SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 dengan menegaskan komitmen untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, bersama Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, serta seluruh anggota dewan menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh masyarakat. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman serta menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas. Menurut Budi Azhar Mutawali, Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembangunan. “Pancasila merupakan jati diri bangsa dan perekat keberagaman yang kita miliki. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sukabumi akan terus menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan daerah. Senada dengan hal tersebut, seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong, toleransi, serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin maju, aman, dan harmonis. Di akhir peringatan, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan, “Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun persatuan bangsa serta mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.” (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Komisi I Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama melaksanakan pemotongan dan pembagian hewan kurban pada hari kedua Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat di daerah pemilihannya. Erpa menyampaikan rasa syukur karena rangkaian kegiatan kurban dapat berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Menurutnya, pelaksanaan ibadah kurban menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi. “Alhamdulillah, pelaksanaan pemotongan hewan kurban di hari kedua Idul Adha 1447 Hijriah berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya. Daging kurban kemudian dibagikan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari struktur dan kader PKS, simpatisan, komunitas Baraya Kang Erpa, hingga masyarakat umum di wilayah kerjanya. Pembagian dilakukan secara merata agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas. Ia menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. “Momentum Idul Adha harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT serta memperkuat rasa kepedulian kepada sesama,” ungkapnya. Warga yang menerima daging kurban menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tercipta melalui momen Idul Adha dapat terus terjaga dan menjadi perekat persaudaraan di lingkungan masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Erpa bertepatan dengan peringatan 10 Dzulhijjah 1447 H atau 27 Mei 2026. Melalui pesan yang diunggah di akun Facebook pribadinya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan maupun tradisi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial. “Mari jadikan semangat kurban sebagai penguat persatuan dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus menebarkan manfaat dan kebaikan,” ujar Erpa, Rabu (27/5/2026). Ia juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengorbanan masyarakat diterima Allah SWT serta membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh warga. Lebih lanjut, legislator dari Dapil VI Kabupaten Sukabumi itu menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha sejalan dengan semangat pembangunan daerah. Ia mengajak masyarakat menumbuhkan semangat “Berkurban, Berbagi, dan Berdaya” sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh keberkahan. Menurut Erpa, semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam Idul Adha menjadi modal sosial penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi perhatian dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Feri Sri Astrina yang berlangsung di Kampung Selakaso RT 03 RW 07, Kelurahan Lembursitu, Selasa (26/5/2026). Dalam agenda Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi lingkungan di wilayah mereka. Salah satu yang paling banyak dibahas yakni persoalan sampah yang dinilai perlu penanganan lebih serius dan melibatkan masyarakat secara langsung. Untuk menjawab persoalan tersebut, Feri menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi bersama komunitas peduli lingkungan Restu Bumi guna memberikan edukasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diajak memahami cara memilah sampah sejak dari rumah, termasuk memanfaatkan sampah tertentu agar memiliki nilai guna dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Menurut Feri, upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari tingkat paling kecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal. “Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah dari rumah, persoalan sampah akan jauh lebih ringan,” ujarnya. Sebagai bentuk dorongan agar masyarakat lebih aktif menjaga lingkungan, Feri juga menyiapkan kegiatan lomba pengelolaan sampah antarwilayah di Kecamatan Lembursitu. Program tersebut disiapkan untuk menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan. Selain isu lingkungan, reses tersebut juga menjadi wadah penyampaian aspirasi lain seperti kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah. Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap fasilitas penerangan jalan yang masih minim serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Feri memastikan seluruh masukan warga akan menjadi bahan tindak lanjut melalui koordinasi dengan dinas terkait maupun pembahasan di DPRD Kota Sukabumi. “Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu akan kami kawal agar bisa ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, bersama seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Peringatan Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 27 Mei 2026 itu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, ketaatan, dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Dalam pesan yang disampaikan, Budi Azhar Mutawali mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Kurban sebagai sarana mempererat persatuan serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. “Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya, Selasa (26/5/2026). Ia juga berharap semangat berbagi dan gotong royong yang tercermin dalam Idul Adha dapat terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Selain itu, DPRD Kabupaten Sukabumi turut mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengorbanan umat Muslim diterima Allah SWT serta membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi masyarakat. Semangat Idul Adha tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sukabumi MUBAROKAH, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Barokah, yang terus menjadi arah bersama dalam mewujudkan kesejahteraan daerah. “Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga nilai keikhlasan dan kepedulian senantiasa hadir dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKB, KH Iyus Yusuf, mengajak masyarakat untuk tidak berprasangka buruk terhadap kondisi pembangunan yang saat ini berjalan lambat di Kota Sukabumi. Menurutnya, terhambatnya sejumlah program pembangunan lebih disebabkan belum optimalnya transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Iyus Yusuf saat kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, Senin (25/5/2026). “Jangan su’udzan dulu kepada pemerintah daerah. Kondisi saat ini memang sedang berat karena TKD masih mandek, sehingga berdampak pada jalannya pembangunan,” ujar Iyus. Ia menegaskan, Wali Kota Sukabumi bersama jajaran pemerintah daerah sejauh ini telah bekerja maksimal untuk menjalankan berbagai program yang menjadi kebutuhan masyarakat. Namun keterbatasan anggaran membuat sejumlah rencana belum bisa direalisasikan sepenuhnya. “Pak wali kota sudah berupaya maksimal. Bukan tidak mau membangun atau merealisasikan program masyarakat, tetapi kondisi keuangan daerah memang sedang belum stabil,” katanya. Menurut Iyus, situasi efisiensi anggaran saat ini tidak hanya berdampak pada sektor infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi program pendidikan, kesehatan hingga pelayanan masyarakat lainnya. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan memperkuat semangat gotong royong di tengah kondisi fiskal yang belum sepenuhnya pulih. “Semua pihak harus bisa memahami situasi yang ada. Yang penting pemerintah tetap berikhtiar dan mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Iyus juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Audiensi Forum Komunikasi RW/RT Kota Sukabumi dengan DPRD Kota Sukabumi berlangsung penuh tekanan, Rabu (20/5/2026). Ratusan pengurus lingkungan dari berbagai kelurahan datang membawa sederet tuntutan, mulai dari keberlanjutan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), keterlambatan insentif, hingga janji Dana Abadi Rp10 juta per RT yang hingga kini belum terealisasi. Sekitar 250 peserta memadati ruang sidang paripurna DPRD Kota Sukabumi. Audiensi dipimpin Koordinator Forum RW/RT Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi Prawira, dan diterima langsung Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD lainnya. Dalam forum tersebut, para RW dan RT menyampaikan keresahan yang selama ini berkembang di masyarakat. Mereka meminta P2RW tetap dilanjutkan karena dinilai menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga di tingkat lingkungan. Selain itu, keterlambatan pembayaran insentif RT/RW, Posyandu, Linmas dan marbot turut menjadi sorotan keras. Para peserta mengaku kecewa karena hak mereka kerap terlambat dicairkan, padahal mereka berada di garis depan pelayanan masyarakat. Tak hanya itu, persoalan dana kelurahan dan polemik wakaf uang ikut mencuat dalam audiensi. Sejumlah peserta mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran dan meminta dana kelurahan tidak lagi dikontraktualkan. Suasana sempat memanas saat beberapa peserta mulai menyinggung janji politik Dana Abadi Rp10 juta per RT. Mereka meminta DPRD ikut mengawal realisasi janji tersebut dan mendesak pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Bahkan, sejumlah peserta secara tegas menyampaikan ancaman akan kembali turun ke jalan apabila seluruh tuntutan tidak mendapat kepastian hingga setelah Iduladha. “Kami tidak ingin hanya diberi janji. Kami ingin ada kepastian,” ujar salah satu peserta audiensi. Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, memastikan DPRD mendukung keberlanjutan P2RW dan akan terus memperjuangkannya dalam pembahasan APBD. Menurutnya, DPRD telah memasukkan rekomendasi agar P2RW tetap berjalan karena program tersebut terbukti memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan kondisi fiskal daerah saat ini sedang tertekan akibat pengurangan transfer pusat ke daerah yang mencapai sekitar Rp159 miliar. Meski demikian, DPRD tetap berkomitmen mengawal program-program prioritas masyarakat. “Kami memahami aspirasi bapak ibu semua dan akan terus mengawal program ini,” katanya. Wakil Ketua II DPRD Kota Sukabumi, Fery Sri Astrina, menjelaskan keterlambatan pembayaran insentif dipengaruhi perubahan nomenklatur anggaran hibah sehingga proses pencairan membutuhkan penyesuaian administrasi. Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, menegaskan dukungannya terhadap P2RW dan menyebut kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan mencapai Rp8,9 miliar. Ia juga menegaskan DPRD meminta penghimpunan wakaf uang yang dinilai memberatkan dihentikan dan rekomendasi panja segera ditindaklanjuti. Di akhir audiensi, DPRD Kota Sukabumi bersama Forum RW/RT menandatangani fakta integritas sebagai bentuk kesepakatan untuk mengawal tuntutan masyarakat. Meski audiensi berakhir kondusif, Forum RW/RT memastikan akan terus memantau realisasi hasil kesepakatan tersebut dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan yang mereka sampaikan kembali diabaikan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi menegaskan komitmennya mengawal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengawasan langsung terhadap sektor pajak restoran dan hotel. Langkah itu mencuat dalam rapat bersama sejumlah mitra kerja yang digelar Jumat (8/5/2026). Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, H. Muchendra, mengatakan pihaknya memberi perhatian serius terhadap capaian PAD Kota Sukabumi pada kuartal pertama tahun 2026, khususnya dari sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) restoran. Menurutnya, capaian pajak restoran dinilai belum mencerminkan potensi usaha yang sebenarnya di lapangan. Karena itu, Komisi II akan melakukan pendampingan bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) melalui uji petik langsung ke sejumlah rumah makan besar. “Kami ingin memastikan kesesuaian antara omzet usaha dengan laporan pajak yang disampaikan. Minggu depan kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Muchendra. Ia menjelaskan, pengawasan akan dilakukan dengan membagi dua tim yang memantau aktivitas usaha sejak pagi hingga rumah makan tutup. Langkah itu dilakukan untuk melihat secara riil potensi penerimaan pajak daerah. Menurutnya, pajak restoran sebesar 10 persen yang dibayarkan masyarakat seharusnya seluruhnya disetorkan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi yang dilaporkan justru tidak sesuai dengan omzet sebenarnya,” katanya. Setelah sektor restoran, Komisi II juga akan melakukan pengawasan terhadap sektor perhotelan yang dinilai memiliki potensi besar terhadap peningkatan PAD Kota Sukabumi. Selain PBJT, DPRD turut menyoroti pengawasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Muchendra menilai sistem transaksi yang masih mengacu pada nilai pelaporan rawan dimanipulasi sehingga perlu pengawasan lebih ketat. “Kami akan mendampingi BPKPD sampai ke notaris untuk memastikan transaksi berjalan sesuai aturan,” tegasnya. Dalam rapat tersebut, Komisi II juga meminta penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang terkait pengalihan anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum senilai Rp12,2 miliar yang disebut dialihkan ke program pembangunan jalan. DPRD meminta rincian kegiatan penerima pengalihan anggaran tersebut agar proses perencanaan dan penggunaan anggaran tetap transparan. Sementara kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Komisi II mempertanyakan kontribusi Gedung Dekranasda terhadap peningkatan PAD. DPRD ingin memastikan setiap fasilitas daerah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti minimnya anggaran pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, terutama untuk program pembibitan dan pengembangan benih ikan yang dinilai penting bagi penguatan sektor pangan daerah. Di akhir rapat, Komisi II mengingatkan seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program pembangunan tetap mengacu pada prioritas dalam RPJMD Kota Sukabumi. “Program yang sudah tertuang dalam RPJMD harus menjadi prioritas utama pembangunan,” pungkas Muchendra. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi mengingatkan pemerintah daerah agar lebih serius melakukan pengawasan terhadap potensi kebocoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari sektor restoran dan rumah makan. Karena keduanya dinilai memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kritikan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Melan Maulana, usai rapat kerja bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Jumat malam (08/05/2026). Menurut Melan, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajiban membayar pajak 10 persen saat bertransaksi di restoran atau rumah makan. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh pajak yang dipungut benar-benar masuk ke kas daerah. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi pajak tersebut tidak disetorkan sebagaimana mestinya. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya. Ia menilai pengawasan terhadap pemungutan PBJT perlu diperkuat agar tidak terjadi kebocoran yang dapat merugikan daerah. Selain itu, DPRD juga meminta seluruh aparatur terkait lebih optimal menggali potensi PAD yang selama ini belum maksimal. Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD menemukan masih banyak potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal, baik karena faktor teknis maupun lemahnya pengawasan di lapangan. “Setelah kita dalami bersama, ternyata masih banyak peluang peningkatan PAD yang belum dimaksimalkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara legislatif dan eksekutif,” katanya. Melan menyebut, berdasarkan hitungan sementara pihaknya, optimalisasi sektor PBJT berpotensi menambah PAD Kota Sukabumi hingga sekitar Rp80 miliar per tahun. Menurutnya, angka tersebut sangat signifikan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Sukabumi. “Kalau potensi ini bisa dimaksimalkan, tentu dampaknya akan sangat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penataan dan pengamanan kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga fungsi ruang publik agar tetap nyaman, tertib, dan representatif bagi masyarakat. Kehadiran petugas satuan pengamanan (satpam) di area tersebut disebut mulai membawa perubahan positif terhadap aktivitas warga yang memanfaatkan Lapang Merdeka sebagai pusat olahraga dan rekreasi. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Sahat Simangunsong, menilai Lapang Merdeka memiliki posisi penting bagi masyarakat karena menjadi ruang terbuka yang digunakan berbagai kalangan setiap hari. “Lapang Merdeka ini rumah terbuka bagi masyarakat dan juga wajah Kota Sukabumi. Karena itu kenyamanan, kebersihan, dan ketertibannya harus dijaga bersama,” ujarnya, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Sukabumi menempatkan petugas keamanan merupakan bentuk respons terhadap harapan masyarakat yang menginginkan fasilitas publik lebih tertata dan nyaman digunakan. Ia mengatakan, keberadaan satpam bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan memastikan fungsi Lapang Merdeka tetap berjalan sesuai peruntukannya sebagai ruang olahraga dan ruang interaksi masyarakat. “Tujuannya agar masyarakat yang datang untuk olahraga maupun beraktivitas di sana merasa aman dan nyaman,” katanya. Sahat menilai, sejak dilakukan penataan dan pengawasan, kondisi kawasan Lapang Merdeka mulai terlihat lebih tertib. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pun dinilai perlahan meningkat karena adanya pengawasan dan imbauan langsung dari petugas. Menurutnya, ruang publik yang baik tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut merawat dan menjaga lingkungan bersama. “Kalau masyarakat sama-sama memiliki rasa memiliki, tentu Lapang Merdeka akan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk semua,” ungkapnya. Ia berharap para petugas keamanan dapat terus menjalankan tugas secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat, sekaligus aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. “Lapang Merdeka ini milik masyarakat Kota Sukabumi. Jadi harus dijaga bersama agar tetap menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan membanggakan,” pungkasnya. (Usep)