JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-24-Desember-2025-Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka Almarhum Bapak Paisan, orang tua dari Bapak Haji Sukur yang merupakan anggota sekaligus penasehat Squad Nusantara Ranting Keling. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian, empati, serta solidaritas antar sesama anggota organisasi. Takziah dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB bertempat di kediaman Bapak Haji Sukur, yang beralamat di RT 04 RW 02 Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Rombongan hadir untuk menyampaikan doa serta dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Bapak Eko Basuki, beserta Ketua Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Ibu Riana Shofa. Turut hadir Ketua Squad Nusantara Ranting Keling, Bapak Wawan, bersama para anggota ranting Keling. Dalam kesempatan itu, Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Bapak Eko Basuki, menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Bapak Paisan. Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Ketua Srikandi Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Ibu Riana Shofa, menyerahkan santunan berupa uang kepada keluarga almarhum. Santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan Srikandi Squad Nusantara. Sementara itu, Bapak Haji Sukur selaku penasehat Squad Nusantara Ranting Keling menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran, perhatian, dan doa dari seluruh jajaran Squad Nusantara. Ia berharap Squad Nusantara ke depan tetap solid, kompak, dan terus berbuat kebaikan bagi masyarakat. Kegiatan takziah ini mencerminkan nilai kekeluargaan yang kuat dalam Squad Nusantara, sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk selalu hadir dalam suka maupun duka anggotanya.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 Desember 2025 – Upaya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dalam mengembangkan program ketahanan pangan terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Tanaman cabai yang dibudidayakan di lingkungan Rutan kini tumbuh dengan baik dan telah memasuki fase siap panen, mencerminkan keberhasilan pembinaan berbasis kemandirian dan produktivitas. Keberhasilan budidaya cabai tersebut merupakan hasil kerja sama antara Warga Binaan Pemasyarakatan dan petugas Rutan melalui perawatan yang dilakukan secara konsisten dan terencana. Mulai dari penyiraman rutin, pemupukan berkala, hingga pengendalian hama dilakukan dengan penuh kedisiplinan agar tanaman dapat tumbuh optimal. Salah satu aspek menarik dari program ini adalah penggunaan pupuk kompos buatan sendiri. Rutan Jepara memanfaatkan limbah organik internal seperti sisa bahan makanan dan dedaunan untuk diolah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Langkah ini tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada penguatan keterampilan Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan pertanian ini menjadi sarana pembelajaran yang bernilai, karena memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. Ke depan, hasil panen cabai diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal Rutan sekaligus menjadi motivasi bagi pengembangan sektor pertanian lainnya. Program ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan pemasyarakatan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.(Wely-jateng) Sumber:humas rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 Desember 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menghadirkan kegiatan pembinaan edukatif yang menyentuh kebutuhan dasar Warga Binaan Pemasyarakatan. Kali ini, peserta magang turut berkontribusi melalui pelaksanaan pelatihan baca dan tulis yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membangun rasa percaya diri warga binaan. Pelatihan dilaksanakan di dalam lingkungan Rutan Jepara dengan konsep pembelajaran bertahap dan aplikatif. Warga binaan dibimbing untuk mengenal huruf, membaca kata sederhana, hingga menuangkannya dalam bentuk tulisan. Proses pembelajaran dirancang dengan metode yang ringan dan komunikatif sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman. Peserta magang berperan aktif sebagai pendamping belajar, memberikan arahan serta motivasi kepada warga binaan selama kegiatan berlangsung. Pendampingan ini menjadi sarana interaksi positif yang mendorong suasana belajar lebih terbuka dan partisipatif. Kegiatan pembinaan tersebut berjalan dengan tertib dan aman di bawah pengawasan petugas Rutan Jepara. Respons warga binaan terlihat cukup positif, ditandai dengan keaktifan mengikuti materi serta kesungguhan dalam setiap sesi latihan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan bahwa program literasi merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan. Literasi dasar dinilai memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan agar mampu beradaptasi dan berdaya guna ketika kembali ke tengah masyarakat. “Pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga penguatan kemampuan dasar. Dengan literasi yang baik, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” jelasnya. Melalui kolaborasi antara Rutan Jepara dan peserta magang, pelatihan baca tulis ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 Desember 2025 – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib kembali ditegaskan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja dengan Kepolisian Resor (Polres) Jepara. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pengamanan yang lebih terintegrasi. Kegiatan penandatanganan berlangsung di Rutan Jepara dan mencerminkan keseriusan kedua institusi dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal. Kepala Rutan Jepara menyampaikan bahwa sinergi dengan aparat kepolisian merupakan kebutuhan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan rutan. Menurutnya, dukungan dan kerja sama yang solid akan berdampak langsung pada kelancaran pelaksanaan pembinaan serta pelayanan kepada warga binaan. Perjanjian kinerja ini mencakup kesepakatan untuk meningkatkan intensitas komunikasi, kerja sama operasional, hingga respons cepat terhadap kondisi tertentu yang membutuhkan keterlibatan kepolisian, seperti pengamanan kegiatan, pengawalan, maupun situasi darurat. Dengan terjalinnya kerja sama ini, Rutan Jepara dan Polres Jepara diharapkan mampu membangun pola kerja yang lebih efektif dan berkesinambungan. Sinergi lintas instansi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Desember 2025 – Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara saat Perayaan Natal bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) digelar bekerja sama dengan Gereja Alfa Omega Jepara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan Rutan Jepara. Perayaan Natal diikuti oleh WBP beragama Kristen dengan pendampingan petugas pemasyarakatan serta pelayanan rohani dari Gereja Alfa Omega Jepara. Ibadah berlangsung tertib dan khidmat, diwarnai doa bersama serta penyampaian firman Tuhan yang menekankan nilai kasih, pengharapan, dan semangat pembaruan hidup. Melalui perayaan Natal ini, Warga Binaan diajak untuk merefleksikan makna kelahiran Kristus sebagai momentum perubahan diri dan peneguhan iman. Kehadiran pihak gereja turut memperkuat sinergi antara Rutan Jepara dan elemen masyarakat dalam mendukung proses pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan ibadah seperti perayaan Natal mampu memberikan ketenangan batin sekaligus membangun kesadaran moral bagi Warga Binaan agar siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah masa pidana berakhir. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Selain sebagai sarana ibadah, perayaan Natal ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan nilai toleransi dan kemanusiaan di lingkungan Rutan Jepara. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter Warga Binaan Pemasyarakatan yang lebih baik dan siap kembali berintegrasi di tengah masyarakat. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Desember 2025 — Kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara mengalami peningkatan signifikan selama tiga tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kejadian, korban luka, serta kerugian materi terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka), Ipda Arianto, saat ditemui Bidik-kasusnews di kantor pada Senin (22/12/2025). Menurut data yang diperoleh, pada tahun 2023 jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 530 kejadian. Dari angka tersebut, 94 orang meninggal dunia dan 631 orang mengalami luka ringan. Kerugian materi yang ditimbulkan akibat kecelakaan pada tahun tersebut diperkirakan mencapai Rp 715.080.000. Pada tahun 2024, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan menjadi 640 kejadian. Korban meninggal juga bertambah menjadi 109 orang, sementara jumlah korban luka ringan meningkat menjadi 715 orang. Kerugian materi pun naik menjadi Rp 761.110.000. Memasuki tahun 2025, hingga Desember tercatat 752 kejadian kecelakaan lalu lintas di Jepara. Meskipun jumlah korban meninggal tetap 94 orang, jumlah korban luka ringan meningkat drastis menjadi 851 orang. Kerugian materi akibat kecelakaan ini dilaporkan mencapai Rp 752.850.000 perbulan 22/12/2025. Ipda Arianto menjelaskan, “Peningkatan jumlah kecelakaan ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kami terus berupaya melakukan patroli rutin dan edukasi keselamatan berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan. Namun, peran aktif masyarakat dalam mematuhi aturan juga sangat dibutuhkan.” Ia menambahkan, faktor utama penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengendara, kecepatan berlebih, dan kondisi jalan yang kurang memadai di beberapa titik. Oleh karena itu, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya. Masyarakat Jepara diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menggunakan alat pelindung diri seperti helm, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan menghindari berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk. Dengan upaya bersama, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Jepara dapat ditekan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Desember 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara turut serta dalam kegiatan Zoom Meeting Evaluasi dan Pembinaan Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan (BAMA) melalui sistem E-Purchasing Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Senin (22/12). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Tim Pengadaan Bahan Makanan Rutan Jepara dari masing-masing ruang kerja. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan pengadaan bahan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan pada Tahun Anggaran 2026. Dalam zoom meeting tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan pembinaan dan penjelasan terkait tata cara serta mekanisme pengadaan BAMA melalui e-purchasing. Penekanan diberikan pada pentingnya penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, turut disampaikan evaluasi pelaksanaan pengadaan pada tahun sebelumnya sebagai bahan perbaikan ke depan. Arahan yang disampaikan juga mencakup upaya antisipatif dalam menghadapi potensi kendala teknis maupun administratif, sehingga proses pengadaan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Keikutsertaan Rutan Jepara dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen satuan kerja dalam mendukung tata kelola pengadaan yang profesional dan berintegritas. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan terpenuhinya hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam penyediaan makanan yang layak, aman, dan sesuai standar. Melalui kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut, diharapkan Rutan Jepara mampu mengimplementasikan seluruh ketentuan dan arahan pengadaan BAMA TA 2026 secara optimal, sehingga layanan pemasyarakatan dapat terlaksana dengan tertib, tepat waktu, serta dapat dipertanggungjawabkan. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Desember 2025 – Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menjadi momen istimewa yang sarat makna. Melalui pelaksanaan upacara bendera, Rutan Jepara menegaskan komitmennya dalam menghargai kontribusi perempuan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan. Upacara yang digelar di lapangan Rutan Jepara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dengan penuh kedisiplinan. Kepercayaan kepada petugas perempuan, Munadliroh, untuk bertindak sebagai Inspektur Upacara menjadi simbol penguatan peran perempuan di lingkungan kerja, khususnya dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan tanggung jawab. Dalam penyampaian amanat, Inspektur Upacara mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai refleksi bersama. Nilai pengabdian, ketulusan, dan kepedulian sosial disebut sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas, baik sebagai aparatur negara maupun sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Setiap rangkaian upacara dilaksanakan secara sederhana namun sarat nilai, mencerminkan semangat kebersamaan serta profesionalisme pegawai Rutan Jepara dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan berorientasi pada pelayanan humanis. Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, Rutan Jepara berharap semangat kesetaraan dan penghargaan terhadap peran perempuan terus terjaga, sekaligus menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas kinerja serta pengabdian di bidang pemasyarakatan. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 Desember 2025 – Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai pertemuan antara Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki yang akrab disapa Mbah So, bersama Sekjen Squad Nusantara DPC Jepara, Baidon Safi’i, dengan Ketua DPW Squad Nusantara, BPK Didik Nalogo. Pertemuan berlangsung pada hari Minggu, 21 Desember 2025, pukul 13.00 WIB di rumah makan Pondok Indah yang terletak di kawasan Pantai Bondo, Bondo Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini merupakan agenda santai sekaligus jalan-jalan bersama keluarga besar Squad Nusantara. Namun, di balik suasana rileks, pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas sejumlah persoalan yang tengah dihadapi ormas Squad Nusantara, serta merumuskan strategi ke depan agar organisasi bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mbah So menjelaskan, “Pertemuan ini selain menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan keluarga, juga kami gunakan untuk evaluasi dan berdiskusi tentang langkah-langkah strategis yang harus diambil agar Squad Nusantara dapat semakin solid dan berperan aktif di masyarakat.” Didik Nalogo, Ketua DPW Squad Nusantara, menambahkan bahwa koordinasi yang intensif antara pengurus di tingkat daerah dan pusat sangat penting untuk menjaga konsistensi visi dan misi ormas ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh DPC maupun ranting-ranting di bawahnya selaras dengan tujuan organisasi. Dengan komunikasi yang terbuka dan rutin seperti ini, kami yakin Squad Nusantara akan semakin kuat,” ujarnya. Pertemuan yang berlangsung di tepi pantai ini juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat komitmen dalam menjalankan program-program sosial dan kemasyarakatan yang selama ini menjadi ciri khas Squad Nusantara. (Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta -Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap oknum Jaksa dalam beberapa waktu terakhir mendapat apresiasi sekaligus menjadi tantangan besar bagi lembaga antirasuah tersebut. Penangkapan ini menunjukkan keberanian KPK menindak aparat penegak hukum yang diduga terlibat korupsi. Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, menilai langkah tersebut sebagai pencapaian penting. Namun, ia juga menegaskan bahwa OTT bukanlah akhir, melainkan awal dari ujian yang sesungguhnya. “KPK telah melakukan penindakan dengan baik, yaitu menindaklanjuti laporan masyarakat sehingga bisa melakukan OTT. Terutama yang terakhir, bisa melakukan 3 OTT sekaligus dalam sehari,” kata Novel kepada wartawan, dikutip dari Rmol.id, Minggu, 21 Desember 2025. Novel menambahkan bahwa OTT terhadap oknum Jaksa adalah prestasi yang patut diapresiasi, namun KPK harus mampu menyelesaikan penanganan perkara dengan optimal agar tindakan tersebut berujung pada efek jera. “Ini prestasi dan sekaligus ujian bagi KPK, apakah setelah berhasil melakukan OTT tersebut kemudian penyelesaian penanganan perkaranya bisa dilakukan dengan optimal,” ujarnya. Dalam operasi ini, KPK menangkap sejumlah jaksa di beberapa daerah seperti Banten, Bekasi, dan HSU Kalimantan Selatan yang diduga melakukan praktik pemerasan dan suap. Kasus-kasus tersebut kini sedang ditangani dengan proses hukum yang ketat. Novel berharap KPK dapat menjalankan tugasnya secara objektif dan profesional agar pemberantasan korupsi di lingkungan penegak hukum bisa terus berlanjut dan menimbulkan efek jera yang signifikan. (Wely)