SUKABUMI-BIDIK-KASUS.COM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota dan Kabupaten Sukabumi dengan menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat. Sebanyak 1.500 paket nasi kotak untuk berbuka puasa dibagikan kepada fakir miskin, dhuafa, yatim piatu, pemulung, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Markas Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/1-2, Jumat (6/3/2026). Ketua PKDP Kota/Kabupaten Sukabumi, Mardial, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan agenda rutin organisasi setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketujuh kalinya digelar oleh PKDP sejak beberapa tahun terakhir. “Di hari ke-16 Ramadan ini kami menyiapkan sekitar 1.500 porsi nasi kotak dengan menu khas Padang untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya kaum dhuafa, pemulung, pengemudi ojol dan pengguna jalan yang melintas,” ujar Mardial. Ia menjelaskan, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Subdenpom yang selama dua tahun terakhir turut membantu memfasilitasi kegiatan pembagian takjil tersebut. Mardial juga mengapresiasi kekompakan para anggota PKDP yang terlibat langsung dalam kegiatan sosial tersebut, baik melalui sumbangan materi maupun tenaga. “Semoga apa yang telah diberikan para anggota dan donatur menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat yang menerima,” katanya. Sementara itu, Ketua HAM Kota/Kabupaten Sukabumi, Helmi, menilai kegiatan berbagi di bulan Ramadan seperti yang dilakukan PKDP merupakan langkah positif yang patut dicontoh oleh organisasi kemasyarakatan lainnya. Ia berharap semakin banyak komunitas atau organisasi yang tergerak untuk melakukan kegiatan serupa agar kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin tumbuh, terutama selama bulan Ramadan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Usaha pengolahan gula semut kelapa yang dijalankan secara rumahan di Kampung Cibuntu, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Produk olahan berbahan baku nira kelapa tersebut tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah berhasil menembus pasar mancanegara, termasuk sejumlah negara di Eropa. Usaha yang dijalankan oleh pelaku usaha Famili Abadi ini memanfaatkan potensi sumber daya alam desa yang melimpah. Di wilayah Desa Buniwangi sendiri tercatat lebih dari 200 pohon kelapa yang dimanfaatkan sebagai sumber nira untuk bahan baku pembuatan gula semut. Pengrajin gula semut Famili Abadi, Subarna, menjelaskan bahwa dari sekitar 20 pohon kelapa yang disadap setiap harinya dapat menghasilkan kurang lebih 10 kilogram gula semut siap jual. “Alhamdulillah, selama menjalankan usaha ini tidak ada kendala yang berarti. Bahan baku nira kelapa di sini sangat mencukupi, sehingga produksi bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujar Subarna, Jumat (6/3/2026). Ia menjelaskan, sebutan gula semut berasal dari bentuknya yang berupa butiran halus menyerupai sarang semut di dalam tanah. Selain tampilannya yang khas, gula semut juga memiliki keunggulan dari sisi ketahanan penyimpanan. Menurutnya, gula semut dapat bertahan hingga dua tahun apabila dikemas dengan baik dan rapat. Hal ini karena kadar udara yang terkandung di dalam gula semut relatif rendah, yakni hanya sekitar 2 hingga 3 persen. “Kalau dikemas dengan baik, gula semut bisa disimpan sampai dua tahun tanpa mengalami perubahan warna maupun rasa,” jelasnya. Proses pembuatan gula semut sendiri tidak jauh berbeda dengan pembuatan gula merah cetak. Tahapannya dimulai dari pengambilan nira kelapa, kemudian dimasak dan diaduk secara terus-menerus hingga mengkristal dan berubah menjadi butiran gula. Seluruh proses tersebut memerlukan waktu sekitar empat jam hingga gula semut siap untuk dikemas. Subarna menegaskan bahwa produk gula semut yang diproduksinya dibuat secara alami tanpa menggunakan campuran bahan kimia. Teknik pengolahannya masih mengandalkan cara tradisional yang telah lama dilakukan para pengrajin di daerah tersebut. “Dalam prosesnya kami tidak menggunakan bahan kimia. Semua murni dari nira kelapa dan diolah secara alami,” tegasnya. Untuk pemasaran, gula semut produksi Famili Abadi saat ini telah dipasarkan di berbagai wilayah Pajampangan atau kawasan selatan Kabupaten Sukabumi. Produk tersebut dijual dalam kemasan ekonomis seberat 250 gram dengan harga sekitar Rp10 ribu per kemasan. Selain memenuhi pasar lokal, gula semut asal Desa Buniwangi juga telah menembus pasar ekspor, salah satunya ke Belanda. Keberhasilan usaha rumahan ini menjadi bukti bahwa potensi sumber daya alam desa, apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan, mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta membuka peluang pasar hingga ke tingkat internasional. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aksi pencurian terjadi saat waktu salat tarawih di Kampung Cicariu RT 08 RW 03 Desa Cipeundeuy Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi. Rumah milik Ustadz Nasrullah dibobol maling ketika ia sedang melaksanakan ibadah di masjid, Kamis (5/3/2026). Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah serta sejumlah barang berharga. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Aksi tersebut terjadi saat kondisi rumah sedang kosong karena Ustadz Nasrullah bersama keluarga pergi ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Peristiwa itu baru diketahui setelah korban pulang dari masjid. Saat memeriksa kondisi rumah, ia mendapati jendela rumah dalam keadaan rusak dan sejumlah barang sudah hilang. “Alhamdulillah saya dan keluarga dalam keadaan aman. Namun uang yang diikat sekitar Rp50 juta, kemudian uang terpisah sekitar Rp8 juta, emas seberat 15 gram, satu unit handphone, serta sejumlah dokumen penting seperti KTP, STNK, dan surat-surat lainnya ikut dibawa kabur,” ujarnya. Jika dikalkulasikan, total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta. Ustadz Nasrullah berharap pelaku pencurian tersebut dapat segera ditemukan dan barang-barang miliknya bisa kembali. Ia juga meminta bantuan masyarakat apabila mengetahui informasi terkait kejadian tersebut. “Kami berharap masyarakat yang mungkin mengetahui sesuatu dapat membantu memberikan informasi. Semoga pelaku segera ditemukan dan barang yang hilang bisa kembali,” ungkapnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah untuk beribadah di bulan Ramadan. Warga diimbau memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik serta saling menjaga keamanan lingkungan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aksi pencurian terjadi saat waktu salat tarawih di wilayah Kejaruan. Rumah milik Ustadz Nasrullah dibobol maling ketika ia sedang melaksanakan ibadah di masjid, Kamis (5/3/2026). Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah serta sejumlah barang berharga. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Aksi tersebut terjadi saat kondisi rumah sedang kosong karena Ustadz Nasrullah bersama keluarga pergi ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Peristiwa itu baru diketahui setelah korban pulang dari masjid. Saat memeriksa kondisi rumah, ia mendapati jendela rumah dalam keadaan rusak dan sejumlah barang sudah hilang. “Alhamdulillah saya dan keluarga dalam keadaan aman. Namun uang yang diikat sekitar Rp50 juta, kemudian uang terpisah sekitar Rp8 juta, emas seberat 15 gram, satu unit handphone, serta sejumlah dokumen penting seperti KTP, STNK, dan surat-surat lainnya ikut dibawa kabur,” ujarnya. Jika dikalkulasikan, total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta. Ustadz Nasrullah berharap pelaku pencurian tersebut dapat segera ditemukan dan barang-barang miliknya bisa kembali. Ia juga meminta bantuan masyarakat apabila mengetahui informasi terkait kejadian tersebut. “Kami berharap masyarakat yang mungkin mengetahui sesuatu dapat membantu memberikan informasi. Semoga pelaku segera ditemukan dan barang yang hilang bisa kembali,” ungkapnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah untuk beribadah di bulan Ramadan. Warga diimbau memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik serta saling menjaga keamanan lingkungan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat menyikapi bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Bantargadung. Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari kebutuhan darurat warga hingga rencana relokasi bagi masyarakat terdampak. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menjelaskan, pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam proses penanganan bencana. Dalam tahap awal, Pemkab Sukabumi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak, seperti penyediaan dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di lokasi pengungsian. “Kebutuhan dasar masyarakat harus segera terpenuhi agar warga yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang layak selama masa tanggap darurat,” ujar Ade Suryaman, Kamis (5/3/2026). Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan biaya sewa rumah bagi warga yang rumahnya terdampak atau berada di area rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut direncanakan diberikan selama enam bulan sebagai solusi sementara bagi para korban. Pemerintah kecamatan pun diminta segera melakukan sosialisasi kepada warga agar mereka dapat mencari tempat tinggal sementara yang aman selama masa pemulihan. Di sisi lain, Pemkab Sukabumi juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang melalui rencana relokasi permukiman warga. Saat ini pemerintah masih melakukan kajian untuk menentukan lokasi yang aman dan layak dijadikan kawasan hunian baru. “Nantinya akan disiapkan hunian sementara maupun hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Semua akan melalui kajian agar lokasi yang dipilih benar-benar aman dari potensi bencana,” jelasnya. Ade menegaskan, penanganan bencana ini membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat wilayah, maupun masyarakat. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan warga terdampak segera mendapatkan solusi yang pasti. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di SDN Kopeng I, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, kembali menjadi perhatian publik. Hal tersebut terungkap setelah ditemukan telur mentah dalam kondisi pecah di dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa saat Ramadan. Telur yang pecah tersebut membuat isi paket tercampur dan mengotori menu lainnya. Sejumlah orang tua siswa menyayangkan kejadian itu karena dinilai mencerminkan kurang maksimalnya pengawasan. Terutama dalam proses pengemasan, terutama untuk menu kering yang didistribusikan selama bulan puasa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, turun langsung melakukan pengecekan ke sekolah dan dapur penyedia, yakni SPPG Karang Tengah III yang saat ini menangani distribusi ke SDN Kopeng I. “Selama Ramadan paket yang dibagikan memang berbentuk menu kering termasuk telur,” kata Andri, Rabu (4/3/2026). Namun, tidak adanya keterangan yang jelas mengenai kondisi telur, apakah sudah matang atau masih mentah, memicu kebingungan di kalangan siswa. Anak-anak tidak mengetahui kondisi telur tersebut. Saat dikocok, telur pecah dan merusak makanan lain dalam kemasan. Hal ini menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang kembali. Satgas meminta perbaikan menyeluruh pada sistem pengemasan. Wadah dinilai harus lebih kokoh dan aman agar mampu melindungi bahan makanan yang rentan pecah selama proses distribusi dari dapur ke sekolah. Dari pihak dapur, Ahli Gizi SPPG Karang Tengah III menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen melakukan pembenahan sesuai standar teknis yang berlaku. “Evaluasi juga dilakukan terhadap inovasi sekaitan dengan variasi menu agar tidak menimbulkan kejenuhan di kalangan siswa. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – RSUD Jampangkulon kembali menggelar bakti sosial donor darah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, melalui Humas Lia Desty, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan agenda rutin yang sarat nilai kemanusiaan dan menjadi bentuk kontribusi nyata rumah sakit terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, terutama di momentum Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya kepada awak media, Rabu (4/3/2026). Donor darah dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Manajemen Lantai II RSUD Jampangkulon. Pendaftaran dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, pegawai rumah sakit, serta unsur terkait lainnya yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Adapun syarat umum di antaranya dalam kondisi sehat, tidak sedang menstruasi, serta tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu. Seluruh proses donor akan dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan yang berlaku. Lia menambahkan, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Terlebih di bulan Ramadan, kebutuhan darah di fasilitas kesehatan tetap tinggi sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Selain aksi donor darah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan. Pihak RSUD turut mengundang para Kepala Puskesmas wilayah VI Jampangkulon serta sejumlah pejabat terkait untuk berpartisipasi. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berbagi kebaikan. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi keselamatan dan kehidupan orang lain,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah Pajampangan terus digaungkan Yudi Pratama yang dikenal dengan julukan Si Peci Merah Tijampang. Aktivis anti-narkoba tersebut menegaskan tekadnya untuk berdiri di garda terdepan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Rabu (4/3/2026). Di tengah berbagai tantangan dan ancaman yang dihadapi, Yudi menyatakan tidak akan surut langkah. Baginya, perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab moral demi menyelamatkan generasi muda Pajampangan dari bahaya laten yang merusak masa depan. Perjuangannya mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Ketua MUI Kecamatan Surade bersama para tokoh agama, tokoh pemuda, serta Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menyatakan sikap dan komitmen bersama untuk mendukung gerakan anti-narkoba yang digagas Yudi. “Peredaran narkoba adalah musuh kita bersama. Saya tidak akan pernah takut untuk berjuang memberantasnya,” tegas Yudi, Rabu (4/3/2026). Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba. “Kami akan terus maju, tidak akan mundur, sampai Pajampangan benar-benar bersih dari narkoba,” pungkasnya penuh semangat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan milad ke-62 pemilik Hotel Mahesa, H. Isep Dadang Sukmana. Selain dikenal sebagai pengusaha perhotelan, ia juga merupakan Ketua YFSBBP yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Sukabumi. Segenap karyawan menyampaikan doa dan apresiasi atas kepemimpinan serta perhatian yang selama ini diberikan kepada seluruh jajaran perusahaan. Perwakilan karyawan, Hj. Epa, menyampaikan harapan terbaik di momen istimewa tersebut. “Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bapak H. Isep Dadang Sukmana. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur panjang, serta keberkahan dalam setiap langkah. Terima kasih atas bimbingan dan kepedulian Bapak kepada kami semua,” ujarnya, Rabu (4/3/2026). Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, Hotel Mahesa telah menjadi bagian penting dalam mendukung geliat ekonomi dan pelayanan jasa di Sukabumi. Para karyawan mengaku bersyukur memiliki sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, tetapi juga konsisten berkiprah dalam kegiatan sosial, termasuk melalui perannya sebagai Ketua YFSBBP. Pada momen milad tersebut, H. Isep juga mengundang puluhan anak yatim untuk menerima santunan. Kegiatan berbagi itu berlangsung khidmat, diiringi lantunan sholawat bersama jajaran pengurus Mahesa dan anak-anak yatim yang hadir. “Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban dan membawa manfaat,” ungkapnya. Ucapan selamat turut disampaikan Bupati Sukabumi, Asep Japar. Ia mengapresiasi kiprah H. Isep, baik sebagai pengusaha maupun sebagai Ketua YFSBBP yang dinilai konsisten mendukung pembangunan dan kegiatan sosial di daerah. “Saya atas nama pribadi dan selaku Bupati Sukabumi mengucapkan selamat ulang tahun ke-62 untuk Pak H. Isep Dadang Sukmana. Semoga sehat selalu dan terus istiqomah berjuang bersama pemerintah dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” tuturnya. Menurut Bupati, H. Isep merupakan sosok pejuang yang tak mengenal lelah dalam mendukung pembangunan serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Peringatan milad ke-62 ini menjadi momentum refleksi dan kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan, karyawan, dan masyarakat sekitar. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna kebahagiaan dalam suasana bulan suci Ramadan, Selasa (03/03/2026). Menurutnya, kebahagiaan yang hakiki tidak lahir dari kemewahan atau pencapaian materi semata, melainkan dari keberanian menegakkan kebenaran dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Ramadan dinilai menjadi ruang terbaik untuk melatih integritas diri sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah ritual, tetapi juga tentang konsistensi melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi sesama. Dari situlah kebahagiaan sejati tumbuh,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus diyakini akan menghadirkan keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Karena itu, bulan suci ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen moral dan sosial, terutama bagi para pemangku kepentingan dalam menjalankan amanah publik. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Kabupaten Sukabumi menjadikan Ramadan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan solidaritas yang tetap terjaga, dampak positif Ramadan diyakini akan dirasakan secara kolektif dan berkelanjutan. “Jika nilai-nilai Ramadan kita jadikan fondasi dalam kehidupan sehari-hari, maka insyaallah Kabupaten Sukabumi akan semakin harmonis, religius, dan sejahtera sesuai cita-cita daerah yang Mubarakah,” pungkasnya. (Dicky)