SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Pasir Dalem dan Leuwipeucang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, serta Kampung Pasir Dalem, Desa Babakanpari, mengeluhkan tebalnya debu di jalan pascalongsor beberapa hari lalu. Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, membuat warga sulit bernapas dan mengganggu pandangan pengguna jalan. Jika ini berlangsung lama, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan. “Kalau siang, debunya parah sekali. Kami sering batuk dan mata perih,” ujar Erni, warga setempat, Sabtu (9/8/2025). Menurutnya, masalah ini seharusnya bisa ditangani melalui anggaran penanggulangan bencana yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Mengacu Permendesa PDTT No. 8 Tahun 2022, dana desa dapat digunakan untuk penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan kebutuhan mendesak. Rincian kegiatan yang dapat didanai mencakup evakuasi korban, penyediaan logistik darurat, pembersihan lokasi terdampak, perbaikan infrastruktur desa, pembangunan tanggul darurat, hingga pelatihan kebencanaan. Dalam APBDes, pengeluaran ini masuk kategori Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa, misalnya untuk tanggap darurat bencana longsor Rp30 juta, bantuan logistik Rp10 juta, dan pembangunan talud sementara Rp50 juta. Dasar hukum lain seperti Permendagri No. 20 Tahun 2018 memberi fleksibilitas perubahan APBDes saat darurat, sementara UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menjamin penggunaan dana desa untuk kebutuhan prioritas masyarakat. Warga berharap pemerintah Desa Mekarsari segera melakukan penyiraman jalan atau pembersihan menyeluruh agar aktivitas kembali normal. Sebelumnya, material longsor sudah dibersihkan dengan alat berat, namun sisa tanah kering di jalan kini menjadi sumber debu. ”Siang malam debu masuk rumah, pernapasan kami terganggu, perabotan pun kotor. Kami akan terus menyuarakan ini sampai ada solusi,” tegas Erni. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Ribuan warga memadati Lapang Selagombong, Parakansalak, pada peringatan Milangkala ke-102 Desa Sukakersa, Kabupaten Sukabumi, Jumat malam (8/8/2025). Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi hadir didampingi Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dan jajaran Forkopimda, untuk ikut merasakan kebahagiaan bersama warga. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi perayaan bernuansa budaya Sunda tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk terus kreatif, produktif, menjaga kebersihan, melestarikan lingkungan, serta membangun kemandirian. “Pembangunan di Desa Sukakersa harus semakin meningkat, penuh keberkahan, dan gemah ripah repeh rapih. Infrastruktur jalan juga menjadi prioritas kami,” ujarnya. Wakil Bupati H. Andreas menegaskan, usia 102 tahun adalah perjalanan panjang yang sarat tantangan dan perjuangan. ”Milangkala ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan dan memperkuat sinergi di setiap lini. Ini wujud niat, harapan, doa, dan kinerja bersama demi Sukabumi Mubarakah,” tuturnya. Kepala Desa Sukakersa, H. Deden Deni Wahyudi, menyampaikan bahwa peringatan ini bertujuan mempererat rasa memiliki dan kebersamaan warga. “Desa adalah kekuatan strategis bagi kabupaten, provinsi, bahkan negara. Mari kita perkuat sinergitas untuk membangun daerah, mewujudkan Jabar Istimewa, Sukabumi Mubarakah, dan Desa Sukakersa Hebat,” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno, S.E., M.M., meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125 Tahun Anggaran 2025 Kodim 0622/Kab. Sukabumi di Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Jumat (8/8/2025). Kunjungan dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) ini dihadiri sekitar 500 orang, dipimpin Dandim 0622/Kab. Sukabumi Letkol Kav Andhi Ardana Valerianda, S.H., M.Si., serta dihadiri jajaran TNI, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, dan mitra pembangunan. Dandim melaporkan progres fisik TMMD telah mencapai ±85% dan non-fisik 90%. Pekerjaan meliputi pengaspalan jalan 2 km, pembangunan sarana air bersih di lima titik. Lalu rehabilitasi rumah tidak layak huni, perbaikan Pustu dan PAUD, pemberian makanan tambahan cegah stunting, serta penanaman 1.000 bibit pohon. Program didukung hibah APBD Rp 1,15 miliar dan kontribusi TNI Rp 338,3 juta. Brigjen Bambang menegaskan TMMD adalah sinergi nyata TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah tertinggal. Dengan sisa waktu ±13 hari, ia mendorong percepatan penyelesaian, ketertiban administrasi, dan penguatan sosialisasi isu strategis seperti penanggulangan bencana, bahaya narkoba, serta peredaran beras oplosan. Usai paparan, rombongan meninjau lokasi pengaspalan, sumur bor, rehabilitasi Rutilahu, Pustu, PAUD, penanaman pohon, serta penyuluhan Kamtibmas. Kunjungan ditutup dengan pemberian paket bantuan stunting dan sembako, sekaligus penegasan komitmen menjadikan TMMD Ke-125 sebagai momentum percepatan pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi warga. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menerima audiensi dari lembaga Sukarobot Academy. Pertemuan dilangsungkan di Pendopo Sukabumi. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan event robotik tingkat nasional pada 23–24 Agustus 2025 mendatang. Direktur Sukarobot Academy, Japar Sidik, menjelaskan bahwa event ini bertujuan menumbuhkan minat dan keahlian siswa di bidang robotika sejak dini agar mampu mengikuti perkembangan teknologi. “Kami bekerja sama dengan 18 sekolah, 1 universitas, 2 dinas, dan 1 kantor cabang di Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ungkap Japar, Kamis (7/8/2025). Kompetisi akan mencakup 15 cabang lomba dan dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas, mengembangkan bakat, serta mendorong siswa menuju kompetisi internasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi pemahaman tentang manfaat teknologi robotika dalam kehidupan sehari-hari. Sekda Ade Suryaman mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa event seperti ini sangat potensial mendorong pengembangan SDM dan memperkenalkan produk lokal ke dunia internasional. “Sukarobot Academy harus menjadi motor penggerak masa depan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya. Ia berharap kompetisi ini dilaksanakan secara maksimal agar mampu memberikan dampak positif, sekaligus menjadi ikon unggulan Kabupaten Sukabumi di kancah nasional maupun internasional. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Lapas Kelas IIB Sukabumi dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perjanjian dibuat terkait pemanfaatan bahu jalan di Jalan Lettu Bakrie, Kamis (7/8/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan publik. Kalapas Sukabumi, Budi Hardiono, menyebut kerja sama ini penting untuk mendukung kelancaran layanan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. Ia juga mengungkapkan rencana penjajakan kerja sama lanjutan dengan PT KAI terkait pemanfaatan lahan parkir pegawai. “PKS ini menjadi bagian dari upaya kami meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),” ujarnya. Sementara itu Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar, menyambut baik sinergi ini dan menegaskan pentingnya dasar hukum yang jelas dalam penyediaan fasilitas parkir gratis di area Lapas. “Kami siap mendukung, termasuk mendorong pemanfaatan lahan milik PT KAI sebagai solusi parkir yang lebih representatif,” jelasnya. Melalui kerja sama ini, kedua instansi berkomitmen menciptakan pelayanan publik yang tertib, aman, dan berorientasi pada integritas. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, terus memperkuat peran keluarga dalam upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Melalui program pemberdayaan masyarakat yang didanai dari Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2022, berbagai kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dan pelibatan seluruh elemen masyarakat. Lurah Karangtengah, H. Heri Purnomo, menyebutkan bahwa kegiatan terbaru mencakup pelatihan kader PKK dalam merancang dan melaksanakan program inovatif, seperti Gerakan Ayah Teladan dan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Stunting. “Status zero stunting yang dimiliki Karangtengah adalah hasil kolaborasi di 12 titik rawan sebelumnya. Ini harus dipertahankan bersama,” ujarnya, di Villa Bukit Halimun, Selabintana, Kamis (7/8/2025). Saat ini, terdapat sekitar 5–6 keluarga yang masih terindikasi rawan stunting dan menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, sinergi antara PKK, LKK, Posyandu, RT/RW, Kampung Keluarga Berkualitas, dan tim percepatan stunting terus diperkuat. Kelurahan juga menjalankan program ketahanan pangan keluarga. Hasil panen tanaman dibagikan kepada keluarga rentan sebagai bentuk intervensi langsung. Heri menambahkan, keterlibatan ayah dalam keluarga sangat penting. “Kami ingin membentuk figur ayah yang hadir, peduli, dan menjadi teladan, seperti yang tergambarkan dalam film edukatif Panggil Aku Ayah,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Satgas Pangan berhasil mengungkap praktik kecurangan dalam produksi dan peredaran beras yang tidak sesuai standar mutu label kemasan. Dalam operasi yang digelar di 11 titik lokasi di wilayah hukum Polda Jabar, petugas menetapkan enam orang tersangka dari empat kasus pelanggaran hukum. Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., bersama Dirreskrimsus Polda Jabar Dr. Wirdhanto Hadicaksono, S.H., S.I.K., M.Si., Rabu (6/8/2025). Hadir pula sejumlah pihak terkait seperti ahli perlindungan konsumen, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Disperindag Jabar, BULOG, hingga akademisi dari Universitas Padjadjaran. Modus kecurangan yang dilakukan para pelaku antara lain menjual beras kualitas medium dalam kemasan premium, pengemasan ulang (repacking), dan pelabelan tidak sesuai isi. Dalam pemeriksaan, teridentifikasi empat produsen dan dua belas merek beras yang melakukan pelanggaran standar mutu. Salah satu kasus terjadi di CV. Sri Unggul Keandra, Majalengka. Tersangka AP memproduksi beras merek Si Putih 25 kg dengan label premium, padahal kualitasnya tidak memenuhi standar. Kegiatan ini sudah berlangsung empat tahun dengan total produksi 36 ton dan omzet Rp468 juta. Kasus lain ditemukan di PB Berkah, Cianjur. Produsen ini menjual beras merek Slyp Pandan Wangi BR Cianjur yang ternyata berisi jenis beras lain. Praktik ini juga telah berlangsung selama empat tahun dengan total produksi mencapai 192 ton dan omzet sekitar Rp2,97 miliar. Sementara itu, di wilayah Polresta Bandung ditemukan delapan merek beras seperti MA Premium dan NJ Premium Jembar Wangi yang kualitasnya bahkan tidak memenuhi standar beras medium. Di Polres Bogor, tersangka MAN diketahui melakukan repacking sejak 2021, dengan omzet mencapai Rp1,4 miliar. Dari keseluruhan kasus, polisi menyita ribuan karung beras berbagai ukuran, alat produksi, nota transaksi, serta hasil uji laboratorium. Para pelaku dijerat Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan f UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. Polda Jabar bersama instansi terkait juga akan menarik 12 merek beras dari peredaran karena tak memenuhi SNI 6128:2020. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dua unit rumah warga di Kampung Mekarwangi RT 018 RW 010, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan terbakar pada Rabu (6/8/2025) pagi. Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WIB dan menghanguskan dua rumah milik warga bernama Winarto dan Yoyoh. Informasi yang dihimpun menyebutkan, api pertama kali terlihat membesar dari atap salah satu rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berhamburan keluar dan berusaha memberikan pertolongan dengan alat seadanya, sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat. “Benar kedua rumah itu terbakar. Kami menduga hubungan arus pendek menjadi penyebabnya. Warga berusaha untuk menyelamatkan bangunan rumah tersebut, tapi kobaran api sulit dijinakkan,” kata warga yang tidak ingin disebut namanya. Petugas dari Pos Damkar Surade tiba di lokasi dan bersama warga langsung melakukan pemadaman. Sekitar pukul 08.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Namun, satu unit rumah milik Winarto ludes terbakar tanpa tersisa kecuali dinding tembok, sementara rumah milik Yoyoh mengalami kerusakan sekitar 80 persen. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta. Kedua rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dan menjadi tempat tinggal sehari-hari bagi pemiliknya. Penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting arus pendek listrik. Saat ini, pihak terkait masih mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Pemerintah Kecamatan Surade bersama unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, TAGANA, P2BK Kecamatan, serta aparat Desa Pasiripis telah mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses penanganan. Camat Surade telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Bupati Sukabumi. Selanjutnya, diharapkan ada penanganan cepat dan bantuan bagi para korban yang rumahnya terdampak kebakaran. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Polsek Jampangkulon membongkar arena sabung ayam di Kampung Citoke RT 07/02, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (5/8/2025), sekitar pukul 14.00–15.00 WIB. Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Jampangkulon Iptu Muhlis, S.IP, MM, didampingi anggota Koramil 2213/Jampangkulon serta perwakilan Pemerintah Desa Padajaya. Menurut Iptu Muhlis, pembongkaran dilakukan menindaklanjuti laporan warga melalui WhatsApp, yang disertai bukti video dan desakan agar arena sabung ayam segera ditutup sebelum dilaporkan ke Polres Sukabumi. “Begitu menerima laporan, kami bersama Forkopimcam langsung ke lokasi. Saat tiba, tidak ada aktivitas sabung ayam. Namun, kami temukan bangunan saung berukuran 10×10 meter yang langsung kami bongkar,” kata Iptu Muhlis, Rabu (6/8/2025). Ia menambahkan, pada 30 April 2025, Forkopimcam juga pernah membubarkan aktivitas serupa di lokasi yang sama, sekaligus melakukan pembinaan kepada warga. Warga sekitar disebut mulai resah dengan keberadaan arena sabung ayam yang berdiri di lahan milik tokoh masyarakat berinisial HA. Bahkan panitia penyelenggara diduga berasal dari kalangan tokoh desa. “Menurut keterangan warga, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar dua minggu dengan tujuh kali pertandingan. Jadwalnya semula Rabu, Jumat, dan Minggu, kemudian berubah jadi Selasa, Sabtu, dan Minggu, dimulai pukul 13.00 WIB,” ungkap Iptu Muhlis. Setiap peserta dikenakan uang pasang mulai dari Rp250 ribu hingga Rp750 ribu, dengan potongan 20 persen untuk panitia. Kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari luar kecamatan seperti Surade, Ciracap, Sagaranten, Ciemas, hingga Kalibunder. “Sabung ayam ini meresahkan karena mengandung unsur perjudian, kekerasan terhadap hewan, dan berpotensi menimbulkan masalah sosial. Jika dibiarkan, akan memperburuk citra aparat dan menimbulkan penolakan dari tokoh agama serta masyarakat,” tegasnya. Kapolsek akan memastikan, pihaknya bersama Forkopimcam akan bertindak tegas terhadap praktik sabung ayam ilegal demi menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Yayasan Gunung Gede Bersahaja menggelar kegiatan pra opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SDN Bojongsari, Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/8/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan Dapur Sehat Wilayah Kodim 0622/Kab. Sukabumi yang mendistribusikan makanan sehat bergizi gratis bagi anak-anak sekolah. Sebanyak 241 porsi makanan disalurkan kepada siswa dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/sederajat, dengan rincian 181 porsi untuk siswa SDN Bojongsari dan 60 porsi untuk anggota Paskibraka Kecamatan. Acara dihadiri oleh Camat Kalibunder Encep Iwan Kartawira, Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan, perwakilan Koramil Jampangkulon Peltu Kamaludin dan Kepala UPT/UPTD. Hadir pula para kepala sekolah penerima manfaat, para kepala desa se-Kecamatan Kalibunder, Ketua Yayasan Gunung Gede Bersahaja Bambang, Kepala SPPG Yuningsih, serta tamu undangan lainnya. Encep Iwan Kartawira, mengapresiasi program pemberian makan bergizi gratis dari pemerintah pusat yang dinilai strategis dalam meningkatkan kecerdasan generasi muda menuju Indonesia Emas. “Pengelolaan makanan itu harus benar-benar higienis dan aman untuk mencegah potensi masalah yang dapat mencoreng pelaksanaan program. Tak kalah penting MBG itu dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa,” ujarnya. Menu makanan bergizi yang disajikan meliputi nasi putih, ayam goreng kecap, tahu goreng, tumis sayur (wortel, buncis, jagung manis), buah jeruk, dan susu. Kegiatan ini menjadi pemanasan menuju launching resmi SPPG Yayasan Gunung Gede Bersahaja pada 18 Agustus 2025 mendatang, yang menargetkan distribusi hingga 3.600 porsi makanan bergizi gratis bagi anak-anak di wilayah Kalibunder. (Dicky)