Hulu Sungai Utara – Bidik-kasusnews.com
Perselisihan dua pria di Desa Sungai Durait Hilir, Kecamatan Babirik, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, berujung penganiayaan dengan senjata tajam pada Jumat (24/10/2025) malam. Korban, Yanor (36), mengalami luka tusuk di bagian perut setelah ditikam keris oleh pelaku berinisial M (62).
Insiden terjadi sekitar pukul 21.30 Wita di tepi Jalan Muara Tapus–Babirik. Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku dan korban bertemu di lokasi kejadian sebelum kemudian terlibat adu mulut. Saat korban mendekat dengan ucapan bernada memicu emosi, pelaku memilih menuju sepeda motornya dan mengambil sebilah keris dari dalam jok.
Tanpa banyak kata, pelaku langsung menusukkan keris tersebut satu kali ke arah perut kiri korban. Darah mengucur dan korban terjatuh. Temannya yang berada di lokasi segera membawa korban ke Rumah Sakit Pembalah Batung Amuntai untuk perawatan intensif.
Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Utara membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan dengan nomor LP/B/2/X/2025/SPKT/POLSEK BABIRIK.
“Pelaku datang menyerahkan diri pada malam hari usai kejadian, diantar keluarganya. Kami langsung melakukan pemeriksaan dan menetapkannya sebagai tersangka,” jelas Kasat Reskrim dalam keterangan resmi.
Satreskrim Polres HSU kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sebilah keris sepanjang 34 sentimeter, tas serut, kumpang kayu, serta pakaian korban yang berlumur darah. Penyelidik juga menemukan surat izin kepemilikan pusaka atas nama pelaku.
Motif sementara diduga terkait emosi atas perkataan korban, namun polisi masih mendalami apakah terdapat faktor lain yang memicu insiden tersebut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan luka berat, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
“Kami memastikan proses penyidikan berjalan profesional. Prinsip kami lidik maksimal, sidik tuntas,” tegas Kasat Reskrim.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik sekecil apa pun dapat berubah menjadi tragedi ketika emosi tidak terkendali dan senjata tajam digunakan tanpa pertimbangan. ( Agus)


