SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi meluncurkan Program Parkir Wisata SOMEAH sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan di kawasan destinasi wisata. Peluncuran dilakukan oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. di kawasan Pantai Istana Presiden (IP) Citepus, Palabuhanratu, Senin (3/8/2026). Program SOMEAH merupakan akronim dari SOpan, aMan, Endah, dan amanAH. Konsep ini menempatkan pengelolaan parkir sebagai bagian penting dari pengalaman pertama wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi. Melalui program tersebut, pengelolaan parkir diarahkan agar lebih tertib dengan petugas yang memiliki perizinan dan atribut resmi, memberikan karcis parkir, menerapkan tarif sesuai ketentuan, serta menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengatakan penataan parkir menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kepariwisataan. Menurutnya, pelayanan yang baik sejak wisatawan memasuki kawasan destinasi akan memberikan kesan positif dan meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., turut mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai potensi wisata Gurilapss harus dikelola secara bersama melalui penguatan destinasi, pelayanan yang ramah, kebersihan lingkungan, serta tata kelola yang tertib dan profesional. Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar setiap destinasi memiliki lingkungan yang bersih, fasilitas yang tertata, serta pelayanan yang ramah dan memberikan rasa aman. Dalam implementasinya, tarif parkir diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku, yakni kendaraan roda dua sebesar Rp2.000, mobil atau pikap Rp3.000, mikrobus Rp5.000, serta bus besar dan truk dua sumbu sebesar Rp10.000. Sebagai tahap awal, Program Parkir Wisata SOMEAH diterapkan di 13 lokasi yang menjadi prototype pilot project dari total 58 titik pengelola parkir yang telah diidentifikasi di kawasan pantai selatan Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya program akan diperluas secara bertahap ke kawasan wisata lainnya. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap Program Parkir Wisata SOMEAH mampu menciptakan tata kelola parkir yang lebih profesional, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra Sukabumi sebagai destinasi wisata yang tertib, aman, nyaman, dan berkelas. Melalui semangat kolaborasi, Program Parkir Wisata SOMEAH diharapkan menjadi bagian dari upaya (mewujudkan Sukabumi Nu Mubarokah, di mana pelayanan yang baik menjadi nilai utama dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Rapat Paripurna ke-12 Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Senin (3/8/2026). Sidang tersebut menjadi momentum penting dalam tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ditandai dengan tercapainya kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali didampingi Wakil Ketua I Yudha Sukmagara dan Wakil Ketua II H. Usep. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan. Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 diawali dengan penyampaian laporan Badan Anggaran DPRD yang dibacakan Wakil Ketua I DPRD, Yudha Sukmagara. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar penandatanganan nota kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai pijakan penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027. Selain menyelesaikan agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mengajukan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026. Dokumen itu disampaikan Bupati sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamika pelaksanaan APBD tahun berjalan agar arah kebijakan anggaran tetap selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dalam rapat yang sama, Bupati turut menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan badan hukum Perumda Air Minum Tirta Jaya menjadi Perseroan Terbatas Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perseroda). Tahapan selanjutnya, pembahasan raperda tersebut akan dilakukan oleh Komisi III DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengatakan seluruh agenda yang dibahas merupakan rangkaian proses yang harus ditempuh dalam memastikan penyusunan anggaran dan pembentukan regulasi berjalan sesuai ketentuan. “Hari ini kita menyelesaikan beberapa agenda penting. Pertama, penandatanganan kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 yang telah dibahas bersama. Kedua, Pemerintah Daerah menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 untuk selanjutnya dibahas oleh Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ulasnya. Ketiga, kata Budi menerima jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Raperda perubahan badan hukum Perumda Air Minum Tirta Jaya menjadi Perseroda yang pembahasannya akan dilaksanakan oleh Komisi III DPRD, tambahnya. Menurutnya, perubahan APBD merupakan mekanisme yang lazim dilakukan apabila terdapat perkembangan kondisi keuangan daerah maupun penyesuaian terhadap prioritas pembangunan. Karena itu, setiap perubahan harus dibahas bersama secara cermat agar anggaran yang ditetapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Budi menambahkan, DPRD juga telah menetapkan jadwal lanjutan pembahasan. Rapat Gabungan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah akan berlangsung pada 4 hingga 5 Agustus 2026 untuk membahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Selanjutnya, hasil pembahasan tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna pada 6 Agustus 2026 guna memperoleh persetujuan bersama. Melalui rangkaian agenda tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya menjaga proses penganggaran daerah tetap akuntabel, transparan, dan berpihak pada kebutuhan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar Komisi II, Mochamad Reza Taojiri, menyambut positif terpilihnya Yusuf Taojiri sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Senin (3/8). Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa semangat perubahan dan mempercepat pembangunan di tingkat desa. Menurut Reza, terpilihnya kepala desa melalui mekanisme PAW merupakan proses demokrasi yang harus dihormati seluruh pihak. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintahan desa agar dapat bekerja secara maksimal dalam melayani kepentingan warga. Ia menegaskan, kepala desa memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola pemerintahan, termasuk memastikan penggunaan anggaran desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan tata kelola yang baik, pembangunan desa diyakini akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Reza juga menilai sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemajuan Desa Cibolang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai legislator yang membidangi pemerintahan di Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Reza menyatakan siap mendukung berbagai program pembangunan desa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap kepemimpinan Yusuf Taojiri dapat menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata, komunikasi yang baik, dan pelayanan yang optimal. Di akhir keterangannya, Reza mengajak seluruh warga Desa Cibolang untuk menjaga persatuan dan kebersamaan pascapemilihan PAW. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan semakin berkembang. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Batu Panginten di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit bagi pencinta aktivitas berkemah. Berada tidak jauh dari kawasan Pantai Ujunggenteng, lokasi ini menawarkan panorama tebing yang langsung menghadap Samudra Hindia dengan suasana alam yang masih asri. Keunggulan Batu Panginten terletak pada hamparan rumput hijau di atas tebing yang menjadi lokasi ideal untuk mendirikan tenda. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas, gugusan karang, serta ombak besar khas pantai selatan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Memasuki malam hari, suasana di Batu Panginten berubah semakin memikat. Hembusan angin laut yang sejuk berpadu dengan suara deburan ombak dan langit yang dipenuhi bintang menghadirkan pengalaman berkemah yang menenangkan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Lokasinya juga mudah dijangkau. Berjarak sekitar lima kilometer sebelum Pantai Ujunggenteng, akses menuju kawasan wisata ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area perkemahan berada di tengah kebun kelapa sehingga memberikan suasana teduh dan nyaman bagi para wisatawan. Bagi pengunjung yang belum memiliki perlengkapan camping, pengelola menyediakan layanan penyewaan tenda dengan biaya Rp30.000 per malam. Tarif tersebut sudah mencakup lampu penerangan serta penggunaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), sehingga wisatawan cukup datang tanpa perlu membawa perlengkapan sendiri. Salah seorang pengelola penyewaan tenda, Uwey, mengatakan jumlah wisatawan yang datang untuk berkemah terus menunjukkan peningkatan. Bahkan di luar musim liburan, kawasan ini tetap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. “Alhamdulillah setiap Minggu selalu ada yang datang. Di luar musim liburan saja bisa puluhan pengunjung yang menginap. Kebanyakan dari Kota Sukabumi, Bandung, Bogor hingga Jakarta. Mereka bilang suasananya tenang dan pemandangannya berbeda dari tempat lain,” ujar Uwey, Minggu (2/8/2026). Selain menyediakan tenda, pihak pengelola juga berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Fasilitas penerangan, MCK gratis, hingga sajian kuliner khas berupa nasi liwet lengkap dengan ikan bakar dapat dipesan untuk menambah kenyamanan selama berkemah. Kesan positif juga disampaikan Andri Haryanto, seorang wirausahawan asal Bogor yang baru pertama kali menikmati suasana Batu Panginten. Menurutnya, panorama alam yang masih alami menjadi daya tarik utama yang membuat pengalaman berkemah terasa berbeda. Hal serupa diungkapkan Rosita, wisatawan asal Cianjur yang datang bersama keluarganya. Ia menilai kawasan Batu Panginten bersih, memiliki udara yang sejuk, serta ramah bagi anak-anak. Kemudahan menyewa tenda dan memesan makanan membuat liburan terasa praktis, sehingga dirinya berharap dapat kembali menikmati keindahan Batu Panginten di kesempatan berikutnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Yayasan Dharma Abipraya Nusantara resmi menetapkan susunan pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dalam menjalankan program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Pergantian kepengurusan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan visi, misi, dan program kerja yayasan di tingkat nasional maupun daerah. Yayasan yang berdiri berdasarkan Akta Notaris Nomor 44 tanggal 24 Oktober 2016 tersebut menetapkan kepengurusan baru melalui Surat Keputusan Nomor 005/SK/Yayasan Dharma Abipraya Nusantara/VII/2026. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Kerja Pengurus yang digelar pada 18 Juli 2026 dan disahkan pada 20 Juli 2026 di Jakarta. Dalam struktur kepengurusan yang baru, Kismono, S.E. dipercaya menjabat sebagai Ketua Yayasan didampingi Ir. Maiyendri Abdul Muis sebagai Wakil Ketua. Jabatan Sekretaris diemban Iwan Setiawan, CFLS., CPM bersama Badar Ziham sebagai Wakil Sekretaris. Sementara posisi Bendahara dijabat Sendi Irawan, CFLS., CPM dengan Indra Gunawan sebagai Wakil Bendahara. Selain pimpinan harian, yayasan juga membentuk sejumlah bidang strategis yang meliputi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Hubungan Masyarakat, Kerohanian dan Keagamaan, Kesehatan dan Tim Medis. Bidang-bidang lainnya Hukum, Advokasi dan HAM, Umum, Media dan Publikasi, hingga Satuan Tugas (Satgas). Masing-masing bidang diisi oleh personel yang dinilai memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Dewan Penasehat juga diperkuat oleh sejumlah tokoh, di antaranya Buya Prof. Dr. Adv. Hamdan Firmansyah, M.M., Pd., MH., CT., CMT, Muhammad Salahuddin Apendi, H. Asep Badrun Mulyana, S.E., M.M., Ridwanulah, S.E., M.Pd., M.M., Azis Abdul Majid, serta Herry Yusda Ateng. Kehadiran para penasehat diharapkan mampu memberikan arahan strategis bagi pengembangan organisasi. Ketua Yayasan Dharma Abipraya Nusantara, Kismono, S.E., berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat kemudahan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat. “Semoga untuk langkah-langkah berikutnya, kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan segala sesuatunya oleh Allah SWT,” ujar Kismono, Minggu (2/8). Wakil Ketua, Ir. Maiyendri Abdul Muis, menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ketua Yayasan dan optimistis seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara maksimal melalui kerja sama seluruh pengurus. Sementara itu, Sekretaris Yayasan, Iwan Setiawan, CFLS., CPM, mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, soliditas menjadi modal utama dalam mewujudkan program rehabilitasi narkoba, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta pelayanan kepada masyarakat. Sebagai pusat kegiatan organisasi, Yayasan Dharma Abipraya Nusantara berkantor di Palma One 7 Unit 709, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Memiliki kantor cabang di Kampung Asgora, Desa Nyangkewok, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dengan kepengurusan baru ini, yayasan berharap dapat memperluas kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi narkoba serta mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi membuka peluang bagi pihak yang berminat mengelola Pasar Lembursitu sebagai langkah mendorong kembali aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan hal itu saat membuka Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 di Kecamatan Lembursitu, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, keberadaan pasar rakyat harus kembali dioptimalkan agar mampu menjadi ruang aktivitas ekonomi warga. Ayep mengatakan, kondisi Pasar Lembursitu yang selama ini belum beroperasi secara optimal membutuhkan terobosan agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, Pemkot Sukabumi memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk mengelolanya. Menariknya, pemerintah tidak akan membebankan biaya pengelolaan pada tahap awal. Pihak yang terpilih bahkan diberikan kesempatan mengelola pasar secara gratis hingga aktivitas perdagangan di lokasi tersebut kembali berjalan normal. “Siapa pun yang ingin mengelola pasar ini silakan mengajukan penawaran ke Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian. Gratis sampai pasar ini kembali berjalan,” ujar Ayep. Meski tanpa biaya pengelolaan, calon pengelola tetap harus memiliki komitmen terhadap keberlangsungan pasar. Kebersihan, ketertiban, keamanan, serta kenyamanan lingkungan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Ayep menilai pasar rakyat mempunyai posisi penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Selain menjadi tempat transaksi kebutuhan masyarakat, pasar juga dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengembangkan usahanya. Karena itu, Pemkot Sukabumi terus mendorong agar aset-aset daerah dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. “Dalam hal ini pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan aset daerah agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata dia. Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 di Kecamatan Lembursitu menjadi salah satu momentum untuk mendorong kembali geliat ekonomi kawasan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi berbagai potensi usaha dan produk ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah dan BUMD, di antaranya Diskumindag, DLH, BPSDM, Bappeda, BJB, BPR, Camat Lembursitu, para lurah, pelaku UMKM serta tamu undangan lainnya. (Usep).

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat membuka Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 di Pasar Lembursitu, Sabtu (1/8/2026). Di mana event tersebut menjadi sebuah ajang penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan pelaku UMKM berbasis digital dengan mengadopsi sistem Sukabumi Smart Artificial Intelegens (Sukasai). Ayep mengatakan, dua tahun pertama masa pemerintahannya difokuskan untuk membangun fondasi pembangunan yang meliputi pembenahan birokrasi, penguatan ekonomi daerah, serta penerapan sistem digital di berbagai sektor pelayanan publik. “Jika fondasi kuat maka dengan sendirinya akan mempercepat pelaksanaan program pembangunan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. Untuk itu Ia menilai transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, dengan hadirnya Sukasai (Sukabumi Smart Artificial Intelligence) membawa dampak positif bagi perjalanan pemerintah ke depan. “Sekarang Sukasai menjadi pusat integrasi data pemerintahan yang mencakup administrasi kependudukan, perpajakan, perizinan, kepegawaian hingga data pelaku UMKM,” terangnya. Dengan seluruh data yang terhubung dalam satu sistem lanjut dia, pemerintah dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan. Sistem tersebut juga diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka, efisien, dan akuntabel. Selain mendukung pelayanan publik, Sukasai diyakini menjadi instrumen penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui data yang akurat dan terintegrasi, potensi penerimaan daerah dapat dipetakan secara lebih maksimal sehingga mendukung pembiayaan pembangunan. Pada kesempatan itu, Ayep juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat untuk segera mendaftarkan diri ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan organisasi dapat dilakukan secara tertib sesuai regulasi. Ia menambahkan, pemerintah berencana menyiapkan dukungan pembinaan bagi organisasi kemasyarakatan mulai 2027 apabila kondisi fiskal daerah terus membaik. Menurutnya, ormas memiliki peran besar dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan FESTA Part 2 digelar sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Lembursitu. Berbagai kegiatan disiapkan untuk menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan tingkat hunian kios dan los pasar. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pameran produk UMKM, tetapi juga memberikan dukungan nyata melalui fasilitasi digitalisasi transaksi. Para pedagang dibantu membuka rekening perbankan dan menggunakan QRIS agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran modern. Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari rangkaian FESTA. Sebanyak 20 pelaku UMKM memperoleh perlindungan jaminan sosial secara gratis. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap Pasar Lembursitu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif. Meningkatnya jumlah pedagang dan transaksi diharapkan berdampak pada pertumbuhan UMKM, kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kapolres Sukabumi yang baru, AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., memulai masa pengabdiannya dengan mempererat komunikasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mercure Cibadak Sukabumi Resort, Jumat (31/7/2026). Di waktu bersamaan AKBP Benny juga sambangi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Benny memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri untuk memimpin Polres Sukabumi. Menurutnya, amanah tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Sebelum dipercaya menjabat Kapolres Sukabumi, AKBP Benny meniti karier panjang di bidang reserse. Ia pernah mengemban tugas sebagai Penyidik Madya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, serta menjabat Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Utara, Polres Bogor, dan Polres Cianjur. Di hadapan Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta para tokoh masyarakat, AKBP Benny menyampaikan harapannya agar dirinya bersama keluarga dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Sukabumi. “Kami mohon izin menjadi bagian dari keluarga besar Sukabumi. Kehormatan yang diberikan kepada kami menjadi penyemangat untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan, Polres Sukabumi akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan serta kolaborasi seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat. AKBP Benny juga mengungkapkan bahwa jabatan sebagai Kapolres merupakan pengalaman baru setelah bertahun-tahun bertugas di fungsi reserse yang identik dengan penegakan hukum dan pengungkapan tindak pidana. “Biasanya saya lebih banyak menangani proses penegakan hukum. Sekarang saya harus lebih banyak berdialog dengan masyarakat dan membangun komunikasi. Ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya. Mengakhiri sambutannya, AKBP Benny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal keamanan Kabupaten Sukabumi. Ia juga membuka ruang bagi kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan tugas. “Silakan ingatkan kami apabila ada kekurangan. Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan seluruh masyarakat demi mewujudkan Sukabumi yang aman, nyaman, serta penuh keberkahan,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus mengakselerasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai harapan, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki turun langsung meninjau sejumlah rumah yang tengah dalam proses renovasi pada Jumat (31/7/2026). Adapun beberapa titik lokasi yang dikunjungi berada di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, dan Kelurahan Baros, Kecamatan Baros. Orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan program yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain melihat progres pembangunan, wali kota juga berdialog dengan warga penerima bantuan mengenai proses pelaksanaan di lapangan. Dia menilai penyediaan rumah layak huni merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pembangunan kata dia, tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan yang lebih baik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup keluarga penerima manfaat. “Keberhasilan BSPS merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat,” ungkapnya. Karena itu, sinergi seluruh unsur harus terus dipertahankan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi Sony Hermanto beserta jajaran. Selain itu hadir pula unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang ikut memastikan pembangunan berlangsung sesuai ketentuan. Pada bagian lain dia menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp20 juta. Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan material bangunan sekaligus membayar jasa tukang, sehingga proses renovasi rumah dapat dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat. Melalui program tersebut, perbaikan difokuskan pada bagian-bagian rumah yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan, seperti atap, lantai, maupun dinding. Dengan demikian, rumah yang sebelumnya kurang layak dapat menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya. Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penanganan sebanyak 1.025 unit Rutilahu. Program tersebut mendapat tambahan dukungan berupa 33 unit bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta 88 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas. Menurut Ayep Zaki, pembenahan kawasan permukiman memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan daerah. Rumah yang layak akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting. Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus bekerja secara profesional dengan mengedepankan integritas, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mengakhiri kunjungannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa peningkatan kualitas permukiman akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Sukabumi. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan mampu menciptakan lingkungan yang lebih layak, sehat, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah, Satlantas Polres Sukabumi Kota kembali menggelar aksi kemanusiaan melalui program Satlantas Peduli. Sebanyak 32.000 liter air bersih disalurkan kepada ratusan keluarga di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jumat (31/7/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang selama hampir dua bulan terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Sedikitnya 346 kepala keluarga atau sekitar 1.000 jiwa menjadi penerima manfaat dalam kegiatan sosial tersebut. Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Ridwan Shandi Maulana, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan akibat musim kemarau. “Kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih. Hari ini kami menyalurkan empat mobil tangki dengan total sekitar 32.000 liter untuk warga Kelurahan Cikundul,” ujar Ridwan. Distribusi dilakukan secara bertahap agar seluruh wilayah terdampak dapat terlayani. Dua mobil tangki terlebih dahulu disalurkan kepada warga, sedangkan dua tangki lainnya dikirim setelah Salat Jumat menuju RW 8 dan RW 9 yang juga mengalami kekurangan pasokan air. Menurut AKP Ridwan, informasi dari pihak kelurahan menyebutkan bahwa sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut bukanlah yang pertama dilakukan. Pada pekan sebelumnya, Satlantas Polres Sukabumi Kota telah mendistribusikan sekitar 24.000 liter air bersih menggunakan tiga mobil tangki ke wilayah yang sama sebagai upaya membantu masyarakat melewati masa kekeringan. Ia memastikan program bantuan air bersih akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggandeng pemerintah setempat. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga pasokan air kembali normal. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan bantuan air bersih. Semoga apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan beban warga,” ungkapnya. Melalui kegiatan Satlantas Peduli, Polres Sukabumi Kota kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian juga berupaya memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk saat krisis air bersih melanda wilayah Kota Sukabumi. (Usep)