SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Minggu sore (3/8/2025) mengakibatkan tanah longsor di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan menyebabkan akses utama perumahan Bukit Citra Asri tertutup total oleh material longsor yang menutup badan jalan. Menurut keterangan warga setempat, Muhammad Fatir, suara longsor terdengar sangat keras hingga mengejutkan dirinya dan keluarga. “Waktu itu saya lagi di ruang tamu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, saya langsung keluar dan ternyata longsor,” ujarnya. Longsor terjadi pada tebing di area Perumahan Bukit Citra Asri, dan material berupa tanah dan batu menutupi jalan utama desa, tambahnya. Akibatnya, akses menuju beberapa perkampungan termasuk Kampung Cicewol terputus total. Jalan yang biasa dilalui kendaraan roda dua dan empat kini tidak bisa dilalui. “Material longsor menutupi seluruh badan jalan. Ini jalur utama ke perkampungan. Sekarang warga terisolasi,” terang Fatir. Hingga Minggu malam, warga masih menunggu respons dari pihak pemerintah. Masyarakat sekitar berharap ada bantuan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor tersebut. Beberapa warga juga mulai bergotong-royong melakukan pembersihan secara manual dengan peralatan seadanya. Warga setempat juga mengimbau masyarakat lain untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi longsor. Potensi longsor susulan masih bisa terjadi mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung. Pemerintah desa setempat diharapkan segera turun tangan untuk menurunkan alat berat dan membantu membuka kembali akses jalan yang tertutup. ”Penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran akses transportasi. Karena malam hari proses evakuasi juga agak lambat yang kemungkinan besar dilanjutkan esok hari,” tandasnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu (3/8/2025) pukul 17.10 WIB menyebabkan dua aliran sungai besar, Cibaregbeg dan Cicatih, meluap. “Debit air yang tinggi membuat aliran sungai tak mampu menampung volume air, sehingga meluber ke pemukiman warga di dua kecamatan, yakni Cidahu dan Cicurug,” kata seorang warga bernama Rival. Luapan Sungai Cicatih yang begitu besar kata dia, membuat aliran Sungai Cibaregbeg ikut tertahan, hingga menyebabkan genangan di Kampung Pasir Dalem RT 01/01, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu. Tercatat tiga rumah warga, satu musala, dan Madrasah Al-Barokah terendam banjir. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Akibat banjir tersebut, akses jalan menuju Kampung Lio tidak bisa dilalui karena jembatan penghubung antar kampung terendam air. Warga terdampak terpaksa mengevakuasi barang-barang mereka ke atas panggung Madrasah Al-Barokah. Sebab hanya itu lah tempat yang agak tinggi. “Kami sampai begadang menjaga barang. Anak-anak kecil dititipkan ke neneknya di atas supaya bisa istirahat,” tutur Elin, salah satu korban banjir lainnya. Elin menyebutkan bahwa dirinya, bersama Ali dan satu keluarga lainnya yang menyewa rumah kontrakan milik Une. Masih kata dia, sudah beberapa kali masyarakat menyampaikan permintaan solusi kepada pihak pemerintah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kejadian ini bukan yang pertama. Kami hanya ingin pemerintah serius menangani luapan air sungai ini,” ucapnya. Sementara di Kampung Baru Lio, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, luapan Sungai Cicatih juga merendam sejumlah rumah warga hingga ketinggian dua meter. Warga di bantaran sungai berjibaku menyelamatkan barang-barang mereka sambil menunggu air surut. “Rasa takut campur aduk. Kami cuma bisa berusaha sebisa mungkin,” kata Gilang Ramadan, warga Kampung Baru. Warga kini tetap bersiaga mengingat curah hujan masih tinggi dan luapan Sungai Cicatih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sejauh ini belum ada laporan resmi dari pihak pemerintah yang turun ke lokasi banjir untuk membantu atau meninjau kondisi warga terdampak. Menurut sejumlah warga, penyebab utama banjir selain hujan deras adalah kondisi hulu sungai yang kini sudah banyak dialihfungsikan menjadi perumahan dan kurangnya daerah resapan air. “Ditambah lagi masih banyak warga yang buang sampah ke sungai, akhirnya kalau hujan deras, seperti inilah jadinya,” ujar warga lain. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Seorang warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, bernama Mulyono (47), warga Kampung Sukamulya RT 12 RW 13, Desa Buniwangi, dilaporkan hilang di perairan Pantai Muara Cipamarangan, Desa Buniwangi, pada Sabtu (3/8/2025) pagi. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berenang ke tengah laut menggunakan tiga buah ban untuk mengambil jodang tempat penampungan ikan tradisional. Namun setelah aktivitas tersebut, korban tiba-tiba menghilang dari permukaan air. Saksi mata bernama Jujen (37), warga Kampung Sindangjaya RT 11 RW 12, Desa Buniwangi, menyatakan bahwa ia melihat korban sempat berenang sebelum akhirnya hilang dari pandangan. Jarak lokasi korban terakhir terlihat diperkirakan sekitar 100 meter dari garis pantai. Mendapat laporan warga, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Hingga sore hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan korban masih dinyatakan hilang. Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi tim reaksi cepat (TRC), RAPI, JTM Rescue, P2BK Kecamatan Surade, Tagana, Polsek Surade, TNI AL, Polair, Satpol PP Kecamatan Surade, serta para nelayan setempat. Mereka menyisir area sekitar lokasi hilangnya korban dengan peralatan seadanya. Kepala P2BK Kecamatan Surade, Solih Sunarya menyebut bahwa kondisi gelombang laut yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Sehingga proses pencarian masih sangat tergantung situasi yang ada. “Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak personel dan dukungan dari instansi terkait,” kata Solih, Minggu (4/8/2025). Hingga laporan ini disusun, keberadaan korban belum diketahui. Pihak keluarga dan warga setempat masih berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Kita semua berharap, korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya penuh harap. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Festival dan Gelar Budaya Anak Pesisir Series III sukses digelar di Saung Alam Buruan Ajar Indonesia, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (3/8/2025). Mengusung tema “Membangun Generasi Berbudaya di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang selaras dengan perkembangan zaman. Festival yang berlangsung penuh semangat gotong royong ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Camat Ciracap, Kapolsek Ciracap. Hadir pula Kapolsek Surade, serta perwakilan DPRD, TNI, ormas dan komunitas budaya. Mereka memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival yang kini memasuki tahun ketiga. Dalam sambutannya, Wabup H. Andreas menekankan pentingnya pewarisan budaya kepada anak-anak sebagai investasi peradaban. Sebab generasi saat ini lah yang akan mewarisinya di masa mendatang. “Budaya adalah jati diri dan kekuatan masa depan. Pelibatan anak-anak bukan sekadar seremonial, tapi strategi membangun generasi yang berakar,” ujarnya. Wabup juga menyoroti potensi besar wilayah pesisir sebagai gudang kekayaan budaya, dari seni pertunjukan hingga tradisi lisan. Namun, tantangan modernisasi menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan edukasi dan pelestarian yang tepat. Wamenbud Giring Ganesha turut mengapresiasi inisiatif lokal tersebut. “Saung Alam Buruan Ajar Indonesia menjadi contoh ruang budaya yang hidup dari masyarakat dan untuk masyarakat. Ini bentuk kolaborasi yang harus diperluas ke daerah lain,” katanya. Festival ini tak hanya menampilkan seni budaya, tapi juga memberikan ruang edukatif bagi anak-anak untuk memahami nilai filosofis di balik setiap karya. Harapannya, festival ini melahirkan ekosistem budaya pesisir yang inklusif dan berkelanjutan. “Gunakan teknologi untuk memperkenalkan warisan daerahmu ke dunia. Jadilah generasi yang menjaga akar dan sekaligus menjangkau langit,” pesan Wamenbud kepada para peserta festival. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- M. Nurul Alifin warga Kampung Cilogong Hilir RT 06/02, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu mengalami kecelakaan parah yang merenggang nyawanya. Ia tewas di tempat setelah terlibat kecelakaan maut dengan sebuah truk di Jalan Raya Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Pasir Reungit RT 03/05, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (3/8/2025) pagi. Peristiwa tragis sekitar pukul 07.30 WIB itu diduga kuat dipicu kurangnya kehati-hatian korban saat bermanuver di jalur menanjak dan menikung. Kapolsek Warungkiara, AKP H.R. Panji Setiaji, mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan melibatkan truk Hino bernomor polisi B 9584 ZJ dan sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi F 4635 UCO. “Kecelakaan bermula saat truk Hino yang dikemudikan sopir berinisial A melaju dari arah Kota Sukabumi menuju Palabuhanratu,” ujar AKP Panji. Sesampainya di Km 27, tepat di tikungan menanjak Kampung Pasir Reungit, dari arah berlawanan muncul motor Honda Scoopy yang dikendarai M. Nurul Alifin. “Diduga karena kurang konsentrasi saat melintasi tanjakan yang menikung tersebut, pengendara motor kehilangan kendali dan melebar ke lajur kanan,” lanjutnya. Nahas, pada saat bersamaan truk Hino datang dari arah berlawanan. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terelakkan. Akibat benturan keras itu, motor korban terpental hingga sejauh lima meter. Korban mengalami luka parah di bagian kepala serta luka sobek dan lecet di beberapa bagian tubuh. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). “Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu menggunakan ambulans Puskesmas Bantargadung,” ujar Kapolsek. Sementara itu, pengemudi truk sempat diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian. Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Sukabumi. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pengguna jalan agar selalu waspada dan menjaga konsentrasi, terlebih saat berkendara di jalur berbahaya seperti tanjakan dan tikungan tajam. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar program “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” edisi ke-18 di Lapangan Bola Petuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (2/8/2025). Program yang digagas Gubernur Jawa Barat H Dedi Mulyadi ini bertujuan mendekatkan layanan publik melalui kunjungan langsung ke masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukabumi H Asep Japar, Wakil Bupati H Andreas, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, serta pejabat dari Pemprov dan Pemkab/Pemkot. Acara dikemas dengan nuansa budaya lokal, menampilkan kesenian tradisional khas Sukabumi dan menghadirkan tokoh hiburan Jabar seperti Kang Ohang, Wa Kancil, Ceu Popon, Teh Kanaya, dan Mang Ado, yang sukses menghibur warga. Dalam sambutannya, Gubernur Dedi menekankan pentingnya menjaga Palabuhanratu sebagai simbol identitas budaya dan ekologi Jawa Barat. “Palabuhanratu itu tempat bersandar, pusat kasih sayang dan peradaban. Laut dan gunung menyatu di sini. Jangan biarkan roh dan jati dirinya hilang,” tegasnya. Ia menyampaikan tiga syarat majunya pariwisata Sukabumi masyarakat harus punya budaya, pemimpin punya daya, dan arah pembangunan yang berwibawa. KDM juga mengimbau warga menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Karena hal itu lah yang menjadi salah satu daya tarik para pelancong. Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi perhatian Gubernur Jabar terhadap daerahnya. “Warga senang bisa bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Program-program beliau dirasakan manfaatnya. Bapak aing tea, bapak urang sadaya,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kekuatan dalam mendorong percepatan pembangunan dan pelayanan publik di Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, tegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog secara luas terkait persoalan Wajib Pajak (WP) bermasalah yang tengah menjadi perbincangan hangat di Gedung DPRD. Kata dia, penyelesaian isu pajak daerah harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD, lembaga penegak hukum, dan para WP itu sendiri. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik dari anggota Komisi II DPRD, Inggu Sudeni, yang menilai Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) tidak transparan dalam menyampaikan data WP. “Saya siap berdiskusi terbuka, bahkan saya aktif komunikasi dengan Kejaksaan dan KPK agar langkah kita tetap di jalur hukum,” ujar Ayep, Sabtu, 2 Juli 2025. Wali Kota juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa penerimaan daerah, tidak hanya fokus pada sisi belanja. Dia menambahkan, audit menyeluruh termasuk dari sektor pajak sangat penting untuk memastikan tata kelola anggaran berjalan adil dan akuntabel agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat. Dalam waktu dekat, Ayep menyebut akan dilakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) oleh BPK yang berfokus pada aliran dana masuk ke kas daerah. “Kalau penerimaan daerahnya tidak sehat, kita tidak bisa berbuat banyak untuk pembangunan,” tegasnya. Ia pun membuka pintu dialog seluas-luasnya, baik dengan DPRD maupun para wajib pajak. “Kalau ada yang ingin berdiskusi, saya terbuka. Tidak harus menunggu forum resmi. Tapi kalau perlu forum formal, saya siap hadir bersama BPKPD dan Kantor Pajak Pratama,” tambahnya. Ayep menegaskan, keterbukaan ini bagian dari upaya membangun budaya pemerintahan yang bersih dan melayani. “Kita ingin hasil pembangunan dirasakan langsung masyarakat, bukan justru terbebani karena ada kebocoran pajak atau data yang tidak terbuka,” ujarnya. Dalam konteks jangka panjang, ia menyebut tata kelola perpajakan yang baik akan memperkuat kemandirian fiskal daerah. “Kalau PAD kita kuat, kita tidak selalu bergantung pada transfer pusat. Ini penting agar pembangunan di Sukabumi tidak tersandera birokrasi anggaran,” pungkasnya. Wali Kota juga meminta BPKPD melakukan evaluasi internal dan menyusun peta jalan perbaikan sistem informasi pajak agar ke depan lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, teknologi digital harus dimanfaatkan untuk mempersempit ruang manipulasi dan mempercepat pelayanan kepada wajib pajak. Sementara itu, ia juga mengajak para pelaku usaha dan masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran pajak. “Kepatuhan bukan soal kewajiban semata, tapi komitmen bersama untuk membangun daerah,” tandas Ayep. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 terus menggenjot pengerjaan pengaspalan jalan penghubung dua kampung, Sabtu (2/8/2025). Kedua Kampung tersebut adalah Sampalan RT 016 RW 05 dan Kampung Cimanggu 2 RT 029 RW 09, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Hingga hari ini, perkembangan laporan pembangunan jalan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut telah mencapai 78 persen. Progres pekerjaan tersebut tergolong cepat karena di dalamnya melibatkan semua unsur termasuk keterlibatan warga setempat. Terpantau sebanyak 72 orang terlibat langsung dalam kegiatan ini, terdiri dari 5 personel TNI, 2 aparatur desa, dan 65 warga sekitar. Mereka bahu membahu menyelesaikan target pembangunan dengan semangat gotong royong. Kerja kolektif ini menunjukkan sinergi antara unsur TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur desa. Jalan yang dibangun ini memiliki panjang sekitar 1.200 meter dan lebar 2,5 meter. Sebelumnya, ruas jalan tersebut hanya berupa jalan tanah yang licin dan sulit dilalui saat musim hujan. Dengan pengaspalan ini, aksesibilitas antar kampung akan meningkat, sekaligus mempermudah warga dalam mengangkut hasil pertanian ke pusat desa dan pasar tradisional terdekat. Selain pengaspalan, Satgas TMMD juga melakukan perbaikan saluran drainase untuk mendukung ketahanan jalan jangka panjang. Pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kontur dan aliran air agar tidak menimbulkan genangan yang dapat merusak lapisan aspal di kemudian hari. Komandan SSK Satgas TMMD ke-125 menyampaikan bahwa pengerjaan jalan ditargetkan rampung sesuai jadwal sebelum penutupan program TMMD. Ia juga mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan kolaborasi yang erat, pembangunan infrastruktur desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi kembali menggelar unjuk rasa, Jumat (1/8/2025). Aksi mahasiswa tersebut merupakan kali ketiga dalam beberapa bulan terakhir ini. Protes keras yang dilakukan ditujukan kepada Wali Kota Ayep Zaki, namun belum mendapat tanggapan langsung. Merasa diabaikan, massa bergeser dari Balai Kota ke rumah dinas wali kota di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole. Di sana, mereka melakukan aksi penyegelan pagar sebagai bentuk protes simbolik. Ketua PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap wali kota yang dinilai menutup ruang dialog. PMII menuntut perbaikan layanan dasar, pemberantasan pungli, serta transparansi pengelolaan PAD. “Jangan sampai pajak dan retribusi membebani rakyat, tapi hanya menguntungkan segelintir orang dekat wali kota,” ujar Bahrul. Ia juga mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan pelaku usaha lokal dan menurunkan capaian PAD. PMII mendesak reformasi struktural dan tata kelola pemerintahan yang lebih demokratis. Sejumlah spanduk berisi tuntutan dibentangkan di pagar rumah dinas, di antaranya bertuliskan “Wali Kota Antidialog” dan “Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Elit”. Hingga aksi berakhir, tak satu pun perwakilan Pemkot menemui massa. PMII menegaskan akan terus mengawal isu-isu kerakyatan dan kembali turun ke jalan bila tuntutan tak digubris. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Seorang pria ditemukan tewas diduga gantung diri di sebuah saung sawah di wilayah Kampung Babakan Bandung, RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/8/2025) pagi. Korban diketahui bernama Arul Zulkifli bin Jajuli (26), seorang buruh harian lepas yang berdomisili di kampung tersebut. Ia ditemukan tergantung dengan kabel melilit di leher pada palang bambu saung sawah milik warga bernama Ojak. Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB, saat Ojak datang ke sawah untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di lokasi, ia mendapati tubuh seseorang dalam kondisi tergantung di bagian dalam saung. Ojak kemudian memanggil warga sekitar, termasuk Ketua RT setempat, Nandang, dan Agus alias Domeng, yang belakangan diketahui merupakan mantan mertua korban. Kapolsek Nyalindung AKP Joko S. Supono bersama tim medis dari Puskesmas Cijangkar segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan medis oleh dr. Galih Okta menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia kurang dari delapan jam sebelum ditemukan. Terdapat bekas jeratan pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya. Kejadian tersebut turut disaksikan oleh aparat dan unsur pemerintah desa, serta perwakilan keluarga korban. Motif pelaku mengakhiri hidup dengan cara tragis masih dalam penyeludupan polisi. Berdasarkan kesepakatan keluarga, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kararange, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. (Dicky)