JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, Selasa 7 April 2026 — Semangat kebersamaan dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Pada pukul 17.00 WIB, jajaran pengurus melaksanakan kegiatan sosial dengan menjenguk anak dari salah satu anggota yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Anak yang dijenguk adalah Tsamara Adeva Zahsy, putri dari Bapak H. Zainal Mahfudh, anggota Squad Nusantara PAC Tahunan. Saat ini, Tsamara tengah dirawat di Rumah Sakit Islam Jepara dan membutuhkan dukungan serta doa dari keluarga besar organisasi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Sosial Srikandi DPC Jepara, Dian Dwi Rahayanti, bersama para anggota lainnya. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pihak keluarga, yang merasa terbantu secara moril atas perhatian yang diberikan. Selain menjalin silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial antar anggota, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan dalam tubuh Squad Nusantara. Dukungan moral dan doa bersama pun dipanjatkan agar Tsamara segera diberikan kesembuhan. Melalui kegiatan seperti ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus menunjukkan komitmennya untuk hadir dan saling menguatkan di tengah berbagai kondisi yang dihadapi anggotanya.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 April 2026 — Wujud kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Pada Selasa sore pukul 16.00 WIB, jajaran pengurus dan anggota melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka salah satu keluarga anggota di Desa Suwawal Timur RT 01 RW 02, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.   Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati atas meninggalnya ibu dari Bapak Petrus Santoso dan Ibu Niki, yang merupakan bagian dari keluarga besar Squad Nusantara Pakis Aji. Kehadiran para anggota Srikandi Squad Nusantara menjadi dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota.   Acara takziah dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Sosial (Wakabidsos) Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Ibu Dian Dwi Rahayanti, bersama jajaran. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan doa, belasungkawa, serta memberikan semangat kepada keluarga agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.   Suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan tersebut. Para anggota yang hadir turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta segala amal ibadahnya diterima.   Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Srikandi Squad Nusantara dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 April 2026 — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB, jajaran pengurus dan anggota menggelar kegiatan sosial dengan menjenguk salah satu anggota mereka yang sedang sakit, yakni safik warga Dukuh Gedong RT 03 RW 03, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.   Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Sosial, Dian Dwi Rahayanti, bersama sejumlah pengurus dan anggota lainnya. Kehadiran rombongan ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di dalam organisasi.   Putu Shima diketahui baru saja pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya. Dalam kesempatan itu, para anggota Srikandi Squad Nusantara memberikan semangat, doa, serta perhatian agar yang bersangkutan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.   Dian Dwi Rahayanti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah anggotanya, terutama saat menghadapi kondisi sulit. “Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai keluarga besar Srikandi Squad Nusantara. Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri, terutama saat sedang sakit,” ujarnya.   Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Selain memberikan dukungan moril, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota agar tetap solid dan saling menguatkan. Melalui kegiatan ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara berharap nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial dapat terus terjaga, tidak hanya di dalam organisasi, tetapi juga di tengah masyarakat luas.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,- Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Wuling dan sepeda motor Honda PCX di Jalan Raya Jepara–Bangsri, tepatnya di depan Warung Makan Ijo (MBAHE), Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Senin (6/4/2026) malam. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.15 WIB itu mengakibatkan satu orang pengendara motor mengalami luka-luka. Selain itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Wuling bernomor polisi A 1853 VGA yang dikemudikan oleh seorang pria warga negara asing berinisial LI X (41) melaju dari arah Jepara menuju Bangsri. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak sepeda motor Honda PCX yang melaju di depannya,ungkap Kanit laka iptu Arianto Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews 7/4/2026.   Sepeda motor tersebut diketahui dikendarai oleh M. Khoiro Zadit Taqwa, warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Jepara. Benturan yang terjadi menyebabkan korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Menariknya, setelah terjadi tabrakan, pengemudi mobil tidak langsung menghentikan kendaraannya. Ia justru terus melaju, yang kemudian memicu reaksi warga sekitar untuk melakukan pengejaran.   Pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah mobil yang dikemudikan pelaku menabrak tiang telepon di bahu jalan sebelah kiri. Warga yang berhasil menghentikan kendaraan tersebut kemudian mengamankan situasi hingga petugas kepolisian datang ke lokasi.   Pihak kepolisian dari Polres Jepara telah melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.   Polisi juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama pada malam hari, guna menghindari kejadian serupa. (Wely)

JATENG:Bidik-kasunews.com Jepara, 6 April 2026 — Lebih dari 4.600 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jepara menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring tingginya porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).   Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari APBD. Namun, data Laporan Kinerja Pertanggungjawaban Daerah (LKPJ) 2025 menunjukkan, Pemkab Jepara masih mengalokasikan 44,35 persen anggaran untuk belanja pegawai, atau sekitar Rp1,142 triliun.   Proyeksi tahun 2027 memperkirakan angka ini masih di kisaran 38 persen. Ketua Komisi D DPRD Jepara, Andi Rokhmat, menyoroti kondisi ini sebagai masalah serius. “Kenaikan beban belanja pegawai ditambah penurunan dana transfer ke daerah membuat tekanan anggaran semakin berat,” ujarnya dikutip dari RMOLJateng,6/4/2026.   Andi menambahkan, kebutuhan gaji PPPK diperkirakan mencapai Rp268 miliar pada 2027, menjadi faktor utama tingginya proporsi belanja pegawai. Pemerintah daerah tengah mempertimbangkan opsi seperti pengurangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau mencari skema pendanaan alternatif.   Meski demikian, pengurangan TPP dikhawatirkan menurunkan motivasi dan kinerja aparatur. Sebagai jalan keluar, DPRD Jepara mengusulkan agar pemerintah pusat membantu pembiayaan gaji PPPK melalui APBN. Usulan ini rencananya akan disampaikan melalui gubernur ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, dan Kementerian Keuangan.   Dengan dukungan pemerintah pusat, beban APBD dapat berkurang tanpa mengorbankan hak para PPPK, sekaligus menjaga kelangsungan pelayanan publik. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 April 2026 — Rutan Kelas IIB Jepara terus menegaskan komitmen terhadap pembangunan Zona Integritas melalui rapat tim WBK/WBBM yang dihadiri seluruh pejabat dan staf terkait. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan program menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) berjalan efektif. Rapat ini difokuskan pada evaluasi capaian kinerja, verifikasi data dukung, dan penyusunan strategi peningkatan pelayanan publik. Selain itu, tim juga menyoroti penguatan pengawasan internal serta identifikasi kendala yang perlu ditangani agar setiap indikator penilaian WBK/WBBM dapat terpenuhi.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H., menekankan bahwa pencapaian predikat WBK/WBBM bukan sekadar formalitas administratif, melainkan perubahan budaya kerja seluruh pegawai. “Kami ingin setiap pegawai memiliki pola pikir yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Renza.   Ia menambahkan, keberhasilan Zona Integritas membutuhkan kerja sama yang solid dan konsistensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Dengan sinergi tim yang kuat, Rutan Jepara optimistis dapat meraih predikat WBK/WBBM sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” tutupnya.   Rapat berlangsung tertib dan produktif, memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 April 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP).   Melalui survei ini, Rutan Jepara ingin memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga warga binaan dan para pengunjung. Selain itu, survei juga menjadi tolok ukur dalam menilai sejauh mana integritas petugas dalam menjalankan tugasnya. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan penilaian secara objektif. Pengisian survei dilakukan dengan mudah melalui sistem digital berbasis QR Code yang tersedia di area pelayanan. “Partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan untuk menilai dan memperbaiki kualitas layanan. Kami berkomitmen menjadikan hasil survei ini sebagai dasar dalam melakukan pembenahan secara berkelanjutan,” jelasnya.   Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang profesional dan bebas dari praktik korupsi. Dengan adanya SPAK dan SPKP, Rutan Jepara dapat memetakan berbagai aspek yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas, prosedur, maupun sikap petugas.   Ke depan, Rutan Jepara berharap pelaksanaan survei ini mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih responsif dan berorientasi pada pelayanan. Sinergi antara masyarakat dan petugas diyakini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin baik di Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Turnamen e-sport Kartinians MLBB Championship yang digelar di Gedung Shima Setda Kabupaten Jepara sukses menjadi magnet bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dunia digital. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), ini menghadirkan persaingan ketat antar tim dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Sebanyak 64 peserta ikut ambil bagian, menjadikan turnamen ini salah satu ajang e-sport terbesar di Jepara.   Diselenggarakan atas kolaborasi Polres Jepara, Unisnu, dan berbagai pihak terkait, turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan serta penyaluran minat dan bakat pemuda di bidang e-sport.   Hadir dalam penutupan acara, jajaran Forkopimda Jepara memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menilai e-sport kini telah berkembang menjadi cabang yang menuntut kecerdasan taktik dan kerja sama tim. “Turnamen ini membuka wawasan kita bahwa e-sport bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana melatih strategi dan kekompakan. Ini sangat positif bagi generasi muda,” ungkapnya.   Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung aktivitas kreatif anak muda. Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan positif seperti ini menjadi salah satu cara efektif dalam membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra generasi muda. Kegiatan seperti ini akan terus kami dukung,” ujarnya.   Pada puncak kompetisi, tim Orca berhasil menunjukkan performa terbaik dan keluar sebagai juara pertama. Mereka mampu mengungguli tim Bms yang harus puas di posisi kedua. Sementara itu, tim Nion Store dan Skagara Aquarius masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat. Ke depan, Forkopimda Jepara berencana melanjutkan rangkaian kegiatan kepemudaan dengan menggelar event olahraga lain, termasuk pertandingan tinju yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April mendatang. Turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem e-sport yang sehat dan berkelanjutan di Jepara, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda berprestasi dari daerah. (Wely) Sumber:Humas polres Jepara

Bidik-kasusnews.com Jakarta Selatan, 4 April 2026 — Insiden tidak menyenangkan menimpa sejumlah jurnalis yang tengah meliput kegiatan pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) di Apartemen The Elements, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ketegangan terjadi setelah musyawarah berlangsung, yang berujung pada dugaan intimidasi terhadap awak media di lokasi.   Sejumlah wartawan mengaku mendapat perlakuan tidak bersahabat dari pihak yang mengatasnamakan penghuni apartemen. Situasi memanas ketika beberapa orang melontarkan kata-kata kasar serta melakukan perekaman terhadap jurnalis tanpa persetujuan.   Rahman Sugidiyanto, salah satu jurnalis yang berada di lokasi, mengungkapkan bahwa kericuhan bermula saat rekan-rekannya terlebih dahulu mendapat tekanan. Ia menyebut kehadiran media sebenarnya atas undangan salah satu pemilik unit yang menginginkan transparansi dalam proses musyawarah. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelumnya. Namun setelah acara, justru muncul intimidasi yang membuat situasi tidak kondusif,” ujarnya.   Hal senada disampaikan Doni, jurnalis lainnya, yang merasa keberadaannya dipertanyakan dengan nada tinggi oleh sejumlah orang. Ia juga mengaku direkam secara beramai-ramai tanpa izin, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.   Para jurnalis menegaskan bahwa aktivitas peliputan merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang. Mereka juga menyatakan bahwa seluruh wartawan yang hadir merupakan anggota organisasi profesi resmi.   Di sisi lain, proses pembentukan PPPSRS Apartemen The Elements turut menuai kritik dari sejumlah pemilik unit. Mereka menilai pelaksanaan musyawarah belum sepenuhnya memenuhi prinsip transparansi dan partisipasi sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.   Beberapa pemilik mengungkapkan bahwa sosialisasi dinilai minim dan hanya dilakukan secara sepihak melalui surat elektronik tanpa forum diskusi terbuka. Selain itu, dokumen penting terkait tata tertib dan pembentukan panitia disebut tidak disampaikan secara lengkap kepada seluruh pemilik.   Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah tahapan pemilihan pengurus yang dinilai berlangsung terlalu cepat. Waktu kampanye yang sangat singkat serta kurangnya keterbukaan dalam proses verifikasi calon menimbulkan tanda tanya di kalangan pemilik.   Tak hanya itu, kejelasan mengenai daftar pemilih dan mekanisme penggunaan hak suara juga belum tersosialisasi secara menyeluruh. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa hasil musyawarah berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.   Sejumlah pihak berharap agar proses pembentukan PPPSRS dapat dilakukan secara lebih terbuka, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum, guna menghindari konflik berkepanjangan di lingkungan apartemen.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 April 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi peduli lingkungan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi pemasyarakatan dalam menjaga kebersihan sekaligus mempererat kebersamaan. Aksi tersebut dilaksanakan dengan menyasar berbagai area strategis, baik di dalam lingkungan rutan maupun di fasilitas umum sekitar. Para petugas terlihat aktif melakukan pembersihan, mulai dari menyapu halaman, membersihkan sudut-sudut area, hingga merapikan fasilitas yang digunakan bersama.   Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini mencerminkan komitmen Rutan Jepara dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepedulian sosial serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa peringatan HBP tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai ajang untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat langsung bagi lingkungan.   “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan juga hadir dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.   Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan serta memperkuat nilai gotong royong yang menjadi bagian dari budaya bangsa. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Rutan Jepara tidak hanya memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, tetapi juga mempertegas perannya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis, baik di dalam maupun di luar rutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara