Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026. “Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu,” katanya. Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut. Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” pungkasnya. Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai. “Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya. Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli. “Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan. Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli. “Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya. Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram. “Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink,” ucap Himawan. Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet. “Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia. Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka menunjukkan kekompakan dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H. Pada Senin (16/3/2026), dilaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Terpadu, Pos Pengamanan (Pospam), dan Pos Pelayanan (Posyan) dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026.   Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M., Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdhan, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Sekda Aeron Randi, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka. Rombongan Forkopimda mengawali peninjauan di Pos Terpadu Alun-Alun Majalengka, yang disambut oleh Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H. Di lokasi ini, tim mengecek kesiapan personel gabungan serta sarana pendukung pelayanan kesehatan dan informasi bagi masyarakat. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke Pos Pengamanan Kadipaten, salah satu titik krusial pertemuan arus kendaraan, yang disambut oleh Kapolsek Kadipaten AKP Budi Wardana, S.Pd. Forkopimda melakukan pengecekan terhadap pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di jalur arteri penghubung antar kabupaten. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel di lapangan memiliki kesiapsiagaan tinggi dan fasilitas pos dapat berfungsi maksimal dalam melayani pemudik. “Sinergitas bersama Bapak Bupati, Bapak Dandim, dan unsur Forkopimda lainnya merupakan kunci keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kami ingin memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pos-pos ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pemudik yang melintasi Majalengka,” ujar AKBP Rita Suwadi. Selain mengecek administrasi dan ploting personel, rombongan juga memberikan motivasi serta bingkisan kepada petugas yang berjaga sebagai bentuk dukungan moral atas dedikasi mereka dalam menjaga Kamtibmas selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Majalengka dan TNI yang telah memetakan titik-titik rawan secara detail. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kesiapan penuh Kabupaten Majalengka dalam menyambut arus mudik 2026. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kesiapsiagaan personel Satgas Kamseltibcar Lantas Polres Majalengka dalam menjaga keamanan jalur mudik kembali dibuktikan melalui aksi tanggap di lapangan. Pada Senin (16/3/2026), Tim Urai yang menggunakan kendaraan roda dua (Moge) berhasil mengamankan benda yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di ruas Tol Cipali. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa temuan tersebut bermula saat personel sedang melaksanakan patroli rutin untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Saat menyisir Jalur A KM 147 Tol Cipali, personel Tim Urai yang terdiri dari Aiptu Kamaludin Rahmat dan Brigadir Diki Julian menemukan sebuah benda berupa jeriken berukuran besar yang tergeletak tepat di tengah jalur. Keberadaan benda tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. “Sesuai arahan Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., setiap personel di lapangan harus jeli dan responsif terhadap segala bentuk hambatan di jalan raya. Petugas kami langsung melakukan tindakan pengamanan dengan menepikan kendaraan patroli dan segera mengevakuasi jeriken tersebut ke lokasi yang aman di luar bahu jalan,” ujar AKP Pandu Renata Surya. Aksi cepat ini dilakukan guna memastikan tidak ada pengguna jalan yang melakukan pengereman mendadak atau manuver berbahaya saat menghindari benda tersebut, yang dapat berakibat pada tabrakan beruntun. Setelah memastikan jalur kembali bersih dan aman, personel Satgas Kamseltibcar Lantas melanjutkan patroli pemantauan arus mudik. Kapolres Majalengka mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan yang telah meminimalisir risiko kecelakaan melalui tindakan preventif yang nyata. Polres Majalengka mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan barang, agar memastikan muatannya terikat dengan kuat dan rapi sebelum memasuki jalur tol. Selain itu, para pemudik diingatkan untuk tetap konsentrasi dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat benda mencurigakan atau hambatan lain di badan jalan demi keselamatan bersama. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon menerima kunjungan kerja Kapolda Jawa Barat dalam rangka pengecekan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pelayanan Rest Area 228A wilayah hukum Polresta Cirebon, Senin (16/3/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rudi Setiawan yang menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Jabar, di antaranya Karolog Polda Jabar Kombes Pol. Asep Akbar Hikmana, S.I.K., M.H., M.T., Dirintelkam Polda Jabar Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan, S.I.K., Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol. Ade Saparo, S.I.K., M.H., Kabiddokkes Polda Jabar Kombes Pol. drg. Iwansyah, Sp.Ort., serta Kabid TIK Polda Jabar Kombes Pol. Parojahan Simanjuntak, S.I.K., M.E., M.H. Rombongan Kapolda Jabar disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon, Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Danyon C Pelopor Sat Brimobda Jabar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kasat Pol PP Kabupaten Cirebon, para Pejabat Utama Polresta Cirebon, petugas gabungan Pos Pelayanan Rest Area 228A, serta stakeholder dan instansi terkait lainnya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan yang tersedia di Pos Pelayanan Rest Area 228A. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kesiapsiagaan personel, serta fasilitas pelayanan bagi masyarakat seperti ruang pelayanan kesehatan, ruang laktasi, taman bermain anak, hingga fasilitas istirahat bagi pemudik. Selain melakukan pengecekan, Kapolda Jawa Barat juga memberikan tali asih berupa bingkisan kepada para petugas yang berjaga di Pos Pelayanan Rest Area 228A sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan adanya pengecekan langsung dari Kapolda Jawa Barat, kami memastikan seluruh personel dan fasilitas di Pos Pelayanan Rest Area 228A siap memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujarnya. Melalui kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai titik strategis, termasuk di Rest Area 228A, diharapkan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, serta memperoleh pelayanan maksimal selama perjalanan menuju kampung halaman pada momentum arus mudik Lebaran tahun ini. (Asep Rusliman)

KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Kuningan menghadirkan terobosan unik untuk melayani masyarakat. Tak sekadar tempat singgah, Pos Terpadu yang berlokasi di Taman Kota Kuningan disulap dengan konsep ramah anak yang menarik perhatian, lengkap dengan dekorasi ikonik gim video Mario Bros. Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku pada pos polisi, sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik yang membawa anak kecil. Kehadiran karakter Mario Bros, Luigi, dan elemen-elemen khas “Mushroom Kingdom” di dinding pos diharapkan dapat mereduksi stres dan rasa lelah husunya bagi anak-anak selama perjalanan jauh. Selain visual yang ceria, pos ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan antara lain disediakan minuman serta snack bagi anakn-anak, ada fasilitas pemeriksaan Kesehatan yang siap mengecek tensi darah, menyediakan obat-obatan ringan hingga vitamin bagi pemudik dan tersedia tempat istirahat yang nyaman. Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menyampaikan bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama, dan faktor kelelahan seringkali menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya. “Kami menyadari bahwa perjalanan jauh sangat menguras energi, terutama bagi anak-anak. Dengan konsep Mario Bros ini, kami ingin anak-anak merasa senang dan orang tua bisa beristirahat sejenak dengan tenang. Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan fisik pemudik tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar AKBP M. Ali Akbar dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026). Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Kuningan agar tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk. “Silakan mampir ke Pos Terpadu Taman Kota. Kami siapkan semuanya untuk kenyamanan masyarakat,” tambah Kapolres. Keunikan pos terpadu ini rupanya menarik perhatian penyanyi dangdut kenamaan asal Kuningan, Ega Noviantika atau yang akrab disapa Ega DA. Saat berada di Pos tersebut, pelantun tembang “Peluk Kasih” ini memberikan apresiasi langsung atas kreativitas Polres Kuningan. Ega menilai langkah ini sangat membantu para orang tua, terutama sesama ibu muda yang seringkali khawatir akan kenyamanan anak saat diperjalanan. “Luar biasa sekali inovasi dari Polres Kuningan. Sebagai warga Kuningan, Ega bangga banget! Posnya sangat kreatif, ada gambar Mario Bros yang bikin anak-anak nggak takut lagi sama polisi. Fasilitas kesehatannya juga lengkap, jadi pemudik bisa cek kesehatan dulu supaya tetap fit sampai tujuan,” ungkap Ega DA dengan antusias. Dengan berbagai fasilitas tersebut, Pos Terpadu Taman Kota Kuningan diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman sekaligus membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh agar tetap fit hingga sampai di tujuan. (Asep Rusliman)

KUNINGAN,Bidik-kssusnews.com,.Menjelang akhir bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan para jurnalis. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Kuningan, Dian, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini turut berperan dalam perjalanan kariernya di pemerintahan. “Di pers jangan ada kelompok, semua sama. Ini adalah keguyuban,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal merintis karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, dirinya tidak pernah terlepas dari peran media dan insan pers yang selalu memberikan informasi, kritik, serta masukan konstruktif. “Saya merintis karier di pemerintahan daerah Kabupaten Kuningan dan tidak pernah lepas dari insan pers. Saya dibesarkan oleh insan pers,” ungkapnya. Menurutnya, berbagai pandangan, kritik, dan gagasan dari para jurnalis sering kali menjadi inspirasi yang kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ada insan pers yang konstruktif, memberikan saran dan masukan kepada saya. Ada juga pemikiran-pemikiran yang keren sehingga menjadi sebuah kebijakan. Itu semua memberikan warna bagi saya,” katanya. Bupati Dian juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat hingga dirinya terpilih sebagai Bupati Kuningan tidak lepas dari dorongan dan peran media. “Saya dipercaya sebagai Bupati Kuningan juga didorong oleh insan pers. Bagi saya, teman-teman pers yang kritis justru menjadi penguat dan bagian yang tidak terpisahkan dari kita semua,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan media terus diperkuat. Menurutnya, pers dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun optimisme masyarakat. “Pers butuh pemerintah dan pemerintah juga butuh pers. Kita harus saling melengkapi untuk membangun optimisme masyarakat,” ujarnya. Bupati Dian juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Kabupaten Kuningan. Ia menilai berbagai perbaikan dan perubahan sudah mulai terlihat berdasarkan data yang ada saat ini. “Saya yakin teman-teman pers tidak ingin Kabupaten Kuningan terlihat buruk. Dengan data yang valid, sebenarnya sudah banyak perbaikan dan perubahan,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan berdiri industri baru di Kabupaten Kuningan yang diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja. “Mohon doanya, tahun ini akan berdiri industri yang menyerap pekerja hingga ribuan orang. Mungkin ke depan anak cucu kita juga bisa bekerja di perusahaan tersebut,” ungkapnya. Di akhir sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama membangun harapan dan menjaga keseimbangan informasi demi kemajuan daerah. “Saya mohon dukungan dari insan pers. Ayo kita bangun keseimbangan dan harapan agar Kuningan semakin melejit. Bantu kami agar Kuningan semakin membaik,” tuturnya. Menutup kegiatan silaturahmi tersebut, Bupati Dian atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. “Di penghujung Ramadan ini, kami atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah memohon maaf lahir dan batin sebesar-besarnya. Semoga silaturahmi kita semakin erat,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Persatuan Wartawan Cirebon Raya Jaya (PWCR) Jaya menggelar Acara buka puasa bersama (Bukber) di Jajanan Cafe Dan Resto, Kelurahan Pejambon, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Sabtu (14/03/2026).Kegiatan ini menjadi ajang Kondolidasi sekaligus mempererat tali silahtutohmi di bulan Suci Ramadan 1447.H. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh khidmat tersebut di hadiri oleh berbagai pengurus beserta awak media baik media cetak maupun one line hingga menunjuk sebanyak 35 pengurusyang hadir merangkap di awak media terpilih Calon tunggal Bambang Eko Sukoco sebagai Ketua Umum Ketum (Ketum), menggantikan Ketua Umum (Ketum) lama Almarhum Tasim.Amd,.Adfarm. Rangkaian acara di mulai dengan sesi terbentuknya Ketua Umum yang baru terpilih yang diikuti dengan kehangatan oleh seluruh pengurus yang merangkap awak media suasana Relegius sangat terasa azan magrib berkumandang di mana para pengurus beserta awak media berbuka puasa bersama dalam satu meja yang setara. Hingga acara usai kegiatan berjalan lancar hingga kondusif dan di tutup dengan ramah tamah antar pengurus dengan Ketua Umum (Ketum) dan diakhiri pembacaan Doa yang di sampaikan oleh Ustad Samroni. (Asep Rusliman)

Indramayu,Bidik-kasusnews.com,.Menjaga keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada kesiapan fisik para pengemudi dan penumpang. Menyadari hal ini, personel Polres Indramayu Polda Jabar yang bertugas di Pos Pelayanan (Pos Yan) Terminal Indramayu mengambil inisiatif proaktif dengan menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pemudik dan sopir bus pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Medis dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Margadadi ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para awak bus dan penumpang yang sedang melakukan transit di terminal. Pemeriksaan ini krusial untuk menjamin stabilitas kesehatan mereka sebelum melanjutkan perjalanan jauh menuju kampung halaman. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapos Yan Terminal Indramayu, AKP Indrie Hapsari, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk menekan potensi angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali dipicu oleh faktor kesehatan pengemudi. “Kami sangat berkepentingan untuk memastikan bahwa para sopir bus berada dalam kondisi fisik yang prima, mengingat mereka mengemban tanggung jawab besar membawa keselamatan banyak nyawa penumpang. Demikian pula bagi para pemudik, kami mengimbau agar tidak memaksakan diri jika merasa kondisi fisik menurun. Melalui pemeriksaan kesehatan rutin ini, kita dapat mendeteksi secara dini potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul selama perjalanan,” ujar AKP Indrie Hapsari. Layanan kesehatan yang komprehensif disediakan, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, serta pengecekan suhu tubuh dan denyut jantung. Tim medis yang dipimpin oleh dr. Hj. Nur Khasanah tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan rekomendasi medis yang jelas bagi para pemudik dan sopir yang memerlukan tindak lanjut atau rujukan lebih lanjut. Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para sopir bus dan pemudik. Banyak dari mereka yang dengan sukarela mengantre di Pos Yan untuk memanfaatkan kesempatan mengetahui kondisi tubuhnya. Selain pemeriksaan medis, petugas kepolisian juga secara gencar melakukan sosialisasi dan imbauan, yang dikenal sebagai “war-war,” mengenai pentingnya istirahat yang cukup selama musim mudik Lebaran 2026. Pesan ini disampaikan untuk mengingatkan para pelaku perjalanan agar memprioritaskan kesehatan demi keselamatan. “Respon dari masyarakat sungguh sangat positif. Kami berharap kegiatan semacam ini tidak hanya dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mewujudkan momen mudik tahun ini yang berjalan aman, sehat, dan lancar hingga para pemudik tiba di tujuan,” tutup AKP Indrie Hapsari, menggarisbawahi keberhasilan program ini. Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa bersinergi dan menjadi mitra Polri dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Beliau mengingatkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Apabila masyarakat menemukan adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kami mengimbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di nomor WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno, menekankan pentingnya pelaporan dini untuk penanganan yang cepat dan efektif. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Petugas Polresta Cirebon mengamankan pengedar obat keras (OKA) tanpa izin resmi berinisial MA (24). Pelaku ditangkap di kamar kediamannya yang berada di wilayah Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (14/3/2026) dinihari kira-kira pukul 01.45 WIB. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan dari tangan MA. Diantaranya, 604 butir Tramadol, 102 butir Trihex, uang tunai Rp 2.007.000 yang diduga hasil penjualan OKA, dompet, handphone, tas selempang dan lainnya. “Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MA dijerat Pasal 435 Juncto Pasal 138 UU RI Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” katanya. Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon tidak akan berhenti memberantas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya termasuk OKA di wilayah Kabupaten Cirebon. “Kami juga meminta peran aktif masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan tindak kejahatan yang mengganggu situasi kamtibmas maupun tindak kejahatan narkoba melalui Layanan Call Center 110. Dipastikan setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

  KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Upaya menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang digelar Polres Kuningan di halaman Bulog Bandorasa, Kecamatan Cilimus, Jumat (14/03), disambut antusias warga. Sejak pagi hari, warga dari Kecamatan Cilimus dan wilayah sekitarnya tampak memadati lokasi operasi pasar untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 1 ton beras medium dan 600 liter minyak goreng disediakan bagi masyarakat. Namun dalam hitungan jam, seluruh stok langsung habis terjual. Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar mengatakan, Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. “Kami melihat kondisi di lapangan di mana beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Hari ini kami sediakan 1 ton beras kualitas medium dan 600 liter minyak goreng dengan harga yang sangat terjangkau. Alhamdulillah respons masyarakat luar biasa,” ujar Muhamad Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Azis serta perwakilan Bulog Bandorasa. Menurutnya, kegiatan operasi pasar ini juga menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di daerah. “Kami berharap kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Kuningan,” tambahnya. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang namun tetap tertib di lokasi kegiatan. Banyak warga mengaku sangat terbantu karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar. Salah seorang warga Kecamatan Cilimus, Sumiati (45), mengatakan dirinya sengaja datang sejak pagi untuk membeli beras dan minyak goreng yang dijual lebih murah. “Sangat bersyukur ada pasar murah ini. Tadi beli beras sama minyak, lumayan selisih harganya bisa buat beli keperluan dapur yang lain. Kalau bisa sering-sering diadakan, apalagi buat kami rakyat kecil,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Dadang (52), buruh harian yang juga ikut mengantre di lokasi kegiatan. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat kecil di tengah harga kebutuhan pokok yang masih tinggi. “Tadi antre sebentar tapi dapat harga bagus. Terima kasih Pak Kapolres, ini benar-benar membantu kami,” ujarnya. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan menjadi salah satu langkah efektif untuk menahan laju inflasi daerah, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri ketika permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam. (Asep Rusliman)