikan seluruh aspek formil dan materiil dalam perkara telah terpenuhi. Dengan perpanjangan tersebut, Silmy Karim akan tetap menjalani penahanan hingga batas waktu yang ditetapkan penyidik KPK. KPK menegaskan proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas serta objektivitas. Lembaga antikorupsi itu juga menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan kasus kepada publik sesuai dengan tahapan penanganan perkara. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penahanan, KPK tetap menekankan bahwa prinsip praduga tak bersalah harus tetap dihormati hingga perkara memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 28 Agustus 2026 — Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas IIB Jepara, Ilham Saputra Halilintar, memberikan pengarahan langsung kepada warga binaan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Dalam arahannya, Ilham menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib yang telah ditetapkan. Warga binaan diminta menjaga perilaku, menghormati sesama serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Menurut Ilham, situasi rutan yang aman dan kondusif dapat terwujud apabila seluruh warga binaan memiliki kesadaran untuk menaati aturan dan ikut menjaga lingkungan bersama. Selain memberikan arahan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara jajaran pengamanan dengan warga binaan. Petugas membuka ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan berbagai persoalan maupun informasi yang berkaitan dengan kondisi di dalam rutan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengapresiasi kegiatan pengarahan yang dilakukan jajaran pengamanan. Ia menilai komunikasi secara langsung menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan. “Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui kondisi warga binaan sekaligus memberikan arahan secara tepat. Kami berharap seluruh warga binaan terus menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Renza. Pengarahan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus melakukan penguatan keamanan melalui pengawasan, komunikasi serta pendekatan pembinaan kepada seluruh warga binaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kamis, 27 Agustus 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan pengajian rutin bagi warga binaan yang bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Jepara. Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Pengajian rutin menjadi salah satu bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengambil waktu untuk melakukan refleksi dan muhasabah diri. Dengan menyimak nasihat dan materi keagamaan yang disampaikan, warga binaan diajak untuk melihat kembali perjalanan diri, menyadari kesalahan yang pernah dilakukan, serta menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan karakter warga binaan. > “Muhasabah menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat kembali diri kita, dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Renza. Rutan Jepara terus mendorong pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai bagian dari proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Pengajian berlangsung aman, tertib, dan khidmat, dengan warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Agustus 2026 — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Jepara terus dievaluasi. Salah satunya melalui Rapat Evaluasi Seksi Upacara yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan dan instansi terkait, Rabu (26/8/2026). Rutan Kelas IIB Jepara turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Jepara, Moh. Riza Aliyafi, hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara untuk mengikuti pembahasan evaluasi pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan. Dalam rapat tersebut, peserta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan upacara sekaligus membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan teknis kegiatan dan koordinasi antarinstansi. Berbagai masukan menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan kenegaraan pada kesempatan berikutnya. Bagi Rutan Jepara, keikutsertaan dalam rapat evaluasi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari koordinasi kelembagaan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk ikut mendukung agenda pemerintah daerah. Moh. Riza Aliyafi menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi diperlukan agar setiap kegiatan dapat terlaksana secara lebih terarah dan optimal. “Evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Kami siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda,” ungkapnya. Melalui forum tersebut, hubungan koordinasi antara Rutan Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara, dan berbagai instansi diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran berbagai agenda pemerintahan serta kegiatan kenegaraan di Kabupaten Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara