JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 Februari 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara mengikuti kegiatan diskusi publik secara virtual melalui Zoom Meeting yang membahas implementasi pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural, staf pegawai dan peserta magang kemenaker serta UPT seluruh Indonesia baik hadir langsung maupun secara daring. Kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Direktorat Administrasi Tahanan, Bapak Febie, dilanjutkan sambutan Kepala Sub Direktorat Perlindungan Hukum, Bapak Ridwantoro. Kemudian Paparan materi disampaikan oleh Kepala Subbag Tata Usaha, Bapak Tri Joko, yang menjelaskan dampak KUHAP dan KUHP baru terhadap tata kelola administrasi penahanan, penyesuaian alur layanan, serta penguatan koordinasi internal. Pihak Rumah Tahanan Negara Jepara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas petugas. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab terkait mekanisme penahanan serta perlindungan hak-hak tersangka/terdakwa serta dalam bidang pelayanan tahanan. Peserta menyampaikan berbagai masukan praktis yang diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penerapan KUHAP dan KUHP baru di lingkungan pemasyarakatan. Melalui partisipasi dalam forum ini, Rutan Jepara berharap terbangun pemahaman yang lebih utuh di kalangan petugas dan warga binaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Upaya ini sejalan dengan program peningkatan pemahaman hukum yang didorong oleh Kementerian Hukum dan HAM guna mendukung implementasi KUHAP dan KUHP baru yang tertib, humanis, dan berkeadilan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan pentingnya peran opsen pajak dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Melalui penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pemerintah daerah memperoleh tambahan fiskal yang digunakan untuk berbagai kebutuhan publik. Hal ini disampaikan berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jepara. Sepanjang tahun 2025, realisasi opsen PKB tercatat sebesar Rp71,49 miliar, melampaui target Rp70,46 miliar. Sementara opsen BBNKB mencapai Rp42,19 miliar dari target Rp34,42 miliar. Capaian ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Bupati Witiarso Utomo menjelaskan bahwa mekanisme opsen merupakan bagian dari sistem pajak daerah yang dipungut bersamaan dengan pajak provinsi, kemudian disalurkan kembali ke kabupaten/kota. “Dana dari opsen ini kembali ke daerah dan dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, penggunaan dana opsen difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta peningkatan fasilitas umum lainnya. Memasuki tahun 2026, realisasi penerimaan opsen juga mulai menunjukkan progres. Hingga Januari, opsen PKB telah mencapai Rp5,84 miliar atau 8,1 persen dari target Rp72,22 miliar. Sementara opsen BBNKB sebesar Rp3,94 miliar atau 11,2 persen dari target Rp35,28 miliar. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih memahami fungsi opsen pajak sebagai instrumen pembangunan, serta tetap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Dengan dukungan masyarakat, kebijakan fiskal daerah diharapkan mampu terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas layanan publik di Kabupaten Jepara. (Wely) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, Kamis (19/2/2026) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Rutan Kelas IIB Jepara mempercepat proses asesmen bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berhak mendapatkan Remisi Khusus (RK). Tahun ini, kegiatan tersebut turut melibatkan partisipasi aktif dari para peserta magang, memberikan nuansa kolaborasi antara petugas dan akademisi muda. Para peserta magang dilibatkan langsung dalam tahap verifikasi administratif hingga wawancara penilaian perilaku menggunakan instrumen Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN). Keterlibatan ini bukan sekadar tugas tambahan, melainkan bentuk praktik nyata dalam memahami dinamika pemasyarakatan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Bapak Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H. memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi para mahasiswa magang. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya integritas dalam proses ini. “Pelibatan peserta magang dalam asesmen remisi ini adalah wujud transfer of knowledge. Kami ingin mereka melihat langsung bahwa pemberian hak warga binaan dilakukan secara transparan, terukur, dan berbasis data perilaku. Kehadiran mereka sangat membantu tim kami dalam mempercepat proses pendataan agar hak WBP terpenuhi tepat waktu sebelum lebaran,” ujar Karutan Jepara. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi peserta magang mengenai sisi humanis penegakan hukum, sekaligus memastikan WBP mendapatkan hak remisinya sesuai regulasi yang berlaku. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Mengawali pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, Rutan Kelas IIB Jepara menggelar Pesantren Ramadhan Perdana bagi Warga Binaan, Kamis (19/2). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, sebagai bagian dari penguatan pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan di awal bulan suci Ramadhan. Pesantren Ramadhan perdana diisi dengan lantunan shalawat, dzikir, serta tausiyah keagamaan yang menyejukkan hati. Ceramah disampaikan oleh Bapak Najmuddin, Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara, bersama Ibu Hj. Nanik dari PCNU Jepara. Kegiatan dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Jepara bagi warga binaan laki-laki dan di Ruang Rapat bagi warga binaan perempuan, dengan pendampingan petugas serta peserta magang formasi Pembinaan Kepribadian. Dalam tausiyahnya, Bapak Najmuddin mengajak warga binaan untuk memaknai Ramadan sebagai bulan pengendalian diri, dengan menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta menghidupkan salat qiyamul lail. Ia juga menyampaikan keutamaan Ramadhan, seperti dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan, turunnya ampunan (magfirah), serta doa-doa yang mustajab. Sementara itu, Ibu Hj. Nanik menegaskan keutamaan bulan Ramadhan dan mengingatkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan sarana pembinaan rohani yang sangat penting untuk membentuk karakter, akhlak, serta kesadaran spiritual warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khusyuk, tertib, dan aman, serta diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan positif bagi warga binaan dalam menjalani Ramadhan dengan penuh makna. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara pada malam pertama bulan suci Ramadhan. Kegiatan Shalat Tarawih berjamaah diikuti oleh pejabat struktural, staf, serta warga binaan pemasyarakatan dengan penuh kekhusyukan. Pelaksanaan ibadah yang digelar di Masjid At-taubah Rutan Jepara tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus pembinaan spiritual bagi seluruh warga binaan. Pejabat struktural dan staf turut hadir dan berbaur bersama warga binaan, menunjukkan semangat kebersamaan serta komitmen dalam pembinaan kepribadian. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Benny Apridona dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan selama Ramadhan merupakan bagian dari program pembinaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ia berharap momentum Ramadhan dapat menjadi sarana introspeksi diri serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga binaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan nilai-nilai religius serta memperkuat mental dan moral warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya. Selama pelaksanaan Shalat Tarawih, pengamanan dilakukan secara optimal oleh regu pengamanan yang bertugas. Petugas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Regu pengamanan melakukan pengawasan di setiap sudut area kegiatan, termasuk pemeriksaan sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Kegiatan Shalat Tarawih malam pertama ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Diharapkan rangkaian kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan di Rutan Jepara dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga binaan. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Squad Nusantara Macan Kumbang Bangsri menggelar kegiatan gladi bersih pada Selasa (18/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Hutan Jeruk Wangi, arah Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Gladi bersih yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Ndan Anto Gayor selaku komandan lapangan. Sebanyak 10 personel turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan, kedisiplinan, serta mempererat solidaritas antaranggota sebelum memasuki bulan Ramadan. Selain sebagai ajang latihan, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan di internal tim. Dalam arahannya, Ndan Anto Gayor menekankan pentingnya menjaga loyalitas, kekompakan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi. Ia berharap seluruh anggota tetap solid dan mampu menjalankan setiap agenda kegiatan dengan penuh dedikasi, khususnya selama Ramadan nanti. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan di tengah nuansa alam Jeruk Wangi yang asri. Dengan terlaksananya gladi bersih ini, Squad Nusantara Macan Kumbang Bangsri diharapkan semakin siap dan kompak dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial maupun internal organisasi ke depan. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam upaya meningkatkan pembinaan mental dan spiritual warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara kembali menggelar ibadah keagamaan Nasrani secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang bekerja sama dengan “Sungai Kehidupan Ministry” ini dilaksanakan pada Rabu (18/02) dengan mengusung tema penguatan iman, “Hidup TAAT yang Membawa Hidup Berkemenangan”. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan meskipun dilaksanakan secara daring. Kegiatan dibuka dengan lantunan puji-pujian penghiburan yang dipersembahkan oleh warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, menciptakan atmosfer penyembahan yang menyentuh hati sebelum masuk ke sesi inti. Ibadah ini diikuti secara langsung oleh para narapidana Nasrani Rutan Jepara dengan didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Bapak Benny Apridona. Yang menarik, kegiatan kali ini juga melibatkan partisipasi aktif dari peserta Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang tengah bertugas di Rutan Jepara, menambah semangat kebersamaan dalam pelayanan. Dalam sesi khotbah, Imam Daniel selaku pembicara menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya ketaatan kepada Tuhan sebagai kunci kemenangan dalam menjalani kehidupan. Mengambil landasan firman Tuhan dari kitab 2 Tawarikh 20, 2 Samuel 5:17-25, dan Kisah Para Rasul 13:22, ia mengajak jemaat untuk meneladani tokoh-tokoh Alkitab yang setia. “Ketaatan bukan sekadar aturan, melainkan sikap hati. Sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul, Tuhan mencari orang yang berkenan di hati-Nya. Kunci untuk bangkit dari keterpurukan dan meraih kemenangan iman adalah hidup yang taat dan berserah penuh pada penyertaan Tuhan,” ujar Imam Daniel dalam khotbahnya. Sementara itu, Bapak Benny Apridona selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Jepara menekankan bahwa kegiatan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam program pembinaan di Rutan. Ia berharap siraman rohani ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. “Kami terus memfasilitasi kegiatan ibadah, baik tatap muka maupun daring seperti hari ini. Kehadiran rekan-rekan magang dan sinergi dengan UPT lain sangat kami apresiasi. Harapannya, tema ‘Hidup Taat’ ini benar-benar terimplementasi dalam perilaku warga binaan sehari-hari, sehingga tercipta suasana rutan yang damai dan kondusif,” tegas Benny. Rangkaian ibadah daring ini kemudian ditutup dengan doa berkat yang dipimpin oleh perwakilan Binadik Lapas Kelas IIB Probolinggo. Melalui kegiatan rutin ini, Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mencetak insan yang berkualitas moral dan spiritualnya sebelum kembali ke masyarakat. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara terima kunjungan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0719/Jepara dalam rangka memperkuat sinergitas pengamanan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh jajaran pejabat struktural Rutan Jepara, di antaranya Kepala KPR (Kesatuan Pengamanan Rutan), Kepala Subseksi Pengelolaan, serta Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Dalam kesempatan itu, Kepala Subseksi Pengelolaan Moh. Riza A. menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, termasuk penguatan pengawasan, penyesuaian jadwal kegiatan warga binaan selama Ramadhan, serta peningkatan kontrol terhadap keluar masuknya barang dan kunjungan. Sementara itu, Kepala KPR menegaskan kesiapan regu pengamanan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, terutama saat pelaksanaan ibadah tarawih, tadarus, serta kegiatan sahur dan berbuka puasa bersama. Dandim 0719/Jepara menyampaikan komitmen Kodim untuk mendukung penuh pengamanan di Rutan Jepara. “Kami siap membantu melalui patroli bersama maupun dukungan personel apabila dibutuhkan. Sinergi antarinstansi sangat penting agar pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan kegiatan selama bulan suci Ramadhan di Rutan Jepara dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat, sehingga seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan tenang serta petugas dapat melaksanakan tugas secara optimal. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kerja cepat jajaran Polres Jepara patut diapresiasi. Dalam waktu kurang dari 1×24 jam, kasus pencurian mobil yang terjadi di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, berhasil diungkap dan pelakunya diringkus. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Dua pelaku berinisial RK (45), warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan ML (46), warga Kabupaten Jepara, nekat menyasar rumah warga saat kondisi lingkungan masih sepi. Kapolres Jepara melalui Kasatreskrim Satreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, menjelaskan bahwa para pelaku sebelumnya berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari target. “Setelah menemukan sasaran, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela menggunakan pahat dan obeng. Dari dalam rumah, pelaku mengambil empat unit handphone serta kunci mobil,” jelasnya saat konferensi pers, Rabu (18/2/2026). Usai mendapatkan kunci, pelaku langsung membawa kabur mobil Honda HR-V warna merah milik korban yang terparkir di halaman rumah. Mendapat laporan dari korban, tim Resmob Satreskrim Polres Jepara langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dalam prosesnya, petugas turut berkoordinasi dengan tim Resmob Polres Pemalang. Berkat kerja sama dan respons cepat tersebut, kedua pelaku berhasil ditangkap saat masih menguasai kendaraan hasil curian. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda HR-V beserta kunci dan STNK, empat unit handphone, serta alat yang digunakan untuk membobol rumah. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 bagian 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara. Kasatreskrim mengimbau masyarakat agar selalu memastikan rumah dalam keadaan aman dan segera melaporkan ke pihak kepolisian jika mengetahui adanya tindak kriminal di lingkungan sekitar. Sementara itu, korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesigapan aparat kepolisian yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat, yakni kurang dari 1×24 jam. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, Rabu (18/2/2026) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara menggelar kerja bakti yang melibatkan pejabat manajerial, staf pegawai, serta warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawalan dan pengawasan ketat guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Kerja bakti tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kebersihan dan kesiapan lingkungan pemasyarakatan menjelang Ramadhan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan (KP) Rutan Jepara, Bachtiar Oktaffiandi. Sejak pagi hari, seluruh unsur pegawai mulai dari pejabat struktural hingga staf pelaksana turun langsung ke lapangan, berbaur bersama warga binaan untuk membersihkan area brandgang luar, halaman rutan, saluran air, serta tempat ibadah. Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang terlibat tetap berada dalam pengawalan petugas pengamanan. Setiap titik kegiatan diawasi secara ketat untuk memastikan seluruh rangkaian kerja bakti berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur. Area selokan sekitar brandgang dibersihkan dari sampah dan endapan, rumput liar dipangkas, serta tempat ibadah dirapikan agar nyaman digunakan selama bulan Ramadhan demi menunjang kekhusyukan ibadah. Bachtiar Oktaffiandi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab bagi warga binaan. “Keamanan tetap menjadi prioritas utama. Namun di sisi lain, kami juga ingin membangun semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya. Dengan terlaksananya kerja bakti ini, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis, sehingga suasana Ramadhan dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara