SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Partai Golkar Kota Sukabumi memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat barisan internal. Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Selasa (17/3/2026), konsolidasi partai ditegaskan sebagai langkah awal menghadapi kontestasi politik 2029. Kegiatan yang berlangsung di Aula DPD Golkar, Jalan Pabuaran, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong itu diikuti sekitar 100 kader, mulai dari pengurus DPD, Pimpinan Kecamatan (PK), hingga perwakilan 33 kelurahan. Kehadiran lintas struktur ini menjadi sinyal bahwa penguatan organisasi dilakukan dari akar rumput. Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Sri Widagdo, menegaskan bahwa soliditas tidak bisa dibangun secara instan, melainkan harus dipupuk sejak sekarang. “Kalau kita ingin besar di 2029, kuncinya satu yaitu solid. Tidak ada ruang untuk berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya. Ia juga menyoroti meningkatnya partisipasi kader dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu menjadi indikator positif bahwa semangat kebersamaan di tubuh Golkar masih terjaga, meski di tengah tekanan kondisi ekonomi. Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Hasen Candra, menekankan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat persatuan organisasi. “Silaturahmi ini bukan seremonial. Ini bagian dari merawat kekuatan partai dari bawah agar tetap satu barisan,” ujarnya. Ia menegaskan, target politik ke depan tidak main-main. Golkar Kota Sukabumi membidik minimal 20 persen kursi DPRD bisa kembali diraih. “Target itu realistis, tapi hanya bisa tercapai kalau kita kompak dan bekerja bersama,” tandasnya. Selain konsolidasi internal, DPD Golkar Kota Sukabumi juga terus memperluas komunikasi politik melalui silaturahmi ke berbagai daerah di Jawa Barat selama Ramadan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan sekaligus memastikan mesin partai tetap bergerak, dengan satu tujuan: mengembalikan kejayaan Golkar di Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/3/2026) pagi. Insiden terjadi di Kampung Cimahi, RT 003 RW 004, Desa Citanglar, sekitar pukul 07.05 WIB. Bangunan semi permanen seluas kurang lebih 13 x 9 meter milik Idim (73) tidak dapat diselamatkan setelah api dengan cepat membesar dan merusak sebagian besar struktur rumah. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Salah seorang warga, Ade Priatna, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat di bagian atas rumah. Kepulan asap segera disusul kobaran api yang membesar, sehingga warga berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil meminta bantuan petugas. Petugas pemadam kebakaran dari Pos Surade tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan bersama unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat. Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat. Usai kejadian, tim gabungan dari Forkopimcam Surade, BPBD, P2BK, pihak PLN, serta pemerintah desa melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi. Korban saat ini diketahui mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik guna menghindari kejadian serupa. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Cibenda bersama masyarakat menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan wisata Geosit Curug Puncak Manik yang berada di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cibenda, Ade Rizwan yang akrab disapa Hurung. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari penerapan program K4 yang dicanangkan Pemerintah Desa Cibenda, yakni Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Kegotongroyongan. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan wisata setempat. Dalam kegiatan tersebut, Kades bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah, merapikan area sekitar curug, serta memangkas rumput yang tumbuh di sepanjang jalur menuju lokasi wisata.   Hurung mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kawasan Geosit Curug Puncak Manik tetap terjaga kebersihannya sehingga memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta keindahan kawasan wisata yang menjadi salah satu kebanggaan Desa Cibenda,” kata dia, Selasa (17/3/2026). Menurutnya, melalui kegiatan gotong royong seperti ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat. Pemerintah Desa Cibenda berharap, dengan kondisi kawasan wisata yang bersih, rapi, dan tertata, Geosit Curug Puncak Manik dapat terus berkembang serta mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Upaya ini sekaligus diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat ssetempat (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Jampangkulon, Dading, bersama perangkat Kecamatan Jampangkulon rutin melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an setiap ba’da salat Dzuhur selama bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut digelar di masjid yang berada di samping Kantor Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Senin (16/3/2026). Tadarus tersebut diikuti oleh seluruh jajaran kecamatan, mulai dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam), para kepala seksi, hingga staf. Mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur’an secara bersama-sama sebagai bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT selama bulan suci Ramadhan. Camat Jampangkulon, Dading, mengatakan kegiatan tadarus ini menjadi salah satu upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja pemerintahan. “Kami merasa bersyukur bisa melaksanakan tadarus secara rutin selama Ramadhan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya. Ia menjelaskan, kegiatan tadarus dilaksanakan setiap hari setelah salat Dzuhur dengan durasi sekitar 30 menit. Selain membaca Al-Qur’an, para peserta juga memanjatkan doa bersama memohon keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Menurut Dading, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat agar semakin meningkatkan ibadah selama bulan Ramadhan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan ibadah dan memperkuat nilai keagamaan selama Ramadhan,” tambahnya. Melalui kegiatan tadarus ini, jajaran Kecamatan Jampangkulon juga berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya memperbanyak ibadah serta melakukan berbagai kebaikan di bulan suci Ramadhan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Isu terkait proses pengangkatan Dewan Pengawas (Dewas) RSUD R Syamsudin SH kembali mencuat dalam rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi. Fraksi Kebangkitan Rakyat menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya terkait legalitas usia Ketua Dewas. Pandangan tersebut disampaikan oleh anggota Fraksi Kebangkitan Rakyat, Agus Samsul, saat membacakan pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kota Sukabumi, Minggu (15/3/2026). Dalam pemaparannya, Agus mengungkapkan bahwa Panitia Kerja (Panja) DPRD sebelumnya telah melakukan penelusuran terhadap proses pengangkatan Dewas RSUD. Dari hasil kajian tersebut, ditemukan indikasi bahwa usia Ketua Dewas saat pertama kali diangkat diduga tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam regulasi yang berlaku. Menurutnya, data yang diperoleh Panja menunjukkan bahwa usia yang bersangkutan saat awal menjabat telah mendekati bahkan melampaui batas yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Temuan tersebut, kata Agus, menjadi perhatian serius fraksi karena berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan dalam tata kelola lembaga pelayanan publik, khususnya rumah sakit daerah. Selain itu, Fraksi Kebangkitan Rakyat juga menyoroti keputusan terbaru pemerintah daerah yang kembali mencantumkan nama Ubaidilah sebagai Ketua Dewas dalam keputusan wali kota yang terbit pada awal Februari 2026. Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan dari DPRD mengenai dasar administratif maupun mekanisme yang digunakan dalam penetapan kembali jabatan tersebut. Fraksi Kebangkitan Rakyat meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses seleksi, penunjukan, hingga dokumen yang menjadi dasar penetapan Dewan Pengawas RSUD R Syamsudin SH. Menurut Agus, transparansi sangat penting agar publik dapat mengetahui bahwa seluruh proses pengangkatan pejabat di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini DPRD melalui Panja masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait temuan tersebut. Fraksi Kebangkitan Rakyat berharap pemerintah kota segera memberikan klarifikasi agar polemik mengenai pengangkatan Dewan Pengawas RSUD Bunut tidak terus berkembang di tengah masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Minggu 15 Maret 2026 sekitar pukul 00.36,13 WIB. Getaran gempa yang berasal dari wilayah laut selatan tersebut sempat dirasakan warga selama beberapa detik. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut selatan Sukabumi dengan kedalaman relatif dangkal. Kondisi ini membuat getaran gempa masih terasa di sejumlah wilayah daratan, termasuk sebagian daerah di Bogor dan Jakarta. M. Ikram warga Tegalwangi RT 03 RW 02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, mengaku sempat merasakan guncangan yang berlangsung singkat. “Saya kebetulan masih melek belum tidur. Goncangan lumayan besar dan saya sangat panik. Sementara warga lain sepertinya terlelap tidur,” ujarnya, Minggu (15/3/2026). Meski demikian, hingga laporan ini disusun belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta untuk mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Secara geologis, wilayah selatan Jawa, termasuk Sukabumi, berada di kawasan pertemuan lempeng aktif atau zona Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan ini cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi. Meski magnitudo gempa relatif kecil, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta selalu siap menghadapi situasi darurat kebencanaan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kota Sukabumi menggelar rapat paripurna dengan membahas empat agenda strategis daerah, Sabtu (14/3/2026) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Cikole. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda dan dihadiri sekitar 120 peserta dari unsur pemerintah daerah, anggota DPRD, aparat penegak hukum, serta para kepala perangkat daerah. Turut hadir Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Sukabumi menyetujui secara definitif Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain itu, paripurna juga membahas tiga agenda lainnya yakni penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025, penjelasan rencana perubahan status PD Waluya, serta penjelasan DPRD terkait Raperda Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan. Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menjelaskan bahwa dari empat agenda yang dibahas, satu di antaranya merupakan persetujuan Raperda, sementara tiga agenda lainnya berupa penyampaian dan penjelasan. “Hari ini ada empat agenda paripurna. Untuk LKPJ kita menargetkan pembahasannya bisa tuntas pada akhir Maret. Targetnya laporan tersebut dapat diparipurnakan pada 31 Maret,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi fiskal daerah tahun ini mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp159 miliar. Meski demikian, pihaknya optimistis laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah tetap dapat memperoleh penilaian baik dari Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu, Ketua Panitia Khusus Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan Inggu Sudeni menyampaikan bahwa pembahasan raperda telah dilakukan secara komprehensif melalui rapat internal, rapat kerja bersama perangkat daerah, hingga konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Raperda tersebut disusun untuk menghadirkan pengaturan yang lebih komprehensif terkait penyelenggaraan peternakan di Kota Sukabumi. Regulasi ini juga bertujuan menjamin kesehatan hewan, melindungi masyarakat dari potensi penyakit hewan, serta meningkatkan kesejahteraan hewan. Panitia khusus juga merekomendasikan penguatan peran pemerintah daerah dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hewan, pengawasan usaha peternakan, serta penyusunan aturan teknis melalui peraturan wali kota. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah selama satu tahun anggaran. Ia menjelaskan bahwa tema pembangunan Kota Sukabumi pada tahun 2025 adalah Menguatkan Pembangunan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan dengan lima prioritas utama, yakni peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penataan kota, serta penguatan nilai dan inklusivitas pembangunan. Dari sisi keuangan daerah, pendapatan daerah tahun anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp1,316 triliun dan terealisasi Rp1,322 triliun atau mencapai 100,45 persen. Sementara belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp1,365 triliun terealisasi Rp1,325 triliun atau sekitar 97,07 persen. Selain itu, Wali Kota juga menjelaskan rencana perubahan status PD Waluya menjadi PT Waluya (Perseroda). Perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah. Perseroda nantinya akan mengembangkan sejumlah bidang usaha utama seperti Pedagang Besar Farmasi dan Alat Kesehatan, pengelolaan apotek dan optik, serta usaha dagang dan jasa lain yang berkaitan dengan sektor kesehatan. Pada kesempatan tersebut, DPRD Kota Sukabumi juga menyampaikan penjelasan terhadap Raperda tentang Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan. Raperda ini disusun sebagai upaya memberikan perlindungan hukum dan rasa aman bagi para tenaga pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya. Melalui regulasi tersebut diharapkan guru dan tenaga kependidikan di Kota Sukabumi mendapatkan kepastian perlindungan serta dukungan dalam menjalankan peran pentingnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kembali menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Sukabumi. Anggota Komisi II, Raden Koesoemo Hutaripto atau yang akrab disapa Kang Raden, menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih serius terhadap laporan wajib pajak oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Hal itu disampaikan Kang Raden setelah rapat koordinasi antara Komisi II DPRD dengan BPKPD yang membahas optimalisasi penerimaan pajak daerah. Dalam pertemuan tersebut, Komisi II meminta BPKPD menyajikan data yang jelas mengenai tingkat kepatuhan para wajib pajak di Kota Sukabumi, baik pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban maupun yang masih belum patuh. “Data kepatuhan wajib pajak harus terbuka dan jelas. Dari situ kita bisa melihat potensi pajak mana yang sudah maksimal dan mana yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Kang Raden, Sabtu (14/3/2026). Ia menilai masih terdapat peluang peningkatan PAD dari sektor pajak daerah yang belum digarap secara optimal. Karena itu, DPRD mendorong BPKPD untuk lebih aktif melakukan verifikasi serta pengawasan terhadap laporan pajak yang disampaikan para pelaku usaha. Selain itu, Kang Raden juga mengingatkan para wajib pajak agar melaporkan kewajiban perpajakannya secara jujur dan sesuai dengan kondisi omzet yang sebenarnya. “Pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha merupakan bagian penting untuk pembangunan daerah. Karena itu pelaporannya harus sesuai fakta di lapangan,” tegasnya. Tak hanya kepada wajib pajak, Kang Raden juga mengingatkan BPKPD agar tidak lengah dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, setiap laporan pajak perlu diuji dengan kondisi riil di lapangan agar potensi penerimaan daerah tidak terlewat. “Pengawasan harus benar-benar berjalan. Jangan sampai ada potensi pajak yang sebenarnya ada, tetapi tidak terdeteksi karena lemahnya pengawasan,” katanya. Untuk memastikan hal tersebut, Komisi II DPRD akan terus memantau kinerja BPKPD, termasuk mendorong dilakukannya uji petik terhadap laporan pajak para wajib pajak. “Uji petik perlu dilakukan agar laporan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi usaha di lapangan,” ujarnya. Ia menegaskan, DPRD tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi penyimpangan dalam pengelolaan pajak daerah. Komisi II berharap pengawasan yang lebih kuat dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat mendorong peningkatan PAD sehingga memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puskesmas Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis, santunan bagi anak yatim dan jompo, serta tausiah keagamaan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara tenaga kesehatan, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut hadir dalam acara tersebut. Kepala Puskesmas Cimanggu, Rudi Budiman, SKM, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama di bulan Ramadhan. “Alhamdulillah kami bisa berbagi kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama ini. Selain mempererat silaturahmi, kami juga ingin mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kesehatan,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, pihak puskesmas memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada warga yang hadir. Pemeriksaan kesehatan ini disambut antusias oleh masyarakat karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung. Selain pelayanan kesehatan, Puskesmas Cimanggu juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan para jompo sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu penerima santunan, Imas (40), mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak Puskesmas Cimanggu. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami,” ungkapnya. Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh salah seorang ustadz setempat. Dalam tausiah tersebut disampaikan pentingnya memperbanyak ibadah, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Cimanggu berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan nilai-nilai kebersamaan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo meninjau langsung pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Jumat (13/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran paket pangan murah berjalan tertib dan tepat sasaran bagi masyarakat. Ayep mengatakan, program OPADI merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Digelarnya kegiatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Ayep Zaki menyerahkan secara simbolis paket sembako bersubsidi kepada warga penerima manfaat yang telah mengantre sejak pagi. “Program ini menjadi bentuk intervensi pemerintah guna membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran,” ujarnya. Dia menambahkan, antusiasme warga menunjukkan program ini sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Kota Sukabumi mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan subsidi cukup besar dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut,” ungkapnya. Melalui OPADI, masyarakat dapat menebus paket sembako dengan harga Rp40.000 dari harga normal sekitar Rp96.700. Artinya, terdapat subsidi sebesar Rp56.700 untuk setiap paket yang disalurkan. Paket sembako yang diterima warga terdiri dari beras premium 3 kilogram, gula kristal putih 1 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, serta tepung terigu 1 kilogram. Untuk wilayah Kota Sukabumi, kuota yang disediakan sebanyak 989 paket. Penyaluran dilakukan secara selektif berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi oleh pemerintah kelurahan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menegaskan pihak kepolisian turut mengawal jalannya operasi pasar agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Panitia pelaksana juga menerapkan sistem penyaluran menggunakan kupon serta mekanisme open table guna menghindari penumpukan warga di lokasi kegiatan. “Melalui operasi pasar bersubsidi ini, dia berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menekan potensi lonjakan harga bahan pokok di pasar tradisional menjelang Idulfitri,” kata AKBP Sentot.(Usep)