Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dilaksanakan di Desa Luragung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan peningkatan gizi masyarakat. Senin (15/6/2026) Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka Polres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., CPHR dan Kasat Narkoba Polres Kuningan Jojo Sutarjo, S.H., M.H., CPHR, bersama unsur pemerintah daerah, kelompok tani, dan para pemangku kepentingan terkait.Panen Raya Jagung Kuartal II menjadi momentum penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di daerah. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan hasil pertanian yang berkelanjutan.Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri** yang bertujuan memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi hasil pertanian. Pembangunan gudang tersebut diharapkan mampu mendukung stabilitas pasokan pangan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen di berbagai wilayah.Selain itu, Polri secara resmi meluncurkan operasional “166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri ” Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan sehat. Waka Polres Kuningan Kompol Rryda Kusumah, S.I.K.,CPHR,. menyampaikan bahwa Polri siap mendukung berbagai program strategis pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi.“Melalui kegiatan ini, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai,” ujarnya. Dengan terlaksananya Panen Raya Jagung Kuartal II, Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, dan Launching Operasional 166 SPPG Polri di Desa Luragung, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta kualitas kesehatan masyarakat. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,. Menegakkan keadilan bukan sekadar profesi di atas kertas, melainkan sebuah panggilan jiwa. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Rahmat Hidayat, SH.,. Seorang Advokat sekaligus Aktivis Hukum yang kini mendedikasikan hidupnya untuk membela masyarakat kecil di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Darah Pelayanan Publik dan Akar Pendidikan Lahir di Majalengka pada 1 Juli 1983, Rahmat merupakan anak ketiga dari pasangan (Alm) H. Usman Apandi, S.IP., dan Ibu Hj. E. Casnirah. Tumbuh besar di bawah asuhan seorang Ayah yang berlatar belakang Sarjana Ilmu Politik. Rahmat sejak dini sudah akrab dengan diskusi mengenai sistem pemerintahan, kebijakan, dan tanggung jawab besar dalam melayani publik. Nilai-nilai pengabdian itulah yang kemudian membentuk karakter dan arah hidupnya. Perjalanan Akademis Perjalanan Akademis Rahmat dimulai dari SDN Banjarsari. Kemudian berlanjut ke SLTPN 1 Sumberjaya, Majalengka. Memasuki usia remaja, ia mengambil langkah berani dengan menimba ilmu di SMKN 1 Mundu Cirebon, sebuah sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang kelautan dengan kedisiplinan tinggi sebagai pondasi awal sekolah tersebut. Namun, ketertarikannya yang mendalam pada dunia Sosial, Politik dan Hukum, akhirnya menuntun Rahmat ke pendidikan yang berorientasi tentang Hukum. Pada akhirnya, Rahmat memutuskan masuk ke dunia Pendampingan Hukum dan resmi merengkuh gelar Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Majalengka. Jiwa Aktivis yang Mengakar Sejak Kecil Sifat kritis, berani bersuara, dan enggan tinggal diam melihat ketidakadilan ternyata sudah melekat pada diri Rahmat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Karakter pemberani ini tidak luntur, melainkan makin matang seiring berjalannya waktu. Bagi Rahmat, Hukum bukanlah sekadar pasal-pasal kaku. Ketika resmi menyandang gelar Advokat dan bergabung dengan Organisasi Advokat (OA) Perhimpunan Advokat Indonesia – Peradi Nusantara, Ia membawa “roh” aktivisme tersebut ke dalam ruang sidang. Jiwa aktivisnya diwujudkan secara nyata melalui pendampingan hukum, khususnya bagi masyarakat kecil yang kerap kesulitan mendapatkan keadilan formal. Mimpi tanpa aksi hanya akan menjadi wacana Kalimat di atas merupakan kompas hidup yang selalu dipegang teguh oleh Rahmat. Baginya, memperjuangkan apa yang diimpikan harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan. Bergerak di Tiga Jalur Langkah Rahmat tidak berhenti setelah menjadi pengacara. Di tengah kesibukannya memberikan pendampingan hukum dan berorganisasi di Peradi Nusantara, ia tetap menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas diri. Saat ini, Rahmat sedang menempuh studi S2 Magister Hukum di Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dan setelah lulus, dirinya berwacana untuk melanjutkan Doktoral atau S3 Hukum di Universitas Diponegoro Semarang. Kini, Rahmat Hidayat, S.H. terus bergerak secara konsisten di tiga jalur utama: mengabdi secara profesional sebagai Advokat Peradi Nusantara. Memperdalam khazanah keilmuan di bangku pascasarjana Unswagati, dan tetap setia pada khitah awalnya sebagai aktivis yang menyuarakan hak-hak masyarakat. Sinergi antara belajar, berjuang, dan membela masyarakat menjadi motor penggerak utamanya dalam memberi warna bagi dunia Penegakan Hukum di Indonesia. Biografi Rahmat Hidayat, SH., (Asep Rusliman)

Majalengka,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Bupati Majalengka, Eman Suherman, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Tema peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eman Suherman membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam hubungan internasional. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Pancasila merupakan landasan utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang relevan dalam menjembatani berbagai perbedaan dan membantu menciptakan perdamaian dunia. “Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, harus terus diwujudkan dalam berbagai tindakan nyata baik di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut, sambutan tersebut menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Raya bukanlah sekadar mimpi. Kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang mampu membimbing setiap langkah dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam sikap, perilaku, kebijakan, dan tindakan nyata kita,” tegasnya. Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air semakin mengakar di tengah masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Upacara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae serta Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. (Asep.R)

CIREBON,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Kamis 28 mei 2026- Keluarga Besar Bikers Journalist Indonesia (BJI) gelar acara silaturrahmi yang bertajuk “NGUBER” (Ngumpul Bersama) dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah di Sekretariat Bikers Journalist Indonesia Jl. Rahayu No.86 Desa Kasugengan Lor Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon pada Kamis, (28/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung Meriah dan dihadiri oleh puluhan Wartawan yang tergabung di BJI. Ketua Umum Bikers Journalist Indonesia, Arief Yolando mengatakan kegiatan NGUBER ini sebagai bentuk mempererat silaturrahmi antar anggota BJI, menurut Arief, kegiatan seperti ini sangat diperlukan di sela kesibukan peliputan berita. “Alhamdulillah, acara ini menjadi momentum keluarga besar BJI untuk mempererat tali silaturahmi (ukhuwah), tentu kegiatan-kegiatan seperti ini sangat diperlukan di sela-sela kesibukan rekan media dilapanga,” ujar Arief, (28/05). Dijelaskan Arief, kegiatan ini diisi dengan pemotongan hewan kambing, dilanjut dengan bakar-bakar sate dengan jumlah 1000 Tusuk dan diakhiri dengan acara makan bersama sembari bincang santai. “Kegiatan hari ini ada pemotongan kambing, lalu kita lanjutkan dengan bakar-bakar sate 1000 Tusuk dan terkahir makan bersama sambil care and share antar anggota BJI,” lanjutnya. Lebih lanjut, Arief juga mengatakan kalau Bikers Journalist Indonesia akan sering melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini. “Kedepannya kami juga akan sering bikin kegiatan seperti ini, mungkin sambil Touring juga nanti ya biar lebih seru,” katanya. Arief juga berharap dengan adanya kegiatan ini BJI tidak hanya Solid tetapi bisa menebar hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Melalui kegiatan ini, saya berharap Bikers Journalist Indonesia berharap dapat terus konsisten menebar benih positif, tidak hanya sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dan penyaji informasi tepercaya, tetapi juga sebagai komunitas yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi” tungkasnya. (Asep Rusliman)

CIREBON,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Aliansi Masyarakat Cirebon Bersatu (AMCB) bersama Firma Hukum Sandekala Trimurti gelar aksi untuk mendesak Pengadilan Negeri (PN) Sumber segera menjalankan eksekusi terhadap perkara perdata yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA). Perkara tersebut tercatat dalam Nomor 60/Pdt.G/2023/PN Sbr jo Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 634/PDT/2024/PT BDG jo Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2316 K/Pdt/2025 jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 212 PK/PDT/2026. Dalam amar putusannya, Pengadilan Negeri Sumber menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap penggugat. Selain itu, majelis hakim juga menyatakan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1739 atas lahan seluas 3.760 meter persegi di Blok Sikranji, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon tidak memiliki kekuatan hukum. Desakan tersebut disampaikan Direktur Firma Hukum Sandekala Trimurti, Zeki Mulyadi. Menurutnya, PN Sumber wajib melaksanakan amar putusan yang telah diputus mulai dari tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi Bandung, kasasi Mahkamah Agung hingga Peninjauan Kembali. “Ketua Pengadilan Negeri Sumber harus menjalankan perintah putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Semua proses hukumnya sudah selesai sampai PK Mahkamah Agung,” ujar Zeki, saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung PN Kabupaten Cirebon, (26/05/2026). Zeki juga menjelaskan, Majelis hakim juga menetapkan kepemilikan SHM tersebut menjadi atas nama penggugat dan memerintahkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan perubahan nama kepemilikan sertifikat. “Tak hanya itu, dalam putusan tersebut tergugat juga diperintahkan menyerahkan satu unit kendaraan Toyota All New Alphard tahun 2012 dan satu unit Toyota Camry tahun 2014 kepada penggugat,” ungkap Zeki. Padahal lanjutnya, Putusan PN Sumber tersebut kemudian dikuatkan Pengadilan oleh putusan Pengadilan Tinggi Bandung. Selanjutnya, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi tergugat melalui Putusan Nomor 2316 K/Pdt/2025. “Bahkan, upaya hukum terakhir berupa Peninjauan Kembali juga ditolak Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 212 PK/PDT/2026,” ucapnya. Zeki menilai dengan seluruh tahapan hukum yang telah selesai, tidak ada lagi alasan bagi PN Sumber untuk menunda pelaksanaan eksekusi, ia juga menambahkan, pihaknya bersama AMCB akan mengawal proses eksekusi apabila pengadilan mulai menjalankan amar putusan tersebut. “Harus secepatnya dilakukan eksekusi. Karena bila tidak dijalankan, itu bisa dianggap melawan hukum, dan kami bersama AMCB akan mengawal apabila pihak pengadilan menjalankan eksekusi sesuai putusan pengadilan yang sudah inkrah,” pungkasnya. Sementara itu, Pengadilan Negeri Sumber melaui Humasnya, Hakim Dony Riva Dwiputra menyampaikan apresiasinya terhadap para masa aksi, menurut nya, aksi tersebut sah sah saja karena merupakan bagian dari demokrasi dan tuntutan kasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan tertinggi PN Sumber. “Kami mengapresiasi dan kami hormati aksi hari ini ya, karena itu bagian dari demokrasi jadi sah-sah saja, tuntutannya nanti kan kita sampaikan ke kepala PN,” ujarnya. Menjawab tuntutan tersebut, kata Dony, pihaknya sebelumnya telah merencanakan untuk mengeksekusi putusan tersebut minggu lalu, karena banyak pertimbangan keamanan, akhirnya diundur waktu eksekusi nya. “Minggu lalu kita sudah rencanakan akan eksekusi putusan tersebut, namun atas dasar pertimbangan keamanan kami undur waktunya. Secepatnya kita akan komunikasikan dengan pimpinan untuk kapan akan dilaksanakan eksekusi putusan tersebut,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Cirebon,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Sebuah yayasan baru yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat resmi didirikan dengan nama Yayasan Bina Pena Sejahtera (YBPS) yang bermakna membina para penulis atau pemburu berita agar mendapatkan kesejahteraan yang layak sehingga bisa mandiri berdikari. Kehadiran yayasan ini membawa visi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi (pena) dan program kemandirian ekonomi demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dalam rapat pembentukan kepengurusan, disepakati struktur inti organisasi yang akan menakhodai jalannya program-program strategis yayasan ke depan. Formasi pimpinan Yayasan Bina Pena Sejahtera adalah sebagai berikut: • Ketua: Wawan Gunawan • Sekretaris: Taufik Satori • Bendahara: Sugiarto Ketua Yayasan Bina Pena Sejahtera, Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa pendirian yayasan ini didasari oleh kepedulian yang mendalam terhadap keluarga besar Wartawan, dimana tantangan akses pendidikan dan kesenjangan sosial yang mendominasi dihadapi sebagian besar masyarakat. “Nama ” Bina Pena Sejahtera” filosofinya adalah kami ingin membina kemampuan, gagasan, dan literasi masyarakat yang disimbolkan dengan ” pena” sebagai alat utama untuk mencapai kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera. Kami berkomitmen untuk menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan khususnya untuk keluarga besar Wartawan,” ujar Wawan pada saat press release Yayasan yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja Jurnalis Polresta Cirebon, Minggu (24/5). Ditempat yang sama, Sekretaris Yayasan, Taufik Satori, menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengurus legalitas formal dan merampungkan penyusunan program kerja tahunan. Fokus awal yayasan akan diarahkan pada pembentukan sayap lembaga yang akan membantu mengembangkan pergerakan daripada yayasan ini. Diantaranya pelatihan keterampilan bagi generasi muda, serta program bantuan sosial tepat sasaran. Kemudian Bendahara Yayasan, Sugiarto ikut melengkapi dalam statementnya, berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ketat. “Kepercayaan publik dan donatur adalah aset terbesar kami. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dikelola akan dilaporkan secara berkala dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat,” tegas Sugiarto. Yayasan Bina Pena Sejahtera membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi pemerintah, sektor swasta, komunitas, maupun perorangan yang memiliki visi sejalan untuk bersama-sama membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sekilas tentang Yayasan Bina Pena Sejahtera (YBPS) Yayasan Bina Pena Sejahtera adalah organisasi non-profit yang bergerak di Bidang Sosial, Agama, pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan, Bantuan Hukum, Perlindungan Konsumen dan pemberdayaan UMKM. Berdiri pada 3 Mei 2026, yayasan ini berkomitmen menciptakan masyarakat yang cerdas, berdaya saing dan sejahtera melalui program-program berbasis literasi dan kemandirian. Kegiatan Yayasan berfokus mengembangkan SDM Keluarga Besar Wartawan serta mengeksploitasi kemampuan personal dalam mendukung lembaga ekonomi keluarga. (Asep Rusliman) *Humas : Yayasan Bina Pena Sejahtera

MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Bunda PAUD Kabupaten Majalengka yang juga menjabat Ketua TP PKK (istri dari Bupati Majalengka), Iim Maemunah Eman Suherman membuka kegiatan Festival Kreativitas guru dan anak (Taman Kanak Kanak) dalam acara HUT IGTKI PGRI Ke 76 dan Hari Pendidikan Nasional yang ke 36 yang bertempat di halaman parkir UD Putra TS Kecamatan Cigasong pada Kamis, (21/05/26). Nampak hadir Plh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Majalengka Ir. Iman Firmansyah, MM didampingi jajaran pejabat Dinas Pendidikan, Camat Cigasong Oo Taofik, S.K.M. M.M., Ketua Dharma Wanita Kab Majalengka dan jajaran Bunda Paud se Kabupaten Majalengka serta undangan lainnya tak lupa nampak hadir para pengurus IGTKI Kabupaten Majalengka. Dalam laporannya Ketua IGTKI Kab. Majalengka Wawan Hermawan mengatakan bahwa tema kali ini yakni guru sejahtera, pendidikan Taman Kanak Kanak berkualitas sebagai fondasi wajib belajar 13 tahun. “Tema ini mengandung makna pendidikan usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung program wajib belajar. Diperlukan guru TK yang profesional dan berkualitas. Sementara tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka memperingati HUT IGTKI PGRI yang ke 76 dan Hardiknas yang ke 36. Kemudian yang kedua untuk mendukung terwujudnya pendidikan TK yang berkekuatan pondasi wajib belajar 13 tahun. Yang ketiga untuk mengembangkan potensi dan bakat anak. Kemudian untuk meningkatkan profesional guru dan untuk mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kolaborasi sekolah, masyarakat dan pemangku pendidikan lainnya, ” papar Wawan. Sementara itu, Bunda Paud Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Eman Suherman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, semangat belajar dan karakter positif anak anak sejak usia dini, sekaligus mempererat silaturahmi antara guru, orang tua dan seluruh pemangku pendidikan. “Saya ingin menguatkan dukungan terhadap gerakan masuk Paud satu tahun pra sekolah sebagai bagian dari upaya menyukseskan wajib belajar 13 tahun. Kita pastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan pra sekolah sebelum memasuki sekolah dasar. Kami berharap semua lembaga Paud meningkatkan kualitas layanan, ” ujarnya. Sementara lomba lomba yang diselenggarakan yakni lomba melengkapi gambar, mewarnai gambar, hifdzil qur ‘an, bercerita tanpa alat peraga, senam massal, kebiasaan anak hebat serta workshop gerak dan lagu dan lainnya. (Asep Rusliman)

  Cirebon,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Semangat persaudaraan dan solidaritas antar komunitas Biker kembali diperlihatkan dalam pertemuan antara komunitas Bikers Journalists Indonesia (BJI) Cirebon dengan Bikers Advocate Indonesia (BAI) Chapter Cirebon Raya yang berlangsung hangat di Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (20/5). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal terbentuknya kolaborasi strategis antar komunitas biker yang memiliki visi membangun solidaritas, edukasi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, kedua komunitas Bikers membahas berbagai peluang kerja sama di bidang Publikasi saat atau pemberitaan, sosial, advokasi, edukasi hukum, hingga penguatan citra positif komunitas motor di wilayah Cirebon. Pertemuan tersebut juga disaksikan langsung oleh tim Kuasa Hukum Jabar Istimewa yang turut memberikan dukungan terhadap upaya mempererat sinergi antar komunitas bikers di wilayah Cirebon. Ketua Umum DPP BJI Cirebon, Arief Yolando menyampaikan bahwa pihaknya siap membangun sinergi bersama Bikers Advocate demi memperkuat solidaritas antar komunitas Bikers. Menurutnya, kolaborasi antara Bikers Journalist dan Bikers Advocate merupakan langkah positif yang dapat menghadirkan gerakan komunitas motor yang lebih terarah, edukatif, dan memiliki dampak nyata bagi publik. “BJI Cirebon siap berkolaborasi dan bersinergi bersama BAI Chapter Cirebon Raya Kami ingin membangun komunikasi yang kuat antar komunitas biker agar dapat bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAI Chapter Cirebon Raya Rakhmat Cahyono, SH menyambut baik kolaborasi tersebut. Dirinya menilai sinergi antara komunitas Bikers berbasis Jurnalistik dengan komunitas Bikers Advocate menjadi langkah maju dalam mempererat persaudaraan sekaligus memperluas ruang edukasi hukum dan sosial di lingkungan komunitas otomotif. “Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kegiatan bersama yang produktif dan inspiratif di masa mendatang,” Kata Rakhmat pemilik R2 750cc tersebutlah. Harapannya dengan semangat kebersamaan serta dukungan dari berbagai elemen komunitas, BJI Cirebon dan BAI Chapter Cirebon Raya optimistis mampu menghadirkan gerakan Bikers yang lebih solid, berintegritas, dan membawa energi positif bagi masyarakat Cirebon. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sejumlah wartawan dari berbagai media di wilayah Sukabumi Selatan menggelar kegiatan santai bertajuk wisata alam dan kuliner sederhana di kawasan Sungai Cipamarangan, perbatasan Desa Cipeundeuy dan Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang melepas penat sekaligus mempererat kebersamaan antarjurnalis setelah disibukkan aktivitas peliputan sehari-hari. Suasana penuh keakraban dan canda tawa pun mewarnai kegiatan yang berlangsung santai di pinggir sungai itu. Agenda kebersamaan tersebut diinisiasi oleh Usman Kevin, salah satu jurnalis anggota IJTI Korda Sukabumi. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya Bah Jajang Suhendar dari Lingkar Pena, Dicky Sopyan dari Bidik-kasusnews.com bersama keluarga, Ragil Gilang dari Sukabumi Update, Yandi Candra dari Sukabumiku, hingga Rusman dari Cakrawala Jampang. Usman Kevin mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap bulan sebagai sarana penyegaran dan memperkuat silaturahmi antarwartawan. “Kegiatan ini murni untuk refreshing dan menghilangkan penat. Kami sengaja meluangkan waktu untuk berkumpul bersama rekan-rekan sambil menikmati suasana alam,” ujarnya. Dalam kegiatan itu, para peserta memasak nasi liwet bersama di pinggir Sungai Cipamarangan. Sambil menunggu masakan matang, mereka memanfaatkan waktu dengan berenang dan bermain air di sungai. Suasana semakin meriah ketika beberapa wartawan mencoba mencari ikan susuh yang menempel di bebatuan sungai. Candaan demi candaan pun tak terhindarkan hingga membuat suasana semakin cair. Keseruan bertambah saat Ragil Gilang dan Bah Jajang sempat membuat panik rekan-rekannya setelah berteriak melihat buaya di sungai. Namun setelah diperiksa, ternyata hewan yang dimaksud hanyalah seekor biawak. Tingkah jahil tersebut langsung disambut gelak tawa seluruh peserta. Setelah puas bermain air, seluruh peserta kemudian berkumpul menikmati nasi liwet yang telah matang. Mereka makan bersama sambil berbagi cerita ringan di tengah suasana alam yang sejuk dan asri. Menjelang pulang, suasana kembali pecah oleh kejadian lucu saat motor milik Bah Jajang tiba-tiba mogok karena kehabisan bensin. Rekan-rekan lainnya pun langsung tertawa sambil membantu mengisi bahan bakar agar perjalanan pulang bisa dilanjutkan. Kegiatan sederhana tersebut ditutup dengan penuh kehangatan dan kesepakatan untuk kembali menggelar agenda serupa di lokasi berbeda pada bulan mendatang. (Dicky)

Bandung,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Belum genap 100 hari menjabat sebagai Lurah Margasuka, Darmawansyah menjadi sorotan setelah diduga membuat keributan di area Posyandu yang tengah digunakan untuk kegiatan Puskesmas Keliling, Selasa (5/5/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula ketika istri Lurah Margasuka yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kelurahan Margasuka, Regina, datang ke kegiatan tersebut dan mencoba untuk membicarakan beberapa program dengan dr. Ira selaku Kepala UPTD Puskesmas Cibolerang. Namun, pembicaraan program tersebut dianggap tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkannya, dimana mungkin dikarenakan dr. Ira saat itu tengah fokus menangani pasien dalam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat. Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis yang sedang menjalankan tugas sesuai etika kedokteran, prioritas pelayanan pasien serta menghindari kesalahan diagnosis yang dikhawatirkan dapat merugikan pasien. Saat Regina ditanya oleh tim peliputan, tentang apakah dokter tersebut telah selesai memerika pasien dan siap untuk berkomunikasi, Regina menjawab bahwa saat itu pasien yang diperiksa telah berdiri. Dikarenakan akan ada keperluan lain, maka Regina berusaha untuk membicarakan program yang ingin dijalankan kepada dr. Ira sebelum pasien berikutnya diperiksa. Akibat kejadian itu suasana kegiatan Puskesmas Keliling sempat memanas dan menarik perhatian warga yang berada di lokasi Posyandu. Saat dikonfirmasi awak media, Darmawansyah didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Sopa serta Kasi Pemerintahan Kelurahan Margasuka, Budi Mulyadi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengakui menggebrak meja sambil berkata ” diam! ” “Iya, saya dulu yang gebrak meja, biar bu dokternya diam maksudnya,” ujar Darmawansyah. Darmawansyah juga menyampaikan pandangannya terkait kebiasaan komunikasi antar instansi di lapangan. “Kalau dia menghargai saya sebagai lurah baru, sesibuk apa pun orang, apalagi kita levelnya setara, setidaknya dia sapa saya” tambahnya. Ia juga menyinggung pentingnya kerja sama antara pihak kelurahan dan puskesmas dalam pelayanan masyarakat. “Apalagi kalau kita sama-sama di lapangan, kita sama-sama butuh. Tapi jujur, kebanyakan puskesmas juga banyak membutuhkan kelurahan karena kami punya kader Posyandu dan lain-lain,” katanya kepada wartawan. Di waktu berbeda, tim liputan mencoba mengonfirmasi Kepala UPTD Puskesmas Cibolerang, dr. Ira, di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, pada saat kejadian sekitar pukul 09.30 WIB, dirinya hendak memeriksa pasien pertama dalam kegiatan Puskesmas Keliling, Ketua TP PKK datang dan langsung mengajaknya berbicara terkait program tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namun, menurut Ira, sejumlah stafnya, sudah mengulurkan tangan untuk berjabat tangan akan tetapi ditolak oleh Ketua TP PKK dikarenakan dianggap kotor karena masih menggunakan sarung tangan. Demi profesionalisme dan untuk menghindari kesalahan dalam pemeriksaan pasien, dirinya memilih tetap fokus menjalankan pelayanan kesehatan. Menurut dr. Ira, situasi kemudian berkembang menjadi percekcokan antara dirinya dengan Ketua TP PKK Kelurahan Margasuka. Tidak lama setelah itu, Lurah Margasuka masuk ke ruangan pemeriksaan pasien dan menggebrak meja. dr. Ira juga menyangkal pernyataan Lurah Margasuka yang menilai dirinya “jutek”. “Ketemu aja baru pertama, kenapa harus judes? Jadi, jelas tidak ada masalah lain apapun sebelumnya, mereka (Lurah dan Ketua TP PKK) aja yang memperkenalkannya Bu Yosi kader Posyandu bukan yang bersangkutan langsung,” “Alhamdulillah, saya sembilan tahun dinas di sini belum pernah ribut,” ucap dr. Ira. “Selama ini saya bekerja tidak ada masalah dengan kelurahan, warga, ataupun siapa pun. Alhamdulillah, selama saya bertugas, termasuk ke luar daerah, semuanya baik-baik saja,” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa dalam prosedur pemeriksaan pasien seharusnya terdapat ruang khusus agar proses pelayanan tidak terganggu. “Sebetulnya kami punya rahasia jabatan. Dalam prosedur pemeriksaan pasien harus ada ruangan khusus agar tidak terganggu dan meminimalisir kesalahan diagnosis, penginputan data, maupun pemberian resep,” terangnya. Meski demikian, dr. Ira menegaskan dirinya tetap terbuka untuk membahas program pelayanan kesehatan bersama pihak kelurahan dalam waktu dan kondisi yang tepat. “Bukan kami tidak ingin membicarakan program. Namun saya meminta di waktu dan kondisi yang tepat. Mau saya diundang ke kelurahan atau diperintah pun, saya siap demi kepentingan kesehatan masyarakat,” tandasnya. (Asep Rusliman)