SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan alumni Sekolah Teknik Negeri (STN) 2 Sukabumi dari berbagai generasi memadati Gedung Juang 45 dalam kegiatan reuni akbar yang digelar Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini mempertemukan para lulusan dari angkatan 1967 hingga 1994 dalam suasana penuh keakraban dan kenangan masa sekolah. Pemerintah Kota Sukabumi turut memberikan perhatian melalui kehadiran perwakilan Wali Kota Ayep Zaki yang diwakili Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi. Ketua panitia, Ayi Hamdani atau yang dikenal sebagai Kang Omen, menyebut reuni ini menjadi momentum berharga bagi para alumni untuk kembali menjalin komunikasi yang sempat terputus oleh waktu. “Banyak yang sudah puluhan tahun tidak bertemu. Bahkan ada guru kami yang masih hadir, ini jadi momen yang sangat mengharukan,” ungkapnya. Menurutnya, dari total sekitar 150 undangan yang disebar, sebanyak 130 alumni berhasil hadir. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional antar lulusan STN 2. Reuni ini sendiri merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga tahun sekali. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan keempat sejak pertama kali diadakan. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi cerita perjalanan hidup para alumni, termasuk mengenang masa pendidikan yang telah membentuk mereka hingga saat ini. UM
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kiprah membanggakan ditorehkan talenta muda asal Sukabumi dalam ajang Fashion Show Idol Kids International 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada 21–23 Maret 2026. Di panggung internasional tersebut, dua peserta berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya dan membawa pulang gelar juara. Nadia Putri Ramadhani pelajar SDN Cipanengah CBM tampil menonjol hingga berhasil meraih Grand Winner Kategori C, sebuah capaian tertinggi yang menegaskan kemampuannya bersaing dengan peserta dari Sembilan negara. Penampilannya dinilai kuat dari sisi teknik, ekspresi, hingga penguasaan panggung. Selain itu keduanya didukung dengan tangan sentuhan tangan dingin desainer Harririan. Sementara itu, Rafa Elviana Supriatna yang menempuh pendidikan di SD PASIM juga berhasil mencatat hasil positif dengan meraih Juara II. Konsistensi performa serta kepercayaan diri menjadi kunci keberhasilannya menembus posisi terbaik di ajang tersebut. Dalam kompetisi ini, Indonesia mengirimkan empat perwakilan, terdiri dari dua peserta asal Bali dan dua dari Sukabumi. Seluruh peserta tampil membawa karakter dan identitas masing-masing di hadapan dewan juri internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian penilaian yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan kreativitas. Mulai dari sesi catwalk hingga penampilan kostum, seluruh aspek menjadi perhatian utama dalam menentukan pemenang. Keberhasilan wakil Sukabumi tidak lepas dari dukungan tim pelatih serta konsep penampilan yang dipersiapkan secara matang. Perpaduan antara teknik dan karakter visual menjadi faktor penting dalam menarik perhatian juri. Ajang ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan di level global. Selain meraih prestasi, mereka juga mendapatkan wawasan baru terkait standar industri modeling internasional. Sebelumnya, keduanya sempat mengikuti ajang serupa di tingkat nasional sebagai bagian dari proses pembinaan di bawah Manajemen Lamatapo Indonesia Persada (Mas Bram) Namun, hasil di Hanoi menjadi pencapaian yang memperkuat posisi mereka sebagai talenta muda yang patut diperhitungkan. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda lainnya, khususnya di Sukabumi, untuk terus mengembangkan potensi dan berani tampil di panggung internasional. Kedua orang tua model penuh talenta tersebut Ucup Supriatna dan Evi Sumanti mengungkapkan kekaguman dan rasa bahagia atas raihan prestasi putri-putri mereka. “Tentu saja ini prestasi yang membanggakan. Karena mereka berdua telah mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dan berhasil mendapatkan predikat juara,” ujaUsep, Sabtu (28/3/2026). (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon menggelar kegiatan halal bihalal bersama keluarga besar dan para mitra, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan serta ajang untuk saling memaafkan. “Momentum ini dimanfaatkan untuk melebur segala khilaf dan membangun hubungan yang lebih harmonis antarpegawai dan mitra kerja,” ujarnya. Selain dihadiri internal rumah sakit, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah unsur mitra, mulai dari tokoh keagamaan, unsur pemerintah kecamatan, hingga aparat keamanan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Jampangkulon. Rangkaian acara diisi dengan tausiah, diskusi ringan, serta silaturahmi bersama para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan MUI, kepala puskesmas wilayah, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, hingga jajaran TNI dan Polri. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Halal bihalal ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, RSUD Jampangkulon berharap semangat kebersamaan dan kekompakan terus terjaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sejumlah wartawan di Kabupaten Sukabumi mengecam keras pernyataan akun media sosial @Rere Said Subakti yang dinilai merendahkan profesi jurnalis. Unggahan tersebut menyebut wartawan yang menyoroti persoalan tiket masuk kawasan wisata Tenda Biru Ujunggenteng sebagai “wartawan bodrex”. Dalam postingan yang beredar, akun itu menuding wartawan hanya mencari sensasi demi popularitas di media sosial, tanpa benar-benar memahami situasi di lapangan. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari kalangan insan pers yang merasa unggahan itu merendahkan martabat wartawan. Salah seorang wartawan media online, Maulana Yusuf Kuncir, menyatakan kekecewaannya dan menilai ucapan tersebut telah melecehkan profesi jurnalis. “Kami menyayangkan pernyataan itu. Kami akan mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Jika diperlukan, kami siap menempuh jalur hukum karena ini sudah masuk ranah pelecehan profesi,” tegasnya, Kamis (26/3/2026). Ia menegaskan, tugas wartawan adalah menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial, termasuk mengkritisi kebijakan atau pengelolaan objek wisata yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Sejumlah jurnalis lainnya juga menilai kritik terhadap kebijakan, seperti tarif atau tiket masuk wisata, merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dari sisi hukum, pernyataan yang mengandung unsur penghinaan atau pencemaran nama baik dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) junto UU Nomor 19 Tahun 2016. Dalam Pasal 27 ayat (3), diatur larangan mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik. Selain itu, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juga mengatur soal penghinaan melalui Pasal 310 dan 311 terkait pencemaran nama baik dan fitnah, baik terhadap individu maupun kelompok. Para wartawan berharap pihak yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka guna meredam polemik. Namun jika tidak ada itikad baik, langkah hukum disebut akan menjadi opsi lanjutan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tetap menghormati profesi lain, termasuk wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik demi kepentingan publik. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kehadiran aparat kepolisian biasanya identik dengan pengamanan. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di kawasan Pantai Palabuhanratu, Rabu (25/3/2026). Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, bersama jajaran Polres Sukabumi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membawa keceriaan bagi para wisatawan, khususnya anak-anak. Sebanyak 300 es krim dibagikan langsung kepada anak-anak yang tengah bermain di pesisir. Momen tersebut disambut antusias, dengan gelak tawa dan raut bahagia yang mewarnai suasana pantai. AKBP Samian menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri agar semakin dekat dengan masyarakat. “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat, terutama anak-anak,” ujarnya. Selain berbagi kebahagiaan, Kapolres juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan pentingnya keselamatan saat berwisata di pantai selatan yang dikenal memiliki arus kuat. Ia mengimbau pengunjung untuk selalu mematuhi rambu-rambu, tidak berenang di zona berbahaya yang ditandai bendera merah, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polres Sukabumi dalam menciptakan suasana liburan yang aman dan nyaman. Pendekatan yang lebih humanis dinilai efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat. Dengan cara sederhana namun penuh makna ini, Polres Sukabumi berharap kehadiran Polri dapat semakin dirasakan sebagai pelindung sekaligus pengayom yang dekat dengan masyarakat, serta menjaga Pantai Palabuhanratu tetap ramah bagi wisatawan keluarga. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keluarga Besar Asep Saeful Anwar merampungkan renovasi makam ayahanda mereka, H. Munawar, sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga nilai-nilai keluarga lintas generasi, Minggu (22/3/2026). Perbaikan yang dilakukan tidak sekadar memperindah fisik makam, tetapi juga memperkuat fungsi lokasi sebagai ruang ziarah, refleksi, dan pengikat silaturahmi antar anak, cucu, hingga keturunan berikutnya. Asep Saeful Anwar menyampaikan, renovasi ini menjadi simbol bakti keluarga kepada sosok ayah yang dinilai memiliki peran besar dalam membimbing dan menanamkan nilai kehidupan. “Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bentuk penghormatan kami atas jasa dan teladan ayahanda,” ujarnya. Proses renovasi turut melibatkan unsur keluarga besar serta pengurus TPU Ciherang. Ketua TPU Ciherang, H. Dedi Kurniadi (KDK), menyebut pembenahan makam tersebut diharapkan menjadi contoh nyata pentingnya merawat situs keluarga sebagai bagian dari sejarah dan budaya lokal. “Perawatan makam bukan hanya tanggung jawab keluarga, tapi juga bagian dari menjaga nilai-nilai leluhur agar tidak hilang,” kata Dedi. Kini, makam H. Munawar tampil lebih tertata dan representatif, sehingga diharapkan mampu menjadi tempat ziarah yang nyaman sekaligus sarana memperkuat ikatan emosional keluarga. Selain keluarga besar Asep Saeful Anwar, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus TPU Ciherang, di antaranya sekretaris H. Sabhari, bendahara Irman, serta anggota lainnya. Renovasi ini menjadi penegasan bahwa penghormatan kepada orang tua tidak berhenti pada kenangan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi penerus. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi untuk memberikan remisi khusus kepada ratusan warga binaan, Sabtu (21/3/2026). Sebanyak 309 narapidana menerima pengurangan masa pidana dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan serbaguna lapas setempat. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi ini menjadi simbol apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Dari total penerima, terdiri atas 2 narapidana kasus korupsi, 180 kasus narkotika, dan 127 kasus pidana umum. Besaran remisi yang diberikan pun bervariasi, yakni 15 hari untuk 68 orang, 1 bulan bagi 207 orang, serta 1 bulan 15 hari untuk 34 orang. Pada tahun ini, tidak ada warga binaan yang langsung bebas atau memperoleh Remisi Khusus II. SK remisi dibacakan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Eris Rivaldi Jualiansyah, sebelum diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lapas, Budi Hardiono kepada perwakilan warga binaan. Dalam sambutannya, Budi menyampaikan pesan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bahwa remisi bukan sekadar pengurangan hukuman, tetapi bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang dijalani. “Remisi ini adalah wujud apresiasi negara bagi warga binaan yang telah berupaya memperbaiki diri. Diharapkan Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali ke fitrah dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan masa pembinaan sebagai sarana introspeksi dan perubahan diri. Menurutnya, lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik. “Proses perubahan harus berkelanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis agar warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kota Sukabumi setelah beredarnya temuan makanan tidak layak dari dapur SPPG di wilayah Citamiang. Kasus ini mencuat dari laporan orang tua siswa SDN CBM Pakujajar yang mendapati kondisi makanan jauh dari standar kelayakan. Selain buah yang tidak segar, ditemukan pula bangkai cicak dalam menu yang dibagikan kepada siswa. Informasi tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Menanggapi hal itu, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap dapur penyedia makanan. “Berdasarkan informasi awal, dapur tersebut sempat dikaitkan dengan Ketua DPRD Kota Sukabumi,” kata Andri, Jumat (20/3/2026). Namun di sisi lain, Wawan Djuanda memastikan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dapur SPPG tersebut. Ia menyebut dapur itu dikelola oleh Ernawati dan Agus Juniar. Ia mengakui pernah membantu pada tahap awal pelaksanaan program, khususnya dalam menjangkau penerima manfaat. Namun, bantuan tersebut tidak berkaitan dengan kepemilikan maupun investasi. “Tidak ada keterlibatan sebagai pemilik atau mitra. Hubungan kami sebatas pertemanan, termasuk dalam kegiatan sosial,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak dan dinilai sebagai momentum evaluasi dalam pelaksanaan MBG, terutama terkait standar higienitas dan sistem pengawasan distribusi makanan kepada penerima manfaat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, bersama seluruh anggota DPRD menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dalam momentum hari kemenangan ini, Budi Azhar Mutawali turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi maupun lembaga. Ia berharap Idul Fitri menjadi ajang untuk kembali ke fitrah serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua dapat merayakan hari yang suci ini dengan penuh kebahagiaan serta memulai lembaran baru dengan hati yang bersih,” ujarnya, Jumat (20/3/2026). Lebih lanjut, DPRD Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan, serta memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat Idul Fitri harus menjadi energi positif dalam membangun daerah menuju Sukabumi yang Mubarokah, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. “Semoga Idul Fitri ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mendorong kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ppungkasnya (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Erpa Aris Purnama, mengajak umat Islam untuk mengoptimalkan ibadah di penghujung bulan suci Ramadhan. Menurutnya, sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Ia menekankan bahwa akhir Ramadhan merupakan momen penting untuk memperbanyak amal ibadah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Selain itu, kesempatan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. “Penghujung Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Mari kita tingkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya, Rabu (18/3/2026). Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut juga mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Selain meningkatkan ibadah wajib, ia juga mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa dan istighfar, terutama di malam-malam terakhir Ramadhan yang memiliki keutamaan besar. “Semoga setiap doa dan istighfar yang kita panjatkan di akhir Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT, serta menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya. (Dicky)