JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah momentum penting tercipta dalam perjalanan organisasi Squad Nusantara di Kabupaten Jepara, dengan diresmikannya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Bate Alit. Acara yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus inti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta perwakilan dari seluruh PAC se-Kabupaten Jepara. Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Bapak Eko Basuki atau yang akrab disapa Mbah So, hadir langsung dalam acara ini. Ia didampingi oleh Penasehat DPC, Bapak Harno, serta Ketua Harian DPC, Bapak Wawan. Ketua PAC Bate Alit, Bapak Ali, juga turut hadir bersama para Ketua PAC lainnya sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap pengembangan organisasi di wilayah Bate Alit. Dalam sambutannya, Mbah So menyampaikan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh PAC Bate Alit. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam merekrut anggota baru serta terus membangun sinergi dengan masyarakat. > “PAC Bate Alit harus menjadi ujung tombak penguatan organisasi di tingkat akar rumput. Semangat dalam perekrutan anggota harus diiringi dengan komitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Mbah So. Lebih lanjut, Ketua DPC juga memberikan arahan khusus agar PAC mulai aktif merekrut anggota Srikandi, sebagai bagian penting dari struktur Squad Nusantara yang mampu membawa energi dan peran strategis dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Penasehat DPC, Bapak Harno, turut memberikan dukungan dan harapannya agar PAC Bate Alit bisa berkembang dan menjadi contoh bagi PAC lainnya. Sementara Ketua Harian, Bapak Wawan, mengapresiasi kekompakan dan kesiapan pengurus PAC Bate Alit dalam menjalankan tugas organisasi. Dengan peresmian ini, diharapkan PAC Bate Alit bisa menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat eksistensi dan peran Squad Nusantara di Kabupaten Jepara, khususnya dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA:4-mei-2025 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan berbagai gagasan strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, salah satunya adalah pembentukan Koperasi Merah Putih. Gagasan ini disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (ORMAS) yang bergerak di bidang pengawasan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ketua ORMAS PEKAT-IB Jepara,Priyo hardono dalam sebuah pernyataannya, menyebut bahwa Koperasi Merah Putih adalah ide yang sangat baik dan relevan dengan semangat memperkuat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi yang berbasis pada semangat nasionalisme dan gotong royong ini bisa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun, di balik apresiasi tersebut, Ketua ORMAS PEKAT-IB juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan bahwa setiap program berskala besar yang melibatkan dana publik memiliki potensi celah penyimpangan, khususnya dalam bentuk korupsi. Hal ini bisa terjadi apabila sistem pengawasan terhadap pelaksanaan koperasi tersebut tidak dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. “Gagasannya sangat bagus, tapi jangan sampai koperasi ini menjadi lahan baru korupsi karena lemahnya pengawasan. Kita harus belajar dari program-program sebelumnya yang tidak maksimal akibat pengawasan yang lemah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di tingkat desa sebenarnya sudah ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bisa dijadikan sarana untuk penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, jika BUMDes yang sudah ada diberdayakan dan dimaksimalkan dengan dukungan pemerintah pusat, maka hasilnya bisa sangat signifikan tanpa perlu membentuk struktur baru yang rentan tumpang tindih atau disalahgunakan. “Daripada membuat struktur baru, sebaiknya pemerintah juga fokus memperkuat yang sudah ada. BUMDes bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa jika dijalankan dengan baik,” katanya. Pernyataan ini membuka ruang diskusi yang penting mengenai efektivitas program pemerintah dan strategi pelaksanaannya di lapangan. Program sebesar Koperasi Merah Putih tentu membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat sipil agar dapat berjalan sesuai tujuan awalnya. Selain pengawasan yang ketat, diperlukan juga transparansi dalam pengelolaan dana dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, koperasi ini tidak hanya menjadi simbol semangat nasionalisme ekonomi, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Presiden Prabowo sendiri dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat. Oleh karena itu, keberhasilan Koperasi Merah Putih akan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan ekonomi yang konkret dan berpihak kepada rakyat kecil. Jika pengawasan diperkuat dan pelaksanaan dilakukan dengan tepat sasaran, maka Koperasi Merah Putih bisa menjadi warisan besar bagi pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan.(Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Tim dari Bareskrim Polri bersama penyidik Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus predator seksual terhadap 31 anak di Jepara. Olah TKP dilakukan di sebuah kamar kos yang diduga menjadi lokasi terjadinya kejahatan, dengan tersangka berinisial S (21) turut dihadirkan ke lokasi dalam kondisi tangan diborgol. Kasubbid Biologi Serologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Taufik, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penyidikan berbasis Scientific Crime Investigation (SCI). Tim forensik berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang relevan, termasuk bercak sperma di dalam kamar kos tersebut. “Diduga bercak sperma atau material biologi dari korban maupun pelaku. Apakah material biologi berupa bercak sperma yang kita temukan tadi di kamar kosan apakah cocok dengan pelaku,” ungkap Irfan kepada media. Meskipun jumlahnya sedikit, bercak tersebut tetap dapat diperiksa menggunakan teknologi forensik untuk menentukan kecocokan DNA. Hasil dari uji laboratorium ini akan menjadi kunci untuk memastikan apakah benar pelaku membawa korban ke lokasi tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut juga akan dilakukan terhadap kemungkinan keberadaan bercak darah atau rambut, yang kemudian akan dicocokkan dengan data korban satu per satu. Proses ini penting untuk membuktikan secara ilmiah bahwa kejadian asusila terjadi di lokasi yang sama, sekaligus memperkuat pengakuan tersangka dan keterangan para saksi. Langkah yang diambil Bareskrim Polri dan Polda Jateng ini menjadi bagian penting dari proses penegakan hukum dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak yang sangat memprihatinkan dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: detikNews

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 3 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap peran penting pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa. “Dalam setiap kata yang ditulis, pers membangun kesadaran. Dalam setiap berita yang disampaikan, pers menyalakan harapan. Mari kita dukung pers yang bebas, jujur, dan berintegritas sebagai pilar penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Pesan ini menekankan peran vital media sebagai pilar keempat demokrasi yang bertugas menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dalam konteks Indonesia yang tengah menatap visi besar Indonesia Emas 2045, kebebasan pers menjadi fondasi untuk memperkuat partisipasi publik, menjaga akuntabilitas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Polri, melalui Divisi Humas, terus berkomitmen untuk membangun kemitraan strategis dengan insan pers, menciptakan ruang komunikasi yang terbuka, serta mendorong transparansi dalam penyampaian informasi publik. Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei merupakan momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan memperkuat kemerdekaan pers sebagai bagian dari sistem demokrasi yang sehat. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Suasana berbeda terasa di Hotel D’Season, Jepara, pada Sabtu (03/05), saat Pemerintah Kabupaten Jepara bersinergi dengan PT Penerbit Erlangga untuk menggelar Edu Day dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Mengusung tema “Empowering Education in the Digital Era; Sebagai Strategi Efektif Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka”, acara ini menyatukan pemikiran dan semangat dari berbagai pihak demi masa depan pendidikan yang lebih relevan dan adaptif. Bintang tamu Shahnaz Haque membuka sesi inspirasional dengan pandangan yang menyentuh: pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai, melainkan tentang bagaimana membentuk karakter dan membuka potensi manusia secara utuh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendekatan inovatif yang berpihak pada kebutuhan siswa. > “Kita harus memahami bagaimana otak bekerja agar proses belajar bisa diarahkan sesuai potensi alami anak. Ini penting agar pendidikan tak lagi seragam, tapi personal dan bermakna,” ujarnya. PT Penerbit Erlangga dalam kesempatan ini juga memperkenalkan Erklika, platform digital yang menawarkan video pembelajaran fleksibel dan berkualitas tinggi. Langkah ini dianggap selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang mendorong pembelajaran kontekstual dan berbasis minat siswa. Tak hanya dari sisi teknologi, acara ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya identitas budaya dalam pendidikan. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengingatkan bahwa pendidikan digital tidak boleh mengabaikan akar lokal dan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa. > “Pendidikan harus memerdekakan, bukan membatasi. Budaya ukir, membatik, dan semangat gotong royong yang menjadi warisan Jepara harus kita bawa ke dalam kelas, ke dalam hati anak-anak kita,” katanya. Edu Day bukan hanya panggung diskusi, tetapi juga momentum kebangkitan. Di tengah arus digitalisasi yang deras, acara ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan kesadaran budaya, pendidikan Indonesia dapat terus tumbuh menjadi lebih adaptif, manusiawi, dan bermakna. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam insiden kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) yang terjadi pada Kamis, 1 Mei 2025. Enam orang tersebut diketahui berasal dari kelompok anarko, yang diduga kuat menjadi dalang di balik aksi kekerasan dan pengrusakan fasilitas umum di kawasan Jalan Pahlawan, Semarang. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi menyampaikan bahwa para tersangka telah memenuhi unsur hukum untuk dijerat dengan Pasal 214 KUHP dan subsider Pasal 170 KUHP. Dalam keterangannya pada Sabtu (4/5), Syahduddi menjelaskan bahwa masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam peristiwa kerusuhan tersebut, mulai dari perencanaan aksi hingga pelaksanaan kekerasan terhadap aparat keamanan. “Enam tersangka ini tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga menyerang petugas dengan batu, kayu, dan benda berbahaya lainnya. Ada juga yang bertugas memprovokasi dengan mengenakan atribut hitam untuk mengaburkan identitas mereka,” jelasnya. Identitas kelompok ini terungkap dari sebuah grup WhatsApp bertuliskan “anarko” yang menjadi pusat komunikasi mereka. Polisi kini tengah mendalami aktivitas digital kelompok tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual yang mengarahkan aksi mereka. Kericuhan terjadi saat unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung damai di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah mendadak berubah menjadi aksi anarkis. Massa berpakaian hitam yang tergabung dalam kelompok anarko melakukan pembakaran dan merusak fasilitas publik, termasuk pagar dan taman kota, yang kemudian digunakan untuk melukai aparat. Tiga anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Aparat akhirnya mengambil langkah tegas dengan membubarkan massa secara terukur menjelang pukul 17.45 WIB. Setelah situasi terkendali, lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal dan aktivitas masyarakat berangsur pulih. “Kami akan terus memburu jaringan anarko lainnya di wilayah Semarang. Ini komitmen kami untuk menjaga kota tetap aman dan bebas dari tindak anarkis,” tegas Syahduddi. Polrestabes Semarang memastikan penyelidikan akan terus berlanjut hingga seluruh pihak yang terlibat dalam kerusuhan Mayday diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(Wely-jateng) Sumber:humas polrestabes semarang

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 2 Mei 2025 – Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) terus mendalami perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dan/atau gratifikasi dalam penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada Jumat, 2 Mei 2025, sebanyak tiga orang saksi diperiksa oleh penyidik guna memperkuat alat bukti dan melengkapi berkas perkara. Salah satu saksi yang diperiksa berinisial FA, yang diketahui menjabat sebagai pejabat pada Biro Hukum Kementerian Perdagangan. Pemeriksaan terhadap FA dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi yang melibatkan Tersangka WG dan pihak-pihak lainnya. Perkara ini berkaitan dengan upaya pengaruh terhadap proses hukum yang tengah berlangsung di lingkungan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” demikian pernyataan resmi Kejaksaan Agung melalui keterangan tertulis. Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyentuh aspek integritas lembaga peradilan. Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi yang mencederai sistem peradilan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semangat patriotisme dan kepedulian sosial kembali digelorakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jepara melalui penyelenggaraan Apel 5.000 Kader dan Kemah Bakti pada 3–4 Mei 2025 di Desa Watuaji, Kecamatan Keling. Kegiatan berskala besar ini menjadi simbol komitmen Ansor dalam memperkuat peran pemuda untuk membangun daerah, terutama dalam sektor pertanian yang krusial bagi ketahanan pangan nasional. Momentum ini akan diramaikan oleh kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Ketua KPK RI Fitroh Rohcahyanto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Bupati Jepara Witiarso Utomo, dan jajaran pengurus GP Ansor dari pusat, wilayah, hingga ranting. Ketua Panitia, Fuad Fahmi, menjelaskan bahwa apel dan kemah bakti ini menjadi ruang konsolidasi seluruh elemen Ansor di Kabupaten Jepara sekaligus ajang memperluas wawasan dan kontribusi konkret kader terhadap pembangunan. “Patriotisme tidak hanya ditunjukkan lewat kata-kata, tapi melalui kerja nyata. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kader Ansor siap berada di garis depan membangun desa dan memperkuat ketahanan pangan,” kata Fuad. Salah satu program utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah penanaman puluhan hektare lahan produktif oleh kader-kader Ansor. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian serta mendorong lahirnya petani muda yang mandiri dan inovatif. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Jepara, Ainul Mahfud, mengajak seluruh kader untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal gerakan yang lebih luas dan berdampak. “Kita buktikan bahwa pemuda Ansor bukan hanya barisan pelindung nilai, tapi juga pelaksana gagasan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung, mengingat jumlah peserta yang sangat besar. Melalui Apel 5.000 Kader dan Kemah Bakti ini, GP Ansor Jepara mengirimkan pesan kuat bahwa kolaborasi, pengabdian, dan semangat gotong royong adalah kunci dalam membangun Jepara yang mandiri, kuat, dan berdaya saing. Dari desa, langkah kecil itu diambil untuk membangun bangsa. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, berubah tegang pada Kamis sore (1/5/2025), ketika ratusan buruh yang menggelar aksi turun ke jalan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Massa aksi, yang sebagian besar mengenakan kaus hitam, terlihat mulai tidak terkendali ketika mencoba memaksa masuk ke halaman kantor gubernur. Mereka merusak pagar pembatas di sekitar jalan dan menggunakan besi pagar yang diambil untuk melempari gerbang kantor pemerintahan. Aparat kepolisian yang sudah bersiaga dengan peralatan pengamanan lengkap, termasuk kendaraan water cannon, langsung menghadang aksi tersebut. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat massa yang justru semakin beringas dan melontarkan makian kepada petugas. Lemparan botol air mineral dan batu menghujani barisan pengamanan. Situasi memanas dengan aksi saling dorong, hingga akhirnya polisi membuka pagar dan bergerak untuk mendorong mundur peserta aksi yang mulai anarkis. Setelah upaya negosiasi, ketegangan sempat mereda. Massa berhasil diarahkan keluar dari area gerbang, dan situasi terlihat mulai kondusif. Namun ketenangan itu hanya berlangsung sejenak. Kurang dari 15 menit kemudian, kericuhan kembali terjadi di titik yang sama. Aksi May Day tahun ini mencerminkan tingginya eskalasi tuntutan buruh, namun juga menjadi catatan penting tentang pentingnya pengendalian massa dan dialog yang lebih humanis antara aparat dan peserta aksi. (Wely-jateng) Sumber:Radarsemarang.ID

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pola Jateng- Kota Semarang | Komitmen Polri dalam memberikan pengamanan yang humanis di tunjukan dalam pengawalan keberangkatan ratusan buruh dari Kabupaten Jepara menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mengikuti aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis (1/5/2025). Pengawalan dilakukan oleh jajaran Satlantas Polres Jepara bersama petugas gabungan dari stakeholder terkait. Sebanyak 170 buruh dari tiga serikat besar di Jepara, yakni FSPMI Jepara Raya, FSPIP, dan KSPN diberangkatkan dari SPBU Kriyan, Kalinyamatan, sejak pukul 07.30 WIB. Dengan menggunakan mobil komando, kendaraan bak terbuka, elf, dan sepeda motor, para buruh dikawal oleh Polri menuju Kota Semarang melalui jalur darat. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa pengawalan yang dilakukan merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat yang akan melakukan Demo memperingati Mayday 2025. ” Kegiatan pengawalan dilakukan secara humanis dan profesional. Tugas kami adalah mengawal perjalanan mereka agar tiba dengan selamat, tertib, sehingga dapat menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Kombes Pol Artanto saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (1/5/2025). Kabidhumas menyebut selama perjalanan hingga tiba di titik kumpul di Jalan Pahlawan Kota Semarang seluruh peserta aksi dalam keadaan selamat dan mampu menjaga ketertiban. Para buruh Jepara membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut, di antaranya menolak outsourcing, meminta pembentukan Satgas PHK, serta mendorong pengesahan RUU PPRT ( Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) dan RUU Perampasan Aset. Kabid Humas menyebut kegiatan pengawalan seperti ini menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengawal demokrasi yang sehat dan damai. Hingga saat ini situasi aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jalan Pahlawan masih dalam keadaan kondusif tanpa ada gangguan. “Kegiatan ini bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas di momen penting seperti May Day. Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap tertib dan tidak melakukan pelanggaran hukum selama kegiatan berlangsung,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng