SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan sampah di Kota Sukabumi perlahan diarahkan dari sekadar masalah lingkungan menjadi peluang untuk membangun pola pengelolaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Kepala DLH Yudi Sutriana menyiapkan strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Paradigmanya pun mulai digeser. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan bahkan memiliki nilai ekonomi. Yudi mengatakan perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat karena sebagian besar persoalan sampah justru bermula dari sumbernya, yakni rumah tangga. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah,” ujar Yudi, Senin (24/8). Karena itu, DLH menggandeng komunitas, kelurahan serta berbagai unsur masyarakat untuk memperluas edukasi mengenai pemilahan sampah. Sosialisasi juga diarahkan kepada sektor usaha, khususnya hotel, restoran dan kafe atau Horeka. Langkah sederhana dari rumah menjadi sangat penting mengingat sampah organik, terutama sisa makanan, masih mendominasi produksi sampah hingga sekitar 70–80 persen. Untuk menjawab persoalan tersebut, DLH mendorong pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat. Salah satunya melalui bantuan ember biopori untuk pengolahan sampah organik di lingkungan kelurahan, termasuk Kelurahan Cikundul. “Kalau sampah organik bisa selesai di tingkat rumah tangga atau lingkungan, beban yang dibawa ke TPA otomatis akan berkurang,” jelasnya. Tidak berhenti pada edukasi, DLH juga menyiapkan penguatan pengolahan sampah skala kawasan melalui optimalisasi TPS 3R. TPS 3R Cisarua menjadi salah satu fasilitas yang diarahkan untuk kembali berfungsi secara optimal. Fasilitas tersebut akan didukung mesin Refuse-Derived Fuel (RDF) dan rumah maggot sebagai bagian dari pengembangan ekonomi sirkular. Konsepnya sederhana namun memiliki dampak besar: sampah yang sebelumnya berakhir di TPA diupayakan masuk kembali ke dalam rantai pemanfaatan. Sampah organik dapat diolah melalui budidaya maggot, sementara material tertentu dapat diproses menjadi RDF yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri maupun pembangkit. DLH juga berupaya memperkuat teknologi pengolahan melalui pengajuan hibah mesin insinerator ramah lingkungan berkapasitas lima ton per hari kepada pemerintah provinsi. Bahkan, penjajakan teknologi insinerator yang dapat beroperasi tanpa ketergantungan listrik juga tengah dilakukan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah. Di sektor hilir, pembenahan dilakukan secara bersamaan. DLH mulai menata armada pengangkutan sampah dengan menginventarisasi kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi. Sekitar tujuh hingga delapan unit dump truck yang mengalami kerusakan berat, bersama sejumlah kendaraan operasional lainnya, dipersiapkan untuk proses penghapusan atau pelelangan sesuai ketentuan. Langkah tersebut bukan sekadar merapikan aset, tetapi juga bagian dari efisiensi agar anggaran tidak terus terserap untuk kendaraan yang sudah tidak produktif. Sementara itu, TPA Cikundul menjadi salah satu titik penting dalam pembenahan pengelolaan sampah Kota Sukabumi. DLH menyiapkan perubahan sistem dari pola open dumping menuju controlled landfill melalui pengurugan tanah secara berkala. Pembenahan IPAL juga dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan air limbah. Tak kalah penting, DLH merencanakan pemasangan pipa gas metana guna mengendalikan gas yang muncul dari timbunan sampah sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran dan ledakan. “TPA juga harus dibenahi. Kita ingin sistem pengelolaan sampah semakin aman, tertata dan memenuhi ketentuan lingkungan,” kata Yudi. Visi pengelolaan sampah tersebut tidak berhenti pada pembenahan hari ini. DLH juga mempersiapkan skema jangka panjang menuju TPA Bersama pada 2028, dengan rencana pemanfaatan fasilitas Galuga dan Kayu Manis tanpa tipping fee. Rencana itu sekaligus diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Bagi Yudi, keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya diukur dari seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut. Ukuran keberhasilan justru terletak pada seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi, diolah dan dimanfaatkan sebelum mencapai TPA. “Harapannya, masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pemilahan dan pengolahan yang benar, sampah bisa menjadi sumber manfaat dan bagian dari ekonomi sirkular,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengapresiasi inisiatif Pengurus Koordinasi Cabang (PKC) PMII Jawa Barat yang menghadirkan forum Sapa Isu Daerah di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh H. Andreas, Minggu (23/8/2026). Forum ini dinilai penting karena dapat menjadi ruang untuk menyerap sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Andreas berharap Sapa Isu Daerah tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan masukan yang dapat memperkuat arah pembangunan daerah. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan yang partisipatif dan senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar H. Andreas. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, ruang dialog antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan lebih merata dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga menyampaikan ucapan selamat atas Milangkala ke-44 Desa Banyuwangi. Ia mengajak masyarakat menjadikan hari jadi desa sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai capaian yang telah diraih. “Peringatan Milangkala ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momen perayaan, tetapi juga sebagai waktu yang tepat bagi kita semua untuk bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Banyuwangi Umaran, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Camat Cibitung Sholeh beserta unsur Forkopimcam, Danramil Surade Kapten Inf Dikdik, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya. Kepala Desa Banyuwangi, Umaran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga berterima kasih kepada Wakil Bupati Sukabumi yang hadir langsung dan berbaur bersama masyarakat. Sementara itu, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari koordinasi panitia, aparat serta partisipasi masyarakat. Kehadiran Sapa Isu Daerah di Banyuwangi diharapkan dapat memperkuat budaya dialog di tingkat masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi warga dan proses perumusan kebijakan pembangunan daerah. (Dicky)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Objek wisata gunung karang yang berlokasi di Kelurahan Babakan Jawa Kecamatan Majalengka akan kembali menjadi daya tarik wisatawan, hal tersebut dibuktikan dengan adanya kegiatan Festival Budaya Gunung Karang sekaligus reaktivasi objek wisata 1000 goa tersebut yang langsung dibuka oleh Bupati Majalengka Eman Suherman pada Sabtu siang (22/08/26). Dalam kesempatan tersebut Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan bahwa objek wisata Gunung Karang ini dulu sudah pernah ramai, namun ada sesuatu hal yang membuat jadi terbengkalai. “Alhamdulillah saya bisa hadir di tengah tengah hutan yang cukup luar biasa nilai estetikanya dan nilai sejarahnya juga luar biasa dimana lokasi ini tidak jauh dari pusat pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka yang berada di Kecamatan Majalengka dan tidak jauh jaraknya, ternyata kita punya destinasi wisata yang begitu indah dan belum tergali,” ujar Eman. Sambung Eman, didampingi oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin dan Anggota Komisi IV Elfran Galuh, hadir Pak Camat, dan para kasepuhan juga para pegiat budaya dimana hari ini kita sepakat berkomitmen untuk melakukan reaktivasi kembali objek wisata Gunung Karang. “Saya sudah minta kepada panitia, kepada Pak Camat, kita sepakat dan kemudian kita inventalisir apa saja yang harus kita lakukan. Dei jangka pendeknya apa, jangka panjangnya apa, kemudian langkah langkahnya seperti apa. Seperti jangka pendeknya kita akan laksanakan Geber Jum’at di lokasi ini bersama seluruh OPD di Kabupaten Majalengka. “papar Eman. Masih kata Eman, jangka panjangnya mungkin akses jalannya ke depan akan kita perbaiki. Ada tiga jalur menuju Gunung Karang yakni yang pertama dari Kelurahan Babakan Jawa kemudian ari Simpur dan dari arah Desa Sidamukti. “Tahun 2027 saya akan fokus memperbaiki jalan menuju Gunung Karang ini, yang penting Pemerintah Daerah harus terus mensupport dan wisatawan begitu dibuat muah akses menuju ke sini, ” urainya. Sementara itu, Camat Majalengka Aay Kandar Nurdiansyah mengatakan bahwa pihaknya telah menyipkan konsep wisata yang bekerjasama dengan pihak Perhutani jauh sebelum reaktivasi ini. ” Kegiatan upacara 17 Agustus 2026, jajaran Kecamatan Majalengka sudah menggelar di sekitaran objek wisata Gunung Karang ini, dan diharapkan jadi pemantik akan bangkit kembali objek wisata Gunung Karang ini berikut area campingnya,” tuturnya. Harapannya, objek wisata gunung karang ini kembalii dibuka an menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu dilunjungi maupun mau camping bersama keluarga atau komunitas lainnya. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menggema di Lapangan Lodaya Serta, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/8/2026). Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Surade bersama Grup Senam Lodaya Surade menggelar Gebyar Senam Sehat Bersama dan Lomba Senam Kreasi Antarinstansi serta Klub. Kegiatan yang digagas Awan Setiawan dan Reni Herdiyani tersebut berlangsung meriah dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Selain memeriahkan HUT RI ke-81, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Pelaksanaannya merupakan hasil musyawarah KOK Surade dengan Grup Senam Lodaya Surade yang diketuai Reni Herdiyani dan mendapat persetujuan dari Camat Surade. Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Olahraga Kecamatan Surade, Awan Setiawan, mengatakan lomba senam kreasi dibuka untuk umum dengan dua kategori, yakni siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan kategori dewasa umum. Setiap tim terdiri atas lima peserta dengan ketentuan menggunakan lagu bertema kemerdekaan, seperti Hari Kemerdekaan atau 17 Agustus. Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per tim. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam massal bersama, dilanjutkan pembukaan resmi, perlombaan senam kreasi, doa bersama hingga hiburan. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Awan Setiawan didampingi Sekretaris Panitia Rami Faizal. Camat Surade, Usep Supelita, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Sekretaris Kecamatan Surade, E’ah Nurlaila. Camat memberikan apresiasi kepada KOK Surade dan seluruh panitia karena mampu menghadirkan kegiatan olahraga yang dinilai positif bagi masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga tidak hanya mengikuti senam bersama, tetapi juga memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok yang tampil dalam lomba senam kreasi. Salah seorang peserta mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Gebyar Senam tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebugaran. “Kami sangat senang bisa hadir di sini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan yang terpenting bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh,” ujarnya. Di penghujung kegiatan, Awan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gebyar Senam Sehat tersebut. “Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kebaikan,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Indosat, Teh Botol Sosro dan Parpum Mania. (Dicky)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Ketua TP PKK sekaligus Istri Bupati Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka pada Kamis (20/08/2026). Kunjungan ini mengusung agenda utama “Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan melalui Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Lapas Kelas IIB Majalengka.” Dalam peninjauan tersebut, Hj. Iim Maemunah Suherman didampingi langsung oleh jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka. Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke berbagai sarana pembinaan kemandirian dan keterampilan warga binaan. Rombongan mengawali peninjauan di area Bimbingan Kerja (Bimker) untuk melihat proses pembuatan tas rajut, barbershop, tata boga, kerajinan anyaman bambu, hingga menjahit. Kunjungan dilanjutkan ke area branggang yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Tak luput dari perhatian, rombongan juga meninjau Dapur Harmoni Lapas Majalengka yang merupakan fasilitas penyediaan makanan harian yang higienis dan laik higit sanitasi bagi seluruh warga binaan. Setelah peninjauan area pembinaan, kegiatan bergeser ke Aula Lapas Kelas IIB Majalengka. Mewakili Kalapas Majalengka, Kasi Binadik dan Giatja, Ridwan Lubis, menyampaikan paparan profil singkat lembaga. Paparan tersebut mencakup gambaran umum instansi, profil warga binaan, serta berbagai capaian dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program pembinaan di Lapas Majalengka. Acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan hangat dari Ibu Bupati Majalengka. “Apapun keberadaan kita hari ini, kita patut bersyukur. Karena bagaimanapun keadaannya kita pada hari ini itu adalah ketentuan Gusti Allah dan itu merupakan suatu pembelajaran bagi kita. Makanya saya sangat berharap semua yang ada di sini tidak boleh patah arah, tidak boleh patah semangat” ujarnya. Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi sharing session. Pada kesempatan ini, warga binaan perempuan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, harapan, serta pengalaman mereka selama menjalani masa pembinaan di Lapas Majalengka. Rangkaian kunjungan resmi ini ditutup dengan pemberian dukungan berupa bingkisan dan peralatan sulam pita serta pengenalan kerajinan sulam pita. Keterampilan ini rencananya akan ditindaklanjuti melalui program pelatihan berkelanjutan bagi warga binaan perempuan sebagai bekal kemandirian dan peningkatan kualitas hidup setelah bebas nanti. (Asep Rusliman)

Tangerang Selatan,-Bidik-kasusnews.com,.19 Agustus 2026 — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-11 Polres Tangerang Selatan yang diperingati pada 19 Agustus 2026. Polres Tangerang Selatan merupakan bagian dari jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di wilayah hukum Tangerang Selatan. Mengusung semangat “Bersama Masyarakat Wujudkan Kamtibmas Kondusif”, momentum Anniversary ke-11 ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus energi baru bagi seluruh jajaran Polres Tangerang Selatan untuk semakin meningkatkan profesionalitas, integritas, pelayanan publik, serta kedekatan dengan masyarakat. Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan bahwa perjalanan 11 tahun Polres Tangerang Selatan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. “Selamat Hari Jadi ke-11 Polres Tangerang Selatan. Semoga momentum ini menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas, serta memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang memberikan rasa aman, perlindungan, dan kepastian hukum. Kamtibmas yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan hasil dari sinergi seluruh elemen masyarakat,” ujar H. Dian Surahman. Menurutnya, tantangan keamanan di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial membutuhkan pola kerja kepolisian yang adaptif, responsif, serta mampu membangun komunikasi publik yang sehat. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FRIC, H. Deden Hardening, A.Md., menegaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat. “Usia ke-11 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perayaan, tetapi menjadi momentum evaluasi dan penguatan institusi. Polres Tangerang Selatan diharapkan semakin terbuka terhadap aspirasi masyarakat, semakin cepat merespons berbagai persoalan publik, serta konsisten membangun kepercayaan melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas. Keamanan yang kokoh akan lahir dari hubungan yang sehat antara Polri dan masyarakat,” kata H. Deden Hardening, A.Md. Ia menambahkan bahwa insan pers mempunyai peran penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran hoaks maupun disinformasi. Senada dengan itu, Hj. Widaningsih, S.Pd., FRIC sekaligus Pemimpin Redaksi SabaraneNews, menyampaikan bahwa Hari Jadi ke-11 Polres Tangerang Selatan harus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat serta insan pers. “Kami mengucapkan selamat Anniversary ke-11 kepada Polres Tangerang Selatan. Semoga semakin matang dalam memberikan pelayanan, semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu menjawab berbagai tantangan keamanan dengan pendekatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan. Pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan fakta secara objektif, sementara Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun kepercayaan publik,” tutur Hj. Widaningsih, S.Pd. FRIC memandang bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Oleh karena itu, sinergi antara Polri dan masyarakat harus terus diperkuat melalui komunikasi, pencegahan, edukasi, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Sebagai organisasi pers atau perkumpulan wartawan dan media di Indonesia, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) turut mengambil peran dalam memonitor kinerja kepolisian, menangkal berita palsu atau hoaks, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta mendukung program-program strategis Polri dan pemerintah. FRIC juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang konstruktif dengan institusi kepolisian, termasuk jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Selatan, dengan tetap mengedepankan fungsi kontrol sosial, profesionalitas jurnalistik, serta kepentingan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, FRIC berharap Polres Tangerang Selatan di usia ke-11 semakin profesional, presisi, humanis, transparan, dan responsif dalam menjalankan tugas. Selamat Hari Jadi ke-11 Polres Tangerang Selatan. 19 Agustus 2026 “Bersama Masyarakat Wujudkan Kamtibmas Kondusif.” (Asep Rusliman) FAST RESPON INDONESIA CENTER (FRIC) “LOYAL KEPADA KORPS POLRI”

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Komisi III DPRD Majalengka telah melakukan audensi dengan LSM Generasi yang menyampaikan beberapa hal terkait pengawasan atau sosial control di lapangan terkait pekerjaan insfrastuktur. Audensi dihadiri Anggota Komisi III DPRD Majalengka dan Dinas PUTR Kabupaten Majalengka pada Rabu (19/08/26) di Ruang Rapat DPRD Majalengka. “Dengan audensi ini,bagi Komisi III DPRD Majalengka merupakan hal yang positif karena pengawasan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dari DPRD dan dinas terkait hingga maayarakat ikut andil dalam hal pengawasan proyek di lapangan,” kata Ketua Komisi III DPRD Majalengka dari Fraksi PKS, Iing Misbahuddin. Menurutnya, DPRD Majalengka juga menerima masukan dari masyarakat terkait pembangunan proyek, karena OPD terkait ada keterbatasan SDM dalam hal pengawasan tersebut. Komisi III DPRD Majalengka tengah menyiapkan mekanisme untuk memperketat pengawasan proyek insfrastriktur pemerintah, termasuk membuka peluang penyaringan rekanan berdasarkan rekam jejak dan kualitas pekerjaan. “Saat ini DPRD Majalengka tengah membahas Raperda Pembinaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi, hal ini bagian dari upaya kita secara sistemik untuk menekan hal hal yang tidak kita inginkan karena setiap rupiah yang kita anggarkan betul betul bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi sebauh pembangunan yang maskimal ” jelas Iing. Maka tujuan akhirnya memastiksn anggaran pembangunsman benar benar menghadirkan insfrastruktur yang berkualitas dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Sementara itu Ketua LSM Generasi, Saeful Yunus mengatakan bahwa pihaknya menjadi mitra dari pemerintah daerah karena pengawasan hasil pembangunan itu sangat penting untuk menciptakan kualitas pembangunan jangan sampai pembangunan tersebut hanya bertahan 1-2 tahun lamanya. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur lintas sektor tingkat Kabupaten Sukabumi, di antaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Diskominfosan, pengelola program di tingkat Puskesmas, serta mitra swasta. Bimtek dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial dalam penerapan strategi pembudayaan hidup sehat secara terpadu. Ketua Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Cecep Marwan menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan masyarakat. Menurutnya, upaya peningkatan derajat kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. “Perubahan perilaku masyarakat bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Melalui kegiatan pendampingan ini, kami berharap pelaksanaan PHS tidak hanya berorientasi pada tercapainya target administrasi semata, tetapi benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya. Penguatan pembudayaan hidup sehat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi, dan stroke. Faktor perilaku, antara lain kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta kebiasaan merokok, menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan PTM. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai situasi dan kondisi kesehatan di wilayah kabupaten/kota, tata kelola pembudayaan hidup sehat pada berbagai tatanan masyarakat, serta penguatan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tingkat daerah. Selain itu, kegiatan juga membahas survei perilaku hidup sehat tahun 2026, termasuk identifikasi hambatan dan tantangan pelaksanaan program di Puskesmas. Peserta turut mendapatkan pendampingan teknis penerapan perilaku hidup sehat pada tatanan rumah tangga, satuan pendidikan, serta tempat kerja, baik sektor formal maupun informal. Hasil Bimtek selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah perbaikan pelaksanaan PHS sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Upaya tersebut akan diperkuat melalui integrasi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti Posyandu, Germas, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta program promotif dan preventif lainnya. Melalui koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, pelaksanaan Pembudayaan Hidup Sehat di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, tempat kerja, dan masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembangunan Gedung Assessment Center Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi mulai memasuki tahapan persiapan. Proyek yang dibiayai APBD murni 2026 tersebut memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) konstruksi sebesar Rp315 juta. Namun, hingga Rabu (19/8/2026), pekerjaan fisik belum dimulai. BKPSDM masih menunggu proses review Inspektorat terhadap HPS yang telah disusun. Sekretaris BKPSDM Kota Sukabumi, Anton Lugiawan, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan pembahasan terkait konsultan perancangan dan berkonsultasi dengan ahli pengadaan barang dan jasa (PBJ), Fahrul Razi. “Sekarang baru masuk tahap perancangan. Kemarin kita membahas untuk konsultan perancangan, kemudian beberapa kali rapat dengan ahli PBJ, Pak Fahrul Razi. Kemarin baru kita membuat HPS konstruksi,” ujar Anton, Rabu (19/8). HPS sebesar Rp315 juta tersebut kemudian dikirimkan kepada Inspektorat untuk menjalani review. Apabila terdapat catatan atau koreksi, BKPSDM akan melakukan perbaikan sebelum kembali disampaikan kepada Inspektorat. Anton memastikan anggaran konstruksi tersebut berasal dari APBD murni, bukan APBD perubahan. Dari sisi mekanisme pengadaan, nilai pekerjaan yang berada di bawah Rp400 juta memungkinkan proyek tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung. “Untuk konstruksi Rp315 juta. Kalau di bawah 400 kan bisa pengadaan, penunjukan langsung,” jelasnya. Meski nilai proyek relatif kecil, proses review tetap wajib dilakukan lantaran pembangunan Gedung Assessment Center tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). “Walaupun nilainya kecil, tapi karena masuk PSN, jadi wajib direview dulu sama Inspektorat,” tegas Anton. Kondisi tersebut membuat target awal pekerjaan yang direncanakan dimulai akhir Agustus berpotensi mengalami pergeseran. Jika proses review selesai dan pekerjaan dimulai September, konstruksi diproyeksikan berlangsung selama tiga bulan dan ditargetkan selesai pada November 2026. Ada hal penting yang perlu dicatat dalam pembangunan gedung ini. Nilai Rp315 juta bukan merupakan keseluruhan kebutuhan agar Assessment Center dapat langsung beroperasi. Anggaran tersebut hanya mencakup pembangunan fisik bangunan. Interior, AC, mebel, hingga perangkat komputer belum termasuk dalam nilai konstruksi. “Rp315 juta itu hanya bangunannya saja. Belum interior, belum AC, belum mebel,” ungkap Anton. Untuk melengkapi fasilitas tersebut, BKPSDM berencana mengupayakan anggaran pada 2027. Namun, apabila pada 2026 terdapat tambahan anggaran untuk mebel dan kebutuhan pendukung lainnya, gedung tersebut diharapkan dapat mulai digunakan pada awal 2027. Kebutuhan perangkat komputer bahkan diperkirakan cukup besar. Dengan asumsi harga satu komputer sekitar Rp10 juta dan kebutuhan maksimal 25 unit, anggaran komputer saja diperkirakan mencapai Rp250 juta. Jumlah tersebut belum memperhitungkan kebutuhan mebel, AC, interior dan fasilitas lainnya. Gedung Assessment Center dirancang hanya satu lantai dan dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah yang berada di lingkungan BKPSDM. Lokasinya berada di bagian belakang, dekat dan di samping aula. Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar 10 x 15 meter, sementara bangunan dirancang sekitar 7 x 12 meter. Sebelumnya, lahan tersebut merupakan lahan kosong yang telah dilakukan pengurugan. Di dalam bangunan nantinya terdapat ruangan utama, lobi kecil, ruang wawancara serta ruang diskusi. Ruangan utama dirancang untuk menampung sekitar 20 hingga 25 unit komputer. Keberadaan gedung ini dinilai penting untuk mendukung penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN di Kota Sukabumi. Selama ini, BKPSDM masih harus menggunakan fasilitas lain untuk kegiatan assessment, termasuk menyewa tempat. Salah satu lokasi yang pernah digunakan adalah SMA Negeri 3. Dengan memiliki fasilitas sendiri, pemerintah daerah diharapkan dapat menekan biaya penyewaan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan assessment ASN. Assessment Center nantinya tidak hanya digunakan untuk pelaksanaan tes menggunakan komputer. Proses penilaian juga mencakup wawancara, baik kelompok maupun individu, serta latihan dinamika kelompok. “Proses assessment tidak sebatas tes menggunakan komputer. Setelah tes komputer, peserta juga menjalani tahapan wawancara, wawancara kelompok maupun individu, serta latihan dinamika kelompok,” kata Anton. Kapasitas kegiatan assessment diperkirakan sekitar 25 hingga 30 peserta, sedangkan jumlah komputer maksimal yang direncanakan sekitar 25 unit. Selain sarana fisik, kebutuhan tenaga asesor juga menjadi pekerjaan lanjutan bagi BKPSDM. Saat ini BKPSDM Kota Sukabumi belum memiliki asesor sendiri. Untuk sementara, asesor dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dapat dilibatkan dengan mekanisme pemberian honor. Namun, BKPSDM berencana membangun kapasitas internal dengan mengirim pegawai yang berminat mengikuti pendidikan dan pelatihan asesor. Pelatihan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan, salah satunya melalui BKN. Untuk kebutuhan awal, terdapat pegawai dengan latar belakang psikologi yang dinilai dapat diberdayakan. Total kebutuhan asesor diperkirakan sekitar empat orang. Dua orang disebut sudah tersedia dari internal dan selanjutnya dapat dikembangkan menjadi asesor, sehingga secara bertahap jumlah tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan. Anton menjelaskan, satu kelas assessment nantinya dapat ditangani satu asesor. Dengan demikian, pembangunan gedung senilai Rp315 juta ini baru menjadi langkah awal. Agar fasilitas tersebut benar-benar siap beroperasi, BKPSDM masih harus menyiapkan perangkat komputer, mebel, AC, interior, sekaligus membangun ketersediaan asesor. Meski begitu, keberadaan gedung sendiri diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat penerapan sistem merit serta membuat proses pemetaan dan penilaian kompetensi ASN lebih efektif dan efisien. (Usep)

Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.Pendekatan humanis dalam menciptakan kondusivitas wilayah membuahkan apresiasi bagi jajaran Polda Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H resmi menerima Galunggung Award 2026 dari MASDA Jabar dan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana di Batu Ampar, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026). Para pegiat budaya dan sosial yang terwadahi berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 430/Kep.120- Disporabud/2026 menilai pembinaan masyarakat yang dilakukan Polda Jabar berhasil mempererat sinergi antara aparat, tokoh adat dan warga. Saat menyampaikan sambutan, Kombes Pol. Hendra mengibaratkan peran kepolisian seperti Gunung Galunggung yang memberi kemanfaatan bagi lingkungannya. “Kita ketahui bersama bahwa fitrah latar belakang Galunggung ini merupakan sebuah gunung yang memiliki sejarah panjang. Secara fitrahnya, gunung diciptakan sebagai pasak bumi agar bumi tidak mudah terguncang, di samping memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk lainnya di sekitar,” ujarnya. Ia menguraikan bagaimana keaktifan dan keberadaan suatu elemen harus memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. “Gunung yang aktif mengikat tumbuh- tumbuhan menjadi tetap subur dan memberikan faedah luar biasa. Dibalik letusannya pun ada faedah kesuburan. Manusia sebagai khalifah di muka bumi ini bertugas untuk menjaganya, bukan untuk menyembahnya,” tuturnya. Lebih lanjut, Kombes Pol. Hendra menjelaskan bahwa apresiasi ini menjadi bukti berjalannya strategi pemeliharaan keamanan berbasis kemasyarakatan yang diusung pimpinan Polda Jabar. “Penghargaan ini masuk dalam program yang digagas oleh Kapolda Jabar, yaitu menjaga dan merawat Jawa Barat. Dalam program ini, selain aspek keamanan, kita juga memperhatikan aspek kebudayaan dan sosial,” paparnya. Sinergitas yang terbangun antara kepolisian dan para pemangku adat diharapkan terus memperkokoh stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat. “Kita adaptif dengan wilayah Jawa Barat dan kolaboratif dengan penggerak budaya yang ada. Kepolisian akan selalu bersinergi dan erat dengan kehidupan berbangsa serta berbudaya, khususnya di Jawa Barat,” tegasnya. (Asep Rusliman) Bandung, 18 Agustus 2026 Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar