JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng) JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis Aji sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB mengakibatkan tanah longsor di Desa Gronggong, Desa Tanjung. Longsor tersebut menimpa rumah salah satu warga, Bapak Agus, yang tinggal di RT 30/04. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara bersama anggota dan didampingi PAC Pakis Aji segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPC Srikandi Squad Nusantara, Bapak Eko Basuki, Ketua Harian Bapak Wawan, serta anggota lainnya, termasuk Bapak Sugeng, Bapak Inggi Tanjung, dan Bapak Harianto. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Inggi menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Ia berharap sinergi antara anggota PAC Pakis Aji dengan masyarakat di Desa Tanjung bisa semakin erat, sehingga ke depan dapat lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. “Kami sangat bangga dengan inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Semoga para anggota di PAC Pakis Aji semakin aktif bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Tanjung,” ungkap Bapak Inggi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor. Dukungan dan kerja sama antara berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu warga yang terdampak serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi sulit. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan selalu siap siaga dalam menghadapi bencana. Semoga kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Wely-jateng)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:23-Maret-2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Senggrong, Kecamatan Pakis Aji, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa rumah salah satu warga. Kejadian yang terjadi pada Minggu sore, pukul 17.00 WIB, mengakibatkan kerusakan di rumah milik Bapak Agus yang berlokasi di RT 29/04, Dukuh Gronggong, Desa Tanjung. Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta posisi rumah yang berada di bawah tebing. Material tanah yang longsor menyebabkan kerusakan pada bagian rumah, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi korban dan memberikan bantuan darurat. Kehadiran tim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Selain memberikan bantuan, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan warga sekitar serta mencegah longsor susulan Upaya Tanggap Darurat dan Imbauan Tim relawan dan warga sekitar bekerja sama untuk membersihkan puing-puing akibat longsor. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan asesmen terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kelestarian vegetasi di daerah perbukitan serta menghindari pembangunan rumah di lereng curam sangat disarankan guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Srikandi Squad Nusantara mengajak semua pihak untuk saling membantu dalam menghadapi bencana alam serta terus meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana demi keselamatan bersama.(Wely-jateng)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, serta jajaran kepala daerah, melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di Karimunjawa pada Sabtu (22/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aksesibilitas ke kawasan wisata Karimunjawa, yang semakin berkembang sebagai destinasi unggulan. Dalam tinjauan tersebut, Bupati Jepara menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi jalan di Karimunjawa dan akan segera melakukan perbaikan setelah Lebaran. “Kami akan melakukan penanganan melalui klinik jalan secara menyeluruh pada ruas jalan kabupaten di Karimunjawa sepanjang 25 kilometer, dengan menggunakan material yang lebih baik dan tahan lama,” ujar Bupati saat memeriksa kondisi jalan. Selain penambalan jalan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan proposal pengajuan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Jika disetujui, maka perbaikan ini akan dilanjutkan dengan pengaspalan total pada tahun 2026. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut. “Kami akan mendukung langkah-langkah Bupati dalam menyelesaikan masalah infrastruktur di Karimunjawa. Tanpa infrastruktur yang baik, pengoptimalan sektor wisata akan sulit tercapai,” kata Agus Sutisna. Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Karimunjawa diharapkan dapat memperlancar akses wisatawan dan masyarakat setempat. Dengan akses jalan yang lebih baik, potensi wisata Karimunjawa dapat berkembang secara maksimal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan fasilitas pendukung dan promosi wisata yang lebih luas. Dengan adanya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan, Karimunjawa semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menyebabkan terjadinya tanah longsor pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 17.15 WIB. Longsoran tanah dari tebing setinggi 7 meter mengakibatkan tembok rumah milik Ibu Suni (55 tahun) jebol. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-. Kepala Desa papasan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan whatsap Sabtu(22/03/2025)Menyampekan Menurut kesaksian warga sekitar, Suluri (44 tahun) dan Sholeh (33 tahun) yang tinggal di RT 02 RW 01, kejadian ini berlangsung tiba-tiba. Saat itu, Suluri mendengar suara gemuruh dari arah rumah Ibu Suni. Merasa curiga, ia bersama Sholeh segera mengecek asal suara tersebut. Ketika mereka sampai di lokasi, tembok rumah Ibu Suni sudah dalam keadaan jebol akibat dorongan tanah longsoran. Diduga, kondisi tanah yang labil akibat curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama longsor tersebut.ujar kepala desa Kerugian dan Tindak Lanjut Kerugian yang dialami oleh Ibu Suni diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-, mencakup kerusakan tembok rumah dan perabotan yang terkena dampak longsor. Warga setempat bersama pihak terkait segera melakukan pembersihan dan gotong royong untuk membantu korban membersihkan puing-puing. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan bantuan serta solusi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di daerah yang rawan longsor. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan dengan curah hujan tinggi. Kesimpulan Bencana tanah longsor di Desa Papasan, Bangsri, Jepara menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah berbukit untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Tindakan pencegahan, seperti memperkuat struktur tanah dan membangun sistem drainase yang baik, menjadi langkah penting guna menghindari kejadian serupa di masa depan. Semoga korban dapat segera mendapatkan bantuan, dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi bencana serupa.(Wely-jateng)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) bagi empat Kapolres yang baru dilantik di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng. Dalam kesempatan itu, Irjen Ribut memberikan pesan penting kepada para Kapolres yang baru agar segera beradaptasi dengan wilayah tugasnya, serta fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.21 Maret 2025 Irjen Ribut menekankan pentingnya peran Kapolres dalam menjaga keamanan selama perayaan Idulfitri dan arus mudik. “Saya berharap para Kapolres dapat bekerja maksimal dalam memastikan keamanan pemudik serta kelancaran perayaan Idulfitri tahun ini,” ujar Irjen Ribut. Selain itu, Kapolda Jateng juga menjelaskan bahwa rotasi jabatan di kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Dia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi mereka selama bertugas dan berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. Irjen Ribut mengingatkan para Kapolres untuk memahami karakter masyarakat di wilayah masing-masing dan berpikir strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Ia juga menyoroti kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan Operasi Ketupat Candi 2025 yang bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran. Dengan adanya rotasi jabatan ini, Kapolda berharap kinerja Polda Jawa Tengah semakin baik, dengan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, terutama selama masa-masa perayaan besar seperti Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jpnn.com(22/03/2025)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya bagi Masyarakat pada Sabtu (22/3/2025) di Pendopo Kecamatan Jepara Kota. Acara ini diikuti oleh UMKM, LSM, dan organisasi masyarakat (ormas) di Jepara. Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Jepara, Budi Tres, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyoroti peran ekonomi kreatif, pemberantasan narkoba, serta pelestarian budaya sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan bangsa. Salah satu narasumber, Nur Saadah, M.Pd., menekankan bahwa budaya lokal harus tetap lestari di tengah pengaruh budaya asing. Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar tetap bangga terhadap budaya bangsa. Ia juga menyarankan pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan budaya daerah agar lebih dikenal luas. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jepara, Sri Hartini, menyoroti peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM harus mendapat dukungan dalam hal permodalan, pelatihan bisnis, serta pemasaran digital agar bisa bersaing di era global. Andang Wahyu Triyanto, pakar ekonomi, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses ekonomi, diversifikasi sektor pertanian dengan teknologi modern, serta kebijakan inklusif untuk mengatasi kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Jepara dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan budaya secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat, diharapkan Jepara bisa menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi dan kuat dalam menjaga warisan budaya.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah insiden nahas menimpa seorang pengendara motor yang merupakan mitra pengemudi Grab di Jepara. Sutomo bin Lukijo, warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, tertimpa pohon mangga yang tumbang di Jalan Lingkar Mulyoharjo, dekat jembatan, pada Jumat (22/3) sekitar pukul 15.10 WIB. Saat kejadian, Sutomo sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan dari Gacoan menuju Spekta Bandengan. Tanpa diduga, sebuah pohon mangga di tepi jalan tiba-tiba roboh dan menimpa dirinya. “Saya sedang berkendara seperti biasa, lalu tiba-tiba pohon itu tumbang dan menimpa saya. Sepertinya ada orang lain juga yang terkena, tapi saya tidak tahu pasti bagaimana kondisinya,” kata Sutomo saat ditemui di rumah sakit pada Sabtu (23/3). Akibat kejadian tersebut, Sutomo mengalami cedera cukup serius di tangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan salah satu jarinya mengalami patah tulang, sehingga dokter di Rumah Sakit Islam Jepara menyarankan agar segera dilakukan operasi. Selain menimbulkan korban luka, kendaraan yang digunakan Sutomo, yakni sepeda motor listrik jenis Polytron, mengalami kerusakan parah. Saat ini, motor tersebut diamankan di Polres Jepara untuk kepentingan penyelidikan. Sutomo berharap ada itikad baik dari pemilik pohon untuk membantu biaya pengobatan serta perbaikan motornya. Di lokasi kejadian, tim dari BPBD Jepara yang dibantu para relawan segera melakukan evakuasi pohon yang tumbang agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Berkat kerja sama petugas dan warga sekitar, jalan kini telah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab tumbangnya pohon tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kemungkinan adanya kompensasi bagi korban. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perawatan pohon di sekitar jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Semoga insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Di usia senjanya, Mbah Munasah (70), seorang janda lansia dari Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara, harus bertahan dalam kondisi yang penuh keterbatasan. Ia tinggal seorang diri di rumah berukuran 4 x 4 meter yang sangat sederhana. Rumah tersebut belum memiliki kasur yang layak, sementara kamar mandi dan WC hanya menggunakan bak gentong seadanya. Listrik pun bukan miliknya sendiri, melainkan bantuan dari tetangga yang dibayarkan oleh anaknya. Meski hidup dalam kondisi sulit, Mbah Munasah tetap memilih tinggal di rumahnya sendiri. Menurut salah satu tetangganya, Mbah Munasah adalah sosok yang teguh memegang prinsip bahwa biarpun rumahnya sederhana, ia tetap ingin tinggal di tempat yang sudah menjadi miliknya sendiri. Mengurus Anak ODGJ di Tengah Keterbatasan Mbah Munasah memiliki empat orang anak. Namun, salah satunya, Mudhofar, mengalami gangguan jiwa (ODGJ) sejak usia 20 tahun dan tinggal di rumah yang bersebelahan dengannya. Sementara itu, satu anaknya telah meninggal dunia, dan dua lainnya tinggal di sekitar rumahnya. Walaupun hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, anak-anaknya tetap berusaha membantu dengan memberikan makanan sehari-hari. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah Mudhofar belum memiliki e-KTP karena ia enggan mengurusnya. Padahal, jika memiliki e-KTP, ia bisa mendapatkan bantuan sosial seperti BLT dan program lainnya. RT dan RW setempat sudah berusaha membujuk Mudhofar, tetapi hingga kini ia tetap menolak untuk membuat KTP. Harapan Akan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Mbah Munasah dan keluarganya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Petinggi desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ini, namun hingga kini belum terealisasi. Keluarganya bahkan siap membantu secara tenaga dan waktu jika bantuan pembangunan rumah itu benar-benar terwujud. Sebelumnya, Mbah Munasah pernah mendapatkan bantuan dari Dana Desa dalam bentuk BLT serta bantuan dari PMI. Namun, untuk kondisi rumahnya yang tidak layak huni, ia masih menunggu uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan yang ingin membantu. Perlunya Perhatian dari Berbagai Pihak Kisah Mbah Munasah adalah potret perjuangan lansia di desa yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan. Pemerintah desa, komunitas sosial, maupun masyarakat umum bisa ikut berperan dalam membantu meringankan bebannya. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu Mbah Munasah antara lain: 1. Mendorong Pembuatan e-KTP untuk Mudhofar – Berkoordinasi dengan dinas sosial atau pihak terkait untuk membantu pengurusan administrasi bagi ODGJ agar bisa mendapatkan haknya. 2. Penggalangan Bantuan – Mengajak komunitas sosial, organisasi kemanusiaan, atau donatur untuk membantu pembangunan rumah yang lebih layak bagi Mbah Munasah. 3. Advokasi Program RTLH – Memastikan bahwa permohonan bantuan rumah tidak layak huni terus diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah agar bisa segera terealisasi. Mbah Munasah dan keluarganya mungkin tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin hidup dengan lebih layak di rumah yang lebih nyaman dan memiliki fasilitas dasar yang memadai. Semoga ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu meringankan beban mereka.(Wely-jateng) Sumber:Global7.id.(22/03/2023

  JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berpuasa dan menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso kembali memimpin kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di seputaran Jalan Karel Sasuit Tubun Jepara, pada Jumat (21/3/2025) sore. Dalam kegiatan yang penuh kebersamaan ini, Kapolres Jepara didampingi oleh pejabat utama (PJU) dan personel Polres Jepara. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara dan warga sekitar sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. “Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah keberkahan bagi kita semua,” ujar Kapolres Jepara. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan ini. Banyak warga yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari pihak kepolisian. Salah seorang penerima takjil, Mudofir (37) menyampaikan apresiasinya terhadap aksi sosial yang dilakukan oleh Polres Jepara. “Alhamdulillah, ini sangat membantu, terutama bagi kami yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Terima kasih kepada bapak Kapolres Jepara dan jajaran,” ucapnya. Selain membagikan takjil, Kapolres Jepara juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. AKBP Erick mengajak seluruh warga untuk meningkatkan toleransi serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan bersama. “Kami berharap masyarakat dapat menjaga ketertiban, terutama dalam berlalu lintas, serta selalu mengedepankan sikap saling menghormati selama bulan suci ini,” tambahnya. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu program sosial Polres Jepara selama Ramadan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh kebersamaan di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara