Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kegiatan pemantauan dilaksanakan di Desa Sungai Pinang dan Desa Sungai Sandung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (6/7/2026). Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan agar dapat menjadi bahan evaluasi dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung di kedua desa tersebut menunjukkan pertumbuhan yang belum merata. Sebagian tanaman tumbuh dengan baik, sementara sebagian lainnya mengalami pertumbuhan yang lambat akibat pengaruh kondisi cuaca yang kurang mendukung. Kapolsek Sungai Pandan melalui personel yang bertugas menegaskan bahwa kegiatan monitoring rutin menjadi bagian dari pendampingan Polri terhadap kelompok tani guna memastikan perkembangan tanaman dapat terus dipantau hingga masa panen. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Personel menggunakan kendaraan operasional Polsek Sungai Pandan untuk menjangkau lokasi lahan pertanian yang menjadi sasaran pemantauan. Selain memonitor kondisi tanaman, personel kepolisian juga berkoordinasi dengan para petani guna memperoleh informasi terkait kendala yang dihadapi selama proses budidaya, termasuk dampak cuaca terhadap pertumbuhan jagung. Polres Hulu Sungai Utara terus berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui pendampingan kepada kelompok tani di wilayah hukum masing-masing. Kehadiran Polri di sektor pertanian diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat mengembangkan usaha pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya memastikan perkembangan tanaman jagung serta mendukung keberhasilan program swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Pemantauan kali ini difokuskan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan, Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Senin (6/7/2026). Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi para petani, terutama akibat genangan air yang masih terjadi di sejumlah lahan pertanian. Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung memiliki tinggi sekitar 60 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian besar tanaman mengalami gangguan pertumbuhan akibat kondisi lahan yang masih tergenang air. Tingginya kelembapan tanah menyebabkan daun jagung mulai menguning sehingga berpotensi memengaruhi perkembangan tanaman jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eko P. Kehadiran anggota kepolisian di lapangan merupakan bentuk pendampingan kepada petani sekaligus upaya memastikan perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara tetap terpantau. Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi tanaman serta dampak genangan air terhadap lahan pertanian. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor pertanian melalui pendampingan dan pengawasan terhadap kelompok tani binaan. Sinergi dengan masyarakat diharapkan mampu membantu menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi alam. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Utara memastikan akan terus mendampingi para petani serta memonitor perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli rutin di sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) mulai pukul 09.00 WITA sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. Patroli menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Amuntai dan sekitarnya, di antaranya Jalan Kuripan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Suwandi Sumarta, Jalan Sungai Malang, Jalan Bihman Villa, Jalan Bayur (Bypass Amuntai), Jalan Poros Amuntai–Kalua, Jalan Amuntai–Alabio, hingga Jalan Jermani Husein Banjang–Amuntai. Kasat Lantas Polres Hulu Sungai Utara menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan rutin kepolisian untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar, sekaligus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Selain melaksanakan pengaturan lalu lintas dan patroli melalui Unit Turjagwali, personel juga menjalankan tugas penegakan hukum oleh Unit Gakkum, termasuk penyelesaian administrasi penyidikan perkara lalu lintas dan pembaruan data pada sistem IRSMS-ICELL. Sementara itu, Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan imbauan mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Salah satu fokus penyuluhan adalah mengingatkan orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak di bawah usia 12 tahun mengendarai sepeda listrik maupun kendaraan bermotor di jalan raya karena berisiko membahayakan keselamatan. Program “Polantas Menyapa” juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Melalui pendekatan humanis, personel Satlantas berdialog langsung dengan masyarakat dan pengguna jalan untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan serta mengajak seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Patroli dan pengamanan dilaksanakan oleh personel piket Satlantas Polres HSU, yaitu Aipda Saner Y., Brigpol Sumaryono, Briptu M. Widiyonata, S.H., Briptu M. Zainudin, dan Bripda M. Rangga H. Mereka didukung kendaraan operasional, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan selama bertugas di lapangan. Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Hulu Sungai Utara berharap angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas. Selama patroli berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah, arus lalu lintas berjalan lancar, dan tidak ditemukan kejadian menonjol. Situasi di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara tetap aman, tertib, kondusif, serta terkendali. Satlantas Polres HSU mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Sebab, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Komitmen Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan kepada petani. Salah satunya dilakukan Polsek Amuntai Selatan yang bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melaksanakan penanaman jagung pakan di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada kelompok tani binaan Polri guna meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah. Penanaman jagung dilakukan di lahan seluas sekitar tiga hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Suka Tani yang diketuai Ardimansyah dan beranggotakan 20 orang. Varietas jagung yang ditanam adalah NK 6501 Super, yang dikenal memiliki potensi hasil panen yang baik. Kapolsek Amuntai Selatan Ipda Suharnowo, S.H., hadir langsung mendampingi kegiatan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Amuntai Tengah, Iwan, Ketua Poktan Suka Tani beserta para anggotanya, serta Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Amuntai Selatan. Sebelum proses penanaman dimulai, jajaran Polsek Amuntai Selatan, PPL, dan kelompok tani terlebih dahulu menggelar koordinasi guna menyamakan langkah terkait teknis budidaya, pola pendampingan, serta upaya meningkatkan hasil produksi jagung. Setelah koordinasi selesai, seluruh peserta melaksanakan penanaman jagung secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan para petani dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Kapolsek Amuntai Selatan menyampaikan bahwa pendampingan kepada kelompok tani merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di sektor pertanian. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berkomitmen hadir memberikan motivasi serta pendampingan kepada para petani agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Melalui kolaborasi yang erat antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, diharapkan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara terus meningkat sehingga mampu mendukung kebutuhan pakan ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Polsek Amuntai Selatan menegaskan akan terus mendampingi kelompok tani binaannya sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat serta dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan mengerahkan personel dan peralatan khusus untuk melaksanakan sterilisasi serta pengamanan sejumlah kegiatan yang dipusatkan di Gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Minggu (5/7/2026). Pengamanan dilakukan pada rangkaian kegiatan Palembang Bersholawat bersama 250 anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Aksi Bela Palestina Jilid VI, serta Konser Alam bersama Wali Band. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan keagamaan, sosial, dan hiburan tersebut. Dalam pelaksanaannya, Detasemen Gegana menurunkan tiga unsur utama, yakni Unit Penjinak Bom (Jibom), Unit Penanggulangan Teror (Wanteror), dan Unit Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR), yang masing-masing bertugas sesuai fungsi dan keahliannya. Sebelum acara dimulai, personel Unit Jibom melakukan sterilisasi menyeluruh di seluruh area gedung, mulai dari panggung utama, ruang VIP, area penonton, hingga jalur masuk dan keluar lokasi kegiatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat benda mencurigakan maupun potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya acara. Sementara itu, Unit Wanteror disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung. Di sisi lain, Unit KBR melakukan deteksi dini guna memastikan area kegiatan bebas dari ancaman bahan kimia, biologi, maupun radioaktif yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Seluruh proses pengamanan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan mengedepankan sinergi dengan unsur pengamanan lainnya. Kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama ribuan peserta mengikuti rangkaian kegiatan. Berkat pengamanan yang optimal, seluruh agenda mulai dari Palembang Bersholawat, santunan kepada 250 anak yatim, Aksi Bela Palestina Jilid VI, hingga penampilan Wali Band berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumatera Selatan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran personel Gegana tidak hanya memastikan keamanan kegiatan berskala besar, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi seluruh peserta sehingga setiap rangkaian acara dapat berlangsung dengan khidmat dan sukses. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan pelantikan pejabat di lingkungan Korps Brimob Polri yang dirangkaikan dengan acara kenal pamit di Markas Korps Brimob Polri, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Korps Brimob Polri, para Komandan Satuan Brimob dari berbagai daerah di Indonesia, serta tamu undangan. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri dalam melakukan regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi. Serah terima jabatan menjadi salah satu mekanisme penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lingkungan Korps Brimob Polri. Pergantian pejabat diharapkan mampu menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat kinerja organisasi dalam menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks. Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit. Momen tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan amanah di Korps Brimob Polri. Di sisi lain, pejabat yang baru dilantik diperkenalkan sebagai bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan berbagai program strategis organisasi. Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., mencerminkan komitmen dalam mendukung kebijakan pimpinan Polri sekaligus memperkuat soliditas, sinergi, dan koordinasi antar-satuan Brimob di seluruh Indonesia. Melalui momentum tersebut, diharapkan hubungan kerja sama antarsatuan semakin erat sehingga pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, khususnya yang menjadi tanggung jawab Korps Brimob Polri, dapat berjalan secara optimal dan profesional. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sertijab dan pelantikan pejabat di lingkungan Korps Brimob Polri diharapkan semakin memperkokoh semangat profesionalisme, loyalitas, serta integritas seluruh personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah binaannya sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Monitoring dilaksanakan pada Minggu (5/7/2026) di Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi lahan pertanian sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, sehingga perkembangan tanaman jagung dapat dilaporkan secara berkala kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah yang dipimpin Aipda Dwi Hartono bersama Aipda Iwan Krisnawan, Aipda M. Rifqy Maulidin, Brigpol Hendra, S.S.T. Ars., dan Bripda Ahmad Muzakkir. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit mobil patroli serta perangkat komunikasi guna mendukung kelancaran kegiatan di lapangan. Dari hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih tergenang air. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas budidaya, sehingga dalam beberapa bulan ke depan sebagian besar lahan diperkirakan belum dapat digunakan untuk penanaman jagung. Genangan air yang masih tinggi menjadi tantangan bagi petani dalam mendukung peningkatan produksi jagung, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan serta kondisi debit air di kawasan pertanian. Hasil monitoring tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama pihak terkait guna mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Kapolres Hulu Sungai Utara menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Dengan monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kondisi lahan pertanian dapat terus dipantau sehingga proses penanaman dapat kembali dilaksanakan ketika genangan air telah surut. Sinergi antara Polri, pemerintah, dan para petani diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif. (Agus)
BANDUNG – Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polres Kuningan kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat daerah. Tim Identifikasi Polres Kuningan sukses meraih Juara 3 dalam Lomba Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Kompetisi bergengsi ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai 22 hingga 24 Juni 2026, yang diikuti oleh seluruh perwakilan tim identifikasi dari seluruh Polres di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Tim kebanggaan Polres Kuningan ini berada di bawah arahan langsung Kasat Reskrim Polres Kuningan, di bawah kepemimpinan kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis, SH., C.PHR. , dan dikomandoi di lapangan oleh Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres Kuningan, IPTU Wiyogi, S.E., dengan melibatkan empat personel ahli lainnya. Adapun susunan lengkap Tim Identifikasi Polres Kuningan adalah sebagai berikut: IPTU Wiyogi, S.E. (Katim) AIPTU Nana Kusmana, S.Kom. AIPTU Rudi Hendriana, S.E. BRIGPOL Andung Bagus Wahyudi, S.E. BRIPTU Fajar Sugeng Riyadi Dalam perlombaan tersebut, para peserta diuji secara ketat mengenai kompetensi teknis, mulai dari prosedur pengamanan lokasi kejadian, ketelitian dalam pencarian barang bukti, dokumentasi sistematis, hingga kecepatan dalam penyusunan laporan hasil olah TKP. Bukti Profesionalisme Polri Menanggapi prestasi tersebut, pihak Polres Kuningan melalui Kapolres menegaskan bahwa capaian ini merupakan cerminan nyata dari kualitas dan kompetensi anggota di lapangan di bawah pembinaan Kasat Reskrim. “Prestasi ini adalah bukti konkret bahwa personel Identifikasi Polres Kuningan memiliki kompetensi yang mumpuni. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam pengungkapan perkara demi tegaknya hukum bagi masyarakat,” ujar Kapolres Kuningan. Keberhasilan meraih posisi ketiga ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh personel Polres Kuningan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Asep Rusliman)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui monitoring rutin perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Minggu (5/7/2026). Kegiatan monitoring dilakukan sebagai bentuk pendampingan terhadap petani binaan Polri guna memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal hingga memasuki masa panen. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri binaan Polri. Lahan seluas sekitar 4 hektare tersebut ditanami jagung pakan menggunakan benih hibrida BISI 18 sejak 12 Mei 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung kini telah berusia 55 hari dengan tinggi rata-rata mencapai 160 hingga 190 sentimeter. Kondisi tanaman dinilai tumbuh dengan baik dan diperkirakan siap dipanen pada 10 Oktober 2026. Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 yang dipadukan dengan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida, sedangkan proses pengolahan lahan masih memanfaatkan peralatan pertanian secara manual. Monitoring di lapangan dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Soeyatmin, S.H., Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir. Kehadiran anggota kepolisian di tengah aktivitas pertanian merupakan bentuk dukungan dan pendampingan kepada petani agar terus bersemangat meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui Plh. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program pemerintah, termasuk di sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional. Melalui monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama. Pendampingan ini juga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendukung keberhasilan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi mewujudkan sektor pertanian yang semakin maju dan berdaya saing. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Komitmen mendukung program swasembada pangan terus ditunjukkan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Sabtu (4/7/2026), personel Polsek Banjang melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung pakan di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, sebagai bagian dari pendampingan terhadap petani binaan Polri. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WITA tersebut bertujuan memantau pertumbuhan tanaman sekaligus memastikan proses budidaya jagung berjalan sesuai harapan. Monitoring juga menjadi bentuk nyata sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin, petani binaan Polri yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri. Jagung pakan ditanam di lahan seluas sekitar empat hektare dengan menggunakan benih hibrida BISI 18 yang ditanam sejak 12 Mei 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung kini telah berusia 54 hari dengan tinggi rata-rata mencapai 160 hingga 190 sentimeter. Kondisi tanaman dinilai tumbuh dengan baik dan diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Dalam pengelolaan lahan, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida. Seluruh proses budidaya masih mengandalkan peralatan pertanian secara manual. Monitoring dilakukan oleh Aiptu Noryadi selaku Kepala Jaga, Aipda Robbi Utama selaku Kanit Provost, dan Briptu M. Alfito Gusna. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus pendampingan kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Polres Hulu Sungai Utara melalui Polsek Banjang menegaskan akan terus mendukung berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program swasembada pangan melalui pendampingan kepada kelompok tani di wilayah binaan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring rutin seperti ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perkembangan tanaman sejak dini sehingga hasil panen yang diperoleh petani semakin optimal dan mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)