JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Hubungan harmonis antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodim 0719/Jepara, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya komitmen kedua institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Jepara. Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Jepara berkunjung ke Makodim 0719/Jepara dan disambut langsung oleh Dandim 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi, S.Sos., beserta jajaran. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan yang berlangsung hangat tersebut. Dalam kesempatan itu, kedua pimpinan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini. Sinergi TNI-Polri dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, damai, dan kondusif. Tidak hanya berlangsung di tingkat kabupaten, kegiatan mempererat hubungan antarinstansi ini juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jepara. Para Kapolsek jajaran Polres Jepara mengunjungi Koramil di kecamatan masing-masing sebagai bentuk penguatan koordinasi antara personel TNI dan Polri di tingkat bawah. Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyampaikan bahwa kebersamaan antara TNI dan Polri bukan hanya terlihat saat menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga terus dipupuk melalui komunikasi dan silaturahmi yang rutin dilakukan. “Sinergi yang terjalin dengan baik akan semakin memperkuat pelaksanaan tugas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, TNI dan Polri berharap soliditas yang telah terbangun dapat terus terjaga sehingga mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mendukung terciptanya stabilitas keamanan di Kabupaten Jepara.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Dugaan aksi pencurian sepeda motor di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Senin (13/7/2026), berakhir dengan diamankannya seorang terduga pelaku oleh jajaran Polsek Keling. Sebelum dievakuasi petugas, terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga yang mengejarnya usai diduga membawa kabur sepeda motor milik warga setempat. Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Oktavian Andika Saputra,Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews Dalam keterangan tertulis,menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial OD (24) merupakan warga Desa Tendas, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Sementara itu, seorang rekan OD yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, OD bersama rekannya datang ke Desa Damarwulan sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan sepeda motor Honda Verza untuk menemui seorang teman. Namun, orang yang hendak ditemui tidak berada di rumah sehingga keduanya menunggu di lokasi. Beberapa saat kemudian, korban berinisial TR (34) tiba di rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Kendaraan tersebut diparkir di depan rumah, sementara kunci remote masih berada di dasbor. Saat korban masuk ke dalam rumah, salah seorang terduga pelaku diduga memanfaatkan kelengahan tersebut dengan membawa kabur sepeda motor. Korban yang menyadari motornya dibawa langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu segera melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap OD di wilayah Dukuh Gilikebon, Desa Damarwulan. Sementara rekannya berhasil meloloskan diri. Situasi sempat memanas ketika warga meluapkan emosinya kepada terduga pelaku. Beruntung, personel Polsek Keling segera tiba di lokasi dan mengevakuasi OD dari kerumunan massa untuk menghindari tindakan yang lebih jauh. Setelah diamankan, OD dibawa ke RSUD Rehatta Kelet untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya. Selanjutnya, ia menjalani pemeriksaan di Polsek Keling. Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario, BPKB, dan STNK. Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap peran masing-masing pelaku serta memburu satu terduga pelaku lainnya yang masih buron. Atas dugaan tindak pidana tersebut, penyidik menerapkan Pasal 477 dan/atau Pasal 476 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara atau denda paling banyak kategori V. Polres Jepara mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Penanganan terhadap setiap dugaan tindak pidana diharapkan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Aksi dugaan pencurian sepeda motor di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Senin (13/7/2026) sore, berakhir dengan tertangkapnya satu orang terduga pelaku oleh warga. Sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Kapolsek keling AKP Suyitno saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews dalam keterangan tertulis, kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika dua pria datang ke Desa Damarwulan dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Versa berwarna putih. Keduanya diketahui hendak menemui seorang warga, namun karena orang yang dicari tidak berada di rumah, mereka menunggu di sekitar lokasi. Sekitar pukul 17.30 WIB, korban datang ke rumah tersebut menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam dan memarkirkannya di depan rumah. Korban kemudian masuk ke bagian belakang rumah, sementara kunci remote kendaraan masih berada di dasbor, ungkap AKP Suyitno. Diduga memanfaatkan kelengahan korban, salah seorang terduga pelaku langsung membawa kabur sepeda motor tersebut. Korban yang mendengar suara mesin kendaraan segera keluar rumah dan mendapati sepeda motornya telah dibawa pergi. Ia pun berteriak meminta pertolongan kepada warga. Mendengar teriakan korban, warga langsung melakukan pengejaran. Kurang dari 30 menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 17.50 WIB, seorang terduga pelaku berhasil ditangkap warga di wilayah Dukuh Gilikebon, Desa Damarwulan. Sementara rekannya yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Versa berhasil meloloskan diri,tambanya. Terduga pelaku yang berhasil diamankan sempat dibawa ke balai dukuh untuk menghindari amukan massa sambil menunggu kedatangan petugas dari Polsek Keling. Polisi kemudian mengevakuasi pelaku dan membawanya ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi K 4876 FAA beserta dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB. Saat ini, kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi juga terus memburu satu orang terduga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan dan memastikan sistem pengamanan kendaraan digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya tindak pencurian.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Pengurus dan anggota Squad Nusantara PAC Bangsri menggelar kegiatan rutinan bulanan di Basecamp (Bescem) Bangsri pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PAC Bangsri, Gayor, bersama jajaran pengurus dan anggota. Rutinan bulanan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota dalam menjalankan program-program organisasi. Suasana berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain membahas agenda rutin organisasi, pertemuan kali ini difokuskan pada persiapan Anniversary PAC Bangsri yang direncanakan akan digelar pada bulan depan. Berbagai konsep acara, pembagian tugas, hingga kesiapan panitia mulai dibahas agar peringatan hari jadi PAC Bangsri dapat berlangsung meriah, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua PAC Bangsri, Gayor, mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat gotong royong demi menyukseskan agenda anniversary. Ia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif sehingga kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan di lingkungan Squad Nusantara. Rapat ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh anggota untuk terus menjaga solidaritas serta mendukung setiap program organisasi demi kemajuan Squad Nusantara PAC Bangsri.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara guna membahas pengembangan program budidaya perikanan sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Melalui sinergi ini, diharapkan program budidaya perikanan dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan pembinaan teknis dan pendampingan dari Dinas Perikanan Kabupaten Jepara. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dengan instansi teknis agar warga binaan memperoleh keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai manfaat ketika kembali ke masyarakat. “Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian di bidang budidaya perikanan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Renza. Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas sejumlah rencana kerja sama, mulai dari pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan, pendampingan teknis, hingga dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana budidaya perikanan di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Program ini juga diarahkan untuk memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan sehingga mereka memiliki kompetensi yang dapat diterapkan secara mandiri. Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pembinaan kemandirian di Rutan Jepara semakin berkualitas, memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Melalui koordinasi ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pembinaan yang efektif, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan, kemandirian, serta kesiapan untuk berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, memberikan arahan kepada seluruh jajaran pegawai mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta menghindari segala bentuk praktik judi online (judol) pada pelaksanaan apel pagi yang digelar di halaman kantor Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam arahannya, Kepala Rutan mengingatkan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas, etika, dan citra positif institusi, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam aktivitas di ruang digital. Media sosial harus dimanfaatkan secara bijaksana sebagai sarana berbagi informasi yang positif, edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Beliau menegaskan agar seluruh pegawai tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menghindari unggahan yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri dan institusi. Selain itu, pegawai juga diwajibkan menjaga kerahasiaan informasi kedinasan serta mematuhi etika bermedia sosial sebagai bagian dari profesionalisme ASN. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan juga memberikan penegasan terkait maraknya praktik judi online yang menjadi perhatian pemerintah. Seluruh pegawai diingatkan agar tidak terlibat dalam aktivitas judi online dalam bentuk apa pun, baik sebagai pemain, promotor, maupun pihak yang turut menyebarluaskan tautan atau konten yang berkaitan dengan perjudian. “Jangan sampai ada pegawai Rutan Jepara yang terlibat judi online. Selain bertentangan dengan norma hukum dan etika, praktik tersebut dapat merusak integritas ASN, berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, serta mencoreng nama baik institusi. Saya minta seluruh jajaran menjauhi segala bentuk perjudian, baik secara langsung maupun melalui platform digital,” tegas Kepala Rutan. Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadi teladan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai pelayanan publik, pembinaan warga binaan, serta berbagai inovasi yang dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Jepara. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana membangun citra positif organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Semangat membangun organisasi yang solid dan dekat dengan masyarakat mewarnai rapat konsolidasi sekaligus pelantikan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Kecamatan Keling. Kegiatan yang digelar pada Minggu (12/7/2026) pukul 14.00 WIB di kediaman Ketua PAC PSI Keling, Abdul Sukur, di Desa Kunir, menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan kader hingga tingkat desa. Sebanyak 12 DPRT dari seluruh desa di Kecamatan Keling resmi dilantik. Pelantikan ini menjadi langkah strategis PAC PSI Keling dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan kader untuk terus hadir dan mengabdi di tengah masyarakat. Acara dihadiri oleh perwakilan DPD PSI Kabupaten Jepara, Mas Nurul, Petinggi Desa Kunir Bapak Sucipto, tokoh masyarakat, serta para kader dan simpatisan PSI yang memadati lokasi kegiatan. Dalam sambutannya, Ketua PAC PSI Keling, Abdul Sukur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPRT yang telah bersedia menjadi bagian dari keluarga besar PSI. Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan, mempererat tali silaturahmi, serta terus bergerak bersama membesarkan PSI di Kecamatan Keling. “Organisasi akan semakin kuat jika seluruh kader tetap solid, saling mendukung, dan terus hadir untuk masyarakat. Mari bersama-sama membesarkan ‘Kandang Gajah’ di Kecamatan Keling dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata,” tegas Abdul Sukur yang disambut tepuk tangan para peserta. Sementara itu, Mas Nurul selaku perwakilan DPD PSI Kabupaten Jepara berharap kepengurusan DPRT yang baru dilantik dapat menjadi ujung tombak perjuangan partai di setiap desa. Menurutnya, kekuatan PSI tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada kedekatan kader dengan masyarakat serta kemampuan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat persaudaraan. Selain prosesi pelantikan, acara juga menjadi ajang mempererat komunikasi antarkader sebagai bekal membangun organisasi yang semakin kokoh. Melalui terbentuknya kepengurusan DPRT di seluruh desa se-Kecamatan Keling, PSI optimistis mampu memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat konsolidasi internal, serta menghadirkan politik yang lebih dekat, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan rutin bulanan Squad Nusantara Ranting Pecangaan yang digelar pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di kediaman Khafidotul Ulum, Desa Bawu RT 12 RW 03, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh Ketua Squad Nusantara Ranting Pecangaan, Amir Yahya, bersama jajaran pengurus serta anggota. Pertemuan rutin ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Amir Yahya menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan rasa persaudaraan, serta terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, rutinan bulanan bukan hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana evaluasi program kerja dan memperkuat komitmen organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain berdiskusi mengenai agenda organisasi, para peserta juga saling bertukar informasi dan mempererat hubungan antaranggota. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan Squad Nusantara Ranting Pecangaan semakin solid, kompak, dan mampu terus berkontribusi positif dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan di Kabupaten Jepara.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA-11-juli-2026- Gencarnya Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan aparat penegak hukum di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara mendapat apresiasi dari masyarakat. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita berbagai jenis minuman keras (miras) dari sejumlah lokasi yang menjadi sasaran razia. Namun, di balik keberhasilan itu, muncul pertanyaan dari sebagian warga terkait sebuah lokasi yang diduga menjual miras di kawasan dekat Duta Mode, Jepara, yang dikaitkan dengan inisial DW. Warga mempertanyakan apakah lokasi tersebut telah menjadi bagian dari sasaran Operasi Pekat atau belum. Menurut sejumlah warga, penegakan hukum diharapkan dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih. Jika memang terdapat dugaan pelanggaran, masyarakat meminta aparat melakukan penyelidikan secara profesional berdasarkan bukti yang cukup, sehingga tidak menimbulkan kesan adanya lokasi yang “tak tersentuh”. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai dugaan tersebut maupun hasil pemeriksaan terhadap lokasi yang dikaitkan dengan inisial DW. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai ada hasil penyelidikan atau penjelasan resmi dari pihak berwenang. Masyarakat berharap Operasi Pekat terus dilaksanakan secara konsisten terhadap seluruh pihak yang diduga melanggar hukum, tanpa membedakan lokasi maupun pelaku, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 Juli 2026 — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan serta memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan, Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara terkait bantuan pembentukan badan hukum kelompok budidaya perikanan lele. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan program budidaya ikan lele yang telah dikembangkan di lingkungan rutan. Koordinasi dilakukan sebagai bentuk sinergi antara Rutan Kelas IIB Jepara dengan Dinas Perikanan dalam membahas mekanisme pembentukan badan hukum kelompok perikanan, persyaratan administrasi, serta peluang pendampingan dan bantuan yang dapat diberikan untuk mendukung keberlanjutan program budidaya lele. Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai penguatan kapasitas kelompok budidaya, tata kelola usaha perikanan yang baik, serta upaya pemanfaatan program pemerintah guna meningkatkan produktivitas budidaya lele di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Dengan adanya legalitas kelompok, diharapkan program budidaya lele dapat berkembang secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih optimal. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. “Koordinasi dengan Dinas Perikanan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat program budidaya lele yang telah kami jalankan. Kami berharap melalui dukungan pembentukan badan hukum kelompok perikanan, program ini dapat dikelola secara lebih baik, memperoleh pendampingan yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Kepala Rutan. Beliau menambahkan bahwa sinergi dengan instansi pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembinaan berbasis kemandirian. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Jepara. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat program ketahanan pangan di Rutan Jepara, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang budidaya perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya. Kegiatan koordinasi berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaborasi. Melalui sinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Rutan Kelas IIB Jepara terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan kemandirian yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi sistem pemasyarakatan yang mendukung ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan warga binaan.(Wely) Sumber:humas Rutan jepara