SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyebut ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Kapasitas RT/RW di Kelurahan Nyomplong, Rabu (6/8/2025). ‎Menurut Ayep, peran RT dan RW sangat vital karena mereka memahami langsung dinamika serta kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. ‎“Jika seluruh unsur pemerintahan bergerak serempak, mulai dari tingkat kota hingga RT/RW, maka pembangunan akan lebih efektif dan menyentuh akar persoalan warga,” jelasnya. ‎Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat. Pemkot, lanjut Ayep, membuka forum audiensi resmi setiap hari pukul 14.00–16.00 WIB sebagai sarana warga menyampaikan aspirasi dan kritik. ‎“Kami menjamin ruang dialog terbuka sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang demokratis dan akuntabel,” ujarnya. ‎Sementara itu, Camat Warudoyong, Sandra Teguh Utama, menyatakan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembaruan data kependudukan. Tujuannya, agar pelayanan publik yang tergambar dalam data statistik kependudukan semakin presisi dan sesuai regulasi. “Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Kami terus memperbarui sistem administrasi kependudukan agar sejalan dengan aturan dan kebutuhan warga,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Dapur MBG Berkah Ibu di bawah naungan Yayasan Gunung Geude Bersahaja menggelar pra-opening program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di SDN Linggajaya, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/8/2025). Secara keseluruhan MBG dilakukan di 32 sekolah yang terdiri dari 6 satuan pendidikan SLTP, 15 SD/MI, 11 TK/PAUD dan 7 Posyandu yang terlibat dalam ujicoba program ini. Kepala Dapur MBG, Arif Rahman Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan uji operasional awal sebelum pelaksanaan penuh program MBG di wilayah tersebut. “Pra-opening kami laksanakan di SDN Linggajaya untuk menguji kesiapan dapur, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan ke sekolah,” jelas Arif. ‎Dalam kesempatan yang sama dia  menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini masih didanai secara pribadi, tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Program MBG dirancang untuk menjangkau 32 sekolah dengan total 4.000 porsi makanan bergizi setiap hari. ‎Menu pada kegiatan perdana ini terdiri dari nasi, ayam goreng, tempe, tumis wortel, jeruk, dan susu kotak Milk Life 115 ml. Distribusi makanan dimulai pukul 10.00 WIB dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surade. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, perwakilan Koramil Sertu Asep, Kepala Puskesmas dr. H. Alex Kusuma. Hadir pula Kepala Desa Sirnasari Miftahudin, Ketua PGRI Surade H. Budianto Asfari, serta para kepala sekolah dan tokoh masyarakat. ‎Camat Surade menyambut positif program tersebut. “Alhamdulillah, apa yang dijanjikan pemerintah pusat sudah bisa dirasakan langsung masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujarnya. Harapannya, program ini mampu meningkatkan status gizi dan meringankan beban orang tua, tambah Unang. Sementara itu, perwakilan Yayasan Gunung Geude Bersahaja, Bambang Jatnika Baroy, menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan menyusun menu yang lebih variatif berdasarkan survei kepuasan siswa. “Kami ingin makanan yang disajikan bisa habis tanpa sisa, maka perlu inovasi menu agar sesuai selera anak-anak,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat paripurna untuk mendengar pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar Bupati mengenai Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (5/8/2025). Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD ini dipimpin Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali dan dihadiri Wakil Bupati H. Andreas beserta jajaran eksekutif. Seluruh fraksi memberikan respons kritis terhadap materi perubahan anggaran yang diajukan. Isu-isu strategis yang mencuat dalam forum ini antara lain efektivitas belanja publik, prioritas pembangunan daerah, serta transparansi dalam proses penyusunan anggaran. Fraksi-fraksi juga menyoroti perlunya penajaman program yang berdampak langsung ke masyarakat, serta penguatan koordinasi antar-perangkat daerah dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan. Beberapa catatan lainnya menyinggung pentingnya pengelolaan fiskal yang disiplin dan akuntabel, termasuk evaluasi terhadap realisasi anggaran tahun berjalan sebagai dasar dalam menyusun perubahan APBD. ‎Agenda ini menjadi bagian penting dalam mekanisme check and balance antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan warga. Rapat paripurna akan dilanjutkan dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan fraksi pada Rabu, 6 Agustus 2025. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah I mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas tiga perusahaan tambang yang memasok tanah urug untuk proyek strategis nasional (PSN) Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. ‎Usut punya usut ketiga perusahaan yang ikut ambil bagian dalam menyuplai tanah urug untuk nemenuhi kebutuhan proyek strategis nasional tersebut diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Iman Budiman, menyatakan bahwa penghentian ini dilakukan setelah ditemukan adanya pelanggaran serius terhadap peraturan yang berlaku. “Sebelum mereka mengantongi izin, tidak boleh ada kegiatan. Ini jelas pelanggaran, dan kami sudah keluarkan surat penghentian kegiatan,” kata Iman di Sukabumi, Selasa (5/8/2025). Dia menambahkan, para pemasok tanah untuk proyek infrastruktur sebesar Tol Bocimi seharusnya tidak memerlukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang kompleks. Sebaliknya, mereka cukup mengajukan Izin Penjualan yang prosesnya jauh lebih sederhana, cepat dan tidak jelimet. ‎“Tahapannya lebih pendek daripada izin tambang. Kalau dokumennya lengkap, pelayanan perizinan bisa selesai dalam 14 hari kerja,” jelasnya. Namun, karena aktivitas penambangan dan penjualan tanah urug ini telah berjalan tanpa izin sama sekali, maka konsekuensinya tidak lagi sebatas administrasi. Iman menegaskan bahwa praktik ini masuk dalam ranah pidana. “Itu pelanggaran pidana, dan ranahnya ada di aparat penegak hukum (APH). Kami sudah tembuskan surat penghentian ke Polres dan Satpol PP untuk penindakan,” tegas Iman. ‎Pihaknya juga telah memberikan peringatan keras kepada kontraktor utama proyek, termasuk PT Waskita Karya dan PT Transjabar Tol, untuk tidak lagi menerima pasokan material dari sumber-sumber ilegal. “Kami sudah tegaskan kepada semua pihak, termasuk Waskita dan Transjabar, untuk tidak menerima suplay dari perusahaan yang belum berizin. Ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai koridor hukum,” katanya. ‎Penghentian aktivitas ilegal ini, lanjut Iman, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas setiap pelanggaran di sektor pertambangan dan sumber daya mineral. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kepatuhan dari semua pelaku usaha. ‎“Kami akan terus memantau dan mengawasi kegiatan pemasok tanah urug untuk memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan peraturan,” ujarnya. ‎Di akhir keterangannya, Iman turut mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan adanya kegiatan penambangan atau penjualan material yang berpotensi merugikan lingkungan serta masyarakat luas. ‎“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan. tegas dia. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Longsor susulan yang terjadi pada Senin malam di Jalan Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, menyebabkan tiga unit rumah kontrakan tergenang air dan lumpur. Satu di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. ‎Air bercampur lumpur masuk hingga setinggi mata kaki ke dalam rumah. Meski kondisi tidak layak huni, para penghuni terpaksa tetap tinggal karena belum ada tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah. ‎“Kami tidak punya tempat lain untuk mengungsi, jadi terpaksa tetap di dalam rumah,” ujar salah satu pemilik kontrakan, yang akrab disapa Abang Warung, Selasa (5/8/2025). ‎Selain genangan yang belum juga surut, penghuni kesulitan memasak karena rumah masih kotor dan lembap. “Untuk makan dan minum, kami beli yang instan saja,” tambahnya. ‎Kepala Desa Mekarsari, Iwan Bakar, menyampaikan bahwa pihak desa masih fokus menangani beberapa titik longsor lainnya. ‎“Desa kami sedang dilanda bencana. Kami mohon warga bersabar. Kami berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya. ‎Ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian warga yang memaksakan melintas dengan kendaraan roda dua dan empat, sehingga memperparah kondisi lumpur di jalan yang baru dibuka. ‎“Lumpurnya jadi menyebar ke mana-mana karena tidak sedikit pengendara motor yang memaksa melewati kubangan lumpur yang baru dikeruk alat berat,” ungkapnya. ‎Longsor susulan ini merupakan peristiwa lanjutan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu hujan deras terus-menerus sejak beberapa hari terakhir. ‎Hingga berita ini diinformasikan, para relawan masih bergotong royong membersihkan lumpur, mengamankan barang warga, serta membuat jalur pembuangan air agar genangan bisa segera surut. Pemilik kontrakan, Bejo, berharap pemerintah segera memberi solusi agar rumah-rumah di daerah rawan longsor bisa kembali aman dan nyaman. “Kami baru kali ini merasakan dampak longsor sebesar ini,” tuturnya. ‎Sementara itu, warga lain, Een, meminta agar sistem drainase dan gorong-gorong di kawasan tersebut segera dibenahi. “Air hujan tidak terarah, akhirnya meluap ke mana-mana,” pungkasnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) mengevakuasi seekor ular yang muncul di area terdampak longsor di Gang Tamrin, Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, pada Senin (4/8/2025) malam. Evakuasi dilakukan setelah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan aparat desa melaporkan kemunculan ular di dekat timbunan tanah longsor yang sedang dikeruk alat berat. Boleh jadi sarang ular tersebut terciduk alat berat. ‎Untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi warga dan petugas di lokasi, tim Damkar dikerahkan ke titik kejadian. Apalagi kondisi penerangan di lokasi sangat minim. Oleh karena itu bagi warga yang tidak berkepentingan untuk menjauh dari lokasi. ‎Proses pencarian cukup memakan waktu karena ular sempat bersembunyi di sela-sela tumpukan karung di pinggir sebuah gudang kosong. Setelah pencarian intensif, dua personel DamkarEka dan Pradipta Wahyu berhasil menemukan dan mengamankan ular tersebut menggunakan alat penjepit khusus. “Ular ditemukan di sekitar tumpukan karung dekat gudang kosong. Diduga keluar dari sarangnya akibat pergeseran tanah dan curah hujan yang tinggi,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi. Setelah diamankan, ular dimasukkan ke dalam wadah khusus dan dibawa keluar dari area longsor. Petugas memastikan penanganan dilakukan tanpa melukai hewan tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bencana alam seperti longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga bisa mengganggu habitat satwa liar. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kemunculan hewan-hewan liar di sekitar lokasi bencana. “Sekali lagi kami mengimbau pada warga untuk lebih berhati-hati, karena hewan seperti ular bisa jadi ancaman serius,” ungkapnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Minggu (3/8/2025) sore, menyebabkan longsor di Jalan Desa Gang Tamrin, Kampung Cicewol. Material longsor berupa tanah basah dan batu menutup seluruh badan jalan, membuat akses kendaraan dari Kampung Cicewol dan Perumahan Bukit Citra Asri menuju jalur utama lumpuh total. ‎Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan masih turun deras. Warga setempat bersama aparat desa segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. ‎“Longsornya cukup besar, jalan tertutup total. Warga tidak bisa lewat, anak-anak yang hendak ke sekolah dan para pekerja pabrik harus memutar lewat jalur lain,” ujar Ardan, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian. Untuk mempercepat proses evakuasi, satu unit alat berat jenis excavator mulai dikerahkan pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. ‎Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang dipimpin Nandang, bersama Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar dan relawan, tampak sigap membersihkan material longsor meski hujan terus mengguyur lokasi. ‎Foto dari lokasi menunjukkan proses evakuasi berlangsung dengan penerangan minim. Warga pun menutup akses masuk ke jalan guna memperlancar jalannya evakuasi. ‎Selain menimbun jalan, hujan deras yang terus turun juga berdampak pada tiga rumah warga yang berada di bawah jalan. “Air hujan masuk ke rumah, peralatan jadi basah semua,” ungkap Ferry (Bejo), warga terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam kejadian ini. Namun warga diimbau tetap waspada, mengingat kontur tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan. “Kami imbau warga untuk tidak melintasi jalan ini sementara waktu, apalagi saat hujan deras. Kami juga masih memantau kondisi tebing di sekitar Perumahan Bukit Citra Asri,” kata salah satu petugas evakuasi. ‎Hingga pukul 20.30 WIB, proses pembersihan masih berlangsung. Jalur diperkirakan dapat dibuka kembali secara terbatas pada malam hari. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna ke-28 Tahun Sidang 2025 dengan agenda penyampaian nota pengantar Bupati atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD, Senin (4/8/2025). Rapat dipimpin Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, S.IP, didampingi Wakil Ketua I Yudha Sukmagara dan Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, SM. ‎Hadir pula Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, MM, para anggota DPRD, Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya. Dalam nota pengantarnya, Bupati Asep Japar menjelaskan bahwa perubahan APBD dilakukan karena adanya dinamika yang tidak sesuai dengan asumsi awal kebijakan umum anggaran. Hal ini mengacu pada Pasal 161 PP Nomor 12 Tahun 2019, yang mengatur kondisi perubahan seperti pelampauan atau penurunan pendapatan, pergeseran belanja, atau keadaan darurat. ‎Penyesuaian APBD ini berlandaskan hasil evaluasi semester I APBD 2025, mempertimbangkan perkembangan ekonomi makro serta perubahan target pendapatan, belanja, dan pembiayaan. ‎Perubahan ini merujuk pada Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang APBD 2025 dan disepakati bersama DPRD melalui perubahan KUA-PPAS yang telah disetujui pada 21 Juli 2025. Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menegaskan pentingnya perubahan anggaran tahun ini untuk memastikan efektivitas program prioritas dalam mencapai visi dan misi kepala daerah sesuai RPJMD. ‎“Melihat kondisi tahun ini yang cukup dinamis, kami menilai sangat penting dilakukan perubahan APBD. Kami akan fokus pada capaian pendapatan, serta mendorong peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk memperkuat PAD,” ujarnya. (Dicky)

SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM- Suasana halaman SMAN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, tampak berbeda pada Senin pagi (4/8/2025). Ratusan siswa berbaris rapi menunggu giliran mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di berbagai satuan pendidikan. ‎Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Surade dr. H. Alex Kusuma bersama 15 tenaga medis, Sekretaris Kecamatan Surade E’ah Nurlaila, S.Ag., Kepala SMAN 1 Surade Suhendi, S.Pd., M.Pd., serta jajaran guru. ‎Para siswa tampak antusias. Salah satunya Asep, siswi kelas X, yang mengaku senang mengikuti pemeriksaan. ‎“Tadi diperiksa tinggi badan, mata, sama gigi. Nggak ada kendala, lancar aja. Menurut aku ini bermanfaat banget, soalnya jarang periksa rutin ke puskesmas,” ujarnya. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai program CKG memberikan pengalaman positif dan edukatif bagi para siswa. ‎“Mereka dicek darah, berat badan, tinggi, pendengaran, hingga mata. Hasilnya bagus dan normal semua. Ini bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan siswa,” ucapnya. Sekmat Surade, E’ah Nurlaila, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Atas  nama Pemerintah Kecamatan Surade, dia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya diadakannya kegiatan itu. ‎”Ini bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya. ‎Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk deteksi dini kondisi kesehatan siswa yang tengah menimba pendidikan di sekolah-sekolah. ‎“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Harapannya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi jadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan kesiapannya untuk blusukan langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi dan melihat kondisi riil masyarakat di lapisan bawah. ‎Ini sebuah bentuk penegasan bahwa pemerintah akan selalu kooperatif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul sekaligus menentukan Formula yang tepat untuk menyelesaikan secara komprehensif. ‎”Pemerintah daerah harus hadir secara nyata dalam menjawab tuntutan dan kebutuhan warganya, terutama bagi warga yang tergolong kurang mampu,” kata Ayep. ‎Dia mengagendakan setiap satu minggu sekali menyambangi masyarakat secara langsung. Agar bisa merasakan denyut nadi kehidupan warga yang sesungguhnya. ‎”Saya dan wakil insya Allah akan roadshow ke kecamatan-kecamatan. Kita akan lihat langsung rumah-rumah warga yang masih kumuh dan butuh bantuan. Saya akan datang langsung,” tegas Ayep, Senin (4/8/2025). ‎Inisiatif tersebut ujarnya, merupakan bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang berpihak pada rakyat. “Saat ini terdapat sekitar 23 ribu warga Kota Sukabumi yang membutuhkan perhatian dan intervensi program pemerintah,” ungkap dia. ‎Semua memang membutuhkan. Tapi tidak mungkin sekaligus. Saya akan bergerak bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah, tambahnya. Ayep juga meminta masyarakat bersabar, karena proses pelayanan akan dilakukan secara berjenjang dan berbasis data. Ia memastikan bahwa prioritas utama adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. ‎Rencana roadshow mingguan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, yang belum lama ini hadir dalam program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga edisi ke-17 di Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur KDM menekankan pentingnya peran kepala daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. ‎“Kota Sukabumi mah babari, Pak Wali. Bisa ka nu motor asup gang-gang, bisa ningali ka dapur warga bisi aya budak teu boga keur meuli buku atawa beas,” ujar Dedi dalam bahasa Sunda, yang disambut antusiasme warga. (Usep)