Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan pengecekan sejumlah pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kamis (19/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polresta Cirebon. Pengecekan dimulai dari Mako Polresta Cirebon dengan rute menuju Pos Anshor Al Jabar Plumbon, dilanjutkan ke Pos Pengamanan (Pospam) Palimanan, kemudian menuju Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 228A, sebelum kembali ke Mako Polresta Cirebon. Setibanya di Pos Anshor Al Jabar Plumbon, rombongan disambut Kapolsek Depok selaku Perwira Pos Yan II Weru AKP Endang Kusnandar, S.H., M.H., bersama Kasat Korcab Banser Kab. Cirebon Sdr. Khaerulah, petugas Banser dan unsur terkait. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon memberikan tali asih berupa bingkisan sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas yang berjaga. Selanjutnya, rombongan melanjutkan pengecekan ke Pos Pam Palimanan dan disambut Kapolsek Gempol selaku Kepala Pos Pam Kompol Rynaldi Nurwan, S.H., M.H., beserta personel gabungan yang bertugas dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Pengecekan berlanjut ke Pos Yan Rest Area 228A. Kedatangan rombongan diterima Kapolsek Pabedilan selaku Kepala Pos Yan AKP Mulyadi, S.H., bersama petugas gabungan yang siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kapolresta Cirebon mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan di setiap pos, mulai dari kelengkapan administrasi, kesiapsiagaan personel, hingga fasilitas pendukung lainnya. “Kami ingin memastikan seluruh pos pengamanan dan pelayanan siap beroperasi secara optimal, sehingga masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran dapat merasakan keamanan, kenyamanan, dan pelayanan terbaik,” ujar Kapolresta Cirebon. Selain itu, pengecekan juga dirangkaikan dengan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis jalur mudik. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kepadatan serta memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode Lebaran 2026. Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan seluruh pos pengamanan dan pelayanan di wilayah hukum Polresta Cirebon dapat berfungsi maksimal, serta mampu memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintasi jalur Cirebon menuju berbagai daerah tujuan. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Polres Majalengka menggelar program mudik gratis rute Majalengka–Semarang. Kegiatan tersebut secara resmi diberangkatkan oleh Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, pada Kamis (19/3/2026). Sebanyak dua unit bus disiapkan dalam program ini untuk mengangkut sekitar 120 pemudik menuju Semarang. Pelepasan peserta berlangsung penuh antusias, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan mudik gratis yang aman dan terorganisir. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan pribadi selama musim mudik. “Program mudik gratis ini merupakan langkah preventif untuk menekan peningkatan volume kendaraan di jalan, sehingga potensi kemacetan dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” ujarnya. Selain sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, program ini juga menjadi strategi pengamanan arus mudik agar tetap lancar dan terkendali. Dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi, diharapkan kepadatan lalu lintas di jalur utama dapat ditekan. Polres Majalengka berharap, melalui program ini masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung terciptanya lalu lintas yang tertib selama periode Lebaran 2026. (Asep Rusliman)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,. (Kamis, 19/3/2026), – Kodim 0614/Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur bagi masyarakat. Melalui kegiatan Padat Karya, para prajurit Kodim 0614/Kota Cirebon, saat ini tengah mempercepat proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di RT.04, RW.07 Sumurwuni, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Pada hari ini, kegiatan difokuskan pada tahap finishing atau penyelesaian akhir jembatan. Meski sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit untuk tetap bekerja maksimal demi percepatan pembangunan. Dengan penuh dedikasi, personel TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan jembatan yang nantinya akan menjadi akses penting bagi warga. Jembatan Garuda diharapkan dapat memperlancar mobilitas serta menunjang berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah tersebut. Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Dantoso, S.Kom., M.Han. saat meninjau kegiatan tersebut menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal infrastruktur yang menunjang aktivitas sehari-hari. Ia juga mengapresiasi semangat para prajurit dan warga yang tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab meskipun di tengah bulan Ramadhan. “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami akan terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung pembangunan di wilayah,” ujarnya. Melalui kegiatan Padat Karya ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah. Diharapkan, dengan segera rampungnya jembatan ini, masyarakat Kelurahan Argasunya dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. (pendim0614)* (Asep Rusliman)
Cirebon kota,Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, turun langsung membagikan vitamin, obat-obatan, dan takjil kepada para pemudik di jalur arteri Pantura, tepatnya di Perempatan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa sore. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik pemudik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, khususnya anak-anak. Dalam kesempatan tersebut, Polres Cirebon Kota berkolaborasi dengan pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum, untuk menghibur para pemudik yang kelelahan selama perjalanan. Dari pantauan di lapangan, arus mudik didominasi kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Banyak pemudik terlihat membawa barang bawaan cukup banyak, bahkan membonceng anggota keluarga, termasuk anak-anak. Melihat kondisi tersebut, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menilai pentingnya memberikan perhatian ekstra, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh dengan kondisi fisik terbatas. “Banyak pemudik yang membawa keluarga, sehingga kita juga membagikan vitamin dan obat-obatan untuk menjaga kondisi mereka selama perjalanan,” ungkapnya. Sementara itu, Eko memastikan kondisi arus lalu lintas hingga pukul 17.10 WIB masih terpantau terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan. “Peningkatan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari dan menjelang subuh,” ucapnya. Polres Cirebon Kota juga, kata Eko, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pengaturan lalu lintas secara situasional serta fokus pengamanan di beberapa titik strategis, seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota, dan jalur tol. “Polres Cirebon kota telah menyiapkan antisipasi dalam pengaturan lalu lintas jika terjadinya lonjakan yang signifikan. Serta pengamanan di beberapa titik strategis seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota dan jalur tol,” katanya. Eko juga mengimbau kepada seluruh pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kondisi fisik, kelengkapan berkendara, hingga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. “Yang paling penting, tetap berhati-hati di jalan dan jangan lupa berdoa sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya. Tak hanya itu, suasana di lokasi juga dibuat lebih hangat dengan kehadiran salah satu Pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum yang menghibur anak-anak menggunakan boneka dan cerita ringan. Tawa anak-anak pun pecah, mengurangi rasa lelah yang mereka alami di perjalanan. Kaka Jum mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan ini didasari kepedulian terhadap kondisi anak-anak saat mudik yang berbeda dengan orang dewasa. “Setiap tahun saya memang berkomunikasi dengan anak-anak. Kondisi anak itu berbeda dengan orang tuanya, apalagi perjalanan jauh seperti dari Jakarta ke Jawa. Tadi saya tanya, ada yang mau ke Jogja, tentu butuh istirahat,” katanya. Ia juga berharap anak-anak bisa berani menyampaikan kondisi mereka kepada orang tua jika merasa lelah atau tidak enak badan selama perjalanan. “Dengan hiburan sederhana, seperti boneka dan cerita, anak-anak jadi tersenyum. Tadi yang awalnya terlihat capek, jadi sedikit terhibur,” pungkasnya. Dengan kolaborasi antara kepolisian dan komunitas lokal seperti pendongeng, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan juga menyenangkan, terutama bagi anak-anak. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Aksi pencurian sepeda motor yang sempat meresahkan warga Kuningan akhirnya terungkap. Dua pelaku lintas daerah berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kuningan dalam sebuah penangkapan dramatis, tepat saat keduanya hendak kembali beraksi di wilayah hukum lain. Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono, mengungkapkan bahwa kedua tersangka masing-masing berinisial W (40), buruh harian lepas, dan MI (23), wiraswasta, yang merupakan warga Kabupaten Indramayu. “Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait pencurian sepeda motor pada 3 Maret 2026. Tim kami langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKBP M Ali Akbar, Rabu (18/3). Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku yang kemudian mengarah pada dua nama tersebut. Tanpa membuang waktu, tim Satreskrim langsung melakukan pengejaran intensif hingga ke luar wilayah Kuningan. Puncaknya, kedua pelaku berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Ironisnya, saat ditangkap, keduanya tengah bersiap melakukan aksi pencurian kembali. “Ini yang membuat kasus ini cukup dramatis. Saat kami amankan, pelaku sudah dalam posisi akan kembali beraksi. Artinya, mereka merupakan pelaku aktif,” tegasnya. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku menggunakan modus merusak kunci kendaraan dengan kunci letter T (kunci palsu). Target mereka adalah sepeda motor milik warga, salah satunya Honda Beat hitam tahun 2026. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor hasil curian, dua unit handphone, tiga buah kunci letter T, 13 mata kunci, satu magnet kunci, serta kunci kontak kendaraan. Kini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Kuningan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga 9 tahun. Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau lokasi kejadian lain yang melibatkan kedua pelaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan, terutama dengan menggunakan kunci ganda,” ujarnya. Pihaknya menegaskan komitmen Polres Kuningan dalam memberantas kejahatan jalanan. “Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah Kuningan. Kami akan terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Rita Suwadi turun langsung ke lapangan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Rest Area KM 166 Tol Cipali, wilayah Kabupaten Majalengka, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Rabu (18/03/2026). Didampingi personel Polres Majalengka yang terlibat dalam operasi, Kapolres melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memastikan situasi di sekitar rest area tetap aman dan kondusif. Kepadatan kendaraan yang meningkat, terutama dari para pemudik, menjadi perhatian khusus guna mencegah antrean panjang dan potensi gangguan keamanan. AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol yang tengah melakukan perjalanan mudik. “Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan masyarakat merasa aman serta nyaman selama perjalanan,” ujarnya. Selain melakukan penguraian kemacetan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib berlalu lintas, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan kondisi fisik selama berkendara. Dengan langkah cepat dan sigap yang dilakukan oleh jajaran Polres Majalengka, situasi arus lalu lintas di sekitar Rest Area KM 166 Tol Cipali berangsur normal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya maksimal Polri dalam menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,.Fajar belum sepenuhnya merekah di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Suasana pagi yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah tegang saat teriakan ‘maling!’ memecah kesunyian. Di momen ketika banyak orang bersiap menyambut hari raya, seorang pria justru memilih jalan nekat mencuri sepeda motor milik warga. Peristiwa itu terjadi di Blok Pos, Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/3/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Target pelaku adalah sepeda motor milik seorang ibu rumah tangga, Eem Karnesah yang saat itu tengah lengah. Hanya karena jeda lima menit, waktu yang terasa sekejap motor Honda Scoopy berwarna putih yang terparkir di halaman rumah, tiba-tiba raib. Kunci yang masih menempel dan stang yang tak terkunci menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Saat korban kembali, pandangannya langsung tertuju pada sosok pria yang membawa kabur motornya ke arah timur. Tanpa ragu, korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu menjadi pemantik reaksi cepat warga sekitar. Dua warga, Warhadi dan Narma, yang mendengar suara tersebut, langsung bergerak. Tanpa pikir panjang, mereka melakukan pengejaran.Temukan lebih banyakBerita ekonomiPerlengkapan olahragaLangganan Koran Digital Ketegangan terjadi di jalanan desa, namun keberanian warga akhirnya membuahkan hasil, pelaku berhasil dihentikan dan diamankan bersama barang bukti.Baca jugaDi Tengah Arus Mudik, Dokkes Polres Majalengka Siaga Jaga Kesehatan Pemudik di Tol Cipali Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, melalui Kapolsek Palasah AKP Yuda Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku berinisial W (33), warga Astanajapura, Cirebon, kini telah diamankan di Mapolsek Palasah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Baca jugaKecamatan Kertajati Majalengka Juarai Lomba Kreasi Takjil Lokal di Festival Ramadan FESyar Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih, lengkap dengan STNK, BPKB, serta kunci asli kendaraan. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Di balik kejadian ini, ada satu hal yang menonjol : solidaritas warga Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi memberikan apresiasi atas tindakan cepat masyarakat yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan tidak ceroboh. Pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang atau menggunakan kunci ganda, meskipun hanya ditinggalkan sebentar,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi pengingat keras, terutama menjelang Lebaran, saat mobilitas meningkat dan kelengahan sering terjadi. Di tengah euforia pulang kampung, kejahatan bisa datang dalam hitungan detik. Namun di Kabupaten Majalengka, pagi itu, keberanian warga membuktikan satu hal: ketika masyarakat sigap dan peduli, kejahatan tak punya banyak ruang untuk bergerak. (Asep Rusliman)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Selasa, 17/3/2026), – Dimulai dari depan Kantor Balaikota Cirebon, Jl. Siliwangi No. 84, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Dandim 0614/Kota Cirebon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran. Monitoring dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik, guna memastikan seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya menjalankan tugas sesuai prosedur. Dandim 0614/Kota Cirebon, Ketkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. menyampaikan bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah selama arus mudik berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat, serta kesiapan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Letkol Arm Drajat Santoso juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang tetap siaga demi kelancaran arus mudik. Diharapkan dengan adanya monitoring ini, koordinasi antar instansi semakin solid dan respons terhadap situasi di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Setelah kegiatan monitoring selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama Forkopimda Kota Cirebon yang bertempat di Gedung Setda Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antar pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan arus mudik Idul Fitri 1447 H tahun 2026 di wilayah Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (pendim0614) (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,. Di tengah riuhnya arus kendaraan yang mengalir tanpa henti di jalur mudik wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada satu titik yang menghadirkan ketenangan bagi para pelintas lelah. Di Rest Area KM 166 Tol Cipali, sentuhan kemanusiaan itu hadir melalui pelayanan kesehatan yang diberikan oleh anggota Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Majalengka, Selasa (17/3/2026). Di bawah langit yang menaungi perjalanan panjang ribuan pemudik, tim medis berseragam cokelat itu berdiri sigap. Dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Majalengka, Ipda Dony Arivanto, mereka menyambut para pemudik dengan layanan kesehatan yang hangat, cepat, dan penuh kepedulian. Satu per satu pemudik datang. Ada yang sekadar memeriksakan tekanan darah, ada pula yang membutuhkan konsultasi kesehatan setelah berjam-jam duduk di balik kemudi. Di sisi lain, petugas juga memberikan obat-obatan ringan hingga penanganan awal bagi mereka yang mulai merasakan kelelahan di tengah perjalanan panjang Di balik setiap pemeriksaan, terselip pesan sederhana namun penting: perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan diri. “Kami hadir untuk memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan prima selama perjalanan. Jika merasa lelah atau kurang sehat, kami imbau untuk beristirahat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah kami siapkan,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Ipda Dony Arivanto Rest area yang biasanya hanya menjadi tempat singgah sejenak, hari itu berubah menjadi ruang perlindungan. Para pemudik yang datang tampak lega. Wajah-wajah lelah perlahan berubah menjadi senyum setelah mendapatkan pemeriksaan gratis yang membantu mereka memastikan kondisi tubuh tetap aman untuk melanjutkan perjalanan. Tak sedikit dari mereka yang mengapresiasi kehadiran layanan ini. Bagi para pemudik, keberadaan tim Dokkes bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan penyelamat di tengah padatnya arus mudik yang melelahkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Lebih dari sekadar pengamanan lalu lintas, kehadiran aparat juga menjangkau sisi kemanusiaan yang paling mendasar: kesehatan dan keselamatan. Di tengah derasnya arus kendaraan yang terus bergerak menuju kampung halaman, layanan kesehatan di Rest Area KM 166 Tol Cipali menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang, selalu ada tangan-tangan yang siap menjaga. Sebab pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang tiba, tetapi tentang pulang dengan selamat, sehat, dan penuh cerita. (Asep Rusliman)
CIREBON KOTA,Bidik-kasusnews.com,. Pelarian pasangan suami istri (pasutri) berinisial LH (26) dan RK (41) berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota. Keduanya diringkus petugas saat mencoba melarikan diri menggunakan bus antarkota di wilayah Kabupaten Majalengka, tak lama setelah identitas mereka terungkap sebagai pelaku di balik pembunuhan keji seorang perempuan di sebuah rumah indekos. Kasus yang menggegerkan warga Jalan Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon ini bermula dari penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan pasutri tersebut sebagai eksekutor tunggal dalam aksi kriminal yang terencana. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat guna mencegah pelaku menghilangkan jejak lebih jauh. Saat ini, kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres Cirebon Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kami mengonfirmasi telah terjadi tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang perempuan. Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, perbuatan kriminal ini dilakukan secara bersama-sama oleh sepasang suami istri di sebuah rumah indekos di kawasan Dukuh Semar. Saat ini, keduanya sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada awak media, Selasa (17/3/2026). Modus Pijat Lewat Aplikasi Motif di balik aksi nekat pasutri ini tergolong sangat ironis. Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua pelaku sengaja mengincar harta benda korban dengan modus berpura-pura memesan jasa pijat urut melalui sebuah aplikasi layanan daring. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke kamar kos pelaku sebelum akhirnya dihabisi dengan kejam. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menggasak seluruh barang berharga milik korban yang ternyata nilainya sangat kontras dengan nyawa yang telah dihilangkan. “Motif utamanya adalah ekonomi, pelaku ingin menguasai harta milik korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka, mereka membunuh korban hanya untuk mengambil uang di dalam dompet sebesar Rp83 ribu dan sebuah ponsel, yang kemudian dijual seharga Rp73 ribu. Total hasil kejahatan mereka tidak lebih dari 160 ribu rupiah,” jelas Eko Iskandar. (Asep Rusliman)