SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas melepas kontingen atlet pelajar yang akan mewakili Kabupaten Sukabumi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Polwida) Jawa Barat Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Sebanyak puluhan atlet dari lima cabang olahraga akan berlaga di Kota Bandung pada 15–19 Juni 2026. Adapun cabang yang diikuti meliputi bola voli putra, bola basket putra, sepak bola, pencak silat, dan sepak takraw. Dalam arahannya, H. Andreas meminta seluruh atlet untuk tampil maksimal dengan mengedepankan sportivitas serta semangat juang yang tinggi selama mengikuti pertandingan. “Bertandinglah dengan penuh percaya diri, tetap fokus, dan jangan mudah menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama ini serta jaga nama baik Kabupaten Sukabumi,” ujarnya. Menurutnya, keikutsertaan dalam Polwida bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, dan membentuk karakter sebagai atlet yang berprestasi. Ia menilai olahraga memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, produktif, dan mampu bersaing di berbagai tingkat kompetisi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama Kabupaten Sukabumi berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” katanya. Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Sirojudin, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan para atlet yang akan bertanding. Berbagai kebutuhan dan persiapan telah dilakukan agar para atlet dapat fokus menghadapi pertandingan. Ia berharap seluruh anggota kontingen mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sukabumi. “Selamat bertanding, jaga kekompakan, sportivitas, dan nama baik daerah. Semoga seluruh atlet dapat meraih hasil yang membanggakan,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang aman menjadi salah satu fokus utama dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Hiswana Migas yang berlangsung di Hotel Horison Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Ketua Panitia Muscab VI Hiswana Migas, Yose Dwi Okta Mahaputra, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga wadah memperkuat komitmen pelaku usaha migas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut Yose, distribusi LPG subsidi yang tepat sasaran menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mendukung penerapan sistem barcode yang bertujuan memudahkan pengawasan sekaligus memastikan subsidi diterima oleh masyarakat yang berhak. Selain itu, Hiswana Migas juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Pertamina guna menjaga kelancaran distribusi energi di daerah. Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi peran Hiswana Migas yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Ia menyebutkan, kondisi pasokan BBM dan LPG di Kota Sukabumi hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan. “Hiswana Migas memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sektor energi. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya. Bobby menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai langkah yang bertujuan menjaga ketersediaan energi, termasuk memastikan program subsidi berjalan tepat sasaran. Dengan pasokan yang terjaga, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan BBM maupun LPG. Melalui Muscab VI Hiswana Migas, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan energi daerah sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pantai Taman Pandan di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Sukabumi Selatan. Keindahan panorama alam yang masih alami serta pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang wisatawan dari berbagai daerah. Pada akhir pekan, kawasan pantai terlihat ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun kerabat untuk menikmati suasana pesisir yang tenang. Hamparan pasir, deburan ombak, dan langit senja yang berwarna keemasan menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. April, wisatawan asal Bogor, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana Pantai Taman Pandan yang dinilai nyaman dan cocok sebagai lokasi rekreasi keluarga. “Tempatnya bersih, suasananya nyaman, dan pemandangannya indah. Sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (7/6/2026). Menurut sejumlah pengunjung, momen matahari terbenam menjadi waktu yang paling ditunggu. Perpaduan warna langit senja dengan panorama laut menghadirkan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Warsito, warga Sukabumi, menuturkan bahwa keindahan sunset di Pantai Taman Pandan menjadi alasan utama banyak wisatawan datang berkunjung. “Menjelang sore, pemandangannya luar biasa. Warna langit berubah-ubah dan terlihat sangat indah ketika matahari mulai tenggelam,” katanya. Hal serupa disampaikan Robi, wisatawan asal Parungkuda. Ia menilai Pantai Taman Pandan memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Sukabumi Selatan. Sementara itu, pengelola Pantai Taman Pandan, Bocin, mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata. “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh wisatawan. Mari kita jaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap memperhatikan keselamatan saat berada di area pantai,” ujarnya. Kepala Desa Cikangkung, Saepudin, mengapresiasi upaya pengelola dalam mengembangkan potensi wisata setempat. Menurutnya, keberadaan Pantai Taman Pandan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Semoga Pantai Taman Pandan semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat bagi warga melalui sektor pariwisata,” ungkapnya. Dengan keindahan alam yang masih terjaga dan pesona matahari terbenam yang memikat, Pantai Taman Pandan terus menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai di wilayah Sukabumi Selatan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang pelajar diamankan warga setelah kedapatan membawa senjata tajam berupa golok di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelajar tersebut diamankan oleh Ketua RW setempat, Andri, bersama warga bernama Yuda dan sejumlah masyarakat sekitar. Tindakan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan diketahui membawa senjata tajam saat berada di lingkungan permukiman warga pada dini hari. Setelah berhasil diamankan, pelajar itu kemudian dibawa ke Kantor Desa Mekarsari untuk menunggu penanganan lebih lanjut dari petugas Polsek Cicurug. Warga menyebutkan, saat kejadian pelajar tersebut tidak sendirian. Beberapa orang yang diduga merupakan rekannya berada di lokasi yang sama. Namun, ketika warga melakukan pengamanan, mereka berhasil melarikan diri. Menurut keterangan warga, sejumlah orang yang kabur diduga membawa senjata tajam jenis celurit berukuran panjang sehingga tidak sempat diamankan. Hingga saat ini identitas mereka masih belum diketahui. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan warga karena terjadi pada waktu dini hari dan melibatkan dugaan kepemilikan senjata tajam oleh sekelompok remaja. Beruntung situasi dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan. Warga mengapresiasi respons cepat aparat lingkungan dan masyarakat yang sigap menjaga keamanan wilayah. Mereka juga berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus tersebut guna mengungkap identitas para pelaku yang melarikan diri serta motif keberadaan mereka di lokasi. Selain itu, masyarakat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya penanganan sampah menyusul meningkatnya volume sampah harian yang kini mencapai sekitar 190 ton per hari. Bahkan pada akhir pekan maupun musim libur panjang, jumlah tersebut diperkirakan bisa menembus angka 200 ton per hari. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat. “Kita serius menangani persoalan sampah. Semua OPD harus bergerak dan berkolaborasi agar penanganannya lebih optimal,” ujar Bobby saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, peningkatan timbulan sampah tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor ekonomi yang terjadi di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada bertambahnya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Sebagai langkah penanganan, Pemkot Sukabumi telah menyiapkan strategi dalam tiga tingkatan. Pada skala kecil, fokus diarahkan pada peningkatan kebersihan lingkungan melalui pembersihan gulma dan ilalang serta penguatan tim kebersihan yang bekerja pada malam hingga dini hari untuk memastikan kondisi kota tetap bersih saat aktivitas warga dimulai. Untuk skala menengah, pemerintah memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumbernya sekaligus menertibkan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) liar yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Selain itu, berbagai kawasan juga didorong agar mampu mengelola sampah secara mandiri sehingga tidak menjadi titik timbulan sampah baru. Sementara itu, pada skala besar, Pemkot Sukabumi tengah mengkaji sejumlah alternatif pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas antara 200 hingga 240 ton per hari. Kajian tersebut mencakup skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dukungan pemerintah provinsi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk unsur TNI. Saat ini, dari total produksi sampah harian sekitar 190 ton, sebanyak 132 ton masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul. Adapun sisanya dikelola melalui berbagai mekanisme seperti pemilahan mandiri oleh masyarakat, bank sampah, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pemkot berharap berbagai langkah yang sedang disiapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – RSUD Jampangkulon kembali menggelar kegiatan donor darah sukarela sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Kegiatan bertema “Setetes Darah untuk Sejuta Kehidupan” tersebut berlangsung di Lapang Batu Mengpeuk, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat ini berhasil mengumpulkan 28 kantong darah dari 32 orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 kantong berasal dari golongan darah A, 7 kantong golongan darah B, 9 kantong golongan darah O, dan 2 kantong golongan darah AB. Petugas Unit Pelayanan Donor Darah dan Rumah Sakit (UPDRS) RSUD Jampangkulon, Tendi Agiandi, menjelaskan bahwa empat calon pendonor tidak dapat melanjutkan proses donor karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan. “Beberapa faktor yang menyebabkan calon pendonor tidak lolos di antaranya berat badan kurang, usia belum memenuhi syarat, kadar hemoglobin tidak sesuai, serta kondisi kesehatan tertentu,” ujarnya. Selama pelaksanaan kegiatan, terdapat tiga pendonor yang mengalami keluhan ringan seperti pusing, mual, dan lemas setelah mendonorkan darah. Namun kondisi tersebut segera ditangani oleh tim medis dan berangsur pulih. Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Desa Ciparay, Asep Saepudin, mengatakan kegiatan diawali dengan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum dilanjutkan dengan donor darah. Menurutnya, kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu ketersediaan darah bagi kebutuhan pelayanan kesehatan. Darah yang terkumpul selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasien di RSUD Jampangkulon maupun fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Sukabumi Selatan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Lentera Ibnu Sina yang menaungi Dapur Sumber Pangan dan Gizi (SPPG) Citanglar Surade menggelar tes wawancara bagi calon relawan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Yayasan Lentera Ibnu Sina, Bambang Jatnika Baroy, didampingi Tuti Suyati.   Puluhan peserta mengikuti tahapan seleksi dengan antusias. Sebelum menjalani wawancara, seluruh calon relawan diwajibkan mengenakan pakaian yang telah ditentukan, yakni kemeja putih dengan bawahan bebas sebagai bentuk penilaian awal terhadap kedisiplinan dan keseriusan peserta. Bambang Jatnika Baroy menjelaskan, proses rekrutmen relawan kali ini mengutamakan masyarakat sekitar lokasi dapur gizi serta warga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori 1, 2, dan 3. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi warga yang membutuhkan untuk ikut berkontribusi dalam program pelayanan gizi. “Melalui seleksi ini kami ingin mendapatkan relawan yang tidak hanya memiliki kemauan untuk bekerja, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kedisiplinan dan aturan yang berlaku di lingkungan Dapur SPPG Citanglar Surade,” ujar Bambang. Semangat para peserta terlihat selama proses wawancara berlangsung. Rizky dan Santni, dua di antara calon relawan yang mengikuti seleksi, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk bergabung dalam proses rekrutmen tersebut. “Kami berharap bisa menjadi bagian dari relawan SPPG Citanglar Surade. Jika dipercaya dan diterima, kami siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ungkap keduanya. Pernyataan serupa disampaikan Najwa Aprilia R. Ia mengaku termotivasi untuk terlibat dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta siap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku apabila dinyatakan lolos seleksi. Seluruh rangkaian tes wawancara berjalan tertib dan lancar. Hasil seleksi akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai dan menjadi dasar penetapan relawan yang akan bertugas mendukung pelayanan gizi bagi masyarakat di wilayah Surade dan sekitarnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun di wilayah Sukabumi Selatan menuai perhatian masyarakat setelah informasi mengenai kasus tersebut beredar luas di media sosial. Korban yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar diduga mengalami perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri berinisial DR. Informasi tersebut memicu keprihatinan dan kecaman dari berbagai kalangan karena anak seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari lingkungan keluarga. Ketua RT setempat, Deneng, saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/6/2026), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu diketahui terjadi sebelum Hari Raya Iduladha, tepatnya pada 26 Mei 2026. “Saya awalnya hanya mendengar informasi dari warga. Kemudian paman korban datang melapor dan meminta bantuan untuk menindaklanjuti persoalan ini,” ujarnya. Setelah menerima laporan, Deneng bersama petugas Linmas mendatangi rumah korban untuk meminta keterangan dari pihak keluarga. Saat itu, kata dia, terduga pelaku sempat membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Namun setelah korban dimintai keterangan, anak tersebut menyampaikan pengakuannya mengenai peristiwa yang dialami. Berdasarkan keterangan Deneng, setelah mendengar penjelasan korban, terduga pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. “Awalnya membantah, tetapi setelah korban menjelaskan apa yang terjadi, yang bersangkutan kemudian mengakui perbuatannya,” kata Deneng. Ia menambahkan, ibu korban saat itu tidak langsung menempuh jalur hukum. Pihak keluarga memilih menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan memutus hubungan perkawinan antara ibu korban dan terduga pelaku. Proses tersebut disaksikan oleh keluarga serta perangkat lingkungan setempat. Untuk menghindari potensi konflik, terduga pelaku kemudian diminta meninggalkan rumah. Pada malam yang sama, yang bersangkutan dijemput keluarganya dan dibawa ke wilayah Kecamatan Tegalbuleud. Hingga saat ini, korban bersama ibunya masih tinggal di rumah tersebut. Sementara keberadaan DR belum diketahui secara pasti oleh pihak lingkungan setempat. Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi di lingkungan keluarga. Masyarakat berharap penanganan yang tepat dapat dilakukan demi menjamin keselamatan korban serta mendukung proses pemulihan psikologisnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah polemik yang berkembang terkait kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi periode 2026–2031, para pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi dan memajukan Gerakan Pramuka melalui jalur organisasi yang berlaku. Ketua Kwarran Cibeureum, Miftahudin, mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan menempuh langkah normatif secara administratif. “Jika sudah menjadi keputusan, apa boleh buat. Berarti kita akan kembali ke kandang masing-masing, karena kandang kita itu di ranting kecamatan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak akan mengurangi semangat pengabdian para pengurus di tingkat ranting. Ia menegaskan, tujuan utama keterlibatan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk membina generasi muda dan memajukan organisasi, bukan mencari keuntungan pribadi. “Tidak berkarya di Kwarcab, kami tetap mengabdi di Kwarran masing-masing. Semangat kami semata-mata demi Gerakan Pramuka. Secara ekonomis apa yang diharapkan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Kwarran Gunungpuyuh, Sutrisno, menjelaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan yang dilakukan sebelumnya merupakan pelaksanaan amanat Musyawarah Cabang (Muscab). Ia menyebut tim formatur terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan Mabicab yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Kwarcab terpilih Ranty Rachmatilah, serta perwakilan Kwarran Cibeureum dan Gunungpuyuh. Menurut Sutrisno, rapat formatur yang berlangsung di rumah dinas wakil wali kota berjalan dengan baik, kolaboratif, dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari peserta rapat. “Aspirasi dari masing-masing peserta semuanya terakomodir, baik dari unsur pengurus lama maupun baru. Memang waktu itu ada yang tertunda karena ada andalan yang harus ditanya kesiapannya,” katanya. Ia mengungkapkan, salah satu usulan yang belum terakomodasi saat itu adalah terkait posisi Ketua Harian. Meski muncul berbagai pandangan dan isu setelah rapat formatur, Sutrisno menilai yang terpenting saat ini adalah menjaga semangat kebersamaan serta memastikan Gerakan Pramuka tetap berjalan dan berkembang. Menurutnya, kolaborasi antara generasi senior dan generasi muda dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk menghadirkan semangat baru dalam organisasi. “Pada prinsipnya kolaborasi tua dan muda dalam kepengurusan diharapkan membawa atmosfer dan semangat baru yang lebih baik. Pertanyaannya sekarang, Pramuka ini mau dibawa ke mana ke depannya?” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, S.Si, melaksanakan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di dua lokasi berbeda di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut digelar di Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, serta di Yayasan Al-Umm Suradewi, Kampung Ciherang, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade. Reses menjadi sarana bagi anggota legislatif untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan di DPRD Kabupaten Sukabumi. Di lokasi Yayasan Al-Umm Suradewi, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Bajari, dilanjutkan sambutan dari perwakilan yayasan yang disampaikan KH Agus. Selanjutnya, Erpa Aris Purnama memaparkan tugas dan fungsi anggota DPRD serta tujuan pelaksanaan reses sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak. KH Agus mengusulkan pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Sementara itu, Sidik menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap perbaikan sarana irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian. Aspirasi lainnya datang dari Ali yang menginginkan adanya penambahan fasilitas ambulans guna meningkatkan pelayanan kesehatan darurat bagi masyarakat di wilayah tersebut. Menanggapi berbagai usulan tersebut, Erpa Aris Purnama menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan didata dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program maupun penganggaran pemerintah daerah ke depan. “Semua masukan dari masyarakat akan kami tampung dan tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada. Aspirasi ini menjadi dasar bagi kami dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat kebijakan maupun penganggaran,” ujarnya. Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui agenda tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat, sekaligus memperkuat komunikasi antara DPRD dan warga di daerah pemilihan. (Dicky)