JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah berlakukan skema one way di jalan tol dalam kota. Skema itu dilaksanakan setelah diberlakukannya one way nasional pagi ini untuk antisipasi kepadatan kendaraan di jalan saat arus mudik Lebaran 2025. “Tadi pukul 8.45 Wib secara serentak telah diberlakukan one way mudik nasional dan kita di jawa tengah menyambut hal tersebut dengan juga mengiringi one way lokal yakni Dalam Kota yang sudah memenuhi indikator persyaratan pemberlakuan one way tersebut,” ujar dirlantas Kombespol Sonny Irawan di GT Kalikangkung Jumat (28/3/2025). Dirlantas menjelaskan beberapa indicator persyaratan diberlakukannya One way diantaranya Traffic Counting di wilayah Cikatama yaitu 5.700- 5000 selama 4 jam berturut-turut bahkan meningkat dan di Traffic Counting Kalikangkung ada diatas 3000 selama 3 jam berturut turut termasuk volume kapasitas rasio sudah mencapai 0,7 dan yang kelima real time kepadatan di jalan tol. Pelaksanaan One Way lokal dimulai dari KM 429 dalam kota sampai 459 Salatiga. Tim urai kemacetan yang bertugas melakukan penarikan arus dan pengaturan juga dikerahkan agar arus kendaraan tetap bergerak. Sebagian kendaraan juga akan dikeluarkan di gerbang tol Kaliwungu Kendal untuk mengurangi kepadatan. Beberapa permasalahan di jalur tol diantaranya keberadaan sumbu 3 yang mengakibatkan perlambatan, adanya kendaraan trouble missal kendaraan mogok dan laka lantas, dan antrian di gerbang Tol khususnya saldo tol yang kurang serta pengelolaan rest area dimana banyak masyarakat yang berhenti di bahu jalan tol saat sahur maupun buka puasa. “Kami menghimbau yang sedang melaksanakan mudik jangan berhenti di Bahu jalan Tol, silahkan berhenti di rest area maupun SPBU yang aman atau keluar sebentar ke exit tol mencari tempat yang aman,” imbau Dirlantas. Terkait kepadatan di gerbang tol kalikangkung pagi dikarenakan ada kendaraan yang mengalami kecelakaan, gate tol sudah di buka 10 gerbang utama dan 8 OAB (Oblique Approach Booth) ditambah mobile reader untuk memperlancar transaksi dan mengurangi antrian, terutama di gerbang tol . ”Tadi ada perlambatan sedikit di Tol gate kalikangkung karena ada sedikit trouble kendaraan yang mengalami kecelakaan di KM 418 dan telah dievakuasi menggunakan derek, secara system tidak ada masyalah hanya jika ada kendaraan trouble kita harus cepat mengatasinya,” jelas Dirlantas.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara- 28 Maret 2025 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Pengurus Anak Cabang (PAC) Mlonggo Squad Nusantara menggelar acara buka puasa bersama di kediaman Ketua PAC Mlonggo, Bapak Sulistiyo, yang berlokasi di Karanggondang RT 03 RW 02. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPC Squad Nusantara, Bapak Andre, serta Ketua PAC Mlonggo, Bapak Sulistiyo. Selain itu, turut hadir pula Ketua Hari 1 dan 2, yaitu Bapak Wawan dan Bapak Sugeng. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan di dalam organisasi. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PAC Mlonggo, Bapak Sulistiyo, yang menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam Squad Nusantara. Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar ajang berbuka bersama, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat hubungan antaranggota. Dalam suasana penuh kehangatan, para peserta berbuka puasa bersama, menikmati hidangan yang telah disiapkan, dan melanjutkan dengan diskusi ringan mengenai berbagai kegiatan dan program organisasi ke depan. Acara ini berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan Squad Nusantara. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan PAC Mlonggo Squad Nusantara semakin solid dan terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan semangat kebersamaan di antara anggota.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menjelang hari raya, pemerintah setempat telah mengambil langkah strategis dengan menambah kuota gas LPG 3 kg untuk masyarakat. Sebanyak 92.400 tabung LPG 3 kg telah disiapkan dan didistribusikan ke 14 kecamatan di Jepara guna memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran tabung gas ini sudah mulai dilakukan sejak minggu lalu, dengan harapan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mereka tanpa mengalami kepanikan akibat kelangkaan. Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan LPG 3 kg tetap aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Imbauan Pemerintah untuk Masyarakat dan Pengecer Kabag Perekonomian Jepara, Feri Yuda, mengimbau masyarakat agar membeli tabung LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Hal ini bertujuan agar distribusi LPG dapat berjalan merata dan setiap warga yang membutuhkan dapat memperolehnya dengan mudah. Selain itu, pemerintah juga meminta para pengecer untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan LPG dengan harga yang wajar dan tidak mengalami kepanikan,” ujar Feri Yuda saat dikonfirmasi melalui telepon. Dengan ketersediaan pasokan yang mencukupi, diharapkan harga LPG di pasaran tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kebersamaan Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran LPG ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan distribusi yang terjamin dan harga yang tetap terkendali, masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih nyaman dan tenang. Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat, di mana setiap warga dapat menikmati momen hari raya tanpa khawatir akan kebutuhan energi untuk memasak. Dengan adanya tambahan pasokan ini, pemerintah optimis bahwa kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg dapat terpenuhi secara optimal, sehingga perayaan hari raya dapat berlangsung dengan lebih bahagia dan sejahtera.(Wely-jateng) Sumber:klikfakta.com.(22/03/2025)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng- Kota Semarang | Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Polda Jateng akan menyelenggarakan Sholat Idul Fitri pada Senin, (31/3/2025) mendatang (menunggu keputusan pemerintah). Kegiatan ini akan dilaksanakan di halaman Mapolda Jateng dan terbuka untuk seluruh masyarakat. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat ini akan diikuti oleh seluruh personel Polda Jateng beserta keluarganya, dirinya turut mengajak masyarakat untuk mengikuti Sholat Idul Fitri di Mapolda Jateng. “Kami mengundang masyarakat untuk ikut serta dalam Sholat Idul Fitri 1446 H di Halaman Mapolda Jateng pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025 pukul 06.00 WIB atau menunggu hasil keputusan dari Pemerintah,” ujarnya di Mapolda Jateng pada Jumat (28/3/2025). Sholat Idul Fitri ini di rencanakan dipimpin oleh Imam sekaligus Khotib Prof. Dr. KH. Rosihan, M.Ag., dengan bilal Ustadz Sohibul Muharom. Lebih lanjut, Kombes Pol Artanto menekankan bahwa Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat persatuan. Kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kebersamaan Polri dan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri. Polda Jateng berharap pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini dapat berjalan dengan lancar, penuh khidmat, serta semakin mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. “Mari kita jadikan momen ini sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan mempererat hubungan antar sesama dalam suasana yang penuh berkah. Semoga kita semua mendapat keberkahan di hari yang fitri,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng -Kota Semarang| Menghadapi puncak arus mudik yang di tandai padatnya arus lalu lintas terutama di Jalan Tol, Polda Jateng himbau para pemudik untuk mematuhi aturan buka-tutup Rest area guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas. Dalam keterangan nya Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan, menegaskan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, terutama di jalur tol yang mengalami lonjakan volume pemudik. “ Kami mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan rest area secara bijak. Jika kapasitas sudah mencapai 80%, rest area akan ditutup sementara, dan pemudik diarahkan ke rest area berikutnya. Jangan parkir di bahu jalan tol atau sekitar rest area karena sangat berisiko menyebabkan kecelakaan, terutama tabrak belakang,” tegas Kombes Pol Sonny Irawan. Jumat (28/3) Dir lantas menjelaskan untuk menghindari kemacetan dan memberikan kesempatan bagi pemudik lain, Polda Jateng menerapkan sistem buka-tutup rest area di sepanjang Tol Trans Jawa. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan pemudik, antara lain; Batasi waktu istirahat maksimal 30 menit agar pemudik lain dapat bergantian menggunakan fasilitas rest area, Gunakan uang pas saat melakukan pembelian BBM untuk mempercepat antrean dan Ikuti arahan petugas Tim urai yang bertugas mengatur lalu lintas di sekitar rest area. Di lapangan, Tim Urai yang telah di siagakan melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar rest area untuk mencegah antrean panjang di rest area yang dapat mengganggu kelancaran kendaraan di jalur tol. Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas, baik melalui media resmi maupun aplikasi yang tersedia. Pemudik juga diminta untuk tetap mematuhi aturan berkendara dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

Kompolnas Berharap Polda Jateng Mampu Pulihkan Kepercayaan Masyarakat Melalui Kesuksesan Dalam Pengamanan Mudik Lebaran   JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng, Kota Semarang | Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Sony Irawan, menerima kunjungan Komisioner Kompolnas, Ida Oetari Poernamasari, di Posko Terpadu Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada Kamis (27/3/2025) siang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kesiapan jajaran Polda Jateng dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2025, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Dalam kegiatan itu, turut hadir Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen Pol Bakharudin Muhammad Syah, Kapolrestabes Semarang, serta para Kasatgas OKC 2025. Dirlantas Polda Jateng memaparkan berbagai langkah yang telah disiapkan guna memastikan kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran, termasuk strategi pengaturan arus kendaraan dan upaya antisipasi kemacetan di jalur-jalur rawan. “Kami laporkan bahwa saat ini terjadi sedikit peningkatan arus mudik di Km 70 hingga Km 188, sehingga diberlakukan One Way lokal di wilayah Jawa Barat. Untuk wilayah Jawa Tengah, hingga saat ini kondisi lalu lintas masih terpantau normal. Namun, kami tetap menunggu instruksi dari Korlantas Polri terkait pelaksanaan One Way Nasional,” ujar Kombes Pol Sony Irawan. Dengan menggelar lebih dari 14 ribu personil di 213 pospam, posyan dan pos terpadu, Dirlantas menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pelaksanaan OKC 2025. Salah satunya dengan memberikan pelayanan inovatif berupa Valet Ride untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik yang menggunakan sepeda motor. “Program ini adalah terobosan dan inovasi dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang belum pernah dilakukan oleh Polda lain. Dalam program ini, Polda Jateng memfasilitasi keamanan dan kenyamaan pemudik roda dua yang melintasi pantura mulai dari Brebes akan diangkut menuju Semarang naik bus ber-AC, sedangkan kendaraannya diangkut towing. Di pos keberangkatan dan kedatangan juga disediakan berbagai macam fasilitas yang sangat memanjakan pemudik demi kenyamanan mereka,” terangnya. Selain mengamankan arus mudik, pihak kepolisian juga telah mengantisipasi potensi kemacetan di berbagai objek wisata favorit, seperti kawasan Dieng. Kombes Pol Sony menjelaskan bahwa mekanisme pengaturan kendaraan telah dirancang secara matang agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di area wisata. “Jika arus kendaraan menuju Dieng masih dalam batas normal, maka akan diizinkan masuk. Namun, jika sudah padat, maka kami akan menutup sementara akses di area retribusi untuk mengurai kepadatan. Hal ini dilakukan karena tidak tersedia jalur alternatif yang cukup aman di kawasan tersebut,” jelasnya. Dirlantas menegaskan bahwa semua langkah pengamanan arus mudik dan wisata dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan perjalanan masyarakat selama Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sesuai tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari seluruh stakeholder terkait. Insyaallah, dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan mudik yang aman dan lancar,” pungkasnya. Komisioner Kompolnas, Ida Oetari Poernamasari, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jateng dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, pengelolaan lalu lintas di masa puncak mudik adalah tugas besar yang tidak bisa ditangani Polri sendirian, sehingga koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan. “Terima kasih kepada Dirlantas dan jajarannya yang telah mendesain pengamanan ini dengan baik bersama stakeholder terkait. Pekerjaan sebesar ini memang harus melibatkan banyak pihak, dan setiap pihak harus tahu persis perannya,” ujarnya. Ida juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pengamanan arus mudik dan balik, terutama saat puncak kepadatan. Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap program Valet Ride yang digagas oleh Polda Jateng, karena dinilai sangat membantu pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, agar dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. “Mudah-mudahan dengan keberhasilan pengamanan arus mudik pada Operasi Ketupat Candi ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Yang terpenting jaga kekompakan antarinstansi dan jaga mentalitas anggota untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara bersama tim dari penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Tengah melakukan pemusnahan puluhan kilogram obat mercon. Bahan pembuatan petasan yang disita tersebut merupakan hasil sitaan selama operasi penyakit masyarakat (Pekat) jelang hari raya Idulfitri 1446 H/2025 M. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasatreskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, sebanyak 10 Kg serbuk mercon yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan dari tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang diamankan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara. “Pada hari ini, kami jajaran Satreskrim Polres Jepara bersama tim Sat Brimobda Polda Jawa Tengah memusnahkan barang bukti serbuk mercon sebanyak 10 Kg. Yang kami lakukan ini merupakan bagian dari upaya polri dalam menegakkan hukum dan mencegah penyalahgunaan bahan peledak yang berbahaya bagi masyarakat,” ujar AKP Wildan saat ditemui di lokasi pemusnahan serbuk mercon di lapangan tembak Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Kamis (27/3/2025). Pemusnahan dilakukan sesuai prosedur dengan metode disposal untuk memastikan penghancuran total barang bukti. Dengan pemusnahan tersebut, Polri ingin menegaskan bahwa kepemilikan bahan peledak ilegal sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat jika tidak ditangani dengan benar. “Pemusnahan barang bukti ini dilakukan sudah sesuai dengan prosedurnya dengan metode disposal untuk memastikan penghancuran total barang bukti. Kami ingin menegaskan bahwa kepemilikan dan penggunaan bahan peledak ilegal sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ancaman serius jika tidak ditangani dengan benar,” ucapnya. Menurutnya, barang bukti berupa bahan peledak harus segera dimusnahkan, karena sifat bahan peledak yang tidak stabil dan berbahaya serta mudah meledak karena sebab-sebab tertentu. AKP Wildan menjelaskan, agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu warga disekitar lokasi pemusnahan, pemusnahan 10 Kilogram serbuk mercon tersebut membutuhkan tim dan teknik khusus. “Pemusnahan dengan cara ini hanya menimbulkan efek terbakar tanpa ledakan sehingga tidak akan mengganggu masyarakat sekitar lokasi pemusnahan,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menambahkan, meski seluruh barang bukti telah dimusnahkan, jajarannya akan terus menggencarkan razia petasan. Termasuk pula razia berkait penyakit masyarakat, dan premanisme hingga lebaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi pekat yang saat ini tengah dilaksanakan jajaran Polres Jepara. “Apabila ditemukan barang bukti seperti itu lagi, maka akan dimusnahkan,” tegasnya. Razia tersebut dilakukan, kata dia, salah satunya agar ketenangan maupun kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, dapat terjaga. Masyarakat diimbau agar tidak menyimpan maupun memperjualbelikan bahan peledak atau bubuk petasan secara ilegal dikarenakan dapat membahayakan. Selain membahayakan, bagi warga yang memperjualbelikan bahan peledak atau serbuk mercon dapat dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951. “Apalagi jika jumlahnya cukup banyak. Mari mengisi bulan suci Ramadan dengan hal-hal dan kegiatan positif,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Maret 2025 – Dalam suasana penuh kebersamaan, Squad Nusantara PAC Kota menggelar acara buka puasa bersama di Café Andani, Pengkol, Kabupaten Jepara. Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota sekaligus memperkuat solidaritas dalam organisasi. Buka bersama ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dalam Squad Nusantara, di antaranya Ketua PAC Kota Bapak Aji beserta anggotanya, Ketua DPC Bapak Eko Basuki, serta Ketua Harian 1 dan 2 DPC Bapak Wawan dan Bapak Sugeng. Turut hadir pula Ketua Srikandi Ibu Riana Shofa serta Wakil Bidang Sosial Ibu Dian. Acara semakin bermakna dengan kehadiran Penasihat DPC Bapak Harno, yang memberikan pesan motivasi kepada seluruh anggota. Dalam sambutannya, Bapak Harno berharap agar seluruh anggota terus mendukung dan membesarkan Squad Nusantara di Jepara. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan organisasi. “Organisasi ini akan semakin maju jika kita tetap solid dan bekerja sama. Mari kita jaga kekompakan agar Squad Nusantara semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(26/03/2025) Suasana penuh kehangatan terasa sepanjang acara, di mana para anggota saling berbincang dan berbagi cerita. Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota serta membahas rencana dan kegiatan organisasi ke depan. Melalui momen ini, diharapkan Squad Nusantara di Jepara semakin solid dan terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng -Kota Semarang| Memasuki hari keempat Operasi Ketupat Candi 2025, arus lalu lintas di Jawa Tengah mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di jalur Tol Trans Jawa. Berdasarkan data Traffic Accounting, terjadi lonjakan volume kendaraan di beberapa titik utama, termasuk ruas Tol Pejagan dan Tol Trans Jawa Brebes-Solo. Pada pukul 08.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas per jam sudah mencapai 4.706 unit. Diperkirakan, dalam 5-6 jam ke depan, volume kendaraan akan semakin meningkat dan memasuki wilayah Tol Trans Jawa Jawa Tengah. Jika di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) volume kendaraan mencapai 6.000 unit per jam, maka potensi kepadatan di jalur tol Jawa Tengah harus diwaspadai. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan, menyatakan bahwa telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi lonjakan arus mudik ini. “Sesuai prediksi, arus mudik akan mulai meningkat pada 26-29 Maret, baik di jalur arteri maupun jalur tol menuju Jawa Tengah. Kami telah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas, termasuk rekayasa one way jika diperlukan. Selain itu, kami mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan prima dan memanfaatkan rest area secara bijak agar perjalanan tetap aman dan lancar,” ujar Kombes Pol Sonny Irawan. Sebagai bentuk kesiapan, Polda Jateng telah menyiagakan personel di titik-titik rawan kepadatan serta melakukan koordinasi dengan Jasa Marga dan Dishub untuk memastikan kelancaran arus mudik. Selain itu, pemantauan lalu lintas secara real-time juga dilakukan melalui CCTV Command Center guna mengidentifikasi potensi kemacetan dan segera mengambil langkah penanganan. Polda Jawa Tengah mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menghindari perjalanan pada jam-jam puncak, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan menuju kampung halaman.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan mencatut nama KPK. Penipuan ini semakin marak, terutama di daerah, sehingga KPK telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar informasi ini dapat disebarluaskan ke seluruh pemerintah daerah. Modus Penipuan yang Sering Terjadi Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa ada berbagai cara yang digunakan pelaku untuk menipu masyarakat dengan mengatasnamakan KPK. Berikut beberapa modus yang kerap terjadi: 1. Dokumen dan Identitas Palsu Pelaku membuat surat, kartu identitas, atau dokumen lain yang menggunakan logo atau nama KPK untuk menipu korban. 2. Penipuan Melalui Telepon dan Media Sosial Oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK menghubungi korban melalui telepon atau media sosial dan meminta uang atau data pribadi dengan dalih menangani perkara tertentu. 3. Mengaku sebagai Penyidik KPK Penipu berpura-pura menjadi penyidik KPK yang sedang menangani sebuah kasus dan meminta sejumlah uang agar kasus tersebut dihentikan. 4. Penyalahgunaan Atribut KPK Seragam, lencana, dan atribut berlogo KPK sering digunakan pelaku untuk menipu atau mengintimidasi korban. 5. Mengaku Sebagai Mitra Resmi KPK Ada pihak yang mengatasnamakan organisasi atau lembaga sebagai mitra resmi KPK untuk menggalang dana atau menawarkan bantuan hukum palsu. 6. Lowongan Kerja Palsu Pelaku menawarkan rekrutmen pegawai KPK palsu dan meminta biaya administrasi kepada korban. Penegasan KPK: Jangan Mudah Tertipu! KPK menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, pegawai KPK selalu dilengkapi dengan surat tugas dan identitas resmi. Selain itu, KPK tidak pernah meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari masyarakat. KPK juga tidak membuka kantor cabang di daerah dan tidak bekerja sama dengan media atau pihak lain yang menggunakan nama KPK untuk kepentingan tertentu. Dalam menangani perkara, KPK tidak menunjuk pihak lain untuk mengurus atau menyelesaikan suatu kasus. Semua layanan dan perangkat sosialisasi dari KPK diberikan secara gratis. Laporkan Jika Menemukan Penipuan! Jika masyarakat menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan KPK, segera laporkan ke: Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta 12950. Call Center KPK: 198 Website: https://www.kws.kpk.go.id WhatsApp: 0811 959 575 Email: pengaduan@kpk.go.id Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan tindakan mencurigakan, masyarakat dapat membantu memberantas praktik penipuan yang mencoreng nama baik KPK serta melindungi diri dari kerugian. Jangan mudah percaya dengan pihak yang mengaku sebagai KPK tanpa bukti yang jelas!(Wely-jateng) Sumber:www.kpk.go.id.(25/03/2025)