SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Media online Infokowasi.com merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan mengusung tema “7 Tahun Terus Melangkah Memberi Informasi dan Komunikasi”, yang digelar di Taman Rekreasi Sendang Asri, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2026). Perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Sebelum acara puncak, kegiatan diisi dengan berbagai hiburan seperti lomba karaoke dan joget yang melibatkan peserta dari kalangan wartawan dan masyarakat sekitar. Momentum puncak ditandai dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Pimpinan Umum Infokowasi.com, H. Budi Widaya. Acara ini turut dihadiri jajaran manajemen, di antaranya Pimpinan Redaksi/CEO Yudi Suyudi, Pemimpin Perusahaan Ade Tri Laksana, serta tamu undangan dari berbagai media dan masyarakat. Dalam sambutannya, Pimpinan Redaksi/CEO Infokowasi.com, Yudi Suyudi, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan tujuh tahun media yang ia pimpin. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan Infokowasi.com tidak lepas dari komitmen terhadap kejujuran dan penyajian informasi yang akurat serta berimbang. “Perjalanan tujuh tahun ini bukan hal mudah. Kami memulai dari keterbatasan, namun tetap berpegang pada semangat menyuarakan kebenaran. Alhamdulillah, kini Infokowasi.com mendapat kepercayaan dari berbagai elemen masyarakat,” ujarnya. Yudi menambahkan, Infokowasi.com akan terus hadir sebagai media yang tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi ruang bagi aspirasi masyarakat serta menjaga nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Sementara itu, Pimpinan Umum H. Budi Widaya menegaskan bahwa Infokowasi.com terus melakukan pembenahan secara kelembagaan, termasuk dalam aspek perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. “Sebagai media online, kami berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus terus meningkatkan kualitas dan jangkauan informasi,” katanya. Di akhir acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang lomba serta menggelar kuis interaktif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, menandai perayaan yang berlangsung sukses dan penuh keakraban. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Media Infokowasi.com disambut hangat oleh berbagai kalangan. Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi hingga para pembaca, sebagai bentuk dukungan atas kiprah media tersebut dalam menyajikan informasi kepada publik, Selasa (14/4/2026). Di usia yang semakin matang, Infokowasi.com mengusung semangat “Terus Melangkah Memberi Informasi dan Komunikasi”. Komitmen ini ditegaskan sebagai upaya menjaga konsistensi dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Pimpinan Redaksi Infokowasi.com, Yudi Suyudi, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang terus mengalir. Menurutnya, kepercayaan dari berbagai pihak menjadi energi penting untuk terus berinovasi dan menjaga integritas jurnalistik. “Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang. Di usia ke-7 ini, kami berkomitmen menjaga kualitas pemberitaan sekaligus memperkuat peran sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan berbagai pihak,” ujarnya. Sejumlah ucapan juga datang dari para pejabat daerah dan tokoh masyarakat, seperti Camat Cibadak Mulyadi, Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha, serta Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Asep Kurnadi. Mereka berharap Infokowasi.com terus tumbuh menjadi media yang kritis, solutif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. “Selamat HUT ke-7 Infokowasi.com. Semoga semakin maju dan tetap menjadi media terpercaya yang mampu menghadirkan informasi berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Asep Kurnadi. Dengan dukungan yang terus mengalir, Infokowasi.com diharapkan mampu memperkuat eksistensinya sebagai media lokal yang adaptif, profesional, dan berkontribusi dalam pembangunan informasi di daerah. (Dicky)

CIREBON,Bidik-kasusnews.com,. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bikers Jurnalis Indonesia (BJI) menggelar kegiatan konsolidasi organisasi yang berlangsung di Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja ke depan. Konsolidasi ini dihadiri oleh pengurus DPP BJI dan berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat kebersamaan. Dalam forum tersebut, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam, mulai dari penguatan internal organisasi hingga rencana pengembangan BJI agar lebih profesional dan berdaya saing. Salah satu poin penting yang mengemuka dalam konsolidasi tersebut adalah pembahasan terkait legalitas organisasi. DPP BJI berkomitmen untuk segera menuntaskan aspek legal formal sebagai langkah awal menuju organisasi yang lebih kredibel dan diakui secara hukum. Selain itu, dalam rapat juga disepakati rencana pembentukan sebuah yayasan sebagai badan pendukung kegiatan organisasi. Nama yang disepakati adalah Yayasan Pena Al-Falah Insani, yang diharapkan dapat menjadi wadah dalam mengelola berbagai kegiatan sosial, pendidikan, serta pengembangan jurnalistik ke depan. Ketua Umum DPP BJI, Arief Yolando, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menghasilkan banyak kesepakatan penting, khususnya terkait program kerja yang akan segera dijalankan. “Melalui konsolidasi ini, banyak poin strategis yang berhasil disepakati, mulai dari penguatan program kerja, legalitas organisasi, hingga pembentukan yayasan sebagai langkah konkret dalam pengembangan BJI ke depan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa BJI tidak hanya ingin dikenal sebagai komunitas biasa, tetapi sebagai organisasi yang memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang informasi dan sosial. Dengan adanya konsolidasi ini, BJI diharapkan mampu terus berkembang, menjaga profesionalisme, serta menjadi wadah yang produktif bagi para anggotanya. Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan, namun dengan soliditas dan komitmen yang kuat, BJI diyakini mampu menjadi organisasi yang diperhitungkan, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. ( Asep Rusliman)

KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba ditunjukkan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Secara mendadak, Bupati menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, sekaligus menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan untuk melakukan tes urine. Langkah ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan seluruh aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat struktural, terbebas dari narkoba. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian langsung berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Kuningan agar segera melakukan pemeriksaan terhadap para kepala dinas yang hadir di lokasi. Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya langsung merespons cepat permintaan dari Bupati. “Sesuai permintaan Bupati Kuningan untuk melakukan tes urine kepada para kepala dinas, meskipun ini bersifat mendadak, kami dari BNN langsung siap melaksanakan pemeriksaan,” ujar Agus. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. “Bupati ingin memastikan bahwa lingkungan pemerintah daerah benar-benar bersih dari narkoba,” tambahnya. Dalam pemeriksaan tersebut, BNN menggunakan tujuh parameter pengujian. Apabila ditemukan indikasi penggunaan narkoba, hasil tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Kuningan untuk ditindaklanjuti melalui uji lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, hasil tes urine terhadap para kepala SKPD dijadwalkan akan keluar dalam waktu 3×24 jam. Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi seluruh ASN di Kabupaten Kuningan untuk menjauhi narkoba dan menjaga integritas sebagai pelayan masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi contoh nyata dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan. (Asep Rusliman)

KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Gelombang kritik keras kembali mengguncang Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kali ini, sorotan publik mengarah pada dugaan ketimpangan mencolok antara kondisi keuangan daerah yang terus dikeluhkan dengan akumulasi aset mencurigakan yang diduga dimiliki sejumlah pejabat, terutama di sepanjang Jalan Lingkar Timur dan kawasan JLTS yang telah dibebaskan. Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, secara terbuka mempertanyakan integritas tata kelola keuangan daerah yang selama ini berada di bawah kendali Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Inspektorat Daerah Kabupaten Kuningan. “Bagaimana mungkin daerah selalu mengeluh soal fiskal, tapi di sisi lain muncul deretan aset yang nilainya fantastis dan diduga terkait pejabat? Ini bukan sekadar anomali—ini patut diduga sebagai konsekuensi dari tata kelola yang bermasalah,” tegas Manap. Sorotan ini semakin menguat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap laporan keuangan Pemkab Kuningan. FORMASI menilai, opini tersebut bukan sekadar catatan administratif, melainkan alarm keras adanya potensi penyimpangan serius di sejumlah perangkat daerah. FORMASI mendesak agar pemerintah membuka secara terang benderang dinas-dinas yang berkontribusi terhadap temuan WDP, terutama pada sektor-sektor strategis seperti: Pengelolaan aset daerah Belanja infrastruktur Pengadaan barang dan jasa Sektor kesehatan dan pendidikan Selain itu, isu Tuntutan Ganti Rugi (TGR) disebut sebagai “area gelap” yang selama ini nyaris tak tersentuh transparansi publik. “Kami menduga ada pembiaran sistematis. Siapa saja yang dikenakan TGR? Berapa nilainya? Sudah dikembalikan atau belum? Jangan sampai TGR hanya jadi angka di atas kertas tanpa realisasi ke kas daerah,” lanjutnya. FORMASI secara terbuka menantang aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Kuningan dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, untuk berhenti bersikap pasif. Mereka diminta segera melakukan langkah konkret atas berbagai dugaan penyimpangan yang kian terang di permukaan. Lebih jauh, FORMASI mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung melakukan: Penelusuran LHKPN pejabat Audit gaya hidup Investigasi relasi antara jabatan publik dan aktivitas usaha Praktisi hukum Abdu Haris, SH, menegaskan bahwa praktik “main dua kaki” pejabat—sebagai pengambil kebijakan sekaligus pengendali usaha di balik layar—merupakan pola klasik yang berpotensi melanggar hukum. “Modusnya sudah lama: usaha dijalankan oleh keluarga atau kroni, tapi kebijakan diarahkan untuk menguntungkan jaringan itu. Ini jelas konflik kepentingan serius dan bisa masuk ranah pidana,” ujarnya. FORMASI juga menyoroti potensi praktik serupa di lingkungan legislatif. Sejumlah anggota DPRD Kuningan diduga memiliki kedekatan dengan proyek-proyek tertentu, baik secara langsung maupun melalui jejaring bisnis. “Jangan hanya eksekutif yang dibedah. DPRD juga harus dibuka. Ada indikasi pengkondisian proyek dan fungsi pengawasan yang tumpul,” tambah Manap. Dalam pernyataannya, FORMASI bahkan melontarkan sindiran keras terhadap kondisi penegakan hukum di Kuningan. “Kuningan ini seperti ‘kabupaten bebas korupsi’—bukan karena bersih, tapi karena tidak ada satupun pejabat tinggi yang tersentuh KPK. Kalaupun ada yang ditangkap, itu hanya kelas ecek-ecek. Sementara yang diduga ‘kelas kakap’ justru tetap aman,” sindirnya tajam. FORMASI menegaskan, jika aparat penegak hukum di daerah tidak menunjukkan keberanian, maka mereka akan mendorong eskalasi ke tingkat nasional. “Kalau Kejaksaan daerah diam, kami akan bawa ini ke pusat. KPK harus turun tangan. Jangan biarkan Kuningan jadi contoh buruk bagaimana kekuasaan dipakai untuk memperkaya diri,” tutupnya. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,. Bikers Journalist Indonesia (BJI) resmi terbentuk di Kabupaten Cirebon. Pembentukan organisasi ini dilakukan dalam rangkaian acara halal bihalal pasca Idul Fitri yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Jumat (3/4/2026). Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah, sebelum akhirnya disepakati pembentukan struktur kepengurusan organisasi. Ketua Umum DPP BJI, Arief Yolando, mengatakan BJI hadir sebagai wadah pemersatu para jurnalis agar memiliki visi dan misi yang sama. “BJI menjadi ruang bagi wartawan untuk bersinergi dan memperkuat peran jurnalistik,” ujarnya. Sekretaris Jenderal, Arif Prihatin, menambahkan bahwa organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme serta solidaritas antar jurnalis. Adapun susunan pengurus BJI Cirebon 2026 antara lain Arief Yolando sebagai Ketua Umum, Wawan Gunawan sebagai Wakil Ketua I, Piryanto sebagai Wakil Ketua II, serta Arif Prihatin dan Niko Andri Lesmana sebagai Sekretaris. Posisi Bendahara diisi oleh Firda dan Sugiarto, serta dilengkapi berbagai bidang strategis lainnya. Dengan terbentuknya BJI, diharapkan organisasi ini mampu menjadi wadah kolaborasi yang solid serta berkontribusi positif bagi dunia jurnalistik, khususnya di komunitas bikers. (Asep Rusliman)

BIDIK-KASUSNEWS.COM  Jakarta – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halalbihalal yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Jaya di Gedung Prasada Sasana Karya, Petojo, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026). Kegiatan yang berlangsung sederhana ini justru sarat makna dalam mempererat tali silaturahmi antarwartawan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah. Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus harian, seksi-seksi, kelompok kerja (Pokja) dari lima wilayah kotamadya, serta sejumlah tokoh pers nasional. Hadir di antaranya Bendahara Umum PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, mantan Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, serta wartawan senior seperti A.R. Loebis dan Meiriyon Moeis. Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menjelaskan bahwa konsep potluck sengaja dipilih untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat. Para anggota membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebersamaan. “Mulai dari bakso, lupis, tahu krispi, risol, siomay, puding, singkong rebus hingga buah-buahan, semua ini bukan sekadar makanan, tapi simbol kebersamaan dan gotong royong,” ujar Kesit dalam sambutannya. Lebih dari 50 jenis makanan tersaji dan dinikmati bersama. Antusiasme peserta membuat ruang pertemuan dipenuhi undangan, mencerminkan kuatnya solidaritas di lingkungan PWI Jaya. Ketua panitia, Tb Adhi, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia menilai kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan penting dalam menjaga kekompakan organisasi. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Tanpa partisipasi anggota, acara ini tidak akan berjalan semeriah ini,” ujarnya. Selain menjadi ajang saling bermaafan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antarwartawan yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas peliputan. Dalam kesempatan itu, Kesit menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya arisan guyub ke-11 yang dipandu oleh Ketua SIWO Jaya, Rialini Nonnie Rering. Melalui undian lucky wheel, dua nama yang beruntung terpilih sebagai pemenang, yakni Kesit Budi Handoyo dan Afriadi. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh semangat. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi energi baru bagi seluruh anggota PWI Jaya untuk terus menjaga profesionalisme dan solidaritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. (Agus)

CIREBON,Bidik-kasusnews.com,.Sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, terpantau kuat dalam aksi kemanusiaan donor darah yang digelar hari ini, Senin 30 Maret 2026 di Balai Kota Cirebon. Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Cirebon bersama Ibu Wali Kota ini mendapatkan apresiasi luas sebagai langkah nyata pemenuhan kebutuhan medis di wilayah Cirebon. Tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, para wartawan yang tergabung dalam keanggotaan PWI Kota Cirebon turut ambil bagian sebagai pendonor. Kehadiran awak media ini merupakan bentuk nyata kemitraan strategis dengan pemerintah dalam mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Sebagai mitra pemerintah dan bagian dari masyarakat, kami Wartawan sangat mengapresiasi kegiatan kemanusiaan ini. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi upaya krusial untuk menjaga stok darah demi kebutuhan medis di Kota Cirebon dan sekitarnya,” ujar Arief Yolando Wartawan yang juga menjabat Sebagai Sekretaris PWI Kota Cirebon di lokasi kepada awak media, (30/03). Harapannya kedepan kegiatan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana demi mensupport kebutuhan darah untuk masyarakat Cirebon pada umumnya. Sementara itu, Hidayat Pelaksana kegiatan Donor Darah mewakili Ketua PMI kota Cirebon mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat kota Cirebon khususnya kepada penyelenggara yaitu Walikota Cirebon. Menurutnya, kepedulian warga Kota Cirebon terhadap sesama tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data registrasi di lapangan, antusiasme masyarakat terlihat dari angka pendaftar yang terus merangkak naik: Target Utama: 1.000 kantong darah. Data Terkini: Tercatat sebanyak 250 pendonor dari berbagai unsur masyarakat telah terdaftar dan mendonorkan darahnya dalam waktu singkat. Tren: Angka yang hampir menyentuh 250 pendonor di awal kegiatan ini menjadi bukti antusias yang tinggi, bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih sangat kental di hati warga Cirebon. “Dengan suplai darah yang terjaga, diharapkan pelayanan medis di wilayah Kota Cirebon dapat berjalan lebih optimal, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan darurat,” ujarnya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi terus berkelanjutan. Selain untuk memenuhi ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, aksi ini bertujuan memberikan motivasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya rasa kepedulian antar-sesama. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Walikota Cirebon dan jajaran beserta masyarakat dari berbagai pihak yang telah mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,. Menindaklanjuti insiden kecelakaan lalu lintas menonjol yang melibatkan kendaraan Isuzu Elf di Jalur Panjalu-Cikijing, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Pada Rabu pagi (25/3/2026), Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Dit Lantas Polda Jabar melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. ‎ ‎Kegiatan krusial ini dihadiri langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., bersama Kasub Satgas TAA Polda Jabar Kompol Purwadi dan AKP Budi beserta tim ahli. Hadir pula mendampingi di lokasi kejadian, Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata Surya, S.T.K., S.I.K., M.H., Kadishub Majalengka Dudung Jaja Suharja, Camat Cingambul Nono Heryano, S.IP., KP., Kapolsek Cingambul AKP Zenal Abidin, S.H., M.H., perwakilan Danramil 1705 Cikijing Serda Endi, Kanit Gakkum Sat Lantas Ipda Endri Bowo, serta perwakilan Jasa Raharja Cabang Jawa Barat Rudi Y. ‎Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa pelibatan Tim TAA Dit Lantas Polda Jabar ini bertujuan untuk mengungkap secara ilmiah penyebab pasti kecelakaan melalui metode analisis teknologi tinggi. Proses olah TKP tersebut meliputi rangkaian teknis yang sangat mendalam, mulai dari pengecekan dan analisa umum lokasi, penandaan serta pengukuran titik-titik krusial, hingga proses pemindaian (scanning) TKP menggunakan perangkat digital guna merekonstruksi kejadian secara akurat. ‎ ‎Selain aspek teknis kendaraan dan geometri jalan, petugas juga melakukan audit terhadap kelengkapan jalan di sepanjang jalur yang dipantau sejauh 170 meter. Pemeriksaan tersebut mencakup evaluasi rambu-rambu keselamatan serta keberadaan papan imbauan bagi para pengendara di area yang memiliki kontur menurun dan menikung tajam tersebut. Sinergi antara kepolisian, Dinas Perhubungan, dan unsur kewilayahan ini menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi menyeluruh terkait mitigasi kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. ‎ ‎Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa hasil dari olah TKP dan analisis tim TAA ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan langkah-langkah perbaikan keamanan jalur tersebut. Kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna meminimalisir potensi bahaya di titik-titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Majalengka, terutama di masa Operasi Ketupat Lodaya 2026. (Asep Rusliman)

Kuningan,Bidik-kasusnews.com,. Seorang warga Perumahan Puri Asri 3 Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, berinisial RH nekat merekayasa laporan pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Aksi tersebut dilakukan lantaran Ia, yang juga ASN Pemkab Kuningan tersebut, takut ketahuan istrinya setelah uang dalam rekeningnya berkurang drastis. RH sebelumnya mengaku bahwa dirinya menjadi korban pencurian, dengan dalih uang miliknya hilang setelah kaca mobil dipecahkan. Namun, laporan tersebut akhirnya terbongkar sebagai rekayasa setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam. Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono mengungkapkan, bahwa dari hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada laporan palsu. “Dari hasil interogasi, kami memastikan laporan tersebut adalah hoaks atau laporan palsu. Indikasi rekayasa sangat kuat setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP,”ujar Kapolres AKBP M Ali Akbar, Kamis (26/3/2026). Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa RH memiliki uang di rekening sebesar Rp28 juta yang juga diketahui oleh istrinya. Namun saat dicek kembali, saldo tersebut hanya tersisa Rp10 juta, sehingga terdapat selisih Rp18 juta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena takut menjelaskan kepada istrinya, RH kemudian berinisiatif membuat skenario seolah-olah dirinya menjadi korban pencurian. Ia bahkan memecahkan kaca pintu mobilnya sendiri menggunakan kunci roda untuk menguatkan cerita yang dibuat. “RH sebenarnya tidak membawa uang di dalam mobil tersebut. Lokasi kejadian yang dilaporkan pun berada di rumahnya sendiri. Kaca mobil sengaja dipecahkan untuk mendukung laporan palsu tersebut. Video yang sempat beredar terkait kejadian itu juga dipastikan hoaks,” jelas Kapolres. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat laporan palsu karena dapat berujung pada konsekuensi hukum. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak merekayasa kejadian atau menyebarkan informasi bohong, yang berpotensi menimbulkan keresahan sekaligus berhadapan dengan hukum. (Asep Rusliman)