JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 September 2026 — Keselamatan dan keamanan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melakukan koordinasi dengan jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Rutan Jepara dalam membangun kesiapan menghadapi situasi darurat. Koordinasi dilakukan untuk memperkuat komunikasi serta memastikan adanya hubungan kerja yang baik dengan instansi yang memiliki kompetensi dalam penanganan kebakaran. Potensi kebakaran merupakan salah satu kondisi darurat yang harus diantisipasi secara serius. Karena itu, kewaspadaan petugas, pengawasan terhadap lingkungan serta kesiapan dalam mengambil tindakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengamanan Rutan. Melalui silaturahmi tersebut, Rutan Jepara berupaya membangun koordinasi yang lebih efektif dengan Damkar. Komunikasi yang terjalin diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dan langkah penanganan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan bantuan pemadam kebakaran. Jajaran Rutan Jepara juga menekankan pentingnya peran seluruh petugas dalam melakukan pencegahan. Setiap potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran perlu menjadi perhatian bersama sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. “Koordinasi dengan Damkar merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pencegahan harus menjadi prioritas, namun kami juga harus memastikan kesiapan apabila menghadapi keadaan darurat,” ungkap jajaran Rutan Kelas IIB Jepara. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan koordinasi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Dengan demikian, setiap pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya respons cepat dalam menghadapi potensi kebakaran. Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan dan keselamatan di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi dengan Damkar menjadi salah satu bentuk nyata kesiapan Rutan dalam mengantisipasi risiko sekaligus memberikan perlindungan terhadap petugas, warga binaan, maupun lingkungan sekitar. Melalui penguatan sinergi lintas instansi, Rutan Jepara berharap tercipta sistem kesiapsiagaan yang semakin solid sehingga berbagai potensi keadaan darurat dapat diminimalkan dan ditangani secara cepat serta terkoordinasi.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG;Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 September 2026 — Menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan koordinasi lintas instansi yang solid. Hal tersebut menjadi perhatian Rutan Kelas IIB Jepara melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi antara Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) dengan jajaran Polres Jepara. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (7/9/2026) tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kerja sama sekaligus meningkatkan komunikasi antara Rutan Jepara dan kepolisian. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Dengan komunikasi yang terjalin secara baik, informasi terkait perkembangan situasi keamanan diharapkan dapat disampaikan secara cepat sehingga langkah penanganan maupun pencegahan dapat dilakukan secara tepat. Dalam pertemuan tersebut, Ka.KPR Rutan Jepara menekankan pentingnya membangun jejaring koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya kepolisian, sebagai salah satu unsur pendukung dalam pelaksanaan tugas pengamanan. “Koordinasi dan komunikasi harus terus dibangun. Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kami dalam menjaga keamanan serta mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban di Rutan,” ujarnya. Menurutnya, sinergi dengan Polres Jepara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan petugas dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Rutan Jepara berkomitmen untuk tidak hanya mengedepankan langkah penanganan ketika terjadi gangguan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan. Kerja sama yang semakin erat antara Rutan Jepara dengan Polres Jepara diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang lebih solid. Dengan demikian, pelaksanaan pelayanan, pengamanan, dan pembinaan warga binaan dapat berjalan dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antarinstansi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 September 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan apel Tahanan Pendamping (Tamping) yang dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman tugas bagi warga binaan yang diberikan kepercayaan untuk membantu pelaksanaan kegiatan tertentu di lingkungan Rutan. Dalam pelaksanaan apel, Ka.KPR memberikan pengarahan kepada para Tamping mengenai pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku di Rutan Kelas IIB Jepara. Ka.KPR juga menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Tamping harus dijaga dengan menunjukkan sikap dan perilaku yang baik. Setiap tugas yang dilaksanakan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan serta tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. “Kepercayaan yang diberikan kepada Tamping harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Laksanakan tugas dengan disiplin, patuhi aturan yang berlaku, dan selalu berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan kendala maupun hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Ka.KPR Rutan Kelas IIB Jepara. Selain sebagai sarana penyampaian arahan, apel Tamping juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan Rutan. Para Tamping diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan kedisiplinan serta turut menciptakan suasana lingkungan hunian yang aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan melalui pemberian tanggung jawab secara terarah. Dengan menjalankan tugas sesuai ketentuan, Tamping diharapkan dapat belajar membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama sebagai bagian dari proses pembinaan. Melalui kegiatan apel Tamping, Rutan Kelas IIB Jepara terus berkomitmen memperkuat pengawasan dan pembinaan warga binaan, sekaligus memastikan setiap pelaksanaan tugas di lingkungan Rutan berjalan secara tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 September 2026 – Squad Nusantara PAC Pecangaan kembali melaksanakan kegiatan rutin bersama jajaran anggota dan Srikandi pada Minggu malam, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut digelar di basecamp Ketua Squad Nusantara Ranting Pecangaan, Amir Yahya, yang beralamat di Desa Krasak RT 02/RW 05, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. PAC ini menjadi salah satu agenda organisasi untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan, serta memperkuat komunikasi antara pengurus, Srikandi, dan seluruh anggota Squad Nusantara Ranting Pecangaan. Dalam suasana penuh keakraban, para anggota mengikuti kegiatan dengan semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan rutin tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan koordinasi terkait kegiatan organisasi dan program sosial yang akan dilaksanakan ke depan. Ketua Squad Nusantara PAC Pecangaan, Amir Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan rutin seperti ini penting untuk menjaga soliditas dan kekeluargaan di antara seluruh anggota. “Rutinan ini bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta meningkatkan komunikasi antaranggota. Harapannya, Squad Nusantara Ranting Pecangaan semakin solid dan selalu siap menjalankan kegiatan organisasi maupun sosial,” ujarnya. Kegiatan rutinan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Squad Nusantara PAC Pecangaan berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Perselisihan antara wartawan Investigasi Mabes, Badi, dengan Kepala Desa Lebak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, M. Sidiq alias Bayu, belum menemui titik penyelesaian. Mediasi yang kembali digelar di ruang Gelar Perkara Polres Jepara, Jumat (4/9/2026), berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan tersebut menjadi mediasi lanjutan yang difasilitasi Polres Jepara melalui Kanit 2 Tipiter, Iptu Cahyo Fajarisma. Ia didampingi penyidik pembantu Ali, sementara Badi hadir bersama penasihat hukum, Ketua Umum Aliansi Lintas Media Indonesia (ALMIJ) Jepara Edi John beserta jajaran. Iptu Cahyo mengatakan, kepolisian memberikan ruang kepada kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah sebelum perkara dilanjutkan ke proses hukum. “Atas surat permohonan audiensi dari ALMIJ kepada Kapolres Jepara, kami selaku aparat penegak hukum bermaksud membuka ruang mediasi untuk berunding sebelum proses naik ke sidik,” jelas Cahyo. Persoalan yang dimediasikan berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada 29 Mei 2024 di Pendopo Kabupaten Jepara. Saat itu berlangsung kegiatan pengukuhan penambahan masa jabatan kepala desa selama dua tahun. Menurut Badi, persoalan bermula dari cekcok yang kemudian berkembang menjadi dugaan tindakan penghinaan dan peludahan terhadap dirinya. Kendati demikian, dugaan tersebut tetap membutuhkan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Dalam pertemuan tersebut, pihak M. Sidiq alias Bayu disebut mengakui adanya kesalahan. Namun, bentuk penyelesaian yang diinginkan kedua belah pihak masih berbeda. Pihak Badi menghendaki adanya permintaan maaf secara terbuka serta sejumlah persyaratan sebagai bagian dari penyelesaian damai. Badi menilai persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut dirinya. Ia menyebut kasus itu berkaitan dengan penghormatan terhadap profesi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik. “Beliau mengakui salah, tetapi hanya meminta maaf secara lisan. Bagi kami, persoalan ini juga menyangkut marwah profesi wartawan,” ujar Badi. Penasihat hukum Badi dari LBH Garuda Kencana Indonesia, Purwanto, S.H. dan Mujahidin, S.H., menegaskan bahwa pihaknya masih membuka peluang perdamaian. Namun, apabila persyaratan yang diajukan tidak menemukan titik temu, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan polisi di Polres Jepara. Tim hukum juga menyatakan telah mengantongi rekaman audio yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Bukti itu akan diserahkan kepada penyidik untuk menjadi bahan dalam proses hukum apabila laporan resmi dibuat. Sementara itu, Ketua Umum ALMIJ Jepara, Edi John, mengimbau semua pihak tidak memperkeruh keadaan. Menurutnya, gagalnya mediasi bukan berarti upaya perdamaian telah berakhir. Pihak Badi masih memberikan kesempatan kepada M. Sidiq alias Bayu untuk melakukan pembahasan bersama penasihat hukum dan tim pendamping. Waktu yang diberikan disebut selama 4 x 24 jam sebelum laporan resmi dilayangkan. “Kegagalan mediasi kali ini bukan akhir. Masih ada kesempatan untuk mempertimbangkan persyaratan yang diajukan demi tercapainya restorative justice,” kata Edi John. Di sisi lain, M. Sidiq alias Bayu meminta kesempatan untuk berkonsultasi dengan tim penasihat hukum dan sejumlah pihak yang mendampinginya. Ia berharap masih ada ruang untuk menemukan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak. “Kami meminta waktu untuk berunding dengan kuasa hukum dan tim pendamping,” ujar Bayu. Dengan batas waktu empat hari tersebut, peluang penyelesaian secara damai masih terbuka. Namun jika perundingan kembali gagal, pihak Badi memastikan akan mengambil langkah hukum melalui laporan resmi kepada Polres Jepara. Kedua pihak kini diharapkan dapat menahan diri dan memberikan kesempatan kepada mekanisme hukum maupun upaya perdamaian untuk berjalan secara proporsional, sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa menimbulkan polemik yang lebih luas di tengah masyarakat.(Wely) Sumber:ketua ALMY Edy jhon

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 September 2026 — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara Tahunan menggelar agenda selapanan rutin yang dikemas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Maulidur Rasul. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di kediaman Abdul Rokhim, Desa Teluk Awur RT 03/RW 01, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Agenda selapanan kali ini merupakan kegiatan idaroh yang dipimpin Abdul Hadi dari Kecapi. Pelaksanaan kegiatan ditempatkan di Desa Teluk Awur sebagai upaya memberikan kemudahan jarak tempuh bagi para anggota. Kegiatan dihadiri jajaran pengurus serta Srikandi PAC Squad Nusantara Tahunan. Selain menjadi agenda rutin organisasi, pertemuan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antaranggota. Ketua PAC Squad Nusantara Tahunan, H. Purwanto, dalam pesannya mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga semangat dalam melakukan berbagai kegiatan positif. Menurutnya, meskipun peringatan HUT ke-81 RI telah memasuki bulan September, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti memperingati dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat. “Tidak ada kata terlambat dalam hal kebaikan. Kebetulan kegiatan ini juga bertepatan dengan bulan Maulud, sehingga menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama memperingati dan mengenang perjuangan para pendahulu,” ujar H. Purwanto. Ia juga mengingatkan anggota agar senantiasa menghargai jasa para pahlawan dan generasi terdahulu yang telah berjuang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas secara bebas dan positif. “Berkumpul, berorganisasi maupun beraktivitas secara individu dengan tetap berada dalam koridor kebaikan merupakan bagian dari kemerdekaan yang patut kita syukuri,” lanjutnya. H. Purwanto menegaskan, perjuangan para pendahulu harus menjadi teladan bagi generasi saat ini. Semangat persatuan, kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus dipertahankan agar hasil perjuangan tersebut dapat dirasakan dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Kegiatan selapanan PAC Squad Nusantara Tahunan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para anggota diharapkan dapat terus menjaga kekompakan serta menjadikan setiap kegiatan organisasi sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Squad Nusantara PAC Nalumsari kembali menggelar kegiatan rutin sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antaranggota. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 5 September 2026 bertempat di kediaman Mas Fikiy, RT 02/RW 03. Pertemuan rutin ini dihadiri langsung oleh Ketua PAC Squad Nusantara Nalumsari, Sofyan, bersama para anggota. Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, para anggota melakukan silaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan organisasi. Pertemuan rutin diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan solidaritas antaranggota Squad Nusantara di wilayah Nalumsari. Ketua PAC Nalumsari, Sofyan, menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan setiap kegiatan organisasi. “Pertemuan rutin seperti ini menjadi momentum untuk terus mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan rasa persaudaraan antaranggota,” ujarnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Squad Nusantara PAC Nalumsari berkomitmen untuk terus menjaga soliditas serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Nalumsari.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 September 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan pendataan pakaian warga binaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan barang yang tertib dan terdata di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara. Kegiatan pendataan dilakukan dengan melakukan pengecekan dan pencatatan pakaian yang dimiliki warga binaan.   Pendataan ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan kelengkapan informasi terkait pakaian warga binaan sekaligus mendukung terciptanya kondisi lingkungan hunian yang tertib dan rapi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh petugas dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan selama proses pendataan berlangsung. Setiap pakaian warga binaan diperiksa dan didata secara teratur sehingga data yang diperoleh dapat menjadi bahan monitoring dan evaluasi bagi petugas. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pendataan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengawasan dan ketertiban di lingkungan hunian. “Pendataan pakaian warga binaan ini dilakukan untuk memastikan barang yang berada di lingkungan hunian dapat terdata dengan baik. Selain mendukung ketertiban dan kerapian, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengawasan agar pengelolaan barang warga binaan dapat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala KPR Rutan Kelas IIB Jepara. Lebih lanjut, Kepala KPR menekankan bahwa kegiatan pendataan perlu dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan sekaligus upaya menjaga kondisi lingkungan Rutan agar tetap aman, tertib, dan kondusif. “Kami akan terus melakukan monitoring secara berkala. Dengan data yang tertib dan pengawasan yang konsisten, diharapkan kondisi hunian tetap aman, tertib, dan kondusif serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan,” tambahnya. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara terus berkomitmen meningkatkan pengelolaan dan pengawasan lingkungan hunian. Pendataan pakaian warga binaan diharapkan dapat mendukung tertib administrasi sekaligus memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 September 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara bekerja sama dengan Puskesmas Jepara melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam memenuhi hak warga binaan di bidang kesehatan sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang berjalan secara optimal. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Jepara bersama petugas Rutan Kelas IIB Jepara. Kegiatan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan warga binaan sebagai langkah pemantauan sekaligus deteksi dini terhadap berbagai keluhan kesehatan. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan secara tertib dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan warga binaan. Sinergi dengan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya layanan kesehatan yang berkesinambungan di lingkungan Rutan. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada warga binaan. “Kesehatan warga binaan menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan pembinaan. Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat terpantau dengan baik serta keluhan kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujar Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Jepara atas sinergi yang telah terjalin dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. “Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Puskesmas Jepara. Sinergi ini sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan di Rutan. Kami berharap kerja sama dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat semakin optimal,” tambahnya. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara terus berkomitmen memberikan pelayanan yang berkualitas kepada warga binaan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan. Kolaborasi dengan Puskesmas Jepara diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif serta mendukung terciptanya lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan kondusif.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 September 2026 — Kepedulian terhadap anggota dan keluarga kembali ditunjukkan jajaran Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Pada Jumat (4/9/2026), Ketua Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Riana Shofa, memimpin langsung kegiatan kunjungan sosial kepada anggota maupun keluarga anggota yang sedang mengalami sakit. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga kebersamaan, keharmonisan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota Squad Nusantara. Riana Shofa bersama sejumlah anggota Srikandi terlebih dahulu mengunjungi rumah Ndan Ponco Bumi Harjo, anggota Squad Nusantara di wilayah Keling, Jepara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga, khususnya ibu dari anggota yang sedang dalam kondisi sakit. Usai dari Keling, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju wilayah PAC Squad Nusantara Kecamatan Bangsri. Di lokasi tersebut, Srikandi mengunjungi anggota Ndan Dwi Atmoko yang juga tengah mengalami sakit. Selain sebagai bentuk kepedulian, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa hubungan dalam organisasi tidak hanya sebatas kegiatan formal, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian dan dukungan ketika sesama anggota maupun keluarga membutuhkan. Riana Shofa menegaskan bahwa Srikandi Squad Nusantara akan terus berupaya hadir dalam kegiatan sosial, baik untuk anggota maupun masyarakat secara luas. “Kami ingin menjaga kebersamaan dan keharmonisan di dalam organisasi. Ketika ada anggota atau keluarga anggota yang sedang sakit, kami berusaha hadir memberikan dukungan dan semangat,” ungkapnya. Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan amanah dan komitmen Ketua DPC Squad Nusantara Jepara dalam membangun organisasi yang solid, guyub, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara juga menegaskan perannya sebagai salah satu garda terdepan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Semangat “Siap Perintah X3” menjadi bagian dari komitmen untuk terus bergerak dan hadir ketika organisasi maupun masyarakat membutuhkan. Melalui kegiatan seperti ini, Squad Nusantara DPC Jepara berharap rasa persaudaraan dan solidaritas antaranggota semakin kuat serta dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.(Wely)