SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kreativitas dan keterampilan yang dimiliki Harun, warga Kampung Cicariu, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi bukti bahwa potensi ekonomi kreatif dapat tumbuh dari tingkat desa. Berbekal keahlian di bidang kerajinan tangan, bonsai, serta penataan lingkungan, ia terus berupaya mengembangkan usahanya meski masih menghadapi keterbatasan modal. Selama bertahun-tahun, Harun telah menekuni berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan dan perawatan bonsai, pembuatan ornamen dekoratif, hingga jasa penataan taman dan lingkungan. Keahliannya mencakup penataan halaman rumah, taman sekolah, perkantoran, hingga ruang terbuka agar terlihat lebih rapi, hijau, dan menarik. Saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/6/2026), Harun mengaku permintaan jasa penataan lingkungan cukup terbuka. Namun, keterbatasan modal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kapasitas usahanya. “Keinginan untuk berkembang ada, bahkan saya siap menerima berbagai pesanan. Hanya saja, kebutuhan modal untuk membeli bahan, peralatan, dan mengembangkan usaha masih menjadi kendala,” ujarnya. Menurutnya, dukungan permodalan akan sangat membantu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus memperluas jangkauan usaha. Ia juga optimistis pengembangan usaha tersebut dapat menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Berbagai hasil karya yang telah dibuat Harun mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan nuansa asri dan estetis pada lingkungan yang ditata. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan. Harun berharap pemerintah, pelaku usaha, maupun pihak terkait lainnya dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha kreatif masyarakat desa. Dengan dukungan yang memadai, bakat dan keterampilan yang dimiliki warga lokal diyakini mampu menjadi sumber penghasilan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Surade dan sekitarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Koordinator Aksi 2626 Forum Komunikasi Pengurus RT dan RW (FK RT-RW) Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi Prawira, menyampaikan pesan terbuka kepada masyarakat usai pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi pada 2 Juni 2026. Dalam pernyataannya, Levi mengapresiasi ribuan pengurus RT dan RW serta berbagai elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kota Sukabumi. Ia menilai aksi yang berlangsung secara terbuka itu menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dalam kehidupan demokrasi. Meski berbagai tuntutan yang disampaikan belum sepenuhnya mendapatkan hasil sesuai harapan, Levi menyebut semangat persatuan dan solidaritas yang muncul menjadi nilai penting dari gerakan tersebut. “Yang paling utama adalah semangat kebersamaan yang terbangun selama proses perjuangan ini. Aspirasi masyarakat telah tersampaikan dan menjadi perhatian publik,” ujarnya dalam surat terbuka yang disampaikan, Rabu (3/6/2026). Pada kesempatan yang sama, Levi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai dampak yang mungkin timbul selama maupun setelah aksi berlangsung. Ia mengakui adanya sejumlah dinamika yang berkembang di luar agenda resmi FK RT-RW. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam aksi tersebut menyebabkan munculnya aktivitas lanjutan yang tidak seluruhnya berada dalam kendali panitia maupun forum penggerak aksi. Meski demikian, Levi menegaskan dirinya tidak akan menghindar dari tanggung jawab moral atas rangkaian kegiatan yang masih berkaitan dengan Aksi 2626. Ia menyatakan siap memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan aksi sesuai kapasitasnya sebagai koordinator. Levi juga mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada perbedaan pandangan yang muncul selama proses penyampaian aspirasi. Sebaliknya, ia berharap momentum tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi membangun Kota Sukabumi yang lebih baik. “Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menyampaikan aspirasi demi kepentingan bersama, bukan untuk menciptakan perpecahan,” katanya. Lebih lanjut, ia menegaskan FK RT-RW tetap berkomitmen menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan dan mendorong penyampaian aspirasi melalui cara-cara yang damai, tertib, serta menghormati aturan hukum. Menutup pernyataannya, Levi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, aparat keamanan, dan berbagai pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama ini dapat terus dijaga untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anang, menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Mangunjaya, Kecamatan Waluran, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menyerap berbagai aspirasi pembangunan di tingkat desa. Reses dihadiri Kepala Desa Mangunjaya, H. Irman Pirmansah, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat. Seperti biasa acara diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kepala Desa Mangunjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses yang dinilai menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan pembangunan secara langsung kepada anggota legislatif. Sementara itu, Anang menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan yang diajukan masyarakat harus terlebih dahulu masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Menurutnya, pencatatan dalam SIPD menjadi tahapan penting agar usulan dapat diproses dan dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan daerah. “Usulan yang disampaikan masyarakat harus tercatat dalam SIPD agar memiliki dasar dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan,” ujarnya. Pada sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai menjadi prioritas di lingkungan mereka. Hasanah mengusulkan dukungan terhadap pembangunan dan penyediaan fasilitas Pendidikan Usia Dini (PAUD). Sementara warga lainnya, Mardi dan Dubi, mengajukan perbaikan jalan lingkungan yang kondisinya dinilai memerlukan penanganan segera. Anang menegaskan seluruh aspirasi yang masuk akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD dapat mempercepat realisasi program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga. Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan ditutup dengan doa bersama. Warga berharap berbagai usulan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Mangunjaya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa Sukatani, H. Sulaeman, meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di RSUD Jampangkulon setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Kepergian sosok pemimpin yang dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, dan aktif melayani warga itu menyisakan kesedihan mendalam. Tidak lama setelah kabar wafatnya tersebar, rumah duka dipadati warga yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan doa terakhir bagi almarhum. Suasana haru terlihat di kediaman almarhum. Tangis keluarga dan warga pecah saat kabar meninggalnya orang nomor satu di Desa Sukatani itu diterima masyarakat. Banyak warga mengaku kehilangan figur pemimpin yang selama ini dikenal responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Sekretaris Desa Sukatani, Hasan, membenarkan kabar meninggalnya H. Sulaeman. Menurutnya, almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon dengan didampingi keluarga tercinta. “Pada saat-saat terakhir, beliau didampingi istri tercinta Ibu Asma serta putranya, Saudara Pirman. Almarhum berpulang sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Hasan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi ujian ini,” ucapnya. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Rabu (3/6/2026) di pemakaman keluarga dengan prosesi yang akan dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, dan warga Desa Sukatani. Semasa menjabat sebagai Kepala Desa Sukatani, H. Sulaeman dikenal sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan desa dan pelayanan masyarakat. Berbagai program kemasyarakatan yang digagasnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Kepergian H. Sulaeman bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Desa Sukatani yang selama ini merasakan langsung dedikasi dan pengabdiannya. Sosoknya akan dikenang sebagai pemimpin yang hadir di tengah masyarakat dan mengabdikan dirinya untuk kemajuan desa. Selamat jalan H. Sulaeman. Jasa, pengabdian, serta kebaikan yang telah ditorehkan selama memimpin Desa Sukatani akan selalu menjadi kenangan dan teladan bagi masyarakat. Semoga segala amal baktinya menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah menguatnya dinamika dan tuntutan yang disampaikan Forum RT dan RW Kota Sukabumi, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan jawaban resmi yang bernada optimistis dan mengedepankan semangat kebersamaan. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang aspirasi yang muncul sebagai bentuk pertentangan, melainkan bagian dari kepedulian warga terhadap masa depan Kota Sukabumi. Menurutnya, RT dan RW merupakan bagian yang terpisahkan dan elemen penting yang selama ini menjadi penghubung langsung antara pemerintah dan masyarakat. Peran strategis tersebut menjadikan RT dan RW sebagai mitra yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pembangunan maupun pelayanan publik di tingkat lingkungan. Tak dipungkiri kata dia ada kegelisahan yang berkembang di kalangan pengurus RT dan RW, terutama terkait sejumlah program yang menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi memilih memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut di tengah masyarakat. Dalam penjelasannya, Ayep juga menyampaikan permohonan maaf atas perbedaan informasi yang sempat muncul mengenai keberadaan Forum RT dan RW. “Pemerintah menghormati seluruh pengurus RT dan RW yang selama ini telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk membantu penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada warga,” kata Ayep menjawab tuntutan pengunjuk rasa, Selasa (2/6/2026). Sebagai bentuk komitmen nyata lanjut dia, Pemkot Sukabumi memastikan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) akan kembali dilaksanakan melalui Perubahan APBD Tahun 2026. Program yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tersebut akan didorong melalui dukungan tambahan dana transfer maupun optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Selain memastikan keberlanjutan P2RW, pemerintah juga berkomitmen untuk merealisasikan pembayaran insentif RT dan RW secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pengurus lingkungan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Terkait usulan Dana Abadi, Ayep menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi tantangan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. “Dalam hal ini, pemerintah tidak menutup ruang pembahasan dan akan melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat serta lembaga terkait guna mencari formulasi terbaik yang sesuai dengan aturan dan kemampuan fiskal daerah,” ungkapnya. Wali Kota juga menegaskan bahwa pengelolaan Dana Kelurahan tetap dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Lagi-lagi pemerintah memastikan tidak ada pembatasan terhadap mekanisme pelaksanaan kegiatan selama seluruh proses berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan dan prinsip akuntabilitas. Di akhir pernyataannya, Ayep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif serta memperkuat komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, namun harus diarahkan menjadi energi positif untuk kemajuan bersama. “Pemerintah Kota Sukabumi akan terus membuka ruang dialog dan menerima setiap masukan yang konstruktif. Mari kita bergandengan tangan, memperkuat kebersamaan, dan menjaga semangat gotong royong demi mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih baik,” tegas Ayep. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Sukabumi memilih jalur komunikasi dan kolaborasi dalam menyikapi berbagai aspirasi yang berkembang. Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat tetap menjaga persatuan serta fokus pada tujuan bersama, yakni membangun Kota Sukabumi yang maju, harmonis, dan sejahtera. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai secara berbeda oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Erpa Aris Purnama. Bersama komunitas Baraya Kang Erpa dan masyarakat, ia menggelar aksi gotong royong dengan memasang lima titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kampung Cikakak, Kecamatan Surade. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/6/2026) tersebut menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih sekadar memperingati melalui seremoni, Kang Erpa memilih menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan fasilitas penerangan jalan. Perwakilan Baraya Kang Erpa, Abun Suryadi, mengatakan pemasangan PJU dilakukan sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan warga. Sebanyak lima tiang lampu penerangan berhasil dipasang dan langsung beroperasi untuk membantu aktivitas masyarakat pada malam hari. Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai luhur Pancasila harus terus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kehadiran penerangan jalan diharapkan mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta mendukung mobilitas warga di lingkungan sekitar. Sementara itu, Kang Erpa menegaskan bahwa tugas wakil rakyat tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat. Sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, ia menilai aspek ketertiban umum dan pelayanan dasar masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius. Ia bersyukur program pemasangan PJU tersebut mendapat respons positif dari warga. Baginya, kolaborasi antara masyarakat dan berbagai elemen daerah merupakan cerminan nyata semangat Pancasila yang mengedepankan persatuan serta kepentingan bersama. Warga Kampung Cikakak menyambut baik keberadaan lampu penerangan baru tersebut. Selain membuat lingkungan lebih terang, fasilitas itu dinilai mampu meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. Melalui kegiatan tersebut, semangat Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun daerah melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 dengan menegaskan komitmen untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, bersama Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, serta seluruh anggota dewan menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh masyarakat. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman serta menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas. Menurut Budi Azhar Mutawali, Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembangunan. “Pancasila merupakan jati diri bangsa dan perekat keberagaman yang kita miliki. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sukabumi akan terus menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan daerah. Senada dengan hal tersebut, seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong, toleransi, serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin maju, aman, dan harmonis. Di akhir peringatan, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan, “Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun persatuan bangsa serta mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.” (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar, Senin (1/6/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dalam amanatnya, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa Pancasila harus tetap menjadi ideologi yang hidup dan menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Menurutnya, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi kokoh yang menjaga persatuan bangsa. “Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” tegasnya. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan. “Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujarnya. Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, lanjut Bupati, harus dimaknai sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tandasnya. Usai mengikuti upacara tingkat kabupaten, Bupati Sukabumi bersama unsur Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat nasional secara virtual dari Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 PT Elviana Jaringan Nusantara (Elviana Net) berlangsung meriah dan penuh antusiasme di Bojong Waru, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (31/5/2026). Ribuan warga memadati lokasi acara yang menghadirkan kegiatan sosial, hiburan, hingga pertandingan sepak bola bersama Persib Legend. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan. Khitanan massal gratis menjadi salah satu agenda utama sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat. Selain itu, Elviana Net juga membagikan ratusan kacamata baca kepada pelanggan serta menyediakan lebih dari 400 doorprize yang menambah semarak suasana perayaan. Kemeriahan semakin terasa ketika tim Persib Legend turun ke lapangan dalam laga persahabatan melawan Fortim FC dan Cibayondah City. Kehadiran para mantan pemain Persib Bandung tersebut menjadi magnet tersendiri bagi warga yang ingin menyaksikan langsung aksi para legenda sepak bola kebanggaan Jawa Barat. Direktur PT Elviana Jaringan Nusantara, Epi Sumantri, mengatakan peringatan HUT ke-3 menjadi momentum penting untuk mensyukuri perjalanan perusahaan yang terus berkembang bersama masyarakat. Menurutnya, sejak berdiri Elviana Net tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan internet, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. “Alhamdulillah, tiga tahun perjalanan ini dapat kami lalui berkat dukungan masyarakat dan pelanggan. Karena itu, perayaan ini kami dedikasikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” ujarnya. Lebih jauh Epi menjelaskan, saat ini jaringan Elviana Net telah menjangkau sejumlah wilayah di Kecamatan Jampangtengah dan Lengkong. Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas layanan ke daerah lainnya agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses internet yang cepat dan terjangkau. Ia meyakini bahwa kemajuan teknologi harus dapat dirasakan hingga ke pelosok desa. Akses internet yang memadai dinilai mampu membuka peluang baru di bidang pendidikan, usaha, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui peringatan HUT ke-3 ini, Elviana Net ingin memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama warga dalam mendorong kemajuan desa di era digital. Perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata melalui pelayanan, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap pembangunan daerah. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menyerahkan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026 kepada satu orang narapidana beragama Buddha, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan Lapas Sukabumi tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor PAS-960.PK.05.03 Tahun 2026 tentang Pemberian Remisi Khusus Waisak Tahun 2026 kepada Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus Waisak Tahun 2026 kepada Anak Binaan. Pada momentum Hari Raya Waisak tahun ini, satu warga binaan beragama Buddha memperoleh remisi khusus selama satu bulan. Sementara itu, di Lapas Kelas IIB Sukabumi tidak terdapat penerima Remisi Khusus II maupun Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK). Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif, mengikuti program pembinaan dengan baik, serta memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain sebagai hak warga binaan, pemberian remisi juga diharapkan menjadi sarana refleksi diri untuk memperkuat pengendalian diri, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempersiapkan proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana. Menurut Budi Hardiono, remisi memiliki makna lebih dari sekadar pengurangan masa hukuman. Remisi menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempertahankan perilaku positif selama menjalani pembinaan di dalam lapas. “Remisi bukan hanya pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjaga perilaku yang baik, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat,” ujar Budi. Secara nasional, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana Khusus Waisak Tahun 2026 kepada 1.052 narapidana dan anak binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia. Prosesi penyerahan Surat Keputusan Remisi kepada penerima menjadi penutup rangkaian kegiatan. Acara berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan yang mendorong warga binaan untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik. (Usep)