JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-6-Maret-2026, Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara. Melalui Srikandi Squad Nusantara Jepara yang dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa, bersama para anggota menyalurkan makanan berbuka puasa kepada anak-anak panti asuhan di dua lokasi berbeda, Jumat sore. Kegiatan sosial tersebut juga didampingi oleh Kabid Sosial Bapak Syukur, serta dihadiri Ketua DPC Squad Nusantara Jepara Bapak Eko Basuki dan Ketua Harian Bapak Wawan. Rombongan Squad Nusantara memulai kegiatan dengan mengunjungi Panti Asuhan Insani yang berada di RT 13 RW 04, Desa Bandengan, Kota Jepara. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB dan langsung menyerahkan bantuan makanan berbuka puasa kepada anak-anak panti asuhan. Setelah dari Bandengan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, yakni Panti Asuhan Muhammadiyah yang berada di wilayah Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Rombongan tiba sekitar pukul 17.00 WIB untuk kembali menyalurkan makanan berbuka bagi anak-anak panti. Kedatangan rombongan Squad Nusantara disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak panti asuhan. Suasana hangat dan haru pun terasa saat para relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang tampak sangat bersemangat menyambut kedatangan mereka. Pengurus panti asuhan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Squad Nusantara Jepara kepada anak-anak panti. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, berharap kegiatan berbagi ini dapat menjadi bentuk kasih sayang kepada anak-anak panti asuhan sekaligus mengobati kerinduan mereka akan perhatian dan kepedulian dari masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi anak-anak panti asuhan, bahwa masih banyak orang yang peduli kepada mereka. Semoga kegiatan ini juga dapat mengetuk hati masyarakat untuk turut berbagi kepada anak-anak yatim piatu, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya. Kegiatan berbagi di dua panti asuhan tersebut berlangsung dengan suasana penuh kebahagiaan. Rasa haru, senang, dan kebersamaan tampak menyatu, memberikan semangat bagi anak-anak panti untuk terus berjuang dan tidak pernah putus asa dalam meraih masa depan mereka.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Maret 2026 — Dalam rangka mempererat hubungan kekeluargaan serta menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, Rutan Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan buka puasa bersama antara warga binaan dengan keluarga mereka. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan di area rutan, serta disambut antusias oleh para warga binaan dan keluarga yang hadir. Kegiatan buka bersama ini menjadi momen berharga bagi warga binaan untuk bertemu dan berbagi kebersamaan dengan keluarga di bulan suci Ramadhan. Selain menikmati hidangan berbuka puasa, para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar kabar, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan dukungan moral kepada warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang humanis sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi warga binaan. “Melalui kegiatan buka bersama ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merasakan kembali kehangatan kebersamaan dengan keluarga, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan dan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan serta membangun motivasi bagi warga binaan agar terus memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. “Kami berharap momen kebersamaan ini dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik, sehingga nantinya mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih positif,” tambahnya. Kegiatan buka bersama berlangsung dengan aman dan lancar dengan pengawasan petugas rutan. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga memperhatikan nilai kemanusiaan, kekeluargaan, dan pembinaan mental bagi warga binaan. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Area branggang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan produktivitasnya. Pada Jumat (06/03), sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan rangkaian kegiatan pembinaan kemandirian yang komprehensif, mulai dari pemanenan hingga proses niaga hasil bumi. Kegiatan pagi ini diawali dengan pemanenan kacang panjang dan sawi yang telah siap petik. Sayuran yang tumbuh subur di lahan terbatas tersebut dipanen dengan teliti oleh para WBP. Kualitas sayuran yang dihasilkan tampak sangat baik, berkat perawatan intensif yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Dari Lahan ke Konsumen Menariknya, kegiatan kali ini tidak hanya berhenti pada proses panen. Hasil panen tanaman sawi tersebut langsung diarahkan untuk proses penjualan. Penjualan hasil panen ini merupakan bagian dari edukasi kewirausahaan bagi WBP, di mana mereka belajar bahwa kerja keras dalam bertani dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maupun premi bagi WBP itu sendiri. Keberlanjutan dan Pengawasan Guna menjaga siklus tanam agar tidak terputus, para WBP juga melakukan pengolahan tanah untuk media tanam baru. Tanah digemburkan dan disiapkan kembali untuk ditanami bibit baru, sehingga area branggang tetap hijau dan produktif sepanjang tahun. Seluruh rangkaian aktivitas ini berjalan dengan tertib di bawah pengawasan ketat dari peserta magang di posisi Pembina Kemandirian. Kehadiran peserta magang ini memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari teknik pemanenan yang benar hingga pencatatan hasil penjualan, sesuai dengan prosedur pembinaan yang ditetapkan. “Kami mengarahkan WBP agar memahami rantai produksi secara utuh, mulai dari mengolah tanah hingga bagaimana hasil kerja mereka bisa laku di pasaran. Ini adalah bekal nyata bagi mereka setelah bebas nanti,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Jepara. Dengan adanya kegiatan rutin ini, Rutan Kelas IIB Jepara terus membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk mencetak pribadi yang terampil, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Maret 2026 — Upaya penataan jumlah penghuni terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara guna menjaga kondisi hunian tetap kondusif serta memastikan program pembinaan berjalan efektif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan memindahkan 10 orang narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati pada Kamis (5/3/2026). Pemindahan tersebut dilakukan melalui prosedur yang telah ditetapkan dalam sistem pemasyarakatan. Para narapidana yang dipindahkan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum diberangkatkan ke Lapas Pati. Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan hunian agar tetap seimbang sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. “Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan hunian antar-UPT pemasyarakatan di wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah. Dengan jumlah penghuni yang lebih proporsional, diharapkan pembinaan kepada warga binaan dapat berjalan lebih maksimal,” jelas Renza. Ia juga menegaskan bahwa proses pemindahan dilaksanakan dengan pengawalan ketat oleh petugas pengamanan guna memastikan keamanan dan ketertiban selama perjalanan hingga narapidana tiba di Lapas tujuan. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati agar proses serah terima berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Melalui langkah ini, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara berharap pengelolaan hunian dapat semakin tertata dengan baik, sekaligus mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dalam membina warga binaan menuju perubahan perilaku yang lebih baik.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com Jakarta,5-Maret 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi melalui juru bicara KPK Budi Prasetyo kembali memaparkan konstruksi perkara dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan berinisial FAR. Dalam keterangan resmi, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa perkara ini berawal dari adanya dugaan benturan kepentingan dalam proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Kami menemukan bahwa tersangka diduga memiliki keterkaitan langsung dengan perusahaan penyedia jasa, sehingga memunculkan konflik kepentingan dalam proses pengadaan,” ungkap Budi Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews 5/3/2026 via WhatsApp. Perusahaan yang dimaksud, yakni PT RNB, diketahui dikelola oleh keluarga tersangka. Dalam struktur perusahaan tersebut, suami FAR berperan sebagai komisaris dan anaknya menjabat sebagai direktur, sementara FAR diduga menjadi penerima manfaat utama. KPK juga mengungkap adanya dugaan intervensi terhadap sejumlah kepala perangkat daerah. Intervensi tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan milik keluarga tersangka tetap memenangkan proyek, meskipun tidak selalu memberikan penawaran terbaik. “Para kepala dinas diduga diarahkan untuk memenangkan perusahaan tertentu, yang dalam hal ini berkaitan dengan tersangka,” jelasnya. Dari hasil penyelidikan sementara, nilai proyek yang dikelola perusahaan tersebut mencapai puluhan miliar rupiah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebagian dana digunakan untuk operasional, namun terdapat dugaan aliran dana yang dinikmati oleh pihak tertentu. Selain itu, dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa kendaraan serta sejumlah perangkat elektronik yang saat ini masih dalam proses analisis. Juru bicara KPK menambahkan, pihaknya akan terus mendalami peran pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat dalam perkara ini. “Kami masih membuka kemungkinan adanya tersangka lain, seiring dengan pengembangan penyidikan yang sedang berjalan,” tegasnya. Saat ini, tersangka FAR telah dilakukan penahanan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. KPK menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi bagian dari upaya serius dalam mencegah praktik korupsi, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan di tingkat pemerintahan daerah. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 04 Maret 2026 – Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan serta optimalisasi sarana pengamanan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) bersama staf pengamanan melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeriksaan berkala senjata api serta borgol di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan secara terjadwal dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sebagai langkah preventif untuk menjaga kondisi peralatan tetap dalam keadaan baik, aman, dan siap digunakan sewaktu-waktu. Perawatan meliputi pembersihan menyeluruh bagian dalam dan luar senjata api, pengecekan kelayakan fungsi mekanik, pengontrolan jumlah serta kondisi amunisi, hingga pemeriksaan fisik borgol guna memastikan tidak terdapat kerusakan atau keausan. Ka. KPR menyampaikan bahwa perawatan berkala ini merupakan bagian dari komitmen jajaran pengamanan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Senjata api dan borgol sebagai sarana pendukung tugas pengamanan harus selalu dalam kondisi prima, namun penggunaannya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, profesionalitas, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain sebagai bentuk pemeliharaan inventaris negara, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan disiplin dan tanggung jawab petugas dalam pengelolaan barang milik negara (BMN). Seluruh proses dilaksanakan dengan penuh ketelitian serta didokumentasikan sebagai bentuk akuntabilitas administrasi. Dengan dilaksanakannya perawatan rutin ini, diharapkan kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dapat terus terjaga. Jajaran pengamanan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan, guna menciptakan situasi rutan yang aman, tertib, dan kondusif.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan pembuatan aksesori rambut (scrunchie) yang dilaksanakan pada Rabu (04/03/2026) sebagai upaya membekali mereka dengan kemandirian yang nyata. Kegiatan yang berlangsung di Blok W ini menjadi ruang kreatif bagi para warga binaan untuk mengubah potongan kain menjadi produk yang memiliki nilai guna dan daya tarik ekonomi. Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mengasah soft skill seperti kesabaran dan ketelitian, tetapi juga untuk menanamkan jiwa kewirausahaan agar para WBP siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Jalannya kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan tertib di bawah pendampingan jajaran petugas Rutan Jepara. Semangat kebersamaan juga tercermin melalui keterlibatan Peserta Magang Nasional dari Kemnaker yang berperan aktif mendukung warga binaan dalam menciptakan karya yang kreatif dan berkualitas. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Bapak Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari persiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. “Kami berharap melalui keterampilan membuat scrunchie ini, mereka memiliki rasa percaya diri dan modal keahlian untuk membuka usaha saat kembali ke tengah masyarakat,” jelas beliau. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com JAKARTA-4-Maret-2026 Penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera mengumumkan status hukum Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama 13 orang lainnya yang turut diamankan. Penentuan status hukum tersebut menjadi krusial karena KPK hanya memiliki waktu maksimal 1×24 jam sejak penangkapan untuk menetapkan apakah para pihak akan menjadi tersangka atau masih berstatus sebagai saksi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa konstruksi perkara masih terus dimatangkan melalui gelar perkara oleh tim penyidik. Ia menegaskan, seluruh hasil pemeriksaan akan dipaparkan secara terbuka kepada publik. “Kami akan sampaikan secara utuh, termasuk peran masing-masing pihak serta pasal yang disangkakan,” ujar Budi Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews Rabo 4/3/2026. Dalam operasi tersebut, total 14 orang diamankan dari beberapa lokasi, termasuk di wilayah Semarang. Mereka kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta dalam dua tahap kedatangan. Pada rombongan pertama, Fadia Arafiq tiba bersama ajudan dan orang kepercayaannya. Sementara rombongan kedua yang tiba pada malam hari berjumlah 11 orang, termasuk Sekretaris Daerah Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar. KPK menduga OTT ini berkaitan dengan praktik korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sejumlah proyek, termasuk pengadaan tenaga outsourcing, diduga telah diatur sedemikian rupa agar dimenangkan oleh pihak tertentu. Indikasi tersebut mengarah pada adanya praktik pengondisian tender yang melanggar prinsip transparansi dan persaingan sehat dalam pengadaan pemerintah. Meski demikian, KPK belum merinci bentuk dugaan tindak pidana yang terjadi. Apakah mengarah pada suap, gratifikasi, atau bentuk penyalahgunaan wewenang lainnya, masih menunggu hasil akhir gelar perkara. Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat posisi strategis para pihak yang diamankan serta potensi dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan di daerah. Pengumuman resmi dari KPK pun dinantikan sebagai penentu arah penanganan kasus sekaligus kejelasan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut. (Wely)
JATENG-Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Pekalongan pada Selasa (3/3/2026), KPK mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Dalam keterangannya kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp 3/3/2026, ia menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan tim KPK. “Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujar Budi. Lebih lanjut, seluruh pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap konstruksi perkara secara utuh. KPK juga menyatakan masih terus menelusuri pihak-pihak lain yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kasus tersebut. Hingga saat ini, KPK belum merinci secara lengkap dugaan kasus maupun barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu menegaskan akan menyampaikan perkembangan perkara secara terbuka kepada publik setelah proses pemeriksaan awal selesai. Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan KPK, sekaligus menjadi pengingat pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 03 Maret 2026 Rutan Jepara panen kacang panjang di area branggang, sementara tanaman sawi disiram buat jaga pertumbuhannya. Kegiatan ini bagian dari program pembinaan kemandirian buat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mereka belajar pertanian, mulai dari menanam, panen, sampai olah lahan, biar punya skill yang bermanfaat setelah bebas nanti. WBP juga dapat arahan dari peserta magang di posisi Pembina Kemandirian, jadi mereka bisa belajar teknis pertanian dengan baik. Kepala Rutan Jepara bilang, kegiatan ini buktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang buat tetap produktif. Area branggang yang dioptimalkan jadi lahan produktif, jadi WBP bisa belajar mengelola lahan secara berkelanjutan. Dengan kegiatan ini, diharapkan WBP punya bekal keterampilan pertanian yang mumpuni. Jadi, mereka bisa manfaatin skill itu buat kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Selain itu, program ini juga tunjukkan komitmen Rutan Jepara dalam pembinaan WBP.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara